Anda di halaman 1dari 20

DEODORAN &

Antiperspirant
FARMASI STIKES BCM
2016

DEFINISI

Antiperspiran adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk


maksud mempersempit pori sehingga mengurangi keluarnya
keringat.
Deodoran adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk
menyerap keringat dan mengurangi bau badan.
Deodorant dan antiperspirant merupakan sediaan kosmetik yang
bertujuan untuk menghilangkan bau badan dan mengurangi
keringat.
Pada hasil riset, setiap hari orang akann mengeluarkan air
sebanyak 650-750 cc melalui transpirasi kulit. Air yang keluar
melalui kulit ini akan menguap dan meninggalkan sisa-sisa lemak
dikulit sehingga mudah sekali bakteri berkembang biak dan
mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Cont
Deodorant digunakan pada tubuh untuk mengurangi
bau badan yang disebabkan oleh bakteri pengurai
keringat.
Food
Drug
Administration
(FDA)
menggolongkan dan mengatur deodorant sebagai
Kosmetik OTC (Over-The-Counter).
Sedangkan antiperspirant adalah bahan astringent
yang digunakan pada kulit untuk mengurangi keringat.
Di Amerika (FDA), antiperspirant dikategorikan sebagai
obat sebab cara kerjanya mempengaruhi fungsi tubuh
yaitu kelenjar keringat.

Syarat Deodorant
Dapat menghilangkan bau badan walaupun sifatnya
sementara
Tidak merangsang kulit atau tidak iritasi pada kulit
Dapat membunuh atau mengrangi aktivitas bakteri
yang tidak menguntungkan
Tidak beracun

Mekanisme Kerja
Antiperspiran
Penggunaan sediaan topikal yang cocok untuk
mengurangi keluarnya keringat berdasarkan
pengurangan jumlah keringat, perubahan serangan
bakteri sehingga bau badan dapat dicegah.
Sediaan antiperspiran yang diperdagangkan
sebagian besar menggunakan senyawa aluminium,
dan sebagian kecil menggunakan senyawa seng
sebagai astringen.
Pengamatan terhadap efek aluminium sulfat,
aluminium klorhidroksida, dan dapar aluminium
klorida dengan urea 5%. Ternyata mempunyai
efekakterisidal dan bakteriostatik yang sama kuat.

FORMULASI
1.
Formulasi deodorant cair
R/ Alumunium klorida
9%
Alumunium sulfat
4%
Boraks
1%
Nipagin
0,25%
Parfum
qs
Air
ad
100%
2.
Formula larutan deodorant
R/ Alumunium kalium sulfat
20%
Propilenglikol
5%
Alkohol
1%
Germisida
0,2%
Parfum
qs
Air
ad
100%

Cont
3. Formula cream deodorant
R/ Oleum ricini
Na laurel sulfat
Gliserin
Alumunium klorida
Nipagin
Parfum
Air
ad
4. Formula lotion antiperspirant
R/ Alumunium klorida
Toilet spirit (Etanol)
Propilenglikol
Nipagin
Parfum
Air
ad

7,5%
10%
5%
15%
0,2%
qs
100%
10%
45%
2,5%
0,01%
qs
100%

PEMERIAN BAHAN
1.
Alcohol
Nama lain
: ethanol 96%, ethil alcohol
Berat molekul : 46,07
Rumus empiris: C2H6O
Fungsi
: antimikroba (10%)
Kelarutan
: tidak larut dengan kloroform, ether,glyserin, dan air
OTT
: alkali, garam organik
2.
Lilin putih
Nama lain
: cera alba
Fungsi
: emulgator
Pemerian
: tidak berasa, berwarna putih atau berwarna kekunungkuningan
Kelarutan
: larut dalam kloroform,ether, campuran minyak, minyak yang
mudah menguap,sukar larut dalam erhanol95%, praktis tidak larut dalam air
OTT
: zat pengoksidasi

Cont
3.
Nipagin
Nama lain
: metil paraben
Rumus empiris: C8H8O3
Berat molekul : 152,15
Fungsi
: anti mikroba (0,02-0,3%)
Pemerian
: berbentik Kristal tidak berwarna atau Kristal putih
Kelarutan
: air 1:400,1:50 pada 500C, ethanol 1:2
OTT
: surfaktan nonionic, logam, talk, tragakan,dan lain-lain
4.
Propilenglikol
Nama lain
: metal etilen glikol
Rumus molekul: C3H8O2

Berat molekul
Fungsi
Pemerian
Kelarutan
OTT

: 76,09
: solvent atau cosolvent (5-80%)
: jernih, tidak berwarna, kental
: tidak larut dalam aseton, kloroform,etanol95%,
: pereaksi pengoksidasi seperti potassium permanganate

Cont
5.
Sodium lauryl sulfate
Sinonim
: Natrii lauryl sulphate
Rumus molekul: C12 H25 NaO 4
Berat molekul : 288.38
Pemerian
: serbuk putih, atau cream sampai Kristal kuning
Fungsi
: surfaktan anionic, emulsifying agent (0.5-2,5%), detergen pada shampoo (10%)
pH
: 7.0-9,5
kelarutan
: sangat larut dalam air, praktis tidak larut dalam eter dan kloroforom
OTT
: garam alkaloid, dan mengendap dengan garam potassium.
6.
Boraks
Sinonim
: natrii tetraboraks
Rumus molekul: Na2B4O7.10H2O
Berat molekul : 381,37
Pemerian
: hablur transparent tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa
asin dan basa. Dalam udara kering merapuh.
Kelarutan
: larut dalam 20 bagian air, dalam 0,6 bagian air mendidih dan dalam lebih kurang 1
bagian gliserol P, praktis tidak larut dalam ethanol (95%)P
Fungsi
: antiseptikum eksternal

Cont
7.
Aluminium kalium sulfat
Sinonim
: tawas
Rumus molekul: Kal (SO4)2.12H2O
Berat molekul : 474,39
Pemerian
: masa hablur atau butiran hablur tidak berwarna, transparan rasa manis dan
sepat
Kelarutan
: sangat mudah larut dalam air mendidih, mudah larut dalam air, praktis tidak
larut dalam ethanol (95%)P, mudah larut dalam glisrol P
Fungsi
: adstringen
8.
Oleum ricini
Sinonim
: minyak jarak
Pemerian
: cairan kental, kuning pucat atau hamper tidak berwarna, bau lemah, rasa
manis kemudian agak pedas, umumnya memualkan
Kelarutan
: larut dalam 2,5 bagian etanol (90%)P, mudah larut dalam etanol mutlak P
dan dalam asam asetat glacial P
Bobot per ml : 0,953 sampai 0,964 g
Indeks bias
: 1,477 sampai 1,481
Bilangan asam tidak lebih dari 2,0
Bilangan asetil tidak lebih dari 140 bilangan iodium 62 sampai 90
Bilangan penyabunan 177 sampai 187

Penggunaan Senyawa
Antibakteri dalam Deodoran

Senyawa antibakteri yang saat ini banyak digunakan dalam


deodorant adalah heksaklorofen.
Bitionol dan bisfenol sudah tidak digunakan lagi karena dapat
menyebabkan fotosensitasi. Penggunaan heksaklorofen dalam
sediaan deodorant jarang menyeabkan iritasi kulit, tetapi
mempunyai aktivitas terhadap bakteri flora, walaupun kulit
tersebut telah dicuci. Bisfenol dapat mencegah penggandaan
bakteri paru pada kulit.
heksaklorofen akan mengurangi bakteri flora selama 18-24 jam,
tetapi penggunaan heksaklorofen sudah mulai berkurang.
Senyawa lain yang juga sering digunakan dalam deodorant ialah
tetrametil tiuram disulfide.

EVALUASI

1. Organoleptis
Uji organoleptik adalah kegiatan
yang dilakukan untuk mengetahui
rasa dan bau (kadang kadang termasuk penampakan) dari
suatu produk makanan, minuman,
obat dan produk lain.

Cont.
Uji
ini
didasarkan
pada
penampakan secara fisik yang
dapat teramati oleh panca indera
secara
langsung. Hasil uji organoleptis
deodorant yang baik adalah jika
sampel sediaan mempunyai
bentuk, warna dan bau yang baik.

2. Homogenitas
Uji homogenitas adalah uji yang dilakukan
pada
suatu
sediaan
dengan
membandingkan
keseragaman zat yang tersebar merata ke
seluruh sediaan. Biasanya digunakan
preparat dan
diamati dengan mikroskop untuk melihat
tingkat kehomogenan sediaan tersebut.
Semakin homogen maka sediaan tersebut
semakin baik.

3. Titik potong
Pada pengujian titik potong sediaan
deodorant akan diamati berat air
berbanding dengan
variabel hari pengujian. Semakin rendah
titik potong maka massa deodorant akan
semakin
lunak dan sebaliknya apabila titik potong
tinggi. Titik potong deodorant adalah
pada 100 ml berdasarkan literatur.

4. PH
PH adalah derajat keasaman digunakan
untuk menyatakan tingkat keasaman
atau konsentrasi H+ dalam suatu
sediaan. Nilai PH berkisar dari 0 hingga
14. Suatu sediaan dikatakan netral
apabila memiliki nilai pH = 7. Nilai PH > 7
menunjukkan sediaan memiliki sifat basa,
sedangkan nilai pH < 7 menunjukan
keasaman. PH deodorant yang dianjurkan
oleh literatur yaitu berkisar diangka 7 8.

Uji Keamaan Sediaan


Deodoran Uji
keamanan dilakukan untuk memastikan
apakah sediaan tersebut aman digunakan
pada manusia atau tidak. Pada pengujian
sediaan deodorant, sediaan tersebut
diujikan pada sukarelawan. Kemudian
dicatat respon sukarelawan terhadap
timbulnya rasa panas, eritema, gatalgatal, atau perih. Jika respon yang
dialami negatif maka sediaan dianggap
aman untuk digunakan.

TERIMAKASIH