Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS

PENGENCERAN ISOTOP

KELOMPOK 4
AVIV SIGIT CAHYONO (10513035)
M. IRFAN R. KRESNADI(10513061)
VALLERY VOANTRIS (10512044)
KIMIA INTI DAN RADIASI
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

Latar Belakang

Uranium
adalah
unsur
yang
secara
alami
memancarkan radiasi nuklir atau bersifat radioaktif.
Uranium digunakan dalam berbagai bidang salah
satunya adalah sebagai bahan bakar nuklir.
Uranium sendiri sebagai salah satu komponen
sebuah bahan bakar nuklir memiliki sifat radioaktif
yang dapat merusak terutama untuk makhluk hidup.
Analisis penentuan jumlah suatu senyawa dalam
suatu zat merupakan hal yang sangat penting dalam
ilmu pengetahuan terutama ilmu kimia.

Radioisotop

Radioisotop adalah isotop suatu unsur yang


radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif.
Isotop suatu unsur baik yang stabil maupun
radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. .
Radioisotop senantiasa memancarkan radiasi
di manapun dan keberadaannya mudah
dideteksi.
Radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang
sama dengan isotop lain sehingga sifat kimia
yang dimiliki radioisotop sama dengan isotopisotop lain dari unsur yang sama.

Pengenceran Isotop

Pengenceran isotop adalah pengenceran bahan


target yang dilakukan dengan menambahkan
isotopnya. Pengenceran isotop digunakan untuk
mengurangi cacat radiasi dan analisis yang
memanfaatkan perubahan rasio isotop. Untuk
mengurangi cacat radiasi akibat penyerapan
radioisotop ke dalam tubuh, konsentrasinya
diencerkan dengan menyerap isotop stabil dan
dikeluarkan dari tubuh.

Analisis
Pengenceran Isotop

Analisa dengan metode pengenceran isotop adalah


suatu metode analisis yang mengukur perubahan
aktivitas spesifik suatu senyawa yang dimasukkan ke
dalam suatu bahan yang mengandung senyawa
tersebut.
Analisis pengenceran isotop untuk menentukan kadar
suatu zat dilakukan dengan cara menambahkan zat
radioaktif yang telah diketahui aktivitas jenisnya dan
sudah diencerkan ke dalam zat yang akan ditentukan
kadarnya. Kemudian zat tersebut dipisahkan, lalu
keradioaktifannya ditentukan. Dalam pengenceran
analisis isotop ini senyawa yang digunakan memiliki sifat
yang identik dengan senyawa yang akan dianalisis.

Teknik Pengenceran Isotop

Ada tiga teknik pengenceran isotop, yaitu :


1. Analisis pengenceran Isotop secara langsung :
sampel
non-radioaktif diencerkan dengan perunut radioaktif.
2. Kebalikan (reverse) : memiliki prinsip yang hamper
sama dengan metode secara langsung, namun
terbalik
yang tidak diketahui adalah berat zat yang aktif.
3. Pengenceran isotope rangkap : menggunakan 2
isotop
radioaktif dari unsur radioaktif yang sama.

Metode Analisis Pengenceran Isotop

Metode Analisis Pengenceran Isotop


1. Metode Titrimetri
2. Spektrofotometri UV-VIS
3. HPLC, AAS, dan Spektrometri Massa.

Proses Analisis Pengenceran Isotop

Proses analisis pengenceran isotop secara umum adalah


analisis campuran senyawa berdasarkan jenis cuplikan, yaitu
1. Dengan suatu komponen yang telah diketahui aktivitas
jenisnya.
2. Penentuan kuantitatif senyawa dalam campuran yang
rumit dapat
dilaksanakan dengan menambahkan senyawa bertanda
dengan
keaktifan jenis dan jumlah yang diketahui dengan teliti
3. Bila senyawa yang akan ditentukan dapat dipisahkan
dalam
keadaan murni, tetapi tidak perlu diperoleh hasil
pemisahan yang

Penentuan Kuanlitatif
Senyawa

Penentuan kuantitatif senyawa dalam campuran yang


rumit dapat dilaksanakan dengan menambahkan
senyawa bertanda dengan keaktifan jenis dan jumlah
yang diketahui dengan teliti. Hal ini digunakan senyawa
bertanda dengan sifat yang identik dengan senyawa
yang akan ditentukan.
Contohnya iodium radioaktif diserap ke dalam tubuh,
pembentukan senyawa tersebut banyak menggunakan
13C, 15N, 17O dan banyak isotop buatan yang dapat
dimanfaatkan antaa lain Na-24, P-32, Cr-51, Tc-99, dan
I-311.

ada jumlah yang tidak diketahui atom (molekul)


dari suatu unsur dengan komposisi isotop alami,
dan sampel adalah sejumlah yang dikenal dengan
atom (molekul) dari unsur yang sama atau
senyawa diperkaya dalam isotop kecil. Setelah
terjadi kesetimbangan isotop, komposisi isotop
dicampuran lalu diukur dengan spektrometri
massa. Seperti pada gambar di bawah ini :

Uranium

Uranium merupakan suatu unsur kimia dalam tabel


periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92
dengan ciri fisik yaitu sebuah logam berat, beracun,
berwarna putih keperakan. Uranium ditemukan oleh
kimiawan Jerman Heinrich Klaproth Martin pada tahun
1789 dari mineral yang disebut bijih-bijih uranium.
Uranium adalah bahan bakar nuklir yang sangat
penting. Kegunaan bahan bakar nuklir untuk
menghasilkan energi listrik, untuk membuat isotop
yang digunakan untuk tujuan damai, dan sebagai
peledak, sangat diketahui dengan baik.

KARAKTERISASI MATERIAL REFERENSI


URANIUM MENGGUNAKAN ANALISIS
PENGENCERAN ISOTOP

Uranium sebagai bahan bakar nuklir sudah


memiliki aplikasi yang sangat luas dalam ilmu
pengetahuan maupun teknologi.
Untuk memastikan keamanan dalam bekerja
dengan uranium, diperlukan adanya sistem
keamanan dan keselamatan kerja yang baik.
Sistem keamanan dan keselamatan kerja yang
baik harus memperhatikan banyak aspek
mulai dari lokasi, bahan berbahaya, peralatan,
manusia, lingkungan hidup dan banyak hal
lainnya.

Penentuan kandungan uranium pada suatu zat, daerah


atau apapun yang bisa mengandung uranium memerlukan
sebuah metode dan instrumen yang canggih, akurat, dan
presisi dalam menentukan kandungan uranium dibantu
dengan standar uranium yang murni dan dapat dipercaya
sebagai
pembanding.
Namun
menurut
beberapa
penelitian, penggunaan standar uranium ini masih banyak
mengalami ketidak akuratan dalam pengukurannya, baik
itu dari segi instrumen dan metodenya.
Metode analisis yang paling sering digunakan adalah
perbandingan dengan standar, baik itu perbandingan
dengan pengukuran langsung, atau juga dengan
pengukuran dengan penambahan standar pada sampel.
Uranium sendiri sudah memiliki material standar
tersertifikasi yang diakui oleh dunia internasional dan juga
luas digunakan.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh beberapa peneliti yang


terintegrasi dalam sebuah universitas atau dengan badan sertifikasi
material referensi. Sebuah penelitian yang dapat menghasilkan
sebuah validasi kandungan isotop dalam material referensi uranium
menggunakan metode analisis pengenceran isotop. Penelitian ini
berfokus pada validasi metode spektroskopi massa ionisasi termal
dengan analisis pengenceran isotop dan material refrensi uranium
sebagai standar pengukuran uranium. Penelitian ini berhasil
membuktikan metode yang dipakai memiliki ketidakpastian sekitar
10% dimana prosedur yang terdahulu biasa memberikan
ketidakpastian sekitar 30%. Penelitian dilakukan dengan cara
mebuat partikel kecil menggunakan alat penghasil aerosol yang
diatur sedemikian rupa sehingga partikel yang dihasilkan seragam
dan tidak teragregasi menjadi partikel yang lebih besar. Tujuan
membuat partikel kecil ini adalah untuk meningkatkan akurasi
pengukuran dimana pengukuran dibatasi hanya pada satu partikel
kemudian akan diketahui jumlah uranium yang ada pada partikel
tersebut menggunakan spektroskopi massa inonisasi termal.
Kelemahannya adalah ketidakpasitian homogenitas partikel itu
sendiri jika dilakukan dalam skala besar.

Keuntungan Analisis Pengenceran


Isotop

Berikut adalah keuntungan yang dimiliki dalam

analisis pengenceran isotop :


1. Penggunaan luas (dari analisa unsur sampai
molekul besar)
2. Sangat selektif
3. Dapat menganalisis zat yang tidak stabil atau
zat yang
sebagian dapat terurai selama proses
pemisahan
berlangsung
4. Pemisahan tidak perlu kuantitatif
5. Menghasilkan kepekaan yang tinggi

Aplikasi Terkini

Analisis
senyawa
organik
:
glutathione,
methenamine,
polyethylene
glycol
dan
sebagainya menggunakan HPLC-MS
Analisis protein transferrin dan albumin pada
manusia dengan isotop 34S
Analisis kandungan senyawa organik terlarut
dalam air untuk pengolahan air limbah


TERIMA KASIH