Anda di halaman 1dari 7

A.

Perpangkatan
Di dalam perhitungan-perhitungan sering kita menjumpai bentuk bilangan seperti 24
yang berarti 2 x 2 x 2 x 2. Bentuk di atas disebut bentuk perpangkatan (eksponensial).
Maka didefenisikan bahwa : an = a . a . a . . . a (sebanyak n faktor). Jadi yang dimaksud
dengan bentuk an adalah perkalian n factor dari bilangan a. Bilangan a disebut bilangan
dasar, bilangan n disebut pangkat (eksponen) dimana a>0 dan a1.
Dari defenisi di atas dapat diperoleh dalil-dalil (sifat-sifat) perpangkatan sebagai berikut:
1. am . an = am+n
Contoh: 23.24 = 23+4
2. am/an = am-n
Contoh: 36/ 32 = 36-2
3. (am)n = amn
Contoh: (22)2 = 22 x 2 = 24 = 16
4. (ab)n =anbn
Contoh: (2.3)2= 22.32 = 4.9 =36
5. (a/b)n = (an/bn)
Contoh: (6/2)2 = 62/22 = 36/4 = 9
6. a1 = a
Contoh: 31 = 3
7. a0 = 1
Contoh: 50 = 1
8. a-n = 1/an
Contoh: 4-2 = 1/16
9. a m/n

Contoh: 3 4/2 = 32 = 9

B. Logaritma
Apabila diketahui suatu persamaan dalam bentuk eksponen, misalnya 2x = 8, maka
harga x yang memenuhi adalah 3.
Menentukan harga x yang demikian disebut mencari logaritma suatu bilangan. Jadi
bentuk perpangkatan diatas dapat ditulis dalam bentuk logaritma yaitu 2log 8 = x,
maka x=3 sebab 23 = 8.
Secara umm didefenisikan:
a

log x = n jika dan hanya jika x = an, dimana a,x>0 dan a1.

Bilangan a dinamakan bilangan pokok (bilangan dasar) dari logaritma, x disebut


bilangan yang dilogaritmakan dan n adalah hasil logaritma.
Contoh 1:
a)

log 25 = 2 sebab 52 = 25

b) 4log 64 = 3 sebab 43 = 64
c)

10

log 100 = 3 sebab 103 = 1000

Catatan :
1) Untuk logaritma dengan bilangan pokok 110, maka bilangan pokoknya tidak
ditulis. Jadi 10log x ditulis log x.
2) Logaritma naturalis adalah logaritma dengan bilangan pokok e = 2,7182818,
biasanya ditulis elog x atau ln x
Sifat-sifat perhitungan dengan logaritma adalah
ac = b log b = c
a = basis
b = bilangan yang dilogaritma

c = hasil logaritma
Sifat-sifat Logaritma
1) log a = 1
2) log 1 = 0
3) log a = n
4) log b = n log b
5) log b c = log b + log c
6) log b/c = log b log c
7) log b m = m/n log b
8) log b = 1 b log a
9) log b b log c c log d = log d
10) log b = log b log a
Contoh
log 9 / log 27 =...?
Jawab :
(1)

log 9 / log 27
= log 3 / log 3
= 2. log 3 / 3. log 3 *) sifat log ab = b. log a
= 2/3

(2) Jika log 2 = a, maka log 5 = .?


log 5 = log (10/2)
= log 10 - log 2
=1-a
Jika log 2 = p dan log 3 = q, maka tentukanlah nilai dari log 72.
Jawab :
ubah 72 ke dalam bentuk perkalian dengan suku-sukunya adalah 2 dan 3
72 = 8 x 9
= 23 x 32
Kemudian, kita gunakan sifat-sifat logaritma.
log 72 = log (23 x 32 )

(3)

= log 23 + log 32
= 3. log 2 + 2. log 3
= 3P + 2Q

C. Pemakaian Eksponen dan Logaritma dalam Ekonomi


Dalam ekonomi terdapat berbagai masalah pertumbuhan dan penyusutan. Misalnya,
penduduk bertambah dan berkurang, uang yang disimpan di bank bertambah dengan
bunga, menurunnya produksi minyak bumi, bertambahnya pegawai suatu perusahaan
dan lain sebagainya.
Pertumbuhan atau penyusutan menunjukkan bertambahnya atau berkurangnya suatu
besaran sebagai fungsi dari pada suatu besaran lain.
Umpamanya, jumlah penduduk sebagai fungsi waktu, jumlah pegawai perusahaan
sebagai fungsi penjualan, secara matematis hal itu merupakan hubungan fungsi
antara variable x dan variable y yang sering merupakan fungsi eksponen.
Contoh:
1) Seorang petani membutuhkan uang sebesar 5 juta rupiah pada 10 tahun yang akan
datang. Berapa jumlah uang yang harus ditabung mulai sekarang dengan bunga 24%
per tahun untuk memperoleh jumlah uang yang diharapkan?
Penyelesaian:
Diketahui :

= 5000000
= 10 tahun
= 24 % = 0,24
=1

Ditanyakan:

= ?

Jadi, uang yang harus ditabung mulai sekarang sebesar Rp. 581772,49
2. Pada tahun 2001 penduduk sebuah kota adalah 629039 jiwa. Sedangkan pada tahun
2006 jumlah penduduknya adalah 771186 jiwa.
a. Berapa tingkat pertumbuhan penduduk kota tersebut?
b. Perkirakan jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2016!
Penyelesaian:
Diketahui:
= 629039
= 771186 (tahun 2006)
t = 5 (dari 2001 sampai dengan 2006)
Ditanyakan:
a.
b.

= ...?
= ...? (tahun 2016)

Jawab:
a.

b. t = 15 (dari 2001 sampai dengan 2016)


Karena t cukup besar maka untuk mempermudah perhitungan kita gunakan logaritma,
sehingga: