Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK TERHADAP

KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK RESTORAN DI SURAKARTA


Abstract:ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK TERHADAP
KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK RESTORAN DI SURAKARTA
ABSTRACT Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak restoran di Kota
Surakarta, (2) mengetahui hambatan dan kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaan pemungutan pajak restoran, dan (3) mencari solusi dalam mengatasi
kendala dan hambatan dalam pemungutan pajak restoran yangterjadi di lokasi
penelitian.
Responden dalam penelitian ini adalah pengusaha restoran, rumah makan, dan
warung makan yang ada di Surakarta. Data yang dikumpulkan adalah data primer.
Pengumpulan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pemilik
beberapa restoran, rumah makan serta warung makan. Jumlah kuesioner yang
disebar dan dikembalikan sebanyak 40 buah (respon rate 100%), yaitu
terhadappengusaha restoran, rumah makan, danwarung makan di Surakarta.
Penelitian ini menggunakan 3 (dua) kelompok pertanyaan kuesioner, yaitu
kuesioner data diri responden, kuesioner tentang identitas usaha, dan kuesioner
tentang faktor-faktor kepatuhan. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan
mendatangi masing-masing Wajib Pajak. Setelah semua kuesioner terkumpul,
dilakukan identifikasi untuk mengelompokkan masing-masing komponen
pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan uji validitas data dan uji reliabilitas data.
Dari 29 instrumen pertanyaan secara keseluruhan untuk variabel kepatuhan, dari 6
(enam) pertanyaan ada 5 (lima) pertanyaan valid dan 1 (satu) instrument tidak
valid, untuk variabel kesadaran hukum, dari 9 (sembilan) pertanyaan, ada 6 (enam)
pertanyaan valid dan 3 (tiga) pertanyaan tidak valid.Pada variabel pelayanan, dari 8
(delapan) pertanyaan, ada 7 (tujuh) pertanyaan valid dan 1 (satu) pertanyaan tidak
valid, dan untuk variabel penerapan sanksi, dari 6 (enam) pertanyaan, 5 (lima) valid
dan 1 (satu) tidak valid. Jadi, secara keseluruhan, dari 29 pertanyaan, 23
pertanyaan valid, sedang yang 6 pertanyaan tidak valid, sehingga tidak dilakukan
pengujian lebih lanjut untuk pertanyaan yang tidak valid. Untuk pertanyaan yang
valid setelah dilakukanuji reliabilitas data, variabel penelitian tersebut ada 1 yang

tidak reliabel, yaitu variabel penerapan sanksi. Setelah dilakukan uji validitas dan uji
reliabilitasdata, dilakukan uji regresi berganda untuk menjawab masalah pertama,
yaitu faktor-faktor apa yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam
memenuhi kewajiban perpajakannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan
wajib pajak antara lain kesadaran hukum, pelayanan, tingkat pendidikan, dan omset
usaha. Hasil yang ditunjukkan adalah bahwa signifikansi nilai t untuk variabel
kesadaran hukum, pelayanan, tingkat pendidikan, dan omset usaha berturut-turut
0,830; 0,593; 0,569; 0,975. Hal ini berarti variabel-variabel tersebut tidak
berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak. Untuk masalah
kedua dan ketiga digunakan analisis kualitatif. Analisis ini digunakan untuk
menjawab masalahkedua dan ketiga. Masalah kedua menganalisis hambatan dan
kendala yang dihadapi fiskus dalam pelaksanaan pemungutan pajak restoran,
sedang masalah ketiga adalahupaya-upaya yang dilakukan fiskus dalam
menghadapi hambatan dan kendala tersebut. Analisis ini dilakukan dengan cara
mengolah data dari kuesioner dan melakukan wawancara dengan pihak Dipenda
Kota Surakarta. Sebelum menjawab masalah kedua danketiga, berdasar kuesioner
yang dikirim, dilakukan tabulasi terhadap komentar yang berasal dari wajib pajak.
Ada beberapa tabulasi komentar yang perlu diperhatikan, keberatan atas tarif yang
ditetapkan dari besarnya omzet kotor (16), pemerintah tidak transparan (9),
penyuluhan yang dilakukan sangat kurang (9), dan yang paling sedikit adalah
keberatan atas cara penentuan kategori WP (3), dan Pajak harus disesuaikan
dengan kondisi ekonomi masyarakat (3) Untuk masalah-masalah yang dihadapi
fiskus adalah: Wajib Pajak tidak membuat pembukuanatau membuat pembukuan
ganda, tidaksemua transaksi yang dilakukan Wajib Pajak menggunakan nota (bill),
Wajib Pajak dalam melaporkan omzet penjualan kurang dapat terbuka (transparan).
Solusi yang diambil oleh Pemerintah Daerah adalah: melakukan pemeriksaan
dengan bantuan tim audit, melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar tingkat
kesadaran wajib pajak dapat meningkat dalam membayar pajak. Dan melakukan
pembukuan secara tertib, terbuka, dan tepat waktu dalam membayar
kewajibannya, bekerjasama dengan aparat hukum untuk mengatasi masalah Wajib
Pajak yang nakal, menerbitkan Surat Ketetapan bagi Wajib Pajak yang tidak mau
membayar sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan. Kata kunci: Kesadaran
Wajib Pajak, Pelayanan, Penerapan Sanksi, Tingkat Pendidikan, Omzet, Pajak
Restoran, Kepatuhan.