Anda di halaman 1dari 12

TEORI

PEMROSESAN INFORMASI

Model Pemrosesan Informasi Untuk Ingatan


Pandangan

pemrosesan

informasi

awal

tentang

ingatan

menggunakan komputer sebagai model. Seperti komputer, pikiran


manusia memasukkan informasi, melakukan berbagai operasi pada
informasi itu untuk mengubah bentuk dan isinya, menyimpan informasi
tersebut,
berbagai

mengambilnya
respons

lagi

saat

terhadapnya.

dibutuhkan,
Jadi,

dan

pemrosesan

menciptakan
melibatkan

memperoleh informasi dan mengorganisasikannya dalam kaitannya


dengan apa yang sudah kita ketahui, atau disebut encoding; menyimpan
informasi, atau storage, dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan,
atau retrieval. Seluruh sistem itu dipandu oleh control processes
(proses-proses pengontrolan) yang menentukan bagaimana dan kapan
informasi akan mengalir di seluruh sistem.
Ingatan Sensorik
Sensory memory (ingatan sensorik) adalah pemrosesan pertama
yang mentransformasikan stimuli yang masukmenjadi informasi yang
dapat kita pahami.
Kapasitas, Durasi, dan Isi Ingatan Sensorik. Kapasitas ingatan
sensorik sangat besar, dan dapat memasukkan lebih banyak informasi
yang mungkin kita tangani sekaligus. Akan tetapi informasi sensorik yang
begitu banyak itu sangat ringkih dalam hal durasi. Informasi sensorik
berlangsung antara satu sampai tiga detik saja.
Persepsi.
memaknainya

Proses
disebut

mendeteksi
persepsi.

sebuah

Makna

ini

stimulus

dan

dikon struksikan

berdasarkan representasi fisik dari dunia luar dan pengetahuan yang


sudah kita miliki
Peran Atensi. Dengan memberikan atensi (perhatian) pada
stimuli

terpilih

dan

mengabaikan

yang

lainnya,

kita

membatasi

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

kemungkinan

yang

akan

kita

persepsi

dan

proses.

Atensi

juga

dipengaruhi oleh apa hal lain yang terjadi pada saat itu, oleh
kompleksitas tugasnya, dan oleh kemampuan kita mengontrol atau
memfokuskan perhatian kita (Driscoll, 2005).
Atensi dan Pengajaran. Langkah pertama dalam belajar adalah
memerhatikan. Siswa tidak mungkin memproses informasi yang tidak
mereka kenali atau persepsi (Lachter, Forster, & Ruthruff, 2004).
Banyak faktor di kelas memengaruhi perhatian siswa. Sebuah benda
atau tindakan yang sangat mencolok-mata dapat menarik perhatian di
awal pelajaran
Working memory
Working memory adalah "meja kerja" sistem ingatan, interface
(antarmuka) yang informasi barunya disimpan secara temporer dan
dikombinasikan dengan pengetahuan dari ingatan jangka panjang, untuk
menyelesaikan masalah atau memahami kuliah, misalnya. Working
memory "berisi" apa yang yang sedang Anda pikirkan saat itu. Untuk
alasan inilah sebagian psikolog menganggap working memory sinonim
dengan "kesadaran" (Sweller, van Men-ienboer, & Paas, 1998).
Durasi dan Isi Working Memory. Jelas bahwa durasi informasi
dalam sis-tem working memory sangat singkat, hanya sekitar 5 sampai 20
detik,

kecuali

jika

Anda

terus

me-rehearse

informasinya

memprosesnya dengan cara lain.


Menyimpan informasi dalam Working Memory

atau

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

Ada dua tipe rehearsal (Craik & Lockhart, 1972). Maintenance


rehearsal dan Elaborative rehearsal.
Lupa. Informasi dapat hilang dari working memory melalui
intervensi atau decay . Intervensi cukup straightforward (tidak kompleks,
mudah dipahami): Memproses informasi baru akan menginterferensi/
mengganggu atau dikacaukan oleh informasi lama. Ketika pikiran-pikiran
baru terakumulasi, informasi yang lama hilang dari ingatan.
Kapasitas, Durasi, dan Isi Ingatan Jangka Panjang
Informasi memasuki working memory dengan sangat cepat. Untuk
memindahkan informasi ke dalam tempat penyimpanan jangka panjang
dibutuhkar lebih banyak waktu dan usaha. Bila kapasitas working memory
terbatas, kapasitas ingatan jangka panjang, untuk semua maksud yang
sifatnya praktis, tampaknya tidak terbatas. Selain itu, begitu informasi
disimpan dengan aman dalam ingatan jangka panjang, is dapat tetap ada
di sana secara permanen.
Isi Ingatan Jangka Panjang: Pengetahuan Deklaratif, Prosedural, dan
Kondisional
(Farnham-Diggory, 1994). Pengetahuan deklaratif adalah "tahu
bahwa" sesuatulah yang dimaksud.

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

Pengetahuan

prosedural

adalah

"tahu

bagaimana"

mengerjakan sesuatu misalnya membagi pecahan atau membersihkan


karburatorpengetahuan in action..
Pengetahuan kondisional adalah "tahu kapan dan mengapa"
menerapkan pengetahuan deklaratif dan prosedural Anda.
Isi Ingatan Jangka Panjang: Kata-Kata dan Gambar-Gambar
Allan Paivio (1971, 1986; Clark & Paivio, 1991) mengatakan bahwa
informasi disimpan dalam ingatan jangka panjang sebagai gambargambar visual atau unit-unit verbal, atau kedua-duanya. Para psikolog
yang setuju dengan sudut pandang ini percaya bahwa informasi yang
dikode secara visual maupun verbal adalah informasi yang paling mudah
dipelajari (Mayer & Sims, 1994).

Ingatan eksplisit : semantik dan Episodik


Ingatan

semantik, yang sangat penting disekolah, adalah

ingatan untuk arti, termasuk kata, fakta, teori, dan konsep. Ingatan ini
tidak

dikaitkan

dengan

pengalaman

tertentu

tersimpan

sebagai

proposisi, gambar, dan skema.


Proposisi adalah unit terkecil pengetahuan yang dapat dinilai benar
atau

salah.

Images

(gambaran/bayangan)

adalah

representasi

berdasarkan struktur atau penampakan informasi (Anderson, 1995a)..


Skema adalah pola atau pedoman untuk mereprsentasikan sebuah
kejadian, konsep, atau keterampilan.
Ingatan episodik adalah ingatan tentang peristiwa yang sudah
kita alami, sehingga kita sering dapat menjelaskan kapan peristiwa itu
terjadi. Sebaliknya, kita biasanya tidak dapat mendeskripsikan kapan

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

kita mendapatkan sebuah ingatan semantik. Ada tiga macam ingatan


implisit atau ingatan di-luar-kesadaran: classical conditioning, ingatan
prosedural, dan priming effect.

Menyimpan dan Mengambil Informasi di Ingatan Jangka


Panjang
Salah

satu

prasyarat

penting

adalah

mengintegrasikan

informasi baru dengan pengetahuan yang sudah tersimpan

dalam

ingatan jangka panjang saat anda mengonstruksi sebuah pemahaman.


Disini elaborasi, organisasi, dan konteks memainkan peran.
Teori Tingkat-Tingkat Pemrosesan
Craik dan Lockhart (1972) mengemukakan teori tingkat-tingkat
pemrosesan

sebagai alternatifuntuk model-model ingatan jangka

pendek/panjang, tetapi teori tingkat-tingkat pemrosesan terutama


berhubungan dengan gagasan tentang elaborasi.
Mengambil Informasi dari Ingatan Jangka Panjang

Menemukan dan menggunakan informasi dari ingatan jangka


panjang bersifat otomatis, seperti ketika Anda memutar sebuah nomor
telepon atau menyelesaikan coal matematika tanpa harus mencari
(mengingat) setiap Iangkahnya, atau kata "memory" tercetus di benak
saat Anda melihat ME_ _ _ _ Bayangkan ingatan jangka panjang sebagai
sebuah rak raksasa yang penuh alat-alat (keterampilan, prosedur) dan
barang-barang (pengetahuan, skema) yang siap dibawa ke meja kerja
working memory guna menyelesaikan sebuah tugas. Rak itu (ingatan
jangka panjang) menyimpan berbagai macam hal yang luar biasa
banyaknya, tetapi mungkin sulit untuk menemukan apa yang Anda cari
dengan cepat. Meja kerjanya (working memory) kecil, tetapi apa pun
yang ada di atasnya serta-merta tersedia. Akan tetapi, karena kecil,
barang-barang (keping-keping informasi) kadang-kadang hilang bila meja

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

kerja itu terlalu penuh atau bila salah satu keping informasi itu menutupi
(menginterferensi) informasi lainnya (E. Gagne, 1985).
Aktivasi Menyebar
Ukuran jaringan ingatan jangka panjang sangat besar, tetapi
hanya bagianbagian kecil darinya yang diaktifkan pada suatu saat.
Hanya informasi yang saat itu sedang kita pikirkan yang ada dalam
working memory. Informasi diambil dalam jaringan ini melalui spreading
activation (aktivasi menyebar).

TEORI PEMROSESAN INFORMASI


Nur (2000) menyatakan bahwa pentingnya pengetahuan awal dan
cara pengetahuan di proses di dalam otak merupakan dua prasyarat
untuk menerapkan bagaimana individu belajar dan bagaimana mereka
menerapakan strategi-strategi belajar tertentu. Bagaimana sistem memori
otak bekerja merupakan hal lain lagi. Sejumlah ahli psikologi kognitif telah
mengembangkan

apa

yang

mereka

sebut

pandangan

pemrosesan

informasi atau information processing tentang pembelajaran.


Gagne (1977) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang
memungkinkan individu-individu memodifikasi perilaku secara permanen

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

sehingga modifikasi yang sama tidak harus terjadi lagi pada setiap situasi
baru. Ini berarti bahwa belajar merupakan perubahan perilaku manusia
setelah melalui suatu proses. Perubahan perilaku ini terjadi karena
pengalaman, latihan, dan bukan karena pertumbuhan dan kematangan.
Perubahan perilaku sebagai hasil belajar yang melalui suatu proses ini
dikenal dengan pemrosesan informasi.
Menurut gagne pemrosesan informasi

menguraikan peristiwa-

peristiwa mental sebagai transformasi dari input ke output yang


digambarkan seperti gambar di bawah.
Dari gambar

Di bawah bahwa proses belajar dipandang sebagai

rangkaian sejumlah subproses yang masing-masing memegang peranan


terbatas

dalam

keseluruhan

proses

belajar

itu.

Setiap

subproses

berlangsung selama jangka tertentu. Dalam model ini terdiri atas satuansatuan struktural yang membentuk kesatuan yang merupakan suatu
sistem dalam pemrosesan informasi.

Executive
kontrol

E
N
V
I
R
O
N
M
E
N
T

Effectors

Receptors

Expectation

Respon
Generator

Sensory
Register

Short Term
Memory

Long Term
Memory

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

Sumber Gagne (1977)


Gambar Aliran Pemrosesan Informasi Oleh Gagne
1. Receptor,

menerima

rangsangan

dari

lingkungan

sekitar

(environment) dan mengelolahnya menjadi rangsangan neural


(saraf)
2. Sensory

Register,

menampung

kesan-kesan

sensori

dan

mengadakan seleksi sehingga terbentuk suatu kebulatan persepsi.


3. Short Term Memory (STM), menampung hasil pengolahan
persepsi dan menyimpannya. Informasi tertentu disimpan lebih
lama dan diolah untuk menemukan maknanya.
4. Long Term Memory (LTM), menampung hasil

pengolahan

informasi yang ada dalam STM dan menyimpannya sebagai


informmasi yang siap pakai pada saat dibutuhkan. Informasi dapat
dikembalikan ke STM atau lansung diteruskan kepusat perencanaan
reaksi/jawaban. Informaasi yang digali dari LTM masuk daalam STM
dengan memory kerja yang berfunsi untuk menyesuaikan informasi
(proses adaptasi) yang masuk dari sensory register dengan inforasi
yang digali dari LTM. Ada dua proses penyesuaian informasi, yaitu
asimilasi dan akomodasi. Asimilasi merupakan proses penyerapan
informasi atau pengalaman baru kedalam struktur mental (skema)
yang

telah dimiliki seseorang. Asimlasi merupakan upaya untuk

memahami sesuatu hal baru, dan mencocokannya dengan apa yang


diketahui.

Akomodasi

merupakan

proses

penyusunan

kembali

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

struktur mental (skema) sebagai akibat adanya pengalaman dan


informasi baru. Akomodasi meliputi dua hal, yaitu : (1) membentuk
skema baru yang cocok dengan informasi atau dengan pengalaman
baru, dan (2) memodifikasi skema yang ada ssehinggga cocok
dengan informasi atau pengalaman baru.
5. Respon Generator, menampung informasi yang tersimpan dalam
LTM dan STM kemudian meengubahnya rencana reaksi/jawaban
6. Effector, menampung hasil umpan balik melalui observasi terhadap
efek

tindakan

atau

perbuatan.

Diberikan

prestasi

yang

menampakkan hasil belajar.


Enam subproses dalam proses belajar di atas merupakan rangkaian
proses di dalam diri individu yang sedang belajar, di luar rangkaian ini
ada dua subproses yang cukup berpengaruh dalam proses belajar, yaitu :
(1) Executif kontrol, dan (2) Expectation. Kedua subproses ini berkaitan
dengan strategi kognitif pelajar dalam proses belajar yang merupakan
proses kontrol. Kedua subproses ini berfungsi untuk menentukan jenis
pemrosesan informasi khusus yang pelajar gunakan untuk menyelesaikan
jenis-jenis tugas khusus. Kedua subproses ini menentukan pendekatan
pelajar pada satu atau lebih cara pemrosesan informasi. Bagaimana
proses

informasi

bergerak

mengikuti,

mengkode,

menyimpan,

dan

menggali kembali informasi


Executive Kontrol (EC), mempengaruhui perhatian dan persepsi
pilihan melalui penentuan ciri ciri dari isi sensory register yang akan
dimasukkan dalam STM. EC akan menetapkan apa yang diolah dalam STM
dan menjadi apa yang disimpan dalam LTM. EC akan mempengaruhui

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

skema pencarian dan penggalian kembali informasi dari LTM, yaitu


menentukan

berapa

banyak

dan

bagaimana

baiknya

seseorang

mengingat suatuinformasi. EC juga mempengaruhui pilihan bentuk


respon yang menunjukkan penampilan pelajar. Selain itu, EC juga
menentukan strategi pelajar untuk generalisasi, problem solving, dan
mempengaruhi kualitas pemikiran indivudu pelajar.
Expectation (Exp), adalah subproses dari proses kontrol. Exp
mewakili

motivasi

khusus

dari

pelajar

untuk

mencapai

tujuan

pembelajaran yang telah ditentukan. Apa yang ingin pelajar ingin kerjakan
dapat mempengaruhui apa yang mereka selesaikan. Bagaimana mereka
mengoke informasi pelajaran , dan bagaimana mereka mengorganisasi
respons mereka. Suatu harapan adalah suatu himpunan yang kontinu,
berorientasi menuju sasaran tujuan sempurna, yang pelajar dapat seleksi
dari hasil setiap tahap subproses dalam pemrosesan informasi.
Memori Jangka Pendek
Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapat perhatian
ditransfer ke kompoonen kedua dari sistem memori, yaitu memori jangka
pendek. Memori jangka pendek

adalah sistem penyimpan ang dapat

menyimpan informasi dalam jumlah yang terbatas hanya dalam beberapa


detik. Pikiran pikiran yang kita sadari pada suatu saat tertentu di simpan
di dalam mmemori jangka pendek kita. Bila kita berhenti berpikir teentang
sesuatu, maka sesuatu itu hilang dari memori jangkapendek kita. Satu
cara untuk menyimpan informasi di dalam memori jangka pendek adalah
memikirkan tentang informasi itu atau mmengucapkan berkali-kali. Proses
mempertahankan suatu informasi daalam memori jangka pendek dengan

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

cara mengulang-ngulang ini disebut menghafal.

Menghafal sangat

penting dalam belajar, karena semakin lama suatu butir tinggal di dalam
memori jangka pendek, semakin besar kesempatan butir itu akan
ditransfer ke memori jangka panjang. Tanpa mengulang, kemungkinan
butir itu tidak akan tinggal di memori jangka pendek lebih dari sekita 30
detik. Pelajar harus mengalokasikan waktu untuk peengulangan selama
pembelajaran di kelas.
Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang merupakan bagian dari sitem memori
tempat kita yang menyimpan informasi untuk periode waktu yang
panjang, dan mempunyai kapasitas yang besar.
Para ahli membagi memori jangka panjang meenjadi tiga bagian,
yaitu memori episodik, memori semantik, dan memori prosedural.
Memori episodik
menyimpan

adalah bagian dari memori jangka panjang yang

dari pengalaman-pengalaman pribadi. Suatu gambaran

(bayangan) mental tentang sesuatu yang kita lihat atau kita dengar.
Memori Semantik adalah suatu bagian dari memori jangka panjang
yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum. Berisi fakta-fakta dan
generalisasi informasi yang kita ketahui; konsep, prinsip, atau aturan dan
bagaimana menggunakannya, dan keterampilan pemecahan masalah
dan strategi belajar kita. Hampir semua yang kita pelajari dalam
peembelajaran

dikelas

Prosedural adalah

disimpan

dalam

memori

sematik.

Memori

suatu bagian dari memori jangka panjang yang

menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. Memori


prosedural mengacu pada pengetahuan bagaimana (knowing how)

TEORI
PEMROSESAN INFORMASI

sebagai lawan dari


mengendarai

mobil,

keterampilan

yang

mengetahui apa (Knowing what). Kemampuan


mengetik
ddisimpan

atau
di

naik

dalam

sepeda
memori

adalah
prosedural

contoh
(Nur,

Wukandari, dan Sugiarto, 1998).


Sumber : Maxinus
Matematika.

Jaeng.2007. Belajar
FKIP UNTAD

Dan

Pembelajaran