Anda di halaman 1dari 9

KERANGKAACUANKERJA

Pemetaanteristrismaksudnyaadalahsemuadatayangdiperlukanuntukmembuatpetasesuaidenganskalayang
diinginkan, yang diperoleh dengan jalan melakukan pengukuran langsung di lapangan (darat), dimana pelaksana
pekerjaan harus mempergunakan segala peralatan dan perlengkapan serta juga bahanbahan yang memenuhi
syaratdanketepatandanstandarketelitianyangtelahdisetujuidalamketentuanteknis.Hasilpengecekannya,alat
yangdigunakan,harusdilampirkantermasukjenisjenisalatdannomornomorseri.
Pelaksana pekerjaan harus mempekerjakan pegawai yang telah mendapat latihan dalam bidangnya serta cukup
berpengalamandalamberbagaipekerjaanyangdiberikan.
Pelaksana pekerjaan harus dapat memberikan hasil yang berkualitas tinggi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu
waktuuntukmenjaminterpenuhinyaketentuanteknisyangtelahditetapkan,bilaternyataketentuanteknistidak
terpenuhi menurut penilaian pihak pemilik pekerjaan maka pelaksana pekerjaan harus menanggung biaya
pekerjaantambahan.

I.Tahappersiapan

Datadatayangperludipersiapakanantaralain:
Data/laporanpenyelidikansurveysebelumnyabilaada.
Petahasilpengukuranataupenyelidikansebelumnyabilaada.
PetaRupaBumiSotfcopyatauHardcopyBAKOSURTANAL
DaftarKordinatBenchmarkBakosurtanalTitikKontrolNasional

PerencanaanTenagaLapangan
PerencanaanteamLapangandisesuaikandenganluasnyaWilayahpekerjaandanbataswaktupekerjaanitu.
Peralatanyangdigunakan
2setReceiverGPSdualfrekuensi
TotalStation
Automaticlevel
KomputerbesertaperangkatLunak

SoftwarePerhitungandanPenggambaran
Untukpenggambaranpetatopografi(kontur)digunakansoftwareCAD(ComputerAidedDesign)

II.Pekerjaanlapangan
II.1Pemasanganpatok
a)Patoksementara
Semuapatoksementarayangdigunakandibuatdarikayudenganukurantertentu,
Setiappatoksementaradipasangmasingmasingdenganletakdanjarakyangdiperhitungkanterhadap
kebutuhanpengukurankerangkahorizontalpeta,kerangkavertikalpeta,detailsituasi,danpenampang
melintangsungai,
Semuapatoksementarayangdipasangdicatdenganwarnamerah,diberipakudiatasnya,sertadiberi
nomorsecaraurut,jelas,dansistematis.
b)Patoktetap(Benchmarks)
BenchMark(BM)yangakandipasangselaluberpasangan,dengannotasiyangtelahdisepakatibersama
dandipasangpadalokasiyangsesuaidenganrencanaperletakanBMyangtelahditentukandiataspeta
dasar.
Bench Mark berukuran (200mm x 200mm x 800mm) seperti terlihat dalam gambar, dibuat dari
campuran beton 1:2:3, diberi kerangka besi ditengahtengahnya, dipasangi baut kuningan dan diberi
nomor/kodepengenalyangterbuatdarimarmer.

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

Bench Mark ditanam 600mm sehingga bagian yang berada di atas permukaan tanah 200mm. BM
ditanamditempatyangamandanmudahdicaridandipasangpadasetiapjarak1kmatauditempat
yangdirencanakanakandibangunbangunanstruktur.

BM
01

10/2014

Gambar.1Benchmark

Semua patok tetap utama atau Benchmark (BM) yang digunakan dibuat dari beton bertulang dengan
ukuran yang telah disepakati (Gambar 1), dan harus 1 pasang (2 buah), dimana antara BM yang satu
denganyanglainsalingkelihatan.JarakantarakeduaBMini100m
Patoktetaputama(BM)dipasangditepisungai(sisikiridansisikanan)sesuairencanaAsBendung
Patok tetap utama (BM) dipasang pada setiap rencana bangunan Struktur (Jembatan, Penstock,
HeadponddanPowerHouse)
Apabilasaluranpembawamempunyaipanjanglebihdari1km,makaPatokTetapUtama(BM)dipasang
setiap1km.
Letak pemasangan patok tetap utama dipilih pada kondisi tanah yang stabil, aman, dan tidak
menggangguatautergangguolehlalulintasyangada.
Semuapatoktetaputamadiberinama,nomor,danbulansertatahunpemasangannya.
Nama,nomor,bulandantahunpemasanganpatoktetaputamadibuaturut,jelas,sistematis,danditulis
denganwarnabiru
Pemberiannomorpatoktetaputamayangterkecildimulaidaribagianhilirsungai,teruskearahhulu
Setiappatoktetaputamayangtelahdipasangharusdibuatdeskripsinya.
Deskripsi patok tetap utama harus representatif, dengan menampilkan pula nama desa, nama
kecamatan, nama kabupaten, arah utara, arah aliran sungai, dan dilengkapi dengan sketsa serta foto
patoktetaputama.
Fotopatoktetaputamaharusberwarnadanfototersebutharusmenampakkannamadannomorpatok
tetaputama.

PengukuranBMyangmengacukesystemkordinatNasional(UTM,WGS84)

Bila dilokasi pekerjaan belum tersedia Benchmarks sebagai acuan awal pengukuran maka dilakukan
pengukuran Benchmark. Jumlah BM yang dibuat dan diukur disesuaikan dengan cakupan wilayah yang
akandipetakan.UntukkonfigurasiataujaringanBMminimalada2BMyangsalingterlihat.
Di Indonesia untuk keperluan pengukuran BM sudah tersedia tugutugu orde satu yang dibuat oleh
BAKOSURTANAL yang terletak dikotakota kabupaten diseluruh wilayahIndonesia.Untuk membuat BM
dilokasi pekerjaan yang mengacu ke system kordinat nasional, minimal menggunakan dua buah receiver

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

GPStipeGeodeticdualfrekuensidenganmetodepengamatanstatic,satureceiverGPSditempatkanditugu
ordesatuBAKOSURTANALdanyangsatulagiditempatkandiatasBMyangberadadilokasiproyek.
SetelahsatuBMdilokasiproyeksudahmempunyaikordinatsamadengansystemkordinatnasional,maka
BMinidigunakansebagaireferensiuntukpengukuranBMlainyangberadadilokasiproyek.

II.2PengukuranKerangkaKontrolHorizontal
Pengukuran Kerangka Kontrol Horizontal menggunakan dua metoda, yang pertama menggunakan alat
bantu GPS (GlobalPositioningSystem) danyangkedua menggunakanalatbantuTotalStationatausering
disebutpengukuranpoligon.

II.2.1.1PengukuranGPS
1) Alatukuryangdigunakanminimal3(tiga)buahGPSGeodeticmodeldigitalyangmempunyai
ketelitian5mm+1ppm(H)dan10mm+2ppm(V).
2) PengamatanreceiverGPSGeodeticdilakukandengancaraDoubleDifferenceberdasarkandatafase
denganmetodaStaticatauRapidstatic(staticsingkat)denganalatReceiverGPSdualfrekuensi(L1+
L2)
3) Ketentuanpengamatanharusmengikutiketentuanberikut:
Satelityangdiamatiminimum4(empat)buahdalamkondisitersebar
BesaranGDOP(geometricaldilutionofprecisition)lebihkecildari8
Pengamatandilakukansianghariataumalamhari
Levelaktifitasatmosferdanionosferrelativesedang
4)Pengamatan GPS dengan data fase digunakan dalam model penentuan posisi relatif untuk
menentukan komponen baseline antara dua titik, memastikan bahwa semua receiver melakukan
pengamatan terhadap satelitsatelit yang sama secara bersamaan, mengumpulkan data dengan
kecepatandanepohyangsama.
5)SetiapreceiverGPSharusdapatmenyimpandataselamamungkindariminimum4(empat)buah
satelitdengankecepatanminimum4(empat)epohdalam1(satu)menit,masingmasing15(lima
belas)detik.
6)TidakdiizinkanuntukmenggunakanmerekdanjenisreceiverGPSyangberbedadalamsatusession.
7)Terdapatminimal1(satu)titiksekutuyangmenghubungkan2(dua)session.
8)Tidakdiizinkanuntukmengamatisatelitdenganelevasidibawah15derajat.
9)SetelahsessionpengamatanseluruhdataharusdidownloaddandisimpandalamsebuahCDdan
dibuatkancadangannya
II.2.1.2Reduksibaseline
1) Geometri dari jaringan harus memenuhi spesifikasi ketelitian dan persyaratan strenght of figure
yaitu:
a.Statistikreduksibaseline
Untuk setiap jaring orde 3 standar deviation (s) hasil hitungan dari komponen baseline
toposentrik(dN,dE,dH)yangdihasilkanolehsoftwarereduksibaselineharusmemenuhihubungan
berikut:
NM
EM
H2M
2

2 1/2

dimanaM=[10 +(10d) ] 1.96mmdand=panjangbaseline

b.Baselineyangdiamati2(dua)kali
Baselineyanglebihpendekdari4(empat)km
Komponenlintangdanbujurdarikeduabaselinetidakbolehberbedalebihbesardari0.03m
sedangkankomponentinggitidakbolehberbedalebihdari0.06m.
Baselineyanglebihpanjangdari4(empat)km

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

Komponen lintang dan bujur dari kedua baseline tidak boleh berbeda lebih besar dari 0.05 m
sedangkankomponentinggitidakbolehberbedalebihdari0,10m.
2) Seluruh reduksi baseline harus dilakukan dengan menggunakan software processing GPS yang
telahdikenaldibuatolehagensoftwareataubadanpenelitiilmiahyangbereputasibaik.
3)Koordinatpendekatandarititikreferensiyangdigunakandalamreduksibaselinetidakbolehlebih
dari10mdarinilaisebenarnya.
4)Prosesreduksibaselineharusmampumenghitungbesarnyakoreksitroposferuntuksemuadata
pengamatan.
5)Prosesreduksibaseline harusmampumenghitungbesarnyakoreksi ionosferuntuk semua data
pengamatan. Data dual frekuensi harus digunakan untuk mengeliminasi pengaruh ionosfer jika
ambiguitifasesingletidakdapatdipecahkan.

II.2.1.3PerataanJaring
1) Perataan jaring bebas dan terikat dari seluruh jaring harus dilakukan dengan menggunakan
software perataan kuadrat terkecil yang telah dikenal dibuat oleh agen software atau badan
penelitiilmiahbereputasibaik.
2)Informasidibawahiniharusdihasilkandarisetiapperataan
Hasil dari test ChiSquare atau Variance Ratio pada residual setelah perataan (test ini harus
dapatmelaluiconfidence99%yangberartibahwadatadatatersebutkonsistenterhadapmodel
matematikayangdigunakan).
Daftarkoordinathasilperataan.
Daftarbaselinehasilperataantermasukkoreksidarikomponenkomponenhasilpengamatan.
Analisisstatistikmengenai residualkomponen baseline termasuk jikaditemukankoreksiyang
besarpadaconfidencelevelyangdigunakan.
Ellipkesalahantitikuntuksetiapstasiun/titik.

II.2.1.4Analisa
1)Integritaspengamatanjaringharusdinilaiberdasarkan:
Analisisdaribaselineyangdiamati2(dua)kali(penilaiankeseragaman)
Analisisterhadapperataankuadratterkeciljaringbebas(untukmenilaikonsistensidata)
Analisis perataan kuadrat terkecil untuk jaring terikat berorde lebih tinggi (untuk menilai
konsistensiterhadaptitikkontrol)
2) Akurasi komponen horizontal jaring akan di nilai terutama dari analisis ellip kesalahan garis 2D
yangdihasilkanolehperataanjaringbebas.
3) Koordinat benchmark dari hasil pengamatan GPS disajikan dalam system proyeksi UTM dan
ellipsoidWRG84.
4) Tinggi benchmark hasil ukuran GPS di koreksi terhadap besaran undulasi (N) atau dikoreksi
terhadaptitikMSLyangadadisekitarlokasi.

II.2.2.1PengukuranPoligonUtama
Pengukuran poligon ini dimulai dari BM yang telah diukur oleh GPS yang mempunyai kordinat
nasional. Poligon utama ini diukur mengelilingi batas atau boundary proyek.Pengukuran ini sering
disebut dengan Pengukuran Poligon Utama. Pengukuran Poligon Utama ini digunakan untuk
keperluan pengukuran, poligon cabang, garis cros line atau untuk pengikatan detildetil yang
pentingmisalnya:pengikatanposisisingkapan,lokasitestpit,posisititiktitikbor,Geolistrik,dsb.

1.Semua alat ukur yang digunakan untuk pengukuran polygon harus dicek atau ditest ulang
kondisinya sebelum dipakai dilapangan walaupun sudah dikalibrasi, mungkin pada saat
mobilisasiterkenaguncanganataubenturan.
2.KonstantaprismatargetuntukpengukuranjarakdenganTotalStation(TS)harusdicekkembali
sebelumdigunakan.
3.Jarak Tembakan hasil TS harus dicek minimal dengan pita ukur baja sebelum mulai digunakan
dilapangan.

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

4.Poligon dimulai dari titik ( BM ) yang sudah ada, BM harus jelas deskripsinya, pengukuran
poligon minimal menggunakan dua buah BM; satu untuk station awal satunya lagi untuk
orientasi(Backsight).
5.Pengukuran polygon harus membentuk loop tertutup, jika menggunakan dua buah BM harus
kembaliketitikawal.Danjikapolygonterikatsempurna,rangkaianpolygonharusterikatdiawal
dandiakhirpoligon,minimalharusmenggunakanempatbuahBM.
6.Pengukuran sudut polygon harus menggunakan Total Station yang mempunyai ketelitian
minimal3(3detik).
7.Pengukuransudutminimaldenganmetodesatuserie(didapatduabacaansudutuntuksetiap
arah).
8.Kesalahan pengukuran sudut minimal 10n, n adalah banyaknya titik yang ditempati
instrument.
9.PengukutanjarakmenggunakanTotalStation.
Alat Total Station yang telah dicek (kalibrasi) terhadap jarak basis yang telah diketahui
jaraknya.
Temperaturdantekananudaradicatatuntukhitungankoreksirefraksi.
Ketelitianalatukurjarakyangdigunakan(5mm+5mm/km)
10.Pengukuran jarak menggunakan metode satu serie, sehingga didapat empat macam bacaan
jarak,jarakiniakandiratarata.
11.Kesalahan pengukuran untuk penutup jarak pengukuran Poligon (Kesalahan Linier) minimal
harus1:10000.
12.KetelitianpengukuranelevasimengunakanalatTS50mmD,DjarakdalamKm.
13.Penulisandatalapanganharusmenggunakanformulirstandar.
14.Penulisan data lapangan sampai ketelitian detik untuk sudut dan sampai ketelitiam millimeter
untukjarak.
15.Jika ada kesalahan penulisan data ukur, data tidak dihapus atau ditimpa penulisanya, cukup
dicoret yangsalahdengasatu garis danmenuliskandatayang benar diatasataudibawah data
yangdicoret.
16.Dataukurharusdisertaisketyangjelasdanrapih.
17.Kordinathasilpengukuranpolygondibuatdaftarnya.
18.KordinathasilpengukurandiplotdengansoftwareCAD.

II.2.2.2PengukuranPoligonCabang

1. Semua alat ukur yang digunakan untuk pengukuran polygon harus dicek atau ditest ulang
kondisinya sebelum dipakai dilapangan walaupun sudah dikalibrasi, mungkin pada saat
mobilisasiterkenaguncanganataubenturan.
2. Konstanta prisma target untuk pengukuran jarak dengan TS harus dicek kembali sebelum
digunakan.
3. Jarak Tembakan hasil TS harus dicek minimal dengan pita ukur baja sebelum mulai digunakan
dilapangan.
4. Pengukuranpolygoncabangdimulaidarititiktitikpolygonutama.
5. Pengukuran polygon harus membentuk loop tertutup, jika menggunakan dua buah BM harus
kembaliketitikawal.Danjikapolygonterikatsempurna,rangkaianpolygonharusterikatdiawal
dandiakhirpoligon,minimalharusmenggunakanempatbuahBM.
6. Pengukuran sudut polygon harus menggunakan Total Station yang mempunyai ketelitian
minimal3(3detik).
7. Pengukuransudutminimaldenganmetodesatuserie(didapatduabacaansudutuntuksetiap
arah).
8. Kesalahan pengukuran sudut minimal 10n, n adalah banyaknya titik yang ditempati
instrument.
9. PengukutanjarakmenggunakanTotalStation.

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

10. Pengukuran jarak menggunakan metode satu serie, sehingga didapat empat macam bacaan
jarak,jarakiniakandiratarata.
11. KesalahanpengukuranPoligonminimalharus1:5000.
12. KetelitianpengukuranelevasimengunakanalatTS100mmD,DjarakdalamKm.
13. Penulisandatalapanganharusmenggunakanformstandar.
14. Penulisan data lapangan sampai ketelitian detik untuk sudut dan sampai ketelitiam millimeter
untukjarak.
15. Jika ada kesalahan penulisan data ukur, data tidak dihapus atau ditimpa penulisanya, cukup
dicoret yangsalahdengasatu garis danmenuliskandatayang benar diatasataudibawah data
yangdicoret.
16. Dataukurharusdisertaisketyangjelasdanrapih.
17. Kordinathasilpengukuranpolygondibuatdaftarnya.
18. KordinathasilpengukurandiplotdengansoftwareCAD.

II.3PengukuranSituasi

Pengukuran situasidilakukan dengansistem tachimetri, yang mencakup semua obyekyangdibentuk


oleh alam maupun manusia yang ada di sepanjang jalur pengukuran, seperti alur, sungai, bukit,
jembatan,rumah,gedungdansebagainya.
Dalampengambilandataagardiperhatikankeseragamanpenyebarandankerapatantitikyang
cukup sehingga dihasilkan gambar situasi yang benar. Pada lokasilokasi khusus (misalnya: sungai,
persimpangan dengan jalan yang sudah ada) pengukuran harus dilakukan dengan tingkat kerapatan
yanglebihtinggi.
BiladalamareadilokasitersebutakandibuatbangunanStrukturmakadibutuhkanpetatopografiyang
detiluntukitudilakukanpengukurantopografidengangambarakhirskala1:200(jumlahdetailunsur
situasiyangdiukurharusbetulbetulrepresentatif,olehsebabitukerapatanletakdetailharusselalu
dipertimbangkan terhadap bentuk unsur situasi serta skala dari peta yang akan dibua). Metode
pengukuran menggunakan system Crossline atau ray dengan spacing 5 10m dengan pengambilan
detilarahradial(metodepayung).AdapunBangunanStrukturtersebutantaralain,RencanaBendung,
RencanaHeadpond,RencanaPenstock,RencanaPowerhouse
Pengukuran Topografi ini menggunakan alat ukur Total Station (TS) yang langsung merekam data
pengukuran menggunakan Memory Card, data pengukuran dapat di download ke Komputer.
KetelitianpengukuranelevasimengunakanalatTS100mmD,DjarakdalamKm

Gambar.2PengukuranSistemTachimetri

Pengukuran beda tinggi dengan cara trigonometri, adalah cara untuk memperoleh perbedaan tinggi
dengancaraobservasisudutelevasidenganmenggunakanalatTotalStation.
UntukmenentukantinggidenganmetodetrigonometriantaraduabuahtitiksepertipadaGambar2.

ti:tinggialat
HD:jarakdatarantaratitikAdantitikB

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

SD:jarakmiringantaratitikAdantitikB
V:SDsinhataujarakvertikal
hAB:bedatinggiantaratitikAdantitikB
h:hellingatausudutmiring
tr:tinggireflektor
z:bacaansudutzenit
hAB=SDsinh+titr
hAB=HDtanh+titr

Maka:
HB=HA+SDsinh+titr
HB=HA+HDtanh+titr

II.4PengukuranCrossSection

Koridor pengukurankearahhulu danhilir dari rencanaAsBendungmasingmasingminimum 100m


hulu/hilir yang masih berpengaruh terhadap keamanan bendung dengan interval pengukuran
penampangmelintangsungaisebesar10meter,denganjarak50mdaritepisungaikiridan50mdari
tepisungaikananatausampaidenganrencanabatasgenangan.

Pengukuran penampang melintang sungai untuk rencana genangan dilakukan dengan metode
tachymetriyaitusebagaiberikut:
a) Jarak antarpenampang melintang yang diukur bergantung pada kegunaan gambar penampang
melintangtersebut.
b)Arahpenampangmelintangyangdiukurdiusahakantegaklurusalursungai.
c)Bataspengambilandetaildiarealtepikiridandiarealtepikanansungaitergantungpadakegunaan
gambarpenampangmelintangtersebut.
d)Detailyangukurharusdapatmewakilibentukirisanmelintangalursungaidanreliefarealditepikiri
sertaditepikanansungaisetempat.
e)Apabiladiarealtepikiriataudiarealtepikanansungaiterdapatbangunanpermanensepertihalnya
rumah, maka letak batas dan ketinggian lantai rumah tersebut harus diukur, dan diperlakukan
sebagaidetailirisanmelintang.
f)Jumlahdankerapatanletakdetailyangdiukurharusdipertimbangkanpulaterhadapskalagambar
penampangmelintangyangakandibuat.
g) Apabila kondisi aliran sungai tidak memungkinkan untuk menggunakan target/prisma, maka
pengukurandetaildasarsungaidilakukandengancarasounding.
h)Pelaksanaansoundingdapatdilakukandenganmenggunakanechosounderataudenganperalatan
lainnya.
i)Ketinggianpermukaanairsungaipadatiappenampangmelintangharusdiukurpadasaatmengukur
penampangmelintang.
j) Setiap detail yang diukur harus dibuat sketsanya, dan sketsa detail penampang melintang tidak
bolehterbalikantaraletaktebingkirisungaidenganletaktebingkanansungai.

Koridor pengukuran cross section rencana trase saluran pembawa adalah 15m kiri dan 15 m
kekanan dari rencana as saluran dengan interval pengukuran penampang melintang rencana trase
sebesar 20 meter, bila kondisi eksisting tidak memungkinkan maka dilakukan pengukuran situasi
dengantitikpengambilanyangrapat.

II.5PengukuranSipatDatar(Leveling)

Pengukuransipatdatarmeliputipengukuransipatdatarutamadansipatdatarsekunder.

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

a.PengukuranSipatDatarUtama
Titik referensi tinggi ditentukan terhadap titik tinggi nasional(TTG) atau titik titik lain yang ketinggiannya
dalam sistem nasional/MSL. Jalur Pengukuran Sipat Dasar Primer akan mengikuti jalur Pengukuran Poligon
Primer kecuali bila ditemui daerah yang terjal atau gunung sehingga tidak memungkinkan dilakukan
pengukuranwaterpass,makaakanmenggunakancaratrigonometris.

Adapunspesifikasiteknispengukurannya,yaitu:
AlatsipatdataryangdigunakanadalahAutomaticLevelOrde2seperti:WildNAK2,ZeissNi,LeicaNA2
atauyangsederajat
Jalurpengukuranmengikutijalurpoligonutama.
Pembacaandilakukanterhadap3(tiga)benang(atas,tengah,bawah).
Minimal2kalidalamsetiapminggualatharusdicekkesalahangarisbidik(kolimasi).
Jumlahslagperseksiharusgenap.
Padawaktupembidikandiusahakanagarjarakbelakang(DB)samadenganjarakmukaDM)apabiladbdm
hasilhitunganbedatinggiperludikorelasiterhadapfaktorkoreksigarisbidik.
Jarakpembacaandarialatwaterpasskerambumaksimum50m.
Pengukuranperseksidilakukanpergidanpulang.
Rambuharusdiberialasataustraatpot,kecualipadapatokkayuatauBM.
Dalampengukuransipatdatar,ramburambuharusdigunakansecaraselangselingsehinggarambuyang
diamatipadatitikawalakanmenjadirambutitikakhirpadasetiapseksi.
TinggipatokkayudanBMdaripermukaantanahharusdiukur.
Kesalahanpenutupmaksimum8Dmmdimana:DadalahjarakdalamKm.

b. PengukuranSipatDatarCabang(sekunder)
Jalur Pengukuran Sipat Datar Cabang akan mengikuti jalur Pengukuran Poligon Cabang. Adapun spesifikasi
teknispengukurannyasebagaiberikut:

Jalur pengukuran mengikuti jalur poligon cabang (sekunder) dan menggunakan alat ukur Automatic Orde3
(WILDNAK1,SokkisaC3A)atauyangsederajat
Pengukuran perseksidilakukanuntukarahpergisajadandilakukandengandoublestanddenganpembacaan
rambulengkap(BT,BA,BB)
Toleransisalahpenutupbedatinggi(T)T=(15D)mmD=Jarakantara2titikkerangkadasarvertikaldalam
satuankilometer
KetentuanlainsamasepertipadaSipatDatarUtama

III.PengolahanData
III.1Penghitungan
1. Penghitunganharusdilakukandilapanganuntukmemeriksaapakahpengamatantelahsesuaidengan
standarketelitian.
2. UntukPengukuranPoligonmeliputi:
Pengecekanhasilpenghitungankoordinat.
Pengecekanpenutupkoordinattertutup.
Penyesuaiankesalahankoordinat.
Penghitungandarixdanyuntukmencekhasilplanimetrik.
3. Untukkontrolketinggiankegiatanpemrosesaninimeliputi:
PemeriksaanhasilhitungandariBacaanbelakang,Bacaanmuka,Perbedaantinggi(h).
Perhitunganhuntukseksiseksiantaratitiktitiktetap(benchmark).
Perhitungandaritiaploop/kring.
PerataandariloopdenganmetodeDell(ataumetodelainnya),agarmemperolehketinggianyangtepat
untukdipakaipadaperhitunganrincikketinggiannantinya.
4. Perhitunganblokblokpengukuranlapanganharusdisesuaikandenganbatasbatastriangulasiudara,hal
inidimaksudkanuntukmenghindarikelambatanpadatahapanselanjutnya.

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi

5. Apabilahasilpekerjaanlapangantelahdisetujuiolehpengawas,hasilpengamatansertahasilhitungannya
segeradikirimkekantorpelaksanapekerjaanuntukdilakukanperhitunganakhir.
6. Penyesuaianplanimetriharusdihitungmencakupseluruhtitiktitiktriangulasiyangadadilapangan.
7. Penyesuaian titiktitik poligon harus sesuai dengan jarak, hal ini berarti bahwa koreksi dalam koordinat
simpangantimur(easting)samadengan:
salahpenutupdalamsimpangantimur
xjarakakumulasi
jumlahjarakpoligonseluruhnya
Halyangsamaberlakuuntuksimpanganutara.
8. Seluruh hasil penghitungan, pengamatan dan informasi seperti yang di daftar dibawah ini harus
diserahkan kepada pihak pemilik pekerjaan dalam bentuk digital (disk) untuk mendapatkan persetujuan
sementara.
Urutancaraperhitunganloopataujalurkordinatantarabenchmark.
Kesalahanpenutupsudutpadasetiapbagian/seksi,azimutkontrolatauazimutyangdiperolehdari
loopyangberdekatan,bersamasamadenganjumlahtitikdalamsetiapseksi.
Kesalahanpenutuplinierx,ydarisetiaploopataujalurkoordinatantaratitiktitiksimpuldan
kesalahanpenutupfraksiyangdipilihdenganjumlahtitik.
Detaildetailhasilpengamatanyangditolak,diragukan,tidakdipakailagi.

III.2Penggambaran
Penggambaranpetasituasi,penampangmelintang,danpenampangmemanjangsungaidanpenampang
memanjangdanpenampangmelintangsalurandengancaradigitaldenganmenggunakanperangkatlunak
CAD.
Hasilpekerjaandiantaranya:
KordinatBMLokasiproyekberupaDeskripsiBMataulistkordinatBenchMark.
KordinatkordinatTitiktitikikat(poligon).
KordinatTitiktitikposisititikBorehole.
Kordinattitiktitikdetiltopografi(spotheight).
PetaTopografidetil.
GambarPenampangmemanjangdanpenampangmelintangsungai
Backupsemuadatadalambentukdigital(softcopy)

KerangkaAcuanKerjaSurveyTopografi