Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK 3

Jennica Astari
Ridho Rahmatiqoh
Feby Ernis
M Arif Munandar
Yolance Pratiwi
Harry Sudjana

Apa kemungkinan diagnosa?


Diagnosa kasus adalah bronkitis kronik
Bronkitis kronik adalah inflamasi luas jalan napas dengan
penyempitan atau hambatan jalan napas dan peningkatkan
produksi sputum mukoid, menyebabkan ketidak cocokan
ventilasi-perkusi dan menyebabkan sianosis.
Bronkitis didefinisikan sebagai adanya batuk produktif yang
berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut
turut

Diagnosa Banding

Asma bronkial
Emfisema paru
Bronkiektasis
Karsinoma paru
Kistik fibrosis
TB paru

Penatalaksanaan
Edukasi, yakni memberikan pemahaman kepada penderita
untuk mengenali gejala dan faktor-faktor pencetus kekambuhan
Bronkitis kronis.
Sedapat mungkin menghindari paparan faktor-faktor pencetus.
Stop merokok
Hindari polusi
Rehabilitasi medik untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan
dan mencegah kekambuhan, diantaranya dengan olah raga,
istirahat dalam jumlah yang cukup, makan makanan bergizi.
Oksigenasi (terapi oksigen)
Obat-obat bronkodilator dan mukolitik agar dahak mudah
dikeluarkan.
Antibiotika. Digunakan bila penderita Bronkitis kronis
mengalami eksaserbasi oleh infeksi kuman.

Pemeriksaan Penunjang
1. Analisa gas darah : hipoksia dengan hiperkapnia
2. Sputum:
- hapusan langsung
- pemeriksaan gram
- pemeriksaan mikroorganisme
3. Rontgen dada : pembesaran jantung dengan diafragma normal
atau mendatar
4. Tes faal paru:
- penurunan kapasitas vital (VC) dan volume ekspirasi kuat
(FEV)
- peningkatan volume residual (RV)
- kapasitas paru total (TLC) normal atau sedikit meningkat
5. Pemeriksaan hb dan ht : dapat sedikit meningkat

Pemeriksaan Fisik Kasus


Anamnesa:
Pria 58 tahun
Keluhan utama:
Sesak nafas
Riwayat penyakit sekarang:
- Dyspnea
- Batuk dengan sputum berwarna coklat kekuningan
- Tidak ada nyeri dada, demam, menggigil, atau edema pada
ekstremitas bawah
- Pasien perokok berat 2 bungkus per hari sejak usia 15 tahun
- Bibir sianotik
Riwayat penyakit dahulu : (-)

Pemeriksaan fisik:
TD: 135/85 mmHg
Denyut jantung: 96 x/menit
Laju pernapasan: 28 x/menit
Suhu: 36,4C
Pemeriksaan leher tidak ada limfadenopati, bruit karotis, atau
distensi vena jugularis
Pemeriksaan dada dijumpai whezzing dan ronki bilateral,
tetapi tidak ada crackles
Diameter anteroposterior dinding dada tampak membesar
Tampak pergerakan dalam tulang rusuk bagian bawah ketika
inspirasi
Pemeriksaan kardiovaskular bunyi jantung terdengar jauh tapi
dengan denyut regular dan irama teratur
Ekstremitas tidak ada sianosis, edema, atau clubbing