Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Akrilamida memiliki rumus molekul C3H5NO yang merupakan turunan dari asam
karboksilat yang merupakan senyawa yang penting dalam kelompok akrilat dan metakrilat amid.
Bahan ini telah ada sejak tahun 1950 dan diperdagangkan sejak tahun 1954 dan terus
berkembang hingga saat ini. Akrilamida yang dapat dibentuk menjadi poliakrilamida merupakan
flocculant yang baik. Akrilamida yang mana turunannya berupa poliakrilamida banyak
digunakan pada industri pengolahan limbah dan pemurnian air sebagai flokulan. Di tahun 2014,
akrilamida digunakan lebih dari 35% dalam manajemen pengolahan air (Chemical Economics
Handbook, 2014). Selain sebagai bahan dalam pengolahan limbah, akrilamida juga bermanfaat
bagi industri gas dan minyak bumi yang salah satunya digunakan dalam proses recovery minyak
dan hydraulic fracturing. Lalu dapat pula menjadi bahan aditif dalam industri pulp and paper.
Penggunaan Akrilamida terus berkembang di seluruh dunia. China merupakan salah satu negara
dengan penggunaan akrilamida tertinggi di dunia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya plant
pengolahan limbah dan tingginya produksi minyak dan gas di negara tersebut. Amerika dan
Eropa juga menggunakan akrilamida dalam industrinya terutama minyak dan gas, yang diikuti
oleh Jepang pada industi kertasnya.
Indonesia memiliki sebuah pabrik yang memproduksi akrilamida dengan kapasitas
kurang lebih 15000 ton per tahun pada tahun 2013 (A.A. Nazmi Afshar, 2014). Namun, produksi
akrilamida dalam negeri ini masih belum mencukupi kebutuhan akrilamida di Indonesia sendiri.
Akibatnya, Indonesia mengimpor akrilamida dari negara lain. Dapat dilihat pada Tabel 1.x
bahwa kebutuhan akrilamida di Indonesia terus mengalami peningkatan dan masih banyak yang
belum terpenuhi.

Tabel 1.x Kebutuhan Akrilamida di Indonesia [usu, BPS 2012]


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Tahun
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012

Jumlah (ton/tahun)
10.760,41
28.904,10
19.832,26
23.007,40
26.636,14
33.291,82
28.718,47
31.429,63

1.2 Tujuan Perancangan Pabrik


Tujuan perancangan pabrik akrilamida dengan bahan baku akrilonitril adalah:
1. Memenuhi kebutuhan akrilamida baik dalam maupun luar negeri;
2. Memacu penggunaan akrilamida di Indonesia; dan
3. Membuka lapangan kerja baru.
1.3 Perumusan Masalah
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akrilamida di Indonesia dan dunia, maka
pembangunan pabrik produksi pengganti akrilamida dari akrilonitiril merupakan suatu alternatif
agar kebutuhan pasar akan akrilamida dan kebutuhan kapasitas akrilamida untuk industry dalam
negeri maupun dunia dapat terpenuhi. Proses pembentukan akrilamida dilakukan dengan proses
hidrolisa menggunakan bahan baku akrilonitril dengan katalis ranney copper. Proses ini
merupakan proses termudah dan cukup aman serta proses yang digunakan tidak terlalu sulit.
Selain itu, proses ini tidak menghasilkan reaksi samping sehingga untuk pemisahan dapat dengan
mudah dilakukan. Pabrik ini dibangun untuk mengurangi impor akrilamida dan juga dapat
meningkatkan devisa negara dengan proses ekspor untuk memenuhi pasar dunia. Pabrik
akrilamida di Indonesia masih sedikit dan memiliki kapasitas produksi yang belum memenuhi
kebutuhan di Indonesia. Maka dari itu, pendirian pabrik akrilamida di Indonesia diprediksikan
dapat memberikan kontribusi untuk perekonomian di Indonesia.
1.4 Ketajaman Melihat Peluang dan Analisa Pasar
Di Indonesia sendiri produksi akrilamida masih kurang memadai. Saat ini Indonesia
masih mendatangkan akrilamida dari luar negeri seperti Jepang, China, Korea dan Amerika.
Seiring majunya perindustrian di Indonesia, khususnya industri migas dan pengolahan limbah

maka bahan baku akrilamida akan semakin banyak diperlukan dan ini dapat menjadi prospek
untuk mendirikan pabrik akrilamida di Indonesia.
Pabrik akrilamida perlu didirikan di Indonesia dengan beberapa pertimbangan sebagai
berikut:
1. Tingginya kebutuhan pasar akrilamidaa di luar negeri yang masih sedikit kurang terpenuhi,
hal ini dapat menjadi peluang Indonesia menjadi eksportir dan mendatangkan keuntungan
bagi Indonesia;
2. Untuk di Indonesia sendiri, dengan pendirian pabrik akrilamida impor akrilamida untuk
penggunaan dalam negeri dapat dikurangi;
3. Menyediakan lapangan kerja baru; dan
4. Memicu berdirinya pabrik berbahan baku akrilamida di Indonesia.
Untuk produksi akrilamida sendiri pada tahun 2013 ialah 1,16 juta ton/tahun yang dibagi
menjadi 3 wilayah yaitu 53,7% di Asia Pasifik, 16,9% di Amerika, 15,6% di Eropa dan sisanya
9,3% di Jepang. Penggunaannya sendiri terus meningkat dan diprediksi naik 7% untuk wilayah
Cina, 5% untuk Asia Tengah dan 2-3% untuk daerah Amerika dan Eropa. Dengan demikian
secara global, penggunaan akrilamida akan terus tumbuh dan diprediksi akan meningkat sekitar
5% untuk setiap tahunnya (A.A Nazmi Afshar, 2014)
1.5 Kapasitas Produksi

Anda mungkin juga menyukai