Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Nama : Keluarga (Ibu) Nn. NA
112116XX

Ruangan : 23 E

NO
Dx

Tangga
l & Jam

IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN

1.

25-112015
Jam
14.00

Melakukan SP 2 gangguan
proses pikir dengan keluarga
1. Menyapa keluarga dengan
baik dan ramah
2. Menanyakan kabar keluarga
saat ini
3. Menjelaskan
tujuan
pertemuan
4. Melakukan kontrak waktu
dan tempat
5. Mendiskusikan masalah yang
dirasakan keluarga saat ini
6. Mengevaluasi hasil intervensi
yang
sudah
diberikan
sebelumnya yaitu orientasi
realita dan teknik relaksasi
dan distraksi sebelum tidur
7. Membantu
keluarga
mengidentifikasi kemampuan
positif
dan
hobi
yang
dimilikinya
8. Membantu
keluarga
memenuhi kebutuhan klien
yang bisa dilakukan di RS
9. Menganjurkan
keluarga
untuk membantu klien untuk
memasukkannya
dalam
jadwal kegiatan

RM No.

EVALUASI
S
P
:
Assalamualaikum,
selamat pagi Bu. Sesuai
dengan
perjanjian
kita
kemarin, hari ini kita bertemu
lagi disini ya Bu?
K : Waalaikumsalam. Iya
Mbak Hesti, benar sekali.
P : Apa kabar Ibu hari ini
dan bagaimana perasaannya
saat ini?
K : Alhamdulillah baik mbak
Hesti. Perasaan saya juga
sudah mendingan, agak lega
melihat perkembangan anak
saya
enggak
begitu
ketakutan kayak kemarin.
P : Baik. Bu, hari ini kita
akan
berbincang-bincang
mengenai kemampuan positif
dan kegiatan yang biasa
anak Ibu lakukan di rumah.
K : Iya mbak Hesti, saya
setuju.
P : Kita berbincang-bincang
disini saja ya Bu, di ruang
kelas 1. Apakah Ibu setuju?
K : Emmm, iya deh disini
saja Mbak Hesti.
P : Bagaimana Bu, apakah
Ibu setuju atau mungkin ada
ide tempat yang lain?
K : Setuju Mbak Hesti, disini
saja tidak apa-apa.
P : Semalam tidurnya anak
Ibu sudah enak apa belum
Bu? Berkualitas atau tidak?
K : Enak Mbak, lumayan.
Tidurnya
nyenyak
dan
berkualitas. Sekitar 4 jam
anak saya tidur.
P : Alhamdulillah kalau
sudah bisa tidur nyenyak.

Kalau
untuk
perasaan
ketakutan seperti diincar dan
diikuti oleh orang yang tidak
dikenal apakah masih sering
muncul Bu?
K : Kadang-kadang masih
mbak, tapi anak saya sudah
bisa mengendalikan sesuai
dengan yang diajarkan mbak
Hesti kemarin.
P : Bagus sekali Bu.
Sekarang coba Ibu sebutkan
apa saja yang sudah kita
pelajari kemarin
K
:
Pertama,
tentang
orientasi realita ya Mbak. Jadi
kalau anak saya muncul
perasaan ketakutan itu, saya
harus tenang. Kemudian saya
harus
membimbing
anak
saya untuk merenungkan
dimana dia berada, dengan
siapa dia berada, dan kapan
perasaan itu muncul atau
waktunya jam berapa dan
saat apa. Kemudian saya
harus
membantunya
merenungkan
bahwa
perasaan
tersebut
tidak
nyata. Kedua, apabila anak
saya susah tidur, saya bisa
membantunya mengingatkan
untuk melakukan relaksasi
atau
nafas
dalam
dan
pengalihan
situasi
atau
distraksi dengan membaca.
P : Bagus sekali Bu. Nah,
untuk sekarang kita akan
berdiskusi
tentang
cara
mengidentifikasi hobi atau
kemampuan
positif
dan
kegiatan yang biasa anak Ibu
lakukan di rumah ya Bu.
Menurut
Ibu,
apa
kemampuan
positif
yang
anak Ibu miliki?
K : Emmm. Dia suka
menyanyi
dan
memasak
Mbak.
P : Anak Ibu suka bernyanyi
dan memasak ya. Baik, kalau
disini
anak
Ibu
bisa
menyalurkan
kemampuan
anak Ibu menyanyi di ruang
rehabilitasi medik. Disana
ada alat musik dan alat
untuk karaoke Bu. Silahkan

kalau
anak
Ibu
ingin
menyalurkan hobinya. Kalau
untuk hobi memasak, nanti
anak
Ibu
bisa
mengembangkan
hobi
tersebut di rumah. Ibu bisa
membantu anak Ibu untuk
memasak.
Ibu
bisa
membantu anak Ibu untuk
membuka usaha catering
atau
warung
makan,
disamping kegiatan anak Ibu
sebagai pengajar. Jadi bisa
tetap tersalurkan hobinya.
K : Oh begitu ya Mbak. Baik
Mbak, saya senang sekali
mendengarnya.
P : Bagaimana Bu, apakah
Ibu sudah jelas?
K : Sudah Mbak Hesti.
P : Tadi Nn.NA meminta
untuk mencoba menyanyi di
ruang rehab medik setelah
minum obat sore jam 3. Nanti
bisa minta tolong ditemani
ya Bu?
K : Iya mbak, nanti saya
temani.
P : Baik Bu. Setelah ini coba
Ibu praktikkan saran dari
saya
tadi.
Besok
kita
diskusikan
kembali
bagaimana hasilnya ya Bu.
K : Baik Mbak Hesti.
P : Bagaimana perasaan Ibu
setelah berbincang-bincang
dengan saya?
K : Senang sekali mbak,
karena ada yang bisa saya
ajak diskusi tentang uneguneg saya dalam merawat
anak saya.
P : Iya Bu. Oh iya, apakah
Ibu masih ingat apa saja
yang sudah kita diskusikan?
Coba Ibu uraikan kembali
hasil dari perbincangan kita
hari ini.
K
:
Saya
harus
mengidentifikasi hobi dan
kemampuan positif dari anak
saya,
kemudian
mengasahnya
agar
bermanfaat
dan
dapat
tersalurkan.
P : Iya, bagus sekali Bu.
Setelah
ini,
Ibu
bisa

menyalurkan
hobi
dan
kemampuan yang anak Ibu
sukai
seperti
yang
kita
perbincangkan tadi. Selama
disini anak Ibu bisa menyanyi
di ruang rehabilitasi medik.
K : Iya Mbak, terimakasih
banyak ya Mbak.
P : Iya Bu, sama-sama.
Baiklah, karena ini sudah 20
menit, bagaimana kalau kita
lanjutkan
besok
untuk
berbincang-bincang
Bu?
Besok kita akan membahas
tentang obat-obatan yang
anak
Ibu
minum
untuk
kesembuhannya.
K : Iya mbak, saya setuju.
O:
Keadaan Umum
Keluarga tampak tenang
Kontak verbal
Keluarga
mau
merespon
perawat
A
Kognitif
Keluarga
mengerti
tentang cara membantu
melakukan
identifikasi
kemampuan positif dan
cara menyalurkan hobi
dari anaknya.
Keluarga mengerti apa
yang harus dilakukannya
apabila
perasaan
ketakutan yang dialami
anaknya
itu
muncul
kembali.
Afektif
Keluarga terbuka pada
perawat
saat
proses
interaksi
Psikomotor
Keluarga mau berjabat
tangan
Keluarga
mau
menyebutkan nama
Keluarga mau menjawab
salam
Keluarga mau berdiskusi
dengan perawat
Keluarga
dapat
memperagakan
bagaimana
cara

mengidentifikasi
kemampuan positif dan
cara menyalurkan hobi
anaknya di RS
P
Keluarga
klien
:
Menganjurkan keluarga klien
untuk
mengidentifikasi
kemampuan
positif
yang
dimiliki
klien
dan
memfasilitasi
cara
menyalurkan hobi klien di RS
Perawat : Melanjutkan SP 3
Gangguan Proses Pikir :
Meminum Obat