Anda di halaman 1dari 25

HNO3

Asam Nitrat
Nama Kelompok :
- Ahmad Muhammad Al-Harisi
- Ardi Prasetyo
(14)

(08)

ASAM NITRAT
HNO3

Asam Nitrat merupakan bahan kimia dasar yang banyak di


pakai dalam industri : Amonium Nitrat, bahan peledak,
pembuatan bahan organik sintesis, seperti zat warna, obatobatan, cellulosa nitrat dan sebagainya. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut di atas maka, Indonesia selain sudah
memproduksi sendiri juga mengimpor dari luar negeri.
Melihat hal tersebut maka kebutuhan Asam Nitrat dalam
negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Asam Nitrat merupakan cairan yang tidak berwarna,


sangat korosif mempunyai rumus kimia HNO 3. Nama lain
dari Asam Nitrat adalah Aqua Fortis, Re Fuming.

ASAM NITRAT DAPAT DIBUAT DENGAN


BEBERAPA PROSES ANTARA LAIN :
Proses Oksidasi
Proses Oksidasi pembuatan Asam Nitrat mengunakan bahan baku Amonia
(NH3)
Reaksi :
NH3 + 5O2 4NO + 6H2O
2NO + O2 2NO2
3NO2 + H2O 2HNO3 + NO
Proses :
Udara dikompresikan menjadi 6,8 atm, disaring dan dipanaskan menjadi
300oC. Amonia diuapkan dalam penguap steam dan selanjutnya dicampurkan
dengan udara yang sudah dikompresi. Campuran antara udara dan Amonia
dimasukan ke dalam reaktor yang berisi katalisator Platina 2-10%. Pada reaksi
ini konversi reaksi bahan untuk menjadi produk adalah 9395%.Dari reaktor
akan dihasilkan Nitric Oxide (NO). Hasil Nitric Oxide kemudian direaksikan
dengan oksigen supaya terbentuk Asam Nitrat yang konsentrasinya 65%.
Untuk memekatkan hasil, gas NO2 diserap dengan menggunakan H2SO4 dalam
absorber. Hasil akhir penyerapan berupa Asam Nitrat dengan kadar 95%.

ASAM NITRAT DAPAT DIBUAT DENGAN


BEBERAPA PROSES ANTARA LAIN :
Proses Retort
Pada proses ini dugunakan bahan dasar Natrium Nitrat dan Asam Sulfat
Reaksi :
NaNO3 + H2SO4 NaHSO4 + HNO3
Proses :
Bahan baku Natrium Nitrat dan Asam Sulfat masuk reaktor tangki
berpengaduk. Reaktor dipanaskan secara isotermal pada suhu 150oC
selama 10 jam. Konversi pembentukan asam Nitrat adalah 97%.Selama
waktu itu NO2 dan air akan teruapkan. Uap Asam Nitrat dilewatkan di
kondensor parsial, kemudian dipisahkan antara gas dan cairanya dalam
separator. Cairan Asam Nitrat didinginkan dengan menggunakan Cooler
dan selanjutnya disimpan sebagai hasil Asam Nitrat. Konsentarsi hasil
adalah sebesar 90%. Gas yang tidak terembunkan diserap dengan
menggunakan air pada absorber. Hasil bawah menghasilkan kadar Asam
Nitrat 43%. Hasil samping reaktor berupa campuran Either Cake. Bahan
ini dapat dijual pada industri baja dan dapat juga dipakai sebagai bahan
baku Asam Klorida bila direaksikan dengan garam NaCl.

PERBANDINGAN PROSES
OKSIDASI DAN RETORT

PERBANDINGAN PROSES
OKSIDASI DAN RETORT
Berdasarkan pada tabel kedua proses
pembuatan Asam Sulfat di atas dapat
disimpulkan bahwa :
1. Proses Retort menghasilkan konversi reaksi
yang lebih tinggi.
2. Kondisi operasi pada proses retort mudah
dicapai karena hanya memerlukan suhu dan
tekanan yang rendah
3. Produk yang dihasilkan pada proses retort
mempunyai kemurnian yang lebih tinggi.

SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN


PRODUK
SPESIFIKASI BAHAN BAKU

Natrium Nitrat
Rumus kimia : NaNO3
Berat molekul : 85 gr/gmol
Bentuk : Bubuk putih
Kemurnian : 98,15%
Kadar air : 1, 85%
Densitas
: 2,3 103 kg/m3
Kelarutan : 92 g dalam 100 mL air
Kapasitas panas : 468 kJ/mol
Jumlah : 9348,1261 kg/j

SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN


PRODUK
SPESIFIKASI BAHAN BAKU

Asam Sulfat
Rumus kimia : H2SO4
Berat molekul : 98,08 gr/gmol
Bentuk : Cair
Kemurnian : 93%
Kadar air : 7%
Densitas
: 1,84 g/cm3
Panas jenis : 0,34 cal/gr oC
Boiling point : 340 oC
Viscosity
: 26.7 cP

SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN


PRODUK
SPESIFIKASI HASIL
Asam Nitrat
Rumus Kimia : HNO3
Kenampakan : Cair
Berat molekul : 63,013 gr/gmol
Boiling Point : 86 oC
Density : 1.5129 g/ cm-3
Panas Penguapan
: 39.48 kj/mol
Panas Peleburan : -42 C

PROSES PEMBUATAN ASAM NITRAT


HNO3
Natrium Nitrat (NaNO3) padat dari gudang (G-1)
dengan belt conveyor BE-1, selanjutnya dilewatkan
Screw conveyor SC-1 dan masuk ke rotary drier (RD
untuk mengurangi kadar air. Suhu masuk rotary
drier RD = 35oC dan keluar pada 100oC, Selanjutnya
dengan belt conveyor BC-2 dan bucket elevator BE1, Natrium nitrat diumpankan ke Reaktor R-1.
Asam Sulfat (H2SO4) (93%) dari Storage Tank
dipompa dan dilewatkan Heater HE-1 untuk
pemanasan pendahuluan dari 35 oC menjadi 60oC
dan kemudian masuk ke Reaktor R-1.

PROSES PEMBUATAN ASAM NITRAT


HNO3
Reaktor dipanaskan dengan saturated steam pada suhu 200oF secara isothermal,
kondisi operasi Reaktor pada 150oC (302oF), selama 10 jam. Gas hasil reaksi dalam
Reaktor pada keadaan lewat jenuh dialirkan ke kondensor CD-1 dengan
menggunakan Blower . Pada suhu 95oC dalam tekanan 1 atm, sebagian gas hasil
reaksi akan mengembun dan sebagian lagi tidak. Gas dan cairan ini selanjutnya
dimasukan ke Sparator S-1, dipisahkan antara gas dan cairan. Cairan dari Sparator
S-1 selanjutnya masuk dalam Accumulator AC-1, konsentrasi Asam Nitrat hasil
76%.
Gas yang tidak terembun pada Condensor CD-1 diserap dengan air (H2O) pada 40oC
dalam Absorber AB-1. Pada Absorber terjadi absorbsi gas dengan reaksi kimia.
Menara absorber AB-1 berupa menara Buble Cup yang berkerja pada tekanan 1
Atm. Hasil arbsorbsi berupa Asam Nitrat dengan kadar 65% yang selanjutnya
dimasukan ke Accumulator AC-2. Pada Accumulator AC-2 yang ditambahkan asam
nitrat dari hasil AC-1 dengan kosentrasi 68% untuk menaikan konsentrasi hasil.
Selanjutnya Asam Nitrat dipompakan ke Tangki Penyimpan T-1. Hasil samping
berupa campuran antara NaHSO4, Na2SO4, NaCl yang berbentuk slurry encer
dipompa dan disimpan pada Tangki T-2.

DIAGRAM ALIR PROSES PEMBUATAN


ASAM NITRAT HNO3

SOAL
1.

Bagaimana proses fisika dan kimianya

2.

Sebutkan bahan-bahan yang digunakan

3.

Bagaimana reaksi kimianya

4.

Bagaimana penanganan limbahnya

5.

Sebutkan Instrument Control utama, beserta fungsi dan lambang alat /


instrument

6.

Sebutkan Instrument Pendukung, beserta fungsi dan lambang / simbol alat /


instrument

7.

Buat Diagram Alir

8.

Sebutkan kegunaan hasil produknya

JAWABAN
1.

Proses Kimia dan Fisika


Instrument Kimia :
Reaktor
Absorber
Instrument Fisika :
Rotary Dryer
Heater
Condensor
Sparator

JAWABAN
2.

Bahan Baku
Natrium Nitrat
Rumus kimia
: NaNO3
Berat molekul : 85 gr/gmol
Bentuk : Bubuk putih
Kemurnian : 98,15%
Kadar air : 1, 85%
Densitas : 2,3 103 kg/m3
Kelarutan
: 92 g dalam 100 mL air
Kapasitas panas
: 468 kJ/mol
Jumlah : 9348,1261 kg/j
Asam Sulfat
Rumus kimia
: H2SO4
Berat molekul : 98,08 gr/gmol
Bentuk : Cair
Kemurnian : 93%
Kadar air : 7%
Densitas : 1,84 g/cm3
Panas jenis : 0,34 cal/gr oC
Boiling point
: 340 oC
Viscosity : 26.7 cP

JAWABAN
3.

Reaksi Kimia
NaNO3 + H2SO4 NaHSO4 + HNO3

4.

Penanganan Limbah
Pada proses retort pembuatan Asam Nitrat (HNO 3), proses ini menghasilkan
limbah berupa gas NO2 dalam jumlah yang besar sehingga jika dibuang langsung
akan berakibat buruk bagi lingkungan karena dapat mengakibatkan hujan asam
apabila gas tersebut bereaksi dengan air hujan. Oleh sebab itu dibutuhkan
penanganan limbah gas NO2 dengan menggunakan instrument yang berupa
menara Absorber, jadi selain untuk menambah hasil produk HNO 3, instrument ini
juga berfungsi untuk mengurangi limbah gas NO2 yang dikeluarkan oleh
Separator karena gas NO2 direaksikan kembali dengan H2O sehingga dapat
meminimalisasi gas NO2 yang dibuang ke udara. Meskipun gas tidak hilang
sepenuhnya, hal ini setidaknya dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang
diakibatkan oleh gas tersebut.

JAWABAN
5.

Instrument Control Utama, Fungsi dan Simbol


a.
Reaktor
Fungsi : Mereaksikan Natrium Nitrat dan Asam Sulfat dengan memanaskan pada suhu 150oC
secara isothermal yang dioperasikan selama 10 jam.
Simbol :

b.

Kondensor
Fungsi : Mengkondensasikan gas hasil reaksi dari dalam Reaktor. Pada suhu 95oC dan dalam
tekanan 1 atm, sebagian gas hasil reaksi akan mengembun dan sebagian tidak.
Simbol :

JAWABAN
5.

Instrument Control Utama, Fungsi dan Simbol


c.
Sparator
Fungsi : Memisahkan gas dan cairan dari Kondensor. Cairan dari Sparator akan masuk ke
Accumulator dengan konsentrasi Asam Nittrat 76%
Simbol :

d.

Absorber
Fungsi : Mengabsorbsi gas yang tidak terembun pada Kondensor. Menara Absorber ini
berupa Bubble Cup yang bekerja pada tekanan 1 atm yang hasil absorbsinya adalah Asam
Nitrat dengan kadar 65% yang selanjutnya akan dimasukkan ke Accumulator
Simbol :

JAWABAN
6.

Instrument Control Pendukung, Fungsi dan Simbol


a.
Belt Conveyor
Fungsi : Mentransportasikan bahan baku Natrium Nitrat dari gudang menuju Screw
Conveyor
Simbol :

b.

Screw Conveyor
Fungsi : Mengumpan bahan baku Natrium Nitrat menuju Rotary Dryer
Simbol :

c.

Rotary Dryer
Fungsi : Memanaskan Natrium Nitrat dengan suhu 100oC yang bertujuan untuk
mengurangi/menghilangkan kadar air pada Narium Nitrat
Simbol :

JAWABAN
6.

Instrument Pendukung, Fungsi dan Simbol


d.
Bucket Elevator
Fungsi : Mengumpan Natrium Nitrat menuju Reaktor
Simbol :

e.

Tangki Penyimpanan Asam Sulfat


Fungsi : Menyimpan sementara Asam Sulfat Sebelum diproses lebih lanjut
Simbol :

JAWABAN
6.

Instrument Pendukung, Fungsi dan Simbol


f.
Heat Exchanger
Fungsi : Memanaskan Asam Sulfat dengan suhu 60oC sebagai pemanas pendahuluan
sebelum masuk ke Reaktor
Simbol :

g.

Blower
Fungsi : Mengalirkan gas hasil reaksi dari dalam Reaktor menuju ke Condensor
Simbol :

h.

Accumulator
Fungsi : Untuk menampung dan mencampur hasil asam nitrat dari Sparator dan Absorber
Simbol :

JAWABAN
6.

Instrument Pendukung, Fungsi dan Simbol


i.
Tangki Penyimpanan I
Fungsi : Untuk menyimpan produk utama berupa Asam Nitrat
Simbol :

j.

Tangki Penyimpanan II
Fungsi : Untuk menyimpan produk samping berupa campuran antara NaHSO4 dan Na2SO4
Simbol :

JAWABAN
7.

Diagram Alir

JAWABAN
8.

Kegunaan Produk Asam Nitrat


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

h.
i.
j.

Dalam industri peledak, digunakan sebagai bahan baku pembuatan Tri Nitro Toluen (TNT)
dan Nitrogliserin.
Dalam industri logam, digunakan untuk Passivation pada baja dan stainless steel setelah
proses fabrikasi.
Dalam teknik aerospace, asam nitrat secara luas digunakan sebagai oksidator dalam roket
berbahan bakar cair.
Asam nitrat juga digunakan dalam pembuatan garam nitrat seperti nitrat amonium, perak
nitrat, kalsium nitrat, dll.
Asam nitrat digunakan untuk pemurnian berbagai logam mulia termasuk emas, perak
platinum, dll.
Asam nitrat digunakan dalam pembuatan pewarna dan obat-obatan dari berbagai produk
tar batubara.
Asam nitrat dengan campuran air digunakan untuk membersihkan makanan dan peralatan
susu karena kemampuannya untuk menghapus endapan senyawa kalsium dan magnesium
dengan mudah.
Asam nitrat juga digunakan secara luas dalam pengujian kolorimetri untuk menentukan
perbedaan antara heroin dan morfin
HNO3 digunakan dalam proses desain barang-barang berbahan tembaga, perunggu dan
kuningan.
Campuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat, dengan perbandingan 3:1,
biasa digunakan sebagai pelarut logam mulia, yaitu emas dan platina. Campuran tersebut
biasa disebut dengan aquaregia atau air raja.

HANKYOU
TERIMA
KASIH
Nama Kelompok :
- Ahmad Muhammad Al-Harisi
- Ardi Prasetyo
(14)

()