Anda di halaman 1dari 2

Obat bagi pengobatan migrain dapat dibedakan menjadi golongan-golongan sebagai

berikut :

1.

Golongan Obat analgesik dan obat anti inflamasi non steroid (OAINS).
Mekanisme kerjanya digunakan untuk mencegah secara neurogenikal
dengan menengahi inflamasi di system trigeminovaskular melalui
penghambatan dari sintesa prostatglandine.
2. Golongan Analgesik opiate.
Mekanisme kerjanya: Endorfin bekerja dengan jalan menduduki
reseptor-reseptor nyeri di SSP, sehingga perasaan nyeri dapat diblokir.
3. Golongan Obat Serotonin agonist reseptor (Triptans)
Mekanisme kerjanya: berikatan dengan reseptor serotonin 5-HT 1B dan 5HT1Ddimana pada reseptor 5-HT1B bekerja dengan menghasilkan vasokontriksi
pembuluh darah cranial sedangkan pada reseptor 5-HT 1D bekerja dengan
menghambat ppelepasan neuropeptida dari saraf trigeminal perivaskular dan
dapat mengurangi nyeri. Contohnya Sumatriptan
4. Golongan obat antagonis Kalsium
Mekanisme kerjanya sebagai antagonis kalsium selektif dimana dapat
mencegah penumpukkan kalsium dalam sel dengan mengurangi influks
kalsium transmembran terhadap pembuluh otak dengan efek antivasokontriksi dan juga melindungi sel-sel dan saraf otak terhadap hipoksia
akibat vasospasme. Selain itu flunarizin juga bekerja sebagai penghambat
histamine H1 Contohnya Flunarizine
5. Golongan obat antagonist serotonin tidak selektif
Mekanisme kerja antagonist serotonin tidak selektif dengan jalan
menghambat /blockade dari reseptor 5-HT1B , 5-HT1D dan 5- HT2. Karena sifat ini
sebagai pencegahan migraine untuk maksimal 6 bulan. Begitu juga pada
Pizotifen. Mekanisme kerjanya menghambat pelepasan serotonin dengan
memblokade reseptor 5-HT2 di arteri dan saraf otak ( sama dengan histamine
dimana sebagai perangsang nyeri yang kuat) yang abnormal dari trombosit
(trombosit yang memelihara serotonin dalam plasma. Contoh obat:
Metisergida
6. Golongan obat Ergot Alkaloids dan derivatnya
Mekanisme kerjanya bekerja dengan dua cara yaitu: 1). meningkatkan
aliran darah intercranial extracerebral pada reseptor 5-HT1B 2). menghambat
trigeminal neurotransmission oleh reseptor 5-HT1D. Salah satu contoh obatnya:
Ergotamine tartrate dan Dihydroergotamine
7. Golongan Antagonis

Mekanisme kerjanya dengan daya kerja antiserotonin, anksiolitis,


antitrombosisnya, juga berkhasiat mencegah dilatasi arteri dan menghambat
lipolyse yang diinduksi oleh katecholamin (NA, 5HT, DA) hingga sintesa
prostatglandine dikurangi.
8. Antidepressants
Mekanisme kerjanya sebagai antagonist dari reseptor 5-HT2 pada
pembuluh serebral atau menekan dari aktivitas serotonergik neuronal
dipembuluh darah otak
9.
Antikonvulsan
Mekanisme kerjanya menghambat dari neuron serotonergik dari inti
syaraf nyeri. Contoh obat: Asam Valproat, natrium divalproex.