Anda di halaman 1dari 11

Borang Portofolio

No. ID dan Nama Peserta :

dr. Deasy Rizka Rahmawati

No. ID dan Nama Peserta:

Puskesmas Kecamatan Duren Sawit

Topik :

Skizofrenia Paranoid

Tanggal Kasus :

23 November 2015

Nama Pasien :

Tn. A

Tanggal Presentasi :
Tempat Presentasi :

Nomor RM :

15/10969

Pendamping :

dr. Clara Magdalena

Puskesmas Kecamatan Duren Sawit

Objektif Presentasi :
Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus
Deskripsi :

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Pria dewasa 34 tahun, mengeluh sering mendengar suara-suara, merasa isi

Bahan

pikirannya dapat tersiar keluar dan pasien terkadan marah-marah.


- Mengobati keluhan yang dirasakan
- Meningkatkan kualitas hidup pasien
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit

Bahasan :
Cara

Diskusi

Membahas :
Data Pasien

Nama :

Tujuan :

Bumil

Presentasi dan Diskusi


Tn. A

Nama Klinik : Puskesmas Kecamatan Telp :

Email
No. Reg:

Pos
15/10969
Terdaftar sejak :

Duren Sawit
Data Utama untuk bahan diskusi :
Diagnosis / Gambaran Klinis :
-

Mengeluh sering mendengar suara-suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu dan


terkadang suara tersebut terdengar seperti ada dua orang yang sedang berbicara dan

mempengaruhi pasien. Tetapi suara tersebut tidak didengar oleh orang lain.
Merasakan pikirannya seperti tersiar keluar, jika pasien berpergian, pasien merasa

orang lain dapat membaca pikirannya.


- Pasien suka mengamuk jika obat habis.
- Tidak ada riwayat trauma kepala maupun penggunaan zat psikoaktif.
Riwayat Pengobatan :
Diazepam, chlorpromazine, triheksilpenidil

Riwayat Kesehatan/Penyakit :
Riwayat hipertensi: disangkal
Riwayat DM : disangkal
Riwayat magh : disangkal
Riwayat operasi : disangkal
Riwayat Keluarga :

Riwayat Pekerjaan :
Pasien adalah seorang karyawan swasta. Pasien merupakan eorang yang rajin bekerja.
Menurut pasien, ia tidak pernah bolos dari pekerjaannya. Dan Pasien hanya memiliki

sedikit teman. Hal ini dikarenaka pasien adalah seorang yang pendiam dan tertutup.
Lain-lain:
Pasien merupakan anak pertama dari tiga saudara. Tidak terdapat riwayat gangguan
pertumbuhan, perkembangan, social, maupun psikoseksual.
Status Generalisata :
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Nafas
Suhu

: Tampak sakit ringan


: GCS E4V5M6
: 120/80 mmHg
: 88 x/ menit
: 20 x/ menit
: 36,5 oC

Pemeriksaan status mental:


Deskripsi umum:
Pasien seorang laki-laki 34 tahun, berpenampilan fisik sesuai dengan usianya, berkulit
sawo matang, dengan tinggi badan yang tidak terlalu tinggi dan tidak pendek, memiliki postur
tubuh atletis, warna rambut hitam. Saat dilakukan wawancara, pasien menggunakan kemeja
kotak-kotak lengan pendek berwarna coklat.
Alam Perasaan (emosi):
Mood : Eutima
Afek : luas
Keserasian : serasi
Gangguan persepsi:
Halusinasi:
Auditorik: pasien mengeluh sering mendengar suara-suara bisikan yang selalu
membicarakn tentang dirinya dan menyuruhnya untuk marah-marah kepada teman-temannya.
Terkadang pasien mendengar 2 orang yang berbicara dekat telinganya dan memberikan
masukan yang berbeda di sisi kanan maupun sisi kirinya.
Proses pikir:
-

Hendaya bahasa (-), asosiasi longgar (-), flight of idea (-)


Isi pikiran
- Gangguan isi pikir: waham pengendalian (thought broadcasting): pasien merasa isi
pikirannya tersiar keluar sehingga semua orang dapat membaca pikirannya.

Fungsi intelektual:
Baik
Pengendalian impuls: baik
Daya nilai: baik
Tilikan: derajat 5
Realibilitas: dapat dipercaya

Status Lokalis untuk dugaan diagnosis dan menyingkirkan diagnosis banding :


Mata
Telinga
Hidung
Tenggorokan
Leher
Dada

:
:
:
:
:
:

Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik


Tidak ditemukan kelainan
Tidak ditemukan kelainan
Tidak ditemukan kelainan
JVP 5-2 cmH2O
- Jantung : I
: iktus kordis tidak teraba
Pa

: iktus kordis teraba 1 jari lateral LMCS RIC VI

Pe

: Batas kanan : linea parasternalis kanan RIC II


Batas kiri: 1 jari lateral LMCS RIC VI
Pinggang jantung:

A
Paru

:I

: Irama teratur, Gallop (-), bising (-)


: simetris kanan dan kiri

Pa : vocal fremitus kanan dan kiri sama


Pe : sonor
Abdomen

Anus
Ekstremitas

:
:

Diagnosis Kerja

A :bunyi nafas dasar vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/- Inspeksi : perut datar
- Palpasi : supel, nyeri tekan -, hepar dan lien dalam batas normal
- Perkusi : timpani
- Auskultasi : bising usus +
Tidak dilakukan
Akral hangat, edema (-)
:

Aksis I : - Gangguan Kejiwaan


skizofrenia paranoid
-

Gangguan psikotik

Aksis II : tidak ada diagnosis


Aksis III: tidak ada diagnosis
Aksis IV : masalah keluarga : pasien harus membiayai kehidupan kedua orang adiknya
setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
Aksis V : Global Assesment of functioning/ GAF scale : 70-61 (beberapa gejala ringan
dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum

baik.
Diagnosa banding: Pemeriksaan Penunjang : Daftar Pustaka :
a. Direktorat Jendral Pelayanan Medik Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Jiwa di
Indonesia III (PPDGJ III). Cetakan pertama. Jakarta: Depkes RI, 1993.
b. Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan and Sadocks Synopsis of Psychiatry: Behavioral
Sciences/Clinical Psychiatry 9th ed. Philadelphia: Lippincot Williams & Wilkins, 2003.
c. Maslim, R. (Ed) Buku saku diagnosis gangguan jiwa. Rujukan ringkas dari PPDGJ III.
Jakarta: Nuh Jaya. 2001.

Hasil Pembelajaran :
1
2
3
4
5
6
7
8

Definisi Skizofrenia
Pendekatan diagnosis skizofrenia paranoid
Aspek organobiologik dan psikososial padaskizofrenia paranoid
Terapi farmakologi skizofrenia paranoid
Terapi non farmakologi skizofrenia paranoid
Terapi perilaku kognitif
Pengaruh lingkungan social dan budaya pada skizofrenia paranoid
Komunikasi, informasi, edukasi mengenai skizofrenia paranoid

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


Subjektif :
Pasien sering mendengar suara-suara bisikan yang tidak dapat didengar oleh orang lain.
Suara tersebut selalu membicarakan tentang dirinya, menjelek-jelekkan dan menilai rendah
dirinya, kadang pasien juga mengdengar dua suara yang memberikan pendapat yang berbeda
sehingga erring membuat pasien menjadi marah. Selain itu, pasien juga merasakan isi
pikirannya tersiar keluar. Pasien merasa apa yang ada didalam pikirannya dapat terbaca oleh
irang lain, sehingga membuat pasien cenderung takut untuk bergaul dengan orang lain karena
khawatir apa yang dipikirannya dapat terbaca.
Objektif :
Dari hasil anamnesis, diagnosis skizofrenia paranoid dapat ditegakkan. Pada pasien, tidak
didapatkan riwayat trauma kepala, penyakit organic, maupun penggunaan zat psikoaktif
sebelumnya.
Diagnosis ditegakkan berdasar:
-

Menurut PPDGJ III, kasus ini termasuk gangguan jiwa psikosis karena adanya hendaya
dalam menilai realita.
Ditandai : - adanya halusinasi auditorik
- Adanya waham (thought broadcasting)

assesment

Plan :

Diagnosis :

Pengobatan :

Pendidikan :

Konsultasi

Rujukan