Anda di halaman 1dari 74

LAPORAN PRAKTIKUM

Programmable Logic Controller 2


Disusun untuk memenuhi tugas laporan praktikum PLC 2

Disusun oleh:
Hendi Setiawan
214 341 087
2 AEC

TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA


POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
Jl. Kanayakan no. 21, DAGO 40235, Tromol Pos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA
Phone : 62 022 2500241 Fax : 62 022 2502649 Homepage : http ://www.polman-bandung.ac.id
2014

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Hardware

1.1.1 Pengertian Programabble Logic Controller


Programmable Logic Controller atau sering disebut PLC merupakan sistem elektronik
yang beroperasi secara digital dan di desain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana
sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal suatu
rangkaian yang menjabarkan logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk
mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog.
Berikut memperlihatkan konsep pengontrolan yang dilakukan oleh sebuah PLC.

Gambar 1.1 Diagram Konseptual Aplikasi PLC


PLC adalah sebuah alat pada sistem kontrol proses konvensional yang digunakan untuk
menggantikan rangkaian sederetan relai agar suatu rangkaian dapat diakatakan lebih sederhana
atau lebih mudah untuk digunakan. Pengguna membuat program untuk mengatur bekerjanya
suatu rangkaian (yang umumnya dinamakan diagram tangga atau ladder diagram) yang
kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan.
Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan
sistem kontrol proses konvensional, antara lain:

Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional, jumlah kabel yang dibutuhkan
bisa berkurang hingga 80%.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses
konvesional (berbasis relai).

Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian kesalahan


yang mudah dan cepat.

Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan
mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program, baik melalui
terminal konsol maupun komputer PC.

Tidak membutuhkan spare part yang banyak.

Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional, khususnya dalam kasus


penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional prosesnya cukup
kompleks.

Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relai auto-mekanik.


Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu

melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program
yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator
atau peralatan lainnya. Pada Praktikum PLC 2 ini kami menggunakan software CX-Programmer
dan CX-Designer untuk mengetahui dan lebih memahami pembuatan rangkaian PLC.
Apabila melakukan pengendalian peralatan maka akan mencakup tiga bagian, yaitu : Input,
Output dan Controller. Bagian input adalah peralatan yang memberikan masukan untuk
menentukan proses kerja peralatan yang dikontrol (push button, limit switch, dll). Bagian output
adalah peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan hasil dari suatu proses (motor,
solenoid, led display, lampu, dll). Dan bagian controller adalah melaksanakan perhitungan,
pengambilan keputusan, pengendalian dari input untuk dikeluarkan dibagian output (dalam hal
ini dilakukan oleh PC), seperti pada gambar..

Gambar 1.2 Unit I/O dan Pemograman Ladder Dengan PLC

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
Secara umum, PLC (Programmable Logic Controller) dapat dibayangkan seperti sebuah
personal komputer konvensional (Konfigurasi internal pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi
internal pada personal komputer). Akan tetapi dalam hal ini PLC dirancang untuk pembuatan
panel listrik (untuk arus kuat). Jadi bisa dianggap bahwa PLC adalah komputernya panel listrik.
Ada juga yang menyebutkan PC (Programmable Controller).
Didalam otak (CPU=Central Processing Unit) PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan
ribuan relay. Akan tetapi bukan berarti didalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang
sangat kecil. Didalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang difungsikan seperti contact
NO dan contact NC relay. Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (baik NO
maupun NC) pada PLC dapat digunakan berkali-kali untuk instruksi semua dasar selain instruksi
output. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemograman PLC tidak diijinkan menggunakan
output dengan nomor contact yang sama.
1.1.2 Konfigurasi PLC

Gambar 1.3 Konfigurasi PLC


1. Unit Catu Daya
Diperlukan untuk mengubah tegangan arus bolak-balik (ac) dari sumber menjadi tegangan
arus searah (dc) yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian di dalam modul-modul
antarmuka masukan dan keluaran.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

2. CPU (Central Processing Unit)


Di dalamnya berisi mikroprosesor yang mampu menginterpretasikan sinyal-sinyal
masukan dan melakukan tindakan-tindakan pengontrolan sesuai dengan program yang tersimpan
di dalam memori. Lalu mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai
sinyal-sinyal kontrol ke antarmuka keluaran.
3. Memory Unit
Unit memori merupakan tempat menyimpan program yang akan digunakan untuk
melaksanakan tindakan-tindakan pengontrolan yang disimpan mikroprosesor. Ada beberapa
elemen memori di dalam PLC :
1.1.3 Instruksi Dasar PLC
Semua instruksi (perintah program) yang ada dibawah ini merupakan instruksi paling dasar
pada PLC Omron sysmac C-series.
1. LOAD (LD)
instruksi ini untuk menghubungkan garis bar dengan instruksi berikutnya. (selalu diawal

garis bar dan Normal terbuka).


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol hanya membutuhkan

satu kondisi logic saja dan sudah dituntut untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay.
Ladder diagram symbol.

Gambar 1.4 Simbol LOAD


2. LOAD NOT (LD NOT)
instruksi ini untuk menghubungkan garis bar dengan instruksi berikutnya (selalu diawal

garis bar dan Normal tertutup).


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol hanya membutuhkan

satu kondisi logic saja dan sudah dituntut untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay.
Ladder diagram symbol.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Gambar 1.5 Simbol LOAD NOT


3. AND (AND)
Instruksi ini untuk menghubungkan instruksi sebelumnya dengan instruksi berikutnya

dalam bentuk serial (Normal terbuka).


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol membutuhkan lebih

dari satu kondisi logic yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay.
Ladder diagram symbol.

Gambar 1.6 Simbol AND


4. AND NOT (AND NOT)
Instruksi ini untuk menghubungkan instruksi sebelumnya dengan instruksi berikutnya

dalam bentuk serial (Normal tertutup).


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol membutuhkan lebih

dari satu kondisi logic yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay.
Ladder diagram symbol.

Gambar 1.7 Simbol AND NOT


5. OR (OR)
Instruksi ini untuk menghubungkan dengan instruksi lainnya dalam bentuk paralel

(Normal terbuka).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol hanya membutuhkan

salah satu saja dari beberapa kondisi logika untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NO relay
Ladder diagram simbol

Gambar 1.8 Simbol OR

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

6. OR NOT (OR NOT)


Instruksi ini untuk menghubungkan dengan instruksi lainnya dalam bentuk paralel

(Normal tertutup).
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada suatu sistem kontrol hanya membutuhkan

salah satu saja dari beberapa kondisi logika untuk mengeluarkan satu output.
Logikanya seperti NC relay.
Ladder diagram symbol.

Gambar 1.9 Simbol OR NOT


7. OUT (OUT)
Instruksi ini berfungsi untuk mengeluarkan output jika semua kondisi ladder diagram

sudah terpenuhi.
Logikanya seperti NO relay.
Ladder diagram symbol.

Gambar 1.10 Simbol OUT


8. OUT NOT (OUT NOT)
Instruksi ini berfungsi untuk mengeluarkan output jika semua kondisi ladder diagram

tidak terpenuhi.
Logikanya seperti NC relay.
Ladder diagram simbol

Gambar 1.11 Simbol OUT NOT


1.2

Software

1.2.1 CX PROGRAMMER
CX- Programmer merupakan sebuah perangkat lunak Produksi Omron Corporation.
Program ini dapat digunakan untuk PLC Omron C series, CV series, dan SR series.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
1. Menginstal CX Programmer
Untuk menginstal CX- programmer terbagi atas dua komponen yaitu CX- server dan CxProgrammer. Fasilitas autorun, maka tahap instalasi dapat langsung dilanjutkan dengan langsung
memilih icon setup yang muncul pada layer pertama kali. Kemudian dilanjutkan dengan memilih
install Cx- programmer yang selanjutnya akan menampilkan pilihan bahasa. Setelah mengikuti
instruksi yang ada selanjutnya adalah pengisian nomor lisensi yang dapat diisi dengan
memasukan 16 angka yang terdapat pada cover CD CX- Programmer. Selanjutnya proses
penginstalan berlangsung.
2. Memulai Pemograman dengan Cx- programmer
Setelah Proses Instalasi selesai maka dapat dilakukan pembuatan program pengontrolan
pada CX programmer, bagian Utama dari CX Programmer adalah sebagai berikut:

Gambar 1.12 Bagian Utama CX- Programmer


Beberapa bagian utama CX- Programmer berikut fungsinya dapat dilihat pada table
berikut:
Tabel 1.2 Bagian dan Fungsi CX Programmer
Nama Bagian
Title Bar

Fungsi
Menunjukan nama file atau data tersimpan dan dibuat pada

Menus
Toolbar

CX- Programmer
Pilihan Untuk memilih Menu
Pilihan untuk memilih fungsi dengan menekan tombol.
Select[view] Toolbar

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Section

Kemudian dapat memilh toobar yang ingin ditampilkan.


Dapat membagi program kedalam beberapa blok. Masing

Project

masing blok dapat dibuat atau ditampilkan.


Mengatur program dan data. Dapat membuat duplikat dari

WorkSpace

setiap elemen dengan melakukan Drag dan Drop diantara

Project Tree
Ladder

proyek yang berbeda atau melalui suatu proyek.


Layar sebagai tampilan atau membuat diagram ladder.

Window
Output

Menunjukan informasi error saat melakukan compile ( error

Window

check ).
Menunjukan hasil dari pencarian kontak / koil didalam list
form.
Menunjukan detail dari error yang ada pada saat loading

Status Bar

suatu proyek.
Menunjukan suatu informasi seperti nama PLC, status on line /

Information

offline, lokasi dari cell yang sedang aktif.


Memapilkan window uang menunjukan shortcut key yang

window
Symbol Bar

digunakan pada CX programmer.


Menampilkan nama, alamat atau nilai dan comment dari
symbol yang sedang dipilih cursor.

3. Menu Kontrol yang Terdapat Pada CX Programmer


Berikut adalah menu control yang terdapat pada CX Programmer yang digunakan pada
percobaan praktikum minggu ketiga PLC ini :

Load & Load Not

Didefinisikan dengan status bit dalam kondisi eksekusi, untuk operasi masukan.
Sedangkan Load Not merupakan inversi dari Load

Out & Out Not

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Untuk Out, jika diaktifkan maka menghasilkan kondisi ON, Jika bit tidak diaktifkan
maka akan menghasilkan kondisi OFF. Sedangkan Out Not merupakan inversi dari kondisi
Out

IL & ILC

Jika kondisi IL adalah OFF maka semua outpu antara IL dan ILC akan menghasilkan
kondisi Off atau reset,Ttapi jika kondisi IL adalah ON maka semua puput antara IL dan
ILC akan bekerja normal kembali.

SET & RSET

Mengaktifkan Bit pada SET akan menghasilkan kondisi ON, Kondisi kembali akan
Off jika Bit pada RSET diaktifkan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

COUNTER

Counter ini beroperasi secara decrement. Setting range antara 0 9999. Number N
harus antara 0000 4095 dan set Value SV harus antara # 0000 - 9999

TIMER

Merupakan Delay ON yang menghitung decrement dalam unit 0,1 second. Set Value
mampu menghitung dari 0000 9999 second. Timer aktif jika dieksekusi dengan kondisi
ON dan akan mereset pada Set Value (SV) ketika dieksekusi Off

KEEP

Berfungsi untuk mempertahankan status bit (ON dan OFF)dengan kondisi latching.
Kesemua itu dikntrol dari fungsi SETdan RESET dari instruksi ini.

MOV

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
Berfungsi untuk mmindahkan data (baik data dalam channel tertentu atau konstanta
empat digit hexadesimal) ke channel yang dituju. Oleh karena itu MOV membutuhkan dua
data yaitu : Chanel sumber/ konstanta dan chanel yang dituju.
1.2.2. CX-DESIGNER
Buka Program CX-Designer

Kemudian akan tampil jendela CX-Designer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Sekarang kita akan mulai untuk membuar sreen desain yang kita inginkan. Pertama pilih
file lalu new

Maka akan tampil sebuah jendela configurasi seperti gambar dibawah ini:

File Name silahkan diisi sesuai dengan yang kita inginkan misalnya simulasi start-stop.
Kemudian klik Browse pada Location untuk memilih lokasi penyimpanan file yang akan kita
buat, jika sudah lalu klik OK. Maka akan tampil sebuah windows comment seperti gambar
dibawah ini :

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Klik OK untuk melanjutkan. Jika berhasil maka jendela desain akan tampak seperti gambar
dibawah ini:

Kemudian

masukkan

komponen-komponen

yang

akan

digunakan

simulasi, yaitu ON/OFF Button dan Bit Lamp . caranya sebagai berikut :
1. Klik ON/OFF Button pada Functional Object lalu letakkan pada Black Screen

untuk

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Maka akan tampak seperti gambar dibawah ini:

2. Kemudian setting alamat yakni pada SERIALA:00000.00. karena alamat ON/OFF


Button tersebut sudah sesuai dengan alamat Contact 0 pada Program yang sudah
kita tulis pada CX-Programmer. Maka biarkan saja seperti defaultnya.

Lalu

tambahkan satu buah ON/OFF Button lagi pada Black Screen, langkahnya seperti
langkah sebelumnya. Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini:

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

3. Hal yang perlu diperhatikan

disini adalah kita harus mengubah

alamat dan

disesuaikan dengan program pada CX-Programmer. Karena pada Contact 1 yang


sudah kita tulis pada CX-Programmer dengan alamat I.0.01 maka pada alamat Button
tersebut kita tulis SERIALA:00000.01 tampak seperti gambar dibawah ini:

4. Kemudian tambahkan sebuah Bit Lamp, caranya seperti meletakkan ON/OFF Button
yakni. Klik Bit Lamp lalu letakkan pada Black Screen sehingga tampak seperti
gambar dibawah ini:

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

5. Lalu ubah alamat Bit Lamp sesuaikan dengan alamat Output pada Program yang
sudah

kita

buat

pada

CX-Programmer

sebelumnya

yaitu

Q.100.00

maka

SERIALA:00000.00 diganti dengan SERIALA:00100.00


6. Jika sudah silahkan save project All. Klik file lalu pilih Save all , tampak seperti gambar
dibawah ini:

7. Pemprograman

dan

desain

simulasinya

sudah

berhasil

kita

buat,

langkah

berikutnya yaitu menghubungkan antara program CX-Programmer dengan CXDesainer. Berikut langkah-langkahnya:

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Pertama , buka jendela pemprograman CX-Programmer . Kemudian pilih


simulatin lalu klik Start PLC- PT Integrated Simulation yang tampak seperti
gambar dibawah ini:

Maka akan tampil windows comment seperti gambar berikut :

Lalu klik OK dan tunggu proses downloadnya.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Jika berhasil terkoneksi maka akan tampil seperti gambar dibawah ini:

Untuk memutus koneksinya yaitu dengan cara klik simulation lalu pilih
Work Online Simulator. Seperti gambar berikut:

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

BAB II
PRAKTIKUM
2.1

Self Holding
1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o CX-Programmer
o CX-Designer
o PLC OMRON.
o HMI.
2. Deskripsi
Pada praktikum self holding ini pada CX-Designer terdapat 2 buah push
button dan 1 buah bit lamp sedangkan pada CX-Programmer terdapat 1 buat
kontak NO, 1 buah kontak NC, 1 buah relay output dan 1 buah kontak relay. Push
button berfungsi untuk menyalakan dan mematikan lampu. Ketika push button
ON ditekan maka lampu akan menyala dan ketika push button OFF di tekan
maka lampu akan mati.
3. Program PLC (Ladder Diagram)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

4. CX-Designer

5. Simulasi
o Kondisi ketika tombol ON belum ditekan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kondisi ketika tombol ON ditekan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kondisi ketika tombol OFF ditekan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

6. Analisa
Ketika push button ON (I: 0.00) ditekan maka arus akan mengalir mengaktifkan
output relay (Q: 100.00) yang pada wiring nanti akan di paralel dengan lampu. Lampu
akan terus menyala walaupun push button ON (I: 0.00) dilepas karena ada kontak
relay (Q: 100.00) yang mengunci. Lampu akan mati apabila tombol OFF (I: 0.01)
ditekan.
2.2

1 Lamp Delay On
1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o

CX-Programmer.

CX-Designer.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o PLC OMRON.
o HMI.
2. Deskripsi
Pada praktikum 1 Lamp Delay On ini pada CX-Designer terdapat 2 buah push
button, 1 buah bit lamp dan 2 buah Numeral Display Input sedangkan pada CXProgrammer terdapat 1 input kontak NO, 1 input kontak NC, 1 buah Timer, 1 buat
kontak NO Timer, 1 buah internal relay sebagai memory, 1 buah kontak NO dari
internal relay / memory.
Ketika push button ON di tekan makan program akan berjalan sehingga lampu
merah akan menyala selama set timer yang diinginkan kemudian timer bekerja setelah
waktu setting tercapai maka lampu akan menyala, kemudian jika push button OFF di
tekan maka lampu akan padam. Pada tampilan count down adalah untuk meunjukan
hitungan mundur timer.

3. Program PLC (Ladder Diagram)

4. CX-Designer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

5. Simulasi
o Kondisi ketika tombol ON belum ditekan dan Set Time belum diatur

o Set terlebih dahulu berapa waktu tunda yang diinginkan dalam millisecond contoh
3 detik makan atur menjadi 30.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Ketika Push Button start ditekan lampu tidak langsung menyala karena ditunda
terlebih dahulu oleh timer.

o Setelah waktu tunda tercapai sesuai settingan yang di atur maka lampu akan
menyala.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian Push Button Stop ditekan untuk memadamkan lampu kembali

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

6. Analisa
Pada praktikum 1 Lamp Delay On ini bekerja berdasarkan settingan waktu,
dimana ketika tombol Start (I:0.02) ditekan makan memory / Internal Relay akan bekerja
dan membuat Timer menghitung dimana sebelumnya timer harus disetting terlebih
dahulu pada touchscreen. Setelah hitungan tercapai maka lampu (Q:100.01) akan
menyala dan dikarenakan kontak NO TIMER 0000, lampu akan padam ketika Push
Button Stop (I:0.03) ditekan.
2.3

Running Lamp Automatic


1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o CX-Programmer.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o CX-Designer.
o PLC OMRON.
o HMI.
2. Deskripsi
Pada praktikum Running Lamp Automatic ini pada CX-Designer terdapat 2
buah push button, 3 buah bit lamp, 6 buah Numeral Display Input sedangkan pada
CX-Programmer terdapat 8 buah kontak NO, 5 buah kontak NC, 3 buah timer, 3 buah
output relay dan 1 buah internal relay.
Sebelum tombol start ditekan timer harus disetting terlebih dahulu jika tidak
perpindahan antar lampu akan sangat cepat atau sama dengan 0 detik, Ketika tombol
start ditekan maka internal relay bekerja dan kontak internal relay akan
menghubungkan sumber dengan timer 1 yang akan menyalakan lampu satu, kemudian
berganti ke lampu 2 setelah waktu settingan timer 1 habis dan begitu selanjutnya
sampai dilampu tiga dan akan kembali lagi pada lampu 1, program akan terus bekerja
sampai dengan jika tombol stop ditekan.

3. Program PLC (Ladder Diagram)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

4. CX-Designer

5. Simulasi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Sebelum tombol start ditekan set timer tiap lampu harus disetting terlebih dahulu jika
tidak perpindahan antar lampu akan sangat cepat yakni 0 detik, maka set timer harus
diatur terlebih dahulu

o Kemudian tombol start ditekan maka lampu akan bekerja secara berurutan sesuai
settingan timer setiap lampu dan kolom count down akan berkuran sesuai waktu

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Cara kerja diatas akan terus terulang sampai dengan jika tombol stop ditekan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

6. Analisa
Pada Praktikum ini set timer masing-masing lampu harus di isi terlebih dahulu
jika tidak lampu akan menyala dengan berpindah dengan sangat cepat, seteleah set
timer diatur kemudian push button ON (I: 0.04) ditekan, 3 lampu yang dipasang akan
menyala otomatis secara bergantian lama dari tiap lampu berpindah sesuai dengan
settingan timer masing-masing pada kolom yang terletak diatas lampu adalah kolom
count down / hitung mundur dari tiap timer. Proses tersebut akan terus berlangsung
sebelum push button OFF (I: 0.05) ditekan.

2.4

Running Lamp Automatic dengan system Set-Reset


1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o CX-Programmer.
o CX-Designer.
o PLC OMRON.
o HMI.

2. Deskripsi
Pada praktikum Running Lamp Automatic dengan system Set-Reset ini pada
CX-Designer sama hanlnya dengan job sebelumnya yakni Running Lamp Automatic
dimana terdapat 2 buah push button, 3 buah bit lamp, 6 buah Numeral Display Input
ditambah 1 bit lamp sebagai indicator set-reset, sedangkan pada CX-Programmer
terdapat 10 buah kontak NO, 4 buah kontak NC, 3 buah Timer, 3 pasang Set-Reset
sebagai Output dan 1 pasang Set-Reset sebagai memory dengan internal relay.
Pada dasarnya praktikum Running Lamp Automatic dengan system Set-Reset
cara kerjanya sama saja dengan job sebelumnya tetapi yang membuat berbeda yakni
adanya system set-reset dimana harus ada kontak yang membuat set suatu output aktif
dan harus ada kontak yang membuat set output yang sudah aktif menjadi tidak aktif
dengan memberi sumber pada resetnya melalui perantara kontak-kontak.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

3. Program PLC (Ladder Diagram)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

4. CX-Designer

5. Simulasi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Cara kerja pada job ini sebetulnya sama dengan job sebelumnya hanya saja system
pengaktifan dan penonaktifan dari outpnyalah yang berbeda.
o Sebelum tombol start ditekan set timer tiap lampu harus disetting terlebih dahulu

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol start ditekan maka lampu akan bekerja secara berurutan sesuai
settingan timer setiap lampu dan kolom count down akan berkuran sesuai waktu

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
terulang terus menerus sampai dengan jika tombol stop (I: 0.07) ditekan.
2.5

Running Lamp Manual and Automatic with Counter


1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o CX-Programmer.
o CX-Designer.
o PLC OMRON.
o HMI.

2. Deskripsi
Pada Praktikum ini pada CX-Designer terdapat 1 buah Toggle, 2 buah Push Button,
3 buah Bit Lamp, dan 8 buah Numeral Display Input. sedangkan pada CX-Programmer
terdapat 38 buah kontak NO, 18 buah kontak NC, 1 buah Shift Register, 1 buah Counter,
dan 3 buah Timer. Program ini merupakan pengembangan dari job Running Lamp
sebelumnya tetapi pada praktikum kali ini program ditambah dengan adanya control
manual dan selector dengan toggle juda di tambahkan fungsi counter pada fungsi kerja
otomatisnya.
3. Program PLC (Ladder Diagram)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

4. CX-Designer

5. Simulasi
o Keadaan normal ketika toggle masih pada posisi auto dan tombol start belu ditekan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Jika toggle pada posisi auto maka sebelum tombol start ditekan set timer tiap lampu dan
siklus pengulangan (set counter) harus disetting terlebih dahulu.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol start ditekan maka program akan berkerja menjalankan running lamp
sampai dengan 3 kali pengulangan dan berhenti dengan otomatis

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kolom count down akan berkurang sesuai pengulangan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Setelah counter habis / count down kembali ke reset (3) maka lampu berhenti bekerja dan
kembali pada keadaan normal
o Ketika toggle dirubah ke posisi manual maka counter dan timer tidak berfungsi dan
lampu akan bekerja jika tombol start/hijau ditekan berulangan dan akan diikuti dengan
perpindahan nyala lampu.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Tombol start ditekan satu kali lampu merah menyala dan count down timer tidak bekerja
karena system manual tidak melibatkan timer

o Tombol start ditekan dua kali lampu kuning menyala dan count down timer tidak bekerja
karena system manual tidak melibatkan timer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Tombol start ditekan tiga kali lampu hijau menyala dan count down timer tidak bekerja
karena system manual tidak melibatkan timer

o Tombol start ditekan ke empat kalinya maka siklus akan terulang kembali yakni lampu
merah kembali menyala dan ini akan terus bekerja sampai dengan jika tombol stop
ditekan atau toggle manual dipindah ke auto

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

6. Analisa
Pada Praktikum ini program Running Lamp dilengkapi dengan system kendali
manual dan juga ditambahkannya fungsi counter pada program automatisnya. Kontak
W1.00 pada ladder diagram merupakan toggle yang digunakan sebagai selector untuk
memilih fungsi auto atau manual. Ketika Toggle (W1.00) pada posisi auto dan set
timer juga set counter telah diatur maka ketika tombol start (I: 1.01) ditekan maka
system akan bekerja seperti halnya Running Lamp Automatic pada job sebelumnya
tetapi pada timer terakhir kontaknya selain untuk mengaktifkan Output 3 (Q: 101.02)
juga sebagai input counter untuk menghitung atau mengurangi nilai set counter yang
harus diatur diawal ketika set counter telah tercapai atau habis maka system automatis
akan berhenti sendirinya, tetapi jika diinginkan program di putus ditengah-tengah
program sedang berjalan maka cukup dengan menekan tombol stop (I: 1.02) atau
memindahkan posisi Toggle ke posisi manual.
Selanjutnya ketika Toggle (W1.00) pada posisi manual maka fungsi timer dan
counter tidak lagi digunakan yang akan bekerja adalah fungsi shift register yang akan
menggeser output secara manual karena tombol start di gunakan sebagai input sinyal
pulsa yang mentrigger shift register menggeser output secara terus menerus, Output
dapat di padamkan dengan menekan tombol stop atau dengan memindahkan Toggle
ke posisi Auto.
2.6

Calculator

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
1. Peralatan dan Bahan
o Laptop.
o CX-Programmer.
o CX-Designer.
o PLC OMRON.
o HMI.
2. Deskripsi
Pada Praktikum calculator ini menggunakan beberapa fungsi aritmatik
diantaranya tambah (+), kurang (-), perkaliam (*), pembagian (/), akar (SQRT),
pemrograman pada CX-Programmer cukup simple karena hanya menggunakan
pushbutton untuk mengaktifkan salah satu fungsi aritmatik dan kemudian
mengeksekusi data masukan kemudian memindahkan hasil disalah satu register. .
Pada CX-Programmer terdapat 8 buah kontak NO sebagai inputan 6
diantaranya adalah

adalah Push Button tiap fungsi aritmatik, 2 diantaranya

adalah sebagai ON/OFF dan Clear, 7 kontak NO, dan 1 fungsi DIFU, 1 Fungsi
KEEP, dan 3 fungsi MOV. Pada CX-Desingner sendiri terdapat 8 buah Push
Button, 1 Lampu indicator, 3 buah Numeral Display Input.

3. Program PLC (Ladder Diagram)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

4. CX-Designer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

5. Simulasi
o Ketika tombol ON/OFF ditekan maka fungsi DIFU dan membuat
indicator menyala dan calculator siap bekerja.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Ladder diagram ketika kolom angka 1 dan 2 belum diisi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian kolom angka 1 dan 2 di isi

o Ladder Diagram setelah kolom di isi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol operasi tambah ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi pertambahan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol operasi kurang ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi pengurangan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Kemudian tombol operasi kali ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi perkalian

o Kemudian tombol operasi bagi ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi pembagian

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol operasi pangkat ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi pangkat 2 dan kolom angka 2 akan 0 karena tidak
digunakan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Kemudian tombol operasi akar ditekan maka kolom hasil akan otomatis
mengeluarkan hasil operasi akar pangkat dan kolom angka 2 akan 0 karena
tidak digunakan

o Kemudian tombol clear ditekan maka semua kolom akan 0

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Kemudian tombol ON/OFF ditekan kembali maka indicator padam dan


calculator tidak dapat digunakan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
6. Analisa
Pada Praktikum Calculator ini rangkaian cukup simple karena cukup 1 Push
Button sebagai pemicu suatu operasi matematika agar dapat bekerja. Sebelum
melakukan operasi matematika kolom angka 1 dan angka 2 harus diisi terlebih dahulu
karena bilangan tersebutlah yang akan di operasikan. Sebagai contoh ketika Push
Button TAMBAH (I: 1.03) ditekan maka akan menambahkan isi register D40 dengan
isi D50 dan hasil akan di keluarkan pada D60, cara kerja tersebut bekerja sama halnya
dengan operasi pengurangan, perkalian dan pembagiaan terkecuali dengan operasi
akar pangkat yakni dengan intruksi SQRT dimana kolom angka 2 ketika ditekan akan
berisi 0.00 karena kolom tersebut tidak digunakan program hanya akan mencari hasil
dari akar pangkat pada register D40, sistem kerja seperti itu bekerja sama halnya pada
operasi pangkat 2 dimana program akan mengalikan nilai pada register D40 dengan
nilai pada register D40 juga sehingga seperti operasi pangkat 2.
Program dilengkapi dengan intruksi DIFU agar 1 tombol dapat berfungsi
menjalankan sistem Calculator dan menonaktifkan fungsi Calculator, selain itu
program juga dilengkapi sistem Clear dimana tombol Clear mengirim nilai 0.00 pada
register D40, D50 dan D60 dengan fungsi MOVL.
2.7. Design pada PDF
Praktikum Design adalah praktikum yang merujuk pada file pdf bawaan dari
penginstallaan CX-Designer dimana praktikum benar-benar mengikuti petunjuk pada
isi file pdf, design pada pdf ini sendiri adalah untuk melatih dasar-dasar membuat
design pada CX-Designer dan pembuatan Design pada pdf ini juga tidak melibatkan
program yang biasanya dibuat terlebih dahulu pada CX-Programmer.
Berikut tempat penyimpanan file pdf bawaaan dari software CX-Designer
tersebut.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Klik All Progrma kemudian Klik folder OMRON kemudian Klik folder CXOne

o Cari Folder Introduction Guide Library dan Klik File PDF CX-Designer
Introduction Guide

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Membuat design sebagai berikut

o Pada ON/OFF pengalamatan harus disamakan dengan Bit Lamp karena tidak
melibatkan program pada CX-Programmer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Membuat Button pemilihan bahasa antara English dan Dutch

o Membuat Design tampilan indicator alarm dan transfer nilai

o Membuat Design tampilan indicator alarm dan transfer nilai

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

o Membuat Design tampilan pop up virtual alarm

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)

Simulasi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 2


CX Programmer & CX Designer (OMRON CP1H & HMI)
o Dan simulasi Program CX-Designer pun siap dijalankan