Anda di halaman 1dari 78

PEMBIMBING PERJANJIAN BARU

PENDAHULUAN
A. ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBIMBING PERJANJIAN BARU
Ilmu Pengetahuan dan Pembimbing PB, yang kadang disebut juga Ilmu Pengantar PB,
adalah bagian dalam Ilmu Teologia Biblika yang baru dikenal secara umum pada abad ke 19.
Sumbangsih ilmu ini sangat besar khususnya dalam penyediaan bahan-bahan penting yang dapat
menolong kita menyelidiki dan menafsirkan Alkitab secara bertanggung jawab.
1. Latar Belakang
Mengapa diperlukan pengetahuan khusus untuk dapat menginterpretasikan Alkitab
dengan tepat? Orang Kristen sering mendapati bahwa mengerti isi Alkitab tidaklah mudah,
karena ada jurang pemisah yang cukup besar baik dalam hal waktu penulisan maupun dalam
latar belakang dan budaya antara jaman PB dan pembaca sekarang. Oleh karena itu dengan
mengetahui informasi yang cukup tentang segala sesuatu sekitar latar belakang penulis dan
penulisannya, maka hal ini akan dapat membantu kita menjembatani jurang pemisah itu.
2. Definisi
Secara umum dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pembimbing dan Pengetahuan PB adalah
ilmu yang menyelidiki dan mempelajari latar belakang sejarah dan budaya sekitar jaman
Perjanjian Baru, yaitu jaman ketika Tuhan Yesus dan Rasul-rasul masih hidup. Secara khusus
akan dipelajari pula latar belakang penulisan kitab-kitab Perjanjian Baru, yaitu tentang
penulis, penerima, tahun dan tempat penulisan, dan hal-hal yang penting sehubungan dengan
tema dan tujuan penulis menuliskan kitab-kitab PB.
3. Tujuan
Tujuan mempelajari Ilmu Pengetahuan dan Pembimbing PB adalah untuk mendapatkan
informasi tentang latar belakang dunia PB dan penulisan kitab-kitab PB sehingga dapat
memperkaya wawasan kita dalam memberikan interpretasi (penafsiran) yang tepat terhadap
isi dan pengertian Firman Tuhan yang diinspirasikan dalam kitab-kitab PB.
B. PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBIMBING PB
Drs. M.E. Duyverman, dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru, membagi
ilmu ini menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Ilmu Pembimbing Khusus
Ilmu yang memeriksa seluk beluk kitab-kitab PB satu persatu, dengan mengajukan
serentetan pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini:
Siapakah penulis kitab tsb.?
Kapankah dan dimanakah kitab tsb. ditulis?
Kepada siapakah dan dengan maksud apakah kitab tsb. ditulis?
2. Ilmu Pembimbing Umum
Ilmu yang memeriksa kitab-kitab Perjanjian Baru secara keseluruhan, termasuk
didalamnya adalah Ilmu Salinan (textual criticism) dan Kanonisasi.
C. PEMBAGIAN KITAB-KITAB DALAM PERJANJIAN BARU
Seluruh jumlah kitab kanon Perjanjian Baru adalah 27 kitab dan biasanya digolongkan
menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Kitab-kitab Sejarah: 4 Kitab-kitab Injil dan 1 Kisah Para Rasul
2. Kitab Surat-Surat:
a. 13 Surat-surat Paulus dan 1 Surat Ibrani
b. 7 Surat-surat Am (Umum)
3. Kitab Eskatologi: Kitab Wahyu
Tugas Baca:
M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 12-15, 41-42)

LATAR BELAKANG DUNIA PERJANJIAN BARU


A. MASA PERALIHAN: MASA SESUDAH PL DAN SEBELUM PB
Masa-masa sesudah PL dan sebelum PB sering dikatakan sebagai masa-masa gelap karena
Allah tidak mengirim nabi-nabi-Nya untuk berbicara kepada umat Israel. Namun demikian masa
ini justru menjadi masa yang sangat penting karena sekalipun kelihatannya diam Allah bekerja
dibalik sejarah umat manusia untuk mempersiapkan mereka menerima pelaksanaan rencana
Agung-Nya.
Masa "sesudah PL dan sebelum PB" ini disebut sebagai Masa Peralihan atau Jaman
Intertestamental yang berlangsung kurang lebih 400 tahun. Dalam masa ini Allah memakai 3
bangsa yang mengambil peranan utama dalam mempersiapkan masa Perjanjian Baru. Dari
catatan kitab-kitab Makabe dan tulisan-tulisan Yosefus, kita mengetahui fakta-fakta berikut ini:
1. Bangsa Yahudi/Ibrani
Bangsa pilihan Allah ini tidak selalu berhasil dalam mentaati dan mengemban tugasnya
sebagai umat pilihan Allah, sehingga Allah sering harus menghukum mereka dengan
membuang mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa lain. Namun justru dengan cara itu Allah
menggunakannya untuk maksud baik-Nya. Pada waktu bangsa Israel dibuang ke tanah
Babilonia, mereka tercerai berai ke seluruh dunia. Ketika bangsa ini hidup di tengah-tengah
bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, bangsa Israel disadarkan akan pentingnya
mempertahankan iman, menyembah Allah yang monotheisme dan mentaati Hukum Taurat.
Melalui bangsa inilah Allah menyediakan jalan yang sangat baik untuk melihara
kelangsungan sejarah keselamatan yang dijanjikan-Nya bagi umat manusia.
2. Bangsa Yunani
Bangsa Yunani melalui Aleksander memberikan sumbangan yang besar dalam
mempersatukan seluruh dunia dalam satu bahasa, yaitu bahasa Yunani. Hal ini memberikan
pengaruh yang besar, karena bahasa Yunani akhirnya dipakai menjadi bahasa internasional
pada masa itu. Ini memberikan keuntungan yang sangat besar karena bahasa Yunani adalah
bahasa berpikir, bahasa yang sangat dibutuhkan oleh penulis-penulis kitab-kitab PB dalam
mengungkapkan istilah-istilah teologia dengan benar dan akurat.
3. Bangsa Romawi
Penguasa Romawi yang menduduki tanah Israel (Palestina) menciptakan suasana yang
relatif damai sehingga pembangunan jalan-jalan dan keamanan menjadi prioritas negara.
Keadaan ini sangat diperlukan dalam mempersiapkan kedatangan Kristus dan juga ketika
Injil disebarkan. Selain itu ada banyak kontribusi yang diberikan oleh orang-orang Romawi,
baik dalam bidang hukum maupun filsafat yang sangat berguna bagi persiapan penulisan
kitab-kitab PB.
C. DUNIA PERJANJIAN BARU
1. Latar Belakang Politik
Latar belakang politik dalam dunia Perjanjian Baru adalah kekaisaran Romawi. Merrill
C. Tenney dalam bukunyaSurvei Perjanjian Baru telah memberikan uraian terperinci tentang
hal ini. Negara Romawi berdiri tahun 753 SM, yang sebelumnya hanya terdiri dari beberapa
kelompok masyarakat di beberapa desa yang akhirnya merebut banyak kota dan menjadi
kerajaan yang besar tahun 265 SM.
Berikut ini adalah kaisar-kaisar Romawi yang memerintah pada masa Perjanjian Baru:
a. Agustus (27SM 14 M). Ketika Tuhan Yesus lahir, pemerintahan sedang dipegang oleh
Kaisar Agustus. Dialah yang memerintahkan sensus penduduk di Palestina.
b. Tiberius (14-37 M). Ia memerintah semasa Tuhan Yesus dewasa - mati.
c. Caligula (37-41 M). Kaisar yang menganggap dirinya dewa untuk disembah. Banyak
orang Kristen mula-mula yang mati karena melawan perintah untuk menyembah kepada
kaisar.
d. Nero (54-68 M). Kaisar yang kejam dan semena-mena menganiaya orang Kristen.
Paulus dan Petrus mati syahid pada masa pemerintahannya.
e. Vespasian (69-79 M). Pada masa pemerintahannya kota Yerusalem dihancurkan,
termasuk bangunan Bait Allah.
f. Domitianus (81-96 M). Melakukan penindasan yang sangat kejam terhadap orang-orang
Kristen. Memerintah pada masa tua Rasul Yohanes.
Palestina menjadi salah satu negara jajahan Kerajaan Romawi diperkirakan sejak tahun
63 SM. Kisah dalam PB diawali dari masa pemerintahan Herodes (37SM - 4M) yang

ditunjuk oleh pemerintah Romawi sebagai raja Yahudi. Sebutan provinsi diberikan kepada
daerah-daerah baru yang ditaklukkan Romawi. Untuk provinsi yang relatif damai dan setia
pada Roma, pemerintahan dipimpin oleh seorang gubernur. Sedangkan wilayah yang rawan
dipimpin oleh seorangwali negeri.
[Lihat: Kis. 13:7; 18:12; Mat. 27:11]
Daerah-daerah jajahan (provinsi) ini biasanya mendapat kebebasan (otonomi) untuk
berdiri sendiri. Kebebasan agama pun juga diberikan kepada mereka (religio licita).
Penarikan pajak juga diserahkan kepada pemerintahan setempat, tetapi di bawah pengawasan
Roma.
2. Latar Belakang Sosial
Di kalangan masyarakat Yahudi, para alim ulama adalah kelompok ningrat yang kaya
karena merekalah yang menguasai perdagangan dan pajak di bait suci. Sedangkan kelompok
mayoritas penduduk biasanya miskin. Mata pencaharian mereka antara lain, petani, peternak,
nelayan dan wiraswastawan kecil lainnya.
Dalam masyarakat non-Yahudi, ada pembagian kelas masyarakat sbb.: kaum ningrat,
kelas menengah, rakyat jelata, kaum budak dan penjahat.
3. Latar Belakang Ekonomi
Keadaan tanah daerah sekitar Laut Tengah masa itu cukup subur sehingga hasil
pertanian menjadi sumber hasil utama. Industri belum berkembang, hanya untuk
menghasilkan kebutuhan sehari-hari, misalnya bejana kain linen, hasil keramik barang rumah
tangga. Barag-ng-barang mahal adalah hasil import negara lain.
a. Mata uang
Mata uang logam yang berlaku saat itu adalah denarius (dinar), dan uang
emas aureus (pound). Satu dinar adalah upah pekerja untuk satu hari kerja (Mat. 20:2).
Tetapi karena pemerintahan provinsi diijinkan mencetak uang sendiri, maka tidak heran
kalau banyak beredar mata-mata uang yang berbeda (Mat. 21:12). Usaha pinjam
meminjam uang juga sangat populer saat itu.
b. Arus perjalanan
Arus perjalanan sangat lancar jaman itu, karena adanya sistem jalan raya yang sangat baik.
Sistem jalan raya ini menghubungkan kota Roma dengan daerah-daerah jajahan yang
terbentang luas.
c. Arus perdagangan
Arus perdagangan dari dan ke luar negeri dilakukan lewat laut. Pelabuhan Aleksandria
adalah salah satu pelabuhan terpenting. Banyak kapal-kapal besar berlayar dari sini. Hasil
perdagangan yang banyak didatangkan adalah biji-bijian.
4. Latar Belakang Budaya
Di bawah pemerintahan kaisar Augustus, kesusasteraan Romawi dibangkitkan lagi.
Tulisan-tulisan mereka berupa drama-drama dan cerita-cerita mitos Yunani.
a. Ilmu Pengetahuan
Dalam hal ilmu pengetahuan sudah dikenal ilmu alam sederhana, ilmu pengobatan umum,
ilmu bahasa dan pidato. Seni dan ilmu arsitektur adalah yang paling maju pesat. Banyak
dibangun jembatan, saluran air, gedung-gedung kesenian dan patung-patung. Ilmu
perbintangan banyak dinikmati masyarakat.
b. Hiburan
Untuk hiburan banyak dipertunjukkan pertunjukkan-pertunjukkan musik untuk menghibur
kaum jelata. (tambur, kecapi, seruling dan harpa). Sedangkan hiburan untuk kaum ningrat
(kaya) adalah pertarungan berdarah antara manusia dan hewan (gladiator) di arena-arena
pertunjukkan.
c. Bahasa
Bahasa yang dipakai bermacam-macam: Latin, Yunani, Aramaik dan Yahudi (Ibrani),
masing-masing bahasa mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan untuk tujuan yang
berbeda.
d. Sistem pendidikan
Sistem Pendidikan sudah lama dikenal, baik dikalangan masyarakat Yahudi ataupun nonYahudi. Masyarakat Yahudi, terutama keluarga memberikan perhatian yang sangat besar
dalam pendidikan terhadap generasi penerusnya. Tujuan utama adalah agar mereka
memelihara budaya dan agama nenek moyang. Ketika ada di tanah Pembuangan
pendidikan dilaksanakan di tempat ibadah Sinagoge.

5. Latar Belakang Agama


Agama primitif orang Romawi adalah pemujaan terhadap dewa-dewi Yunani, walaupun
tidak berlangsung lama, (hanya sampai abad pertama) karena rakyat tidak lagi melihat
manfaatnya. Bahkan justru sebaliknya, cerita dewa-dewi itu merusak moral dan kehidupan
kaum muda.
Pemujaan kepada kaisar sangat menguntungkan negara karena mendatangkan kesatuan.
Tetapi di lain pihak mendatangkan penganiayaan bagi orang Kristen.
Selain pemujaan-pemujaan itu ada juga pemujaan kepada agama-agama rahasia dan
alam gaib. Namun inipun kurang memuaskan kehidupan rohani mereka.
Untuk mengatasi itu lahirlah banyak filsafat-filsafat pemikiran yang sistematis yang
lebih disukai karena sanggup memuaskan intelektual yang mereka puja. Contoh aliran-aliran
filsafat yang ada pada saat itu: Platonisme, Gnostisisme, Neo-platonisme, Epikurianisme, ,
Stoicisme, Skeptisisme dll.
D. YUDAISME
Bangsa Yahudi dan agama Yudaisme adalah dua sisi mata koin yang tidak dapat
dipisahkan. Keduanya mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dunia
Perjanjian Baru, karena dari sanalah kekristenan lahir. Hampir semua penulis-penulis PB adalah
orang-orang Yahudi yang mempunyai latar belakang agama Yudaisme. Oleh karena itu untuk
memahami tulisan-tulisan PB dengan baik akan ditentukan dari seberapa jauh kita mengerti
tentang bangsa Yahudi dan agama Yahudi.
1. Latar Belakang
Untuk memahami sejarah bangsa Yahudi, kita harus kembali melihat jauh ke belakang
kepada panggilan Allah terhadap Abraham. karena dari Abrahamlah bangsa "pilihan" ini
berasal.
Namun demikian, agama Yudaisme sebenarnya baru dimulai pada masa "penyebaran"
(diaspora) yang terjadi sejak tahun 734 SM, ketika puluhan ribu orang Yahudi dibuang keluar
dari tanah kelahiran mereka. Di tanah pembuangan itulah orang-orang Yahudi yang setia
kepada Taurat mulai merasakan kesulitan besar untuk tetap beribadah dan mentaati Hukum
dan Taurat mereka.
Sebagian dari mereka yang dibuang ini mulai tergoda untuk mengadopsi cara-cara hidup
kafir, bahkan juga agama kafir. Melihat tantangan yang besar ini mulailah orang-orang
Yahudi sadar betapa berharganya kepercayaan yang mereka warisi dari nenek moyang
mereka. Oleh karena itu mereka mulai memikirkan tentang bagaimana mempelajari agama
nenek moyang mereka yang berisi hukum Taurat itu dengan sungguh-sungguh supaya
mereka tidak dicemari dengan budaya dan dunia kafir. Dari sinilah Yudaisme secara resmi
lahir. Salah seorang pelopor utama gerakan ini adalah Ezra, ia mengetuai badan yang
disebut sinagoge agung. Badan yang terdiri dari 120 orang ini bertugas untuk
menghidupkan, memulihkan dan menggolong-golongkan kitab-kitab PL. Tapi akhirnya
badan ini diganti dengan dewan sanhedrin.
[Lihat: Dan. 1:5-8; 3:4-7: Ezr. 7:1-6]
2. Pusat Ibadah Yahudi di Yerusalem
Sebelum masa penyebaran/pembuangan, Bait Suci di Yerusalem (yang dibangun oleh
Raja Salomon) adalah satu-satunya pusat ibadah bagi orang Yahudi. Isi ibadah mereka adalah
melakukan perjalanan ke Yerusalem secara teratur dan mengadakan upacara korban
sembelihan di sana. Setelah mereka dibuang ke tanah asing, mereka tidak mungkin lagi ke
Bait Suci untuk beribadah, apalagi setelah Yerusalem dihancurkan (586 SM). Upaya yang
mereka lakukan untuk menggantikan ibadah adalah dengan menggiatkan kembali pengajaran
tentang Hukum dan Taurat sebagai pusat ibadah mereka yang baru.
Walaupun Bait Suci kemudian dibangun kembali, ada banyak orang Yahudi yang masih
tinggal di tanah asing dan tidak kembali ke Palestina, bahkan ternyata lebih banyak orang
Yahudi yang tinggal di luar negara mereka. Untuk memenuhi kebutuhan rohani dan ibadah
mereka maka dibangunlah sinagoge-sinagoge di kota-kota dimana orang Yahudi tinggal.
Sinagoge (artinya rumah ibadat orang Yahudi) tidak bisa dikatakan sebagai tiruan Bait Suci
Yerusalem, karena selain ukuran yang jauh lebih kecil, juga tidak disediakan tempat untuk
membakar korban. Sebagai gantinya dilakukan doa, membaca Taurat, memelihara hari Sabat,
sunat dan memelihara hukum-hukum PL yang mengatur soal makanan. Inilah yang akhirnya
menjadi pusat ibadah Yudaisme.
[Lihat: Maz. 137: 1-5]

3. Tempat Ibadah Yahudi - Sinagoge


Sejak jaman penyebaran/pembuangan peranan sinagoge dalam melestarikan agama dan
budaya Yahudi sangat besar. Di sinilah Yudaisme bertumbuh dan mengalami kedewasaan. Di
setiap kota besar dimana ada kelompok orang Yahudi tinggal didirikanlah sinagoge. Akhirnya
sinagoge juga menjadi balai sosial di mana penduduk Yahudi di kota itu berkumpul setiap
hari minggu untuk belajar tentang tradisi dan agama Yudaisme. Kesuksesan pemakaian
rumah ibadat orang Yahudi ini sangat mengesankan, sehingga pada waktu orang-orang
Yahudi perantauan pulang ke tanah airnya, sistem ibadah di sinagoge ini dibawa dan tetap
dipraktekkan sampai jaman Yesus dan para Rasul.
Pemimpin sinagoge disebut "kepala rumah ibadat", yang diangkat dari antara penatua
berdasarkan hasil pemungutan suara. Tugasnya adalah memimpin kebaktian, menjadi
penengah dalam suatu perkara dan memperkenalkan pengunjung pada jemaat. Penjaga
sinagoge disebut hazzan. Tugasnya menjaga dan memelihara bangunan dan jgua harta benda
yang ada di sinagoge.
Dalam sinagoge ada lemari untuk menyimpan gulungan kitab Taurat, sebuah podium
dengan sebuah meja untuk meletakkan Kitab Suci yang sedang dibaca, dan juga lampu dan
bangku serta kursi duduk jemaat.
[Lihat: Mar. 5:22; Luk. 13:14; Kis. 13:5; 14:1; 15:43, dst.]
4. Bentuk ibadah
Dalam sinagoge kebaktian dilakukan sbb.:
a. Pembacaan pengakuan iman Yahudi yang disebut shema - (Ul. 6:4, 5).
b. Diikuti dengan puji-pujian kepada Allah yang disebut berakot ("Diberkatilah....").
c. Pembacaan doa, dan juga pembacaan doa pribadi oleh jemaat (dalam hati).
d. Selanjutnya adalah pembacaan Kitab Suci (kitab Taurat dan Pentateukh, juga kitab Nabinabi).
e. Kemudian diikuti dengan Kotbah untuk menjelaskan bagian yang baru saja dibacakan.
f. Kebaktian diakhiri dengan berkat, yang dilakukan oleh imam.
Bentuk/tata cara ibadah sinagoge ini juga diikuti oleh gereja abad pertama.
5. Aliran-aliran keagamaan dalam Yudaisme
Walaupun semua orang Yahudi memegang hukum agama yang sama (Yudaisme) tapi
dalam penafsiran dan tujuannya ada bermacam-macam aliran:
a. Kaum Parisi
Berasal dari kata parash, artinya "memisahkan". Aliran yang paling berpengaruh dan
banyak pengikutnya dalam masyarakat. Mereka adalah para ahli tafsir PL, yang
menjunjung tinggi hukum lisan atau adat istiadat nenek moyang yang mereka taati sampai
pada hal yang sekecil-kecilnya. Karena keahliannya inilah mereka disebut sebagai ahli
Taurat. Kelompok inilah yang paling banyak dijumpai berselisih paham dengan Yesus.
Namun demikian tidak semua orang Parisi munafik ada juga yang sungguh-sungguh.
[Lihat: Mat. 23:13-15]
b. Kaum Saduki
Nama Saduki berasal dari bani Zadok (Imam Besar). Mereka berjumlah kecil tetapi sangat
berpengaruh dalam pemerintahan, karena anggota mereka adalah para imam di Bait Allah
di Yerusalem.
Pengajaran PL yang mereka terima hanyalah 5 kitab Pentateukh, tidak percaya pada
kebangkitan dan hal-hal supranatural atau kehidupan sesudah kematian, tetapi mereka
berpegang ketat hanya pada tafsiran-tafsiran harafiah Taurat.
[Lihat: 2 Sam. 15:24-29; Kis. 23:8]
c. Kaum Zelot
Mereka adalah kaum nasionalis fanatik yang ingin melepaskan diri dari penjajahan
Romawi. Mereka percaya bahwa Allah adalah satu-satunya pemimpin mereka. Oleh
karena itu mereka sering mengadakan pembrontakkan melawan pemerintah Romawi.
[Lihat: Kis. 5:37; Mar. 12:14]
d. Kaum Eseni
Eseni artinya "saleh" atau "suci". Mereka ini tidak secara resmi disebut dalam kitab-kitab
PB, tetapi keberadaan mereka diakui oleh tradisi sebagai biarawan-biarawan Yahudi yang
hidup membujang. Mereka juga menjalankan hidup sederhana dan bekerja untuk
memenuhi kebutuhan hidup bersama. Kelompok ini sering dihubungkan dengan
penemuan-penemuan naskah Qumran, walaupun tidak ada bukti kuat.

e. Kaum Helenis
Kelompok ini disebut kaum Helenis karena mereka adalah orang-orang keturunan Yahudi
tetapi telah mengadopsi kebudayaan dan bahasa Yunani dan tidak lagi mengikuti tradisi
dan adat istiadat Yahudi, kecuali dalam hal iman agama mereka.
6. Hari-hari Raya Yahudi
Orang-orang Yahudi banyak merayakan hari-hari penting yang pada umumnya
dihubungkan dengan perayaan keagamaan yang memiliki latar belakang erat dengan sejarah
kehidupan bangsa Israel. Hari-hari Raya tsb. antara lain: Perayaan Paskah, Hari Raya Roti
Tidak Beragi, Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Tahun Baru, Hari Perdamaian, Hari Raya
Pondok Daun. Lima hari raya ini diadakan berdasarkan aturan dalam Hukum Muda. Sesudah
masa pembuangan mereka menambah perayaan Hari Raya Meniup Serunai, Hari Raya Purin.
Tugas Baca:
J.I. Packer, dkk. Dunia Perjanjian Baru - (Hal. 3-10. 59-64. 84, 88-89, 91-92)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 1-7)
Walter M.Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 7-11)
Merrill C. Tenny, Survei Perjanjian Baru (Hal. 24-30, 60-63, 67-68, 113-123)
John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 7-38)
KANON PERJANJIAN BARU
Pengumpulan naskah-naskah PB terjadi sebagai proses pimpinan Roh Kudus dalam
memelihara hasil inspirasi yang dituliskan oleh para penulis Alkitab. Pengumpulan naskah-naskah
PB yang akhirnya diterima sebagai kitab-kitab PB dalam Alkitab disebut sebagai Kanonisasi.
Melalui beberapa peristiwa, penyeleksian penyusunan daftar kitab (kanon) itu akhirnya diterima
gereja.
A. PENGERTIAN KANON
Kata kanon berasal dari kata Yunani kanon, artinya buluh. Karena pemakaian buluh
dalam kehidupan sehari-hari jaman itu adalah untuk mengukur, maka kanon juga berarti
sebatang tongkat/kayu pengukur atau penggaris.
Namun pada abad ke 4 Athanasius memberikan arti teologis bahwa kanon dipakai untuk
menunjuk kepada Alkitab. Sehingga artinya adalah: Daftar naskah kitab-kitab dalam Alkitab
yang berjumlah 66 kitab, yang telah memenuhi standard peraturan-peraturan tertentu yang
diterima oleh Gereja Tuhan sebagai kitab-kitab Kanonik yang diakui diinspirasikan oleh Allah
dan memiliki otoritas penuh dan mutlak terhadap iman Kristen dan perbuatannya.
B. SEJARAH KANON PB
Setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, pengajaran Injil diteruskan pleh para Rasul
Tuhan dengan otoritas penuh karena merekalah saksi-saksi mata tentang keselamatan yang
diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tulisan-tulisan tentang pengajaran iman Kristen oleh para Rasul
sangat dibutuhkan mengingat bahwa merekalah pada saksi mata yang dapat memberitakan
pengajaran Injil Yesus Kristus dengan jelas dan menafsirkannya dengan tepat, sesuai dengan
pimpinan Roh Kudus kepada mereka. Selama thn. 100 200 M, tulisan-tulisan para Rasul itu
dipakai dan dikumpulkan oleh sidang-sidang jemaat dan kemudian di teruskan oleh gerejagereja generasi berikutnya.
C. DAFTAR KANON PB
Beberapa Daftar Kanon PB yang pernah berlaku dalam sejarah gereja:
1. Daftar Marcion
Daftar buku PB yang tertua disusun di Roma pada tahun 140 M oleh seorang bidat yang
bernama Marcion. Menurut Marcion kitab PL harus ditolak dan juga kitab-kitab PB yang
dipengaruhi oleh Yudaisme, karena menurutnya Allah PL mempunyai status yang lebih
rendah dari Allah yang dinyatakan dalam diri Kristus. Itu sebabnya kanon Marcion hanya
terdiri dari 2 bagian:
a. Kitab Injil Lukas (Injil yang tidak dipengaruhi oleh Yudaisme)
b. 8 Surat Paulus (3 Surat Penggembalaan tidak dimasukkan), yaitu: 1 & 2 Korintus, Efesus
(Laodikia), Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika, Filemon.
2. Daftar Muratori
Daftar lain yang lebih muda dikenal dengan sebutan "Fragmen Muratori", berasal dari Roma
pada akhir abad dua. Pada daftar kanonnya dimasukkan:
a. Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul.
b. 9 Surat Paulus kepada Jemaat dan 4 kepada perorangan.
c. 2 Surat Yohanes, Wahyu Yohanes dan Wahyu Petrus (kitab dari apokrifa).

3. Konsili Hippo (393M) dan Konsili Kartago (397M)


Konsili gereja di Afrika Utara ini menerima daftar 27 kitab-kitab PB yang kita pakai
sekarang. Penerimaan mereka didasarkan pada kesadaran akan nilai kitab-kitab itu sebagai
yang diinspirasikan oleh Allah. Ditambah lagi dengan fakta bahwa kita-kitab tsb. telah umum
digunakan oleh gereja-gereja saat itu.
D. INJIL DAN KISAH PARA RASUL
Pada mulanya kitab-kitab Injil itu merupakan satu kumpulan kitab dalam bentuk tunggal, tetapi
dilaporkan sebagai "Menurut Matius", "Menurut Markus" dsb. Tapi pada tahun 115M, Ignatius
mengenal lebih dari satu Injil, jadi mungkin yang dimaksud adalah kumpulan Injil-Injil.
Sekitar tahun 170M, seorang bernama Tatianus membuat Injil rangkap empat menjadi satu cerita
yang bersambung, atau disebut "Harmoni Injil-injil" (Diatessaron), salah satu bentuk yang
disukai banyak orang.
Walaupun ada lebih dari 4 Injil yang dikenal jaman itu (mis. Injil Barnabas dll.), tapi Ireneus
berkata bahwa tidak ada Injil lain selain 4 Injil yang sudah dikenal (Matius, Markus, Lukas,
Yohanes). Ia berkata, seperti halnya 4 arah mata angin, maka gereja juga mempunyai 4 Injil
sebagai tiang penyangga gereja.
Kitab Kisah Para Rasul mendapatkan pengakuan kanonik karena penulisnya sama dengan Injil
ketiga (Lukas). Kedudukan kitab ini penting dalam kanon PB karena merupakan kitab yang
sentral, menjadi penghubung antara kitab-kitab Injil dan Surat-surat Kiriman.
Tugas Baca:
F.F. Bruce, Dokumen-dokumen Perjanjian Baru (Hal. 17-24)
John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 183-187)
4
KITAB-KITAB PERJANJIAN BARU
A. NAMA
Nama Perjanjian
Baru berasal
dari
bahasa
Latin Novum
Testamentum.
Istilah Testament atau covenant (bhs. Inggris) ini, artinya persetujuan antar dua pihak yang
mengikat, lebih kuat dari hanya sekedar janji.
Bahasa Yunani dari Perjanjian Baru adalah He Kaine Diatheke, artinya pesan atau wasiat
terakhir, yang melibatkan dua belah pihak dan sifatnya mengikat dan tidak dapat diubah. Oleh
karena itu makna kata "Perjanjian Baru" disimpulkan sebagai perjanjian tertulis yang merupakan
wujud persetujuan/kesepakatan yang baru antara Allah dan manusia melalui Kristus.
B. I S I
Isi dari Perjanjian Baru adalah penyataan rahasia janji Allah yang baru yang diwujudkan dalam
catatan tentang kata-kata/pengajaran Yesus dan pada pengikut-Nya. Catatan ini terdiri dari 27
buku, yang ditulis dalam kurun waktu 45-50 tahun, ditulis oleh 8-9 orang penulis (berbangsa
Yahudi kecuali Lukas). Pengelompokan isi Perjanjian Baru dapat dibagi sbb.:
1. Buku-buku yang berisi sejarah:
Kitab Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul; menceritakan tentang
kehidupan dan kematian Yesus dan riwayat para pengikutNya setelah Yesus diangkat ke
surga.
2. Buku-buku yang berisi pengajaran doktrin:
Semua surat-surat kiriman Rasul Paulus dan Rasul-rasul lain; surat-surat itu khususnya
ditujukan kepada jemaat untuk mengajarkan tentang pokok-pokok iman Kristen serta
pelaksanaan hidup Kristen.
3. Buku yang berisi nubuat:
Kitab Wahyu; mengungkapkan nubuatan masa kini dan masa yang akan datang melalui
penglihatan dan pengalaman supranatural.

C. SUSUNAN KITAB-KITAB PB
27 Kitab yang ada dalam Alkitab PB disusun tidak berdasarkan urutan tahun ditulis, melainkan
berdasarkan kronologis sejarah kisahnya dan sebagian karena sifat-sifat sastranya. Susunan tsb.
adalah sbb.:
Jenis
Judul
Penulis
----------------------------------------------------------------------------------------------Kitab Sejarah
Matius
Matius
Markus
Markus
Lukas
Lukas
Yohanes
Yohanes
Kisah Para Rasul
Lukas
----------------------------------------------------------------------------------------------Surat Kiriman
Roma
I Korintus
II Korintus
Galatia
Efesus
Filipi
Kolose
Paulus
I Tesalonika
II Tesalonika
I Timotius
II Timotius
Titus
Filemon
----------------------------------------------------------------------------------------------Surat Kiriman
Ibrani
Anonim
Yakobus
Yakobus
I Petrus
Petrus
II Petrus
Petrus
I Yohanes
Yohanes
II Yohanes
Yohanes
III Yohanes
Yohanes
Yudas
Yudas
----------------------------------------------------------------------------------------------Kitab Nubuatan
Wahyu
Yohanes
D. PERIODE PB
Penempatan susunan kitab-kitab dalam Alkitab tidaklah sesuai dengan urutan usia penulisannya,
tetapi kronologi peristiwanya. Untuk memudahkan penyelidikan, masa dalam PB dapat dibagi
menjadi 3 periode waktu:
1. Periode Kelahiran (5 SM 30 M)
Masa kehidupan Yesus diuraikan dalam kitab-kitab Injil.
2. Periode Perkembangan (30 M 60 M)
Masa perkembangan karya kerasulan, khususnya pelayanan Rasul Paulus kepada jemaat nonYahudi.
3. Periode Pemantapan (60 M 100)
Masa ini (60-100M) tidak banyak diketahui, tapi yang jelas banyak tulisan-tulisan para Rasul
dan juga kitab Injil yang baru beredar pada tahun-tahun ini.
Tugas Baca:
Tenny, Merrill C., Survei Perjanjian Baru (Hal. 159-160, 164)
Walter M.Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 13-15)

5
KITAB-KITAB INJIL
A. ASAL USUL INJIL
1. Pengertian/Definisi:
Kata Injil dalam bahasa Yunani adalah euanggelion, artinya Kabar Baik. Kabar Baik tentang
Yesus Kristus telah ditulis oleh keempat penulis Injil dan mereka mengakui bahwa Yesuslah
Tuhan, Anak Allah dan Mesias yang dijanjikan dalam PL dan yang telah mengubah hidup
mereka menjadi ciptaan baru.
2. Isi Kitab-Kitab Injil
Dari maksud yang disebutkan oleh masing-masing penulis kitab-kitab Injil, dapat ditarik satu
kesimpulan bahwa kitab-kitabInjil mempunyai implikasi, yaitu:
a. Kitab-kitab Injil bukanlah kitab-kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus sendiri, tetapi
oleh murid dan pengikutNya.
b. Kitab-kitab Injil bukanlah kitab-kitab yang berisikan "biografi" lengkap Tuhan
Yesus, tetapi kisah selektif tentang kehidupan dan pengajaran Yesus Kristus selama
kira-kira 3 tahun saja.
c. Isi pemberitaan kitab-kitab Injil berhubungan erat dengan teologia sang penulis,
yang secara khusus sangat berguna untuk Jemaat Gereja Mula-mula, karena
memberikan penyataan-penyataan besar dan definitif tentang diri Tuhan Yesus dan
hubungannya dengan Allah.
d. Isi kitab-kitab Injil itu sesuai dengan tujuan masing-masing penulisnya. Oleh karena
itu sangat penting untuk mempelajari secara saksama latar belakang penulisnya
untuk dapat mengerti isi Injil dengan tepat.
B. INJIL-INJIL SINOPTIK
Istilah "Sinoptik" berarti "melihat dari sudut pandang yang sama". Dalam hal ini Kitab-kitab
Injil yang dimaksud adalah Injil Matius, Markus, dan Lukas. Sedangkan yang disebut sebagai
"masalah sinoptik" adalah masalah yang muncul sehubungan dengan sumber apa yang dipakai
oleh ketiga Injil; apakah sumber yang dipakai sama? Kalau betul sama, mengapa mereka
membuat 3 kesaksian yang berbeda? Jawaban terhadap "masalah sinoptik" ini adalah:
1. Injil Matius ditulis lebih dahulu
Dari maksud yang disebutkan oleh masing-masing penulis kitab-kitab Injil, dapat ditarik satu
kesimpulan bahwa kitab-kitabInjil mempunyai implikasi, yaitu:
Agustinus, pada abad ke 4, berpendapat bahwa Matius menulis lebih dahulu, lalu Markus
membuat ringkasannya dan Lukas menulis berdasarkan Matius dan Markus. Masalah yang
timbul dengan pendapat ini:
a. Markus tidak menuliskan inti pemberitaan dengan proporsional yang baik.
b. Bahasa yang dipakai Markus memiliki kualitas lebih rendah dari pada Matius dan
Lukas.
2. Injil Markus ditulis lebih dahulu
Lebih banyak ahli kritik sastra Alkitab yang menerima pendapat bahwa Markus telah ditulis
terlebih dahulu dan menjadi sumber bagi Matius dan Lukas. Hal ini terlihat dari:
a. Pemakaian kata-kata
Setengah kosakata yang dipakai Markus terdapat dalam Matius dan Lukas; tetapi ada
bagian yang sama yang hanya ada di Matius dan Lukas.
b. Urutan
Matius, Markus dan Lukas memakai urutan peristiwa dan garis besar yang sama dalam
penyusunan tulisannya.
c. Isi
606 ayat dari 661 ayat dalam Markus ada di Matius (1060); dan 350 ayat dari Markus ada
di Lukas (1150). Kalau Matius dan Lukas dibandingkan maka ada 250 ayat yang sama,
tapi tidak ada dalam Markus.
d. Gaya bahasa
Markus memakai bhs. Yunani yang lebih rendah kualitasnya daripada Matius dan Lukas.
Juga Markus memakai beberapa bhs. Aram ditulisannya.
3. Teori Lain
Beberapa Ahli kritik sastra Alkitab menawarkan teori lain yaitu dengan membedakan
sumber-sumber Injil Sinoptik menjadi 4 sumber, yaitu:

a. Markus
Tulisan Markus ditulis di Roma (+60M).
b. Q (Quelle - sumber)
Tulisan Q ditulis di Antiokia (+50M), yang berisi kumpulan ajaran Yesus; sumber yang
tidak digunakan oleh Markus, tapi digunakan oleh Matius dan Lukas.
c. M
Tulisan M ditulis di Yerusalem (+65M), berisi ajaran yang hanya digunakan oleh Matius
tetapi tidak oleh Markus maupun Lukas.
d. L
Tulisan L ditulis di Kaisarea (+60), berisi ajaran yang hanya digunakan oleh Lukas dan
tidak oleh Markus maupun Matius.
Jadi hasilnya disimpulkan oleh Drs. B.E. Drewes, M.Th. sbb.:
Matius = memakai bahan Markus + Q + M (dan bahan dari penginjil sendiri)
Matius, yang terdiri dari 1060 ayat, memakai bahan sebagai berikut:
kurang dari separo (47%) berasal dari Markus,
kurang dari seperempat (23%) berasal dari Q.
dan sisanya (30%) dari M (dan penginjil).
Lukas = bahan Markus + Q + L (dan bahan dari penginjil sendiri)
Lukas, terdiri dari 1150 ayat, memakai bahan sebagai berikut:
kurang dari sepertiga (28%) berasal dari Markus,
kurang dari seperempat (21%) berasal dari Q,
dan separo dari Injil itu (51%) berasal dari L (dan penginjil)."
M

Markus

MATIUS

LUKAS

C. PERBANDINGAN PELAYANAN TUHAN YESUS DALAM EMPAT INJIL


Peristiwa
Matius
Markus
Lukas
Yohanes
------------------------------------------------------------------------------------------------------------Inkarnasi
1:1-5
Kelahiran dan masa kecilNya
1,2
1,2
Yohanes Pembaptis
3:1-12
1:1-8
3:1-20
1:6-34
Pembaptisan Yesus
3:13-17
1:9-11
3:21-22
PencobaanNya
4:1-11
1:12-13
4:1-13
MujizatNya yang pertama
2:1-11
PelayananNya yang di Yudea
2:13-4:3
KunjunganNya ke Samaria
4:4-42
PelayananNya di Galilea
4:12-18:35
1:14-9:50
4:14-9:50
4:43-54
6:1-71
KunjunganNya ke Yerusalem
5:1-47
PelayananNya di Perea dan Yudea
19-20
10
9:51-19:27
7:1-11:57
Peritiwa minggu terakhir
21-27
11-15
19:28-23:56
12-19
Sesudah kebangkitan
28
16
24
20-21
Tugas Baca:
John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 184, 191)
Merrill C. Tenny, Survei Perjanjian Baru (Hal. 171-172)
Drs. B.E. Drewes, M.Th., Satu Injil Tiga Pekabar (Hal. 12-17)

6
KEHIDUPAN TUHAN YESUS KRISTUS
Dari keterangan yang didapatkan dalam kitab-kitab Injil, dan juga tulisan sejarahwan Yahudi, F.
Yosefus, dan cerita-cerita tradisi yang beredar pada jaman itu, maka kehidupan Tuhan Yesus bisa
diringkaskan sbb.:
A. PENDAHULUAN
1. Silsilah Tuhan Yesus
Injil Matius (1:1-17) memberikan urutan kronologis silsilah Tuhan Yesus, dengan jelas
terlihat bahwa secara biologis Tuhan Yesus adalah keturunan raja Daud, tepat seperti apa
yang dinubuatkan dalam Yes. 11:1; Yer. 23:5.
2. Tahun Kelahiran Tuhan Yesus
Tahun kelahiran Tuhan Yesus dapat diketahui dengan berbagai cara, yaitu baik dari data-data
ekternal atau juga dengan melihat data dari Alkitab sendiri:
a. Data Matius 2:1
Karena Herodes Agung mati pada tahun 4 SM, maka dapat dipastikan bahwa Yesus lahir
sebelum 4SM.
b. Data Lukas 2:1-2
Data di luar Alkitab (Yosefus) membenarkan bahwa memang pernah ada sensus yang
diselenggarakan pada permulaan tarikh Masehi. Dan ada seorang yang bernama Kirenius
yang dikirim ke Siria dan Yudea untuk tugas itu. Tetapi kalau itu benar, maka tahun
kelahiran Yesus adalah sekitar tahun 6 - 7 M.
c. Data Lukas 3:1
Tiberius menjadi penguasa kekaisaran Roma pada tahun 14 M, tahun ke-15 adalah tahun
28 M. Tetapi menurut data diketahui bahwa Tiberius sudah memegang kekuasaan tiga
tahun sebelumnya. Sehingga bisa disimpulkan pada tahun 25-26 M, Tuhan Yesus berumur
30 tahun. Jadi kelahirannya antara 5-4 SM, yaitu sebelum Herodes meninggal.
3. Masa Muda Tuhan Yesus
Tidak banyak data yang bisa dikumpulkan tentang masa kanak-kanak Yesus. Tapi dari Injil
Lukas dan latar belakang tradisi Yahudi, dapat disimpulkan bahwa:
a. Keluarga Yesus mengikuti tradisi Yahudi, Yesus disunat pada hari yang ke delapan (Luk.
2:21). Untuk itu Ia dibawa ke Bait Suci untuk mengesahkan sunatNya. Ia juga "ditebus"
dengan membayar persembahan sebanyak 5 syikal (sepasang burung tekukur dan 2 anak
burung merpati). Dan untuk pentahiranNya, Maria memberikan kurban untuk orang
miskin (Luk. 2:24).
b. Karena ancaman kekejaman raja Herodes Agung yang ketakutan karena berita yang di
bawa orang Majus, bahwa telah lahir "Raja orang Yahudi", maka oleh mimpi, Yusuf
dituntun untuk membawa keluarganya meninggalkan Betlehem dan mengungsi ke Mesir
(Mat. 2:14). Setelah Herodes mati, barulah mereka kembali. Tetapi karena anak raja
Herodes (Arkhelaus) masih memerintah di Yudea, dan karena tuntunan mimpi, maka
akhirnya mereka menetap di Nazaret (Mat. 2:19-23).
c. Yusuf adalah seorang tukang kayu. Profesi pekerjaan masyarakat biasa yang dapat
ditemui di kota kecil Nazaret. Jadi dapat dipastikan Yesus juga mempunyai ketrampilan
seperti ayahnya. Tapi yang jelas kita ketahui bahwa keluarga Yusuf tidaklah tergolong
kaya, malah dapat dikatakan miskin.
d. Walaupun Yesus tidak berasal dari keluarga kaya, tapi terlihat bahwa Yesus mempunyai
pendidikan yang cukup baik. Bahkan ia dapat membaca bahasa Ibrani (Luk. 4:16-20).
e. Karena dibesarkan di daerah Galilea, dimana banyak tinggal orang-orang bukan Yahudi,
Yesus kemungkinan besar dapat berbicara 3 bahasa (Aram, Yunani, Ibrani).
f. Satu-satunya data tentang masa muda Yesus adalah ditemukan dalam Lukas 2:40-52,
yaitu pada waktu Yesus berusia 12 tahun, ketika Ia mengunjungi Bait Allah.
PengetahuanNya tentang PL sangat mencengangkan para ahli Taurat.
4. Tuhan Yesus Dibaptis
Pada umur 30 tahun Tuhan Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Yohanes pertama
menolak, karena baptisan Yohanes adalah baptisan untuk pertobatan dosa. Namun Yesus mau
merendahkan diri untuk sama seperti manusia berdosa (meskipun Ia tidak berdosa) dan mau
memikul dosa umat manusia, karena itulah yang dikehendaki Allah Bapa (Mat. 3:15). Kalau

dibandingkan dengan Mark. 11:38, maka baptisan Yesus ini juga merupakan permulaan jalan
salib yang akan dilaluiNya.
Kata-kata yang diserukan oleh Bapa pada waktu pembaptisan (Mrk. 1:11) merupakan
pendobrakkan terhadap konsep eskatologi Yudaisme tentang Mesias. Setelah peristiwa
baptisan yang sangat menguatkan ini, Yesus dibawa oleh Roh untuk dicobai oleh iblis.
B. PELAYANAN TUHAN YESUS
1. Pelayanan di Yudea
Pelayanan awal Tuhan Yesus dilakukan pertama di daerah Yudea. Hanya Injil Yohanes saja
yang memberikan kesaksian tentang pelayanan Tuhan yang pertama-tama, khususnya tentang
hubunganNya dengan Yohanes Pembaptis. Di Betani Tuhan Yesus memilih 5 muridmuridNya yang pertama. Lalu Yesus ke Kana (daerah Galilea) dan membuat mujizatNya
yang pertama. Lalu ke Kapernaum dan Yerusalem untuk perayaan Paskah. Di sini Yesus
mulai menunjukkan kewibawaanNya dengan membersihkan Bait Suci. Untuk beberapa saat
Yesus melayani di Yerusalem. Percakapan dengan Nikodemus juga terjadi pada saat itu.
Pemenjaraan Yohanes Pembaptis, mendorong Yesus pergi ke daerah Galilea. Dalam
perjalanan ke sana Yesus sempat berbicara kepada perempuan di Samaria.
2. Pelayanan di Galilea
Kapernaum sering disebut sebagai markas pelayananNya. Selain mengajar di sinagogesinagoge pada hari Sabat, Tuhan Yesus sering dijumpai membuat mujizat dan
menyembuhkan orang sakit, sehingga membuatNya sangat populer, khususnya dikalangan
rakyat jelata. Namun demikian, sikap permusuhan orang Farisi dan ahli Taurat juga semakin
kelihatan jelas. Pemilihan ke 12 murid memulai babak baru pelayanan misi Yesus. Pelayanan
Yesus menjadi semakin luas dan banyak orang mengikut Yesus, baik untuk motivasi yang
benar maupun salah, karena mereka melihat kuasa yang luar biasa melalui mujizat-mujizat
yang dilakukan Yesus dan juga pengajaranNya.
Pada akhir pelayananNya di Galilea Yesus mulai banyak mengkonsentrasikan diri kepada 12
murid-muridNya. Dan karena semakin keras para ahli Taurat dan Farisi melawan pelayanan
Yesus (termasuk usaha untuk menangkap Dia), maka mulailah Yesus mengundurkan diri dari
penampilan secara umum. Mereka tidak berhasil mencelakai Yesus karena waktuNya belum
sampai.
3. Pelayanan di Daerah Perea
70 orang diutus oleh Yesus untuk pergi ke seluruh kota Israel memberitakan tentang
"Kerajaan Allah". Yesus masih tetap mengajar dan membuat banyak mujizat meskipun
banyak tantangan. Yesus semakin melihat bahwa waktu kesengsaraan akan segera datang
sehingga Ia banyak berbicara tentang kesengsaraan dan kematianNya kepada muridmuridNya.
4. Minggu terakhir dan Kematian Yesus
Persiapan kematianNya didahului dengan peristiwa-peristiwa berikut ini: pengurapan dengan
minyak Narwastu oleh Maria, Yesus ke Yerusalem dan disambut dengan sorakan "Hosana",
perjamuan malam dan mencuci kaki murid-muridNya. Sebelum peristiwa perjamuan makan
malam terakhir, (pada hari Paskah) Yudas telah terlebih dahulu menghianati Yesus dengan
menjualNya kepada pihak Sanhedrin seharga 40 keping perak (harga seorang budak pada
jaman itu). Pada saat Yesus ada di taman Getsemani, berdoa, para prajurit menangkap Yesus
dengan bantuan Yudas.
Proses pengadilan Yesus dilaksanakan dengan sangat tidak adil, karena walaupun tidak
ditemukan satu kesalahan pun Yesus tetap dijatuhi hukuman mati. Yesus disalib pada pukul 9
pagi, hari Jumat. Menjelang petang Yesus mati. TubuhNya diambil dan dikuburkan oleh
Yusuf Arimatea dan Nikodemus.
5. Kebangkitan Yesus
Pada hari yang "ketiga" (Minggu), Yesus bangkit dari kematian. Para wanita yang akan
memberi rempah-rempah menemukan kubur kosong. Setelah kebangkitanNya, Yesus masih
melayani murid-muridNya, yaitu dengan menguatkan dan menghibur mereka serta
memberikan perintahNya yang terakhir, yang dikenal sebagai Amanat Agung Yesus Kristus.
C. GELAR-GELAR TUHAN YESUS
1. Anak Manusia
Gelar yang hanya diberikan kepada Tuhan Yesus. Gelar yang memberikan konsep baru yang
tidak sama dengan konsep Mesias Yudaisme.
Mat. 9:6; 10:23; 11:19
2. Mesias

Gelar yang mempunyai makna yang sama dengan Kristus, yang dalam bahasa Ibraninya
berarti "Yang diurapi"
Kis. 4:27; 10:38; Mrk. 9:41:14:61-62
3. Anak Allah
Gelar yang menunjukkan keAllahanNya, sebagai Oknum kedua dari Allah Tritunggal.
Mat. 4:3, 6; 16:16; Luk. 22:70; Yoh. 1:49
4. Tuhan
Gelar yang diasa dipakai untuk menunjukkan pemilikan ("Tuan"), tetapi kadang juga dipakai
untuk menunjukkan keAllahan.
Mrk. 12:36-37; Luk. 2:11; Mat. 7:22
D. JABATAN-JABATAN TUHAN YESUS
1. Sebagai Nabi
PL memberikan nubuatan, bahwa Allah akan memberikan Nabi besar yang akan membawa
Firman Allah secara utuh kepada umatNya (Ul. 18:15), Yesuslah Nabi yang dinubuatkan itu
(Kis. 3:22).
2. Sebagai Imam
Imam adalah seorang yang dipilih Allah untuk mewakili manusia bertemu dengan Allah,
khususnya untuk mempersembahkan korban sebagai "pendamaian". Yesus sendirilah yang
telah menjadi Kurban Pendamaian antara manusia dengan Allah (Ibr. 7:25; 9:24).
3. Sebagai Raja
Yesus telah memerintah dan berkuasa atas segala sesuatu atas nama jemaatNya karena Ia
adalah "kepala" jemaat (Ef. 1:22), Ia juga telah menang melawan kuasa si Jahat (I Kor.
15:24-28) sehingga Ia berkuasa atasnya selama-lamanya.
Tidak mungkin kita dapat melihat seluruh kehidupan, pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus
secara lengkap dalam salah satu Injil saja. Hal ini jelas terlihat dari pengakuan dari penulis
Injil sendiri bahwa ada banyak hal yang belum/tidak mereka catat dalam Injil mereka (Yoh.
20:30). Namun demikian pengajaran penting yang Yesus ajarkan selama di dunia telah secara
lengkap dicatat oleh keempat Injil. Oleh karena itu untuk melihat secara lengkap sangat
penting jika kita melihat keempat Injil secara bersamaan.
Tugas Baca:
Packer, J.I., dkk. Dunia Perjanjian Baru (Hal. 14-19, 28-29, 127-141, 144-146)
John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 54-61)
Tenny, Merrill C., Survei Perjanjian Baru (Hal. 252-257)
7
KITAB INJIL MATIUS
A. PENULIS - Matius
Ada banyak nama "Matius" dalam kitab PB, tapi Matius yang dikenal sebagai penulis Injil
Matius adalah bekas pemungut cukai, anak Alfeus yang dipanggil Tuhan Yesus menjadi
muridNya seperti tertulis dalam Mat. 9:9; 10:3; Mar. 2:14; Luk. 5:27. Dan oleh Markus dan
Lukas ia disebut sebagai seorang Lewi.
Pemungut cukai adalah pengumpul pajak untuk pemerintah Roma, yang biasa dilakukan dengan
jalan memeras, karena ia memungut uang pajak yang lebih besar daripada yang seharusnya. Dan
dari situlah pemungut cukai mendapatkan uang untuk hidupnya. Itu sebabnya Matius pada
mulanya tidak disukai oleh orang-orang Yahudi (Mat. 9:9-13; Mar. 2:14-17; Luk. 5:27-32).
Walaupun biasanya ahli kritik Alkitab mempercayai dan mengikuti tradisi dari Bapak-bapak
Gereja (Papias, Ireneus, Eusibius) bahwa penulis Injil ini adalah Matius anak Alfeus, tapi
sekarang, berdasarkan beberapa pengamatan tentang masalah sumber-sumber Injil Sinoptik, ada
keraguan khususnya sehubungan dengan sumber yang dipakai Matius; kalau memang Matius
Alfeus mengapa ia harus mengandalkan orang lain (Markus) yang bukan saksi mata/murid
Tuhan dalam menuliskan bukunya.
Hal lain yang menjadi keraguan adalah, Matius, sebagai seorang pemungut cukai, pasti bergaul
banyak dengan orang-orang non-Yahudi, tetapi jelas terlihat dari isinya Injil Matius ditujukan
kepada orang-orang Yahudi, sehingga menjadi pertanyaan apakah mungkin ada Matius yang
lain. Perdebatan tentang penulis Injil ini masih berlangsung terus, tetapi pendapat berikut ini
masih memberikan dukungan yang kuat dalam perdebatan:

1. Matius telah mengikuti Yesus selama tiga tahun, sehingga pengalaman dan
pengenalannya terhadap Yesus pastilah cukup banyak.
2. Latar belakang Matius sebagai seorang yang cukup berpendidikan memungkinkan hasil
penulisan yang sistematis seperti Injil Matius ini.
3. Kalau Matius bukan penulis Injil Matius tapi ada orang lain yang memakai namanya,
maka sulit diterima karena Matius bukanlah rasul yang terkenal, sehingga tidak ada
alasan untuk melakukan hal itu.
4. Matius adalah seorang Yahudi, tetapi keterbukaannya dalam mengungkapkan tentang
kegagalan Israel dan para pemimpin agamanya (Mat. 23:1-36) dan juga berita-berita
misinya kepada bangsa-bangsa lain (Mat. 28:16-20), memberikan indikasi bahwa Matius
mengenal dunia non-Yahudi dengan baik.
B. TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
Tidak diketahui secara tepat kapan Injil Matius ini ditulis. Tapi diperkirakan bahwa Matius
menulisnya sebelum tahun penganiayaan orang Kristen di Yerusalem (50M), karena kebutuhan
akan Injil tertulis belum muncul pada saat rasul-rasul masih hidup. Juga pasti sebelum tahun 70
M, karena Matius sama sekali tidak menyinggung-nyinggung tentang kehancuran Yerusalem
dalam tulisannya.
Namun ada juga pendapat yang memperkirakan tahun penulisan Injil ini adalah setelah tahun
70M, khususnya kalau menafsirkan Mat. 22:7; 24:3-28, sebagai bahan yang mengacu pada
peristiwa jatuhnya Yerusalem.
Tempat penulisannya juga merupakan perkiraan, yaitu di Antiokia. Alasan untuk hal ini adalah
karena tulisan seperti Injil Matius ini banyak terdapat di antara jemaat Siria Yahudi.
C. PEMBACA/PENERIMA
Banyak istilah-istilah yang dipakai dalam Injil Matius yang hanya mungkin dimengerti oleh
orang-orang Yahudi, misalnya "Mesias", "Anak Daud", Kerajaan Surga, dll. Juga dari isinya
yang banyak mengutip PL tentang penggenapan nubuatan Mesias, jelas terlihat bahwa penulis
menujukan Injil ini untuk orang-orang yang sudah mengenal kitab Perjanjian Lama. Namun
demikian tidak menutup kemungkinan Matius juga menujukan ini kepada orang non-Yahudi,
karena ada berita misi "kabar baik" kepada bangsa-bangsa lain.
D. TUJUAN PENULISAN
Memberikan banyak penekanan pada berita Mesianik dengan memberikan banyak catatan
tentang penggenapan nubuatan PL dalam diri Yesus Kristus (60 kali). Oleh karena itu pernyataan
bahwa "Yesuslah Sang Mesias yang dijanjikan dalam PL" menjadi tujuan utama dari
pemberitaan Injil Matius ini. Di dalam Dialah (yang menjadi RAJA) "Kerajaan Allah itu telah
datang."
E. TEMA UTAMA
1. Injil Kerajaan
Matius mengungkapkan secara jelas bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menggenapkan
nubatan nabi-nabi PL. Hal ini ditunjukkan melalui pengajaran dan perkataan Tuhan Yesus
yang dicatat oleh Matius. Istilah Kerajaan Surga berulang-ulang kali disebutkan dengan
maksud menunjukkan bahwa Kristus adalah Raja dan Kerajaan-Nya akan nyata di antara
bangsa-bangsa.
2. Pasal-pasal penting dalam Injil Matius
Dari beberapa pengamatan terhadap isinya, dapat dilihat bahwa Matius menyusun Injil ini
dengan sangat sistematis kedalam 5 bagian penting, hal ini khususnya terlihat karena setiap
bagian diakhiri dengan "Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini...." (Mat. 7:28; 11:1;
13:53; 19:1; 26:1).
a. Kotbah di Bukit
(pasal 5-7) - menggenapi hukum.
b. Pengajaran kepada 12 MuridNya
(pasal 10) - pelimpahan kekuasaan.
c. Perumpamaan tentang "Kerajaan"
(pasal 13) - sudah dan akan datang.
d. Kehidupan dalam "Kerajaan"
(pasal 18) - dalam "jemaat" (ekklesia)
e. Akhir Zaman
(pasal 24-25) - berjaga-jaga
F. CATATAN
1. Bahasa Asli
Hal lain yang masih sering dimasalahkan adalah tentang bahasa asli yang dipakai Matius
dalam Injilnya. Dari catatan sejarah, Papias menulis bahwa Matius menuliskan Injil ini dalam
bahasa Aram kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Yunani oleh orang-orang masa itu
secara serampangan (sebisanya). Ireneus juga menuliskan bahwa Matius menulis sebuah Injil
untuk orang Yahudi dalam bahasa daerah mereka.

Pendapat kedua Bapak Gereja itu mendapat banyak tantangan karena hasil terjemahan yang
serampangan sulit bisa menghasilkan bahasa Yunani yang baik seperti yang terdapat dalam
Injil Matius sekarang. Dan kemungkinan besar bahasa Aram pada saat itu sudah tidak
populer, bahkan sudah tidak dipakai lagi.
2. Lain-lain
Unsur-unsur angka rupanya disukai oleh Matius, seperti misalnya 3 (untuk nilai Ilahi) dan 7
(untuk nilai sempurna).
3. Bagian-bagian dalam Injil Matius yang tidak disebutkan dalam Injil lain
Penglihatan Yusuf (1:20-24)
Kunjungan orang-orang Majus (2:1-12)
Pelarian ke Mesir dan pembunuhan bayi-bayi (2:13-16)
Kematian Yudas (27:3-10)
Kebangkitan orang-orang kudus pada waktu Yesus disalibkan (27:52)
Dusta Mahkamah Agung dan pemberian suap kepada para penjaga (28:12-15)
10 perumpamaan (pasal 13; 18:23-35; 20:1-16; 21:28-32; 22:1-13; 25:1-30)
G. GARIS BESAR ISI INJIL MATIUS
I.
Mat 1:1-4:11
Memperkenalkan Mesias
A. Mat 1:1-17
Silsilah Yahudi Yesus
B. Mat 1:18-2:23
Kelahiran dan Pengungsian ke Mesir
C. Mat 3:1-12
Perintis Jalan Sang Mesias
D. Mat 3:13-17
Pembaptisan Sang Mesias
E. Mat 4:1-11
Pencobaan Sang Mesias
II. Mat 4:12-18:35
Pelayanan Mesianis Yesus di dan sekitar Galilea
A. Mat 4:12-25
Ringkasan Pelayanan yang Awal di Galilea
B. Mat 5:1-7:29
Ajaran tentang Kemuridan dalam Kerajaan
C. Mat 8:1-9:38
Kisahan I: Perbuatan-Perbuatan Luar Biasa dari Kerajaan
D. Mat 10:1-42
Ajaran tentang Pemberitaan Kerajaan
E. Mat 11:1-12:50
Kisahan II: Kehadiran Kerajaan
F. Mat 13:1-58
Ajaran tentang Rahasia Kerajaan
G. Mat 14:1-17:27
Kisahan III: Krisis Kerajaan
H. Mat 18:1-35
Ajaran tentang Keanggotaan dalam Kerajaan
III. Mat 19:1-26:46
Puncak Pelayanan Mesianis Yesus di Yudea/Perea dan Yerusalem
A. Mat 19:1-20:34
Perjalanan Yesus ke Yerusalem
B. Mat 21:1-26:46
Minggu Terakhir yang dilewatkan Yesus di Yerusalem
1. Mat 21:1-22
Masuk Yerusalem dan Penyucian Bait Allah
2. Mat 21:23-22:46 Perdebatan dengan Orang Yahudi
3. Mat 23:1-39
Pengecaman terhadap ahli Taurat dan Orang Farisi
4. Mat 24:1-25:46 Ajaran di Bukit Zaitun tentang Masa Depan Kerajaan
5. Mat 26:1-16
Komplotan untuk Mengkhianati Yesus
6. Mat 26:17-30
Perjamuan Terakhir
7. Mat 26:31-46
Getsemani
IV. Mat 26:47-27:66
Yesus Ditangkap, Diadili dan Disalibkan
A. Mat 26:47-56
Yesus Ditangkap
B. Mat 26:57-27:26
Yesus Diadili
C. Mat 27:27-56
Yesus Disalibkan
D. Mat 27:57-66
Yesus Dikubur
V. Mat 28:1-20 Yesus Bangkit
A. Mat 28:1-10
Penemuan Luar Biasa Para Wanita
B. Mat 28:11-15
Saksi-Saksi Palsu
C. Mat 28:16-20
Amanat Tuhan yang Bangkit
Tugas Baca:
John Drane, Memahami PB - (Hal. 216-220)
Merrill C. Tenny, Survei PB - (Hal. 183-196)
Walter M. Dunnett, Pengantar PB - (Hal. 17-20)
Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam PB - (Hal. 49-56)
Ensiklopedia Masa Kini; Vol. 2 - (Hal. 37-40)

8
KITAB INJIL MARKUS
A. PENULIS - MARKUS
Selama dalam pelayanannya Tuhan Yesus dan murid-muridNya telah dibantu oleh sahabatsahabat seiman, baik itu berupa jamuan makan maupun tempat untuk bermalam. Di antara
sahabat-sahabat itu ada seorang wanita yang bernama Maria, yang tinggal di Yerusalem, yang
selalu membuka rumahnya untuk para pelayan Tuhan. Diperkirakan wanita itu adalah ibu
Markus, penulis Injil Markus. (Kis. 12:12)
Markus, yang juga dikenal dengan nama Yohanes, bisa diperkirakan telah mengenal banyak
pelayan-pelayan Tuhan, karena di antara mereka ada juga kakak sepupunya yaitu Barnabas,
yang menjadi salah seorang pemimpin gereja mula-mula saat itu (Kol. 4:10). Oleh karena itu
meskipun Markus bukanlah saksi mata pelayanan Tuhan Yesus, tapi karena ia telah banyak
bertemu dengan murid-murid Tuhan Yesus, ia mengetahui banyak kesaksian dari para saksi
mata.
Dalam hal ini terutama dengan Petrus (1 Pet. 5:13). Pernah Petrus menyebutnya sebagai
'anak'nya, mungkin karena Petruslah yang membawa Markus kepada Yesus (1 Pet. 5:13). Ketika
bersama-sama dengan Petrus inilah diperkirakan Markus mendapatkan informasi paling banyak
tentang segala sesuatu yang dilakukan dan diajarkan oleh Tuhan Yesus.Banyak pendapat yang
mendukung bahwa hubungan Markus dan Petrus tidaklah sekedar hubungan rekan sekerja tetapi
juga teman seiman yang dekat. Hal ini tampak dalam beberapa tulisannya yang bersifat agak
pribadi (Mar. 1:14-20; 1:29-34).
Pelayanan pertama Markus adalah ketika Barnabas dan Saulus (Paulus) mengajaknya bersamasama ikut dalam salah satu perjalanan penginjilan (Kis. 12:25; 13:5). Tapi Markus juga pernah
mengundurkan diri dari pelayanan, mungkin karena kesulitan penginjilan dan kembali ke kota
asalnya Yerusalem (Kis. 13:13). Ada pendapat yang mendukung kejadian ini, yaitu karena
Markus berasal dari keluarga yang cukup berada dan oleh ibunya ia dimanja. Hal inilah juga
yang menjadi sumber pertentangan antara Paulus dan Barnabas, karena Paulus menolak untuk
membawa Markus serta dalam perjalanan berikutnya, sedangkan Barnabas tetap bertekad
membawa Markus (Kis. 15:38), sehingga menyebabkan Paulus berpisah dengan Barnabas.
Namun demikian, akhirnya terbukti bahwa Paulus menerima Markus kembali, bahkan disebutsebut sebagai seorang penolong yang baik oleh Paulus (Kol. 4:10-11; 2 Tim. 4:11; Fil. 24). Dari
suratnya kepada Timotius, kita ketahui mungkin Markuslah orang terakhir yang melihat Paulus
hidup.
Meskipun tidak ada kepastian tentang Markus sebagai penulis Injil, tapi yang jelas penulis Injil
Markus adalah seorang yang mengenal baik kelompok murid-murid Yesus dan mengikuti
pengajaran mereka secara langsung. Dan ia pastilah juga telah ikut ambil bagian dalam
pekerjaan pelayanan termasuk menyaksikan sendiri pekerjaan misi kepada bangsa lain.
B. TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
Penentuan tahun penulisan Injil Markus tidaklah mudah karena adanya beberapa pertentangan
pendapat dari para Bapak Gereja.
Papias, Klemens dari Aleksandria dan Origen setuju bahwa Markus menulis Injil Markus
berdasarkan pendiktean Petrus. Pendengar-pendengar Petruslah yang mendesak Markus untuk
menuliskan pengajaran Petrus. Kalau hal ini benar maka tahun penulisan adalah berkisar
sebelum tahun 60 M.
Tetapi, Ireneus berpendapat lain yaitu Markus menuliskan sesudah kematian baik Petrus maupun
Paulus. Maka tahun penulisannya antara tahun 65 - 68M.
Tapi kalau dilihat dari bukti dalam Injil itu sendiri, maka mungkin dapat dilihat dari keterangan
Markus tentang penganiayaan dan kesengsaraan yang disebut dalam Injilnya (Mar. 8:34-38;
10:33-34, 45; 13:8-13). Jika hal ini benar maka tahun 60-70M adalah cocok, sekitar
pemerintahan kaisar Nero.
Tapi kalau keterangan dalam Mar. 13:1-37 menunjuk kepada hancurnya Yerusalem, maka tahun
penulisannya menjadi sangat lambat sekali yaitu sesudah tahun 70M.
Sedangkan tempat penulisan diperkirakan di Roma.
C. PEMBACA/PENERIMA
Jelas bahwa pembaca Injil Markus adalah orang bukan-Yahudi. Hal ini terlihat dari adanya
beberapa kata-kata Aram yang muncul di kitab injil yang lain diterjemahkan ke dalam bahasa
Yunani (mungkin untuk kepentingan para pembacanya). Juga ada penjelasan-penjelasan yang

detail tentang kebiasaan Yahudi (Mar. 7:3-4). Ini memberikan kesan bahwa penulis menujukan
tulisannya untuk mereka yang tidak mengetahui kebiasaan Yahudi.
Terlihat juga tidak munculnya hal-hal yang dianggap penting oleh orang Yahudi, seperti silsilah,
atau nubuatan-nubuatan tentang Mesias yang disebutkan dalam PL. Juga Tuhan Yesus tidak
disebutkan dengan gelar-gelar, seperti mis."Imanuel, Raja atau Anak Allah."
D. TEMA UTAMA
Sedangkan tempat penulisan diperkirakan di Roma.
Yesus sebagai "Hamba" yang mulia.
1. Persiapan menjelang kedatangan Hamba
Didahului dengan pelayanan Yohanes Pembaptis dan peristiwa pembaptisan dan pencobaan.
2. Pelayanan Hamba
Kemanusiaan Yesus sangat ditonjolkan dalam Injil Markus.
Yesus marah (3:5), Yesus heran (6:6), Yesus mengeluh (8:12), Yesus memeluk anak-anak
(10:16), Yesus memandang dengan kasih (10:21).
3. Hamba yang dipermuliakan
Setelah kemenangan kebangkitanNya Yesus duduk di sebelah kanan BapaNya, untuk
kemudian memberikan kekuatan kepada murid-muridNya untuk melaksanakan amanat
agung.
E. TUJUAN PENULISAN
Kalau tulisan Markus ini dihubungan dengan Petrus, maka tujuan penulisan ini dapatlah dilihat
dari kepentingan para pendengar Petrus yang menginginkan menyimpan semua pengajaranpengajaran Petrus secara tertulis.
Secara khusus kalau ditinjau dari isinya maka, Injil Markus ditulis secara khusus untuk
memberikan gambaran kemanusiaan Kristus yang sejati. Oleh karena itu bisa disimpulkan
bahwa mungkin Injil Markus ditulis untuk memberikan keseimbangan tentang keberadaan
Kristus sebagai Allah dan sekaligus manusia untuk melawan mereka yang tidak mau menerima
kenyataan ini. Hampir setengah bagian dari Injil Markus adalah menceritakan minggu
kesengsaraan Yesus, untuk menunjukkan tentang kematian dan kebangkitanNya yang luar biasa.
F. CATATAN
Ada yang mengatakan bahwa Injil Markus ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana dan
biasa, namun demikian jelas dan hidup.
G. GARIS BESAR ISI INJIL MARKUS
I.
Mr 1:1-13
Persiapan untuk Pelayanan Yesus
A. Mr 1:2-8
Pelayanan Yohanes Pembaptis
B. Mr 1:9-11
Pembaptisan Yesus
C. Mr 1:12-13
Pencobaan Yesus
II. Mr 1:14-3:6
Pelayanan yang Mula-Mula di Galilea
A. Mr 1:14-20
Empat Murid yang Pertama
B. Mr 1:21-34
Hari Sabat di Kapernaum
C. Mr 1:35-45
Perjalanan Pelayanan yang Pertama
D. Mr 2:1-3:6
Pertentangan dengan Orang Farisi
III. Mr 3:7-7:23
Pelayanan yang Kemudian di Galilea
A. Mr 3:7-12
Menyingkir ke Pantai
B. Mr 3:13-19
Pengangkatan Dua Belas Murid
C. Mr 3:20-35
Sahabat dan Musuh
D. Mr 4:1-34
Mengajar dengan Perumpamaan
E. Mr 4:35-5:43
Mengajar Melalui Mukjizat
F. Mr 6:1-6
Yesus di Nazaret
G. Mr 6:7-13
Pengutusan Dua Belas Murid
H. Mr 6:14-29
Herodes dan Yohanes Pembaptis
I. Mr 6:30-56
Berbagai Mukjizat dan Pengajaran di Sekitar Danau Galilea
J. Mr 7:1-23
Pertentangan dengan Tradisi
IV. Mr 7:24-9:29
Pelayanan di Luar Galilea
A. Mr 7:24-37
Penyembuhan Dua Orang Bukan Yahudi
B. Mr 8:1-26
Mukjizat-Mukjizat Lagi
C. Mr 8:27-9:1
Episode Kaisarea Filipi
D. Mr 9:2-29
Episode Pemuliaan
V. Mr 9:30-10:52
Menuju ke Yerusalem
A. Mr 9:30-50
Melalui Galilea
B. Mr 10:1-52
Pelayanan di Perea

VI.

Mr 11:1-15:47
A. Mr 11:1-11
B. Senin:
1. Mr 11:12-14
2. Mr 11:15-19
C. Selasa:
1. Mr 11:20-33
2. Mr 12:1-44
3. Mr 13:1-37
4. Mr 14:1-11
D. Mr 14:12-25
E. Jumat:
1. Mr 14:26-52
2. Mr 14:53-72
3. Mr 15:1-20
4. Mr 15:21-47
VII. Mr 16:1-20
A. Mr 16:1-8
B. Mr 16:9-18
C. Mr 16:19-20

Minggu Penderitaan
Minggu: Memasuki Yerusalem dengan Jaya
Mengutuk Pohon Ara
Menyucikan Bait Allah
Iman dan Ketakutan
Perumpamaan dan Pertentangan
Khotbah di Betania
Pengurapan di Betania
Kamis: Perjamuan Akhir
Yesus di Taman Getsemani
Pengadilan Yahudi
Pengadilan Romawi
Penyaliban dan Penguburan
Kebangkitan
Penemuan Kebangkitan
Penampilan-Penampilan Pasca-Kebangkitan
Kenaikan dan Penugasan Para Rasul

Tugas Baca:
John Drane, Memahami PB - (Hal. 207-211)
Merrill C. Tenny, Survei PB - (Hal. 197-211)
Walter M. Dunnett, Pengantar PB - (Hal. 18-20)
Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam PB - (Hal. 56-61)
Ensiklopedia Masa Kini; Vol. 2 - (Hal. 29-33)
9
KITAB INJIL LUKAS
A. PENULIS - LUKAS
Sama seperti Injil-injil yang lain Injil Lukas tidak menyebutkan secara jelas nama penulisnya,
namun demikian ada petunjuk pasti bahwa penulis Injil Lukas ini mempunyai kaitan erat dengan
keberadaan Kitab Kisah Para Rasul. Hal ini ditunjukkan dari beberapa informasi berikut ini:
1. Ditujukan kepada orang yang sama yaitu, "Teofilus" (Luk. 1:1-4) dan disebutkan dalam
Kisah Rasul 1:1 bahwa penulis telah menulis buku lain sebelumnya "bukuku yang
pertama" dan jelas adalah buku Injil karena berisikan "segala sesuatu yang dikatakan dan
diajarkan Yesus."
2. Penekanan tentang 40 hari sesudah kebangkitan Yesus dalam Kis. Rasul 1 sangat sesuai
dengan isi Lukas 24. Demikian juga pernyataan pekerjaan Roh Kudus sangat serupa
diantara kedua buku tsb.
3. Gaya bahasa dari Injil Lukas dan Kisah Para Rasul sangat serupa, sehingga tidak
diragukan bahwa keduanya ditulis oleh satu orang penulis.
Kalau memang benar bahwa Injil Lukas adalah ditulis oleh Lukas, maka ada cukup informasi
yang dapat dikumpulkan mengenai pribadi Lukas. Lukas adalah seorang Yunani yang menjadi
Kristen kemungkinan besar karena Paulus. Dari tulisan-tulisannya kita dapat melihat bahwa
Lukas adalah seorang yang rendah hati dan setia kawan. Ia disebut Paulus sebagai seorang
dokter (Kol. 4:14), hal ini juga terlihat dari cara Lukas menceritakan diagnosa penyakit dan
bahasa yang dipakainya juga sangat kelihatan bahwa ia menguasai bidang itu (bandingkan
Mark. 5:25-26 dan Luk. 8:43). Menurut Eusebius, Lukas berasal dari Antiokia (Siria).
Seperti halnya dengan Markus, Lukas bukanlah murid Yesus atau saksi mata langsung, tetapi ia
akrab sekali dengan Rasul Paulus. Mereka berdua bertemu di Troas lalu Lukas ikut
dalam perjalanan misi Paulus yang kedua. Sesampainya di Filipi, Lukas menetap di sana dan
menjadi gembala sidang di sana, sedangkan Paulus melanjutkan perjalanan ke Akhaya dan Asia
Kecil. Ketika Paulus kembali ke Filipi, pada perjalanan misinya yang ke tiga, Lukas ikut lagi
dan menemani Paulus sampai ke Yerusalem (20:6). Pada akhir hidup Paulus (di penjara Roma)
Lukas juga disebutkan ada bersama-sama dengan Paulus (2 Tim. 4:11).
Bahan-bahan tulisan Lukas bisa jadi ia dapatkan dari catatan harian yang ia buat selama
melakukan perjalanan bersama Paulus itu. Dalam Kisah Para Rasul disebutkan juga tentang

"nats-nats kami." Hal ini dipakai untuk menunjukkan bahwa penulis juga ikut hadir dalam
perjalanan itu. Cara penulisan dan bahasa penulis menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang
Yunani yang cerdas dan berpendidikan. Dari semua kriteria yang disebutkan di atas tidak dapat
disangkal bahwa Lukaslah penulis Injil Lukas, karena tidak ada teman pelayanan Paulus yang
lain yang memenuhi kriteria itu.
B. TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
Kepastian tahun penulisan Injil Lukas tidak jelas, tapi kalau benar bahwa Lukas memakai
sebagian bahan dari Injil Markus, maka tahun penulisannya tergantung dari tahun penulisan Injil
Markus.
Beberapa ahli kritik sastra Alkitab memperkirakan sesudah tahun 70M, yaitu berdasarkan Luk.
21:5-24 (kalau tafsiran perikop itu sebagai penghancuran kota Yerusalem).
Tetapi para ahli lain lebih cenderung memperkirakannya lebih awal, yaitu tahun 60M. Karena
pada saat itu Lukas sudah berkeliling dan mengenal ladang pelayanan yang luas bersama Paulus.
Dan juga ada sela 4 tahun yang mana tidak terdengar kabar beritanya, mungkin saat itulah ia
mengumpulkan dan menyelidiki data-data yang ada untuk dituliskan.
Tidak disebutkan dimana tempat penulisan Injil Lukas, tetapi karena daerah pelayanan Lukas
adalah disekitar Kaisarea, Akhaya, Asia Kecil atau Roma, maka dapat diperkirakan Lukas
menulis di salah satu daerah itu.
C. PEMBACA/PENERIMA
Jelas Lukas menujukan Injilnya kepada orang-orang non-Yahudi, khususnya orang Yunani.
Selain karena Lukas sendiri bukan orang Yahudi, juga dapat dilihat dari isi Injilnya yang
menyebut banyak hal-hal yang menjadi perhatian orang Yunani, misalnya:
1. Secara pribadi tulisannya ini ditujukan kepada "yang mulia Teofilus", seorang Yunani
yang pasti terkemuka (Luk. 1:1). Arti nama Teofilus sendiri adalah "kekasih Tuhan."
2. Lukas menulis silsilah Yesus dengan dimulai dari Adam, dan bukan Abraham (cikal
bakal orang Yahudi).
Maka dapat disimpulkan bahwa Lukas menaruh perhatian kepada orang-orang Yunani supaya
mereka juga mendengar Injil.
D. TEMA UTAMA
Injil Lukas satu-satunya penulis Injil yang menyoroti kehidupan Yesus di masa kecil (Luk. 1:2656; 2:1-52). Tinjauan Lukas akan kehidupan dan pelayanan Yesus di dunia ini ingin
menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang tidak sama dengan manusia-manusia
yang lain, karena Ia hidup secara sempurna dan penuh dengan kuasa Roh Kudus.
Secara hati-hati Lukas memberikan penjelasan yang rinci tentang bagaimana Yesus memberikan
perhatian dan harapan kepada semua orang (bahkan secara khusus ditunjukkan kepada "orangorang terbuang") karena Lukas memiliki keyakinan bahwa keselamatan dan pengampunan dosa
dari Yesus Kristen adalah untuk semua orang, baik untuk orang Yahudi maupun Yunani (Luk.
19:10), "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
E. TUJUAN PENULISAN
Tertera dalam Luk 1:1-4, bahwa sebelum Lukas menuliskan Injilnya, sudah ada bahan/karya lain
yang beredar. Tapi rupanya Lukas merasakan masih ada kebutuhan untuk menuliskan karya lain,
mungkin karena yang sudah ada kurang memadai atau kurang dapat dipercaya kebenarannya.
Di lain pihak bahan/informasi, hasil penyelidikan yang dilakukan dengan teliti oleh Lukas,
sangat dapat dipercaya karena ia mendapatkannya dari sumber yang resmi dan orisinil, yaitu
para saksi mata, khususnya Rasul Paulus sendiri.
Jadi jelas di sini bahwa tujuan Lukas menuliskan Injil ini adalah supaya teman-temannya
(khususnya Teofilus, sebagai perantara) mendapatkan kebenaran yang jelas dan lengkap tentang
semua peristiwa dan pengajaran Yesus sehingga mereka semakin diteguhkan imannya dan
diperluas pengetahuannya tentang Juru Selamat mereka.
F. CATATAN
Lukas mempunyai ketrampilan yang luar biasa dalam menulis. Hal ini terlihat jelas dari gaya
sastra yang dihasilkannya, khususnya 4 buah puisi/nyanyian yang sangat indah dan kaya
bahasanya. 4 Nyanyian menjadi karya sastra besar hingga sekarang:
Magnificat-Nyanyian Maria (1:46); Benedictus-Nyanyian Zakaria (1:67); Gloria in ExcelsisNyanyian Bala Tentara Surga (2:14); Nunc Dimittis-Nyanyian Simeon (2:28).
Seluruh kehidupan Yesus dilukiskan dengan sangat lengkap dan menarik, tanpa mengabaikan
nilai kebenarannya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa nilai sejarah Injil Lukas bisa
diandalkan, karena Lukas sangat hati-hati dan tepat dalam mencari sumber-sumber informasi
yang benar.
G. GARIS BESAR ISI INJIL LUKAS

I.
II.

Luk 1:1-4
Luk 1:5-2:52
A. Luk 1:5-25
B. Luk 1:26-56
C. Luk 1:57-80
D. Luk 2:1-20
E. Luk 2:21-39
F. Luk 2:40-52
III. Luk 3:1-4:13
A. Luk 3:1-20
B. Luk 3:21-22
C. Luk 3:23-38
D. Luk 4:1-13
IV. Luk 4:14-9:50
A. Luk 4:14-30
B. Luk 4:31-44
C. Luk 5:1-11
D. Luk 5:12-16
E. Luk 5:17-26
F. Luk 5:27-32
G. Luk 5:33-6:49
H. Luk 7:1-8:56
I. Luk 9:1-6
J. Luk 9:7-9
K. Luk 9:10-17
L. Luk 9:18-27
M. Luk 9:28-50
V. Luk 9:51-19:28
A. Luk 9:51-10:37
B. Luk 10:38-11:13
C. Luk 11:14-14:35
D. Luk 15:1-32
E. Luk 16:1-17:10
F. Luk 17:11-19
G. Luk 17:20-18:14
H. Luk 18:15-30
I. Luk 18:31-19:28
VI. Luk 19:29-23:56
A. Luk 19:29-48
B. Luk 20:1-21:4
C. Luk 21:5-38
D. Luk 22:1-38
E. Luk 22:39-53
F. Luk 22:54-71
G. Luk 23:1-25
H. Luk 23:26-49
I. Luk 23:50-56
VII. Luk 24:1-53
A. Luk 24:1-12
B. Luk 24:13-43
C. Luk 24:44-53

Pendahuluan Injil Lukas


Kedatangan Juruselamat
Pemberitahuan Kelahiran Yohanes
Pemberitahuan Kelahiran Yesus
Kelahiran Yohanes Pembaptis
Kelahiran Yesus
Yesus di Bait Allah Sebagai Seorang Bayi
Kunjungan Yesus ke Bait Allah Sebagai Seorang Anak
Persiapan bagi Pelayanan Juruselamat
Pemberitaan Yohanes Pembaptis
Pembaptisan Yesus
Silsilah Yesus
Pencobaan Yesus
Pelayanan di Galilea
Permulaan Pelayanan Yesus dan Penolakan di Nazaret
Kapernaum: Wibawa Ilahi Yesus Dinyatakan
Penangkapan Ikan yang Ajaib
Penyembuhan Orang yang Sakit Kusta
Wewenang Yesus Ditantang
Juruselamat Orang-Orang Berdosa
Peresmian Tatanan Baru
Demonstrasi Kuasa Ilahi
Yesus Memberikan Kuasa kepada Murid-Murid-Nya
Herodes dan Yohanes Pembaptis
Memberi Makan Lima Ribu Orang
Pengakuan Petrus dan Tanggapan Yesus
Kemuliaan Juruselamat Dinyatakan
Pelayanan Selama Perjalanan Terakhir ke Yerusalem
Misi Penebusan Juruselamat
Petunjuk Khusus Yesus Mengenai Pelayanan dan Doa
Peringatan Yesus kepada Para Musuh dan Para Pengikut
Perumpamaan-Perumpamaan tentang yang Terhilang dan
Ditemukan Kembali
Perintah-Perintah Kristus kepada Para Pengikut-Nya
Sembilan Orang Kusta yang Disembuhkan Namun Tak Berterima
Kasih
Kedatangan Kembali Kristus Secara Mendadak Dinubuatkan
Juruselamat, Anak-Anak Kecil dan Seorang Pemimpin yang Kaya
Menjelang Akhir Perjalanan
Minggu Penderitaan
Yesus Memasuki Yerusalem
Yesus Mengajar Setiap Hari di Bait Allah
Yesus Bernubuat tentang Kebinasaan Bait Allah dan KedatanganNya Kembali
Persiapan-Persiapan Terakhir dan Perjamuan Malam
Getsemani dan Pengkhianatan
Pengadilan Yahudi
Pengadilan Romawi
Penyaliban
Penguburan
Kebangkitan Sampai Kenaikan
Pagi Kebangkitan
Penampakan Diri Tuhan yang Sudah Bangkit
Pesan-Pesan Perpisahan

Tugas Baca:
John Drane, Memahami PB - (Hal. 211-215)
Merrill C. Tenny, Survei PB - (Hal. 213-229)
Walter M. Dunner, Pengantar PB - (Hal. 20-21)
Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam PB - (Hal. 62-68)

Ensiklopedia Alkitab Masa Kini - (Hal. 651-254)

10
KITAB INJIL YOHANES
A. PENULIS - YOHANES
Yohanes yang disebut sebagai penulis Injil Yohanes diakui oleh Bapak-bapak Gereja sebagai
Yohanes anak Zebedeus. Kalau memang benar demikian maka beberapa data tentang Yohanes
dapat disebutkan sbb.:
Menurut Matius (Mat. 27:56) ibu Yohanes bernama Salome. Sedangkan nama Salome sendiri
muncul di Injil Yohanes (Yoh. 19:25) dan disebutkan sebagai adik Maria, ibu Yesus. Keluarga
Yohanes disebutkan dalam Mar. 1:20 sebagai keluarga yang cukup berada karena ayahnya
mempunyai "orang-orang upahan." dan didukung kuat oleh Luk. 8:3, Salome adalah salah
seorang wanita yang "melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka."
Nama Yohanes sering disebutkan sebagai salah satu dari 3 murid yang dekat dengan Yesus,
selain Yakobus dan Petrus (Mar. 9:2; 14:33; Luk. 22:8). Yakobus adalah saudara Yohanes, dan
keduanya digelari oleh Yesus boanerges artinya "anak-anak guruh" (Mar. 3:17). Beberapa
penafsir memberikan alasan dari pemberian nama itu, yaitu karena mereka berasal dari Galilea,
orang-orang yang sangat berapi-api, tetapi kurang disiplin dan kurang terarah. Terlihat dari
kecaman mereka dalam Luk. 9:49; 9:52-54. Ataupun juga mungkin karena ambisi yang mereka
perlihatkan melalui ibu mereka karena konsep yang salah tentang Kerajaan Yesus (Mat. 20:2021).
Bukti dari dalam bahwa Yohanes, murid Yesus, penulis Injil Yohanes, dapat dilihat dari isi
tulisan tsb.:
1. Dari bahasa dan isinya dapat diketahui bahwa penulisnya adalah seorang Yahudi yang
mengenal bahasa Aram, terlihat dari beberapa bahasa Aram yang diselipkan dalam
tulisannya, misalnya Kefas, Rabuni. Penulis juga mengerti banyak tradisi Yahudi (Yoh.
1:19-28; 4:9, 20).
2. Penulis pastilah seorang kelahiran Palestina karena ia mengenal betul kota Yerusalem,
kota-kota di Galilea dan wilayah Samaria. Hal ini terlihat dari cara ia menjelaskan
keadaan kota/daerah secara rinci (Yoh. 9:7; 11:18; 18:1; 1:44; 2:1; 4:5-6, 21).
3. "kita telah melihat kemuliaanNya..," (Yoh. 1:14), berarti penulis adalah juga saksi mata
dari kejadian-kejadian yang ditulisnya. Kemungkinan bahwa ia adalah murid Tuhan
Yesus sangatlah besar karena ia menyebutkan tentang pelayanan awal Tuhan Yesus. Ia
juga menyebut dirinya sebagai "murid yang dikasihi" (Yoh. 13:23), yang berada dekat
dengan Yesus pada perjamuan malam dan juga hadir pada peristiwa penyaliban dan
berada di bawah kayu salib Yesus (18:15-16; 19:26-27).
4. Nama Yohanes tidak pernah disebut dalam Injil Yohanes, dan hal ini merupakan hal yang
sangat ganjil karena Yohanes sangat dikenal di antara murid-murid Tuhan. Tapi hal ini
sangat mungkin terjadi kalau Yohanes adalah penulis dari Injil ini.
B. TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
Tahun penulisan Injil Yohanes sering diperdebatkan karena tidak ada kepastian yang jelas.
Sebagian orang percaya bahwa penulisan Injil ini adalah 90 M, yaitu tahun-tahun terakhir
Yohanes hidup.
Tetapi beberapa lagi lebih percaya tahun yang sangat awal, yaitu sekitar tahun 40-an, walaupun
tidak banyak orang yang mendukung pendapat ini.
Tetapi ada yang memperdebatkan tahun yang jauh lebih lambat yaitu sekitar abad 2, dengan
alasan gaya tulisan Yohanes lebih menyerupai perdebatan apologetika Yunani yang populer pada
abad 2. Namun demikian pendapat ini tidak lagi dipercaya karena ada hasil arkeologi yang
membuktikan bahwa ada tulisan karya Rylands dari tahun 125M yang mengutip karya Yohanes
ini, sehingga dipastikan Injil Yohanes sudah ditulis sebelum tahun 125 M.
Sedangkan tempat penulisan diperkirakan di suatu kota Yunani yang maju baik dalam budaya
maupun kekristenannya. Kota yang paling tepat adalah Efesus di Asia Kecil.
C. PEMBACA/PENERIMA
Kalau Injil Matius ditujukan untuk orang-orang Yahudi, dan Injil Markus ditujukan untuk orang
Roma, dan Injil Lukas ditujukan untuk orang-orang Yunani, maka Injil Yohanes ditujukan untuk
"setiap orang."
D. TEMA UTAMA
Ada 3 kata-kata penting yang terdapat dalam Injil Yohanes:
1. Tanda-tanda

"Tanda-tanda" adalah kata lain yang dipakai oleh Yohanes untuk menyebutkan mujizat. Ada
banyak tanda yang dibuat oleh Yesus, yang menurut Yohanes penting untuk dicatat sebab
tanda-tanda itu menyatakan banyak hal tentang keTuhanan Yesus dan pekerjaan (karyaNya).
2. Percaya
Kata "percaya" (kata kerja) muncul lebih dari 90 kali dalam Injil Yohanes. Hubungan kata
"tanda" dan "percaya" dalam Injil ini sangat penting. Cara Yohanes mengajarkan arti percaya
kepada para pembacanya bukan dengan memberikan definisi kata tsb., tetapi dengan contohcontoh nyata. Dengan melihat kepada contoh-contoh tsb. maka orang tidak mungkin
mempunyai sikap yang netral, yaitu percaya atau tidak.
3. Hidup
Akibat dari percaya adalah mendapatkan "hidup." Hidup yang dimaksud adalah hidup yang
kekal, sebagai lawan dari kematian yaitu dalam arti rohani seperti yang dijelaskan oleh Yesus
kepada Nikodemus (Yoh. 3:15-16).
E. TUJUAN PENULISAN
Dalam Yoh. 20:30-31, dikatakan dengan jelas bahwa tujuan penulis menuliskan/ mencatat tandatanda dalam Injil itu adalah "supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan
supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup kekal dalam namaNya". Jadi dengan kata lain
Yohanes melihat bahwa tanda-tanda itu dilakukan oleh Yesus untuk menjadi kesempatan
mengajar.
Ada juga yang memberikan saran bahwa Injil Yohanes dituliskan untuk tujuan melengkapi berita
tentang kehidupan dan pekerjaan Tuhan Yesus dari yang sudah ada pada saat itu. Tidak ada
kepastian apakah Yohanes mengetahui keberadaan Injil-injil yang lain, tapi yang jelas bagi
pembaca sekarang informasi-informasi yang diberikan Yohanes sangat berguna untuk
melengkapi suatu berita yang utuh.
F. CATATAN
Di antara pengajaran-pengajaran yang disampaikan oleh Yesus, Yohanes mencatat 7 pernyataan
"Akulah" yang menjadi penekanan dan sangat populer:
1. Akulah roti hidup (6:35)
2. Akulah terang dunia (8:12; 9:5)
3. Akulah pintu (10:7, 9)
4. Akulah gembala yang baik (10:11)
5. Akulah kebangkitan dan hidup (11:25)
6. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup (14:6)
7. Akulah pokok anggur yang benar (15:1)
Pendekatan yang dipakai oleh Yesus untuk mengajar dikatakan oleh Yohanes sebagai
pendekatan pribadi, karena dicatat banyak percakapan pribadi dilakukan oleh Yesus:
Dengan Andreas, Petrus, Nikodemus, Filipus, Perempuan Samaria, orang buta, Marta & Maria,
Tomas, Pilatus.
G. GARIS BESAR ISI INJIL YOHANES
Yoh 1:1-18
Prolog tentang Logos
I.
Yoh 1:19-51 Memperkenalkan Kristus kepada Israel
A. Yoh 1:19-36
Oleh Yohanes Pembaptis
B. Yoh 1:37-51
Kepada Murid-Murid Pertama
II. Yoh 2:1-12:50
Tanda-Tanda dan Ajaran-Ajaran Kristus kepada Israel dan
Penolakan-Nya
A. Yoh 2:1-11:46
Penyataan Kristus kepada Israel
1. Yoh 2:1-11
Tanda Pertama -- Air Menjadi Air Anggur
Yoh 2:12
Selang Waktu
2. Yoh 2:13-25
Kesaksian Mula-Mula kepada Orang Yahudi di Yerusalem
Yoh 2:23-25
Hari Raya di Yerusalem (Paskah)
3. Yoh 3:1-21
Ajaran Pertama: Kelahiran dan Kehidupan Baru
Yoh 3:22-4:3
Selang Waktu: Tentang Yohanes Pembaptis dan Yesus
4. Yoh 4:4-42
Ajaran Kedua: Air Kehidupan
Yoh 4:43-45
Selang Waktu di Galilea
5. Yoh 4:46-54
Tanda Kedua: Penyembuhan Anak Pegawai Istana
Yoh 5:1
Hari Raya di Yerusalem
6. Yoh 5:2-18
Tanda Ketiga: Penyembuhan Orang di Betesda pada Hari Sabat
7. Yoh 5:19-47
Ajaran Ketiga: Keilahian Kristus
8. Yoh 6:1-15
Tanda Keempat: Memberi Makan Lima Ribu Orang
9. Yoh 6:16-21
Tanda Kelima: Berjalan di Atas Air

10. Yoh 6:22-59


11. Yoh 6:60-71
Yoh 7:1
12. Yoh 7:2-36
13. Yoh 7:37-52
Yoh 7:53-8:11
14. Yoh 8:12-30
15. Yoh 8:31-59
16. Yoh 9:1-41
17. Yoh 10:1-21
Yoh 10:22-42
18. Yoh 11:1-46
B. Yoh 11:47-12:50
III. Yoh 13:1-20:29
A. Yoh 13:1-14:31
1. Yoh 13:1-38
2. Yoh 14:1-31
B. Yoh 15:1-16:33

Ajaran Keempat: Roti Hidup


Penyaringan Murid-Murid
Selang Waktu
Hari Raya di Yerusalem (Pondok Daun)
Ajaran Kelima: Roh yang Memberi Hidup
(Wanita yang Tertangkap dalam Perzinaan)
Ajaran Keenam: Terang Dunia
Perdebatan dengan Orang Yahudi
Tanda Keenam: Penyembuhan Orang Buta Sejak Lahirnya
Ajaran Ketujuh: Gembala yang Baik
Hari Raya di Yerusalem (Penahbisan)
Tanda Ketujuh: Kebangkitan Lazarus
Penolakan Kristus oleh Israel
Kristus dan Permulaan Umat Perjanjian Baru
Perjamuan Terakhir
Mencuci Kaki Murid-Murid dan Lanjutan Percakapan
Yesus, Jalan kepada Bapa
Ajaran Tentang Pokok Anggur yang Benar dan Manfaat
Persekutuan dengan Kristus
C. Yoh 17:1-26
Doa Penyerahan bagi Diri-Nya dan Umat Perjanjian Baru
D. Yoh 18:1-19:42
Hamba yang Menderita
1. Yoh 18:1-12
Penangkapan
2. Yoh 18:13-27
Pengadilan Yahudi
3. Yoh 18:28-19:16 Pengadilan Romawi
4. Yoh 19:17-37
Penyaliban
5. Yoh 19:38-42
Penguburan
E. Yoh 20:1-29
Tuhan yang Bangkit
Yoh 20:30-31
Pernyataan Tentang Tujuan Penulis
Yoh 21:1-25
Epilog
Tugas Baca:
John Drane, Memahami PB - (Hal. 220-227)
Merrill C. Tenny, Survei PB - (Hal. 231-247)
Walter M. Dunner, Pengantar PB - (Hal. 25-32)
Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam PB - (Hal. 69-81)
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini - (Hal. 608-617)
11
KITAB KISAH PARA RASUL
A. PENULIS
1. Penulis - Lukas
Kitab Kisah Para Rasul adalah buku kedua yang ditulis oleh Dokter Lukas, sesudah bukunya
yang pertama Injil Lukas, Kis. 1:1 (Lihat Injil Lukas - Penulis)
2. Latar Belakang Paulus
Walter M. Dunnett melukiskan latar belakang Paulus sbb.:
Paulus adalah seorang Yahudi tulen. Inilah faktor utama untuk bisa mengerti perangai dan
kegiatannya. Dia dilahirkan dalam keluarga Yahudi di kota Tarsus, propinsi Kilikia, dan
karenanya selama bertahun-tahun dia terkenal sebagai Saulus dari Tarsus. Menurut
pengakuannya sendiri, dia seorang Farisi, demikian juga ayahnya (kis. 23:6), berbicara
bahasa Aram ("orang Ibrani asli"), dan diajar membuat tenda pada masa mudanya (Kis.
18:3). Dia berasal dari suku Benjamin (Fil 3:5). menurut sejarahnya, suku Benjamin itu
orang-orang yang berjiwa pejuang, dan agaknya, Paulus menyatakan semangat yang amat
besar dalam semua usahanya, terutama sekali dalam penganiayaan terhadap gereja (Gal.
1:13). Pada usia muda dia pergi ke Yerusalem, dan menurut kesaksiannya yang tertulis
dalam Kisah Para Rasul dia belajar di bawah pimpinan Rabi Gamaliel I yang terkenal, guru
yang utama pada sekalah Hilel (Kis. 22:3). Dari kata-katanya sendiri di surat Galatia, kita
tahu bahwa Saulus "jauh lebih maju" dari banyak temannya, karena ia "sangat rajin
memelihara adat istiadat nenek moyangku" (Gal. 1:14).

Permulaan usaha Saulus untuk membasmi Gereja bertepatan dengan pembunuhan Stefanus
(Kis. 7:58-8:3). Dia tidak saja mengajiaya... "laki-laki dan perempuan" di Yerusalem, tetapi
dengan surat kuasa Imam Besar (Yusuf Kayafas), dia pergi ke kota-kota lain untuk
melaksanakan tugasnya (Kis. 26:10-11). Pada perjalanan dinas seperti itulah Saulus dari
Tarsus berjumpa dengan Yesus dan bertobat secara luar biasa."
3. Latar Belakang Teologia Paulus
a. Seorang Farisi Tulen, yang taat pada Hukum Taurat, hal ini jelas ditunjukkan dalam
kesaksian hidupnya dan juga ketrampilannya dalam menafsir (cara penafsiran Yahudi).
b. Paulus mengadopsi cara berpikir Yunani dalam menyampaikan Injil kepada orang-orang
non Yahudi. Budaya Yunani adalah budaya yang diagung-agungkan jaman itu, oleh karena
itu mengerti budaya Yunani merupakan satu cara memenangkan mereka.
B. TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
Jelas dalam Kis. 1:9-10 dikatakan bahwa Kitab Kisah Para Rasul ditulis antara setelah kenaikan
Yesus dan sebelum kematian Paulus. Peristiwa-pertistiwa yang terjadi dalam Kitab Kisah Para
Rasul terjadi kira-kira dalam kurun waktu 35 tahun. Jadi diperkirakan kitab ini ditulis sekitar
tahun 60-61 M, sekitar tahun pemenjaraan Paulus di Roma yang diceritakan pada bagian akhir
Kisah Rasul (ps. 28).
C. PEMBACA/PENERIMA
Seperti yang dikatakan dalam Kis. 1:1, Lukas menuliskan Kitab ini kepada Teofilus.
Diperkirakan ia adalah seorang terkemuka bangsa Yunani yang telah mendengat Injil Yesus
Kristus (Lihat keterangan Injil Lukas).
D. TEMA UTAMA
Tema utama dalam Kisah Para Rasul adalah bagaimana pekerjaan Tuhan Yesus dimulai dan
dilanjutkan melalui karya Roh Kudus; dari Yerusalem, Yusea, Samaria dan ke ujung-ujung bumi.
1. Injil di Yerusalem
Gereja pertama kali lahir di Yerusalem, pada peristiwa turunnya Roh Kudus pada Hari
Pentakosta. Sejak saat itu gereja bertumbuh dan berkembang dengan pesat (Kis. 2:47)
2. Injil di Yudea
Injil disebarkan makin hari makin luas bukan hanya karena orang-orang yang telah menerima
Kristus pada hari Pentakosta tetapi juga karena penganiayaan yang terjadi di Yerusalem
sehingga memaksa para Rasul dan pengikut-pengikut Kristus yang telah dimenangkan untuk
keluar dari kota Yerusalem dan membuka jemaat di luar kota Yerusalem, yaitu di daerah
sekitar Yudea.
3. Injil di Samaria
Berita keselamatan juga sampai kepada orang-orang di daerah Samaria, karena kemurahan
Tuhan. Sejak saat itu terbukalah penginjilan bukan hanya kepada orang-orang Yahudi tetapi
juga kepada bangsa-bangsa lain (non-Yahudi).
E. TUJUAN PENULISAN
1.
Sehubungan dengan sejarah, kitab ini telah memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan
gereja abad pertama.
2.
Sehubungan dengan doktrin, kitab ini memberikan formula yang sangat kental dalam
memberikan prinsip-prinsip pengajaran iman Kristen.
3.
Sehubungan dengan pembelaan, dari tantangan yang dihadapi, Rasul Paulus memberikan
suatu pembelaan iman yang paling lengkap, yang sangat berguna untuk penganut-penganut
agama baru ini (Kristen).
4.
Sehubungan dengan biografi, kitab ini bertujuan untuk memberikan catatan riwayat hidup
rasul Paulus yang sangat lengkap.
F. CATATAN
Hubungan antara Kitab Kisah Para Rasul dengan Kitab-kitab Injil dan Surat-surat
Kiriman: Kitab Kisah Para Rasul memberikan peranan istimewa sebagai jembatan antara kitabkitab Inijil dan Surat-surat Kiriman, karena selain merupakan lanjutan dari kisah yang terdapat
di Injil-injil juga kitab ini merupakan penggenapan akan nubuat Yesus sendiri tentang
didirikannya gereja. Oleh karena itu kitab Kisah Para Rasul ini juga sekaligus bertindak sebagai
latar belakang bagi Surat-surat Kiriman dari para Rasul, karena menceritakan tentang bagaimana
gereja-gereja (jemaat) mula-mula didirikan.
G. GARIS BESAR ISI KITAB KISAH PARA RASUL
Kis 1:1-11
Pendahuluan
I.
Kis 1:12-2:41
Pencurahan Roh Kudus
A. Kis 1:12-26
Persiapan untuk Perjanjian
B. Kis 2:1-41
Hari Pentakosta

II.

Kis 2:42-8:1a
A. Kis 2:42-47
B. Kis 3:1-4:31
C. Kis 4:32-5:11
D. Kis 5:12-42

Hari-Hari Permulaan Gereja di Yerusalem


Ciri-Ciri Gereja Rasuli Setelah Pencurahan Roh Kudus
Mukjizat Menakjubkan dan Dampak-Dampaknya
Percobaan yang Berkelanjutan Dalam Hal Saling Membagi
Kesembuhan-Kesembuhan Lebih Lanjut dan Perlawanan Para
Pemimpin Agama
E. Kis 6:1-7
Pemilihan Tujuh Diaken
F. Kis 6:8-8:1
Stefanus: Syahid Kristen yang Pertama
III. Kis 8:1-9:31 Penganiayaan Menghasilkan Pengembangan
A. Kis 8:1-4
Orang Kristen Tersebar di Seluruh Yudea dan Samaria
B. Kis 8:5-40
Filipus: Pelayanan Seorang Penginjil
C. Kis 9:1-31
Saulus dari Tarsus: Pertobatan Seorang Penganiaya
IV. Kis 9:32-12:25
Kekristenan Mulai Tersebar di Kalangan Orang Bukan Yahudi
A. Kis 9:32-43
Pelayanan Petrus di Lida dan Yope
B. Kis 10:1-48
Pelayanan Petrus di Kaisarea
C. Kis 11:1-18
Laporan Petrus kepada Gereja di Yerusalem dan Tindakannya
Disetujui
D. Kis 11:19-30
Antiokhia: Gereja Bukan Yahudi yang Pertama
E. Kis 12:1-23
Penganiayaan di Bawah Herodes Agripa I
F. Kis 12:24-25
Ringkasan Perkembangan Gereja
V. Kis 13:1-14:28
Perjalanan Misi Pertama Paulus
A. Kis 13:1-3
Paulus dan Barnabas Diutus oleh Gereja di Antiokhia
B. Kis 13:4-14:28
Wilayah Tertentu Diinjili
VI. Kis 15:1-35
Sidang di Yerusalem
VII. Kis 15:36-18:22
Perjalanan Misi Kedua Paulus
A. Kis 15:36-40
Pertentangan Paulus dengan Barnabas
B. Kis 15:41-16:5
Wilayah Lama Dikunjungi Kembali
C. Kis 16:6-18:21
Penginjilan Wilayah Baru
D. Kis 18:22
Kembali ke Antiokhia di Siria
VIII. Kis 18:23-21:16
Perjalanan Misi Ketiga Paulus
A. Kis 18:23
Dalam Perjalanan ke Efesus
Kis 18:24-28
Sisipan: Pelayanan Apolos
B. Kis 19:1-41
Pelayanan yang Panjang di Efesus
C. Kis 20:1-5
Ke Makedonia, Yunani dan Kembali ke Makedonia
D. Kis 20:6-21:16
Kembali ke Yerusalem
IX. Kis 21:17-28:31
Penangkapan Paulus dan Pelayanannya Dalam Penjara
A. Kis 21:17-23:35
Di Yerusalem
B. Kis 24:1-26:32
Di Kaisarea
C. Kis 27:1-28:15
Menuju ke Roma
D. Kis 28:16-31
Di Roma
Tugas Baca:
John Drane, Memahami PB - (Hal.275-304)
Merrill C. Tenny, Survei PB - (Hal. 283-407)
Walter M. Dunner, Pengantar PB - (Hal. 33-46)
Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke Dalam PB - (Hal. 81-92 )
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, - (Hal. 563-566)
12
SEJARAH GEREJA MULA-MULA
A. LATAR BELAKANG
Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para muridNya untuk pergi ke
Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa
yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-muridNya untuk
menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11).
Janji itu digenapi oleh Kristus dan perintah itu ditaati oleh murid-muridNya.
B. PERMULAAN GEREJA
Kata "gereja" atau "jemaat" dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo, artinya "aku
memanggil/memerintahkan". Secara umum ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-

orang. Tetapi dalam konteks Perjanjian Baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan
orang-orang Kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus.
Amanat Agung yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul
dengan setia dijalankan oleh murid-muridNya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik
di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia).
1. Gereja Di Palestina
a. Gereja pertama lahir di Yerusalem (Kis. 1:8)
b. Petrus dan beberapa murid-murid Tuhan Yesus yang lain membawa Injil ke Yudea (Kis.
ps. 1-7).
c. Filipus dan murid-murid yang lain pergi ke Samaria dan sekitarnya (ps. 8).
2. Gereja di luar Palestina
a. Petrus membawa Injil ke Roma.
b. Paulus ke Asia Kecil dan Eropa (Kis. ps. 10-28).
c. Apolos ke Mesir (Kis. ps. 18).
d. Filipus ke Etiopia (Kis. ps. 8).
e. Sebelum tahun 100 M, Injil sudah tersebar ke Siria, Persia, Afrika (Kis. 9).
f. Lalu ke ujung-ujung bumi (Siria, Persia, Gaul, Afrika Utara, Asia & Eropa).
C. PERTUMBUHAN DAN TANTANGAN
Gereja/jemaat yang baru berdiri mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kuasa Roh Kudus
sangat nyata hadir di tengah jemaat. Namun demikian tantangan dan kesulitan juga mewarnai
pertumbuhan jemaat mula-mula itu. Tapi luar biasa, justru karena keadaan yang sulit itu gereja
semakin berkembang.
1. Agama Negara
Kaisar Agustus mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Salah satu peraturan yang muncul
pada masa pemerintahannya adalah menyembah kepada Kaisar sebagai dewa mereka,
walaupun mereka masih diijinkan melakukan penyembahan kepada dewa-dewa/kepercayaan
asal mereka sendiri.
Namun demikian ada kekecualian untuk orang-orang Yahudi yang mempunyai agama
Yudaisme yang menjunjung tinggi monotheisme, mereka tidak diharuskan untuk menyembah
kepada Kaisar. Hal ini terjadi karena mereka takut kalau orang Yahudi memberontak.
Kehadiran agama Kristen saat itu, pada mulanya dianggap sebagai salah satu sekte agama
Yudaisme, itu sebabnya orang-orang Kristen pertama tidak diharuskan untuk menyembah
kepada Kaisar. Tetapi setelah orang-orang Yahudi secara terbuka memusuhi orang Kristen
(puncak peristiwa penyalipan Kristus) barulah pemerintah Romawi melihat kekristenan tidak
lagi sebagai sekte Yudaisme tetapi agama baru. Sejak saat itu keharusan menyembah kepada
Kaisar pun akhirnya diberlakukan untuk orang-orang Kristen. Kepada mereka yang tidak
patuh pada peraturan ini mendapat hukuman dan penganiayaan yang sangat berat.
2. Penganiayaan terhadap orang Kristen
Salah satu bukti kesetiaan orang Kristen kepada Kristus ditunjukkan dengan secara setia
menjalankan pengajaran Alkitab dan menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
ajaran Alkitab. Karena sebab itulah orang-orang Kristen sering harus membayar harga yang
mahal demi kepercayaan mereka kepada Kristus, antara lain adalah dengan penganiayaan.
Beberapa penyebab penganiayaan:
a.Karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar.
b.Karena orang Kristen dituduh melakukan hal-hal yang menentang kemanusiaan, mis.
menolak menjadi tentara, mengajarkan tentang kehancuran dunia, membiarkan
perpecahan keluarga, dll.
c.Karena orang Kristen dituduh mempraktekkan immoralitas dan kanibalisme, misalnya
melakukan cium kudus, bermabuk-mabukan, dosa inses, makan darah dan daging
manusia.
3. Hasil dari penganiayaan
Memang ada banyak orang Kristen yang mati dalam penganiayaan dan pembunuhan, namun
demikian jumlah orang Kristen tidak semakin berkurang malah semakin bertambah banyak.
a.Orang Kristen semakin berani. Sekalipun dianiaya mereka tetap mempertahankan iman
mereka (mis. Surat Petrus).
b.Kekristenan semakin menyebar keluar dari Yerusalem, yaitu ke daerah-daerah sekitarnya,
dan ke seluruh dunia.
c.Orang-orang Kristen semakin memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga
mereka betu-betul menjadi saksi yang hidup.
Tugas Baca:

John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 256-258)


J.I. Packer, Dunia Perjanjian Baru (Hal 169-192)
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 283 297)
13
PELAYANAN RASUL PAULUS
A. LATAR BELAKANG PELAYANAN RASUL PAULUS
1. Kehidupan Paulus Sesudah Pertobatan
Berkotbah di Damaskus (9:20), Pergi ke Arabia (Gal 1:17), Kembali ke Damaskus (Gal
1:17), Mengunjungi Yerusalem (Gal 1:18), Dicurigai oleh gereja (Kis 9:27), Berteman
dengan Barnabas (9:27), Orang Yahudi menganiayanya (9:29), Visi untuk pergi menginjili
(22:17-18), Pergi ke Tarsus (9:30), Barnabas membawanya ke Antiokia (11:25-26), Bekerja
di Antiokia (11:26).
2. Perjalanan Misi Paulus yang Pertama
Bekerja di Siprus, Salamis, Papos (13:5-11), Namanya diganti (13:9, 13), Ke Perga - Markus
ditinggalkan (13:13), Kotbah di Antiokia (13:14-41), Di Ikonium (13:51), Di Listra - Paulus
dirajam batu (14:8-19), Derbe -Kota terakhir yang dikunjungi (14:20), Perjalanan pulang
(14:21-26)
3. Perjalanan Misi Paulus Kedua
Di Listra & Sisilia (15:41), Listra - Timotius bergabung (16:1-3), Di Pergia dan Galatia
(16:6), Visi ke Troas (16:9), Di Filipi, Lidia & penjaga penjara (16:13-34), Gereja Tesalonika
ditemukan (17:4), Orang-orang percaya di Berea (17:11-12), Kotbah di Areopagus di Atena
(17:16-33), Visi Korintus - gereja ditemukan (18:1-8), Di Efesus - kunjungan singkat (18:1920), Kembali ke Antiokia (18:22)
4. Perjalanan Misi Paulus Ketiga
Mengunjungi Galatia & Pirgia (18:23), Efesus (19), Di Makedonia & Grece (20:1-2), Kotbah
di Troas (20:6-12), Perpisahan dengan penatua Efesus (20:17-35), Di Tyre (21:1-4), Kaesaria
(21:8)
B. SURAT-SURAT KIRIMAN RASUL PAULUS
1. Hubungan Kisah Para Rasul dengan kitab-kitab Injil dan Surat- surat Kiriman
Kitab Kisah Para Rasul adalah jembatan antara Kitab-kitab Injil dan Surat-surat Kiriman.
Untuk Kitab-kitab Injil: menjadi jembatan antara pelayanan yang dilakukan oleh Tuhan
Yesus dan penggenapan nubuat Yesus tentang akan didirikanNya Gereja (Mat. 16:18).
Untuk Surat-surat Kiriman: menjadi jembatan dalam memberi latar belakang Surat-surat
Kiriman, yaitu:
a.Surat Galatia : Antiokia, Ikonium, Listra, Derbe. (Kis 13:14-14:28)
b.Surat Filipi: Filipi (Kis 16:11-40)
c.Surat 1 dan 2 Tesalonika: Tesalonika (Kis 17:1-9)
d.Surat 1 dan 2 Korintus: Korintus (Kis 18:1-16)
e.Surat Efesus: Efesus (Kis 19:1-41; 20:17-35)
2. Pengantar untuk Surat-surat Kiriman Rasul Paulus
a. Kewibawaan Surat Kiriman Rasul Paulus
Surat-surat itu sekarang jumlahnya 13 Surat, sesungguhnya lebih tapi hilang. Dari
kesaksiannya Rasul Paulus mempunyai keyakinan yang kuat akan panggilan Allah dalam
hidupnya (Rm 1:6). Ia juga mempunyai kepercayaan yang kuat akan otoritas Firman yang
Allah berikan melalui Paulus kepada gereja-gereja (Jemaat) Kristen saat itu.
b. Motif Penulisan
Jangkauan daerah pelayanan yang luas tidak memungkinkan Paulus mengunjungi mereka
satu per satu. Tetapi jemaat- masih muda itu perlu dinasehati, didorong, dihibur dan
dikuatkan. Ditambah lagi saat itu jemaat-jemaat ini belum mempunyai Salinan kitab-kitab
Perjanjian Lama (masih menggunakan tradisi lisan). Oleh karena itu, surat menjadi alat
yang sangat penting bagi Paulus untuk berkomunikasi.
Catt.: Jumlah perjalanan yang ditempuh Paulus dalam km adalah 7800 km darat (harus
ditempuh dengan jalan kaki) dan 900 km lewat laut.
Contoh: Dari Korintus ke Athen dibutuhkan 3 hari perjalanan kaki, Dari Tesalonika
dibutuhkan 13 hari perjalanan kaki, Dari Efesus ke Troas dibutuhkan 10 hari perjalanan
kaki.
c. Susunan/struktur Surat
Sama seperti model-model surat jaman itu, biasanya surat disusun dalam struktur sbb.:

Nama penulis (mis: Paulus ..)


Nama penerima (Kepada jemaat Allah di ...
Salam pembukaan (kasih karunia dan damai sejahtera dari ..)
Doa harapan dan ucapan syukur (aku mengucap syukur kepada Allah ...)
Isi surat (tubuh surat)
Salam penutup/perpisahan (kasih karunia ....)
d. Gaya bahasa
Dikenal gaya pikiran dalam surat Paulus melompat-lompat, sintaksnya patah-patah. Selain
itu juga sulit dimengerti karena sarat dengan konsep-konsep dengan bahasa filsafat).
e. Pemahaman Kontekstual
Untuk memahami Surat-surat Kiriman Rasul Paulus perlu dipelajari hal-hal sbb.:
- Harus mengenal Pembaca/Penerima Surat Kiriman tsb. dan kebutuhan mereka.
- Surat-surat Kiriman tidak ditulis untuk tujuan indoktrinasi tapi karena ada masalah.
- Masing-masing Surat harus dibaca/dimengerti berdasarkan konteksnya.
C. PANGGILAN PAULUS UNTUK MENGINJILI ORANG-ORANG NON-YAHUDI
Dari hasil pelayanan Paulus keberbagai tempat terlihat bahwa Tuhan juga berkenan memanggil
orang-orang bukan Yahudi (bangsa kafir) untuk masuk dalam persekutuan dengan Kristus. Dan
penerimaan itu adalah tanpa syarat, artinya tanpa harus membuat mereka menjadi orang Yahudi
dan mengikuti tradisi Yahudi (mis. sunat). Paulus dengan berani memberikan dasar Firman
Tuhan agar orang-orang Kristen (baik Yahudi atau non-Yahudi) memahami pengajaran
Alkitabiah dengan benar, bahwa keselamatan adalah semata-mata karena anugerah melalui iman
bukan perbuatan.
D. STRATEGI PAULUS DALAM MENGABARKAN INJIL
Paulus adalah contoh seorang misionaris yang berhasil sepanjang sejarah kekristenan. Hasil
pelayanannya meliputi seluruh wilayah Laut Tengah (meliputi 3 benua). Rahasia keberhasilan
pelayanannya adalah:
1. Pada pemberitaan yang disertai dengan kuasa Roh Kudus.
Bukan kuasa manusia tapi kuasa yang datang dari atas.
2. Paulus adalah pemikir ulung dalam menyusun strategi pelayanannya.
a. Ketidak tergantungan pada fasilitas.
Mengingat terbatasnya fasilitas yang tersedia saat itu, Paulus betul-betul termasuk seorang
yang luar biasa. Misalnya, tidak tersedianya peta wilayah (dunia), seluruh perjalanan darat
harus ditempuh dengan berjalan kaki dll.
b. Kemampuan ber komunikasi
Paulus selalu siap menghadapi setiap kemungkinan; dengan siapapun dan dimanapun
berada Paulus selalu siap melayani (baik pemimpin agama, politikus, atau orang
biasa/baik di pasar atau di istana).
c. Kemampuan intelektual
Paulus selain cerdas, juga rajin belajar. Segala macam topik pembicaraan Paulus selalu
menguasai.
d. Tahan menderita dan tidak mudah putus asa Paulus tidak hanya rela mengeluarkan
keringat bagi pelayanannya, tapi juga air
Tugas Baca:
J.I. Packer, Dunia Perjanjian Baru (Hal. 193 218)
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 304 308)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 289 302)
14
SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI ROMA
A. LATAR BELAKANG
1. Kota Roma
Didirikan oleh Romulus pada tahun 753 SM. Menjadi kota internasional karena di sana
banyak berkumpul bangsa-bangsa dari mancanegara. Juga menjadi kota kosmopolitan dan
pusat dunia, baik secara politik, keuangan maupun peradaban, tapi juga sekaligus kebobrokan
moralnya.
Pada jaman PB, kota Roma juga menjadi target penginjilan yang tidak mudah karena
banyaknya para penentang/penganiaya orang Kristen, khususnya dari bangsa Yahudi dan
kafir.

2. Jemaat di Roma
a. Kelahiran Jemaat di Roma
Kewibawaan diketahui secara jelas siapa yang mendirikan Jemaat Kristen di Roma.
Namun demikian, ada kemungkinan penjelasan sbb.:
Pada peristiwa hari Pantekosta di Yerusalem ada juga penduduk Yahudi Roma yang hadir
dan mendengar Injil dari kotbah Petrus lalu bertobat. Mereka itulah orang-orang yang
akhirnya membawa Injil ke kota Roma. Atau bisa juga orang-orang Yahudi yang bertobat
dan membawa Injil ke Roma, lalu membentuk Jemaat di Roma.
Namun demikian yang jelas bukan Paulus yang mendirikan Jemaat Roma, karena Paulus
sendiri tidak melakukan perjalanan misi ke Roma. Akwila dan Priskila adalah contoh
Jemaat Roma yang diusir dari Roma pada masa pemerintahan Kladius (49M). Dan juga
bukan oleh Petrus (Rom. 15:20). Tapi kemungkinan besar orang Yahudilah yang
mendirikan, karena dari Surat Paulus diketahui banyak tradisi Yahudi yang sudah tertanam
sejak pertama Jemaat itu berdiri.
b. Keadaan Jemaat pada waktu Paulus menulis Surat Roma
Keberadaan Jemaat Roma yang sebagian besar terdiri dari orang Yahudi akhirnya
mengalami kesulitan besar karena penganiayaan yang dilakukan oleh Kaisar Cladius (4154MM) terhadap orang-orang Yahudi, sehingga tinggallah jemaat non-Yahudi Kristen
melanjutkan jemaat di Roma.
Tapi setelah diganti oleh kaisar Nero, barulah jemaat Yahudi Kristen Roma kembali lagi
ke Roma. Tapi justru karena kepulangan mereka itulah masalah di Jemaat mulai timbul.
Jemaat Yahudi Kristen terkejut karena Jemaat Roma yang dilanjutkan oleh anggota nonYahudi tidak lagi mengikuti tradisi Yahudi, misalnya Sunat dll. Timbullah pertanyaan
besar: Apakah mungkin jemaat Kristen yang non-Yahudi harus melakukan "proselite"
sebagai syarat untuk diselamatkan.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Penulis Surat Roma adalah Paulus, seperti yang disebutkan dalam pembukaan Surat Roma
(1:1). Juga kisah biografi Paulus yang terdapat dalam Rom. ps. 15 dan 16 cukup memberi
bukti bahwa Pauluslah yang menulis Surat Roma. Tidak ada perlawanan terhadap pendapat
ini.
Hal yang sedikit dipertanyakan adalah keraguan terhadap keaslian penulisan Paulus atau
kemungkinan bahwa Surat itu didektekan oleh Paulus kepada penulisnya. Namun alasan
yang diajukan tidaklah cukup meyakinkan dan jarang orang memperdebatkannya.
2. Tahun Penulisan
Diperkirakan Surat Roma ditulis sekitar tahun 55-57 M, yaitu sebelum perjalanan
kunjungannya ke Yerusalem untuk membawa persembahan/bantuan kepada orang-orang
kudus di Yerusalem (Rom. 15:25; Kis. 24:17). Tapi baru selang beberapa waktu kemudian
surat itu sampai ke jemaat di Roma, setelah melalui perjalanan panjang untuk sampai ke
Roma (dibawa oleh Febe). Saat itu kemungkinan Paulus sedang mengarahkan perhatian ke
Barat, itu sebabnya dalam suratnya Paulus juga menyebut keinginannya untuk mengunjungi
jemaat di Roma (Rom. 15:24).
3. Tempat Penulisan
Kemungkinan besar pada waktu Paulus menulis Surat Roma ia sedang ada/menetap
di Korintus, karena dalam suratnya Paulus menyebut tentang Febe yang adalah anggota
gereja Korintus (Rom. 16:1) dan Gayus sebagai tuan rumah yang memberi tumpangan untuk
Paulus di Korintus (Rom. 16:23; 1 Kor. 1:14).
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Surat ini ditujukan Paulus untuk orang-orang Kristen di kota Roma (1:7) Karena Jemaat
Roma memiliki 2 latar belakang golongan, maka Surat inipun terlihat:
kadang-kadang ditujukan khusus untuk orang Yahudi (4:1)
tapi kadang jugaditujukan untuk orang non-Yahudi (1:5, 11:13, 11:28-31)
Namun demikian ada keraguan mengenai hubungan Paulus dengan Jemaat Roma, karena Paulus
sendiri belum pernah ke sana.
D. TEMA UTAMA
Tema utama Surat Roma adalah tentang Keselamatan.
1. Keadilan dan kebenaran Allah
Sifat Allah yang suci dan adil menuntut manusia untuk dihukum sebagai upah kejatuhan
manusia ke dalam dosa. Manusia tidak mungkin terlepas dari hukuman kecuali Yesus

menggantikan kedudukan manusia. Hanya Yesus sajalah, manusia benar yang dapat
memenuhi tuntutan keadilan Allah itu (Rom 3:23-26).
2. Kebaikan dan kasih Allah
Puncak kebaikan dan kasih Allah adalah Kristus mati berkorban sekalipun kita masih
berdosa. Kebaikan Allah menolak kemungkinan bahwa Allah tidak adil (9:15) atau disalah
gunakan (Rom. 6:14).
3. Kedaulatan Allah
Kedaulatan Allah dalam menentukan umat pilihanNya (Rom. ps 8-10). Pernyataan Paulus
menimbulkan kesulitan, namun demikian hasilnya justru membawa kepujian kepada Tuhan
(11:33-36).
4. Hukum Allah
Hukum Allah tetap berlaku, sebagai cermin bagi dosa (Rom. ps. 7), namun hukum Taurat
tidak mungkin menyelamatkan, kecuali dijalankan secara sempurna. Yesuslah yang telah
memenuhi hukum Taurat.
E. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Polemik
Ditujukan secara khusus untuk jemaat Yahudi Kristen, sebagai sanggahan terhadap kesalahan
dalam doktrin keselamatan
2. Tujuan Pendamaian
Masalah doktrinal itu akhirnya menjadi perselisihan antara jemaat Kristen Yahudi dan nonYahudi, karena jemaat non-Yahudi dipaksa untuk mengikuti tradisi Yahudi untuk menjadi
Kristen. Paulus dengan tegas memperingatkan bahaya yang mengancam kesatuan jemaat.
3. Penekanan Doktrin yang benar
Surat Roma sangat sarat dengan doktrin, khususnya doktrin tentang keselamatan hanya
melalui iman, walaupun sebenarnya Paulus tidak seluruhnya mengkonsentrasikan pada
doktrin. Tapi karena kebutuhan jemaat Roma saat itu, maka Paulus merasa perlu memberikan
dasar bagi pemahaman yang benar.
4. Tujuan Urgensi
Mungkin masalah dalam Jemaat di Roma didapat dari laporan Akwila dan Priskila. Ketika
mendengar hal itu Paulus ingin pergi ke Roma, tapi kemungkinan itu kelihatannya tidak
mungkin (Rom. 15:23). Maka sebagai ganti kunjungannya ia menulis Surat Roma dan
dititipkan kepada Febe yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Roma (Rom. 16:1,2).
F. CATATAN
1. Kesulitan mengenai surat Roma
a. Gaya bahasa Paulus; Paulus memakai gaya bahasa yang saling berkait/berbalasbalasan kadang ini disengaja supaya menimbulkan perlawanan yang jelas.
b. Karena permasalahan sunat dan pembenaran adalah tradisi orang Yahudi, sehingga
perlu informasi yang jelas kalau tidak kita kurang bisa memahami dengan jelas.
2. Masalah Roma pasal 16
Ada sebagian ahli yang menganggap psal 16 ini bukan bagian dari surat Roma, alasannya:
a. Paulus belum pernah ke Roma, bagaimana mungkin ia kenal dengan orang-orang
yang disebut dalam pasal 16.
b. Febe dan Gayus adalah anggota jemaat yang dalam Kisah Rasul disebut tinggal di
Korintus, sehingga orang menyimpulkan mungkin sebenarnya bagian itu adalah
bagian dari surat Paulus kepada jemaat Korintus. Menurut 1 Kor. 16:19, mereka
masih di Korintus waktu Paulus menulis surat itu, tidak cocok dengan Rom 16:5 -->
terlalu cepat.
c. Rom. 15:33 cocok dianggap sebagai penutup Surat Roma.
d. Ada juga pendapat lain, bahwa mungkin ini untuk jemaat Efesus (16:5,7), karena
Paulus punya banyak teman di Efesus yang akhirnya pulang ke Roma, juga gaya
bahasa Rom. 15:33 tidak pas.
G. GARIS BESAR ISI SURAT ROMA
Rom 1:1-17
Pendahuluan
I.
Rom 1:18-3:20
Kebutuhan Mendesak Manusia Akan Kebenaran
A. Rom 1:18-32
Kebutuhan Orang Bukan Yahudi
B. Rom 2:1-3:8
Kebutuhan Orang Yahudi
C. Rom 3:9-20
Kebutuhan Semua Orang
II. Rom 3:21-5:21
Penyediaan Kebenaran yang Mulia oleh Allah
A. Rom 3:21-31
Pembenaran oleh Iman Diringkaskan
B. Rom 4:1-25
Pembenaran oleh Iman Digambarkan Dalam Abraham

C. Rom 5:1-11
Berkat dan Keyakinan yang Menyertai Pembenaran
D. Rom 5:12-21
Adam dan Kristus Dibandingkan
1. Adam/Dosa/Penjatuhan Hukuman/Kematian
2. Kristus/Kasih Karunia/Pembenaran/Hidup
III. Rom 6:1-8:39
Kebenaran Berkarya Melalui Iman
A. Rom 6:1-23
Kebebasan dari Perbudakan Dosa
1. Rom 6:1-14
Mati Bersama Kristus terhadap Dosa
2. Rom 6:15-23
Hidup Bersama Kristus sebagai Hamba Kebenaran
B. Rom 7:1-25
Kebebasan dari Pertentangan di Bawah Hukum Taurat
C. Rom 8:1-39
Kebebasan Melalui Hukum Roh Kehidupan
IV. Rom 9:1-11:36
Kebenaran oleh Iman Berkaitan dengan Israel
A. Rom 9:1-10:21
Persoalan Penolakan Israel
B. Rom 11:1-36
Kemenangan Rencana Allah
V. Rom 12:1-15:13
Penerapan Praktis dari Kebenaran oleh Iman
A. Rom 12:1-2
Orang Percaya dan Penyerahan Diri
B. Rom 12:3-21
Orang Percaya dan Masyarakat
C. Rom 13:1-7
Orang Percaya dan Pemerintah
D. Rom 13:8-15:13
Orang Percaya dan Hukum Kasih
Rom 15:14-16:27
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 375 379)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 61- 64)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 54 61)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 369 -371)
15
SURAT PERTAMA PAULUS KEPADA JEMAAT DI KORINTUS
A. LATAR BELAKANG KORINTUS DAN JEMAAT KORINTUS
1. Kota Korintus
Sejarah kota Korintus: Sampai abad 196 SM, kota Korintus dikuasai oleh orang Makedonia,
lalu diambil alih untuk bergabung dengan Liga Akhaya. Tapi pada th. 146 SM, karena
revolusi sosial kota ini diratakan (dihancurkan) dan penduduknya dijual sebagai budak. Th.
46 SM kota Korintus dibangun lagi oleh kaisar Agustus dan mulai makmur lagi, dan
menjadikan Korintus sebagai pusat propinsi baru (ibu kota) dengan diperintah oleh wali
negeri.
Contoh: pada masa penginjilan Paulus (50 M) kota ini diperintah oleh wali negeri Galio (Kis.
18:12-17).
Kota Korintus adalah kota metropolitan, yang berada di wilayah Yunani. Juga menjadi pusat
perdagangan karena memiliki 2 pelabuhan besar dan letak kotanya yang sangat strategis.
Memiliki industri keramik dan tembikar. Selain keagungannya, Korintus juga terkenal dalam
hal kebejatan moralnya, karena kota itu menjadi pusat pelacuran dan penyembahan kepada
dewa Asmara (Aprodite), khususnya di Akropolis.
2. Jemaat Korintus
a. Kelahiran Jemaat Korintus diceritakan dalam Kis. Rasul ps. 18. Pada tahun 50 M
Paulus mengunjungi kota Korintus untuk menunggu Silas dan Timotius yang akan
datang dari Makedonia. Di Korintus Paulus berkenalan dengan Akwila yang samasama berprofesi pembuat tenda. Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri
Kristen yang diusir dari kota Roma dan sekarang ada di Korintus. Di keluarga inilah
akhirnya Paulus menetap dan mengadakan persekutuan. Di sinilah jemaat Korintus
dimulai. Sementara itu dengan dukungan Akwila dan Priskila, Paulus juga rajin
berkotbah di singagoge untuk menyakinkan tentang keMesiasan Yesus kepada
orang-orang Yahudi di Korintus.
b. Jemaat Kristus bertumbuh: Kedatangan Silas dan Timotius membawa berita yang
menggembirakan dari Makedonia (I Tes 3:16). Selain itu kedatangan mereka juga
berarti menambah tenaga baru yang membuat Paulus semakin bersemangat. Namun
hubungan dengan Sinagoge ternyata semakin buruk, dan dengan terpaksa akhirnya
Paulus meninggalkan mereka dan sejak itu Paulus memusatkan perhatian pada
masyarakat non-Yahudi (Kis 18:6).

Pusat kegiatan Paulus diadakan di rumah seorang non-Yahudi yang takut akan Allah,
bernama Titius Yustus. Jemaat cepat sekali berkembang (Kis. 18:8-10). Selain banyak
anggota non-Yahudi yang berbalik kepada Tuhan, orang-orang Yahudi juga menjadi terbuka
sekali pada Injil. Termasuk di antaranya adalah pejabat tinggi singagoge Krispus (I Kor 1:14)
dan teman sekerjanya Sostenes. Banyak diantara mereka yang percaya dan dibaptis (tapi
bukan oleh Paulus).
Tapi keadaan Paulus semakin berbahaya karena orang-orang yang tidak menyukai Paulus
mengancam akan menghukum mati (Rom 16:3). Masalah memuncak ketika orang-orang
Yahudi menghadapkan Paulus ke meja pengadilan Wali Negeri.Gubernur Akhya, yang
bernama Galio. Setelah tinggal di Korintus selama 18 bulan (Kis 18:11, 18), Paulus akhirnya
dipaksa untuk meninggalkan Korintus. Dengan membawa Akwila dan Priskila, Paulus pergi
meninggalkan Korintus. Tapi kemudian Apolos datang di Korintus, demikian juga Kefas. Itu
sebabnya Paulus menyebutkan adanya banyak pemimpin rohani di Korintus (I Kor 4:15).
3. Masalah dalam Jemaat Korintus
a. Ketika di Efesus, Paulus menerima kabar dari keluarga Kloe (1 Kor. 1:11) juga surat
surat yang dikirim oleh jemaat Korintus untuk menanyakan sejumlah masalah
kepada Paulus. Dari Kis. 18:8,10, kita ketahui bahwa Jemaat Korintus cukup besar
jumlahnya, kelihatannya tidak mengalami hambatan, bahkan menikmati hidup
dengan aman (1 Kor. 4:9). Anggotanya ada beberapa orang Yahudi, tapi kelihatan
sekali bahwa mayoritas adalah orang non-Yahudi mereka. Latar belakang mereka
adalah mantan penyembah berhala dan jahat (1 Kor. 6:11) dan hal ini ternyata masih
menghantui kehidupan baru mereka (1 Kor. 6:15). Di lain pihak, pengaruh tradisi
Yahudi tidaklah terlalu kentara. Ada disebutkan sebagai "Injil Lain" (1 Kor. 12:18),
tapi tujuan utama adalah untuk menjelek-jelekkan watak Paulus dan tidak
berdasarkan Taurat.
b. Banyak masalah lain yang timbul dalam kehidupan Jemaat Korintus sepeninggal
Paulus. Walaupun secara sosial Jemaat Korintus memiliki wawasan yang luas, tapi
ada garis pemisah yang jelas antar kaya dan miskin (1 Kor 11:21), kaum intelektual
dan bukan, mereka suka berkhotbah muluk-muluk (1 Kor. 1:20; 2:1), membandingbandingkan guru (1 Kor. 3:40) dan mengubah ajaran-ajaran Paulus (I Kor 15:12).
Orang Korintus juga mempunyai kecenderungan untuk ber-klik; mereka mengambil
nama-nama guru yang bermacam-macam (1 Kor. 1:12). Masalah-masalah yang
muncul ini diajukan perkaranya ke pengadilan sekular (1 Kor. 6:1,6), yang membuat
Paulus marah dan menyebut mereka sebagai "manusia duniawi" (1 Kor. 3:3).
c. Masalah tentang karunia-karunia. Jemaat Korintus disebut sebagai "tidak
kekurangan dalam karunia apapun" (1 Kor. 1:5). Dan khususnya dalam hal karunia
berbahasa lidah (1 Kor. 12;13:1,8; 14:2) banyak masalah timbul yang menyebabkan
pengelompok-ngelompokan, congkak, kepuasan diri, dan kekacauan. Termasuk juga
perempuan dan semuanya menjadi tidak terkendali sehingga pusat Injil menjadi
tergeser.
4. Surat-surat Paulus untuk Jemaat Korintus
Dari Surat 1 Korintus ada data tentang surat-surat Paulus yang lain (selain 1 dan 2 Korintus):
a. "Surat terdahulu" dari Paulus (1 Kor. 5:9).
Kemungkinan surat itu berisi petunjuk untuk tidak menerima orang yang berbuat jahat (1
Kor. 5:9), juga kemungkinan Paulus sudah menyebut tentang pengumpulan uang untuk
pelayanan kasih (1 Kor. 16:1-4). Ada yang mengatakan bahwa Surat itu adalah (2 Kor.
6:14-7:1)
b. 1 Korintus
Jadi Surat 1 Korintus adalah surat kedua yang Paulus tulis ketika ada di Efesus (Paulus
ada di Efesus antara tahun 53-55-an), yaitu setelah mendengar kabar dari keluarga Kloe.
c. "Surat keras"
Sering dianggap sebagai 2 Kor 10-13; karena gaya bahasa yang tiba- tiba kasar.
Kemungkinan besar surat ini dikirim setelah Surat 1 Korintus.
d. 2 Korintus
Jelas ditulis dari Makedoria, dimana Ia bertemu dengan Titus (2:13). Ada berita
penghiburan, tapi ada juga hal yang tidak menggembirakan yaitu adanya tuduhan-tuduhan
yang ditujukan kepada Paulus.
5. Kunjungan-kunjungan Paulus ke Korintus

Dari 2 Kor. 12:14; 13:1 dikatakan "aku siap untuk datang ke 3 kalinya". Kisah Rasul hanya
menyebutkan tentang kunjungan Paulus ke Korintus satu kali, tapi bukan merupakan
kunjungan yang menyedihkan (2 Kor. 1:16). Jadi pasti ada kunjungan lain (lebih dari 1 kali).
Setelah mengirim Surat 1 Korintus, Paulus mengunjungi Korintus lagi dari Efesus. Mungkin
karena tidak ada perbaikan keadaan maka Paulus tinggal tidak lama. 2 Korintus 1:16
mengatakan bahwa Paulus berjanji untuk berkunjung lagi karena tidak puas, tapi
ditangguhkan. Ia lalu menulis "surat keras". Tapi ketika Surat 2 Korintus ditulis kunjungan ke
3 sudah dilewatkan, bahkan Paulus sempat mengumpulkan bantuan dll. Saat itu Paulus
menulis surat Roma di Korintus, lalu mengabarkan Injil di tempat-tempat lain.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Surat 1 Korintus ditulis oleh Rasul Paulus setelah Paulus mendengar berita tentang Jemaat
Korintus dari keluarga Kloe dan jemaat Yahudi Korintus.
2. Tahun Penulisan
Tahun penulisan diperkirakan tahun 54-55 M, karena Paulus tinggal di Efesus cukup lama
(kira-kira 2 tahun, antara thn. 53-57M) .
3. Tempat Penulisan
Ditulis di Efesus (I Kor 16:8,9) dalam Perjalanan Misi Paulus yang ketiga.
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
1 Kor. 1:2, disebutkan dengan jelas oleh penulisnya bahwa surat ini ditujukan kepada Gereja
Tuhan (Jemaat) di Korintus.
D. TUJUAN PENULISAN
Dari laporan keluarga Kloe dan surat-surat yang dikirim dari Jemaat Yahudi Korintus, didapat
gambaran bahwa Jemaat Korintus mengalami banyak masalah yang memecah belah jemaat. Itu
sebabnya Paulus merasa terdesak untuk menulis surat ini.
1. Menyelesaikan masalah
Banyaknya dosa yang merajalela di kehidupan Jemaat Korintus perlu ditangani agar jemaat
tidak terpecah-pecah. Tapi dari surat 1 Korintus terlihat bahwa Paulus menulis lebih dalam
dari yang diharapkan.
2. Mengambil bantuan (1 Kor. 7:1)
Dorongan Paulus supaya mereka memberi bantuan dengan sukarela untuk jemaat Yerusalem
(1 Kor. 16:17).
3. Tindak lanjut
Paulus sudah menulis surat terdahulu (1 Kor. 5:9), dan juga sempat singgah (1 Kor. 16:7),
tapi tidak memberikan hasil yang baik, justru menyusahkan. Surat 1 Korintus merupakan
harapan untuk ditanggapi, sebagai lanjutan tindakan terdahulu.
E. TEMA UTAMA
1. Hikmat Allah
Latar belakang filsafat Yunani menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi orang Korintus (1
Kor 1:19, 25). Oleh karena itu Paulus dengan tegas menasehatkan bahwa hikmat
manusia/duniawi adalah sia-sia, karena hanya akan menghasilkan kesombongan. Tapi hikmat
surga adalah menyelamatkan.
2. Penyembahan Berhala
Kepercayaan lama seseorang sebelum terima Kristus mempunyai pengaruh kuat, khususnya
karena sudah menjadi bagian dari budaya (punya arti sosial) mis, sinkritisme (1 Kor. 7:9-13;
8:10; 10:14-30,11; 12:14).
3. Karunia-karunia
Kasih diberikan untuk membantu umatnya melayani dengan lebih baik. Tetapi orang-orang
Korintus giat untuk mencari karunia-karunia dengan tujuan supaya mereka lebih
dihormanti dan disegani di gereja, khususnya karunia bahasa lidah.
4. Kasih
Kasih menjadi tolak ukur dalam semua tindakan manusia (karena bersifat kekal). Kasih ilahi
menjadi dasar dalam menyelesaikan perselisihan, mengukur kemurnian karunia dan
kesungguhan.
5. Jemaat Wanita
Kebiasaan yang tidak diterima dalam masyarakat yang murni berupa budaya, harus ditaati.
Wanita dalam jemaat Korintus dinilai terlalu bebas, banyak berbicara, membuat kericuhan
dalam bernubuat dan berdoa.
6. Perjamuan Kudus (1 Kor. 11:17)

Paulus juga membahas tentang sakramen yang harus dipelihara, yaitu Baptisan (1 Kor 14)
----> tapi Paulus melarang baptisan orang mati (1 Kor. 15:29).
7. Kebangkitan
Kematian dan kebangkitan Kristen adalah inti dari berita Injil. 1 Kor. ps. 15 membahas secara
lengkap tentang kebangkitan, karena kebangkitan adalah harapan terbesar orang Kristen saat
itu.
G. CATATAN
1. Kesedihan dan kekecewaan Paulus
Dalam hal Surat 1 Korintus Paulus sebenarnya kecewa karena selama ini Paulus selalu
mengganggap jemaat Korintus adalah Jemaat yang dewasa (Paulus melayani mereka hampir
lebih dari 18 bulan). Tapi ternyata mereka masih anak-anak secara rohani, belum bisa
dianggap dewasa, terbukti dari masalah-masalah yang ada dalam Jemaat. Kedatangan Paulus
yang kedua untuk menyelesaikan masalah juga tidak menghasilkan hasil yang baik. Itu
sebabnya dikatakan oleh Paulus sebagai kunjungan yang menyedihkan.
2. Hubungan Surat 1 Korintus dan 2 Korintus
Surat I Korintus adalah peringatan keras dan juga ada nada kesedihan. Itu sebabnya Paulus
agak was-was sehingga ia mencari kabar tentang hal itu. Setelah akhirnya Titus
menyampaikan kabar gembira tentang jemaat di Korintus, Paulus menulis surat 2 Korintus
sebagai tanggapan akan surat 1 Korintus yang sudah diterima oleh mereka.
I. GARIS BESAR ISI SURAT 1 KORINTUS
1Kor 1:1-9
Pendahuluan
I.
1Kor 1:10-6:20
Pembahasan Masalah-Masalah yang Telah Diberitahukan kepada
Paulus
A. 1Kor 1:10-4:21
Perpecahan dalam Jemaat
1. 1Kor 1:10-17
Empat Golongan
2. 1Kor 1:18-4:5
Penyebab Perpecahan
a. 1Kor 1:18-3:4 Suatu Pandangan yang Salah Mengenai Hikmat
b. 1Kor 3:5-4:5 Suatu Pandangan yang Salah Mengenai Pelayanan Kristen
3. 1Kor 4:6-21
Imbauan untuk Berdamai
1Kor 1:10,13
Prinsip: Jemaat sebagai tubuh Kristus (bd. 1Kor 12:12-20) tidak
boleh terpecah-belah menjadi bagian-bagian yang terpisah
B. 1Kor 5:1-6:20
Masalah-Masalah Moral dalam Jemaat
1. 1Kor 5:1-13
Masalah Perzinaan dan Disiplin Gereja
2. 1Kor 6:1-11
Masalah Perkara-Perkara Hukum Sekular di Antara Orang-Orang
Kristen
3. 1Kor 6:12-20
Masalah Kebejatan Seksual
1Kor 6:17,20
Prinsip: Kamu yang telah dipersatukan dengan Tuhan, hendaknya
berperilaku baik supaya membawa hormat bagi Dia
II. 1Kor 7:1-16:9
Jawaban Terhadap Pertanyaan yang Ditulis Dalam Surat dari
Jemaat Korintus
A. 1Kor 7:1-40
Pertanyaan Mengenai Perkawinan
1. 1Kor 7:1-9
Perkawinan dan Hal Hidup Membujang
2. 1Kor 7:10-16
Tanggung Jawab Kristen dalam Perkawinan
3. 1Kor 7:17-24
Prinsip Kepuasan Hati
4. 1Kor 7:25-38
Nasihat kepada Orang yang Tidak Menikah
5. 1Kor 7:39-40
Pengarahan Tentang Nikah Ulang
1Kor 7:7,32
Prinsip: Allah memberikan sebagian orang karunia menjadi seorang
suami atau istri; kepada orang lainnya, Ia berikan karunia untuk
tinggal membujang demi kepentingan kerajaan-Nya
B. 1Kor 8:1-11:1
Pertanyaan Mengenai Penggunaan Kemerdekaan Kristen
1. 1Kor 8:1-13
Masalah Makanan yang Dipersembahkan kepada Berhala
2. 1Kor 9:1-27
Disiplin Paulus dalam Menggunakan Kemerdekaannya
3. 1Kor 10:1-13
Peringatan Terhadap Percaya Diri yang Berlebih-lebihan
4. 1Kor 10:14-23
Ketidaksesuaian Pesta Penyembahan Berhala dengan Meja Tuhan
5. 1Kor 10:24-11:1 Beberapa Prinsip Umum dan Nasihat Praktis
1Kor 10:31-32
Prinsip: Lakukan segala sesuatu untuk membawa kemuliaan
kepada Allah; jangan melakukan sesuatupun yang bisa menyebabkan
orang lain tersandung
1Kor 9:24-27
atau mungkin saudara didiskualifikasi dari pertandingan
C. 1Kor 11:2-14:40
Pertanyaan Mengenai Ibadah Bersama

1. 1Kor 11:2-16
2. 1Kor 11:17-34
3. 1Kor 12:1-14:40
1Kor 14:40
D. 1Kor 15:1-58
1. P. 1Kor 15:12

Tudung Kepala Wanita dalam Jemaat


Sikap dalam Mengikuti Perjamuan Tuhan
Karunia-Karunia Rohani
Prinsip: Segala sesuatu harus dilakukan secara sopan dan teratur
Pertanyaan Mengenai Kebangkitan
Bagaimana Mungkin Ada Orang yang Mengatakan Bahwa Tidak
Ada Kebangkitan Orang Mati?
J.
1Kor 15:1-34 Kepastian Kebangkitan
2. P. 1Kor 15:35 Bagaimanakah Orang Mati Dibangkitkan? Dan dengan Tubuh
Apakah Mereka Akan Datang Kembali?
J.
1Kor 15:35-57 Sifat Tubuh Kebangkitan
3. 1Kor 15:58
Kesimpulan Terhadap Pertanyaan Itu
1Kor 15:22-23
Prinsip: Kebangkitan Kristus dari kematian menjamin kebangkitan
mereka yang menjadi milik Kristus ketika Ia datang kembali
E. 1Kor 16:1-9
Pertanyaan Mengenai Pengumpulan Uang bagi Orang Kudus
1Kor 16:10-24
Pengarahan-Pengarahan Akhir
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 365 - 374)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 53- 58)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 62 75)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 348 - 368)
16
SURAT KEDUA PAULUS KEPADA JEMAAT DI KORINTUS
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT KORINTUS
(Lihat latar Belakang I Korintus)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Rasul Paulus adalah penulis Surat 2 Korintus. Tidak ada perlawanan terhadap pendapat ini,
karena jelas ditulis oleh Paulus dan sesuai dengan Kisah Rasul yang ditulis oleh Lukas.
2. Tahun penulisan
Surat 2 Korintus ditulis setelah Paulus setelah memberitakan Injil di Troas, yaitu sekitar
tahun 55/56 M.
3. Tempat Penulisan
Ketika Paulus menulis 2 Korintus, ia sedang ada di Makedonia, setelah ia menunggu Titus
dan berita tentang jemaat Korintus di Efesus dan di Troas (2 Kor. 2:12, 13).
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
2 Kor. 1:1, jelas menunjuk Jemaat di Korintus sebagai penerima Surat.
D. TUJUAN PENULISAN
Surat 2 Korintus ini mempunyai sifat yang agak pribadi, karena berisi pujian Paulus terhadap
jemaat di Korintus. Tetapi ada sebagian orang yang memberikan tuduhan yang menyakitkan hati
Paulus sehingga terpaksa ia harus memberikan pembelaannya
1. Ucapan Syukur
Setelah was-was yang cukup lama, akhirnya Paulus mendengar kabar dari Titus bahwa
Jemaat Korintus bisa menerima teguran Paulus yang agak keras itu. Hal ini membuat hati
Paulus lega. Itu sebabnya dalam Surat 2 Korintus Paulus memberikan pujiannya dan ucapan
syukurnya (2 Kor. 2:3; 7:5)
2. Pembelaan akan pelayanan dan kerasulan Paulus
Dalam ps. 1-7 berisi pembelaan Paulus akan pelayanannya. Sedangkan ps. 10-13 adalah
pembelaan Paulus akan kerasulannya.
3. Mengumpulkan bantuan "pelayanan kasih"
Setelah ditegur, akhirnya Paulus menerima uang bantuan (pelayanan kasih) yang sudah
dijanjikan 1 tahun yang lalu (2 Kor. 8:9).
E. TEMA UTAMA
1. Panggilan Pelayanan

2 Korintus adalah surat yang paling banyak memberitahukan tentang riwayat hidup Paulus
dan sangat pribadi dan sebagian besar berhubungan dengan pembelaan pelayanannya. (ps. 17) dan khususnya atas jabatannya sebagai Rasul (ps. 10-13).
Ada banyak orang Yahudi dalam jemaat Kor. yang mengecam wewenang Rasul Paulus.
(11:2/5), dengan alasan: karena mungkin ia tidak terhitung diantar ke-12 murid yang
dipanggil oleh Yesus. Tuduhan-tuduhan lain yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi
penentang Paulus:
a. Paulus tidak mempunyai surat kepujian (3:1; 2-3)
b. Paulus bersikap keras dan tegas kalau di surat, tapi tidak waktu
bertemu (10:11)
c. Paulus memuji diri dan bermegah (10:12-13)
d. Paulus bertindak melewati batas tugasnya. (10:14-15)
e. Paulus kurang paham dalam berkata-kata (11:6)
f. Paulus mementingkan diri dan bermegah saja (11:10-14)
g. Paulus dan Titus mencari keuntungan Jasmaniah (12:17-19)
2. Penderitaan seorang utusan Allah
Peristiwa-peristiwa yang dialami Paulus yang menyebabkan penderitaan:
a. Luput dari tangan orang Damsyik (1 Kor. 11:32-33).
b. Penglihatan yang Paulus pada waktu ia pingsan (2 Kor.12:1-4; Kis 14:19-20).
c. Paulus diberi duri dalam daging (2 Kor 12:7-9).
1) (2 Kor. 12:7) duri diberikan supaya ia jangan meninggikan diri.
Duri = "Seorang utusan iblis untuk mengecoh aku".
2) (2 Kor. 12:9) supaya kuasa Ilahi nyata.
Istilah "duri"diambil dari istilah yang dipakai pada masa bangsa Israel di Kanaan
"Bangsa-bangsa kafir yang tidak dihalau keluar akan menjadi" duri yang menusuk
lambung dan akan menyesakkan kamu...."
d. Penderitaan lain-lain (2 Kor. 11:22-29)
Paulus dan hampir/nyaris mati beberapa kali. Diantara pelyanan-pelayanan Tuhan yang
lain, penderitaan Paulus tercatat yang paling banyak dalam Alkitab.
3. Allah Tritunggal
Bagian terakhir dari surat 2 Korintus, dikenal sebagai doa berkat yang dipakai sampai
sekarang di gereja-gereja (2 Kor. 13:13).
F. CATATAN
Setelah kunjungan Paulus yang ke 3 di Korintus, dan menulis 2 Korintus, Paulus lega bahwa
akhirnya semua persoalan perselisihan selesai. Pada saat itulah Paulus menulis Surat Roma, lalu
menyebarkan Injil ke beberapa tempat lain.
G. GARIS BESAR ISI SURAT 2 KORINTUS
2Kor 1:1-11
Pendahuluan
I.
2Kor 1:12-7:16
Pembelaan Paulus Demi Kepentingan Mayoritas Jemaat yang Setia
A. 2Kor 1:12-22
Penyangkalan atas Tuduhan Bahwa Ia Plinplan (Berpendirian
Tidak Tetap)
B. 2Kor 1:23-2:17
Penjelasan Mengenai Perubahan Rencana Perjalanannya
C. 2Kor 3:1-6:10
Penjelasan Mengenai Sifat Pelayanannya
1. 2Kor 3:1-18
Pelayanan Terhadap Suatu Perjanjian Baru
2. 2Kor 4:1-6
Pelayanan yang Terbuka dan Dalam Kebenaran
3. 2Kor 4:7-5:10
Pelayanan Dalam Penderitaan Pribadi
4. 2Kor 5:11-6:10 Pelayanan Dalam Penyerahan yang Penuh Belas Kasihan
D. 2Kor 6:11-7:16
Permintaan Pribadi dan Rasa Hormat yang Penuh Kasih Sayang
bagi Orang Korintus
II. 2Kor 8:1-9:15
Pengumpulan Uang bagi Orang Kristen di Yerusalem yang
Membutuhkan Bantuan
A. 2Kor 8:1-15
Sifat Kemurahan Hati Kristen
B. 2Kor 8:16-24
Titus Mengepalai Urusan Pengumpulan Uang Itu
C. 2Kor 9:1-5
Imbauan untuk Tanggapan yang Segera
D. 2Kor 9:6-15
Imbauan untuk Tanggapan yang Berkemurahan Hati
III. 2Kor 10:1-13:10
Jawaban Paulus kepada Minoritas Jemaat yang Melawan
A. 2Kor 10:1-18
Jawaban Terhadap Tuntutan Sifat Pengecut dan Kelemahan
B. 2Kor 11:1-12:18
Keengganan Paulus untuk Membela Kerasulannya
1. 2Kor 11:1-15
Minta Maaf Terhadap Nada Menyombongkan Diri

2. 2Kor 11:16-12:10 Menegaskan bahwa Ia Tidak Lebih Rendah daripada Para Penganut
Yudaisme
3. 2Kor 12:11-18
Menuntut Pengakuan yang Sah atas Kerasulannya
C. 2Kor 12:19-13:10
Kunjungan Ketiga yang Mendatang Disebut Sebagai Suatu
Peringatan
1. 2Kor 12:19-21
Kekuatiran Terhadap Jemaat Korintus
2. 2Kor 13:1-10
Ketetapan Hati untuk Bersikap Teguh
2Kor 13:11-14
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 365 - 374)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 53- 58)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 62 75)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 348 - 368)

17
SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI GALATIA
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT DI GALATIA
1. Kota Galatia
Nama "Galatia" dalam Alkitab memang menunjuk dua pengertian:
a. Kerajaan purba bangsa Galatia di pedalaman utara, dataran tinggi di Asia Kecil.
Lonjakan penduduk terjadi pada abad 3 M di Eropa tengah sehingga
memaksa orang Gaul untuk pergi ke daerah Asia kecil ini dan memegang
pemerintahan di sana. Secara geografis daerah utara memang dianggap biadab dan
kasar. Disebut sebagai "Teori Galatia Utara".
b. Galatia juga nama satu dari propinsi Romawi pada thn. 64 SM. Galatia adalah
daerah protektorat Romawi. Lalu menjadi propinsi penuh thn. 25 SM. Daerah ini
cukup luas dan memiliki kota-kota seperti Antiokia, Ikonium, Listra dan Derbe
(kota-kota yang disebut dalam pelayanan Paulus di Kis. 13:14. Disebut sebagai
"Teori Galatia Selatan.")
Setelah bangsa Romawi akhirnya menguasai kedua daerah tsb. maka untuk memperluas
wilayah Galatia, digabungkanlah bagian Utara dan Selatan, dan seluruh wilayah itu disebut
Galatia. Itu sebabnya timbul masalah ketika Paulus menulis suratnya kepada jemaat di
Galatia, dipertanyakan galatia Utara atau Selatan?
Ada kecenderungan orang menerima pendapat bahwa "Galatia" yang dimaksud Paulus adalah
no. b, dengan alasan:
Bagian-bagian Frigia yang disatukan ke dalam propinsi Romawi, termasuk Galatia.
Pernyataan dalam Kisah Rasul bahwa Paulus dilarang oleh Roh Kudus untuk
memberitakan Injil ke Asia (Kis. 16:6).
Sangat diragukan bahwa Paulus pernah mengunjungi kerajaan kuno dibagian utara.
2. Sejarah berdirinya Jemaat Galatia
Jemaat Galatia kemungkinan besar adalah hasil pelayanan Paulus dan Barnabas pada
perjalanan Misi Pertama. Jemaat sebagian besar adalah orang-orang bukan Yahudi. Tapi
setelah Jemaat ini berkembang, kepemimpinan diberikan kepada orang Yahudi yang ternyata
memberi penekanan pada pengajaran hukum Taurat. Mereka juga menentang Rasul Paulus,
dan menuduh Paulus sebagai orang yang merombak dan membatalkan Hukum Allah
(Firman). Kekacauan Jemaat terjadi karena jemaat yang non-Yahudi menjadi tertekan karena
harus menjalankan tradisi Yahudi untuk tetap menjadi Kristen.
3. Keadaan jemaat saat Paulus menulis Surat Galatia
Paulus sangat sedih ketika mendengar bahwa dalam Jemaat Galatia timbul pengajaran
"bahwa keselamatan juga harus melaksanakan Hukum Taurat." (Gal 1:6). Hal ini sangat
membuat Paulus kecewa, "betapa cepatnya kamu berbalik dari Dia (Yesus)".
Jelas persoalan berkisar pada pertanyaan-pertanyaan:
a. Apakah iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat itu satu-satunya
syarat untuk selamat?
b. Apakah ketaatan pada upacara dan peraturan PL diperlukan untuk memperoleh
keselamatan dalam Kristus.
Selain itu beberapa orang yang tidak menyukai Paulus memberikan tuduhan yang sangat
menekan Paulus:
Pertama, tentang penunjukkan Paulus yang tidak sah, dijawab Paulus di Gal. 1:11-2:10.
Kedua, Paulus dituduh selalu berselisih dengan Petrus tentang keselamatan orang nonYahudi, dijawab Paulus dengan Gal. 2:11-14.
Ketiga, tuduhan bahwa dulu Paulus mengajarkan keselamatan melalui sunat (Gal. 5:11), tapi
karena ingin memberi kelonggaran untuk yang non-Yahudi maka Paulus mengubah
pendapatnya semula (Gal. 1:10).
Sebagai pendiri yang melahirkan jemaat Galatia, tuduhan-tuduhan ini sangat membuat Paulus
kecewa. itu sebabnya Paulus terdorong untuk menulis Surat Galatia.
C. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Paulus adalah penulis Surat Galatia, sesuai dengan Gal. 1:1. Tapi ada juga yang menyebut
bahwa Surat Galatia adalah Surat pseudonim (artinya nama "Paulus" hanya dipinjam oleh
penulis lain yang tidak dikenal). Pendapat ini sama sekali tidak memiliki dasar oleh karena

itu tidak ada pendukung. Sebaliknya, justru disetujui bahwa tangan Paulus sendirilah yang
menulis (tidak melalui sekretaris), mungkin karena melihat pentingnya isi surat ini.
2. Tahun Penulisan
Tentang tahun penulisan para ahli yang mengikuti "teori Galatia Selatan" berpendapat tahun
yang awal, yaitu sekitar tahun 48-49M, yaitu pada perjalanan misi Paulus yang pertama
setelah ia kembali ke Antiokia di Siria. Hal ini tergantung dari penafsiran kunjungan ke
Yerusalem, apakah sesudah atau sebelum Sidang Yerusalem. Kalau sebelumnya maka tahun
48-49M lebih memungkinkan.
Tapi menurut teori Galatia Utara, tahun penulisan adalah 54-55M. Hal ini mungkin sesuai
dengan Gal. 4:13 dikatakan tentang kunjungan "pertama kali", maka mungkin Paulus menulis
Surat Galatia sesudah dari Galatia dan Frigia yang kedua kalinya (Kis. 18:23) yaitu pada
perjalanan misi Paulus yang ketiga. Kalau perhitungan ini benar maka Surat Galatia ditulis
sekitar tahun 54-55M.
3. Tempat Penulisan
Jika mengikuti "teori Galatia Selatan", maka Paulus menulis sesudah kembali ke gereja
Antiokia Siria sebelum sidang Yerusalem.
Tapi jika yang dimaksud "Galatia" itu adalah salah satu kelompok bangsa Galatia yang
tinggal di Utara maka mungkin Paulus menulisnya ketika ia tinggal di Efesus, atau pada
perjalanan melalui Makedonia.
E. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Dituliskan dengan jelas untuk Jemaat-jemaat/Gereja di Galatia (1:2). Dan seperti diketahui
jemaat Galatia ini terdiri dari 2 golongan, yaitu orang Kristen Yahudi dan non-Yahudi.
F. TEMA UTAMA
Sama seperti Surat Roma, Surat Galatia memiliki tema "keselamatan".
1. Hukum Taurat
Ajaran legalistis orang Yahudi dibawa meskipun mereka sudah menjadi Kristen. Memang
sudah sejak kecil diajarkan Hukum Taurat, sehingga mereka menganggap bahwa itu dari
Allah yang harus dipercaya. Haruskah Taurat itu dipertahankan? Paulus berkata: Tidak,
karena kalau dipertahankan, maka sia-sialah anugerah dalam Yesus Kristus. keselamatan
dalam Yesus Kristus sudah sempurna.
2. Injil yang menyelamatkan
Paulus mementingkan Injil yang diberitakannya, karena itu berasal dari Allah langsung dan
bukan dari manusia. Inti Injil adalah kuasa Salib yaitu kuasa yang
a. melepaskan kita dari dosa (Gal 2:21; 3:21-22)
b. melepaskan diri dari kutuk Taurat (3:13) 2:21.
c. melepaskan diri dari kuasa daging dan hawa nafsu (2:20; 5:31)
d. melepaskan kita dari kuasa duniawi (6:14)
e. melepaskan kita dari perbudakan Hukum Taurat (4:4-7)
f. membuka pintu untuk menjadi anak-anak perjanjian/ahli waris.
g. membuka pintu kepada langkah-langkah kemenangan melalui Roh Kristusn melalui
buah Raoh (5:22-25)
3. Keselamatan hanya karena anugerah
Paulus dengan tegas berkata bahwa manusia berdosa diselamatkan bukan karena
perbuatannya tapi semata-mata karena kasih karunia Allah.
G. TUJUAN PENULISAN
Paulus sungguh merasa penting untuk menuliskan surat ini dengan hati-hati, khususnya tentang
Injil yang benar karena ada pengajaran salah yang mulai menyelusup di antara Jemaat, dan
sebagai akibatnya orang-orang yang bertobat di Galatia ada dalam bahaya besar.
1. Meluruskan kembali pengajaran tentang keselamatan dalam Yesus Kristus karena
iman, bukan karena melaksanakan Hukum Taurat (tradisi Yahudi).
2. Memberi peringatan untuk Jemaat Galatia terhadap kedatangan orang-orang yang
membawa Injil lain yang sebenarnya bukan Injil, karena telah memutar balikkan
kebenaran Injil.
3. Meminta jemaat Galatia untuk berdiri di atas kemerdekaan yang sudah diberikan
Kristus dan hidup sebagai orang yang tidak lagi di bawah perhambaan hukum. Tapi
sekaligus memperingatkan agar tidak menggunakan kemerdekaan mereka untuk
berkubang dalam dosa (5:13-15).
4. Meneguhkan kembali panggilannya sebagai Rasul, bukan karena penunjukkan
manusia tapi Tuhan Yesus sendiri, maka dengan demikian Surat Paulus juga
memberikan otoritas penuh sebagai dari Allah.

H. CATATAN
Kemiripan dengan Surat Roma
Memang Surat Roma dan Galatia mempunyai kemiripan, khususnya dalam tema utamanya,
yaitu tentang "keselamatan" dan tradisi Yahudi. Ada kemungkinan besar bahwa pengajaran yang
tidak Alkitabiah itu juga menyusup ke dalam jemaat Roma. Namun demikian, jelas terlihat
bahwa dalam Surat Roma Paulus membahas masalah ini dengan jauh lebih matang dan
sistematis.
I. GARIS BESAR ISI SURAT GALATIA
Gal 1:1-10
Pendahuluan
A. Gal 1:1-5
Salam
B. Gal 1:6-10
Keheranan Karena Jemaat Galatia Meninggalkan Injil Kasih
Karunia
I.
Gal 1:11-2:21
Paulus Membela Kekuasaan Injil dan Panggilannya (Pribadi)
A. Gal 1:11-24
Injil itu Dinyatakan Kepadanya oleh Kristus
B. Gal 2:1-10
Injil itu Diakui dan Disahkan Yakobus, Petrus, dan Yohanes
C. Gal 2:11-21
Injil itu Dipertahankan Dalam Sengketa dengan Petrus
II. Gal 3:1-4:31
Paulus Membela Berita Injilnya (Ajaran)
A. Gal 3:1-14
Roh dan Hidup Baru Diterima oleh Iman dan Bukan oleh Perbuatan
Baik
B. Gal 3:15-24
Keselamatan Tersedia Karena Janji dan Bukan Hukum Taurat
C. Gal 3:25-4:7
Mereka yang Percaya Kristus Adalah Anak dan Bukan Hamba
D. Gal 4:8-20
Himbauan untuk Memikirkan Kembali Tindakan Mereka
E. Gal 4:21-31
Mereka yang Percaya Hukum Adalah Hamba dan Bukan Anak
III. Gal 5:1-6:10
Paulus Membela Kebebasan Injilnya (Praktis)
A. Gal 5:1-12
Kebebasan Kristen Berkaitan dengan Keselamatan oleh Kasih
Karunia
1. Gal 5:1
Memelihara Kebebasan Kristen
2. Gal 5:2-12
Akibat Menyerah Kepada Sunat di Bawah Hukum Taurat
B. Gal 5:13-26
Kebebasan Kristen Jangan Dijadikan Alasan untuk Memperturutkan
Tabiat Berdosa
1. Gal 5:13-15
Perintah Kasih
2. Gal 5:16-26
Hidup oleh Roh, Bukan oleh Tabiat Berdosa
C. Gal 6:1-10
Kebebasan Kristen Harus Diungkapkan Melalui Hukum Kristus
1. Gal 6:1-5
Saling Menanggung Beban
2. Gal 6:6
Menolong Pelayan Firman Allah
3. Gal 6:7-10
Jangan Jemu-Jemu Berbuat Baik
Gal 6:11-18
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 329 - 336)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 59- 61)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 76 82)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 320 - 328)
18
SURAT KIRIMAN KEPADA JEMAAT DI EFESUS
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT DI EFESUS
1. Kota Efesus
Efesus adalah salah satu kota terkemuka di kawasan Asia Kecil, kota yang maju dan menjadi
pusat perdagangan dan kebudayaan di Propinsi itu. Letaknya juga sangat strategis, menjadi
pertemuan Barat dan Timur. Kota Efesus dikelilingi oleh kota-kota penting pada jaman itu.
Kota ini juga terkenal dan sangat bangga dengan kuil-kuil penyembahan dewi orang Efesus,
yaitu Diana, dewa pemelihara. Pendirian jemaat ini juga merupakan langkah strategis
penginjilan Paulus untuk memenangkan kota penting di Asia.
2. Jemaat Efesus
Jemaat Efesus didirikan oleh Paulus (Kis. ps 19 & 20), pada saat Paulus melakukan
perjalanan misi ketiga. Paulus sempat tinggal di Efesus dan mendidik mereka dengan penuh
kasih untuk semakin berakar selama 3 tahun. Menurut kesaksian Paulus Jemaat Efesus

adalah jemaat yang dewasa (Ef 1:3-14), karena mereka bisa menerima "makanan
keras." Diketahui bahwa sebagian besar jemaat adalah orabg-orang non-Yahudi, hanya
sebagian kecil orang Yahudi. Timotius adalah orang yang ditunjuk untuk melanjutkan
pelayanan Paulus setelah Paulus pergi.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Dari tahun 95M sampai abad 2 ada banyak bukti orang menerima surat Efesus ini sebagai
surat tulisan Paulus. Juga sesuai dengan bukti dari Ef. 1:1; 3:1. Tapi para ahli modern
menentang fakta ini dengan tajam. Ada beberapa alasan yang diajukan:
a. Surat ini gaya bahasanya tidak sama dengan surat-surat Paulus yang lain. Ada
setengah dari jumlah kata-kata yang dipakai, tidak terdapat pada bagian PB yang lain.
Ada 44 kata yang tidak dipakai dalam surat-surat Paulus yang lain.
b. Struktur yang dipakai dalam surat ini berbeda dengan surat Paulus yang lain:
1) Tidak ada keakraban hubungan antara penulis dan pembaca.
2) Tidak ada salam dan penutup seperti surat-surat yang lain
3) Tidak ada salam untuk orang-orang akrab/nama-nama tidak dicantumkan.
4) Tidak ada uraian yang penuh perdebatan dan uraian logis.
c. Bukan gaya surat untuk dialamatkan kepada seseorang, terlalu puistis untuk surat
umum.
d. Tahun penulisan diperkirakan melebihi jamannya Paulus (dilihat dari ciri dan
ungkapan tahun).
e. Nama "Efesus" tidak tercantum di beberapa surat salinan asli yang lain.
Dari alasan di atas disimpulkan bahwa kemungkinan Paulus bukanlah penulis Surat Efesus,
tapi mungkin ada orang yang ingin menyebar luaskan tulisan Paulus sehingga meniru dan
memakai nama Paulus. Namun demikian kesimpulan ini belum diterima sepenuhnya oleh
teolog Injili.
2. Tahun Penulisan
Ayat yang menunjuk jelas tentang waktu penulisan Surat ini adalah Ef. 3:1 dan 6:20, yang
menceritakan keadaan Paulus waktu menulis Surat ini, yaitu ketika Ia ada di penjara Roma.
Hal ini sesuai dengan catatan dari Kol. 4:3, 10, 18 dan Kis. Rasul 28. Oleh karena itu tahun
yang tepat untuk penulisan surat Efesus adalah antara thn. 60-62 M.
3. Tempat Penulisan
Surat Efesus adalah salah satu surat yang dikenal sebagai "surat penjara", karena memang
ditulis oleh Paulus pada waktu ia ada di penjara di Roma (Ef. 3:1; 6:20).
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Dari Ef. 1: 1 dikatakan bahwa penerima surat ini adalah orang-orang kudus dan percaya di
Efesus. Namun demikan, para ahli modern meragukan berdasarkan alasan-alasannya. Menurut
mereka nama Efesus sebenarnya hanyalah tambahan dan aslinya tidak tercantum nama itu
(kosong). Kalau alasan-alasan mereka betul maka diduga Surat Efesus sebenarnya adalah surat
edaran terbuka untuk jemaat-jemaat Asia. Tikhikus (pembawa surat), mencantumkan nama
"Efesus" pada alamat di tiap naskah yang diberi tempat kosong. Naskah asli kemungkinan
ditunjukan kepada jemaat Laodikia (Kol 4:16), tapi Efesus adalah jemaat terbesar yang ada di
wilayah itu. Praduga tersebut dikuatkan dengan tidak adanya salam pribadi di surat Efesus.
D. TEMA UTAMA
1. Keesaan Gereja (Gal. ps.1, 2, 3)
Asal mula gereja adalah menurut rencana Allah, dan adalah terdiri dari Yahudi dan nonYahudi. Mereka satu dalam Kristus. Dengan dasar bahwa keselamatan adalah anugerah (Ef.
2:1-10) Paulus ingin menjaga keseimbangan agar orang Yahudi tidak diprasangkai oleh orang
non-Yahudi, atau sebaliknya. Untuk itu Paulus melihat pentingnya pemahaman gereja yang
esa dimana orang Yahudi dan non-Yahudi bersatu (2:11-22). Bagi Paulus ada ruangan yang
luas dalam Tubuh Kristus (Gereja) untuk orang dari berbagai macam bangsa (3:10; 5:22-6:9).
Puncak dari pemetraian gereja adalah ketika gereja menjadi milik Allah. (1:14). Sedangkan
dasar persaudaraan dalam gereja adalah kasih (1:16).
2. Doa Paulus
Ef. 3:14-19 merupakan doa Paulus bagi jemaat-jemaat yang dilayani. memakai bahasa yang
sangat puistis.
3. Kewajiban baru/hidup baru
Kehidupan jemaat yang maju ini tidak luput dari masalah. Walaupun Jemaat Efesus termasuk
dalam kategori dewasa tidak berarti mereka tidak perlu mengusahakan hidup yang taat.
Hukum Taurat memang tidak menjadi syarat bagi keselamatan, tapi tidak berarti orang

Kristen bisa hidup sembarangan. Paulus mengingatkan akan pentingnya melaksanakan


kewajiban hidup baru:
- Hidup meninggalkan manusia lama (5:3)
- Hidup orang tua - anak (6:1-4)
- Hidup penuh puji-pujian (5:18-21)
- Majikan dan hamba (6:5-9)
- Hidup suami istri (5:22-33)
4. Perkawinan
Kasih sebagai dasar hubungan antara suami dan istri. Sama seperti Kristus dengan
jemaat/gereja. Mereka harus mempersiapkan diri menyambut mempelai laki-laki (Ef. 5:2232).
E. TUJUAN PENULISAN
Tidak seperti Surat-surat Paulus yang lain, Surat Efesus ini tidak membahas secara spesifik
masalah yang dihadapi oleh jemaat. Isinya penting dan penuh konsep-konsep kekristenan tapi
sangat umum sifatnya.
1. Ucapan syukur
Paulus mengucap syukur dan terima kasih akan anugrah Allah bagi jemaat di Efesus.
2. Nasehat untuk hidup jemaat yang dewasa
Kasih Paulus ditunjukkan bagi jemaat ini karena Paulus sendiri yang telah mendidik mereka
bertumbuh menjadi dewasa. Namun demikian Paulus merasa perlu untuk mengingatkan
mereka kembali untuk hidup kudus dan tidak cepat puas.
3. Asal-usul gereja
Jemaat Efesus yang sebagian besar adalah non-Yahudi perlu diingatkan untuk tidak
menganggap remeh Israel dan menganggap sepele partisipasi orang Yahudi dalam amanat
Injil. Memang orang non-Yahudi mempunyai kedudukan yang sama dengan orang Yahudi,
namun demikian penting bagi mereka untuk mengingat bahwa asal-usul gereja adalah dari
Israel.
F. CATATAN
Hal sangat ironis sekali jika dibandingkan dengan Wahyu 2:1-7, Gereja Galatia dinubuatkan
sebagai "kaki dian yang tidak bersinar lagi", karena "engkau telah meninggakan kasih yang
mula-mula.
G. GARIS BESAR ISI SURAT EFESUS
Ef 1:1-2
Salam Kristen
I.
Ef 1:3-3:21
Ajaran yang Penuh Kuasa -- Penebusan Orang Percaya
A. Ef 1:3-14
Keutamaan Kristus dalam Penebusan
1. Ef 1:3-6
Keutamaan-Nya Dalam Rencana Bapa
2. Ef 1:7-12
Keutamaan-Nya Dalam Partisipasi Orang Percaya
3. Ef 1:13-14
Keutamaan-Nya Dalam Penerapan Roh Kudus
Ef 1:15-23
Doa: Agar Orang Percaya Memperoleh Penerangan Rohani
B. Ef 2:1-3:21
Hasil-Hasil Penebusan Dalam Kristus
1. Ef 2:1-10
Membebaskan Kita dari Dosa dan Kematian kepada Hidup Baru di
Dalam Kristus
2. Ef 2:11-15
Memperdamaikan Kita dengan Orang Lain yang Sedang
Diselamatkan
3. Ef 2:16-22
Mempersatukan Kita Dalam Kristus di Dalam Satu Rumah Tangga
4. Ef 3:1-13
Menyatakan Hikmat Allah Melalui Gereja
Ef 3:14-21
Doa: Agar Orang Percaya Memperoleh Kepuasan Rohani
II. Ef 4:1-6:20
Pengarahan-Pengarahan Praktis -- Kehidupan Orang Percaya
A. Ef 4:1-5:21
Hidup Baru Orang Percaya
1. Ef 4:1-16
Selaras dengan Maksud Allah bagi Gereja
2. Ef 4:17-5:7
Hidup Baru yang Kudus
3. Ef 5:8-14
Hidup Sebagai Anak-Anak Terang
4. Ef 5:15-21
Hati-Hati dan Penuh dengan Roh
B. Ef 5:22-6:9
Hubungan Rumah Tangga Orang Percaya
1. Ef 5:22-33
Suami dan Istri
2. Ef 6:1-4
Anak-Anak dan Orang-Tua
3. Ef 6:5-9
Hamba dan Tuan
C. Ef 6:10-20
Peperangan Rohani Orang Percaya
1. Ef 6:10-11a
Sekutu Kita -- Allah
2. Ef 6:11-12
Musuh Kita -- Iblis dan Pasukannya
3. Ef 6:13-20
Perlengkapan Kita -- Senjata Allah
Ef 6:21-24
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 393 - 396)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 68- 71)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 83 92)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 385 - 390)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 203 234)
19
SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI FILIPI
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT FILIPI
1. Kota Filipi
Kota Filipi ditemukan thn. 360 SM, sebagai suatu dusun kecil orang Trasia yang didirikan
oleh Filipus (Ayah Alexander Agung). Pada thn. 168 SM kota ini jatuh ke tangan Romawi
dan pada thn. 42 SM dijadikan sebagai menjadi koloni kekaisaran Romawi. Oleh Kaisar
Agustus kota ini akhirnya dijadikan sebagai propinsi Romawi dan menjadi pangkalan militer
terkenal. (Catt. Filipi adalah kota asal penulis Injil Lukas).
2. Jemaat Filipi
Pada thn. 51 M, Jemaat ini didirikan oleh Paulus dan teman sekerjanya (Timotius, Silas, dan
Lukas), dalam perjalanan Misi Paulus kedua. Jemaat ini lahir sebagai tanggapan akan
panggilan melalui penglihatan Allah kepada Paulus di Troas, yang sering disebut sebagai
"panggilan Makedonia" (Kis 16:9-40) dan jemaat Filipi adalah jemaat pertama yang didirikan
di Eropa.
Ketika pertama kali Paulus ke Filipi ia tidak menemukan sinagoge tapi menemukan
sekelompok wanita yang berhimpun pada hari Sabat, ditempat sembahyang, di tepi sungai.
Seorang diantaranya adalah Lidia, "Penjual kain ungu". Ia akhirnya menjadi wanita pertama
yang bertobat di sana dan membuka rumahnya untuk dijadikan tempat persekutuan.
Petobatan lain yang dicatat adalah kepala penjara Filipi. Berkembanglah persekutuan ini
menjadi jemaat Filipi.
Jemaat ini termasuk Jemaat yang sangat baik dikenal Paulus (intim) dan paling setia
dibanding jemaat-jemaat yang lain. Selain mereka sering mengirim bantuan keuangan,
mereka juga memberi sumbangan kepada Paulus dan rekan-rekannya waktu mereka di
penjara Roma. Jemaat sempat ditinggalkan Paulus dan jemaat juga sempat dianiaya, tetapi
tidak tawar hati. Kemungkinan Lukas ditinggal di Filipi untuk memelihara Jemaat muda ini.
Dan pada perjalanan misinya ketiga Paulus sempat mengunjungi untuk yang ke 2 kali.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Penulis Surat ini adalah Rasul Paulus (Fil. 1:1). Ditunjukkan dengan banyaknya referensi
pribadi, dan juga mempunyai ciri-ciri yang sama dengan surat-surat Paulus yang lain. Jadi
tidak ada keraguan.
Namun demikian ada beberapa pendapat yang muncul kemudian bahwa sekalipun ini surat
Paulus tetapi mungkin Timotiuslah yang menulis dan Paulus yang mendikte. Itu sebabnya
dalam pembukaan dituliskan dari "Paulus dan Timotius".
2. Tahun penulisan
Sama seperti surat Efesus, penulis sedang berada di penjara (Fil. 1:7-30). Namun demikian
tidak disebutkan dengan jelas bahwa itu adalah penjara di Roma. Kalau betul maka
kemungkinan ditulis pada saat yang bersamaan dengan surat-surat penjara yang lain, yaitu
sekitar thn. 61M (Kis. 28).
Kemungkinan lain yang tidak pasti adalah di Efesus.
3. Tempat Penulisan
Penjara di Roma (Fil 1:7,13,17), tapi ada yang berpendapat kemungkinan penjara yang
dimaksud adalah di Efesus (Kis. 19).
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Surat Filipi adalah surat yang bersifat pribadi yang ditulis secara umum, untuk sekelompok
orang yang mempunyai hubungan yang erat dengan penulis suratnya. Disebutkan dalam Fil. 1:1,
bahwa "orang-orang kudus di Filipi" adalah penerima surat ini.
D. TEMA UTAMA
Tema utama Surat Filipi adalah: Sukacita dan Injil kasih (persekutuan)
1. Kristologi

Salah satu bagian dalam Kitab-kitab PB yang memuat penjelasan yang indah tentang doktrin
Kristologi. Berisi pemahaman tentang inti inkarnasi Kristus; kematian dan kemuliaan
Kristus. Bahwa dengan rendah hati Kristus menjadi manusia dan "mengosongkan" diri untuk
menjadi hamba (Fil. 2:6-11).
2. Injil
Justru karena dianiaya Injil diberitakan, Paulus dipenjara tetapi tidak ada kuasa manusia
manapun yang dapat menutup pintu Injil (Fil 1:12-26).
3. Nasehat
Bahaya perpecahan akan mengancam jemaat Kristus kalau masing-masing tidak menyadari
pentingnya perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan-perbedaan inilah yang sering
mengakibatkan anggota jemaat tidak sehati dan sepikir.
4. Ucapan syukur
Karena kasih karunia yang Tuhan limpahkan kepada Paulus melalui jemaat Filipi
E. TUJUAN PENULISAN
Tidak ada tanda-tanda bahwa Paulus menulis surat ini untuk menyelesaikan masalah, tapi lebih
sebagai ucapan syukur dan pemberian semangat.
1. Ucapan terima kasih
Paulus bersyukur bahwa jemaat Filipi mempunyai beban untuk membantu pelayanan dengan
selalu mengirimkan bantuan keuangan kepada Paulus
2. Menyampaikan berita dari pribadi
Surat Filipi adalah surat yang bersifat pribadi, karena didalamnya Rasul Paulus banyak
memberitakan tentang dirinya (Fil. 1:12-26; 3:4-14; 4:10-20).
3. Peringatan akan ajaran sesat
Sesudah ditinggalkan kurang lebih selama 10 tahun, Paulus mendengar adanya penyusuppenyusup yang membawa ajaran Palsu dan bahaya perpecahan dalam gereja. Itu sebabnya
Paulus memberikan peringatannya agar jemaat waspada.
4. Memberi semangat
Paulus menyadari bahwa penganiayaan dapat membuat kehidupan Kristen merosot, tetapi
Paulus bersyukur karena Jemaat Filipi tidak takut aniaya, bahkan mereka telah dianiaya tetapi
tidak putus asa.
F. CATATAN
Mungkin termasuk satu-satunya surat Paulus yang tidak mengandung nada kecaman atau katakata keras. Sebaliknya penuh kasih sayang.
G. GARIS BESAR ISI SURAT FILIPI
Fili 1:1-11
Pendahuluan
A. Fili 1:1-2
Salam Kristen
B. Fili 1:3-11
Ucapan Syukur dan Doa untuk Jemaat Filipi
I.
Fili 1:12-26
Keadaan Paulus Sekarang Ini
A. Fili 1:12-14
Injil Mengalami Kemajuan Karena Paulus Dipenjarakan
B. Fili 1:15-18
Dalam Segala Hal Kristus Diberitakan
C. Fili 1:19-26
Kerelaannya untuk Hidup atau Mati
II. Fili 1:27-4:9
Hal-Hal yang Penting bagi Gereja
A. Fili 1:27-2:18
Nasihat Paulus kepada Jemaat Filipi
1. Fili 1:27-30
Supaya Tetap Setia
2. Fili 2:1-2
Supaya Bersatu
3. Fili 2:3-11
Supaya Merendahkan Diri dan Menjadi Hamba Tuhan
4. Fili 2:12-18
Supaya Taat dan Berperilaku Tidak Bercela
B. Fili 2:19-30
Utusan-Utusan Paulus kepada Gereja
1. Fili 2:19-24
Timotius
2. Fili 2:25-30
Epafroditus
C. Fili 3:1-21
Peringatan Paulus Mengenai Ajaran Palsu
1. Fili 3:1-16
Sunat Palsu Lawan Sunat Benar
2. Fili 3:17-21
Berpikiran Duniawi Lawan yang Rohani
D. Fili 4:1-9
Nasihat Akhir Paulus
1. Fili 4:1-3
Kemantapan dan Kerukunan
2. Fili 4:4-5
Sukacita dan Kelemahlembutan
3. Fili 4:6-7
Kebebasan dari Kekhawatiran
4. Fili 4:8-9
Pengendalian Pikiran dan Kehendak
E. Fili 4:10-23
Penutup
F. Fili 4:10-20
Pernyataan Terima Kasih Atas Pemberian yang Diterima

G. Fili 4:21-23

Salam Akhir dan Doa Berkat

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 400 - 406)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 71 - 73)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 93 98)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 390 - 394)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 235 239)

20
SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI KOLOSE
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT KOLOSE
1. Kota Kolose
Satu kota di propinsi Romawi, wilayah Asia, bagian barat negara Turki sekarang. (160 km
dari Efesus). Pernah menjadi kota penting pada jaman kerajaan Lidia juga Pergamus. Tapi
sejak menjadi wilayah bangsa Romawi kota ini kurang berperan. Bahkan sekarang kota ini
tidak berpendduduk, mungkin karena banyak bencana gempa bumi yang terjadi di sana.
2. Jemaat Kolose
Karena Paulus sendiri mengakui bahwa ia belum pernah mengenal Jemaat Kolose (Kol. 2:1),
maka bisa dipastikan bahwa Paulus bukanlah pendiri Jemaat itu. Tapi dari Kis. 19:10
diketahui bahwa jemaat Kolose didirikan oleh seorang penduduk Kolose yang bernama
Epafras. Epafras kemungkinan menerima Injil melalui Paulus ketika Paulus melayani di
Efesus (Kis 19:10). Kalau memang betul demikian maka tidak heran kalau Epafras, sebagai
pendiri jemaat itu, mencari nasehat dari bapak rohaninya (Paulus). Paulus mempunyai kesan
yang baik terhadap Epafras, dan disebut sebagai "kawan pelayanan" yang dikasihi dan setia
(1:7,8). Perlu diketahui bahwa Jemaat kolose sebagian besar adalah orang non-Yahudi (1:27;
2:13).
3. Keadaan Jemaat Kolose ketika Paulus menulis Surat Kolose
Epafras mencari Paulus untuk meminta nasehat sehubungan dengan keadaan yang ada di
jemaat Kolose. Dari keterangan Eprafas, Paulus mengambil kesimpulan bahwa ada orangorang yang berusaha menyusupkan ajaran palsu ke dalam jemaat, yang diduga adalah
pengajaran dari Gnostisisme.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Rasul Paulus adalah penulis Surat Kolose (Kol. 1:1; 4;18). Pada waktu yang lalu ada
beberapa keberatan tentang Paulus sebagai penulisnya, tetapi tidak lagi diakui sebagai
keberatan yang sah. Mis:
a. Tentang ajaran Gnostisisme baru muncul pada abad 2.
Pembelaan: aliran Gnostisime pada abad 2 sudah berkembang jauh (lengkap), tapi bukan
berarti belum muncul pada abad 1, hanya saja masih baru mula-mula.
b. Tentang susunan surat, perbendaharaan bahasa, gaya bahasa.
Pembelaan: kalau dibandingkan dengan surat Filemon, maka dijumpai kemiripan dan juga
saling melengkapi. Kemungkinan besar karena ditulis pada waktu yang hampir bersamaan.
2. Tahun Penulisan
Diperkirakan thn. penulisan adalah thn. 60 M.
Ada perbedaan pendapat untuk menentukan kapan, karena tergantung dimana Paulus waktu
itu: apakah penjara yang dimaksud adalah di Kaisaria, Efesus atau Roma. Kemungkinan yang
dimaksud adalah Roma.
3. Tempat Penulisan
"Belenggu" dalam Kol. 4:18 ditafsirkan sebagai penjara dan kemungkinan merupakan
penjara di Roma, khususnya kalau dibandingkan dengan Kis. 28. Pertemuan dengan Epafra
diketahui ada di penjara Roma.
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Jemaat Kristen di Kolose, seperti yang disebut di Kol.1:2 walaupun Paulus sendiri ternyata
belum pernah melayani ke Kolose (2:1).
D. TEMA UTAMA

Inti masalah yang dihadapi oleh Jemaat Kolose adalah jemaat perlu diberikan pengajaran yang
benar supaya mereka tahu membedakan yang benar dan yang salah. Dan metode itulah yang
digunakan Paulus untuk menolong jemaat di Kolose - membeberkan kebenaran supaya Jemaat
menemukan sendiri kesalahan-kesalahan dari ajaran sesat itu dan diharapkan mereka berbalik
dari kepercayaan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
1. Keunggulan Kristus
Pengajaran ini merupakan campuran antara pengajaran Yahudi dan Gnostik, yang mencoba
menurunkan kekristenan dan merendahkan pekerjaan Kristus. Untuk itulah Paulus
memberikan kebenaran tandingan dan membeberkan keunggulan dan gelar-gelar Kristus
secara sistematis:
a. Gambar Allah yang tiada kelihatan
b. Yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan
c. Di dalam Dialah roh telah diciptakan segala sesuatu
d. Segala sesuatu ada dalam Dia
e. Kepala Jemaat
f. Ia yang sulung, yang pertama bangkit dari antar orang mati.
g. Seluruh kepenuhan Allah berkenan di dalam Dia.
h. Oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu.
i. Kristus ditengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.
j. Di dalam dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. (2:3)
k. Dalam dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke Allahan (2:9)
l. Kamu telah dipenuhi di dalam Dia (2:10)
m. Kepala semua pemerintahan dan penguasa (2:10)
2. "Ibadat Kolose"
Dikenal dengan istilah "ibadat Kolose" karena unsur-unsur pemujaan yang menjadi ciri
dalam jemaat Kolose:
a. Menyembah kuasa-kuasa dari dunia roh dan malaikat (Kol. 2:18)
Yang benar adalah Kristus mempunyai kuasa atas roh-roh dan kuasa segala kepenuhan
Ilahi ada pada Kristus. Dengan melakukan pemujaan kepada kuasa-kuasa roh berarti kita
telah memberi tempat sempit untuk Kristus (Kol. 1:16, 20; 2:5)
b. Memelihara hal-hal lahiriah
Yang benar adalah kekudusan hanya dapat dicapai dengan menyerahkan diri/kendali pada
Kristus, membuang segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaranNya. Oleh karena
itu memelihara hari-hari raya dan puasa, bulan baru dan sabat, sunat dll. sebagai jalan
untuk mengekang diri dari penaklukan kedagingan adalah sia-sia, sebaliknya malah justru
menimbulkan kesombongan rohani.
c. Hikmat manusia yang diagung-agungkan:
Yang benar adalah "perkataan Kristus" memberikan pentunjuk hidup baru dan bukan
pengetahuan (gnosis)/hikmat manusia.
3. Doa Paulus (Kol. 1:9-12)
Salah satu dari 4 doa Paulus yang terindah yang dicatat dalam surat-surat Paulus.
Doa-doa yang lain: Ef. 1:16-19, Ef. 3:14-19, Fil. 1:9-11
E. TUJUAN PENULISAN
Dari laporan Epafras tentang keadaan di jemaat Kolose, Paulus melihat pentingnya masalah ini
untuk ditangani. Jadi sekalipun jemaat Kolose bukanlah asuhannya, tetapi Paulus merasa
penting untuk membantu Epafras, yang adalah teman pelayanannya, untuk mengatasi/
meluruskan pengajaran yang salah di Kolose.
1. Mengucap syukur
Paulus membesarkan hati jemaat itu dengan memperlihatkan hal positif yang ada di jemaat
bahwa jemaat telah hidup dalam "iman (kepada Kristus), kasih (terhadap orang-orang kudus)
dan pengharapan (akan surga)" (Kol. 1:4,5).
2. Memberi nasehat akan bahaya ajaran-ajaran sesat
Paulus membeberkan kebenaran Firman Tuhan untuk melawan ajaran-ajaran sesat yang
sedang menyusup ke dalam jemaat. Ajaran sesat yang dilihat oleh Paulus tsb. misalnya:
Ajaran yang melecehkan Kristus (keunikanNya), juga tentang penderitaan/dukacita sebagai
sarana untuk bertumbuh, dan ajaran tentang kesombongan rohani
F. CATATAN
Surat Kolose dan Efesus sering disebut sebagai "surat kembar". Selain sama-sama ditulis di
penjara pada saat yang hampir bersamaan, juga isinya banyak yang mirip. Mis.: Efesus 5:22-31;
6:1-4 dan Kol. 3:18-21.

G. GARIS BESAR ISI SURAT KOLOSE


Kol 1:1-12
Pendahuluan
A. Kol 1:1-2
Salam Kristen
B. Kol 1:3-8
Ucapan Syukur Karena Iman, Kasih, dan Pengharapan Mereka
C. Kol 1:9-12
Doa untuk Kemajuan Rohani Mereka
I.
Kol 1:13-2:23
Ajaran yang Penuh Kuasa -- Penebusan Orang Percaya
A. Kol 1:13-23
Keutamaan Kristus yang Mutlak
1. Kol 1:13-14
(bd. Kol 1:20,22) Sebagai Penebus Demi Orang Lain
2. Kol 1:15-17
Sebagai Tuhan atas Ciptaan
3. Kol 1:18
Sebagai Kepala Gereja
4. Kol 1:19-20
Sebagai Pendamai Segala Sesuatu
5. Kol 1:21-23
Sebagai Pendamai Jemaat Kolose dengan Allah
B. Kol 1:24-2:7
Pelayanan Paulus Dalam Rahasia Allah di dalam Kristus
1. Kol 1:24-25
Menggenapkan Penderitaan Kristus
2. Kol 1:26-2:7
Menyempurnakan Orang Percaya di dalam Kristus
C. Kol 2:8-23
Berbagai Peringatan Terhadap Ajaran Sesat
1. Kol 2:8
Persoalan: Ajaran yang Tidak Menurut Kristus
Kol 2:9-15
Pemecahan: Disempurnakan di dalam Kristus
2. Kol 2:16-23
Persoalan: Berbagai Perbuatan Ibadah yang Tidak Menurut Kristus
Kol 2:20
Pemecahan: Disalibkan Bersama Kristus
II. Kol 3:1-4:6
Pengarahan-Pengarahan Praktis -- Kehidupan Orang Percaya
A. Kol 3:1-17
Perilaku Pribadi Orang Percaya
1. Kol 3:1-4
Bila Kristus Adalah Hidup Kita
2. Kol 3:5-9
Mengesampingkan Hidup Lama yang Berdosa
3. Kol 3:10-17
Mengenakan Manusia Baru di dalam Kristus
B. Kol 3:18-4:1
Hubungan Rumah Tangga Orang Percaya
1. Kol 3:18-19
Suami dan Istri
2. Kol 3:20-21
Anak dan Orang-Tua
3. Kol 3:22-4:1
Hamba dan Tuan
C. Kol 4:2-6
Pengaruh Rohani Orang Percaya
1. Kol 4:2-4
Kehidupan yang Diabdikan kepada Doa
2. Kol 4:5
Perilaku Bijaksana Terhadap Orang Luar
3. Kol 4:6
Perkataan yang Dibumbui Kasih Karunia
Kol 4:7-18
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 396 - 400)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 65 - 67)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 94 104)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 380 - 383)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 240 244)
21
SURAT PAULUS PERTAMA KEPADA JEMAAT TESALONIKA
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT TESALONIKA
1. Kota Tesalonika
Kota Tesalonika terletak dipersimpangan jalan darat dan padat penduduknya. Kota terbesar di
wilayah Makedonia. Sampai saat ini kota Tesalonika masih menjadi kota besar. Nama kota
ini diambil dari nama adik perempuan Iskandar Zulkarnain, "Salonika". Kota ini didirikan
pada thn. 315SM. Penduduk sebagian besar adalah orang non-Yahudi, tapi ada juga orang
Yahudi. Kota pelabuhan yang indah, kota Yunani yang bebas otonom.
2. Jemaat Tesalonika
Pada perjalanan Misi kedua, Paulus dan Timotius dan Silas pergi ke Tesalonika sekembalinya
dari Filipi (1 Tes. 2:2). Dari Kis. 17:1-9 diketahui bahwa Mereka mengunjungi dan mengajar
di rumah ibadat Yahudi di selama 3 hari sabat berturut-turut. Orang-orang non-Yahudi
rupanya menerima Injil dengan gembira. Diantara yang hadir adalah wanita terkemuka di
wilayah itu.

Perkembangan Injil sangat pesat, sehingga Paulus tinggal di Tesalonika beberapa bulan. Tapi
orang-orang Yahudi tidak senang melihat apa yang terjadi. Paulus dan teman-temannya
didakwa sebagai penghianat oleh orang Yahudi yang iri hati. Mereka menyewa para perusuh
pasar untuk melakukan huru hara. Paulus dan Silas tinggal di rumah Yason, yang adalah
petobat baru. Pada malam hari mereka berusaha menangkap Paulus di rumah Yason. Tapi
ketika tidak ditemukan, mereka merusak dan menangkap Yason dan mengajukan perkara ini
ke para pembesar. Sebagai tuduhan dikatakan bahwa Paulus mengajar tentang kedatangan
seorang raja lain yang bernama Yesus. Hal ini membuat orang Romawi gelisah. Setelah
mendapat jaminan dari Yason, akhirnya mereka diminta meninggalkan Tesalonika pada
malam hari.
3. Keadaan jemaat Tesalonika saat penulisan surat
Berita tentang keadaan kota Tesalonika diterima Paulus dari Silas dan Timotius ketika Paulus
ada di Korintus. Isi berita tsb. adalah:
Kabar baik, jemaat setia dalam iman walaupun banyak penderitaan (2:14). Tapi ada juga
kabar yang tidak gembira yaitu adanya masalah-masalah yang timbul di jemaat Tesalonika,
yaitu jemaat masih melakukan dosa-doa seperti misalnya, pecabulan (1 Tes. 4:2-7). Selain itu
ada juga ajaran-ajaran sesat tentang hari kedatangan Tuhan sehingga membuat jemaat tidak
melakukan tugas-tugasnya.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Paulus mengindentifikasikan diri, bersama dua rekan pelayanannya Timotius dan Silas,
sebagai penulis surat 1 Tesalonika (1 Tes.. 1:1; 2:18). Namun demikian kita ketahui bahwa
Pauluslah yang memegang peranan dalam hal ini, karena keterlibatan Timotius dan Silas
tidak terlihat jelas dalam surat itu.
2. Tahun Penulisan
Dapat dipastikan Paulus menulis surat 1 Tesalonika dari Korintus, ketika Timotius dan Silas
baru saja bergabung dengan Paulus (Kis. 18:5; 2 Kor. 1;19). Kalau benar demikian maka
tahun penulisan surat ini adalah sekitar thn. 50 M dan menjadi salah satu tulisan awal yang
ditulis Paulus.
3. Tempat Penulisan
Seperti penjelasan di atas, Surat ini ditulis dari Korintus.
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Jelas surat ini ditujukan kepada Jemaat Tesalonika (1 Tes.1:1).
D. TEMA UTAMA
Paulus melihat bahwa orang-orang Kristen non-Yahudi di Tesalonika membutuhkan tuntunan
pengajaran yang benar sehingga mereka bisa menjalankan hidup Kristennya dengan lebih
bertanggung jawab.
1. Kemerosotan Moral
Menjaga hidup kekudusan merupakan bagian dari kehidupan Kristen yang benar. Semakin
dekat "Hari Tuhan" semakin perlu kita meninggalkan hidup yang tidak kudus, supaya ketika
Tuhan Yesus datang, Ia akan akan mendapati kita tak bercacat (1 Tes. 4:1-12).
2. Kasih Persaudaraan
Kasih persaudaraan seharusnya tidak diterima untuk kepentingan pribadi. Petobat-petobat
Kristen yang kaya patut menunjukkan kebaikan mereka dengan memberikan bantuan kepada
orang-orang miskin. Tapi bukan berarti memberi kesempatan kepada orang-orang miskin
untuk hidup bermalas-malas, karena itu bertntangan dengan hukum kasih (1 Tes. 5:12-14).
3. Kedatangan "Hari Tuhan"
Paulus banyak menyitir/mengutip pengajaran Yesus tentang kedatangannya yang ke dua kali.
Mis.:
Mat. 24:30,31 Mrk. 13:32 -37
Luk. 21:25-35
Mat. 25:13
Luk. 12:39,46
Pengajaran yang salah dapat membuat orang Kristen mempunyai ketakutan yang tidak
beralasan. Kepastian bahwa orang-orang yang mati dalam Tuhan akan bertemu kembali
dengan orang-orang yang dikasihi merupakan suatu penghiburan yang besar.
E. TUJUAN PENULISAN
1. Pujian kepada jemaat
Paulus mendengar penderitaan mereka karena aniaya Paulus merasa perlu untuk
mengingatkan akan penderitaannya sendiri dan perjuangan imannya (1Thes. 1:2-10).
2. Peringatan untuk menjaga hidup kekudusan

Alangkah mudahnya kehidupan percaya terperosok lagi ke kehidupan daging, seperti


pencabulan (1 Thes. 4:2-7), hidup dengan bermalas-malas (1 Thes. 4:10-12), dll., khususnya
untuk orang-orang non-Yahudi yang kurang memperhatikan disiplin hidup.
3. Mengoreksi ajaran kedatangan "Hari Tuhan"
Anggota jemaat Tuhan mulai bertanya tentang "Hari Tuhan", karena sepeninggal Paulus
banyak anggota yang sudah mati. Bagaimana keadaan mereka yang mati sebelum kedatangan
Hari Tuhan,?apakah mereka menjadi kurang beruntung? Akankah kita bertemu lagi dengan
mereka? (1 Tes. 4:13-18: 5:2)
F. CATATAN
Pada bagian salam, Paulus tidak menyebut gelar/jabatan resmi Paulus, karena ia menulis sebagai
teman dan penasehat rohani.
G. GARIS BESAR ISI SURAT I TESALONIKA
1Tes 1:1
Salam Kristen
I.
1Tes 1:2-3:13
Terima Kasih Pribadi Paulus Karena Orang Tesalonika
A. 1Tes 1:2-10
Bersukacita Tentang Hidup Baru Mereka di Dalam Kristus
1. 1Tes 1:2-3
Iman, Kasih, dan Pengharapan Mereka
2. 1Tes 1:4-6
Pertobatan Mereka yang Sejati
3. 1Tes 1:7-10
Teladan Baik Mereka kepada Orang Lain
B. 1Tes 2:1-3:8
Mengenangkan Peranannya Dalam Hidup Mereka
1. 1Tes 2:1-12
Meninjau Kembali Pelayanannya
2. 1Tes 2:13-16
Mengingat Tanggapan Mereka
3. 1Tes 2:17-3:8
Memelihara Perhatiannya
C. 1Tes 3:9-13
Mendoakan Kesempatan Kunjungan Kembali Serta Kemajuan
Rohani dan Kemantapan Mereka Dalam Kekudusan
II. 1Tes 4:1-5:22
Pengarahan Praktis Paulus bagi Jemaat Tesalonika
A. 1Tes 4:1-8
Mengenai Kekudusan Seksual
B. 1Tes 4:9-10
Mengenai Kasih Persaudaraan
C. 1Tes 4:11-12
Mengenai Kerja yang Jujur
D. 1Tes 4:13-5:11
Mengenai Kedatangan Kristus
1. 1Tes 4:13-18
Keadaan Mereka yang Mati Dalam Kristus
2. 1Tes 5:1-11
Kesiagaan Mereka yang Hidup Dalam Kristus
E. 1Tes 5:12-13
Mengenai Kehormatan bagi Pemimpin Rohani
F. 1Tes 5:14-18
Mengenai Kehidupan Kristen
G. 1Tes 5:19-22
Mengenai Pengenalan Rohani
1Tes 5:23-28
Penutup
A. 1Tes 5:23-24
Doa untuk Pengudusan dan Pemeliharaan Mereka
B. 1Tes 5:25-28
Permohonan Terakhir dan Berkat
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 348 - 350)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 45- 50)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 105 - 109)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 337 - 339)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 245 249)
22
SURAT PAULUS KEDUA KEPADA JEMAT DI TESALONIKA
A. LATAR BELAKANG KOTA DAN JEMAAT TESALONIKA
(Lihat Surat Pertama Tesalonika)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Sesuai dengan 2 Tes. 1:1 dan 3:17, surat ini dikenal sebagai Paulus sebagai penulisnya. Tapi
sesudah abad 2 Surat 2 Tesalonika mengalami banyak tantangan dari ahli kitab tentang
pendapat Paulus sebagai penulisnya. Alasan yang paling kuat adalah karena pengajaran
doktrin eskatologi di kedua Surat memiliki kontradiksi.
Pembelaan terhadap pendapat ini adalah bukti dari dalam surat sendiri yaitu 2 Tes. 2:5 dan
3:10. Apabila bukan Paulus sendiri yang menuliskan surat ini maka akan terdengar ganjil dan
kesulitan akan mudah diatasi

2. Tahun Penulisan
Tahun penulisan surat 2 Tesalonika adalah tidak lama setelah mengirimkan surat 1 Tesalonika
(2 Tes. 2:15). Masalah tentang "Hari Tuhan" yang diungkapkan Rasul Paulus dalam 1
Tesalonika telah membangkitkan persoalan yang lain lagi. Oleh karena itu cepat-cepat Paulus
menuliskan surat 2 Tesalonika untuk meluruskan masalah.
3. Tempat Penulisan
Kedua surat Tesalonika ditulis oleh Paulus ketika ada di Korintus.
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Surat ini ditujukan untuk Jemaat Tesalonika (2 Tes. 1:1)
D. TEMA UTAMA
Setelah Paulus mengirimkan Surat 1 Tesalonika hal kedatangan "Hari Tuhan" masih menjadi
masalah untuk jemaat Tesalonika.
1. Hari Tuhan sudah dekat
Ada ajaran sesat yang beredar di antara jemaat tentang waktu kedatangan "Hari Tuhan".
Karena kedatangan Yesus kedua kali sudah "dekat" maka tidak perlu lagi bekerja sehingga
Paulus harus memberikan keyakinan akan tanda-tanda kedatangan "Hari Tuhan":
2 Tes. 2:3; 2 Tes. 2:4; 2 Tes. 2:6,7; 2 Tes. 2:9,10
2. Pengharapan orang percaya pada kedatangan "Hari Tuhan"
Pengajaran yang benar akan menghasilkan pengharapan yang benar. Demikian pula tentang
ajaran kedatangan Kristus yang kedua kali. Untuk orang pilihan hal ini menjadi suatu berkat
dan penghiburan karena kemenangan dari musuh sudah dijamin. Oleh karena itu kita harus
melaksanakan hidup yang bertanggung jawab sampai "Hari Tuhan" datang.
E. TUJUAN PENULISAN
Tujuan Paulus memberikan susulan surat karena ada beredar pengajaran sesat yang lain tentang
"Hari Tuhan" sehingga Paulus perlu memberikan penjelasan akan masalah itu.
1. Meluruskan pengajaran yang salah dan tindak lanjut dari respon atas suratnya yang
pertama.
2. Memberi nasehat untuk menertibkan hidup yang kurang bertanggung jawab karena
ajaran penyesat, khususnya mereka yang menjadi malas bekerja dan tidak
menghiraukan masa depannya.
F. GARIS BESAR ISI SURAT II TESALONIKA
2Tes 1:1-2
Salam Kristen
I.
2Tes 1:3-12
Paulus Menghibur Jemaat Tesalonika yang Dianiaya
A. 2Tes 1:3
Rasa Syukur Karena Pertumbuhan Rohani
B. 2Tes 1:4
Pujian Atas Ketabahan Gereja Lainnya
C. 2Tes 1:5-10
Keyakinan Mengenai Hasil Akhir
D. 2Tes 1:11-12
Doa Paulus bagi Mereka
II. 2Tes 2:1-17
Paulus Memperbaiki Pengakuan Kepercayaan Jemaat Tesalonika
A. 2Tes 2:1-2
Hari Tuhan Belum Tiba
B. 2Tes 2:3-12
Manusia Durhaka Akan Dinyatakan Dahulu
C. 2Tes 2:13-17
Berdiri Teguh di Dalam Kepastian Kebenaran dan Kasih Karunia
III. 2Tes 3:1-15
Paulus Menasihati Jemaat Tesalonika Tentang Hal-Hal Praktis
A. 2Tes 3:1-2
Mendoakan Dirinya
B. 2Tes 3:3-5
Tetap Setia Bertahan di Dalam Tuhan
C. 2Tes 3:6-15
Menjauhi Orang yang Tidak Mau Patuh dan Hidup Berdisiplin
2Tes 3:16-18
Salam Penutup dan Berkat
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 350 - 353)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 50 - 52)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 110 112)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 340 - 344)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 250 252)
23
SURAT PAULUS PERTAMA KEPADA TIMOTIUS
A. LATAR BELAKANG TIMOTIUS DAN JEMAAT EFESUS
1. Timotius

Timotius adalah dari perkawinan campuran; ibunya seorang Yahudi dan ayahnya adalah
seorang Yunani (Kis 16:1 dan 2 Tim 1:5). Ia lahir di Listra 16:1. Dari kesaksian Paulus ia
banyak dihormati saudara-saudara Kristennya. Tidak tahu persis kapan ia menjadi Kristen.
Tapi ada kemungkinan ia bertobat waktu Paulus mengadakan perjalanan misi pertama di
Listra. Ibu Timotius juga dikenal sebagai orang Kristen Yahudi.
2. Pribadi Timotius
Timotius adalah seorang yang masih muda untuk tugas yang harus diembannya. Ia juga
seorang yang pemalu dan selalu ragu-ragu. Paulus meminta supaya orang Korintus tidak
menghina dia (I Kor 16:10-11; 4:17). Seorang yang penuh kasih sayang, tapi penakut dan
penuh nafsu orang muda. Orang yang paling sering dipuji Paulus, terutama karena
kedatangannya yang selalu tepat pada saat dibutuhkan.
3. Timotius dan Pelayanannya
a. Paulus mengajak Timotius, mungkin untuk menggantikan Yohanes Markus (Kis
15:36; 1Tim 1:18).
b. Timotius menerima penumpangan tangan untuk karunia dan tugas khusus (1 Tim
4:14, 2 Tim 1:6).
c. Timotius disunat sebelum melakukan perjalanan untuk menghilangkan perlawanan
yang tidak perlu.
d. Ia banyak melihat teladan hidup Paulus karena 7 tahun bersama dengan Paulus.
e. Diutus ke Tesalonika untuk meneguhkan hati orang-orang percaya karena dianiaya .
f. Waktu perjalanan Paulus di Korintus Timotius hadir, juga di Efesus dan Yerusalem.
g. Pelayanan Timotius tidak selalu berhasil, namun demikian Paulus terus mendorong.
h. Ia selalu disebut sebagai "anak kesayangan Paulus", "anak yang syah dalam iman"
"anakku yang kekasih"
4. Hubungan Timotius dan Paulus
Paulus sering menyebut Timotius sebagai anak dalam iman yang dikasihi. Banyak ahli
berpendapat bahwa Timotius dipersiapkan Paulus untuk menjadi penggantinya, meskipun
Timotius sendiri tidak berani dan segan. Timotius ditunjuk Paulus untuk menjadi penatua,
dan yang dipercayai sebagai pilihan Allah melalui nubuat dan penumpangan tangan.
Ia menjadi teman sekerja Paulus dalam penginjilan (I Tim 4:14, 2 Tim 1:6-7), membantu
Paulus sebagai penulis. Ketika di penjara Timotius membantu Paulus, bahkan sampai
menjelang ajal, Timotius tetap melayani Paulus, sementara sudah banyak rekan lain sudah
meninggalkannya (2 Tim 4:9-13).
5. Latar Belakang Jemaat Efesus
Paulus memulai jemaat ini kira-kira thn. 54-57 M, sempat tinggal di sana selama 3 tahun.
Ketika Paulus melayani di Efesus, banyak petobat- petobat baru, bahkan ribuan (Kis. 19)
Pada jaman rasul-rasul, kota Efesus ini berkembang besar dan menjadi kota Kristen terbesar.
Mereka berkumpul di keluarga-keluarga Kristen karena saat itu belum ada bangunan gereja,
baru ada sesudah abad 2. Masing-masing persekutuan keluarga mempunyai pemimpin rohani
dan jumlahnya tentu banyak.
Ketika Paulus akhirnya meninggalkan Efesus ia menyerahkan tongkat estafet
kepemimpinannya kepada Timotius, sebagai "Penilik jemaat" atau penatua. Ini berarti ia
membawahi banyak sekali pemimpin rohani di Efesus untuk dididik. Itu sebabnya Timotius
merasa sangat takut dan gentar.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Menurut 1 Tim. 1:1 Rasul Paulus adalah penulis Surat 1 Timotius.
2. Tahun Penulisan
Menurut tradisi Paulus di penjara di Roma antara thn. 60-62M, lalu Paulus dibebaskan untuk
naik banding kepada kaisar. Tapi Paulus akhirnya dihukum mati oleh Kaisar Nero dalam
kunjungannya kembali ke Roma thn, 67M (Kis 20:38). Diperkirakan pada tahun
pembebasannya itu Paulus menulis Surat 1 Timotius, yaitu thn, 62/63M.
3. Tempat Penulisan
Tidak jelas dimana Paulus tinggal ketika menunggu untuk naik banding, yaitu pada saat ia
menulis surat 1 Timotius ini. Tapi yang jelas ia tidak sedang dipenjara (1 Tim 1:13),
kemungkinan ia sedang ada di Makedonia.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Surat 1 Timotius jelas ditujukan untuk Timotius. (1 Tim. 1:1-2)
D. TEMA UTAMA

Tugas yang dibebankan oleh Paulus membutuhkan kecakapan dalam mengelola jemaat dan
menangani hal-hal yang perlu, khususnya tentang menjaga doktrin pengajaran yang benar.
1. Ajaran sesat (1 Tim 1:3-4,7)
Penyelewengan-penyelewengan yang menyusup ke dalam gereja perlu mendapat penanganan
yang tanggap. Hal pengajaran Taurat merupakan pokok yang sangatpenting tapi hanya
dengan terang Alkitab Hukum Taurat dapat dimengerti dengan benar (1 Tim.1:9, 15).
2. Tata tertib ibadah/gereja
Gereja yang ideal menurut Paulus:
a. Mempunyai kehidupan doa yang selayaknya (1 Tim. 2)
b. Organisasi yang selayaknya (1 Tim. 3:1-13).
c. Administrasi yang sepantasnya (1 Tim. 5:1-6:10)
d. Ada tata tertib ibadah:
1) Kebaktian doa: mengadahkan tangan (2:8)
2) Kealiman dan kepatuhan wanita (2:11)
3) Membaca, berkhotbah dan mengajar (4:13)
4) Penumpangan tangan untuk memberikan karunia (4:14)
5) Cara berpakaian rambut, dll.
E. TUJUAN PENULISAN
Perhatian Paulus kepada Timotius mempunyai alasan yang kuat karena Paulus mempunyai
harapan besar untuk Timotius bisa melanjutkan pelayanannya.
1. Memberikan pembimbingan rohani
Surat ini ditulis Paulus mengingat keadaan jemaat di Efesus. Untuk mengirim Timotius ke
Efesus, Paulus perlu membekalinya dia dengan hal-hal yang perlu diketahui oleh seorang
pemimpin bagi keterlibatan dan pertumbuhan jemaat yang cukup besar.
2. Memberikan semangat
Ada kesan bahwa walaupun Timotius adalah seorang yang dapat dipercaya tetapi ia kurang
bersemangat. Paulus menganggap Timotius masih muda, belum cukup dewasa (1 Tim 4:12),
penakut (II Tim 1:6,7) dan sering terganggu pencernaannya (1 Tim 5:23). Surat yang khusus
ditujukan kepada Timotius ini diharapkan dapat membesarkan hati dan meneguhkan dia
untuk menerima tugas berat yang dilimpahkan kepadanya.
G. GARIS BESAR ISI I TIMOTIUS
1Tim 1:1-20
Pendahuluan
I.
1Tim 2:1-4:5
Pengarahan Tentang Pelayanan Gereja
A. 1Tim 2:1-8
Pentingnya Doa
B. 1Tim 2:9-15
Perilaku Wanita yang Sopan
C. 1Tim 3:1-7
Syarat-Syarat bagi Penilik Jemaat
1. Pribadi
a. 1Tim 3:2
Tak Bercacat
b. 1Tim 3:2
Dapat Menahan Diri
c. 1Tim 3:2
Bijaksana
d. 1Tim 3:2
Sopan
e. 1Tim 3:2
Suka Memberi Tumpangan
f. 1Tim 3:2
Cakap Mengajar
g. 1Tim 3:3
Bukan Peminum
h. 1Tim 3:3
Bukan Pemarah
i. 1Tim 3:3
Peramah
j. 1Tim 3:3
Pendamai
k. 1Tim 3:3
Bukan Hamba Uang
m. 1Tim 3:7
Mempunyai Nama Baik
l. 1Tim 3:6
Jangan Orang Baru Bertobat
2. Keluarga
a. 1Tim 3:2
Suami dari Satu Istri
b. 1Tim 3:4-5 Kepala Keluarga yang Baik
c. 1Tim 3:4
Disegani dan Dihormati oleh Anak-Anaknya
D. 1Tim 3:8-12
Syarat-syarat bagi Diaken
1. Pribadi
a. 1Tim 3:8
Orang Terhormat
b. 1Tim 3:8
Jangan Bercabang Lidah
c. 1Tim 3:8
Jangan Penggemar Anggur
d. 1Tim 3:8
Jangan Serakah

II.

e. 1Tim 3:9
f. 1Tim 3:10
2. Keluarga
a. 1Tim 3:12
b. 1Tim 3:11
c. 1Tim 3:12
E. 1Tim 3:13-4:5
1Tim 4:6-6:19
A. 1Tim 4:6-16
B. 1Tim 5:1-6:19
1. 1Tim 5:1
2. 1Tim 5:2
3. 1Tim 5:3-16
4. 1Tim 5:17-25
5. 1Tim 6:1-2
6. 1Tim 6:3-10
1Tim 6:11-16
7. 1Tim 6:17-19
1Tim 6:20-21

Orang yang Memelihara Rahasia Iman Dalam Hati Nurani yang Suci
Diuji dan Tak Bercacat
Suami dari Satu Istri
Istri Adalah Orang Terhormat
Mengurus Anak-Anak dan Keluarga dengan Baik
Alasan Gereja Memerlukan Syarat Tinggi bagi Pemimpin
Pengarahan Tentang Pelayanan Timotius
Kehidupan Pribadinya
Hubungan dengan Orang Dalam Gereja
Orang yang Tua dan Orang Muda
Perempuan Tua dan Perempuan Muda
Janda-Janda
Penatua dan Calon Penatua
Budak-Budak
Guru-Guru Palsu
Sisipan: Nasihat kepada Timotius Sendiri
Orang-Orang Kaya
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 413 - 416)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 74 76)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 113 118)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 394 - 402)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 253 257)
24
SURAT PAULUS KEDUA KEPADA TIMOTIUS
A. LATAR BELAKANG TIMOTIUS DAN JEMAAT EFESUS
(Lihat Surat Pertama Timotius)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Rasul Paulus adalah penulis Surat 2 Timotius (2 Tim. 1:1)
2. Tahun Penulisan
Jelas surat ini ditulis semasa akhir hidup Paulus. Paulus ingin bertemu dengan Timotius,
karena takut tidak bisa bertahan sampai musim dingin nanti (64-68M).
3. Tempat Penulisan
Paulus menuliskan Surat 2 Timotius ketika ia ada di penjara Roma (1 Tim 1:8; 2:9). Tapi
rupanya Paulus tidak mengharapkan mendapatkan kemenangan dengan naik bandingnya.
Dan ia tahu hukuman mati sudah menantinya.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Surat 2 Timotius ditujukan untuk Timotius (2 Tim 1:2).
D. TEMA UTAMA
1. Kemurtadan jaman akhir
Cara terpenting dalam menghadapi arus kefasikan dan pengajaran-pengajaran sesat adalah:
pengetahuan akan kitab suci (II Tim 3:15).
2. Pidato perpisahan Paulus (2 Tim. 4:6-8)
Paulus meninggalkan pesan-pesannya yang terakhir kepada Timotius, anak rohani
kesayangannya, sekaligus didalamnya memuat warisan yang akan ditinggalkan kepada
Timotius, yaitu perkamennya.
E. TUJUAN PENULISAN
Kepada anaknya yang terkasih saja Paulus ingin menghabiskan hari-hari terakhirnya. Itu
sebabnya Paulus menulis surat ke Timotius untuk bisa bertemu dan sekaligus memberikan
pesan-pesannya yang terakhir.
1. Memberi instruksi
Penganalan Paulus dengan Timotius mendorongnya memberi dorongan agar ia jangan malu,
tapi ikut menderita (2 Tim. 1:8) dan berani melanjutkan amanat pengajaran dengan setia dan

bijaksana. (2 Tim. 2:2), contoh: anak (2:1,2), prajurit (2:3,4), olah ragawan (2:5), petani (2:6),
pekerja (2:15), hamba (2:24,25).
2. Menguatkan tugas panggilan (2 Tim. 4:5)
Panggilan Timotius jelas yaitu memberitakan firman (4:2).
F. CATATAN
Berita terakhir menyedihkan Paulus (4:9-18), karena orang-orang yang dikasihi sudah tidak
bersama dia lagi. Kemungkinan besar Paulus akhirnya dipancung sebagai hukuman mati yang
dipilihnya sebagai warga negara Romawi. Akhir cerita seorang pelayan Tuhan yang besar.
G. GARIS BESAR ISI SURAT II TIMOTIUS
2Tim 1:1-4
Pendahuluan
I.
2Tim 1:5-18
Pesan Paulus kepada Timotius
A. 2Tim 1:5-7
Mengobarkan Karunia Allah
B. 2Tim 1:8-10
Bersedia Menderita untuk Injil
C. 2Tim 1:11-12
Teladan Paulus
D. 2Tim 1:13-14
Peganglah dan Pelihara Kebenaran
E. 2Tim 1:15-18
Sahabat-sahabat Paulus di Roma yang Setia dan Tidak Setia
II. 2Tim 2:1-26
Tuntutan-Tuntutan Terhadap Hamba Tuhan yang Setia
A. 2Tim 2:1
Jadilah Kuat oleh Kasih Karunia
B. 2Tim 2:2
Percayakan Berita kepada Orang yang Dapat Dipercayai
C. 2Tim 2:3-7
Bertahan Dalam Kesukaran
1. 2Tim 2:3-4
Sebagai Prajurit yang Baik
2. 2Tim 2:5
Sebagai Olahragawan yang Berdisiplin
3. 2Tim 2:6-7
Sebagai Petani yang Bekerja Keras
D. 2Tim 2:8-13
Mati dan Menderita dengan Yesus Kristus
E. 2Tim 2:14-26
Hindarilah Soal-soal yang Bodoh dan Mempertahankan Injil Dalam
Cara yang Tidak Tercela
III. 2Tim 3:1-9
Peningkatan Kejahatan Terakhir yang Mendekat
IV. 2Tim 3:10-17
Ketekunan Dalam Kebenaran
A. 2Tim 3:10-14
Yang Dipelajari dari Paulus
B. 2Tim 3:15-17
Yang Dipelajari dari Alkitab
V. 2Tim 4:1-5
Beritakanlah Firman Allah
VI. 2Tim 4:6-18
Kesaksian dan Pengarahan Paulus
A. 2Tim 4:6-8
Kesaksian Perpisahan Paulus
B. 2Tim 4:9-13
Pengarahan Pribadi untuk Timotius
C. 2Tim 4:14-15
Sebuah Kata Peringatan
D. 2Tim 4:16-18
Keyakinan tentang Kesetiaan Allah
2Tim 4:19-22
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 419 - 422)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 78 - 81)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 119 - 122)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 394 - 402)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 258 - 262)
25
SURAT PAULUS KEPADA TITUS
A. LATAR BELAKANG
1. Titus
Informasi tentang Titus tidak banyak disebutkan, bahkan tidak disebut di Kisah Rasul. Tapi
yang diketahui adalah Titus seorang Yunani yang berasal dari Anthiokia atau Siria. Mungkin
bertobat ketika Paulus dan Barnabas melayani di Antiokia dalam rangka perjalanan ke Sidang
di Yerusalem, karena disitulah Titus disebut pertama kalinya (Gal 2:1-3).
Paulus menyebut Titus sebagai teladan bagi orang-orang non-Yahudi ketika mereka
berkumpul di Yerusalem. Dari pengalaman pelayanan Titus tampil sebagai seorang yang
pandai mengatasi kesulitan (II Kor 7:6-10, 13-16), seperti yang terjadi ketika ia dikirim ke
Korintus untuk meredakan masalah di sana. Selain itu di Korintus Titus juga bertanggung
jawab untuk membawa persembahan untuk saudara-saudara di Yerusalem. Titus telah

mengikuti Paulus selama dalam perjalanan misi kedua dan ketiga. Dari Tit 1:5 diketahui
bahwa Paulus pernah berada di Kreta bersama-sama Titus dan sekali lagi Titus dipercaya
Paulus untuk memelihara jemaat ini (Tit. 1:5), dan juga pelayanan di provinsi Dalmatia (2
Tim. 4:10). Selama memulai pelayanannya Paulus menolak menyunatkan Titus, tidak seperti
kepada Timotius (Gal. 2;1-3).
2. Kreta
Pulau yang juga disebut Kandia itu, terletak di sebelah Tenggara Yunani, perbatasan laut Agia
dan Laut Tengah (250 km panjang, 10-45 km lebar). Penuh gunung, subur dan banyak
penduduknya. Pulau itu juga mendapatkan julukan Pulau Seratus Kota. Kota ini juga
mempunyai latar belakang penyembahan Dewa. Gunung Ida yang ada di pulau itu dianggap
sebagai tempat Zeus.
Orang-orang Kreta terkenal sebagai seorang yang pemberani dan pandai memanah. Selain
orang Yunani, banyak juga orang Yahudi yang tinggal di sana. Penduduk Kreta adalah
termasuk keturunan/bersaudara dengan orang Filistin.
Jemaat di Kreta kemungkinan besar didirikan oleh Paulus karena Paulus biasanya tidak mau
mendirikan bangunan di atas dasar orang lain. Atau mungkin juga buah pelayanan Paulus di
Korintus atau Efesus karena letaknya dekat.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Titus 1:1 menyebutkan bahwa penulis Surat Titus adalah Paulus.
2. Tahun Penulisan
Sama seperti Surat Timotius, Surat Titus ini ditulis oleh Paulus pada perjalanan misi keempat
(yaitu sesudah masa pemenjaraan Paulus di Roma). Kemungkinan bisa diperkirakan antara
thn. 62-64 M.
3. Tempat Penulisan
Pada waktu menuliskan surat ini Paulus sedang berada di Makedonia (Titus 3:12).
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Sesuai dengan judulnya Surat ini ditujukan kepada Titus, yang disebut sebagai anak rohani
Paulus (Tit. 1:4).
D. TEMA UTAMA
Surat Timotius, Titus dan Filemon dikenal dengan nama surat-surat Penggembalaan, yang sangat
diperlukan untuk memberi keseimbangan antara pengajaran dan penggelola kehidupan jemaat.
1. Perbuatan baik sebagai buah keselamatan
Keadaan jemaat Kreta sangat mengecewakan. Gereja kurang terorganisir, dan ditambah lagi
dengan tingkah laku jemaat sangat ceroboh. Mungkin ada kecerobohan dalam menerima Injil
keselamatan, bahwa kita diselamatkan karena kasih anugerah (1:16; 2:7,14; 3:1,8,14). Untuk
itulah Paulus merasa perlu menekankan buah dari keselamatan yaitu perbuatan baik
2. Rumusan Tritunggal
Hubungan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus disebutkan dengan lengkap di Tit. 2:11-14).
Suatu rumusan Tritunggal yang menjadi pengakuan iman PB.
3. Tugas Titus
"Mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua
disetiap kota" (1:5). Bandingkan ini dengan surat 1 Timotius.
E. TUJUAN PENULISAN
Paulus memberikan perhatian kepada Titus dengan mengirimkan Surat ini mengingat bahwa
Titus akan dipercaya sebagai penilik jemaat di Pulau Kreta. Sama dengan surat Timotius,
sebagian isinya adalah membicarakan tentang pengaturan organisasi gereja dan tentu saja
tentang pengajaran yang benar.
1. Mengatur organisasi gereja (Tit. 1:5-16)
Pertumbuhan gereja secara rohani harus diimbangi dengan pengaturan pelayanan sehingga
semua pekerjaan pelayanan dapat dilakukan dengan efektif.
2. Memberi pedoman untuk pembaharuan di jemaat Kreta
Adanya hidup yang tidak tertib dalam jemaat memberikan suasana yang tidak kondusif untuk
bertumbuh. Mis., Tit. ps. 2-3 Untuk itu Paulus juga menunjuk Artemas dan Tikhikus untuk
pelaksanaan tugas ini.
3. Nasehat untuk menjaga ajaran yang benar
Firman Tuhan menjadi dasar kehidupan Kristen, kalau diterima baik akan menghasilkan
pekerjaan yang baik. ajaran sehat menjadi standar azas yang resmi untuk yang menghasilkan
tingkah laku yang benar dalam jemaat.
F. CATATAN

Isi Surat Titus mempunyai kemiripan dengan Timotius dan Efesus.


G. GARIS BESAR ISI SURAT TITUS
Tit 1:1-4
Pendahuluan
I.
Tit 1:5-9
Pengarahan Mengenai Penugasan Penatua
A. Tit 1:5
Tetapkan Penatua di Tiap Kota
B. Tit 1:6-9
Berbagai Syarat bagi Penatua
1. Pribadi
a. Tit 1:6
Tak Bercacat
b. Tit 1:7
Pelayan yang Dapat Dipercayai
c. Tit 1:7
Tidak Angkuh
d. Tit 1:7
Bukan Pemberang
e. Tit 1:7
Bukan Peminum
f. Tit 1:7
Bukan Pemarah
g. Tit 1:7
Tidak Serakah
h. Tit 1:8
Suka Memberi Tumpangan
i. Tit 1:8
Suka Akan yang Baik
j. Tit 1:8
Bijaksana
k. Tit 1:8
Adil
l. Tit 1:8
Saleh
m. Tit 1:9
Berpegang Kepada Perkataan yang Benar
n. Tit 1:9
Sanggup Menasihati berdasarkan Ajaran
o. Tit 1:9
Sanggup Meyakinkan Para Penentang
2. Keluarga
a. Tit 1:6
Mempunyai Hanya Satu Istri
b. Tit 1:6
Anak-Anaknya Hidup Beriman
c. Tit 1:6
Anak-Anaknya Hidup Senonoh dan Tertib
II. Tit 1:10-16
Pengarahan Mengenai Guru Palsu
A. Tit 1:10
Tabiat Mereka
B. Tit 1:11-12
Kelakuan Mereka
C. Tit 1:13-16
Penegoran Mereka
III. Tit 2:1-15
Pengarahan Mengenai Aneka Kelompok Dalam Gereja
A. Tit 2:1-10
Lingkup Pengarahan
B. Tit 2:11-14
Dasar Pengarahan
C. Tit 2:15
Tanggung Jawab Titus
IV. Tit 3:1-11
Nasihat Tentang Kebajikan
A. Tit 3:1-2
Kelakuan Terhadap Sesama
B. Tit 3:3-7
Kemurahan Allah Kepada Kita
C. Tit 3:8-11
Membedakan yang Berguna dan Mana yang Tidak
Tit 3:12-15
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 416 - 419)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 76 - 78)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 127 - 129)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 394 - 402)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 263 - 266)
26
SURAT PAULUS KEPADA FILEMON
A. LATAR BELAKANG
1. Filemon
Filemon, jemaat di Kolose, seorang yang kaya raya, terlihat dari banyaknya budak yang
dipunyai. Ia menjadi Kristen karena pelayanan perkabaran Injil Paulus. Kehidupannya yang
baru mendorong Filemon menyerahkan rumahnya untuk digunakan sebagai tempat
bersekutu/pertemuan jemaat. Paulus selalu menganggap Filemon adalah sahabat dan rekan
pelayanannya yang setia (Fil.1:19).
2. Onesimus

Onesimus adalah bekas budak milik Filemon, yang melarikan diri tuannya. Pemuda
Onesimus pasti seorang yang gagah perkasa, karena budak biasanya dipilih dari keadaan
fisiknya. Ia juga berasal dari Kolose (4:9). Sebelum melarikan diri ke Roma Onesimus juga
mencuri milik tuannya. Tetapi ketika ada di Roma, ia bertemu dengan Paulus dan bertobat,
lalu ia dengan setia membantu Paulus dalam penjara
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Dari referensi yang ada di surat Filemon (Fil. 1:1) dan gaya penulisan surat itu, tidak ada ahli
kitab yang meragukan bahwa Pauluslah penulisnya.
2. Tahun Penulisan
Kemungkinan besar Surat Filemon ditulis dan dikirim pada saat yang sama dengan Surat
Kolose (60M).
3. Tempat Penulisan
Dari keterangan tahun penulisan jelas diketahui bahwa Paulus menulisnya dari penjara Roma
(Fil.1:1).
C. PEMBACA/PENERIMA SURAT
Fil. 1:1-2: Paulus menujukan Suratnya kepada Filemon, Apfia (istri Filemon) dan Arkhipus
(anak Filemon).
D. TEMA UTAMA
1. Pengampunan
Demi kasih persaudaraan dalam Kristus Paulus berkata bahwa kita harus saling mengampuni.
Hanya dengan cara itulah kasih Kristus menjadi nyata dalam perbuatan. Pengampunan dalam
pengajaran iman Kristen tidak hanya memaafkan kesalahan tetapi juga tindakan aktif untuk
menerima kembali dan mengasihi orang yang bersalah itu.
2. Urusan perbudakan
Paulus tidak memperlihatkan tindakan yang menuntut penghapusan perbudakan sebagai
sistem sosial politik, karena hal itu akan menimbulkan revolusi dan tidak akan menjadi cara
pemecahan yang baik. Yang Paulus lakukan adalah meminimalkan kerugian material. Itu
sebabnya Paulus tidak segan-segan menjamin pembayaran dari semua tindakan Onesimus
(Fil. 1;17).
E. TUJUAN PENULISAN
Sekalipun Paulus sendiri tidak pernah melayani Jemaat Kolose, tapi Paulus merasa tergerak
untuk melakukan pelayanan pastoral untuk seorang jemaat disana yang sedang dalam masalah.
1. Surat penggembalaan
Keterlibatan Paulus dalam masalah Filemon dan Onesimus merupakan urusan pribadi yang
serius karena keduanya bukan saja sahabatnya yang setia tetapi juga anak rohaninya (Fil.
1:10, 19).
2. Mengajukan permohonan
Paulus melihat bahwa kedudukannya sebagai bapak rohani memberinya keuntungan untuk
mengajukan permohonan. Sekalipun permohonan yang sulit tapi Paulus merasa harus
diperjuangkan. Permohonan tsb. adalah supaya Filemon mengampuni Onesimus dari
kesalahan- kesalahannya dimasa yang lalu dan sekaligun memintanya untuk menerima
Onesimus menjadi Saudara dalam Kristus (Fil. 1:10, 15,16).
F. CATATAN
Ciri khas utama Surat Filemon adalah bahasa yang penuh kelemah lembutan/kasih.
G. GARIS BESAR ISI SURAT FILEMON
File 1:1-3
Salam Kristen
I.
File 1:4-7
Penghargaan Terhadap Filemon
A. File 1:4-6
Pokok Doa Syukur
B. File 1:7
Saat Kegembiraan Besar
II. File 1:8-21
Permohonan untuk Onesimus
A. File 1:8-11
Permohonan Bukan Perintah
B. File 1:12-16
Alasan Mengirim Onesimus Kembali
C. File 1:17-19
Permohonan Bersifat Penggantian
D. File 1:20-21
Tanggapan Positif Diharapkan dari Filemon
File 1:22-25
Hal-hal Terakhir
A. File 1:22
Harapan untuk Segera Mengunjungi
B. File 1:23-24
Salam dari Sahabat Paulus
C. File 1:25
Pengucapan Berkat

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 392 - 393)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 67 -68)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 127 - 129)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 383 - 384)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 267 - 268)

27
SURAT-SURAT KIRIMAN LAIN (Umum)
A. PEMBAGIAN
Pembagian Surat-surat Lain/Umum/Gereja:
1. Penderitaan : Surat Ibrani, Yakobus, 1 Petrus
2. Ajaran palsu : 2 Petrus, 1,2,3 Yohanes,Yudas
3. Akhir jaman : Wahyu
B. LATAR BELAKANG POLITIK
1. Pemerintah Romawi
Gereja-gereja jaman PB pada umumnya tidak terlibat banyak dalam gerakan politik tapi
jemaat diajarkan untuk menghormati dan menjalankan hukum yang perlu. Namun demikian
ada beberapa prinsip-prinsip yang diajarkan yang secara tidak langsung mempunyai
konsekwensi politik, mis. "Religio Licita", yaitu hukum yang berkata bahwa Agama Yahudi
diijinkan dan dilindungi oleh negara, sejauh tak bertentangan dengan kepentingan negara
(menimbulkan kerusuhan). Dalam kenyataan sering terjadi keributan yang ditimbulkan oleh
orang-orang Yahudi yang tidak menerima kehadiran Injil yang diberitakan oleh Tuhan Yesus.
Bahkan akhirnya berkata kepada pemerintah Romawi bahwa Yesus telah membawa agama
baru, agama Kristen. Dengan pernyataan itu, pemerintah Romawi tidak lagi terikat dengan
hukum yang ada (Religio Licita) dan mulai melihat agama Kristen sebagai ancaman bagi
negara. Dan mulailah pemerintah Romawi menganiaya orang Kristen untuk alasan
keamaanan politik.
2. Permulaan perlawanan terhadap gereja
Keterpisahan agama Kristen dengan agama Yahudi juga menimbulkan perang terbuka.
khususnya sehubungan isi pengajaran agama Kristen yang dinilai oleh agama Yahudi sebagai
penghianatan terhadap tradisi Yahudi yang sudah dibangun beribu-ribu tahun. Untuk itulah
orang Yahudi membunuh Yesus, sebagai jalan menyelamatkan tradisi dan agama Yahudi yang
terancam kemurniannya. Melihat kesempatan yang ada orang Yahudi rela bekerjasama
dengan pemerintah Romawi sehingga tujuan untuk menghabisi keberadaan orang-orang
Kristen dan pengajarannya akan lebih mudah tercapai. Apalagi melihat pertumbuhan
kekristenan yang semakin pesat, baik diantara orang-orang Kristen Yahudi maupun orangorang Kristen non-Yahudi.
Selain dari orang-orang Yahudi, orang-orang Romawi juga melancarkan perlawanannya
terhadap orang-orang Kristen baru dengan memberikan berbagai macam aniaya. Namun
demikian prinsip pengajaran Injil tidak memungkinkan mereka melawan atau membalas.
Mereka tetap bertahan sekalipun dianiaya. Tapi justru hal ini membuat penganiayaan semakin
besar, bukan hanya dalam hal fisik tapi juga mental. Banyak peraturan baru dibuat dan juga
perubahan sistem kebijaksanaan pemerintahan, sebagai usaha untuk membatasi kebebasan
orang Kristen. Kematian Paulus menjadi salah satu tanda akan perubahan kebijaksanaan
pemerintah dan kebencian yang semakin kejam. Perlawanan paling besar berlangsung kirakira selama 30 tahun pertama kekristenan.
3. Tantangan dari dalam Gereja sendiri
Pertumbuhan gereja yang pesat tidak luput dari kesulitan yang datang justru dari dalam
sendiri, yaitu menyusupnya ajaran-ajaran paslu/sesat diantara gereja-gereja PB. Bukti-bukti
mengatakan bahwa "gereja berduka oleh kesesatan" dan "hancur berkeping-keping oleh
perpecahan". Inilah juga yang menyebabkan Paulus dan rasul-rasul yang lain dengan tidak
bosan-bosan mengingatkan gereja-gereja yang ada, akan adanya penyesat-penyesat yang
akan membuat jemaat yang lemah berpaling dari kebenaran Alkitab.
Dengan latar belakang inilah Surat-surat Kiriman Lain/Umum diawali, yaitu menanggani
kemelut yang terjadi disekitar gereja mula-mula, baik itu berupa serangan yang datang dari
luar maupun dari dalam.

28
SURAT KIRIMAN IBRANI
A. LATAR BELAKANG
1. Bangsa Ibrani (Yahudi)
"IVRI" (Ibrani) pertama kali muncul dalam PL dengan mengidentifikasikan diri sebagai
Israel (budak-budak), yang berasal dari suku Abraham dan keturunannya (Kej 14:13). Tapi
pada masa PB sebutan "orang Ibrani" menjadi panggilan eksklusi bagi orang Yahudi yang
mewarisi unsur utama kebudayaan dan agama yang tidak dirasuki oleh proses Helenisasi.
(Kis 6:1). Helenisasi adalah proses perkawinan antara orang/tradisi Yahudi dengan
orang/tradisi kafir/Yunani. Orang Ibrani sangat menghina dan merendahkan orang-orang
Yahudi yang akhirnya mengadopsi gaya hidup, cara berpikir dan agama orang-orang kafir
(hasil proses Helenisasi). Orang Ibrani juga memandang rendah orang-orang non-Yahudi.
Namun demikian apabila diantara orang-orang non-Yahudi itu ingin mengadopsi gaya hidup,
tradisi dan khususnya agama Yahudi (Yudaisme), maka mereka bersedia menerima mereka
asal mereka mau melakukan "proselite", yaitu melakukan adat/tradisi Yahudi, seperti
misalnya sunat, puasa, memelihara hari Sabbath, dll.
2. Perpecahan dengan Yudaisme
Pada permulaan petumbuhan kekristenan Injil diberitakan untuk orang-orang Yahudi dan
banyak orang-orang Yahudi yang menerima Injil dengan gembira. Tapi mereka melihat tidak
ada alasan untuk meninggalkan kebiasaan, tradisi dan hukum-hukum Yudaisme. Bahkan
mereka juga masih berharap bahwa orang-orang non-Yahudi yang juga menerima Injil masih
harus menjalankan "proselite". Hal inilah yang ditentang secara keras oleh Rasul Paulus.
Pertumbuhan kekristenan terjadi sangat pesat, dan dari hari ke hari semakin banyak orang
non-Yahudi yang menerima Injil sehingga ketegangan dengan orang-orang Yahudi semakin
memuncak. Gagasan untuk hidup bersama bangsa-bangsa lain bagi orang-orang Yahudi sulit
mereka terima. Larangan "proselite" dalam kekristenan menumbuhkan ketakutan, karena
identitas Yahudi akan terancam luntur. Karena itulah lambat laun orang-orang Yahudi secara
tegas mengundurkan diri dan menolak kekristenan, bahkan sebalikknya melancarkan
serangan untuk menghentikan kekristenan demi kelangsungan tradisi Yahudi dan sifat
nasionalisme mereka.
Ini merupakan kesulitan yang dihadapi oleh pemimpin-pemimpin gereja, karena pada
umumnya orang-orang Kristen dari golongan Yahudi mempunyai pengetahuan Kitab Suci
(PL) yang jauh lebih kuat daripada orang non-Yahudi. Jadi pengunduran diri orang-orang
Yahudi dari gereja merupakan kerugian besar dan kemajuan gereja pasti terpengaruh
karenanya. Bagaimana gereja harus mengambil sikap terhadap keraguan orang-orang Kristen
Yahudi dalam menerima Kekristenan ini? Surat Kiriman Ibrani memang ditulis untuk
menjawab masalah ini?
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Menjadi teka-teki besar karena penulisannya tidak menyebutkan nama identitas pribadi.
Namun demikian dari surat Ibrani sendiri dapat ditarik suatu kriteria:
a. Penulis pasti seorang yang mengetahui, memiliki pengetahuan sastra yang tinggi.
Gaya penulisannya mendekati gaya Yunani klasik.
b. Ia bukan seorang rasul secara langsung tapi mengenal Injil dari para rasul, tidak dari
Yesus.
c. Ahli PL karena banyaknya kutipan-kutipan PL.
d. Mungkin orang Yahudi karena sering menggunakan kata ganti orang pertama jamak
ketika berbicara kepada pembaca Yahudinya.
e. Punya hubungan dengan Timotius, atau bahkan mungkin rekan-rekan Paulus
(13:23).
Ibr. 10:38 - seperti kutipan Paulus Rom 1:17 dan Gal 3:11.
2. Beberapa pendapat:
Gereja Timur berpendapat bahwa ini adalah tulisan Rasul Paulus dalam bahasa Ibrani, tapi
diterjemahkan Lukas ke dalam Yunani. Hanya saja gaya suratnya agak berbeda kalau
dibandingkan dengan surat-surat kiriman Rasul Paulus. Origen pernah memberi komentar:
"Mungkin Paulus yang menulis, tapi yang jelas Allah yang tahu".

Gereja-gereja Barat berpendapat lain, lebih cocok Barnabas yang menulis surat Ibrani.
Dikenal dari tindkaannya yang sering memberi semangat kepada pelayan-pelayan Tuhan
yang lain (Kis. 4:36). Juga karena ia adalah keturunan Yahudi Lewi pada jaman Penyebaran
(Dispersion).
Pendapat-pendapat lain:
Salah seorang rekan Paulus maka ajarannya juga mirip.
Lukas dan Clement dari Roma
Apolos, Yahudi Kristen dari Aleksandria, dll.
3. Tahun Penulisan
Karena tidak ada data jelas maka hanya dapat dilihat dari referensi-referensi dalam surat.
Jelas ditulis semasa generasi kedua kristen (Ibr 2:1-4), karena pemimpin mereka telah
meninggal dunia (Ibr. 13:7). Mereka adalah orang-orang yang mendengar Injil bukan dari
Yesus, tapi dari para Rasul (ibr. 2:3). Gereja saat itu juga sedang menghadapi ketakutan
karena penganiayaan dan pengkucilan dari organisasi Yahudi (Ibr. 10:32-34; 13:12, 13), tapi
belum sampai meneteskan darah/martir. Mungkin dalam gereja sedang terjadi transisi
kepemimpinan (Ibr. 13:7, 17). Saat itu Timotius telah dipenjarakan (Ibr. 13:23), tapi masih
hidup, juga dibebaskan. Bait Allah masih berdiri, dan upacara korban masih diadakan (Ibr.
10:2, 3). Perkiraan tahun penulisan adalah 64 M, ketika Kaisar Nero berkuasa.
4. Tempat Penulisan
Tidak diketahui dengan jelas di mana Surat ini dibuat. Tapi ada yang memperkirakan di
Yerusalem. Namun tidak banyak pendukung bagi gagasan ini.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Tidak ada kejelasan kepada siapa sebenarnya Surat Ibrani ini ditujukan, karena tidak ada salam
seperti surat-surat yang lain. Namun demikian melihat judul dan isi Surat ini dapat diambil
kesimpulan sbb.:
Surat ini ditujukan untuk orang-orang Ibrani, sesuai dengan judul suratnya. Mereka adalah
orang-orang Yahudi yang sudah dididik dalam kitab-kitab PL dengan baik. Dan sekaligus
mereka adalah orang-orang yang sudah mendengar Injil dan bahkan menerima kebenaran Injil
dengan setia (Ibr. 2:3-4; 10:32-34).
Ibr. 13:24, "Terimalah salam dari saudara-saudara di Italia" ditafsirkan bahwa Surat ini ditujukan
kepada orang-orang Yahudi di Italia, dikirim oleh orang Kristen Yahudi yang sama-sama sedang
menggumulkan tentang keraguan apakah mereka akan tetap bertekun dalam persekutuan dengan
orang-orang Kristen atau kembali ke sinagoge.
D. TEMA UTAMA
Surat ini jelas ditulis oleh seorang Yahudi yang mengetahui banyak PL, dan memberikan
pembelaan terhadap keunggulan Krisus sebagai Imam Besar untuk menguatkan iman
pendengarnya.
1. Keunggulan Kristus (superioritas)
a. Kristus lebih unggul dari nabi-nabi (1:1-4)
b. Kristus lebih unggul dari malaikat-malaikat (1:5-2:18)
c. Kristus lebih unggul dari Musa (3:1-19)
d. Kristus lebih unggul dari Yosua (4:1-13)
e. Kristus lebih unggul dari Harun (4:14-10:18)
2. Tugas Kristus - Keimaman
Orang-orang PL menyadari kekurang sempurnaan Perjanjian PL dan sistem korban, tetapi
justru mereka menemukannya dalam Kristus.
a. Tugas keimaman - ditentukan Allah (4:14 - 5:10)
b. Sesuai peraturan Malkisedek (5:11-7:28)
c. Sifat penebusan Kristus yang sempurna.
3. Pahlawan Iman
Konsep praktis Iman, seperti dicontohkan oleh para tokoh Alkitab, teladan perbuatan yang
berbobot. Orang Kristen ditantang untuk tetap bertahan dalam iman mereka dalam
menghadaoi aniaya dan kesultian.
E. TUJUAN PENULISAN
Dari keadaan keraguan yang dihadapi oleh orang-orang Kristen Yahudi tentang menerima Injil
atau kembali ke sinagoge, penulis berusaha memberikan pengarahan dan keyakinan iman agar
orang-orang Kristen Yahudi itu bertahan dalam segala keadaan, termasuk kalau dihadapkan pada
penganiayaan.
1. Menguatkan Iman

Surat ibrani ditujukan untuk menguatkan iman orang percaya untuk membuktikan
keunggulan dalam Kristus dan supaya orang-orang Yahudi siap menghadapi aniaya dan halhal yang tidak diinginkan lain-lain (kejatuhan Yerusalem). Dengan jelas ditegaskan agar
mereka jangan kembali kepada Yudaisme/hidup yang lama (ps. 6 dan 10), sebab berarti
mereka menyalibkan Yesus lagi.
2. Memberikan nasehat praktis
Beberpa nasehat diberikan oleh penulis Surat ini, seperti misalnya "Jagalah supaya kau
jangan menolak Dia yang berfirman." Dan beberapa peringatan lain yang intinya agar kita
orang-orang percaya tetap dalam persekutuan untuk saling menguatkan iman.
F. CATATAN
Surat Ibrani sering disebut sebagai Injil kelima, sesudah Injil Yohanes. Ciri khas utama dalam
Surat ini adalah perhatian besar penulis terhadap hubungan antara Injil dan PL. Penulis berhasil
membeberkannya dengan sistematis dan penuh pengetahuan penggabungan dari kedua bagian
Alkitab ini. PL adalah bayang-bayang (tipologi) akan penggenapan janji Allah pada jaman PL.
Dan hal ini sungguh menolong orang Yahudi mengenal jelas kedudukan mereka sebagai bangsa
pilihan Allah dalam PL.
G. GARIS PESAR ISI SURAT IBRANI
I.
Ibr 1:1-10:18
Argumentasi: Kristus dan Iman Kristen Lebih Unggul daripada
Agama Orang Yahudi
A. Ibr 1:1-4:13
Dalam Penyataan Yesus Kristus adalah Penyataan Penuh dan Akhir
dari Allah kepada Manusia
1. Ibr 1:1-3
Lebih Unggul dari Para Nabi
2. Ibr 1:4-2:18
Lebih Unggul dari Para Malaikat
Ibr 2:1-4
Peringatan: Bahaya Pengabaian
3. Ibr 3:1-6
Lebih Unggul dari Musa
Ibr 3:7-19
Peringatan: Bahaya Ketidakpercayaan
4. Ibr 4:1-13
Lebih Unggul dari Yosua
B. Ibr 4:14-10:18
Dalam Renungan Sebagai Imam Besar Kita, Yesus Jauh Melebihi
Keimaman Lewi
1. Ibr 4:14-7:25
Lebih Unggul Kualifikasi-Nya
Ibr 5:11-6:3
Peringatan: Bahaya Ketidakdewasaan Rohani
Ibr 6:4-20
Peringatan: Bahaya Kemurtadan
2. Ibr 7:26-28
Lebih Unggul Watak-Nya
3. Ibr 8:1-10:18
Lebih Unggul Pelayanan-Nya
a. Ibr 8:1-5
Bertempat di Tempat Kudus yang Lebih Baik
b. Ibr 8:6-13
Berlandaskan Perjanjian yang Lebih Baik
c. Ibr 9:1-22
Terlaksana Melalui Pelayanan yang Lebih Baik
d. Ibr 9:23-10:18
Digenapi Melalui Korban yang Lebih Sempurna
II. Ibr 10:19-13:17
Penerapan: Nasihat untuk Bertekun
A. Ibr 10:19-38
Dalam Bidang Keselamatan
B. Ibr 10:39-11:40
Dalam Bidang Iman
1. Ibr 10:39-11:3
Sifat-Sifat Iman
2. Ibr 11:4-38
Teladan Iman dari Perjanjian Lama
3. Ibr 11:39-40
Pembenaran Iman: Disempurnakan dalam Kristus
C. Ibr 12:1-13
Dalam Bidang Ketabahan
D. Ibr 12:14-13:17
Dalam Bidang Kekudusan
1. Ibr 12:14-29
Pengutamaan Kekudusan
2. Ibr 13:1-17
Pelaksanaan Kekudusan
Ibr 13:18-25
Penutup
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 439 - 450)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 85 - 88)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 130 - 136)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 471 - 485)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 269 - 284)
29
SURAT KIRIMAN YAKOBUS

A. LATAR BELAKANG NAMA YAKOBUS


Di dalam Kitab-kitab PB paling sedikit ada 3 nama Yakobus:
a. Yakobus Zebedeus, saudara Yohanes, murid Yesus (Luk 6:16).
b. Yakobus anak Alfeus, murid Yesus.
c. Yakobus saudara Yesus (Gal. 1:19).
Yakobus saudara Yesus
Dari referensi banyak orang berpendapat bahwa Yakobus yang dimaksud sebagai penulis Surat
Yakobus adalah adik Yesus. Saudara penulis yang lain adalah Yudas dan Yohanes/Simon (Mat
13:55; Mar. 6:3). Namun demikian pada waktu. Yesus masih hidup, Yakobus tidak mengakui
otoritasNya (Yoh 7:5). Tapi ia akhirnya bertobat justru sesudah penampakkan Yesus (1Kor. 15:7)
dan menjadi pemimpin Gereja Kristen Yahudi di Yerusalem (Gal. 2:9). Yakobus terkenal sebagai
seorang yang saleh dan taat pada hukum dengan ketat. Mendapat gelar "orang benar". Ia juga
seorang yang sangat berpengaruh dan menjadi uskup pertama melalui penunjukkan Yesus. Ia
jugalah yang menjadi pemimpin Sidang Pertama di Yerusalem (Kis. 15). Menurut cerita
dikatakan bahwa kulit lutut Yakobus menjadi tebal seperti kulit unta karena terlalu banyak
digunakan untuk berdoa.
Yakobus diperkirakan mati syahid sebelum Yerusalem dihancurkan tahun 70 an jaman Imam
Besar Ananias. Para imam takut dengan jumlah orang Kristen yang bertambah banyak, maka
akhirnya mengancam Yakobus untuk dibunuh kecuali kalau mau menyangkali dan menghujat
Yesus di depan umum, yaitu dengan berdiri di serambi Bait Allah untuk dilihat oleh semua dan
berkata " Yesus bukan Mesias". Tapi Yakobus menolak untuk menyangkal Yesus, dan justru
sebaliknya ia mengatakan bahwa "Yesus adalah Putra dan Hakim dunia". Hal ini
membangkitkan kemarahan orang-orang Yahudi, Yakobus akhirnya mati syahid setelah
dilemparkan dari lantai atas Bait Allah dan dirajam batu pada thn. 62 M.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Yak. 1:1 menyebutkan bahwa Surat Yakobus ditulis "dari Yakobus, hamba Allah dan Yesus
Kristus". Namun demikian, sampai pada abad ke 4 Surat Yakobus ini belum mendapat
pengakuan sebagai kitab kanon secara umum. Hanya setelah diselidiki bahwa Yakobus yang
dimaksud bukanlah Yakobus bin Zebedeus (yang sudah mati martir pada tahun ke 4) tapi
Yakobus saudara Yesus maka Surat ini akhirnya diterima secara resmi sebagai kitab kanon,
karena memenuhi syarat kerasulan.
Martin Luther adalah salah seorang teolog yang menolak menerima Surat Yakobus sebagai
kitab kanon, karena menurutnya pandangan Yakobus mengenai "dibenarkan karena
perbuatan" (Yak. 2:24) bertentangan dengan pandangan Paulus "dibenarkan karena iman"
(Rom. 3:28). Kitab ini oleh Martin Luther disebut sebagai "surat gadungan/surat jerami".
2. Tahun Penulisan
Surat Yakobus tidak menyebutkan dengan jelas tahun penulisannya. Tetapi para ahli
memperkirakannya antara tahun 44- 62M. Acuan yang dipakai adalah sekitar tahun-tahun
dimulainya penganiayaan atau sekitar persidangan pertama di Yerusalem (Kis. 15), yaitu
tahun 49M. Kalau hal itu betul maka Surat Yakobus ini menjadi dokumen PB yang ditulis
terpagi.
3. Tempat Penulisan
Tidak disebutkan tetapi kemungkinan besar di Yerusalem, karena Yakobus melayani jemaat
Yerusalem untuk selang waktu yang cukup lama (30 tahun).
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Meskipun tidak ada keterangan jelas kepada siapa Surat ini ditujukan, tapi sesuai dengan judul
Suratnya maka Surat ini mungkin ditujukan kepada sekelompok orang Kristen Yahudi yang ada
di perantauan (Yak. 1:1), yang mengalami banyak aniaya dan penderitaan. Tapi ini sulit
dimengerti kalau diartikan sebagai orang-orang Kristen diseluruh dunia. Bisa jadi hanya
semacam istilah yang biasa dipakai untuk sebutan Israel.
Tapi yang jelas selama banyak Tahun Yakobus melayani di Jemaat Yerusalem, yang sangat
mungkin bahwa jemaatnya hanya terdiri dari orang-orang Kristen Yahudi, karena dalam Surat
itu tidak disinggung sama sekali tentang masalah pertentangan dengan orang Kristen nonYahudi.
D. TEMA UTAMA
Jelas melihat dari isi Suratnya, Yakobus sangat menaruh perhatian dengan hal-hal keyahudian
dan praktek-praktek hidup yang berkenaan dengan sifat orang Yahudi yang sangat tertutup
(eksklusif). Penyajian Surat Yakobus tidak disusun secara sistematis, tapi dari seluruh isi buku
dapat dirangkumkan sbb.:

1. Iman dan perbuatan


Pengajaran tentang pentingnya perbuatan tidak boleh disalah artikan, dan menganggap hanya
perbuatan saja yang penting untuk keselamatan. Perlu ada keseimbangan yang sehat antara
iman karena anugerah dan perbuatan karena usaha manusia sebagai buah dari anugerah (Yak.
2:14-26).
2. Percobaan hidup untuk memurnikan iman
Pencobaan mempunyai segi kebahagiaan, walaupun itu bukan datang dari Allah. Allah
mengijinkan pencobaan itu ada untuk menguji iman, apakah iman itu murni atau palsu. Iman
yang murni akan bertekun dan bertahan dalam pencobaan (1:2-18; 5:7-11).
3. Pelaku Firman
Bukti bahwa kita taat pada Firman Tuhan adalah apabila kita melakukanNya.Tindakan kita
adalah bukti bahwa kita ada iman (Firman) (Yak. 1:19-27). Dicontohkan oleh Yakobus
tindakan-tindakan yang benar adalah tidak melakukan dosa lidah, tidak memfitnah orang,
tidak bermegah karena kaya, dll. (Yak. 3:1-12; 4:11-12; 5:1-6)
4. Doa orang benar besar kuasanya
Keberhasilan Yakobus dalam pelayanan dan ketekunannya adalah dalam doa. Tercatat dalam
cerita tradisi, Yakobus adalah pendoa syafaat (Yak. 5:13-20).
E. TUJUAN PENULISAN
Sebagai seorang Yahudi Kristen yang mempunyai kedudukan pemimpin, Yakobus menanggap
perlu untuk menghibur, mendorong dan sekaligus menegur praktek-prakterk hidup Kristen yang
tidak benar.
1. Menghibur mereka yang menderita.
Banyaknya tekanan yang menghimpit mereka khususnya dari pihak penguasa dan orangorang Yahudi yang menolak Injil, membuat orang Kristen Yahudi merasa terasing di daerah
sendiri. Percobaan-percobaan dan aniaya yang menimpa adalah ujian untuk menghasilkan
ketekunan (Yak. 1:3,4).
2. Menegor mereka yang menyeleweng
Iman yang benar harus menghasilkan hidup benar . Hal ini untuk mengimbangi pengajaran
tentang keselamatan yang diselewengkan. Maka Yakobus berkata kalau tidak ada hidup benar
maka ini membuktikan tidak adanya iman (Yak 2:14-26).
3. Mendorong jemaat untuk menghasilkan buah-buah iman (pelaku Firman)
Yakobus mengajarkan pembacanya untuk menerapkan iman dalam kehidupan praktis
khususnya melalui teladan Yakobus sendiri yang menunjukkan ketaatannya pada hukum. Ia
kuatir dengan perilaku manusia yang ceroboh sehingga merusak nama baik agama Kristen
( mis. dosa lidah, hawa nafsu yang jahat, tidak mengikut sertakan Tuhan dalam hidup, dll).
E. CATATAN
Martin Luther pertama tidak menerima Surat Yakobus sebagai Kitab Kanon, karena
menganggap konsep Yakobus tentang "keselamatan karena perbuatan" (Yak. 2:24) bertentangan
dengan Paulus bahwa "keselamatan karena anugerah melalui iman" (Gal. 2:9-10). Tapi jelas
bahwa Yakobus tidak mempermasalahkan iman, tapi ia berkata iman saja tidak membuktikan
apa-apa kecuali ada perbuatan.
F. GARIS BESAR ISI YAKOBUS
Yak 1:1
Salam Kristen
I.
Yak 1:2-18
Menghadapi Pencobaan dan Menarik Manfaatnya
A. Yak 1:2-4
Menerimanya Sebagai Sarana Pertumbuhan
B. Yak 1:5-8
Memohon Hikmat untuk Mengatasinya
C. Yak 1:9-12
Bersukacita Dalam Tindakan Penyamarataannya
D. Yak 1:13-18
Mengetahui Bedanya Pengujian dan Pencobaan
II. Yak 1:19-27 Mendengarkan Firman Allah dan Melakukannya
III. Yak 2:1-13
Tidak Pilih Kasih dan Menunjukkannya
IV. Yak 2:14-26 Mengaku Beriman dan Membuktikannya
V. Yak 3:1-5:6
Menyadari Jebakan-Jebakan dan Mengelakkannya
A. Yak 3:1-12
Lidah yang Sukar Dikendalikan
B. Yak 3:13-18
Hikmat yang Tidak Rohani
C. Yak 4:1-10
Kelakuan Berdosa
D. Yak 4:11-12
Memfitnah Saudara Seiman
E. Yak 4:13-17
Hidup dengan Congkak
F. Yak 5:1-6
Kekayaan yang Mementingkan Diri Sendiri
VI. Yak 5:7-20
Kebajikan dan Kehidupan Kristen
A. Yak 5:7-11
Kesabaran dan Ketekunan

B. Yak 5:12
C. Yak 5:13-18
D. Yak 5:19-20

Kejujuran yang Polos


Doa Tak Berkeputusan untuk Orang Sakit
Memulihkan yang Terhilang

Tugas Baca:
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 83 - 85)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 137 - 141)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 462 - 471)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 282 - 287)
30
SURAT KIRIMAN PETRUS PERTAMA
A. LATAR BELAKANG
1. Nama Petrus
Nama asli Petrus adalah Simon bin Yunus. Petrus sudah berkeluarga (Mrk 1:30). Pada
perjalanan misinya, istrinya juga ikut (I Kor. 9:5). Petrus berasal dari Betsaida, kota didaerah
Golan, dengan penduduk kebanyakan Yunani (Yoh 1:44). Ada juga rumah Petrus di
Kapernaum di Galilea (Mrk 1:21). Pekerjaan Petrus sebelum menjadi murid Yesus adalah
sebagai nelayan. Bahasa yang dipakai didaerah dimana Petrus tinggal adalah bahasa Aram
(Mrk. 14:70). Sekalipun Petrus adalah seorang Yahudi tapi ia tidak mempunyai pendidikan
agama Yahudi dan tidak belajar Hukum Taurat (Kis 4:13: mungkin ia buta huruf). Adiknya
bernama Andreas (nama Yunani), murid Yohanes Pembaptis (Yoh 1:39). Petrus mengenal
Yesus karena adiknya ini. Petrus menjadi salah satu murid terdekat dari 12 murid Yesus dan
mendapat nama baru "Kepha" (bhs. Aram) atau "Kefas" (bhs. Ind.). artinya batu karang/batu
besar (Mat. 16:18; Gal 2:9). Dalam bhs. Yunani nama itu menjadi "Petrus". Dalam Markus
16:8 ia disebut "Simon Petrus"
2. Pribadi Petrus dan Pelayanannya
Petrus dikenal sebagai seorang pemberani dan pemimpin di antara murid-murid Yesus. Ia
sering menjadi juru bicara bagi murid-murid Yesus, mungkin karena suara Petrus paling
lantang, bahkan ia sering disebut sebagai si Mulut Besar, cepat bertindak tapi kadang kurang
berpikir.
Tuhan secara pribadi memanggil Petrus (Luk 24:34; I Kor 15:5) dan menubuatkannya bahwa
diatas pengakuannya Tuhan akan mendirikan jemaatNya Mat. 16:18). Petrus termasuk salah
satu murid terdekat Yesus dan bersama dengan Yohanes dan Yakobus, Petrus mendapat
kehormatan untuk menyaksikan Yesus dipermuliakan di atas gunung (Mat. 17:1-8) dan juga
diajak berdoa bersama-sama Yesus di Getsemani (Mat. 26:36-37). Ada juga masa suram
pelayanannya, yaitu ketika ia menyangkali Tuhan 3 kali. Ini merupakan pukulan yang hebat
untuk Petrus. Tapi justru karena itulah akhirnya Petrus dipulihkan oleh Tuhan dan mendapat
tugas untuk memelihara domba-dombaNya (Yoh. 21:15-19).
Sebelum Pantekosta Petrus memimpin persekutuan di antara rasul-rasul (Kis. 1:15). Pada hari
Pantekosta ia menjadi pengkhotbah utama dan 3000 orang bertobat (Kis. 2:14-41). Dalam
perkembangan gereja mula-mula Petrus menjadi juru bicara dihadapan penguasa Yahudi
(Kis. 4:8). Ia juga menjadi pimpinan dalam pelaksanaan tata tertib gereja (Kis. 5:3).
Pelayanannya juga dilengkapi Tuhan dengan kuasa adi kodrati (Kis. 5:15). Pelayanannya
juga sampai ke Samaria (Kis. 8:14). Ia juga menjadi penginjil pertama untuk orang nonYahudi (Kis.10:1). Pernah berbeda pendapat dengan Paulus soal "proselite" untuk orangorang Kristen non-Yahudi, tapi akhirnya persoalan selesai melalui Sidang di Yerusalem.
Misi pelayanan Petrus tidak mudah dilacak. Mungkin ia menginjili daerah Palestina sampai
masa penganiayaan kaisar Nero. Nama Petrus juga dihubungkan dengan daerah Bitinia, di
Asia kecil. Itu sebabnya Paulus dilarang untuk pergi ke Bitania, sebab Petrus sudah di sana.
3. Akhir Hidup Petrus
Menurut cerita tradisi pelayanan Petrus banyak dihambat oleh penganiayaan dari kaisar Nero.
Sahabat-sahabat Petrus menasehatkannya untuk meninggalkan kota Roma., sehingga ia
masih bisa melakukan pelayanan di luar Roma dengan bebas. Untuk meninggalkan kota
Roma Petrus harus menyamar karena ia telah menjadi buronan. Tetapi dalam perjalanan
melarikan diri itu Petrus bertemu dengan Yesus dan berkata "Quo Vadis?" (akan kemana?).
Yesus berkata: "Aku pergi ke Roma untuk disalibkan." Dan sadarlah Petrus, lalu ia kembali
ke Roma dengan sukacita dan memuji Tuhan. Akhir Petrus tetap tinggal di Roma, dianiaya

dan dihukum mati oleh Kaisar Nero di kota Roma. Dan atas permintaannya sendiri Petrus
mati di salib dengan kaki di atas dan kepala di bawah.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Selain penulis sendiri yang memperkenalkan diri dalam 1 Pet. 1:1, secara tradisi diterima
bahwa penulis Surat 1 Petrus adalah Rasul Petrus. Tidak ada sanggahan dalam hal ini..
Namun demikian ada beberapa kesulitan untuk menerima bahwa Petrus sendirilah yang
menulis surat itu. Perdebatan tsb. disebabkan antara lain:
a. Kemungkinan bahwa bukan Petrus sendiri yang menulis Surat Petrus dengan alasannya:
Surat Petrus mempunyai gaya bahasa yang sangat baik, bahkan lebih baik dari surat
Paulus yang terpelajar, padahal Petrus adalah seorang nelayan, yang kemungkinan
besar buta huruf.
Petrus berbahasa Aram, jadi tidak mempunyai kemampuan cukup dalam bahasa
Yunani.
Sanggahan terhadap alasan di atas:
Pada abad 1, banyak orang Galilea yang mempunyai dwi bahasa (Aram dan Yunani).
Profesi nelayan tidak selalu berarti tidak terpelajar, hanya mereka tidak mendapat
pendidikan formal.
ada jangka waktu 30 tahun sejak Petrus menjadi nelayan, jadi kemungkinan Petrus
telah banyak belajar (termasuk bahasa formal/Yunani).
b. Kalau bukan Petrus?
Kemungkinan Markus (Yohanes Markus, penulis Injil Markus), karena ia banyak
bersama-sama dengan Petrus, bahkan sampai Petrus meninggal.
Silwanus/Silas (teman Paulus sebagai pengantar surat).
c. Petrus mempunyai sekretaris.
Kemungkinan lain adalah Petrus mempunyai penulis untuk menyampaikan buah
pikirannya.
2. Tahun Penulisan
Penetapan tahun penulisan tergantung dari penafsiran "Babilon", karena penulis mengatakan
ia sedang berada di "Babilon" ketika menuliskan surat ini (I Petr 5:12-13). Kalau penafsiran
"Babilon" berarti kota Roma, maka perkiraan tahun penulisan adalah antara 60-68M.
Beberapa peristiwa seperti misalnya penganiayaan dan pembinasaan terhadap orang-orang
Kristen sangat cocok dengan keadaan tahun 63-64 M.
3. Tempat Penulisan
Menurut 1 Pet. 5::13, penulis sedang ada di "Babilon" ketika menuliskan Suratnya. "Babilon"
jelas bukan arti harafiah, tapi simbolis. Tempat mana kira-kira yang dimaksud penulis? Ada
beberapa tafsiran dengan "Babilon":
a. Babilon kuno di Mesopotamia, ditepi sungai Efrat.
b. Sebuah Kota militer di Mesir.
c. Nama simbolis untuk kota Roma.
Tidak ada tradisi yang menceritakan bahwa Petrus pernah ada di Mesopotamia/Mesir. Jadi
kemungkinan no. 3 lebih tepat, yaitu Roma. Hal ini didukung dengan bukti-bukti:
Pet. 5:13, bahwa Markus berada bersama-sama Petrus, dan menurut Paulus (Kol.
4:10) Markus bersama-sama dengan Petrus di Roma.
Nama "Babilon/Babel" pada abad 1 dikenal sebagai nama lain untuk kota Roma,
juga dilihat dari kitab Wahyu 17:5.
Dari tradisi diketahui bahwa Petrus mati di kota Roma.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Petrus menuliskan Surat 1 Petrus untuk "Orang-orang pendatang, yang tersebar di (1:1) di
Pontus, Galatia, Asia kecil, dan Bitinia." Mirip dengan Surat Yakobus, tapi dari data-data
selanjutnya kita temukan bahwa Petrus menujukan Surat ini kepada orang-orang non-Yahudi (1
Pet. 1:14, 18: 2:9-10; 4:3). Orang-orang yang menurut Petrus sedang dalam keadaan
berdukacita, dihambat (1:6,7) dan diejek (3:9,16).
D. TEMA UTAMA
Tema utama Surat Petrus adalah Penderitaan dan Pencobaan
1. Penderitaan dan Pencobaan sebagai ujian Iman
Kata "penderitaan dan pencobaan" dipakai lebih dari 10 kali dalam Surat 1 Petrus. Ini
merupakan satu sisi kehidupan Kristen yang sering dilupakan. allah tidak hanya menjanjikan

berkat tapi juga penderitaan. Dan justru karena itulah orang Kristen dipanggil, untuk
mengikuti jejak Kristus yang lebih dahulu sudah menderita untuk kita (1 Pet. 2:21).
2. Pengharapan dalam Kristus
Untuk tujuan apakah penderitaan dan pendocaan itu diberikan? Untuk menguji iman kita,
apakah murni seperti emas yang keluar dari perapian? Kristus telah menjadi teladan bagi kita.
Ia telah menang untuk kita (3:18b-22). Inilah penghiburan bagi pengikut-pengikutNya,
bahwa kita juga akan menang.
3. Penggembalaan
Pertama, Petrus memberi perintah kepada jemaat untuk melayani sesama (1 Pet. 4:7-11).
Kedua Petrus juga memberi perintah kepada pemimpin jemaat untuk mengasihi dombadomba kawanannya dan memelihara mereka dengan benar. Salah satu ciri Surat 1 Petrus ini
adalah banyak menggunakan kata perintah.
E. TUJUAN PENULISAN
Sebagai pemimpin yang dituakan Petrus memberikan beberapa penghiburan kepada kawanan
gembalaannya:
1. Memberikan penghiburan dan semangat
Petrus melihat dan mengalami kejamnya penganiayaan dari pemerintah dan orang-orang nonKristen. Oleh karena itu sangat perlu sebagai pemimpin jemaat ia mengirimkan Surat bagi
orang-orang Kristen untuk bertahan dalam segala penderitaan. Karena akhir dari semuanya
itu akan menghasilkan iman yang murni karena telah teruji oleh api penderitaan (1 Pet. 1:312; 2:21-25: 3:13-4:6).
2. Nasehat untuk menjalankan hidup baru
Orang-orang Kristen mempunyai kelebihan dibanding dengan orang-orang yang bukan
Kristen, mereka memiliki kemampuan untuk hidup kudus karena kekuatan dari Firman
Tuhan. Orang Kristen harus menjadi teladan, hidup sebagai umat Allah yang terpilih, dan
jangan seperti orang Israel yang justru menjadi batu sandungan (1 Pet. 1:13-2:25).
3. Nasehat untuk para pemimpin dan gembala
Petrus menasehatkan para pemimpin dan penatua untuk menggembalakan kawanan domba
Allah dengan baik. Tdak semua orang dapat menjadi pemimpin, itu sebabnya Petrus juga
memberikan syarat-syarat agar dapat dipertanggungjawabkan kepada Gembala Agung kita (1
Pet. 5:1-11).
F. CATATAN
Teologia Petrus mempunyai kemiripan dengan Teologia Paulus. Mungkin karena mereka
mempunyai hubungan yang dekat dalam pelayanan.
G. GARIS BESAR ISI SURAT 1 PETRUS
1Pet 1:1-2
Salam Kristen
I.
1Pet 1:3-2:10
Hubungan Orang Percaya dengan Allah
A. 1Pet 1:3-12
Keselamatan oleh Iman
B. 1Pet 1:13-2:10
Kekudusan Karena Ketaatan
II. 1Pet 2:11-3:12
Hubungan Orang Percaya dengan Sesamanya
A. 1Pet 2:11-17
Tanggung Jawab Umum
B. 1Pet 2:18-3:7
Tanggung Jawab Rumah Tangga
1. 1Pet 2:18-25
Tanggung Jawab Budak Terhadap Tuannya
2. 1Pet 3:1-6
Tanggung Jawab Istri Terhadap Suaminya
3. 1Pet 3:7
Tanggung Jawab Suami Terhadap Istrinya
C. 1Pet 3:8-12
Ringkasan Prinsip-Prinsip yang Mengatur Hubungan Orang Percaya
dengan Sesamanya
III. 1Pet 3:13-5:11
Hubungan Orang Percaya dengan Penderitaan
A. 1Pet 3:13-4:11
Ketabahan Menghadapi Penderitaan
1. 1Pet 3:13-17
Karena Berbahagia dari Menderita dengan Tidak Adil
2. 1Pet 3:18-4:6
Karena Teladan Kristus yang Berkuasa
3. 1Pet 4:7-11
Karena Urgensi pada Akhir Zaman
B. 1Pet 4:12-19
Bersukacita dalam Menghadapi Penderitaan
1. 1Pet 4:12
Karena Menguji Realitas Iman Kita
2. 1Pet 4:13,14-16 Karena Ikut Mengambil Bagian dalam Penderitaan Kristus
3. 1Pet 4:13,17-19 Karena Mempersiapkan Kita untuk Kemuliaan Kedatangan-Nya
C. 1Pet 5:1-11
Nasihat dalam Menghadapi Penderitaan
1. 1Pet 5:1-4
Kepada Penatua -- Gembalakan Domba
2. 1Pet 5:5-11
Kepada Orang yang Lebih Muda
1Pet 5:12-14
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 425 - 436)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 88 - 91)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 142 - 147)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 485 - 499)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 288 - 293)
31
SURAT KIRIMAN PETRUS KEDUA
A. LATAR BELAKANG
(Lihat Surat Kiriman Petrus Kedua)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Penulis Surat 2 Petrus menurut 2 Pet. 1:1, adalah Simon Petrus. Didukung juga dengan
informasi dari surat-surat PB yang lain. Bukti dari dalam surat sendiri adalah penulis
merupakan saksi mata peristiwa Transfigurasi (2 Pet.1:16-18), juga dari 2 Pet. 3:1 penulis
mengkaitkan keberadaan Surat 1 Petrus. Penulis juga menyatakan bahwa ia mengenal Tuhan
yesus secara langsung (2 Pet.14; Yoh. 21:18).
Namun demikian masih ada perdebatan yang memberatkan kebenarannya:
a. Surat 2 Petrus kurang dihargai oleh Bapak-bapak Gereja, karena paling jarang
dibicarkan/dikutip.
b. Ada kesamaan antara Surat 2 Petrus dengan Yudas. Ada anggapan 2 Petrus mengutip
Surat Yudas.
c. Perbedaan dalam gaya penulisan terlihat jelas sekali antara Surat 1 Petrus dan 2
Petrus. Kemungkin ini bisa terjadi karena Petrus memakai penulis yang berbeda.
Sanggahan terhadap keberatan bahwa Petrus adalah penulis Surat 2 Petrus:
a. Pada abad ke 4, Bapak Gereja Athanasius, Ambrose dan Agustine menerima Surat
Petrus sebagai Kitab Kanon.
b. Perbedaan dengan Surat 2 Petrus tidaklah mutlak, karena ada bagian-bagian yang
mempunyai kesamaan dengan kata-kata Petrus dalam Kis. Rasul, misalnya dalam
penggunaan kata khusus "eusebeia" (hidup yang saleh) dalam 2 Pet. 1:3, 6, 7 ; 3;11,
yang juga terdapat dalam Kis. 3:12. Selain Petrus (dalam Kis. 3:12 itu) tidak ada
rasul lain yang menggunakannya.
2. Tahun Penulisan
Kepastian yang jelas, Surat 2 Petrus ditulis sebelum tahun 68M (kematian Petrus). Dari 2 Pet.
1:14 ada petunjuk bahwa penulisan surat ini adalah mendekati tahun kematian penulis. Jadi
diperkirakan bahwa Petrus menulis Surat 2 Petrus sesudah tahun 65-67M.
3. Tempat Penulisan
Seperti halnya Surat 1 Petrus, kota Roma adalah tempat penulis menuliskan surat ini,
khususnya dengan kepastian bahwa Petrus mati di kota Roma.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Dari 2 Pet.1:1, 2 Surat Petrus ini ditujukan kepada semua orang Kristen secara umum.
D. TEMA UTAMA
Tema utama Surat 2 Petrus ini adalah pengenalan dan pengetahuan. Kata-kata ini muncul lebih
dari 15 kali dalam Surat 2 Petrus.
1. Ajaran-ajaran sesat
Untuk dapat mengenali dan mengoreksi ajaran-ajaran palsu yang menyusup kedalam
kehidupan jemaat, maka kita perlu mengenal dan mengetahui kebenaran yang sejati. Dari
siapakah ajaran-ajaran sesat itu muncul? dari guru-guru palsu, dari dalam jemaat, dari orangorang Kristen (1 Pet. 2:1, 13, 20, 21). Hal ini terlihat dari sikap hidup dan perbuatan yang
meninggalkan kebenaran (2:10-14).
2. Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (3:3,4)
Hari Tuhan yang datang lambat (3,9-13) sehingga membuat mereka sangsi. Kelambatan hari
Tuhan harus diartikan, bahwa Tuhan masih panjang sabar dan bertahan terhadap ejekan.
3. Kedewasaan Iman dalam Kristus (1:3-11)
Allah menyediakan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh, yaitu pengenalan akan
Kristus dan kuasaNya. Kedewasaan iman adalah seperti anak tangga (1:5-7), yaitu iman,

kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih
akan semua orang.
E. TUJUAN PENULISAN
1. Memberikan peringatan akan ajaran sesat
Petrus dan Paulus adalah rasul-rasul yang gencar sekali dalam memberikan nasehat supaya
orang-orang Kristen menjauhkan diri dari penyesat-penyesat yang mempunyai ciri-ciri 2:120)
2. Penegasan akan pentingnya ajaran Paulus
Banyak orang menafsirkan bahwa Paulus mempunyai permusuhan dengan Petrus yang tidak
henti-hentinya. Memang Paulus dan Petrus pernah berselisih. Tapi dari Surat 2 Petrus kita
melihat tidak benar. Surat-surat Paulus rupanya sudah banyak beredar dan dibaca, juga kitabkitab lain dan (2 Pet. 3:15-16). Namun demikian Petrus mengakui bahwa tulisan-tulisan
Paulus tidaklah mudah dipahami sehingga mereka yang tidak teguh iman akan
memutarbalikkannya.
3. Penghiburan untuk mereka yang menderita
Disampaikan karena keadaan-keadaan yang mendesak dan penganiayaan yang semakin
besar. Gereja menghadapi kebimbangan karena situasi yang tidak menentu. itulah sebabnya
Surat 2 Petrus berisi banyak nasehat tentang perlunya pengetahuan supaya ditengah aniaya
mereka tidak terombang-ambing.
F. CATATAN
Beberapa ahli PB memberikan perhatian akan kemiripan Surat 2 Petrus dengan Surat Yudas.
Perbandingan antara kedua Surat tsb. sbb.:
2 Petrus 2
Yudas 1
----Malaikat yang berbuat dosa (ayat )
Sodom dan Gomora (ayat )
----Jalan Bileam (ayat )
-----

Israel di padang gurun (ayat )


Malaikat-malaikat yang tidak taat (ayat )
Sodom dan Gomora (ayat )
Jalan yang ditempuh kain (ayat )
Kesesatan Bileam (ayat )
Kedurhakaan Korah (ayat )

G. GARIS BESAR ISI SURAT 2 PETRUS


2Pet 1:1-2
Salam Kristen
I.
2Pet 1:2-21
Pujian Atas Pengenalan yang Benar
A. 2Pet 1:2-4
Kuasa Pengenalan Akan Allah yang Mengubah Hidup
B. 2Pet 1:5-11
Sifat Progresif Pertumbuhan Kristen
C. 2Pet 1:12-21
Kesaksian Rasul Terhadap Firman Kebenaran
1. 2Pet 1:12-15
Motivasinya
2. 2Pet 1:16-21
Metodenya
a. 2Pet 1:16-19 Saksi Mata dari Firman yang Dinubuatkan
b. 2Pet 1:20-21 Pengilhaman Kitab Suci yang Dinubuatkan
II. 2Pet 2:1-22
Kecaman Terhadap Guru-Guru Palsu
A. 2Pet 2:1-3
Yang Dapat Diharapkan dari Guru Palsu
B. 2Pet 2:4-10
Yang Dapat Mereka Harapkan dari Allah
C. 2Pet 2:10-19
Beberapa Ciri Guru-Guru Palsu
D. 2Pet 2:20-22
Bahaya-Bahaya Kemunduran dari Kebenaran
III. 2Pet 3:1-18
Kepastian Kedatangan Tuhan
A. 2Pet 3:1-7
Penyangkalan Kedatangan-Nya
B. 2Pet 3:8-10
Kepastian Kedatangan-Nya
C. 2Pet 3:11-18
Hidup Menantikan Kedatangan-Nya
2Pet 3:18
Ucapan Berkat
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 452 - 457)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 92 - 94)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 148 - 152)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 285 - 499)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 294 - 299)
32

SURAT KIRIMAN YOHANES PERTAMA


A. LATAR BELAKANG
1. Yohanes
Yohanes adalah anak Zebedeus yang muda, karena Yakobus selalu disebut lebih dahulu. Tapi
Lukas selalu memberikan urutan Petrus, Yohanes dan Yakobus, mungkin karena Yohanes
hubungannya lebih dekat dengan Petrus. Ibu Yohanes adalah Salome, dalam Mat. 27:50, ia
disebut "Ibu anak-anak Zebedeus". Salome selalu diasosiasikan sebagai adik Maria Ibu
Yesus, karena dalam Yoh. 19:25 dikatakan ada 4 perempuan berdiri dekat salib Yesus, yaitu
Maria ibu Yesus, 2 orang Maria dan adik ibu Yesus. Kalau benar maka Yohanes adalah ipar
Yesus. Mrk. 1:20 memberitakan bahwa ayahnya mempunyai orang-orang upahan, berarti
Yohanes berasal dari keluarga yang cukup berada. Luk 8:3 juga menyebutkan bahwa Salome
melayani mereka dengan kekayaannya.
Yohanes ada kemungkinan pernah menjadi murid Yohanes Pembaptis, tetapi tidak ada bukti
jelas. Yohanes dan juga saudaranya sering dijuluki Yesus sebagai: "Anak-anak guruh" (Mrk
3:17) mungkin karena mereka orang-orang Galilea yang penuh vitalitas, semangat dan
nelayan yang pantang menyerah, tetapi kurang terarah. Hal itu terbukti dari pandangan yang
salah tentang kerajaan Yesus; ambisi yang dirasuki oleh nalar yang tidak benar (Luk. 9:5254). Yohanes berada di Golgota pada saat Yesus disalib dan juga pada saat Yesus
menyerahkan ibunya dalam pemeliharaan Yohanes. Ia juga yang berlari dengan Petrus
menengok kubur Yesus yang kosong. Ia juga yang bersama murid-murid yang lain pada
waktu Yesus menampakkan diri di danau Tiberias. Yohanes juga yang disebut akan memiliki
umur panjang (Yoh 21:23).
Setelah hari Pantekosta murid-murid Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang Injil dan
orang-orang keheranan karena mereka orang-orang yang tidak terpelajar (Kis 4:13). Di dalam
kehidupan gereja mula-mula Yohanes termasuk tokoh utama dalam gereja Yerusalem
bersama Petrus. Tidak diketahui pasti kapan Yohanes meninggalkan Yerusalem. kemungkinan
besar dia pergi ke Efesus dimana ia lalu dibuang ke Pulau Patmos.
Selain Surat Kiriman ini Yohanes juga menulis Kitab Injil yang berisi pemberitaan tentang
Yesus, pelayanan dan pengajaranNya.
2. Latar Belakang Surat-surat Kiriman Yohanes
Pada waktu penulis menulis surat-surat ini perpecahan antara orang Kristen dan
Singagoge sudah terjadi. Tapi pertentangan antara perbuatan dan iman sudah mereda. Pada
waktu orang-orang non-Yahudi mulai masuk gereja, banyak latar belakang budaya filsafat
mempengaruhi pengajaran doktrinal. Mulai banyak timbul pertanyaan-pertanyaan yang
menjadi dilema. Bahkan hingga hari ini, khususnya tentang hakikat Yesus (sifat-sifat
keAllahan dan kemanusiannya).
Gejala Gnostisisme menjadi bahaya besar bagi gereja sampai akhir abad 2. Gnotisisme
adalah suatu filsafat agama (bukan sistem agama) yang percaya pada ajaran bahwa Roh itu
baik, tubuh jahat. Diantara keduanya tidak ada hubungan yang kekal. Keselamatan berarti
kebebasan dari dunia jasmani ke dunia rohani. Sarana untuk mendapat kebebasan bermacammacam, salah satunya ialah pengetahuan (Gnosis = pengetahuan/Bahasa Yun.), supaya
manusia dapat melampui ikatan belenggu jasmani menuju pengetahuan surgawi.
Pertentangan yang paling tajam antara agama kristen dan pengetahuan adalah yang
menyangkut tentang pribadi Kristus. Bagaimana mungkin Roh yang begitu suci dan Agung
(Allah) dapat bersatu dengan tubuh jasmani (Kristus).
Gejala-gejala kepercayaan ini berbahaya untuk menafsirkan pengajaran Injil. Hal inilah yang
menjadi tema utama Surat-surat Yohanes.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Walaupun penulis tidak mencantumkan namanya dalam Surat 1 Yohanes, tapi kita
mempunyai keyakinan bahwa Rasul Yohanes adalah penulisnya. Kepastian akan
kebenarannya tidak dimasalahkan. Selain tradisi Kristen mempercayainya, juga bukti-bukti
dari dalam memperlihatkan bahwa Surat Yohanes ini mempunyai kemiripan kuat dengan Injil
Yohanes, baik dalam hal isi, gaya bahasa, maupun perbendaharaan katanya.
Contoh: I Yoh 1:1 dan Yoh 1:1
2. Tahun Penulisan
Sekitar tahun 90 M, karena kemungkinan sudah adanya ajaran-ajaran sesat Gnostik yang
menyusup di gereja. Tapi yang jelas saat itu penulis sudah dalam usia yang lanjut.

Pendapat lain memperkirakan bahwa Surat 1 Yohanes ini sudah diedarkan lebih dulu
daripada Injil Yohanes. Tapi hal ini sulit diterima karena dari isi Surat 1 Yohanes terlihat
bahwa pembaca diperkirakan sudah mempunyai pengetahuan tentang Injil dan juga dalam
Injil Yohanes tidak ada tanda-tanda tentang perlawanan terhadap ajaran Gnostik.
Pendapat lain memperkirakan tahun yang lebih lambat, yaitu dengan membandingkan dengan
tulisan-tulisan Bapak-bapak gereja yang menceritakan hal yang sama dengan Surat Yohanes,
yaitu tentang perlawanan ajaran Gnostik. Kalau hal itu betul mungkin tahun penulisan akan
sekitar 110M.
3. Tempat Penulisan
Diperkirakan Yohanes menulis Surat 1 Yohanes ini ketika ia ada di Efesus.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Yohanes memanggil pembaca-pembacanya dengan "anak-anakku" (1 Yoh. 2:1), mungkin
Yuhanes menuliskan ini untuk sekelompok orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan
Yohanes. Juga karenaYohanes pada saat itu sudah berusia lanjut, maka sudah sepantasnya ia
memanggil orang-orang disekitarnya dgn. sebutan itu.
D. TEMA UTAMA
Yohanes menggunakan kata "tahu, mengetahui dan mengenal" lebih dari 35 kali dalam Suratnya
ini. Dan ada 3 kata yang harus menjadi dasar, yaitu kasih, terang dan hidup kekal. Seperti dalam
bukunya Injil Yohanes, pengalaman hidup Kristen berpusat pada ketiga kata kunci ini. Allah
adalah kasih, kasih Allah nyata dalam diri YesusKristus. Dan kita yang berasal dari Dia akan
hidup dalam terang Allah, karena Allah itu Terang. Dan barang siapa memiliki Anak, ia
memiliki hidup, hidup yang kekal (1 Yoh. 3:7-21; 1:5-10; 5:12). Hanya di dalam konteks inilah
orang Kristen dapat bertumbuh dan menghasilkan kemurnian hidup yang ideal, hidup yang
diimpikan oleh pengikut aliran gnostik. Tanpa anugerah Allah, dan pengenalan penyataanNya
maka kita tidak akan memiliki pengetahuan yang sempurna.
E. TUJUAN PENULISAN
Tujuan utama Rasul Paulus menulis Surat 1 Yohanes ini adalah untuk melawan dan memerangi
gnostisisme. Yohanes memberi nasehat kepada pembacanya bahwa hanya dengan mengetahui
kebenaran, maka tidak ada tindakan yang benar. Diantara nasehatnya itu ada 7 pokok patokan
untuk mempunyai kelakuan yang baik:
- Berjalan dalam terang (1:57)
- Jangan menipu (1:8-10)
- Turuti perintahNya (2:1-5)
- Tirulah Kristus (2:6)
- Kasihilah sesamamu (2:7-14)
- Jangan mengasihi dunia (2:15-17)
- Tinggallah dalam Kristus dan perbuatlah yang benar (2:18-3:10)
F. GARIS BESAR ISI SURAT I YOHANES
1Yoh 1:1-4
Pendahuluan
I.
1Yoh 1:5-2:28
Persekutuan dengan Allah
A. 1Yoh 1:5-2:2
Prinsip-Prinsip Persekutuan dengan Allah
1. 1Yoh 1:5
"Tidak Ada Kegelapan" Dalam Allah
2. 1Yoh 1:6
Tidak Ada Persekutuan Dalam Kegelapan
3. 1Yoh 1:7
Persekutuan Dalam Terang
4. 1Yoh 1:8-2:2
Persekutuan Dalam Penyucian dari Dosa
B. 1Yoh 2:3-28
Manifestasi-Manifestasi Persekutuan dengan Allah
1. 1Yoh 2:3-5
Ketaatan
2. 1Yoh 2:6
Keserupaan dengan Kristus
3. 1Yoh 2:7-11
Kasih
4. 1Yoh 2:12-17
Pemisahan dari Dunia
5. 1Yoh 2:18-28
Kesetiaan Kepada Kebenaran
II. 1Yoh 2:29-3:24
Anak-Anak Allah
A. 1Yoh 2:29-3:18
Ciri-Ciri Khas Anak-Anak Allah
B. 1Yoh 3:19-24
Keyakinan Anak-Anak Allah
III. 1Yoh 4:1-6
Roh Kebenaran
A. 1Yoh 4:1,3,5
Mengenali Roh Kesesatan
B. 1Yoh 4:2,4,6
Mengakui Roh Kebenaran
IV. 1Yoh 4:7-5:3
Kasih Allah
A. 1Yoh 4:7-10
Asal-Usul Ilahi dari Kasih
B. 1Yoh 4:11-13,19-21 Tanggapan yang Layak Terhadap Kasih Allah
C. 1Yoh 4:14-16
Tinggal Dalam Kasih Allah
D. 1Yoh 4:17-18
Kesempurnaan Kasih
E. 1Yoh 5:1-3
Ketaatan Kasih

V.

1Yoh 5:4-20 Jaminan dari Allah


A. 1Yoh 5:4-5
Mengenai Hal Mengalahkan Dunia
B. 1Yoh 5:6-10
Mengenai Keterandalan Injil
C. 1Yoh 5:11-13
Mengenai Hidup Kekal di Dalam Anak-Nya
D. 1Yoh 5:14-17
Mengenai Jawaban-Jawaban untuk Doa
E. 1Yoh 5:18-20
Mengenai Tiga Kepastian Besar
1Yoh 5:21
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 463 - 467)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 96 - 99)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 153 - 159)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 513 - 521)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 313 - 371)
33
SURAT KIRIMAN YOHANES KEDUA
A. LATAR BELAKANG YOHANES
(Lihat Surat Kiriman Yohanes Pertama)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Sama seperti surat sebelumnya (1 Yohanes) dan Injil Yohanes, pengarang Surat 2 Yohanes
adalah Yohanes anak Zebedeus. Hal ini terlihat jelas dari gaya dan isi Suratnya.
2. Tahun Penulisan
Surat 2 Yohanes ini ditulis pada tahun yang hampir bersamaan dengan Surat 1 Yohanes, yaitu
sekitar tahun 90 M.
3. Tempat Penulisan
Ditulis oleh Yohanes di Efesus, gereja di Asia.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Salam pembukaan Surat ini tertulis "kepada ibu yang terpilih dan anak- anaknya" (1 Yoh. 1:1).
Banyak tafsiran dalam hal ini:
1. Arti harafiah, seorang wanita yang rumahnya dipakai untuk persekutuan.
2. Arti figuratif, gereja/jemaat-jemaat Tuhan. Hal ini sesuai dengan panggilan penatua
kepada jemaatnya.
3. Sekelompok orang Kristen tertentu, dimana penulis menjadi penanggung jawab,
khususnya untuk keadaan yang sedang mengancam (ajaran sesat). Terlihat dari
beberapa ungkapan yang lain, seperti:
"di dalam rumahmu"
"aku berharap datang sendiri padamu" (2 Yoh.1:1,10,12)
D. TEMA UTAMA
Kunci kata penting dalam surat 2 Yohanes ini adalah: kebenaran.
Kebenaran ajaran Kristus harus menjadi dasar. Khususnya untuk melawan mereka yang
menyangkal Kristus sebagai anak manusia. Kalau pengajaran sesat masuk dan diterima maka
berarti harus membuang iman. Oleh karena itu Yohanes mendorong kita untuk bertekun
mengikuti kebenaran yang sudah ada dalam hati dan menggenapinya dalam hukum kasih
E. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Rasul Yohanes menulis surat 2 Yohanes jelas tertulis dalam Suratnya: "sebab
banyak penyesat telah muncul" (2 Yoh.1: 7). Jadi Surat yang pendek ini membahas
persoalan yang sama yaitu menasehati jemaat untuk berhati-hati terhadap pengajarpengajar sesat, kalau perlu jangan diterima di rumah supaya tidak menipu (2 Yoh.
1:10).
2. Penulis, sebagai penatua mengutarakan hanrapannya mengunjungi mereka, dan pada
akhir suratnya ia membagikan salam dari jemaatnya sendiri.
F. GARIS BESAR ISI SURAT II YOHANES
2Yoh 1:1-3
Salam Kristen
A. 2Yoh 1:1
Kepada Ibu yang Terpilih dan Anak-Anaknya
B. 2Yoh 1:2-3
Oleh Karena Kebenaran
I.
2Yoh 1:4-6
Pujian dan Perintah
A. 2Yoh 1:4
Kesetiaan yang Lampau kepada Kebenaran Dipuji

II.

B. 2Yoh 1:5-6
Kasih dan Ketaatan Diperintahkan
2Yoh 1:7-11 Nasihat dan Peringatan
A. 2Yoh 1:7
Mengenali Guru-Guru Palsu
B. 2Yoh 1:8-9
Waspada Agar Jangan Terpengaruh oleh Mereka
C. 2Yoh 1:10-11
Jangan Membiarkan Mereka Memakai Rumahmu
2Yoh 1:12-13
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 467 - 468)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 99 - 99)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 160 - 161)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 513 - 521)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 306 - 307)
34
SURAT KIRIMAN YOHANES KETIGA
A. LATAR BELAKANG YOHANES
(Lihat Surat Kiriman Yohanes Pertama)
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Dilihat dari gaya dan struktur surat maka Surat 3 Yohanes dapat dipastikan penulisnya sama
dengan surat-surat Yohanes sebelumnya, Rasul Yohanes.
2. Tahun Penulisan
Sama dengan surat-surat sebelumnya tahun 90 M. Tapi ada yang berpendapat mungkin
ditulis lebih awal, sekitar 80-an, tapi tidak ada alasan jelas.
3. Tempat Penulisan
Penulis menuliskan surat ini di Efesus, gereja di Asia
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Surat 3 Yohanes dituliskan untuk Gayus, saudara kekasih Yohanes yang ada di Korintus (1 Kor.
1:14). Gayus juga adalah teman sekerja Paulus. Ia rupanya menjabat sebagai gembala dan
pemimpin Gereja (Kis. 19:29, Kis. 20:4, Rom. 16:23). Nama lain yang disebut adalah
Demetrius, mungkin salah seorang penginjil.
D. TEMA UTAMA
"kesediaan menerima tamu"
Menurut Yohanes setiap jemaat wajib memperlihatkan sikap Kristiani mereka dalam menerima
para penginjil keliling yang telah melakukan tugas panggilannya, misalnya memberi tumpangan
kepada mereka. Ini merupakan tindakan saling menolong di antara pelayan-pelayan Tuhan yang
akan memberikan kesaksian yang baik untuk nama Tuhan.
E. TUJUAN PENULISAN
Sebagai sahabat dan penatua Yohanes perlu menulis surat kepada Gayus untuk:
Memberi pujian kepada Gayus atas sikapnya yang benar dalam menerima para penginjil keliling
yang telah memberitakan Injil. Namun demikian ternyata sikap Gayus ini tidak diterima oleh
pemimpin gereja lain (yang mungkin mempunyai gereja yang berdekatan dengan gereja Gayus),
yang bernama Diotrefes. Diotrefes sama sekali tidak mengindahkan nasehat Yohanes, bahkan
mengucapkan kata-kata yang kurang baik, karena ia tidak senang kalau ada campur tangan
orang luar dalam urusan gerejanya. Yohanes memberitahukan Gayus tentang hal ini, dan
bermaksud untuk berbicara kepada Diotrefes.
F. CATATAN
Surat 2 dan 3 Yohanes ditulis dalam bentuk surat yang sesungguhnya, 1 lembar papirus
(ukurannya 25x20cm.).
G. GARIS BESAR ISI SURAT II YOHANES
3Yoh 1:1
Salam Kristen
I.
3Yoh 1:2-8
Pujian bagi Gayus
A. 3Yoh 1:2
Karena Kesehatan Rohaninya
B. 3Yoh 1:3-4
Karena Hidup Dalam Kebenaran
C. 3Yoh 1:5-8
Karena Kesediaan Menerima Saudara-Saudara yang Dalam
Perjalanan
II. 3Yoh 1:9-12 Nasihat untuk Gayus

A. 3Yoh 1:9-11
B. 3Yoh 1:12
3Yoh 1:13-14

Mengenai Contoh Jelek Diotrefes


Mengenai Teladan Baik Demetrius
Penutup

Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 469 - 471)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 100 - 101)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 161 - 162)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 513 - 521)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 308 - 309)
35
SURAT KIRIMAN YUDAS
A. LATAR BELAKANG
Nama Yudas
Sekalipun ada beberapa nama Yudas yang dikenal dalam PB, namun hanya ada seorang Yudas
yang menyebut dirinya, "hamba Yesus dan saudara Yakobus" (Yud.1:1), yaitu Yudas saudara
(adik) Yesus. Karena Yakobus adalah nama yang cukup dikenal dikalangan pemimpin gereja
mula-mula, dan ia adalah saudara (adik) Tuhan Yesus. Referensi lain Mat. 13:55, Mark. 6:3, Gal.
1:19, Kis. 1:14.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Seperti dalam pembukaan suratnya (Yud. 1:1) penulis adalah Yudas saudara (adik) Yakobus
yang adalah saudara (adik) Yesus.
2. Tahun Penulisan
Ada persamaan hal yang ditulis dalam Surat 2 Petrus dengan Surat Yudas, yaitu tentang
adanya orang-orang yang disebut guru-guru palsu/pengajar-pengajar sesat. Petrus menyebut,
"akan datangnya guru-guru palsu". Yudas menyebut: "Adanya orang tertentu yang telah
masuk menyusup ...". Jadi kalau memang keduanya mempunyai hubungan maka kitab Yudas
ditulis sesudah Petrus, yaitu thn. 65-67M. Tapi ada juga yang berpendapat, apabila belum
disinggung tentang pengajaran gnostik, mungkin ditulis sekitar tahun 75M.
3. Tempat Penulisan
Tidak ada keterangan yang jelas. Tapi Yudas melayani gereja-gereja Yahudi di Palestina
sebelum kehancuran Yerusalem. Jadi mungkin di sanalah ia menulis.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Surat ini ditujukan "kepada mereka yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa ..."
(Yud.1:1). Hal ini memberi kesan bahwa surat ini ditujukan kepada umat kristen seluruh dunia.
Tapi bisa juga untuk sekelompok orang dalam jemaat tertentu.
D. TEMA UTAMA
1. Hukuman atas pengajar-pengajar sesat.
Sudah ada contoh dari masa lalu adanya orang-orang murtad:
Yak. 1:5 - umat Israel yang murtad binasa di padang gurun.
Yak. 1:6 - malaikat yang tidak taat.
Yak. 1:7 - penduduk daerah Sodom dan Gomora.
Hukuman yang Tuhan jatuhkan untuk orang-orang murtad pasti akan datang, sekalipun
mungkin lambat.
2. Mempertahankan Iman
Benih-benih penyesatan itu ditaburkan ke dalam persekutuan gereja, bahkan oleh gembalagembala mereka sendiri. Tapi orang percaya tidak perlu takut kalau sudah melindungi diri
dengan membangun iman dan berdoa dalam kuasa Roh Kudus. Untuk menghadapi orang
yang lemah iman karena penyesatan ini, kita diajarkan untuk merebutnya kembali dengan
kasih.
E. TUJUAN PENULISAN
Penulis menuliskan bahwa keinginan semula adalah untuk menuliskan tentang keselamatan.
Tapi akhirnya ia tergerak untuk menuliskan tentang hal lain yaitu nasehat untuk
mempertahankan iman (apologetik), khususnya sehubungan dengan perlawanan terhadap
munculnya ajaran-ajaran sesat dari para pengajar palsu.
F. CATATAN
Surat Yudas mempunyai kemiripan dengan 2 Petrus. Ada beberapa pendapat mengenai hal ini:

1. Kedua surat tersebut tidak ada hubungan apa-apa kecuali bahwa surat-surat
ditujukan pada orang-orang yang sedang menghadapi keadaan yang sama.
2. Kedua surat disadur dari sumber yang sama.
3. Petrus mengambil data-data dari Yudas. Pendataan dari Yudas lebih pasti dan nyata,
susunan lebih jelas. Surat Petrus penjabaran dari Yudas.
4. Yudas menulis suratnya setelah melihat surat Petrus, dan mengubahnya dengan
bebas. Dari Yudas 1:3 penulis ingin menulis tentang keselamatan tapi tidak jadi
karena melihat apa yang diramalkan Petrus sudah terjadi.
G. GARIS BESAR ISI SURAT YUDAS
Yud 1:1-2
Salam Kristen
I.
Yud 1:3-4
Penjelasan Mengenai Penulisan Surat Ini
II. Yud 1:5-16
Menyingkapkan Guru-Guru Palsu
A. Yud 1:5-7
Ajal Mereka Digambarkan Dalam Masa Lampau
1. Yud 1:5
Pengalaman Israel
2. Yud 1:6
Pengalaman Malaikat-Malaikat Pemberontak
3. Yud 1:7
Pengalaman Sodom dan Gomora
B. Yud 1:8-16
Penggambaran Mereka Sekarang Ini
1. Yud 1:8-10
Bahasa yang Tidak Sopan
2. Yud 1:11
Sifat yang Tidak Kudus
3. Yud 1:12-16
Perilaku yang Salah
III. Yud 1:17-23 Nasihat bagi Orang-Orang Percaya Sejati
A. Yud 1:17-19
Ingat Nubuat Para Rasul
B. Yud 1:20-21
Peliharalah Dirimu di Dalam Kasih Allah
C. Yud 1:22-23
Tolonglah Orang Lain Dengan Kemurahan, Bercampur Dengan
Takut
Yud 1:24-25 Lagu Pujian
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 457 - 462)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 94 - 96)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 163 - 165)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 521 - 526)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 163 - 165)
36
KITAB WAHYU
A. LATAR BELAKARNG WAKTU
(Lihat Surat Kiriman Yohanes Pertama)
1. Keunikan kitab Wahyu
Wahyu berasal dari kata "apokalipsis", artinya rahasia yang dinyatakan. Kitab Wahyu
mempunyai keunikan yaitu menjadi Kitab penutup kanon PB. Namun tidak jelas apakah
berarti bahwa Kitab Wahyu adalah kitab yang paling akhir ditulis. Kitab Wahyu juga satusatunya kitab PB yang berisi hampir sepenuhnya tentang nubuatan yang menyangkut tentang
masa depan.
2. Ciri-ciri buku apokaliptik yang ada di kitab Wahyu:
a. melukiskan tentang keputusasaan yang besar dalam menghadapi keadaan yang
sedang berlangsung dan pengharapan yang besar akan campur tangan Allah dimasa
mendatang.
b. memakai bahasa-bahasa simbolik; impian dan penglihatan iblis dll.
c. menampilkan kuasa-kuasa surgawi dan iblis sebagai utusan dan perantara dalam
perencanaan Allah.
d. sebagai nubuat bahwa kecelakaan untuk orang-orang fasik, tapi orang benar akan
dilewati.
nama penulis biasanya tidak disebut.
3. Keadaan saat Kitab Wahyu ditulis
Gereja-gereja (7 gereja) di propinsi Asia yang sudah berdiri lama, tapi mengalami pasang
surut dalam pertumbuhan rohaninya. Keadaan itu di latar belakangi oleh kelaparan, perang,
wabah penyakit, kemiskinan, penganiayaan.

Digambarkan bahwa Romawi adalah kekuasaan yang menjadi musuh utama umat Kristen
(binatang dan pelacur). Kekaisaran saat itu mungkin diperintah oleh Domitianus, kalau
dilihat dari sifat pemerintah saat itu yang sewenang-wenang dari diktator dan juga desakan
untuk menyembahnya sebagai dewa. Pada akhir abad pertama orang Kristen dimusuhi
dimana-mana.
4. Pulau Patmos
Sebuah pulau karang di perairan pantai Yunani, dari kepulauan Dodekanese. Panjang pulau
12 km lebar 7 km. Sekarang termasuk daerah Yunani. Yohanes dibuang dari Efesus selama
beberapa bulan kira-kira tahun 95 M. Dibuang karena imannya, sebagai hukuman atas
ketaatannya pada Allah (Wah. 1:9). Ketika berada disana, ia mendapat penglihatan yang
harus dituliskannya dan disampaikan kepada ke 7 jemaat di Asia (1:10), 95 km dari Efesus.
B. PENULIS, TAHUN DAN TEMPAT PENULISAN
1. Penulis
Penulis Kitab Wahyu disebutkan sebagai Yohanes, murid Yesus dan seorang yang sangat
dikenal di kalangan gereja-gereja di Asia Kecil. Penulis juga adalah saksi mata dari segala
sesuatu yang telah dilihatnya (1:1-2). Para Bapak gereja menerima kitab itu sebagai tulisan
Yohanes. Tapi pada abad 3 ada beberapa pendapat yang kurang menyetujui melihat
penyelidikan terhadap jenis sastra dan gaya bahasa Kitab Wahyu yang bertentangan dengan
Injil & Surat 1-3 Yohanes dan bahkan kitab-kitab PB yang lain. Ahli bahasa memperkirakan
bahwa sastra Wahyu kurang begitu matang/berkembang. Jadi mungkin ditulis lebih awal dari
pada Injil dan Surat Yohanes. Atau kemungkinan lain Kitab Wahyu ditulis sendiri oleh
Yohanes sedang yang lain oleh penulisnya.
2. Tahun Penulisan
Kitab Wahyu jelas ditulis pada masa penganiayaan gereja. Ada 2 pemerintahan kaisar
Romawi yang sangat kejam dan penganiayaan orang Kristen, yaitu kaisar Nero dan
Domitianus. Kalau mengambil tahun masa kekaisaran Nero, terlalu awal dan orang-orang
Kristen masih baru dan masih bersemangat. Tapi keadaan saat itu sudah semakin sulit dan
capai untuk orang Kristen berjuang melawan penindasan-penindasan itu, jadi mungkin kitab
Wahyu ditulis setelah masa Nero, yaitu pemerintahan Domitianus, tahun 95 M.
3. Tempat Penulisan
Yohanes menuliskan Surat Wahyu sesudah ia dibebaskan dari pembuangan di Pulau Patmos,
dan kemungkinan ia kembali ke di Efesus ketika menuliskan ini.
C. PENERIMA/PEMBACA SURAT
Dari Wah. 1:4 disebutkan Surat ini ditujukan kepada "Ketujuh Jemaat di Asia Kecil.", mereka
adalah Efesus (2:1-7), Smirna (2:8-11), Perganus (2:12-17), Natra (2:18-24), Filadelfia (3:7-13),
Sardis (3:1-6), Laudikia (3:14-22).
Beberapa tafsiran tidak membatasi hanya ditujukan kepada 7 jemaat ini melainkan meliputi
gereja dari segala abad dan segala tempat. Kitab wahyu penuh dengan lambang-lambang angka
7 sebagai lambang kepenuhan yang suci. Jadi 7 jemaat bisa menjadi lambang kepenuhan umat
suci (Wah. 1:6).
D. TEMA UTAMA
1. 7 jemaat-jemaat di Asia Kecil
a. Efesus (2:4)
Pengajaran tepat tapi dicela karena mereka telah meninggalkan kasih mula- mula.
b. Smirna (2:10)
Akan mengalami penderitaan
c. Pergamos (2:13) - 15 .
Menyimpang, tapi setia. 316 M Konstatianus menjadi Kristen, tidak ada aniaya tetapi
gereja suam.
d. Tiatira (2:20)
Menyimpang pengajarannya tapi sedang bertumbuh. Berhala kekafiran dibawa ke dalam
jemaat.
e. Sardis (3:1-3)
Melakukan pekerjaan baik, tapi kerohanian sudah mati dan perlu bertobat.
f. Filadelfia. (3:7-9)
Anak-anak Tuhan hidup ditengah kemurtadan. Tapi Tuhan "membuka pintu yang yang
tiada dapat ditutup oleh seorangpun."
g. Laodikia (3:17)
Melambangkan zaman akhir, keadaan mereka kaya tapi miskin. Akan dimuntahkan oleh
Tuhan. Pada masa-masa akhir jemaat Tuhan akan banyak yang murtad.

2. Kristus sebagai Anak Domba


Kristus sebagai Anak Domba yang akan membuka gulungan kitab bermeterai. Ini melukiskan
arti sentral kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus secara historis (Wah. 5:1-8).
3. Penglihatan oleh Yohanes
Berisi penglihatan bagaimana Allah menghakimi semua kekuatan yang melawanNya (Wah.
6:1-21:4), seperti tulah-tulah yang terjadi di Mesir. Tapi Tuhan berjanji akan ada dunia baru
dan Yerusalem baru, dimana manusia dapat mengenal Allah langsung (21:9-27)
4. Penyembahan yang meninggikan Kristus
Bahwa segalanya akan terbukti bahwa Allah dan umatNya menang. Dan Kristus berkuasa
atas raja-raja (Wah. 1:5; 15:3), kemuliaan adalah bagi Dia untuk selama-lamanya (Wah. 1:6;
19:1-7).
E. TUJUAN PENULISAN
Kitab Wahyu dituliskan oleh Yohanes untuk:
1. Memberikan teguran terhadap 7 gereja-gereja di Asia kecil.
2. Memberikan penghiburan kepada jemaat-jemaat yang terus menerus melihat umat
Tuhan dimusuhi, bahwa semua itu akan ada akhirnya.
3. Menunjukkan kepada hamba-hamba Tuhan apa yang akan atau harus terjadi, mis.
bagaimana kembalinya Kristus, apa yang terjadi sebelum itu dll.
F. CATATAN
1. Hal-hal penting
a. Angka 7 dan simbol-simbol:
7 Meterai (Wah. 6:1-8:1)
7 penglihatan tentang ular naga dan kerajaan (Wah. 12-13)
7 penglihatan tentang Anak domba Allah (\wah. 14)
7 cawan murka Allah terhadap kejahatan (Wah. 15-16)
7 penglihatan tentang jatuhnya "Babel" (Wah. 17-19:10)
7 penglihatan tentang jaman akhir (Wah. 19:11-21:4)
b. Masa 1000 tahun (20:4-6)
c. Nama yang tertulis dalam kitab kehidupan.
2. Berbagai Tafsiran
Ada 4 Golongan/kelompok tafsiran:
a. Golongan Preterist
Simbolisme dalam kitab Wahyu hanya berhubungan dengan kejadian-kejadian pada saat ia
ditulis dan tidak ada kaitannya dengan masa depan. Terjadi hanya pada masa lalu tidak ada
hubungannya dengan sekarang.
b. Golongan Idealis
Wahyu sekedar gambaran simbolis dari peperangan yang tidak ada habisnya antara
kebaikan dan kejahatan (orang kristen dan orang kafir). Simbol-simbol dan peristiwaperistiwa tidak benar secara sejarah. Yang diambil segi etis dan rohaninya. "sifat"
pengrohaniayanya telah dihilangkan. Penghakiman datang setiap saat kita membuat
keputusan moral.
c. Golongan Historis
Wahyu menceritakan sejarah gereja dari jaman Pantekosta hingga kedatangan Kristus
(seperti Organ). Pergumulan gereja dengan dunia. Para penakluk masa lalu berusaha
menghancurkan gereja, tetapi mereka selalu gagal.
d. Golongan Keakanan (pendekatan segi akan datang)
Berdasar pasal 1-3, Drama yang akan terjadi pada 7 jemaat hanya terbatas pada abad
pertama saja. Dari pasal 4- seterusnya menceritakan tentang masa yang akan datang.
3. Untuk mengerti Wahyu
a. Tidak akan dimengerti dengan mutlak. Kerendahan hati dan ketulusan diperlukan.
b. Kitab ini berisi hal-hal rahasia dan peringatan-peringatan untuk anak-anak Tuhan
dan memberi jaminan akan perlindungan Tuhan kepada anak-anaknya dalam jaman
yang sulit ini dan penuh penganiayaan.
4. Mengapa penting:
a. Karena berisi pokok-pokok rahasia yang akan digenapkan pada Akhir Zaman.
b. Janji kebahagiaan/berkat kepada barangsiapa yang membaca, mendengar dan
menantinya.
c. Tanpa mengerti surat Wahyu, isi kitab-kitab lain tidak jelas kurang lengkap dan
kurang berarti.

d. Ada banyak ajaran tentang Kristus, Anak Domba yang tidak ada di buku-buku lain
di Alkitab.
e. Banyak petunjuk tentang cara bagaimana Allah akan melaksanakan hukumannya
nanti.
f. Dibentangkan kemenangan yang sempurna atas kegelapan.
F. GARIS BESAR ISI SURAT WAHYU
Wahy 1:1-8
Prolog
I.
Wahy 1:9-3:22
Tuhan yang Diagungkan dan Jemaat-Jemaat-Nya
A. Wahy 1:9-20
Penglihatan dari Tuhan yang Diagungkan di Antara Kaki-Kaki
Dian
B. Wahy 2:1-3:22
Berita-Nya Kepada Tujuh Jemaat
II. Wahy 4:1-11:19
Anak Domba yang Layak dan Peran-Nya pada Akhir Sejarah
A. Wahy 4:1-5:14
Penglihatan dari Ruang Pengadilan yang Megah di Sorga
1. Wahy 4:1-11
Allah Pencipta atas Takhta-Nya Dalam Kekudusan yang
Mempesona
2. Wahy 5:1-14
Gulungan Kitab yang Dimeterai dan Anak Domba yang Layak
B. Wahy 6:1-11:19
Penglihatan dari Anak Domba Dalam Hubungan Dengan Tujuh
Meterai dan Tujuh Sangkakala
1. Wahy 6:1-17
Pembukaan Enam Meterai yang Pertama
Wahy 7:1-17
SELINGAN PERTAMA: Dua Kumpulan Orang Banyak
2. Wahy 8:1-6
Pembukaan Meterai yang Ketujuh: Tujuh Malaikat Dengan
TujuhSangkakala
3. Wahy 8:7-9:21
Enam Sangkakala yang Pertama
Wahy 10:1-11
SELINGAN KEDUA: Gulungan Kitab Kecil
Wahy 11:1-14
Dua Orang Saksi
4. Wahy 11:15-19 Sangkakala yang Ketujuh
III. Wahy 12:1-22:5
Tuhan Allah dan Kristus-Nya dalam Konflik Besar Dengan Iblis
A. Wahy 12:1-15:8
Perspektif mengenai Konflik Itu
1. Wahy 12:1-13:18 Dari Pandangan Musuh-Musuh Bumi
a. Wahy 12:1-17 Naga Besar
b. Wahy 13:1-10 Binatang Laut
c. Wahy 13:11-18
Binatang Bumi
2. Wahy 14:1-20
Dari Pandangan Sorga
Wahy 15:1-8
SELINGAN KETIGA: Tujuh Malaikat dengan Tujuh Malapetaka
B. Wahy 16:1-19:10
Perkembangan Terakhir dari Perjuangan Itu
1. Wahy 16:1-21
Tujuh Cawan Murka Allah
2. Wahy 17:1-18
Hukuman Atas Pelacur Besar
3. Wahy 18:1-24
Jatuhnya Babel yang Besar
4. Wahy 19:1-10
Sorak-Sorai di Sorga
C. Wahy 19:11-20:10
Puncak Konflik Itu
1. Wahy 19:11-18 Kedatangan Kembali dan Kemenangan Kristus
2. Wahy 19:19-21 Kekalahan Binatang Itu dan Sekutu-Sekutunya
3. Wahy 20:1-10
Iblis Diikat, Dilepaskan Kembali dan Akhirnya Dikalahkan
D. Wahy 20:11-22:5
Sesudah Konflik
1. Wahy 20:11-15 Penghakiman Takhta Putih yang Besar
2. Wahy 20:14-15; 21:8
Nasib Orang-Orang yang Tidak Benar
3. Wahy 21:1-22:5 Langit yang Baru dan Bumi yang Baru
Wahy 22:6-21
Epilog
Tugas Baca:
Merril C. Tenney, Survei Perjanjian Baru (Hal. 473 - 490)
Walter M. Dunnet, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 102 - 111)
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru (Hal. 166 - 181)
John Darne, Memahami Perjanjian Baru (Hal. 500 - 510)
Hendry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru (Hal. 313 - 371)