Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN

PRAKTIKUM
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL 3

Disusun Oleh :
Adet Wildan
Amalia Putrieka
fUzz1e m4oL1d4h 49u5t1n4
Hendi Setiawan

213341001
213341004
xxxxxxxxx
214341087

TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA


POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG
2014
Jl. Kanayakan No. 21, DAGO 40135, Tromol Pos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA
Phone :+62 022 2500241 Fax : +62 022 2502649
Homepage : http ://www.polman-bandung.ac.ide-mail : sekretariat@polman-bandung.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Programmable Logic Controller adalah sistem elektronik yang beroperasi secara digital
dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori
yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal suatu rangkaian yang menjabarkan
logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau
proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog
Sebuah PLC (kepanjangan dari Programmable Logic Controller) adalah sebuah alat pada
sistem kontrol proses konvensional yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan
relai agar suatu rangkaian dapat diakatakan lebih sederhana atau lebih mudah untuk digunakan.
Pengguna membuat program untuk mengatur bekerjanya suatu rangkaian (yang umumnya
dinamakan diagram tangga atau ladder diagram) yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang
bersangkutan.
Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan
sistem kontrol proses konvensional, antara lain:

Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional, jumlah kabel yang dibutuhkan
bisa berkurang hingga 80%.

PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses
konvesional (berbasis relai).

Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian kesalahan


yang mudah dan cepat.

Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan
mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program, baik melalui
terminal konsol maupun komputer PC.

Tidak membutuhkan spare part yang banyak.

Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional, khususnya dalam kasus


penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional prosesnya cukup
kompleks.

Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relai auto-mekanik.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu
melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program
yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan actuator
atau peralatan lainnya.
Kali ini kami menggunakan PLC Trainer (PLC-200) sebagai pembelajaran dalam PLC 3
ini.

Kontrol PLC semakin tersebar luas pada aplikasi kontrol industri.


PLC-200 PLC Trainer adalah peralatan lab mandiri yang menyediakan unit utama dari PLC,
variasi dari modul i/o dan simulasi I/O.
PLC main unit pada SIEMENS S7-200 menyediakan kumpulan instruksi yang lengkap.
Instruksi pada SIEMENS S7-200 termasuk macam-macam fungsi, seperti data move, data shift,
data operasi logika, konversi kode, fungsi I/O, dan fungsi table.
Modul I/O yang terrakit meliputi saklar-saklar input digital, BCD Thumbwheels, keypad,
motor step, rotary encoder, display 7-segment dan DC motor. Dengan modul ini prinsip yang
biasa dipakai di indusrti dapat dipelajari.
PLC-200 merupakan trainer PLC menyediakan media pengembangan dan pemrograman
sistem kontrol menggunakan diagram ladder yang umum digunakan. Dengam berbasis windows
IDE Software STEP 7-Micro/WIN menyediakan fungsi-fungsi dari pengelolaan proyek, program
editingladder, PLC saat mode monitoring, pencetakan ladder diagram.

Fitur pada PLC-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Spesifikasi utama
1. AC Power Supply : 100V-240V AC, 50/60 Hz
2. PLC main unit: SIEMENS SIMATIC S7-200 CPU 224

14 Input (I0.0-I0.7 dan


I1.0-I1.50)

10 Output (Q0.0 - Q0.7


dan Q1.0-Q1.1

3. 6 counter kecepatan tinggi


4. Timer :
4

1ms

16

10ms

236

100ms

5. Port komunikasi :RS-485


6. Satu display 7-segment 4 digit
7. Satu saklar thumbwheel 4 digit
8. Satu step motor
9. Satu encoder
10. Satu motor DC 24 V
11. Satu sensor proximity
12. Satu micro switch
13. Satu buzzer
14. Satu keypad 4x4
15. Modul kontrol Lampu lalu lintas
16. Modul alat pengisian tangki
17. Software program berbasis windows (STEP 7-Micro/WIN) agar dapat memodifikasi
program

Perlengkapan lain yang dibutuhkan


1.
2.
3.
4.
5.

PC/laptop
PLC TRAINER (PLC-200)
Software STEP 7 Micro/WIN
Kabel USB/PPI Multi-Master
AC adaptor

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Penjelasan bagian bagian dari Trainer PLC (PLC-200)
Main unit

Model PLC: SIEMENS Programmable Controller SIMATIC S7-200 CPU 224, DC/DC/DC,
tipe transistor output, 24 I/O

Tegangan Masukkan 24 VDC

Indikator-indikator System Fault (SF), RUN, STOP

14 Terminal Input: I0.0-I0.5 dengan indikator LED I0.0-I1.5

10 Terminal output:Q0.0-Q1.1

Terminal common : 1L+, 2L+

PORT 0: Connector RS-485

Gambar port Pin 1 : Chassis ground


Pin 2 : Logic Common
Pin 3 : RS-485 Sinyal b
Pin 4 : RTS(TTL)
Pin 5 : Logic Common
Pin 6 : +5 V, resistor seri 100
Pin 7 : +24 V

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Pin 8 : RS-485 Sinyal A
Pin 9 : Protokol 10 bit (input)

Mode Switch dibalik CPU 224 DC/DC/DC


Run : CPU dalam mode run dan sedang eksekusi program
Stop : Cpu berhenti
Term : Hasil program dapat dioperasikan
Pengaturan secara analog : untuk meningkatkan atau mengurangi nilai dari
Special Memory(SM) yang tersimpan. Nilai nilai ini dapat digunakan untuk
memperbaharui

nilai dari timer atau counter, atau dapat digunakan untuk

mengatur batas.
*Catatan : Ketika menggunakan Trainer PLC (PLC-200), Mode Switch tempatkan pada
posisi RUN dan abaikan pengaturan analognya
Modul Input

I0.0-I0.7 dan I1.0-I1.5 : Terminal Input

C : Terminal Common

14 toggle switch (ON, OFF, (ON)) digunakan untuk simulasi input. Setiap switch dapat
diprogram sebagai input yang berlainan. Switch-switch ini tidak membutuhkan
sambungan dan dapat digunakan untuk pengembangan program dan troubleshooting.

*Catatan : (ON) mewakili momentary contact. Untuk memasukkan input pulsa dengan
caratarik sedikit ke bawah dan lepas switch.
Modul Ouput

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

RQ0.0-RQ1.1 : Output Relay Terminals

RC0 : Terminal Common dari output relay RQ0.0 dan RQ0.1

RC2 : Terminal Common dari output relay RQ0.2 RQ0.5

RC6 : Terminal Common dari output relay RQ0.6, RQ0.7, RQ1.0 dan RQ1.1

SW5 : Mengaktifkan dan mematikan output relay RQ0.0-RQ0.1

SW6 : Mengaktifkan dan mematikan output relay RQ0.2 RQ0.5

SW7 : Mengaktifkan dan mematikan output relay RQ0.6-RQ0.7, RQ1.0 dan RQ1.1

*Catatan : 10 output relay sudah terhubung dalam trainer dengan output pada main unit. Karena
output relay tidak didisain untuk beroperasi dengan arus khusus seperti 110 VAC atau 24VDC,
sehingga dapat digunakan untuk mengontrol bermacam-macam beban dan tipe sinyal. Beban
dapat berupa relay coils, motor starters, solenoid valves, annunciation devices, dan indicator
lights.

Modul Step Motor


Step motor memiliki besar sudut langkah yaitu7,5/step atau 48 step/revolusi

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

DIR : Directional ControlInput digunakan untuk mengendalikan arah dari putaran step
motor

CK : Input Clock

Modul Encoder

A,B : Output Fasa A dan B

SW2 :Enable switch. Switch ini digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan modul
step motor

Modul Step Motor dan Encoder

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Kombinasi dari step motor dan encoder digabungkan dengan gear belt.
Modul Micro Switch/ 24 Motor/ Proximity sensor

N.C. : kontak Normally Close dari Micro Switch

COM : Kontak Common dari Micro Switch

N.O. : Kontak Normally Open dari Micro Switch

M+ : 24 V positive power supply pada DC motor

M- : 24 V negative power supply pada DC motor

PS : Output Proximity Sensor

Speed Adj : Pengaturan kecepatan untuk 24 V DC motor

Modul Buzzer

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

BZ+ : Terminal input alarm +

BZ- : Terminal input alarm

Modul Transistor Output

Q0.0 : Terhubung langsung dengan output Q0.0 pada main unit

Q0.1 : Terhubung langsung dengan output Q0.1 pada main unit

Modul 7-segment Display

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

4 digit 7-segment LED Display

SW8 :Enable Switch. Switch ini digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan modul 7Segment display.

Pada trainer , data line dari BCD telah terhubung dengan output PLC (Q0.2 Q0.5) dan
digit latch lines terhubung dengan output (Q0.6 Q1.1)

Modul Thumbwheel Switch

4 digit saklar push button dari input BCD

Pada trainer, 4 data lines dari BCD telah terhubung dengan inut PLC (I1.2 I1.5) dan 4
digit scan lines telah terhubung dengan output PLC (Q0.0 Q0.3).

Modul Keypad

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

4x4 matrix keyboard terdiri atas 10 numerical keys(0 - 9) dan 6function keys (F1
F6). Pada trainer, 4 kolom dari keypad telah terhubung dengan input PLC (I0.6 I1.1)
dan 4 baris telah terhubung dengan output PLC (Q0.0 Q0.3)
Modul Tank-Filling Device

I0.2 : Simulasi inlet valve dari tank #1

I0.3 : Simulasi outlet valve dari tank #1

I0.4 : Simulasi inlet valve dari tank #2

I0.5 : Simulasi outlet valve dari tank #2

L6 : Indikator penuh dengan LED dari tank #1, telah terhubung dengan output Q0.6

L7 : Indikator kosong dengan LED dari tank #1, telah terhubung dengan output Q0.7

L8 : Indikator penuh dengan LED dari tank #2, telah terhubung dengan output Q1.0

L9 : Indikator kosong dengan LED dari tank #2, telah terhubung dengan output Q1.1

SW4 :Enable Switch. Switch ini digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan modul.

Modul Traffic Light

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

L0, L1, L2 :Side Street Llights (hijau, kuning, dan merah) yang telah terhubung dengan
output Q0.0, Q0.1, dan Q0.2 secara berurutan.

L3, L4, L5 :Main Street Lights (hijau, kuning, dan merah) yang telah terhubung dengan
output Q0.3, Q0.4, dan Q0.5 secara berurutan.

SW3 :Enable Switch. Switch ini digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan modul.

Modul Power Supply

DC Power Input : 24 VDC dan 5VDC dari AC adaptor

SW1 : Power Switch

DC 24V Output : 24 VDC power supply untuk memberikan daya untuk alat-alat external

Indikator

Expansion

Indikator
dan

trainer menyala
Extension

untuk

port I/O

Port Expansion digunakan untuk modul I/O external. Port Extension I/O adalah untuk
kabel penyambung digital dari PLC unit. Pin dari port extension langsung terhubung dengan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
input PLC, terminal output, dan power supply. Jika memasukkan tegangan dan arus tinggi pada
input dan output, maka PLC main unitakan rusak.
Berikut Kabel dan sambungan yang digunakan:

Kabel adaptor

Kabel USB to Serial


Program STEP 7-Micro/WIN
Tampilan Awal

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Cara mengatur komunkasi antara PC dengan trainer PLC (PLC-200)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Klik dua kali

Klik Communications

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Klik Set PG/PC Interface

Pilih PC/PPI cable (PPI)


Klik Properties

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Pastikan Connection
to padaUSB
Klik OK

Ketika PC sudah terhubung dengan Trainer PLC (PLC-200), maka tipe PLC harus diubah
sesuai dengan yang digunakan dengan cara :

Klik dua kali

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Akan muncul tipe PLC


yang sesuai

Penjelasan

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Main Menu

Toolbar

Program

Instruction

Navigation Bar

Main Menu

: Berisi Menu-menu utama dan sub menu dari menu utama

Toolbars

: Berisi jalan pintas untuk perintah yang biasa digunakan. Toolbars yang

ada dapat disembunyikan atau ditampilkan sesuai yang dibutuhkan

Program Editor : Berisi program dan tabel variabel lokal. Subroutines dan Interrupt
routines muncul sebagai tab pada bagian bawah jendela program editor

Subroutine

Interrupt routine
Instruction Tree : Menampilkan seluruh objek dalam projek dan instruksiinstruksi untuk membuat program kontrol yang diinginkan. Masingmasing instruksi dapat dimasukkan ke dalam program kita dengan cara di
drag and drop atau dengan di klik 2 kali

Navigation Bar : Menampilkan ikon-ikon untuk mengakses fitur


pemrograman dari step 7-Micro/WIN

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Untuk running dan stop


program

Untuk download
program ke Trainer
PLC

Untuk mengetahui status


dari program yang dibuat

Penjelasan Instruksi pada Program STEP 7 - Micro/WIN


Kontak kontak yang digunakan dalam Program STEP 7 Micro/WIN
1. NO (Kontak Intruksi Standart)
2. NC (Kontak Intruksi Standart)
3. NO (Kontak Intruksi Immediate)
4. NC (Kontak Intruksi Immediate)
5. NOT (Intruksi NOT)
6. Kontak Intruksi Transisi Positive
7. Kontak Intruksi Transisi Negative

Special Memory (SM)


Bit Spesial Memory menyediakan variasi dari fungsi status dan fungsi control,
dan juga melayani yang artinya informasi komunikasi antara S7-200 dan progam yang
dibuat. Bit special memory dapat digunakan sebagai bits, byte, words, atau double
words.
Bit Spesial Memory menyediakan sebagai informasi komunikasi antara CPU dan
program yang dibuat. Bit ini dapat digunakan untuk memilih dan mengontrol beberapa
dari fungsi special dari S7-200 CPU, seperti :Sebuah bit menyala untuk pertama kali
untuk scan cycle, sebuah bit itu sebagai toggle di sebuah fixed rate, atau bit tersebut
menunjukan status dari perhitungan atau intruksi operasional. Dapat juga mengacces bit
SM sebagai bits, bytes, words atau double words :
Bit: SM[byte address].[bit address]; contohnya: SM01
Byte, word, atau double word: SM[size][starting byte address]: contohnya SMB86
Table Bit Spesial Memory (read Only)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

SM0.0
SM0.1
SM0.2
SM0.3
SM0.4
SM0.5
SM0.6
SM0.7

SMB0
Always on
First scan
Retetntive data los
Power up
30s off / 30s on
0,5s off / 0,5s on
Off 1 scan/on 1 scan
Switch in RUN position

SM1.0
SM1.1
SM1.2
SM1.3
SM1.4
SM1.5
SM1.6
SM1.7

SMB1
Result of operation = 0
Overflow or illegal value
Negative result
Division by 0
Table full
Table empty
B to binary conversion error
ASCII to hex conversion error

SMB0 mengandung 8 bit status (SM0.0 sampai SM0.7) itu akan terus berkembang oleh
S7-200

On Delay dan Retentive On-Delay Timer


On-Delay Timer (TON) dan Retentive On-Delay Timer (TONR) adalah sebuah
intruksi penghitung waktu ketika masukan (input) di berikan/menyala. The Timer
Number (Txx) menentukan resolusi dari pewaktu. dan resolusi (yy ms) juga di tunjukan
dalam sebuah kotak intruksi.
Off-Delay timer (TOF)
Off-Delay timer (TOF) digunakan untuk menunda hidupnya sebuah keluaran
(Output), untuk sebuah perbaikan perioda dari waktu setelah input mati. The Timer
Number (Txx) menentukan resolusi dari pewaktu. dan resolusi (yy ms) juga di tunjukan
dalam sebuah kotak intruksi.
Type
TON

Arus>=Preset
Bit pewaktu

Input (IN)
On: Nilai Arus waktu hitung

Power Cycle/First Scan


Bit pewaktu mati

menyala arus

Off: bit pewaktu mati, nilai

Nilai arus = 0

terus menghitung

arus = 0

TON

sampai 32,767
Bit pewaktu

On: Nilai Arus waktu hitung

Bit pewaktu mati

menyala arus

Off: bit pewaktu mati, nilai arus

Nilai arus dapat di

terus menghitung

maintain keadaan terakhir

maintained.

sampai 32,767
Bit pewaktu mati

On: bit pewaktu on, nilai

Bit pewaktu mati

TOF

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
arus = Preset

arus = 0

Nilai arus = 0

berhenti

Off: waktu hitung setelah

menghitung

transisi dari menyala ke mati

Intruksi TON dan TONR waktu hitung ketika input menyala. ketikanilai arus sama
dengan atau lebih besar dari waktu preset, bit pewaktu menyala.
1. nilai arus dari timer TON sudah selesai ketika input mati, dimana nilai arus dari
timer TONR dipelihara ketika input mati.
2. timer TONR dapat digunakan untuk akumulasikan waktu ketika input menyala dan
mati menggunakan intruksi reset (R) untuk mengclearkan nilai arus dari TONR
3. timer TON dan TONR terus menghitung setelah reset tercapai dan mereka akan
berhenti menghitung pada saat nilai maksimum dari 32,767
Resolusi dari timer
waktu hitung time intervals. resolusi (base waktu) dari timer menentukan jumlah
dari waktu dari setiap interval. contohnya. sebuah TON dengan resolusi 10 ms
menghitung nomor dari interval 10 ms that elapse setelah TON dapat : menghitung dari
50 dalam 10ms timer presents 500ms. timer simatic telah tersedia di 3 resolusi: 1ms,
10ms, dan 100ms. dapat dilihat dalam table 3-2-3, the timer number menentukan
resolusi dari timer.
Tabel timer number dan resolusi
Tipe timer
TONR
TON, TOF

resolusi
1ms
10ms
100ms
1ms
10ms
100ms

Nilai maksimum
32,767 sec(0,546 min)
327,67 sec (5,46 min)
3276,7 sec (54,6 min)
32,767 sec(0,546 min)
327,67 sec (5,46 min)
3276,7 sec (54,6 min)

Timer number
T0,T64
T1 to T4, T65 to T68
T5 to T31, T69 to T95
T32, T96
T33 to T36, T97 to T100
T37 to T63, T101 to T255

catatan :
time number (Txx) yang sama tidak dapat di bagikan untuk sebuah Off-delay
timer

(TOF)

dan

On-delay

timer

(TON).

contohnya

kamu

tidak

boleh

mempunyai/menempatkan kedua time number seperti TON T32 dan TOF T32
untuk menjamin bahwa output dari timer self-resetting telah menyala untuk mengescan
setiap waktu timer mencapai nilai preset, menggunakan kontak NC dari bit pewaktu
sebagai input ke timer.
Fungsi Pulse Train Output (PTO)

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
PTO menyediakan sebuah output gelombang square (50% duty cycle) untuk
nomer yang ditentukan dari pulsa dan sebuah waktu cycle yang ditentukan. Kamu dapat
menentukan jumlah dari pulsa dan waktu cycle yang mengacu pada table 3-2-4
Ditunjukan dalam table 3-2-4, penentuan waktu cycle kurang dari dua unit waktu
menghasilkan sebuah pulsa dengan waktu cycle sama dengan dua unit waktu. Penentuan
pulsa hitung sama dengan nol menghasilkan output satu pulsa.
Table 3-2-4 pulsa hitung dan waktu cycle di fungsi PTO
Pulsa hitung/ waktu cycle
Waktu cycle
Pulsa hitung (jumlah dari pulsa)
Waktu cycle < dua unit waktu
Pulsa hitung = 0

Deskripsi
10s sampai 65,535s atau 2 ms sampai 65,535ms
1 sampai 4.294.967.295
Waktu cycle semula dua unit waktu
Pulsa hitung semulanya 1 pulsa

Pulse Width Modulation (PWM) Function


PWM menyediakan output waktu cycle yang benar dengan sebuah variable duty
cycle. Kamu dapat menentukan waktu cycle dan lebar pulsa yang mengacu pada table 32-5
Ditunjukan di table 3-2-5, pengaturan lebar pulsa sama dengan waktu pulsa ( yang
membuat duty cycle 100%) sehingga output terus berlanjut. Pengaturan lebar pulsa
samapi 0 (yang membuat duty cycle 0%) giliran output mati.
Table 3-2-5 waktu lebar pulsa dan waktu cycle di fungsi PWM
Waktu Lebar Pulsa/ waktu Cycle
Waktu cycle

Deskripsi
10s sampai 65,535s atau 2 ms sampai

Waktu lebar pulsa

65,535ms
0s sampai 65,535s atau 0 ms sampai

Waktu lebar pulsa>= nilai waktu cycle

65,535ms
Duty cycle 100% dan output menyala

Waktu lebar pulsa = 0


Waktu cycle < 2 unit waktu

terus menerus
Duty cycle )% dan output mati
Waktu cycle semula dua unit waktu

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

Table 3-2-6 lokasi Spesial memory (SM) dari register control PTO/PWM
Q0.0
SM66.4

Q0.1
SM76.4

Status Bits
PTO profile aborted (delta calculation error); 0 = no error, 1 =

SM66.5
SM66.6

SM76.5
SM76.6

aborted
PTO profile aborted due to user command: 0 = no abort, 1 = aborted
PTO pipeline overflow/underflow; 0 = no overflow, 1 =

SM76.7
Q0.1
SM77.0

overflow\underflow
PTO idle: 0 = in progress, 1 = PTO idle
Control Bits
PTO/PWM update the cycle time; 0 = no update, 1 = update cycle

SM67.1

SM77.1

time
PWM update the pulse width time 0 = no update; 1 = update pulse

SM67.2

SM77.2

width
PTO update the pulse count value; 0 = no update, 1 = update pulse

SM67.3
SM67.4
SM67.5
SM67.6
SM67.7
Q0.0
SMW68
SMW70
SMD72
SMB168

SM77.3
SM77.4
SM77.5
SM77.6
SM77.7
Q0.1
SMW78
SMW60
SMD82
SMB176

count
PTO /PWM time base; 0 = 1/tick; 1 = ms/tick
PWM update method; 0 = asynchronous, 1 = synchronous
PTO single/multiple segment operation 0 =single, 1 = multiple
PTO/PWM mode select 0 = PTO, 1 = PWM
PTO/PWM enable 0 = disable, 1 = enable
Other PTO/PWM Register
PTO/PWM cycle time value (2 to 65.535)
PWM pulse width value (0 to 65.535)
PTO pulse count value (1 to 4.294.967.295)
Number of the segment in progress, multiple-segment PTO

SMW176

operation only
Starting location of the profile table (byte offset from V0), multiple

SMB160
SMB181
SMD182

segment PTO operation only


Linear profile status byte
Linear profile result register
Manual mode frequency register

SM66.7
Q0.0
SM67.0

SMW168
SMB170
SMB171
SMD172

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Table 3-2-7 PTO/PWM control byte reference
Control
Registe
r (Hex)

Result Of Executing the PLS Intruction


Enabl
Selec
PTO
PWM
e

Segment

Updat

Mode

Operatio

Metho

Time Base

Pulse

Pulse

Cycle

Count

Width

Time

d
16#81
16#84
16#85
16#89
16#8C
16#8D
16#A0
16#A8
16#D1
16#D2
16#D3
16#D9
16#DA
16#DB

Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes

PTO
PTO
PTO
PTO
PTO
PTO
PTO
PTO
PWM
PWM
PWM
PWM
PWM
PWM

single
single
single
single
single
single
Multiple
Multiple
Sync
Sync
Sync
Sync
Sync
Sync

1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1s/cycle
1ms/cycle
1ms/cycle
1ms/cycle

Load
Load
Load

Load
Load

Load
Load

Load
Load
Load
Load
Load
Load

Load
Load
Load

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

BAB II
PRAKTIKUM
A. Kasus Pengaplikasian Motor Stepper dengan syarat :
Keyped 8 sebagai tombol start dan stop
Keypad 9 sebagai tombol putaran motor stepper CW dan CCW
Keypad F1 sebagai tombol speed up (penambah kecepatan setiap kali ditekan)
Keypad F2 sebagai tombol speed down (pengurang kecepatan setiap kali ditekan)
Tujuan :
Mahasiswa dapat menggunakan software PLC Step 7-Micro/WIN
Mahasiswa dapat membuat program Ladder Motor Stepper sesuai dengan
prinsip kerja yang telah diberi persyaratan sebelumnya.
Mahasiswa dapat membuat wiring PLC Siemen S7-200
Mahasiswa dapat mentransfer program Ladder ke PLC Siemen S7-200
1) Deskripsi
Pada praktikum PLC 3 ini merupakan pengaplikasian motor stepper terdiri dari 4 buah
perintah atau syarat yaitu start dan stop dengan 1 Keypad nomor 8, putaran motor CW dan CCW
dengan 1 Keypad nomor 8, penambahan kecepatan dengan 1 Keypad nomor F1, pengurangan
kecepatan dengan 1 Keypad nomor F2. Rangkaian ini terdiri dari 4 input dan 1 output utama
sebagai pengontrol utama.
Pada saat switch I0.6 yang merupakan keypad nomor 8 ditekan maka motor akan berputar
(ON/START) dan ketika keypad nomor 8 ditekan kembali maka motor akan berhenti berputar
(OFF/STOP).

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
Pada saat switch I0.7 yang merupakan keypad nomor 9 ditekan maka motor akan berputar
berlawanan arah dengan arah putaran sebelumnya dan begitu selanjutnya jika ditekan kembali.
Pada saat switch I1.0 yang merupakan keypad nomor F1 ditekan maka motor akan
bertambah kecepatannya (SPEED UP), dimana setiap 1 tekanan motor akan mengalami kenaikan
kecepatan.
Pada saat switch I1.1 yang merupakan keypad nomor F2 ditekan maka motor akan
berkurang kecepatannya (SPEED DOWN), dimana setiap 1 tekanan motor akan mengalami
penurunan kecepatan.
2) Input/Output

3) Ladder Diagram

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

6) Analisa
Analisa Program Ladder

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

1. Network 1
SM0.1 digunakan untuk first scan, yang akan mengaktifkan MOV_B. MOV_B itu sendiri
digunakan untuk memindahkan data desimal 1 ke QB0.
NO C1 digunakan untuk mengaktifkan MOV_B saat counter mencapai hitungan yang telah
diatur pada PV (preset value) yaitu 2, yang nantinya difungsikan sebagai reset scan /
mengulang siklus scanning.

2. Network 2
SM0.1 digunakan untuk first scan, yang akan mengaktifkan MOV_B. MOV_B itu sendiri
digunakan untuk memindahkan data desimal 0 ke MB1.

3. Network 3
Barisan NC dari I0.6, I0.7,I1.0, dan I1.1 digunakan untuk prasyarat menghentikan siklus
scanning, saat NC tersebut aktif ketika scanning baris telah mengaktifkan kontak NC dari kolom
tersebut, maka jalur akan terputus sehingga proses pemutusan timer (T32) terjadi dan proses
scanning terhenti.
NC Q15.7 digunakan untuk me-reset timer (T32), terjadilah proses scanning berkala dengan
periode 100 ms, yang didapat dari PT T32 yang diatur 100 sedangkan T32 adalah 1 ms.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

4. Network 4
NO T32 digunakan untuk menyalakan output Q15.7, sehingga kontak NO/NC Q15.7
akan mengikuti kondisi output Q15.7.

5. Network 5
NO Q15.7 digunakan untuk mengkatifkan SHL_B, dimana SHL_B/Shift Register Left data byte
diatur untuk menggeser QB0 sejumlah 1 bit kekiri dan hasilnya akan disimpan di QB0, dimana
QB0 pada network 2 telah diatur dengan nilai 1 desimal, sehingga QB0 akan tergeser 1 bit.
NO P (pulse) digunakan untk membatasi periode aktifnya SHL_B seingga data dipastikan akan
tergeser 1 bit.

6. Network 6
NO Q15.7 digunakan untuk membangkitkan penghitungan CU counter (C1).
NO P (pulse) digunakan untuk membatasi periode aktifnya penghitungan CU (counter up),
sehingga dipatikan perhitungan hanya akan terjadi satu kali masuk dalam satu periode aktifnya
Q15.7.
NO C1 digunakan untuk me-reset counter (C1) saat hitungan sudah mencapai nilai yang sudah
diatur pada PV (preset value) yaitu 2.
SM0.1 digunakan untuk first scan, yaitu untuk me-reset counter saat pertama diaktifkan.
Counter C1 diatur PV sama dengan 2

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

7. Network 7
NO Q0.2 digunakan untuk scanning baris 3 dari bawah pad keypad 4x4.
Barisan NC I0.7,I1.0,I1.1 digunakan untuk prasyarat pemutus jalur saat salah satu kolom aktif,
NO I1.1 digunakan untuk mengaktifkan scanning kolom 1, yang akan mengaktifkan M0.0
sebagai memory atau kontak utama untuk system kerja start dan stop.
Barisan NC I0.6,I1.0,I1.1 digunakan untuk prasyarat pemutus jalur saat salah satu kolom aktif,
NO I1.1 digunakan untuk mengaktifkan scanning kolom 2, yang akan mengaktifkan M0.1
sebagai memory atau kontak utama untuk system putaran motor CW dan CCW.
Barisan NC I0.6,I0.7,,I1.1 digunakan untuk prasyarat pemutus jalur saat salah satu kolom aktif,
NO I1.1 digunakan untuk mengaktifkan scanning kolom 3, yang akan mengaktifkan M0.5
sebagai memory atau kontak utama untuk system speed up.
Barisan NC I0.6,I0.7,I1.0, digunakan untuk prasyarat pemutus jalur saat salah satu kolom aktif,
NO I1.1 digunakan untuk mengaktifkan scanning kolom 4, yang akan mengaktifkan M0.6
sebagai memory atau kontak utama untuk system speed down.

8. Network 8
Pada Network ini merupakan ladder system start dan stop dimana switch I6.0 (Keypad nomor 8)
ketika ditekan akan mengaktifkan M0.0 dan membuat fungsi set reset pada M0.3 bekerja, pada
fungsi hanya memanfaatkan switching dari kontak M0.3 dengan bantuan fungsi P pada line.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

9. Network 9
Pada Network ini merupakan system pembangkitan putaran motor dengan cara memberikan nilai
frekuensi yang bervariasi yakni pada register AC0 dimana nila AC0 akan terisi oleh fungsi
INCREMENT, DECREMENT dan MOVE. SM0.0 sendiri merupakan special memory yang
selau aktif (Always On) ketika module PLC mendapat sumber tegangan.

10. Network 10
Pada Network ini merupakan system untuk menjalankan fungsi speed down, fungsi INC_B
sendiri adalah increment dimana setiap mendapat sinyal 1 kali maka nilai pada AC0 akan
bertambah 1, nilai AC0 ini berbanding terbalik dengan putaran motor jika AC0 semakin besar
maka putaran motor akan semakin menurun sehingga setiap M0.6 aktif yakni ketika Keypad F2
ditekan nilai AC0 akan bertambah dan membuat putaran motor semakin menurun.

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

11. Network 11
Pada Network ini merupakan system untuk menjalankan fungsi speed up, fungsi DEC_B sendiri
adalah decrement dimana setiap mendapat sinyal 1 kali maka nilai pada AC0 akan berkurang 1,
nilai AC0 ini berbanding terbalik dengan putaran motor jika AC0 semakin kecil maka putaran
motor akan semakin bertambah sehingga setiap M0.5 aktif yakni ketika Keypad F1 ditekan nilai
AC0 akan berkurang dan membuat putaran motor semakin bertambah.

12. Network 12
Pada Network ini merupakan system untuk membalik putaran motor (CW atau CCW), ladder
diagram dibentuk sama dengan system start dan stop tetapi fungsi Set Reset disini tergantung
dari M0.1 yang akan aktif ketika Keypad 9 ditekan. Memory M0.4 sendiri digunakan untuk
mengaktifkan output Q1.1 dimana Q1.1 ini pada wiring terhubung dengan DIR (untuk membalik
putaran motor stepper).

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200

13. Network 13
Pada Network ini merupakan system untuk membuat motor berhenti berputar dimana frekuensi
disetting dengan nilai 0, fungsi ini bekerja memanfaatkan switching memory M0.3 yang
tergantung dari system start dan stop.

14. Network 14
Pada Network ini merupakan system untuk setting awal kecepatan motor ketika diaktifkan
dimana AC0 langsung diisi 12 ketika M0.0 aktif yakni ketika Keypad 8 ditekan.

15. Network 15
Pada Network ini merupakan system lanjutan dari Network 12 dimana memory M0.4 adalah
fungsi start dan stop ketika keypad 9 ditekan dan Q1.1 sendiri pada wiring dihubungkan ke DIR
(fungsi untuk membalik putaran motor stepper).

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
PLC (Programmable Logic Control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk
menggantikan rangkaian sederetan relay yang dijumpai pada sistem kontrol proses
konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor yang
terkait), kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan,
yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logik, 0 atau 1, hidup atau
mati). Program yang dibuat umumnya dinamakan ladder diagram yang kemudian harus
dijalankan oleh PLC yang bersangkutan.
PLC-200 Trainer adalah peralatan lab mandiri yang menyediakan unit utama dari
PLC, variasi dari modul I/O dan simulasi I/O.
PLC main unit pada SIEMENS S7-200 menyediakan kumpulan instruksi yang lengkap.
Instruksi pada SIEMENS S7-200 termasuk macam-macam fungsi, seperti data move,
data shift, data operasi logika, konversi kode, fungsi I/O, dan fungsi table.
Pada program yang dibuat kali ini adalah pengaplikasian Motor Stepper dengan
syarat dijalankan melalui keypad dan setiap tombol pada keypad mempunya fungsi
masing-masing diantaranya :
a. Keyped 8 sebagai tombol start dan stop
b. Keypad 9 sebagai tombol putaran motor stepper CW dan CCW
c. Keypad F1 sebagai tombol speed up (penambah kecepatan setiap kali ditekan)
d. Keypad F2 sebagai tombol speed down (pengurang kecepatan setiap kali ditekan)
Untuk dapat menjalankan setiap fungsi diatas kita harus memahami diantaranya :
Paham bagaimana membentuk system start dan stop dengan 1 tombol.
Paham wiring untuk dapat membalik putaran motor stepper pada modul PLC.
Paham fungsi Decrement sebagai pemicu system kerja speed up motor stepper.
Paham fungsi Increment sebagai pemicu system kerja speed down motor stepper.
B. Saran
Setelah melewati minggu Praktikum PLC 3, ada beberapa saran, yaitu :
a. Untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai pemrograman PLC Siemens,
mahasiswa disarankan untuk lebih aktif bertanya kepada dosen atau instruktur

LAPORAN PRAKTIKUM PLC 3


SIEMENS S7-200
b. Membaca dan mempelajari manual book sangat dianjurkan, karena banyak sekali
informasi yang didapat dari sana.
c. Mencoba proyek kelompok lain dan membuat proyek baru diluar proyek yang
diberikan untuk kelompok sendiri akan lebih membantu untuk mendalami mengenai
pemrograman Siemens
Demikian yang dapat kami sampaikan pada laporan praktikum PLC3 ini, kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan demi terwujudnya laporan yang lebih baik lagi.