Anda di halaman 1dari 2

Infeksi Saluran Kemih

Definisi

Tumbuh dan berkembangnya kuman dalam saluran kemih yang mengakibatkan invasi serta inflamasi
jaringan pada saluran kemih

Etiologi

Kongenital (curiga jika terjadi dalam 3 bulan kehidupan)


Primer idiopatik
Sekunder terhadap penyakit sistemik

Klasifikasi

Sindrom nefrotik sensitif steroid


Sindrom nefrotik resisten steroid

Patofisiologi
Fisiologi

Dalam keadaan normal, kapiler glomerolus bermuatan negatif. Ada protein nephrin pada slit
diaphragma di lapisan endotel glomerolus yang membentuk lapisan anion. Lapisan anion ini menolak
protein plasma (albumin) secara elektrokimiawi. Pada pH fisiologis, albumin bermuatan negatif.
Normalnya, albumin tidak dapat menembus kapiler glomerolus karena ada barier muatan listrik (yang
dibentuk secara elektrokimiawi oleh nephrin). Jadi dengan muatan yang demikian albumin seharusnya
tidak lolos dari kapiler glomerolus.

Di samping itu, juga ada barier ukuran sehingga molekul sebesar albumin tidak dapat lolos dari kapiler
glomerolusl.
Patologi

Pada sindrom nefrotik, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler glomerolus, sehingga albumin lolos
dan bocor. (sebab spesifik peningkatan permeabilitas masih belum jelas).

Sindrom nefrotik merupakan penyakit imunologik. Terjadi perubahan jenis sitokin. Sitokin yang telah
berubah tersebut menyebabkan dinding kapiler glomerolus kehilangan muatan negatifnya.

Albumin lolos dan masuk dalam urin sehingga terjadi proteinuria masif. Kapasitas produksi albumin
oleh hepar tidak dapat mengimbangi sehingga terjadi hipoalbuminemia.

Hipoalbuminemia menurunkan tekanan onkotik plasma sehingga terjadi ekstravasasi cairan


intravaskuler ke rongga interstisial sehingga terjadi edema dan asites.

Ekstravasasi cairan intravaskuler menyebabkan penurunan volume intravaskuler yang menyebabkan


penurunan perfusi ginjal dan sekresi ADH (respons untuk mempertahankan volume intravaskuler).
Keadaan hipoperfusi ginjal menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerolus dan stimulasi RAA yang
menghasilkan aldosteron. Aldosteron dan ADH menyebabkan peningkatan reabsorpsi natrium dan air
di tubulus sehingga cairan tubuh akan sulit keluar. Keadaan ini menyebabkan edema yang menetap.

Hiperlipidemia merupakan akibat dari penurunan tekanan onkotik plasma merangsang hepar untuk
mensintesis lipid dan lipoprotein.

Manifestasi Klinis

Edema (terdistribusi berdasarkan gravitasi)


o
Wajah (pagi)
o
Kelopak mata (pagi)
o
Pretibial (sore)
Asites
Hipertensi (respons tubuh untuk menanggulangi hipovolemi)

Pemeriksaan

Urinalisis
Biakan urin

Komplikasi

Gagal ginjal akut (akibat hipoperfusi ginjal akibat hipovolemi)


Rentan terhadap infeksi (akibat perubahan sitokin, hipoproteinemia dan pemberian steroid)
Hipertensi (akibat konsumsi steroid)
Gangguan pertumbuhan (akibat hipoproteinemia dan efek pengobatan steroid)
Osteoporosis (efek pengobatan steroid)

Treatment
Kortikosteroid (prednison / prednisolon)
o Pengobatan inisial dosis penuh
o

Dosis penuh = 60 mg/m2/hari atau 2 mg/kg/hari

Selama 4 minggu
Pengobatan lanjuta secara alternating (jika remisi)

Dosis alternating = 2/3 dosis penuh = 40 mg/m2/hari atau 1,5 mg/kg/hari

Selama 4 minggu

Furosemid (1-3 mg/kg/hari) + spironolakton (1-2 mg/kg/hari) untuk mengurangi edema


Infus albumin (1 g/kg selama 8 12 jam) atau plasma (15 20 ml/kg) hanya bila edema tidak
membaik dengan diuretik

Pada anak relaps sering dan resisten steroid

Diet nutrisi

o
o
FAQ

Remisi

Relaps

Pilihan obat levamisol, siklosfamid, klorambusil, siklosporin dan mikofenolat mofetil.

o
o

Tinggi protein (130 140% normal) yaitu 2- 2,5 g/kg


Restriksi garam (untuk perbaikan edema)

Proteinuria < 4 mg/m2/jam (dipstick negatif / trace) 3 hari berturur-turut dalam 1 minggu.
Proteinuria > 40 mg/m2/jam (dipstick > ++) 3 hari berturur-turut dalam 1 minggu.

Relaps Jarang

Relaps < 2 x dalam 6 bulan atau < 4 x dalam 12 bulan setelah terapi inisial (4 minggu).

Relaps Sering

Dependen Steroid

o
o

Relaps > 2 x dalam 6 bulan atau > 4 x dalam 12 bulan setelah terapi inisial (4 minggu).
Bila 2 relaps terjadi berturut-turut saat dosis steroid diturunkan atau dalam 14 hari setelah
pengobatan dihentikan.

Resisten Steroid

Bila setelah 4 minggu terapi inisial tetap tidak terjadi remisi.