Anda di halaman 1dari 13

TAK STIMULASI PERSEPSI

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

Disusun oleh :
Dwi Handayani Sundoro
Fitri Octavia Hadi P
Ida Maryati Tri R
Adelia Rochma

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

TAK STIMULASI PERSEPSI


MENONTON TELEVISI

I.

LATAR BELAKANG
Pada pasien gangguan jiwa dengan kasus waham, klien mengalami gangguan presepsi
yang sangat mendasar.
Atas dasar tersebut maka kami menganggap dengan therapy aktivitas Kelompok
(TAK) klien dengan gangguan presepsi dapat tertolong dalam hal sosialisasi yang lebih besar
ruang lingkupnya dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti terapi ini
adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari waham sehingga pada saat TAK
klien dapat berkerja sama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.

II.

TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Klien

mempunyai

kemampuan

untuk

menyelesaikan

masalah

yang

diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya


2. TUJUAN KHUSUS

III.

a.

Klien mampu memyebutkan apa yang dilihat

b.

Klien dapat memberikan pendapat terhadap acara tv/video yang ditonton

c.

Klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain

KRITERIA KLIEN
1.

Klien dengan masalah stimulasi persepsi

2.

Klien sudah kooperatif

IV.

PROGRAM SELEKSI
Klien yang dapat mengikuti TAK didapatkan dari :

V.

a.

Berdasarkan pasien kelolaan mahasiswa (kelompok)

b.

Berdasarkan seleksi kelompok

c.

Berdasarkan rekomendasi dari perawat ruangan

URAIAN STRUKTUR KELOMPOK


a.

Tempat

: R 23 Emphaty RSSA

b.

Hari/tanggal

: Sabtu / 16 Januari 2016


2

c.

Waktu

: 10.00 11.00 WIB

d.

Pengorganisasian

Leader

Ida Maryati

Tugas

Sebagai

pembuka

acara,

mengontrol

TAK

dan

sebagai pembawa acara selama kegiatan TAK


Co leader
Tugas

Adelia Rochma
:

Membantu leader mengarahkan dan mengontrol jalannya


TAK

Fasilitator

: Dwi Handayani

Tugas

: Mempersiapkan alat,tempat,dan klien

Observer

: Fitri Octavia H

Tugas

: Memantau dan mengevaluasi hasil selama TAK berlangsung,


dari awal kegiatan sampai proses TAK selesai.

VI.

SETTING TEMPAT
1. Terapis dan klien duduk bersama setengah lingkaran menghadap tv
a. Ketika perkenalan

b. Ketika menonton video

: Fasilitator
3

: Klien
: Televisi
: Leader
: Co Leader dan Observer
2. Ruangan nyaman dan tenang
VII.
1.
2.
3.

ALAT
Televisi dan/atau video player
Kaset video
Buku catatan dan pulpen

VIII.
1.

METODE
Diskusi dan tanya jawab

IX.

RENCANA PELAKSANAAN
N

Terapi

Waktu

Subyektif terapi

O
1

Persiapan :

10 menit

Ruangan,alat,klien

a. Menyiapkan ruangan
b. Menyiapkan alat
c. Menyiapkan pasien
Proses:
a. Membuka proses TAK :
mengucapkan

2 menit

a.

Menjawab salam

b.

memperhatikan

c.

mengikuti TAK

d.

klien mengungkapkan

salam,

memperkenalkan kelompok
b. Menjelaskan kepada klien
tujuan TAK
c. Melaksanakan TAK
d. Mengevaluasi respon klien

5 menit
33 menit
5 menit

perasaannya

Penutup

5 menit

a.

memperhatikan
4

Menyimpulkan dan mengucapkan

b.

menjawab salam

salam
X. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan
a. Memilih dan membuat kontrak dengan klien sesuai dengan indikasi : klien
perubahan sensori persepsi dan klien menarik diri yang telak mengikuti TAKS
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam teraupetik
1) salam dari terapis
2) perkenalan nama, dan panggilan terapis
3) menanyakan nama dan panggilan semua klien
b. Evaluasi/validasi
1) menanyakan perasaan klien saat ini
2) menanyakan masalah yang dirasakan
c. Kontrak
1) menjelaskan tujuan kegiatan , yaitu menoton tv dan bercakap-cakap tentang tv
yang ditonton.
2) menjelaskan aturan main berikut.
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada terapis.
Lama kegiatan 60 menit.
Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Tahap kerja
a. Tentukan acara televisi yang menarik dan mudah dimengerti oleh klien
b. Beri kesempatan bagi klien untuk menonton acara tv selama 10 menit dan setelah
c.
d.
e.
f.
g.

itu TV dimatikan
Tanyakan pendapat seorang klien mengenai acara TV yag telah ditonton
Tanyakan pendapat klien lain terhadap pendapat klien sebelumnya
Berikan pujian / penghargaan atas kemampuan klien memberi pendapat
Ulangi c,d dan e sampai semua klien mendapat kesempatan
Beri kesimpulan tentang acara TV yang ditonton

4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1)Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2)Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut

1)Menganjurkan klien untuk melatih kempampuan mempersepsikan tanyangan


TV tertentu dan mendiskusikannya pada orang lain
2)Membuat jadwal nonton TV
c. Kontrak yang akan datang
1)Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang
2)Menyepakati waktu dan tempat
XI.

EVALUASI DAN DOKUMENTASI


Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlansung, khususnya pada tahap kerja. Aspek

yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. untuk TAK stimulasi
persepsi umum, sesi 1 kemampuan yang diharapkan adalah memberi pendapat tentang acara
TV, memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain dan mengikuti kegiatan sampai selesai.
Formulir evaluasi sebagai berikut.
SESI 1 : TAK
STIMULASI PERSEPSI
Kempampuan persepsi : Menonton TV
No

Aspek yang dinilai


Nama Klien :

Memberi

tentang acara TV
Memberi tanggapan

pendapat

terhadap

pendapat

klien lain
Mengikuti

kegiatan

sampai selesai
Petunjuk :
1. Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK
2. Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda-tanda jika diemukan
pada klien atau x jika tidak ditemukan
Presentasi jumlah klien yang mengikuti kegiatan sesuai dengan yang direncanakan :

- 90% dari jumlah klien mampu menjelaskan/menceritakan tentang video yang


ditampilkan.
- 80% dari jumlah klien mampu menceritakan apa yang ada pada waham.
- 70% dari jumlah klien mampu menterjemahkan perintah permainan
- 70% dari jumlah klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditentukan
- 50% dari jumlah klien mau mengemukakan pendapat tentang therapi aktifitas
kelompok yang dilakukan.

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

Kelompok adalah sekumpulan orang yang saling berhubungan, saling tergantung satu
dengan lainnya dan menyepakati satu tatanan norma tertentu. Individu dalam kelompok
saling pengaruh mempengaruhi dan bertukar informasi melalui komunikasi. Dinamika dalam
kelompok bahkan dapat memfasilitasi perubahan perilaku anggota kelompoknya sehingga
apabila kelompok ini didisain secara sistematis dapat menjadi sarana perubahan perilaku
maladaptive menajdi perilaku adaptif atau bisa difungsikan sebagai terapi. Terapi
menggunakan aktivitas dalam kelompok ini disebut sebagai Terapi Aktivitas Kelompok.
Pasien dengan gangguan jiwa mengalami perubahan perilaku di mana perilaku pasien
bersifat maladaptive, tidak umum, aneh, tidak lazim, dan menimbulkan distress dan gangguan
dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Terapi menggunakan aktivitas dalam
kelompok ini disebut sebagai Terapi Aktivitas Kelompok. Dengan demikian terapi aktivitas
kelompok sebagai bagian dari terapi kelompok sangat penting diterapkan dalam penanganan
pasien gangguan jiwa di masyarakat.

1. Pengertian
Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu jenis terapi kelompok di mana sekelompok
pasien (5-12 orang) bersama-sama melakukan aktivitas tertentu untuk mengubah perilaku
maladaptive menjadi perilaku yang adaptif.
2. Jenis Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
Ada 4 jenis TAK yang sudah dikembangkan yaitu:
a. TAK Sosialisasi
b. TAK Orientasi Realita
8

c. TAK Stimulasi Sensori


d. TAK Stimulasi Persepsi

A. TAK Sosialisasi
TAK sosialisasi adalah TAK dengan aktivitas belajar tahapan komunikasi dengan
orang lain untuk meningkatkan kemampuan dalam berhubungan social. TAK
sosialisasi diindikasikan untuk pasien:

Isolasi Sosial

Kerusakan Interaksi Sosial

Harga diri rendah

Tujuan TAK sosialisasi adalah:


1. Pasien mampu memperkenalkan diri
2. Pasien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
3. Pasien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan topik pembicaraan
5. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang
lain
6. Pasien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
7. Pasien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegaiatan TAK
sosialisasi yang telah dilakukan
9

TAK sosialisasi terdiri dari 7 sesi meliputi:


1. Sesi I : Memperkenalkan diri
2. Sesi II : Berkenalan dengan anggota kelompok
3. Sesi III : Bercakap-cakap dengan anggota
4. Sesi IV : Menyampaikan topik pembicaraan
5. Sesi V : Menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang lain
6. Sesi VI : Bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
7. Sesi VII : Menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan kelompok yang
telah dilakukan

B. TAK Stimulasi Persepsi


TAK stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai
stimulus dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan
dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau
alternatif penyelesaian masalah.
Tujuan TAK stimulasi persepsi:
1. Pasien dapat mempersepsikan stimulus yang dipaparkan kepadanya dengan
tepat
2. Pasien dapat menyelesaikan masalah yang timbul dari stimulus yang dialami.
Indikasi TAK stimulasi persepsi:
1.

Pasien dengan risiko perilaku kekerasan

2.

Pasien dengan halusinasi

10

3.

Pasien dengan harga diri rendah

4.

Pasien dengan isolasi sosial

TAK stimulasi persepsi terdiri dari 3 jenis meliputi:


1. TAK Stimulasi Persepsi Umum:

Sesi I: Menonton TV

Sesi II: Membaca majalah/Koran

Sesi III: Melihat gambar

2. TAK Stimulasi persepsi mengontrol perilaku kekerasan:

Sesi I: Mengenal perilaku kekerasan

Sesi II: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan fisik

Sesi III: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan interaksi social


asertif

Sesi IV: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan patuh minum obat

Sesi V: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan ibadah

3. TAK Stimulasi persepsi mengontrol halusinasi:

Sesi I: Mengenal halusinasi

Sesi II: Mengontrol halusinasi: menghardik halusinasi

Sesi III: Mengontrol halusinasi: melakukan kegiatan

Sesi IV: Mengontrol halusinasi: bercakap-cakap


11

Sesi V: Mengontrol halusinasi: minum obat teratur

TAK Stimulasi persepsi harga diri rendah:

Sesi I: Mengidentifikasi aspek positif

Sesi II: Melatih kemampuan dan aspek positif

C. TAK Stimulasi Sensori


TAK stimulasi sensori adalah TAK dengan fokus memberikan stimulasi kepada
pasien agar memberikan respon yang adekuat.
TAK stimulasi sensori diindikasikan untuk pasien:

Isolasi sosial

Harga diri rendah

Kurang komunikasi verbal

Tujuan TAK stimulasi sensori meliputi:

Pasien mampu berespon terhadap suara yang didengar

Pasien berespon terhadap gambar yang dilihat

Pasien berespon terhadap gambar yang dilihat

Pasien mengekspresikan perasaan melalui gambar


Bentuk terapi aktivitas kelompok terdiri dari tiga macam yaitu stimulasi suara,

stimulasi gambar atau gabungan. Dalam terapi aktivitas kelompok di masyarakat ada
3 sesi yang bisa diterapkan meliputi:

12

1. Sesi I: Stimulasi sensori; musik


2. Sesi II: Menggambar
3. Sesi III: menonton TV/Video

D. TAK Orientasi Realita


TAK orientasi realita adalah TAK dengan kegiatan utama upaya untuk
mengorientasikan keadaan nyata kepada pasien, yaitu orientasi pada diri sendiri,
orang lain, lingkungan/tempat, dan waktu.
Tujuan TAK orientasi realita:
1. Pasien mengenal tempat ia berada
2. Pasien mengenal waktu
3. Pasien mengenal diri sendiri dan orang lain
Indikasi TAK stimulasi sensori adalah pasien yang:
1. Gangguan orientasi realita: orang, tempat, waktu, misalnya pada psikotik
2. Pasien demensia
Bentuk kegiatan TAK orientasi realita adalah pengenalan orang, tempat, dan waktu
yang dikerjakan dalam kelompok. Tahapannya meliputi:
1. Sesi I: Pengenalan orang
2. Sesi II: Pengenalan tempat
3. Sesi III: Pengenalan waktu

13