Anda di halaman 1dari 16

TRIVIA NOTE PEDIATRIC

HEMATOLOGI

Anemia
o DD mikrositik
Defisiensi Besi
Anemia sideroblas
Kronik disease
Thalassemi
Malnutrisi
Chronic blood loss
o DD makrositik
Defisiensi B12
Defisiensi folat
Liver diasease
o DD normositik
Acute blood loss
Infeksi
Anemia aplastik
Gagal ginjal
Pada anemia defisiensi zat besi:
o Irritable dan anoreksia jika Hb < 5
o Pucat mulai muncul jika Hb < 7
o Hasil lab anemia mikrositik hipokrom
o Fase-fase
Deplesi besi (ferritin rendah)
Defisiensi besi (serum iron rendah)
Anemia defisiensi besi (terjadi anemia)
o Kriteria diagnostik :
Hb kurang (WHO)
Fe Serum < 50 (WHO)
Ferritin serum < 12
Respons terapi besi
Pemberian dosis 3 mg/kg/hari menunjukkan Hb naik 1, Ht naik 3 %, atau
kenaikan jumlah retikulosit.
Treatment
Dosis besi elemental 4-6 mg/kg/hari
Fe fumarat (33 % elemental), Fe Glukonas (11% elemental), Fe sulfat (20%
elemental)
Dinilai dengan kenaikan kadar Hb minimal 2
Pada gagal ginjal, koreksi perbaikan Hb hanya sampai 8 g/dl
G6PD diturunkan secara X-linked
Leukemia
o Hematopoiesis terganggu pucat
o Thrombopoiesis terganggu manifestasi perdarahan
o Hepatosplenomegaly
Obligat hemofili
o Saudara kandung yang hemofili
o Saudara ibu yang hemofili
o Kakek yang hemofili (dari pihak ibu)
CML ditreat dengan hiydroxilurea untuk mengatasi hiperleukositosis (dosis 500 mg/kgBB)
CML ditreat allopurinol untuk mengurangi penumpukan asam urat akibat banyaknya pemecahan
sel

Keganasan (kanker)
o Pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga menyebar ke semua jaringan
o Terbanyak pada anak leukemia, retinoblastoma, tumor otak, & limfadenopati
o Radioterapi tidak boleh untuk anak kurang dari 3 tahun
o Indikator nonspesifik untuk keganasan anak = LED > 100
o Biopsi dapat dilakukan dengan FNAB atau open biopsy
o Limfadenopati
KGB membesar jika diameter > 10 mm, jika < 10 mm hanya dilaporkan sebagai
teraba
Pengecualian jika teraba di supraklavikula karena pasti abnormal
Ciri-ciri painless, eritema -, fluktuatif -, membesar dengan cepat, tidak respon
terhadap AB 2 minggu
Hiperleukositosis = > 100.000
o Jika limfositer biasanya tanda leukemia
o Merupakan bentuk kegawatdaruratan karena bahaya leukostasis
Sel-sel leukosit muda yang kebanyakan itu dikhawatirkan menumpuk pada
sirkulasi perifer dan mengahambat aliran darah
Leukosit muda bentuknya kaku karena intinya yang masih besar
Leukosit matang fleksibel sehingga tidak menyumbat sirkulasi karena intinya
mengecil
Pada leukemia, differensiasi sel darah tida terjadi (cell cycle berhenti pada fase sel blas)
o Laki-laki sering lebih sering daripada permpuan
o Treatment fase induksi 6 minggu dan diharapkan sembuh dalam 2 tahun
o Epidemiologi terbanyak LLA, LNLA, CML
o Biasanya patofisiologi sudah mulai 8 bulan sebelum terdiagnosis
o Kronik atau akut tergantung dari maturasi sel
Akut berhenti 100% pada fase blas
Kronik berhenti pada banyak fase meskipun fase blas tetap paling banyak
Anisocytosis variation in size (indikator = RDW)
Poikilocytosis variation in shape (indikator = blood smear)
Retikulosit normal = 0,5 15 %
o Indikator aktivitas eritropoiesis
Pemecahan sel darah
o Usia eritrosit = 120 hari
o Usia leukosit & thrombosit = beberapa hari
o Penghacuran oleh sistem retikuloendotelial (liver & spleen)
Hematopoiesis
o Akhir masa fetal = liver
o Neonatus = bone marrow
o Sel induk
Myeloid menjadi semua sel
Limfoid spesifik limfosit T & B
o Leukosit yang pertama terbentuk adalah neutrofil
o Thormbosit dibentuk dari sitoplasma megakariosit
o Eritropoietin = stimulan untuk eritropoiesis
Dibentuk oleh ginjal
Penurunan produksi EPO jika
Gagal ginjal kronik
Hipotiroidism
Inflamasi kronik
o Eritroblas = semua eritrosit yang masih memiliki inti
o Retikulosit = eritrosit yang sudah kehilang inti namun berukuran lebih besar & masih
mengandung organ sitoplasmik
Normalnya bertahan selama 1 hari dalam sirulasi sebelum akhirnya matur
Retikulosit yang meningkat artinya terjadi peningkatan aktivitas eritropoiesis

DIARE

Diare
o Definisi BAB cair lebih dari 3 x dalam 24 jam.
o Normalnya, dalam setahun, anak kena diare kurang lebih 2 kali

Diare akut jika kurang dari 7 hari


Diare persisten jika lebih dari 14 hari dengan adanya bukti infeksi GI tract
Diare kronik jika diare lebih dari 14 hari dengan adanya bukti infeksi luar GI tract
Disentri jika dalam diare ditemukan darah (kadang-kadang tenesmus)
Kolera jika diare seperti air cucian beras
Anamnesis diare
Sejak, Frekuensi, warna, konsistensi, lendir, darah, volume, bau.
o PF diare
Tanda utama
KU buruk, lemah, haus, turgor abdomen
Tanda tambahan
UUB cekung, mata cekung, air mata tidak keluar, mukosa bibir keriing,
mulut dan lidah kering
o 4 pilar terapi diare
Rehidrasi
Nutrisi
Medikamentosa
Zinc (menurunkan frekuensi BAB & mengurangi volume tinja)
o Selama 10 14 hari
o < 6 bulan 10 mg/hari
o > 6 bulan 20 mg/hari
Edukasi
Rehidrasi
o Diare akut / vomitus tanpa dehidrasi
Oral 5 cc/kg oralit untuk setiap muntah
Oral 10 cc/kg oralit untuk setiap diare
1 sachet oralit untuk 200 cc
o Dehidrasi ringan sedang
Oral (75 cc/kg dalam 3 jam) + (kehilangan cairan melalui muntah & diare)
IV 175 cc/kg dalam 24 jam
o Dehidrasi Berat
Hukum 30 : 70
30 cc/kg (anak < 1 tahun dalam 1 jam) & (anak > 1 tahun dalam 30 menit)
70 cc/kg (anak < 1 tahun dalam 5 jam) & (anak > 1 tahun dalam 2,5 jam)
Zn wajib diberikan untuk semua dehidrasi
o 4 fungsi Zn dalam diare
o (Untuk anak < 6 bulan 10 mg/kg/hari selama 10 hari) & (untuk anak > 6 bulan 20
mg/kg/hari selama 10 hari)
o Sediaan pil 20 mg & sediaan sirup 10 mg/ 5 ml
o
o
o
o
o
o

HIPERBILIRUBINEMIA

Ikterus
o Bilirubin indirek
Kulit kuning keemasan
Berbahaya bagi tubuh, karena dapat menyebabkan kernikterus (sifat zatnya
lipofilik sehingga dapat dengan mudah menembus BBB)
Tidak dapat dikeluarkan melalui urin karena sifatnya hidrofobik
o Bilirubin direk
Kulit kuning kehijauan
Sifatnya water soluble sehingga dapat keluar melalui ginjal
o Ikterus fisiologis neonatus
Rentang waktu 2 hari sampai 2 minggu
Terjadi karena pemecahan HbF neonatus secara masif sehingga menghasilkan zat
sisa berupa bilirubin
o Pemeriksaan
Bilirubin total, direk, indirek
o Treatment
Fototerapi & transfusi tukar
Foto terapi Hanya untuk hiperbilirubinemia indirek
Mekanisme fotoisomerisasi mengubah bilirubin indirek yang lipofilik
menjadi water soluble dengan cara radiasi sehingga dapat dikeluarkan
melalui ginjal (urin)
o Step by step assessment ikterus > 2 minggu
Periksa bilirubin indirek
Meningkat kemungkinan fisiologis memanjang
Normal / turun normal
Periksa bilirubin direk
Normal / turun normal
Meningkat kemungkinan kolestasis
Periksa kolestasis
Kolestasis = peningkatan bilirubin direk dalam darah (biasanya setelah 2
minggu kelahiran)
Anamnesis spesifik untuk konfirmasi kolestasis adalah warna urin yang
gelap peningkatan bilirubin direk karena bilirubin direk dapat dibuang
melalui urin
kadar bilirubin direk / bilirubin total
o Jika bilirubin total Normal peningkatan bil direk > 1
o Jika bilirubin total meningkat peningkatan bil direk > 20%
Differential diagnosis kolestasis
Klasifikasi Kolestasis
o Ekstrahepatik (atresia bilier, kista bilier, batu empedu)
o Intrahepatik (sering ~ infeksi hepatitis, TORCH)
Bedakan klasifikasi kolestasis berdasarkan anamnesis spesifik mengenai
warna feses
o Pemeriksaan tinja 3 porsi (feses pertama setiap kurun waktu 8 jam)
Dempul terus = ekstrahepatik
Kuning terus = intrahepatik
Campur-campur (fluktuatif) = intrahepatik
Periksa atresia bilier
Harus terdeteksi < 2 bulan kepentingan terapi
Terapi setelah 2 bulan tidak berprognosis baik kecuali mau transplant hati
Terapi dengan operasi KASAI
Biasanya pada bayi cukup bulan dengan APGAR skor baik
Klinis berdasarkan urin berwarna teh dan feses berwarna dempul

Komplikasi tersering adalah perdarahan otak


o Pada atresia bilier kandung empedu tidak berfungsi, sementara
empedu diperlukan untuk emulsifikasi lemak
o Tanpa empedu lemak tidak dapat diserap dari GI tract
o Vitamin ADEK terlarut dalam lemak dan harus diabsorbsi
bersamaan dengan lemak
o Artinya Vitamin ADEK tidak terserap dan terjadi defisisensi vitamin
ADEK
o Yang paling berbahaya adalah defisiensi vitamin K karena
dibutuhkan untuk mencegah perdarahan
o Oleh karena itu untuk semua atresia bilier diberikan Vit K 0,2 mg/kg
secara IM

TERAPI CAIRAN

Perhitungan TETES PER MENIT


o 1 cc makrodrip = 20 / 15 tetes
o 1 cc mikrodrip = 80 tetes
o 1 tetes makrodrip = 4 tetes mikrodrip
o TETES PER MENIT = (Jumlah Cairan)/(4 x durasi jam) makrodrip!
TETES PER MENIT ~ (jumlah cairan)/100 dalam 24 jam
TETES PER MENIT (mikrodrip) = TETES PER MENIT x 4
Perhitungan kebutuhan rumatan (maintenance) cairan
o Rumus holiday segar (darrow) cairan IV (bukan kebutuhan oral)
10 Kg x 100 cc/kg
10 kg x 50 cc/kg
(dst) kg x 20 cc/kg
Hiponatremi
o Koreksi dengan rumus
((delta) Na x 0,6 x BB) mEq/L natrium (dalam 24 jam)
Konversikan ke jenis cairan yang cocok.
Hipokalemi
o Koreksi sesuai kadar kalium pasien
o 2,5 3,5 KCl (75mEq/kg/hari) dalam 3 dosis
o < 2,5 KCl drip IV
4 jam pertama (((delta) K x BB x 0,4) + (2 x BB x 6)) mEq/L
20 jam berikutnya (((delta) K x BB x 0,4) + (1/6 x 2 x BB)) mEq/L
Penghitungan terapi cairan
o Hitung kebutuhan cairan
Hitung kebutuhan cairan rumatan (rumus darrow)
Hitung defisit cairan yang harus dikembalikan
% kehilangan cairan x total body water
TBW = 60%
% kehilangan cairan samakan dengan kira-kira dehidrasi apa
Hitung total kebutuhan cairan (tambahkan 2 di atas)
o Hitung kebutuhan Na
Maksimal koreksi kenaikan Na = 0,5 mEq/kgBB/jam (12 mEq/kgBB/hari)
Karena khawatir akan terjadi demyelinisasi akibat perubahan tonisitas
(cacat permanen)
Hitung maintenance kebutuhan Na (2 4 mEq/kgBB/hari)
Hitung defisit yang harus dikoreksi (delta Na x 0,6 x BB)
Hitung total Na yang harus masuk
o Hitung kebutuhan kalium
Maksimal koreksi kenaikan K = 0,5 mEq/kgBB/jam (12 mEq/kgBB/hari)
Karena khawatir akan terjadi aritmia
Dalam satu kolf Cuma boleh masuk 40 mEq bahaya iritasi
Hitung maintenance kebutuhan K (2 3 mEq/kgBB/hari)
Hitung defisit yang harus dikoreksi (0,3 0,5 mEq/kgBB/jam)
Hitung total K yang harus masuk
o Pemilihan cairan
Hitung per kolf & sesuaikan jumlah Na & K yang harus masuk
Tambahkan secara manual bila perlu

Penghitungan Total Parenteral Nutrition (TPN)


o Prinsipnya rumus kimia (MV=MV+MV+MV+...)
o Maksimal pada vena perifer, dextrose yang dipakai 12,5% karena kalau lebih bisa iritasi p
darah, kalau mau pake vena sentral bisa sampai 40%
o Step by step
Hitung GIR (glucose infusion rate) ~ normalnya 4 8 biasanya 6
Hitung % dextrose yang akan kita gunakan
GIR = (0,167 x % dextrose x ml/jam)/BB
Dapatkan % dextrose yang akan kita gunakan
Tentukan cairan yang dibutuhkan
Berdasarkan kebutuhan Natrium & kalium
Tentukan volume dextrose 40% yang dibutuhkan menggunakan rumus kimia
Campur semuanya jadi satu
Syok pada gizi buruk
o 10 cc/kgBB selama 30 menit maksimal 2 kali
o Maintenance 4 cc/kgBB
o Sari penyebab syok
Rumus tranfusi PRC (Delta Hb x BB x 80 cc) / 22
Rumus transfusi Whole blood (delta Hb x BB x 80 cc) / 12
Penggunaan cairan untuk pediatrik
o Cairan resusitasi
Tujuannya adalah untuk mengembalikan volume intravaskular agar perfusi
jaringan membaik
Cairan yang dipakai adalah kristaloid atau koloid
Kristaloid RL, RA, NS
Mengandung kalium dalam jumlah kecil (4 mEq)
Tidak mengandung dextrose
Koloid dextran, HES
o Cairan Maintenance
Syarat yang harus dipenuhi
Harus mengandung cukup kalori (biasanya dextrose)
Harus mengandung elektrolit esensial (Na, K, Cl)
Harus mengandung base corrector (sering kali dibutuhkan laktat, asetat,
biknat)
Contoh
Tridex plain (KAEN IB) biasanya untuk pasien yang tidak ada tendensi
untuk asidosis (karena tidak mengandung base corrector)
Tridex 27 (KAEN IIIB)
Total Body Water (TBW) = 60 70 % Berat Badan
Rumus Osmolaritas = 2 Na + (Glukosa/18) + (BUN/2,8)
Balans cairan
o Input cairan output cairan
o Input cairan = cairan IV + cairan oral
o Output cairan = IWL + urin + diare + muntah + perdarahan
IWL
o Insensible water loss kehilangan cairan yang tidak disadari melalui kulit & pernapasan
o 0 1 bulan 50 cc/kg/hari
1 12 bulan 40 cc/kg/hari
1 5 tahun 30 cc/kg/hari
> 5 tahun 20 cc/kg/hari
Diuresis urin yang dikeluarkan untuk setiap Kg berat badan dalam waktu 1 jam (cc/kg/jam)
o Kepentingannya untuk status hidrasi, penilaian dehidrasi dan fungsi ginjal dalam produksi
urin

NEONATUS

Indikasi resusitasi neonatus


o Mekonium hijau kental
o Usaha bernapas minimal
o Neonatus tidak cukup bulan
o Tonus otot lemah
DD sesak pada neonatus

o HMD
o TTN
o MAS
o Sepsis
o Pneumonia neonatal
Pada neonatus, jika ada kecurigaan sepsis, maka neonatus tersebut dianggap sepsis dan
diterapi sesuai sepsis sampai hasil kultur darah membuktikan ia tidak sepsis
Anak dengan hipoksia sebaiknya jangan diberi masukan makanan melalui oral
o Karena pada anak hipoksia, sistem gastrointestinal sedang dalam status paralitik
o Karena 02 yang hanya sedikit dikonsentrasikan untuk organ yang lebih vital (jantung, otak
& suprarenal)
Neonatus akan mengalami anemi fisiologis saat usia 4 bulan karena saat tersebut terjadi
penurunan jumlah Hb (HbF sudah habis dipecah sementara HbA sedang dibentuk)
Anamnesis Neonatus
o Identitas Ibu & Ayah
o HPHT
o ANC
o TORCH
o Obat-obatan
o Hewan Peliharaan
o Faktor risiko sepsis
o ISK
o Keputihan
o Status obgyn
Apneu of Prematurity (satu saja cukup)
o Apnea > 20 detik
o Bradikardi < 100 x/min
o Desaturasi < 88%
Indikasi VTP pada resusitasi neonatus
o Apneu
o HR < 100 x/min
o Sianosis sentral
Indikasi intubasi pada resusitasi neonatus
o Mekonium + & bayi tidak bugar
o VTP menggunakan sungkup muka tidak efektif
o Korrdiinasi VTP dan kompresi dada yang lebih baik
o Pemberian epinefrin
o Indikasi lain
GDS neonatus hipglikemi = < 45 g/dl
o Bolus 200 mg/kg dextrose 10 % ( 2ml/kgBB) IV selama 5 menit
o Maintenance D 10 % 6 8 mg/kgBB/min
Kejang pada neonatus
o Fenobarbital (20 mg/kgBB) IV selama 5 menit boleh diulang 2 x
o Fenitoin (20 mg/kgBB) IV dengan kecepatan 1 mg/kgBB/min
o Maintenace
Fenobarbital 5 mg/kgBB/hari IV tiap 12 jam
Fenitoin 4 8 mg/kgBB/hari IV tiap 12 jam

O2 untuk neonatus maksimal 0,5 ml/min


Hydrops fetalis ~ bayi edema (minimal 2 dari)
o Skin edema
o Efusi pleura
o Efusi perikardial
o Asites
o Polihydramnion
BBLR Kurang dari 2500 gr

NEUROLOGI

Kejang
o Adalah pelepasan muatan listrik yang berlebihan pada otak
o Bermanifestasi dalam sensorik, motorik, dan behaviour
o Kejang = simptom (bukan diagnosis)
o Kaku kejang = kejang tonik
o Kejang kelojotan = kejang klonik
o Jenis kejang
Kejang fokal pelepasan muatan listrik spesifik pada suatu lokasi
Kejang umum pelepasan muatan listrik terdapat menyeluruh pada 2 hemisfer
o Anamnesis kejang
Frekuensi
Sejak
Durasi
Bentuk kejang
Kesadaran sebelum, saat dan setelah kejang
Pencetus / aura
o Epilepsi
Lebih dari 2 bangkitan tanpa provokasi dengan interval lebih dari 24 jam
Etiologi hidrosefalus, mikrosefalus, Cerebral Palsy
Antiepilepsi ~ asam valproat efek samping depresi sumsum tulang sehingga
DPL harus selalu di monitor untuk cek leukopeni
o CP
Hambatan perkembangan motorik
Lesi UMN (hipertoni, hiperrefleks, refleks patologis +)
o Kejang Demam
Bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38 0 C)
yang disebabkan oleh proses ekstrakranial dan tidak ada riwayat kejang tanpa
demam
Demam wajib mendahului kejang
Klasifikasi
Kejang demam sederhana
o Kurang dari 15 menit
o Kejang yang terjadi kejang umum
o Tidak termasuk kejang demam kompleks
Kejang demam kompleks
o Lebih dari 15 menit
o Berulang dalam 24 jam
o Kejang yang terjadi kejang fokal
Diagnosis diferensial Kejang disertai demam
Kejang demam
Infeksi saraf pusat
Infeksi + epilepsi
Keganasan SSP
Gangguan metabolik
LP pada kejang disertai demam
Untuk membuktikan infeksi SSP yang berkaitan dengan meningitis
Indikasi
o Bayi kurang 1 tahun wajib LP
o Bayi kurang dari 18 bulan rekomendasi untuk LP

o
o

Bayi lebih dari 18 bulan tidak perlu di LP jika tidak ada indikasi
lain
Karena TRM & refleks patologis pada bayi biasanya akan muncul
dan menghilang pada usia 18 bulan

Status Konvulsitikus
Kejang > 30 menit atau kejang berulang tanpa perbaikan kesadaran dalam 30
menit
Trias ensefalitis
o Demam
o Kejang
o Penurunan kesadaran
Indikasi LP adalah kecurigaan infeksi SSP ~ wajib pada kejang demam anak < 1 tahun
Hidrosefalus
o Komunikans disebabkan gangguan produksi atau absorbsi
o Non-komunikans disebabkan karena sumbatan
Kesadaran
o Komponen pengatur kesadaran
Batang otak
Talamus
ARAS (projecting fiber)
Korteks cerebri
o GCS pada anak (penurunan kesadaran)
12 14 = ringan
9 11 = sedang
< 8 = koma (berat)
o Pendekatan klinis penurunan kesadaran = tentukan letak lesi
Supratentorial ditemukan keterlibatan korteks (gejala fokal, lumpuh dll)
Infratentorial gejala batang otak (paresis n kranialis 3 12) & gejala cerebelum
(keseimbangan dan motorik halus)
Meningismus = gejala meningitis tanpa meningitis biasanya abses torak & nyeri gigi
berlubang
Gejala TIK meningkat
o Sakit kepala
o Penurunan kesadaran
o Muntah
o Gangguan penglihatan
Pada TIK meningkat, hati-hati jika mau dilakukan LP karena bahaya herniasi
o

GIZI

Penghitungan pemberian kalori


o Tentukan status gizi pasien
o Tentukan height age pasien
o Tentukan ideal body weight pasien berdasarkan tinggi badan
o Tentukan jumlah kalori
RDA (berdasarkan height age) x ideal body weight
o Hitung pembagian dalam sehari (biasanya 3 x makan besar + 2 x snack
Evaluasi Malnutrisi
o Primer
Failure to regain appetite
Failure to start losing oedem
Oedema masih ada
Gagal meningkatkan BB 5 g/kg/hari
o Sekunder
Gagal meningkatkan BB 5 g/kg/hari dalam fase rehabilitasi
Standarnya, 100 ml susu mengandung 67 kalori. Untuk susu khusus bagi bayi prematur
mengandung 81 kalori
Penghitungan kebutuhan kalori
o (RDA x faktor stress) x BB (berdasarkan TB ~ BB ideal)
o Ex faktor stress ~ kenaikan suhu > 370 C untuk setiap derajatnya naik 12%
Failure to thrive

o
o
o

Keadaan yang ditandai dengan kenaikan BB yang tidak sesuai dengan seharusnya (tidak
naik ~ flat growth atau turun)
Yang dinilai hanyalah BB/U pada 2 kali pengukuran
Definisi pasti
Perpindahan posisi BB/U yang melewati lebih dari 2 persentil utama (3, 5, 10, 25,
50) atau 2 SD ke bawah jika di plot

KARDIOLOGI

Penyakit jantung rematik


o Keterlibatan karditis dalam Demam Rematik Akut yang menetap
Katup tersering mitral & aorta
o Dari keseluruhan infeksi S beta hemolitikus, hanya 3 % yang menjadi DRA
o Treatment PJR & DRA
PJR treated dengan Penisilin (IV 1x/bulan) / eritromisin (oral/hari) sebagai
secondary profilaksis selama indefinite (sampai valve abnormality resolved)
DRA treated dengan Penisilin (IV 1x/bulan) / eritromisin (oral/hari) sebagai
secondary profilaksis selama 5 tahun
Antibiotic hanya digunakan untuk mencegah relaps
Relaps paling sering dalam 1 tahun
Compliance suntikan lebih bagus ~ makin jarang pemberian makin bagus
Steroid + aspirin diberikan untuk mengurangi inflamasi yang sudah terjadi
Katup jantung yang sudah rusak diharap membaik sendiri dengan self
repairing remodelling (hanya terjadi pada kerusakan ringan) ~ kebanyakan
membutuhkan valve replacement
Murmur ASD bukan karena turbulence blood flow
o Karena perbedaan tekanan atrium baik saat sistol & diastol tidak signifikan berbeda
o Murmur justru terjadi karena relative pulmonary stenosis
o Overflow blood pada ventrikel kanan tetapi ukuran katup pulmoner tidak berubah
o Makanya murmur yang muncul sistolik bukan diastolik
Deskripsi murmur
o Fase
o Grade
o Punctum Maximum
o Penjalaran
o Kualitas (kasar/halus)
o Kontur (kresendo/dekresendo)
o Pengaruh posisi
Tekanan ruang jantung
o LA (5/8), LV (120/8), RA (3/5), RV (25/5)
o Penjelasan mengenai murmur pada ASD dan VSD

Keseimbangan Asam Basa

pH normal 7,35 7,45


pCO2 normal 35 45
HCO3 normal 22 - 24
Mutlak dipengaruhi oleh pCO2 dan HCO3
Tubuh akan selalu berusaha agar terdapat keseimbangan antara pCO2 dan HCO3 agar pH
seimbang
pH meningkat bila pCO2 meningkat dan HCO3 menurun
pH menurun bila pCO2 menurun dan HCO3 meningkat
step by step penilaian AGD untuk menentukan gangguan asam-basa
o Tentukan asidosis / alkalosis
Berdasarkan nilai normal pH
Jika meningkat = alkalosis
Jika menrun = asidosis
o Tentukan komponen yang menyebabkan
Jika asidosis, tentukan respiratorik (pCO2 yang meningkat) atau metabolik (HCO3
yang menurun)
Jika alkalosis, tentukan respiratorik (pCO2 yang menurun) atau metabolik (HCO3
yang meningkat)
o Tentukan komponen yag mengkompensasi dan derajat kompensasinya
Sesuai prinsip keseimbangan pCO2 dan HCO3
Derajat kompensasinya berdasarkan pH nya (ada rumusnya)
o Deklarasi kelainan pasien
Ex Asidosis metabolik tidak terkompensasi atau alkalosis respiratorik
terkompensasi parsial
o Koreksi kelainan
Masing-masing kelainan ada rumusnya
Ex untuk asidosis metabolik (0,3 x BB x BE) mEq Biknat
Biknat 1 flc = 25 cc
1 cc biknat = 25 mEq
Biknat harus diencerkan (1:3) dengan D 5% dalam 2 4 jam

RESPIROLOGI

Batuk kronik berulang pada Asma


o Periodisitas
o Variabilitas
o Reversibiltas
o Hiperreaktivitas
o Pencetus
o Riwayat atopi
Batuk = refleks
o Punya lengkung refleks dan melalui aferen serta eferen
o Reseptor batuk ada di respiratory tract, faring dan telinga, dll
Bedain tonsiolofaringitis bakterial dan vira
o Detritus tonsil
o Petekie palatum
o Keterlibatan KGB
Batuk kronik berulang (berdasarkan IDAI)
o Anak sehat kurang dari 5 tahun, normalnya wajar jika sakit batuk ringan 6 8 x setahun
o Anak sehat kurang dari 5 tahun, normalnya jika batuk ringan 70% nya akan sembuh
dalam 5 hari dan 95%nya sembuh dalam 2 minggu (jika infeksi virus)
o Dasar pengklasifikasian bahwa batuk kronik = batuk lebih dari 14 hari
o Dasar pengklasifikasian bahwa batuk berulang = batuk 3 kali atau lebih dalam 3 bulan
Mekanisme batuk
o Reseptor batuk dirangsang refleks natuk berjalan inspirasi maksimal glottis
menutup tekanan intratorakal meningkat glottis membuka mendadak
o Pada sinusitis bukan batuk dengan mekanisme lengkap, karena hanya ekspiratory effort
untuk mengeluarkan post nasal drip
Obat batuk
o Protusif
Bekerja sama dengan batuk agar batuk efektif dan efisien

Ex, mencairkan lendir yang kental (hidrasi, mukolitik atau inhalasi)


Mukolitik tidak untuk kurang dari 6 bulan karena refleks batuk masih belum bagus
sehingga jika lendir yang kental mencair, paru-parunya akan tenggelam
Antitusif
Hanya jika batuk tersebut akan merusak tubuh
Ex kegansan

Asma
o Definisi bronkokonstriksi (obati dengan bronkodilator) + inflamasi kronik (obati dengan
steroid) + remodelling (belum ada obatnya)
o Ciri-ciri asma
Reversibilitas
Sebelum dan sesudah diberi bronkodilator
Sebelum dan sesudah dipicu (uji provokasi)
FEV 1 > 20%
Variabilitas (nokturnal)
Mengikuti variasi diurnal, pada malam hari normalnya kaliber saluran
napas memang lebih kecil dari siang hari karena kadar kortisol
(antiinflamasi endogen) menurun malam hari. Perubahan ini akan sangat
parah pada asma.
Variasi nocturnal dan pagi hari (FEV 1 > 20%)
Episodik
Atopi
o Wheezing pada anak saat ekspirasi DD nya
Asma
Bronkiolitis (anak kurang dari 2 tahun)
Benda asing
o Patofisiologi expiratory wheezing pada asma
Pada asma, inspiratory nya tidak ada wheezing karena saat inspirsi dada
mengembang sehingga volume udara dalam paru meningkat. Lumen-lumen yang
dalam keadaan biasa menyempit akan terbuka karena dada yang mengembang
sehingga tidak akan ada hambatan saat inspirasi. Masalah muncul ketika ekspirasi
karena dada tidak lagi mengembang padahal udara dalam alveolus belum keluar
sehingga pengeluaran udara tersebut harus dengan effort lebih
o Derajat serangan asma
Ringan ringan, mampu mengucapkan kalimat, PaO2 Normal
Sedang di antaranya
Berat hanya mampu mengucapkan kata, PaO2 < 60, retraksi berat, sianosis
o Klasifikasi asma
Episodik jarang 1 x/6 bulan, gangguan tidur -, fungsi paru normal
Episodik sering di antaranya
Persisten > 1 x/bulan, gangguan tidur +, uji fungsi paru abnormal
o Treatment serangan asma
Inhalasi SABA berhasil boleh pulang
O2 nebulisasi (SABA & iprapotrium Bromida) steroid oral (5 hari) infus
Steroid sistemik IV > 5 hari + tappering off
Aminofilin
Initial 6 8 mg/kgBB IV selama 20 menit
Mainetnance 0,5 1 mg/kgBB/jam
o Treatment controller hanya untuk asma episodik sering dan persisten (biasanya dalam
bentuk steroid dosis rendah

Bronkiolitis
o Inflamasi bronkioli pada bayi < 2 tahun
o PF inspiratory crackles, high pitched expiratory wheeze & hiperinflasi dada
o Etiologi virus
o Treatment oxygen
Tidak direkomendasikan antiviral, antibiotik, beta2 agonis, antikolinergik atau
kortikosteroid.
Tidak membaik dengan 3 x dosis bronkodilator kerja cepat

GASTRO

Konstipasi
o Frekuensi defekasi berkurang dari biasanya dan disertai dengan minimal 2 dari
menurunnya asupan makanan, enkopresis, skibala + dan rektum membesar
Toilet training
o Diajarkan sedini mungkin pada usia > 3 tahun
o Pertama anak disuruh makan, 5 menit kemudian anak didudukkan di WC
o Diberi makan dulu adalah untuk merangsang refleks gastrocholic
o Bisa dilakukan kapan saja
o Sesuaikan dengan kebutuhan keluarga
o Perhatian si anak tidak boleh teralihkan (tidak boleh bermain dengan mainan)
Batas pencernaan atas dan bawah = ligamen treitz

NEFRO

Rumus Glomerulal Filtration Rate (laju filtrasi glomrolus)


o Konstanta x Tinggi Badan / Creatinin dalam darah
o Konstanta berubah tergantung faktor umur
< 1 tahun = 0,45
< 13 tahun = 0,55
< 21 tahun (wanita) = 0,57
< 21 tahun (pria) = 0,7
o Normal
< 12 bulan = 93 (plus & minus 14)
< 5 tahun = 126 (plus & minus 24)
< 18 tahun = 116 (plus & minus 20)
Sindrom nefritik
o Hematuri
o Hipertensi
o Azotemia (Ureum dalam darah tinggi) / penurunan fungsi ginjal
o Proteinuri (optional)
o Edema (optional)
Pada ISK, pemeriksaan definit adalah kultur urin (> 100.000/ul)

Tabel RDA
RDA
01
13
46
79
10 14
14 18
APGAR score (>6, 4-6,
Indikator
Heart Rate
Work of Breathing
Tonus Otot
Refleks
Warna Kulit

Female
110 120
100
90
60 80
40 65
40
<4)
0
--atoni
-Biru / pucat

Male
110 120
100
90
80 90
50 70
40 50

1
< 100 x/min
minimal
Extremitas flexi
Gerak minimal
Hanya extremitas
biru

2
> 100 x/min
Cry loudly
Gerakan aktif
Melawan
Pink

Milestone perkembangan anak


milestone
Indikator
0 3 bulan
Mengoceh, senyum, melihat muka, bereaksi terhadap suara
3 6 bulan
Mengangkat kepala, berusaha meraih, menaruh benda di mulut,
tertawa
6 9 bulan
Tegkurap, duduk, merangkak, memegang benda, kata tanpa arti
9 12 bulan
Berdiri, jalan dituntun, satu dua kata
12 18 bulan
2 3 kata, berjalan tanpa bantuan
18 24 bulan
Naik turun tangga, makan sendiri, kontrol BAB & BAK
2 3 tahun
Kalimat sederhana lancar, menggambar lingkaran
3 4 tahun
Pakai baju sendiri, bedain 3 warna, melaksanakan tugas sederhana
4 5 tahun
Menghitung jari & menyebut hari
Respiratory rate menurut WHO
Usia
RR
< 2 bulan
< 60 x
2 11 bulan
< 50 x
1 5 tahun
< 40 x
> 5 tahun
< 30 x
Heart rate
Usia
< 1 minggu
1 minggu 3 bulan
3 bulan 2 tahun
2 10 tahun
> 10 tahun

HR
100 180 x
100 200 x
80 150 x
70 110 x
55 90 x

Insensible Water Loss


Usia
Neonatus
< 1 tahun
1 5 tahun
> 5 tahun

RR
50 cc/kgBB/hari
40 cc/kgBB/hari
30 cc/kgBB/hari
20 cc/kgBB/hari

Kebutuhan cairan neonatus


Hari
RR
1
60 cc/kgBB/hari
2
90 cc/kgBB/hari
3
120 cc/kgBB/hari
> 4
150 cc/kgBB/hari
Indikator CSF pada infeksi SSP
indikator
M. Bakteri
Warna
keruh

M. Viral
jernih

Jumlah sel
Dominasi
Protein
Glukosa

20- 500
PMN < 50%
50 - 100
> 50%

100 10.000
PMN > 80%
100 - 500
< 50%

Anemia (berdasarkan WHO


Usia
Kadar Hb
6 bulan 5
< 11
tahun
5 tahun 14
< 12
tahun
Dewasa laki-laki
< 13
Dewasa wanita
< 12
Wanita hamil
< 11
Gcs ANAK

M. TB
Jernih /
xantokrom
10 - 500
PMN < 50%
100 - 500
< 50%

Ensefalitis
Jernih
10 200
PMN < 50%
50 100
> 50%

Jenis-jenis cairan

STATUS PUBERTAS