Anda di halaman 1dari 72

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PTK
PENERAPAN METODE PAKEM KONSEP DASAR MENGHARGAI
NILAI-NILAI JUANG DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN PKn
KELAS VI SDN CANGKO I
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini disusun untuk memenuhi persyaratan
Penilaian Angka Kredit Tahunan dan Kenaikan Pangkat

Oleh :
KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN INDRAMAYU


UPTD PENDIDIKAN TUKDANA
SD NEGERI CANGKO I
2012

LEMBAR PENGESAHAN
Upaya guru meningkatkan prestasi peserta didik dengan Penerapan
metode PAKEM konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang dapat meningkatkan
hasil belajar siswa terhadap pembelajaran PKn Kelas VI SDN Cangko I
Bidang Kajian :
Menghargai nilai-nilai juang pada Mata Pelajaran Pendidikan dan
Kewarganegaraan (PKn).
Identitas peneliti
:
Nama Peneliti
NIP
Jabatan
Tempat mengajar
Mata Pelajaran
Tempat Penelitian
Lama Penelitian

: KARINI, S. Pd. SD
: 197006061992022002
: Guru Kelas
: SD Negeri Cangko I Kecamatan Tukdana Kabupaten
Indramayu
: Pendidikan dan Kewarganegaraan (PKn).
: SD Negeri Cangko I Kecamatan Tukdana Kabupaten
Indramayu
: 2 Minggu (05 Oktober s/d 21 Oktober 2012).

Kepala Sekolah

DANIAH, M.M. Pd

Cangko, 22 Oktober 2012


Koordinator Perpustakaan

RICKY ANDIKASARI
NIP 196701011992032013
NIP 196701011992032013
Mengetahui
Pengawas Sekolah Dasar

Hj. SITI ROHAETI, S. Pd


NIP 196202041981092001

KATA PENGANTAR
Berkat karunia Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan laporan hasil
Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Penerapan metode PAKEM konsep
dasar Menghargai nilai-nilai juang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
terhadap pembelajaran PKn Kelas VI SDN Cangko I.
Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan Penilaian Angka Kredit
Tahunan dan Kenaikan Pangkat.
Peneliti sangat menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari
kesempurnaan, baik dalam penulisan isi maupun tata bahasa. Hal ini karena
keterbatasan kemampuan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Untuk itu
dengan hati yang lapang peneliti menerima kritik dan saran yang menuju kearah
perbaikan.
Pada kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terimakasih atas
segala bimbingannya kepada :
1. Ibu. Hj. Siti Rohaeti, S. Pd selaku Pengawas Sekolah, yang senantiasa
memberikan Pembinaan kepada Guru-guru binaan.
2. Ibu. Daniah, S. Pd. SD selaku Kepala Sekolah SDN Cangko I
3. Ibu, Pariyem, S. Pd. SD. Guru Sekolah Dasar Negeri Cangko I yang telah
meluangkan waktunya untuk menjadi teman sejawat.
4. Semua pihak yang telah membantu kelancaran, semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkan referensi untuk membuat laporan sejenis serta dapat memenuhi
harapan. Amiiin.

Cangko, 22 Oktober 2012


Peneliti,

KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

ABSTRAK
Berdasarkan temuan-temuan dilapangan terdapat sejumlah masalah yang
dapat dapat diidentifikasi penulis khususnya pada mata pelajaran PKn pada
konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang di Kelas VI SD Negeri Cangko I,
diantaranya sebagian besar peserta didik sangat kurang terlihat aktif bahkan
cenderung pasif karena kurang tepatnya pemilihan model pembelajaran, hal ini
mengakibatkan peserta didik kurang aktif, kurang antusias dan tingkat
pemahaman terhadap materi sangat kurang karena dalam proses pembelajaran
yang berlangsung guru kurang cermat menjelaskan karena tidak dalam
menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut.
Langkah-langkah yang dilakukan penulis dengan cara memotivasi peserta
didik pada saat pembelajaran, memberikan apersepsi dengan cara mengaitkan
materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, selanjutnya
mengoptimalkan pembelajaran dengan model pembelajaran Aktif Kreatif Efektif
dan Menyenangkan (PAKEM) dengan cara partisipasi aktif peserta didik agar
peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pesan / audiens akan tetapi
peserta didikpun dapat bertindak sebagai penyampai pesan.
Penulis berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan perbaikan agar
mendapatkan hasil yang diharapkan, dalam percobaan pertama peserta didik
belum terlihat perkembangan meyeluruh terhadap pembelajaran, pada percobaan
kedua sudah terlihat perkembangan, hampir seluruh peserta didik antusias dan
aktif dalam pembelajaran, pada percobaan pertemuan ketiga peserta didik belum
sepenuhnya mencapai target yang diinginkan masih perlu mendapat perbaikan
akan tetapi tingkat keberhasilannya lebih tinggi dari percobaan-percobaan
sebelumnya.
Dalam membimbing peserta didik memang banyak kendala yang dihadapi
harus diperlukan kesabaran, ketekunan dan kejelian guru dalam menggunakan alat
peraga dan memilih metode pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta
didik dan juga dalam pelaksanaan pembelajaran perlu adanya media pembelajaran
agar pemahaman dan pemaknaan peserta didik dapat tercapai semaksimal
mungkin. Masih banyak hal yang memerlukan perhatian khusus sehubungan
dengan timbulnya masalah-masalah baru pada proses pembelajaran, yang telah
dicapai baik harus dipertahankan dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
kembali untuk hal yang belum ditemukan.

DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................. 1
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................. 2
KATA PENGANTAR....................................................................................... 3
DAFTAR ISI..................................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 6
A. Latar Belakang............................................................................................. 6
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 8
C. Tujuan Penelitian.......................................................................................... 11
D. Manfaat Penelitian....................................................................................... 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA............................................................................ 13
A. Kerangka Teori............................................................................................. 13
B. Kerangka Berfikir........................................................................................ 18
C. Hipotesis Tindakan....................................................................................... 20
D. Kriteria Keberhasilan................................................................................... 20
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subjek Penelitian......................................................................................... 22
B. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas............................................................ 22
C. Data, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data ................................... 26
D. Deskripsi Persiklus ..................................................................................... 27
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian............................................................................................ 37
B. Pembahasan.................................................................................................. 41
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan...................................................................................................... 43
B. Saran dan Tindak Lanjut.............................................................................. 43
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 45

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting bagi manusia dalam
kegiatan sehari-hari, karena pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap
perkembangan manusia dalam seluruh aspek kehidupan. Manusia tumbuh dan
berkembang melalui belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar banyak faktor
yang menentukan keberhasilan belajar.
Keberhasilan belajar tidak terlepas dari peran guru dalam proses
pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran guru menjadi peran utama
dalam menciptakan situasi yang edukatif, yaitu interaksi antara guru dan
siswa, siswa dengan siswa, dan dengan sumber pembelajaran dalam
menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.

Untuk terwujudnya proses

pembelajaran seperti itu sudah barang tentu menuntut adanya upaya guru
untuk mengaktualisasikan kompetensinya secara profesional, utamanya dalam
aspek metodologis.
Berdasarkan hal semacam itu peneliti menyadari sepenuhnya masalahmasalah yang selalu muncul dalam kegiatan pembelajaran. Kadang-kadang
guru merasa bingung dalam menentukan model pembelajaran atau metode
mengajar apa yang akan digunakan

dalam proses pembelajaran. Harapan

untuk memiliki siswa yang taqwa, cerdas dan terampil, serta aktif dan kreatif,
sehingga hasil yang memuaskan pada setiap tes kadang tidak tercapai.
Kenyataan yang dijumpai malah sebaliknya. Siswa kurang aktif dalam
pembelajaran, kurang bersemangat dalam menerima pelajaran, serta kurang
percaya diri dalam menjawab pertanyaan dari guru, sehingga mengakibatkan
hasil prestasi yang rendah dan mengecewakan. Itu menandakan bahwa
pembelajaran dapat dikatakan belum berhasil.
Setiap guru menghendaki agar agar siswanya berhasil dalam
pembelajaran. Penulis telah berusaha agar siswanya berhasil dalam
pembelajaran. Apabila penyampaian materi pembelajaran dari guru dapat

dipahami dan dikuasai oleh siswa. Tingkat penguasaan materi oleh siswa dapat
dilihat dari hasil studi awal yang dilakukan. Apabila nilai hasil studi awal
rendah, berarti pembelajaran yang berlangsung dapat dikatakan kurang
berhasil. Oleh karena itu guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran
saja, tetapi guru dituntut untuk mampu menilai kinerjanya sendiri.
Demikian halnya kegiatan pembelajaran di tempat kami bertugas yaitu
di SD Negeri Cangko I, Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu untuk
mata

pelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan

dengan

konsep

dasar

Menghargai nilai-nilai juang pada kelas VI, peneliti menemukan nilai hasil
ulangan harian yang sangat rendah. Dari 18 siswa, hanya ada 7 ( 39% ) siswa
yang mencapai tingkat penguasaan materi 75% ke atas.
Dengan dasar data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat
penguasaan materi masih sangat rendah sehingga peneliti merasa terpanggil
untuk segera mengadakan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran
tersebut melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Tidak semua guru menyadari bahwa apabila siswa gagal dalam belajar,
maka

gagal

pula

guru

dalam

mengajar. Agar

mampu

menyadari

kekurangannya, maka seorang guru dituntut untuk jujur pada dirinya sendiri
dan menganggap pelajaran yang dikelolanya merupakan bagian yang sangat
penting dunianya. Sehingga seorang guru akan tahu tugas di dalam kelasnya
yaitu membantu membimbing siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran di kelas VI tentang
Menghargai nilai-nilai juang, peneliti telah melaksanakan tugas dengan
semaksimal mungkin. Namun hasil yang diperoleh dari studi awal masih
kurang memuaskan. Terlebih dari jumlah siswa yang mengikuti tes 18 siswa
namun hanya 7 siswa yang dapat mencapai tingkat pemahaman 75% ke atas.
Selama proses pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang masih
terlihat bingung dan tidak dapat menerima pelajaran dengan baik. Berulang
kali guru menjelaskan namun hanya ada beberapa siswa yang mau
mengajukan pertanyaan.

1. Identifikasi Masalah
Sehubungan dengan hal kasus pembelajaran di atas maka penulis
minta bantuan kepada supervisor dan teman sejawat untuk berdiskusi
mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari
hasil

diskusi

terungkap

beberapa

masalah

yang

terjadi

selama

pembelajaran, yaitu :
1. Rendahnya minat belajar siswa.
2. Rendahnya tingkat penguasaan materi .
3. Siswa kurang aktif bertanya.
4. Rendahnya hasil belajar siswa.
2. Analisis Masalah
Melalui refleksi diri dan diskusi dengan supervisor dan teman sejawat
dapat diketahui bahwa kemungkinan penyebab rendahnya minat belajar siswa
selama proses pembelajaran berlangsung dan rendahnya tingkat penguasaan
materi terhadap materi yang diajarkan sehingga mengakibatkan rendahnya
hasil belajar siswa adalah :
1. Penjelasan guru dirasa terlalu cepat.
2. Media pembelajaran kurang menarik bagi siswa.
3. Metode yang digunakan kurang tepat.
4. Siswa tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
PAKEM atau Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan,
pertama kali diperkenalkan menyertai program Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS) yang dikembangkan UNICEF-UNESCO-Pemerintah RI (Kompas, 8
Desember 2003). PAKEM adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif dan
kreatif sehingga menjadi efektif tetapi tetap menyenangkan. Model ini
dikembangkan untuk menciptakan situasi pembelajaran yang dialami para
siswa lebih menggairahkan dan memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan
belajar secara aktif yang pada akhirnya mencapai hasil belajar yang optimal.
Dimaksudkan bahwa proses pembelajaran tersebut. Pembelajaran aktif

menuntut siswa dan guru secara aktif melakukan tugas dan fungsinya masingmasing. Guru secara aktif merancang dan mengkondisikan siswanya untuk
belajar, bahkan berupaya memfasilitasi kebutuhan siswa dalam melaksanakan
kegiatan belajarnya. Sementara siswa aktif melakukan tugasnya sebagai
pelajar untuk belajar.
Bentuk aktifitas yang dilakukan siswa bukan hanya aktifitas fisik tetapi
dan terutama aktifitas mental, karena inti dari kegiatan belajar adalah adanya
aktifitas mental. Tanpa keterlibatan mental dalam suatu aktifitas yang
dilakukan siswa maka tidak akan pernah terjadi proses belajar di dalam
dirinya. Pembelajaran aktif ini merupakan respon terhadap pembelajaran yang
selama ini bersifat pasif, dimana para siswa hanya menerima informasi dari
gurunya melalui metode ceramah.
Pembelajaran yang kreatif dimaksudkan pembelajaran yang beragam,
sehingga mampu mengakomodir gaya belajar dan tingkat kemampuan belajar
siswa yang bervariasi. Disisi lain pembelajaran kreatif juga dapat diartikan
sebagai pembelajaran yang mampu menstimulasi daya imajinasi siswa untuk
menghasilkan sesuatu. Dalam pembelajaran kreatif, peran guru bukan sebagai
penyampai informasi/materi yang sudah siap dicerna oleh siswa, tetapi lebih
pada sebagai stimulator ide yang mendorong pikiran dan imajinasi siswa
muncul dan terealisasi melalui kegiatan belajar. Pembelajaran kreatif juga
diartikan sebagai pembelajaran yang mendorong para siswanya menjadi
kreatif, yaitu lancar, luwes, dan orisinil.
Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu membawa
para siswanya menguasai kemampuan yang diharapkan di akhir proses
pembelajaran. Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari
sisi guru yang melaksanakan pembelajaran, dan dari sisi siswa yang belajar.
Dilihat dari sisi guru, pembelajaran dikatakan efektif apabila pembelajaran
mampu menstimulasi aktifitas siswa secara optimal untuk melakukan kegiatan
belajar dan seluruh atau sebagian besar aktifitas yang direncanakan dapat
terlaksana. Sementara bila dilihat dari sisi siswa, pembelajaran dikatakan
efektif apabila pembelajaran tersebut dapat mendorong siswa untuk

melakukan berbagai kegiatan belajar secara aktif, dan di akhir pembelajaran


para siswa mampu menguasai seluruh atau sebagai besar tujuan pembelajaran
yang ditetapkan, dan penguasaan pengetahuan tersebut dapat bertahan dalam
waktu yang relatif lama.
Sebagai sebuah profesi yang professional, maka semua tindakan yang
dilakukan guru harus didasarkan pada kerangka teori dan kerangka pikir yang
jelas. Demikian juga dengan pilihan untuk memilih dan memanfaatkan
pendekatan PAKEM, harus didasari pada suatu rasional mengapa kita memilih
dan menggunakan pendekatan tersebut. Berkenaan dengan hal ini perlu
dikemukakan sejumlah alasan dan dasar teoritik sekaligus landasan filosofis
dikembangkannya pendekatan PAKEM.
Salah satu perkembangan teori pembelajaran yang mendasari
munculnya pendekatan PAKEM adalah terjadinya pergeseran paradigma
proses belajar mengajar, yaitu dari konsep pengajaran menjadi pembelajaran
yang berimplikasi kepada peran yang harus dilakukan guru yang tadinya
mengajar menjadi membelajarkan. Konsep pembelajaran yang merupakan
terjemahan dari kata instructional pada dasarnya telah lama dikenal di
Indonesia, yaitu sejak tahun 1975, yang tergambar dalam rumusan tujuan yang
harus dibuat guru, yaitu rumusan tujuan instruksional khusus. Namun
implementasi dari konsep pembelajaran di dalam kelas belum juga terjadi
secara sesungguhnya.
Dalam konsep pengajaran peran yang paling dominan ada pada guru,
yaitu sebagai pengajar yang melaksanakan tugasnya mengajar. Dalam kegiatan
pengajaran komunikasi sering terjadi hanya satu arah, yaitu dari guru kepada
siswa, sehingga siswa lebih banyak pasif. Pada saat guru menyampaikan
materi pelajaran, yang biasanya dilakukan melalui ceramah, para siswa hanya
menerima apa yang disampaikan oleh guru. Permasalahannya yang paling
mendasar adalah pada saat seorang guru mengajar apakah ada jaminan bahwa
para siswanya belajar? (Belajar dalam pengertian sebagaimana dikemukakan
oleh para penganut aliran kognitivistik, yaitu adanya aktifitas mental dalam
berinteraksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan perilaku

yang relatif konstan.) Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah apa yang
disampaikan oleh Mel Silberman: Belajar bukan merupakan konsekuensi
otomatis dari penyampaian informasi ke dalam kepala seorang peserta didik.
Belajar memerlukan keterlibatan mental dan tindakan pelajar itu sendiri. (Mel
Silberman, 1996)
Berdasarkan masalah-masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan
untuk menjadi faktor perbaikan pembelajaran adalah : Apakah penerapan
metode Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM)
dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian
Tindakan Kelas adalah : Dengan menggunakan metode Pembelajaran Aktif
Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dapat meningkatkan :
1. Keaktifan siswa siswa terhadap pembelajaran.
2. Penguasaan materi siswa terhadap materi ajar.
3. Hasil belajar siswa pada materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak,
antara lain :
1. Bagi Guru
a. Sebagai bahan untuk Penelitian Tindakan Kelas berikutnya dan sebagai
referensi.
b. Membantu rekan guru memperbaiki kinerjanya dan mengembangkan
diri secara professional.
c. Meningkatkan rasa percaya diri dalam pembelajaran.

2. Bagi Siswa
a. Memperbaiki cara belajar siswa.
b. Meningkatkan hasil belajar siswa.
c. Menumbuhkan sikap kritis terhadap belajarnya.
3. Bagi Sekolah
a. Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
b. Meningkatkan hasil kelulusan yang berkualitas.
c. Mempercepat mengatasi masalah.
d. Menumbuhkan iklim kerja sama yang kondusif.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kerangka Teori
Sebagai landasan teori akan diuraikan mengenai Hakekat Belajar dan
Proses Pembelajaran.
1. Hakekat Belajar
a. Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Dalam menjalani hidup dan kehidupan,
manusia tidal lepas dari belajar. Banyak pengertian belajar yang telah
dikemukakan oleh para ahli terutama Gagne (1985) menyatakan bahwa
belajar adalah suatu perubahan dalam kehidupan yang bertahan lama
dan bukan berasal dari proses perubahan.
Gagne dalam Udin S. Winata Putra, dkk (2005 : 25)
menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses dimana suatu
organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Dari
pengertian belajar di tersebut terdapat 3 ciri utama belajar, yaitu :

Pengalaman Belajar
Belajar adalah mengalami, dalam arti belajar terjadi di
dalam

interaksi

lingkungan

fisik

antara

individu

maupun

dengan

lingkungan

lingkungan,

sosial.

baik

Lingkungan

pembelajaran yang baik adalah lingkungan yang merangsang dan


menantang siswa belajar. Guru yang mengajar tanpa menggunakan
alat peraga, biasanya kurang merangsang siswa belajar lebih giat
bagi siswa SD terlebih lagi di kelas rendah.
Belajar bisa melalui pengalaman langsung maupun tidak
langsung. Belajar melalui pengalaman langsung contohnya siswa
melakukan sendiri, mengalaminya sendiri. Sedangkan belajar
melalui pengalaman tidak langsung contohnya siswa mengetahui
karena membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru. Belajar

melaui pengalaman langsung akan lebih baik, sebab siswa lebih


mengalami dan menguasai materi pembelajar.

Proses Belajar
Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses
berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar bila pikiran
dan perasaan aktif. Aktifitas pikiran dan perasaan tidak dapat
diamati oleh orang lain tapi dapat dilihat oleh guru. Yang dapat
diamati oleh guru adalah manifestasinya, yaitu kegiatan siswa
sebagai akibat adannya aktifitas dan perasaan pada diri siswa.

Perubahan Perilaku dalam Belajar


Hasil belajar berupa perubahan pikiran atau tingkah
lakunya, baik yang berupa pengetahuan, keterampilan motorik atau
penguasaan nilai-nilai (sikap). Menurut para ahli psikologi, tidak
semua perubahan perilaku dapat digolongkan ke dalam hasil
belajar. Perubahan perilaku karena kematangan tidak dapat
dikatakan sebagai hasil belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil
belajar adalah perubahan yang dihasilkan dari pengalaman dimana
proses mental dan emosional itu terjadi. Perubahan perilaku
sebagai hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam ranah
Pengetahuan (Kognitif), Keterampilam motorik (Psikomotorik),
dan Penguasaan nilai-nilai sikap (Afektif)
Pengertian belajar yang cukup komprehensif diberikan oleh

Gredler (1986 : 1) yang dikutip oleh Udin S. Winata Putra (2007 : 1.5)
yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan manusia
untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan, keterampilan, dan sikap
yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi
sampai masa tua melalui rangakaian proses belajar sepanjang hayat.
b. Hasil Belajar
Istilah hasil belajar berbeda dengan prestasi belajar. Istilah hasil
belajar digunakan apabila skor atau nilai yang diperoleh peserta didik
hanya pada satu mata pelajaran. Sedangkan perstasi belajar digunakan

apabila skor atau nilai yang diperoleh itu lebih dari satu mata
pelajaran. Menurut Gagne (dalam Udin S. Winata Putra 2007 : 3.31)
ada lima katagori hasil belajar, yaitu :

Informasi Verbal
Informasi Verbal yaitu kemampuan membuat siswa untuk
memberikan tanggapan khusus terhadap stimulasi yang relatif
khusus (Dick & Carly, 1990) contohnya : menuliskan nama-nama
lautan

Strategi Kognitif
Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992). Siswa yang telah
menguasi

strategi

kognitif

akan

dapat

kemudahan

dalam

konsentrasi belajar, mengingat, dan berpikir. Kemampuan ini


mengatur

berpikir

dan

cara

belajar

seseorang,

termasuk

kemampuan kemampuan memecahkan masalah. Contoh : untuk


mengingat nama lautan di gunakan simbol.

Sikap dan Nilai


Kemampuan siswa dalam menentukan pikiran atau bertindak
sesuai dengan sistem nilai yang diyakini. Contohnya : siswa dapat
bekerja sama dalam kelompok, menghormati orang tua dan guru,
keinginan untuk terus belajar, dll.

Keterampilan Intelektual
Menurut Dick & Carly (1990) adalah kemampuan yang menurut
siswa untuk melakukan kegiatan kognitif yang unik. Siswa mampu
memecahkan masalah dengan menerapkan informasi yang belum
pernah dipelajari. Contohnya : kemampuan baca tulis dan
berhitung, mengelompokkan jenis tumbuhan, dll.

Keterampilan Motorik
Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992). Keterampilan motorik
mengacu pada kemampuan melakukan gerakan atau tindakan yang
berorganisasi yang direfleksikan melalui kecepatan, kekuatan, dan

kehalusan artinya dalam melakukan keterampilan motorik,


kegiatan mental atau kognitif juga terlibat. Contoh : berjalan,
menulis, bergerak, memainkan alat musik daerah, dll.
Secara garis besar klasifikasi hasil belajar terbagi menjadi 3
ranah (Benyamin S. Bloom yang dikutip oleh Nana Sudjana, 1991 :
22) yaitu :

Ranah Kognitif
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang
terdiri dari 6 aspek, yaitu : pengetahuan, ingatan, pemahaman,
aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan
dan kemampuan bertindak.

Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari 5 aspek,
yaitu : penerimaan, jawab atau reaksi, penilaian, organisasi, dan
internalisasi.

2. Metode Pembelajaran
Metode mengajar atau metode pembelajaran menurut Tartib (2001 :
10) adalah cara

sistematis

yang

dapat digunakan

guru dalam

mengorganisasi penyajian materi pelajaran dan kegiatan belajar siswa,


agar siswa dapat mencapai tujuan belajarnya. Peneliti menggunakan
metode PAKEM atau metode Pembelajaran Aktif Kreatif Edukatif dan
Menyenangkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
PAKEM adalah konsep pembelajaran yang telah banyak didengar
oleh para guru, tetapi (nampaknya) belum semua guru mempraktekannya.
Ada guru yang sudah mendengar tetapi belum paham aplikasinya, tidak
sedikit pula yang masih gagap saat diminta penjelasan mengenai konsep
PAKEM (Akhmad Sudrajat dalam Majalah Derap Guru Edisi 117 / th. IX /
Oktober 2009).

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif,


dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran
guru harus menciptakan suasana sedemikain rupa sehingga siswa aktif
bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang
merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun
pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran
ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka
pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.
Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan
generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk
kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru
menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai
tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar yang
menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh
pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tingi. Menurut hasil
penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar.
Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran
tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa
setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki
sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran
hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran
tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah : Pertama, siswa
terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan
kemampuan mereka dengan penekanan belajar melalui berbuat. Guru
menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat,
termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk
menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa;
Kedua, guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan
belajar yang lebih menarik dan menyediakan Pojok baca; Ketiga, guru

menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk


cara belajar kelompok; Keempat, guru mendorong siswa untuk
menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk
mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan
lingkungan sekolahnya.
Ada

beberapa

hal

yang

harus

diperhatikan

guru

dalam

melaksankan PAKEM.
1. Memahami sifat yang dimiliki anak
2. Mengenal anak secara perorangan
3. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan
memecahkan masalah
5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan
belajar
8. Membedakan antara akif fisik dan aktif mental
B. Kerangka Berpikir
Ide awal

Guru belum menggunakan


metode PAKEM dalam
pembelajaran PKn

Hasil belajar siswa dalam


pembelajaran PKn masih
rendah
Siklus I
Penggunaan
metode
PAKEM dilakukan oleh
guru

Revisi

Simpulan

Menggunakan
metode
PAKEM
dalam
pembelajaran PKn.

Hasil belajar meningkat

Siklus II
Penggunaan
metode
PAKEM dilakukan oleh
guru
Siklus III
Penggunaaan
metode
PAKEM dilakukan oleh
guru

Gambar 2.1 : Skema Kerangka Berpikir

Skema dia atas menggambarkan bahwa pada kondisi awal, guru dalam
melaksanakan pembelajaran di kelas belum menggunakan metode PAKEM
dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Dengan
demikian hasil belajar siswa masih rendah.
Dengan kondisi awal seperti itu, guru kemudian melakukan tindakan,
yaitu menggunakn metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan di kelas. Tindakan guru tersebut dilakukan dalam bentuk
siklus-siklus.
Pada siklus pertama, guru menggunakan metode PAKEM dalam proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas tetapi tidak melalui
bimbingan guru. Guru hanya sekedar menjelaskan saja. Kemudian pada siklus
kedua,

metode

PAKEM

dalam

proses

pembelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan dilakukan oleh siswa dalam kelompok dan masih tanpa


bimbingan guru. Untuk silkus ketiga semua siswa aktif dalam mengikuti
pembelajaran dengan metode PAKEM pada mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dan guru ikut memberikan bimbingan kepada seluruh siswa
dalam masing-masing kelompok. Dengan alur siklus tersebut di atas,
diharapkan hasil belajar siswa dalam materi pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dapat meningkat. Inilah kondisi akhir yang diharapkan.
Berdasarkan kajian teori skema dan uraian kerangka berpikir tersebut,
diduga melalui metode PAKEM dalam proses pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan

dapat

meningkatan

hasil

belajar

Pendidikan

Kewarganegaraan dengan konsep dasar Menghargai nilai-nilai juang.

C. Hipotesis Tindakan
1. Hipotesis
Berdasarkan penjelasan kerangka teori dan kerangka berpikir di
atas, maka disusun hipotesis tindakan sebagai berikut :
a. Penerapan metode PAKEM dalam materi pokok Menghargai nilai-nilai
juang akan meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Penerapan metode PAKEM dapat menarik minat siswa dan
menimbulkan rasa ingin tahu.
c. Siswa akan merespon positif terhadap implementasi metode PAKEM
pada materi pokok Menghargai nilai-nilai juang.
2. Analisis Kelayakan hipotesis
Untuk dapat mengetahui apakah mungkin rencana tindakan
tersebut dilaksanakan, peneliti mencoba melakukan analisis kelayakan
hipotesis, hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan adalah :
a. Kemapuan dan komitmen peneliti sebagai faktor pelaksana.
b. Kemampuan dan kondisi fisik siswa dalam mengikuti tindakan
tersebut.
c. Ketersediaan sarana/fasilitas yang diperlukan.
d. Alokasi dan estimasi waktu yang tersedia.
e. Iklim belajar dan iklim bekerja di sekolah.
Setelah melalui pertimbangan dan konsultasi dengan kepala
sekolah, penelitian pengambilan keputusan hipotesius yang diajukan layak
diteliti.
D. Kriteria Keberhasilan
Indikator yang digunakan peneliti untuk mengukur peningkatan
keaktifan belajar siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif dalam proses
pembelajaran dan penemuan informasi. Indikator yang digunakan untuk
mengukur peningkatan penguasaan siswa pada materi pembelajaran adalah
ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Kriteria siswa dinyatakan tuntas
belajar jika telah mencapai tingkat penguasaan materi 70% ke atas atau

pencapaian nilai di atas 70. Keberhasilan perbaikan pembelajaran dengan


kriteria sebagai berikut :
a. Proses perbaikan pembelajara (peningkatan respon siswa) dinyatakan
berhasil jika 85% lebih dari jumlah siswa terlibat aktif selama proses
pembelajaran berlangsung.
b. Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan penguasaan materi pelajaran
pada siswa) dinayatakan berhasil jika sekurang-kurangnya 85% dari
jumlah siswa tuntas dalam belajar.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subyek Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri
Cangko I Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu dengan jumlah siswa
terdiri dari 10 siswa putra dan 8 siswa putri. Keterangan lain tentang identitas
subyek penelitian ini adalah :
1. Mata Pelajaran

: Pendidikan Kewargenegaraan

2. Standar Kompetensi : Menghargai nilai-nilai juang dalam proses


perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
3. Waktu Pelakasanaan : Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013
4. Pelaksanaa

: a. Siklus pertama

: 05 dan 07 Oktober

2012
b. Siklus kedua

: 12 dan 14 Oktober 2012

c. Siklus ketiga

: 19 dan 21 Oktober 2012

B. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas


Menurut Wardani dkk (2004 : 2.3-2.4) menyebutkan bahwa langkahlangkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 4 tahap, yaitu
merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi
seperti tampak pada gambar di bawah ini
Merencanakan
Refleksi

Melakukan Tindakan
Observasi
Gambar 3.1
Tahap-tahap dalam PTK

Merencanakan merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan,


tanpa rencana, kegiatan yang dilakukan tidak mungkin berjalan dengan baik
atau terarah.
Melakukan tindakan merupakan realisasi dari rencana yang dibuat
yang berupa kegiatan belajar mengajar. Tindakan pembelajaran ini perlu
adanya pengamatan agar dapat diketahui kualitasnya.
Berdasarkan pengamatan tersebut maka akan dapat ditentukan apakah
ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang
diinginkan. Setelah pengamatan dilakukan selama

proses pembelajaran

berlangsung, maka hasil pengamatan tersebut didiskusikan dengan teman


sejawat untuk mendapatkan refleksi.
Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses tindakan
pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilannya.
Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan dari tindakan pembelajaran
yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya.
Menurut Rusna Ristata dan Prayitno (2006 : 45-46) menyatakan bahwa
perbaikan pembelajaran dilakukan melalui proses pengkajian berdaur, yang
terdiri dari 4 tahap, yaitu : merencanakan (Planning), melakukan tindakan
(Acting), mengamati (Observing), dan refleksi (Reflecting). Hasil refleksi
terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali untuk merevisi
rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan
masalah, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

Re planning
Con
cluti
on

Re planning
Planning

Re
acti
ng

Re
acti
ng

Refl
ecti
ng

Acti
ng

Re
refl
ecti
ng

Re
refl
ecti
ng

Observing
Re observing
Re observing

Gambar 3.2 Daur Penelitian Tindakan Kelas


Setelah perbaikan pembelajaran berlangsung tiga siklus, hasil
perbaikan yang diinginkan sudah terlaksana. Maka daur PTK dengan tujuan
perbaikan pembelajaran sudah berakhir, namun apabila muncul yang baru,
akan kembali dipecahkan melalui daur PTK berikutnya.

Berikut ini tahapan perbaikan pembelajaran secara rinci :


Studi Pendahuluan
1. Wawancara dengan siswa
2. Tes diagnosik (peroleh data
awal)
3. Analisis dokumen
4. Diskusi dengan supervisor

IDE AWAL

Belum
berhasil

Revisi

Tindakan Siklus I
1. Perencana perbaikan
2. Pelaksanaan perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan pengamat
5. Refleksi siklus I

Tindakan Siklus II
1. Perencana perbaikan
2. Pelaksanaan perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan pengamat
5. Refleksi siklus II

Belum
berhasil

Revisi

Persiapan Penelitian
(Studi Literatur dan Diskusi)
1. Pemahaman konsep, metode,
contoh dan latihan antara
peneliti dan pengamat
2. Menyusun lembar observasi
3. Menyusun format wawancara
4. Penyusunan tes/evaluasi

Berhasil

Simpulan

Tindakan Siklus III


1. Perencana perbaikan
2. Pelaksanaan perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan pengamat
5. Refleksi siklus III

Gambar 3.3 Alur PTK tiga siklus perbaikan pembelajaran


(Dimodifikasi dari Rusna Ristata, 2006: 46)
Prosedur umum perbaikan pembelajaran
Prosedur umum perbaikan pembelajaran yang peneliti gunakan untuk
mengadopsi dari prosedur yang ditulis oleh Rusna Ristata dan Prayitno (2006 :
48) meliputi langkah-langkah berikut ini :
1. Mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah dan
merumuskan hipotesis.
2. Menemukan cara pemecahan masalah atau tindakan perbaikan.
3. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana
Perbaikan Pembelajaran (RPP).
4. Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang
ditugaskan sebagai pengamat.
5. Melakasanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang
dan diamati oleh teman sejawat (pengamat).

6. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat.


7. Melakukan

refleksi

terhadap

kegiatan

pembelajaran

yang

telah

dilaksanakan.
8. Konsultasi dengan pembimbing.
9. Merancang tindak lanjut.
C. Data, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Jenis data yang ada dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan
kuantitatif. Data kualitatif berupa proses pembelajaran dan rekaman aktifitas
siswa, sedangkan data kuantitatif berupa hasil-hasil pembelajaran yang berupa
nilai ulangan harian dan observasi kemunculan indikator keaktifan belajar
siswa.
Pengumpulan data-data tersebut dilakukan melalui alat pengumpul
data yang berupa ulangan harian dan check list, ulangan harian untuk
mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap konsep pembelajaran,
sedangkan chek list untuk mengamati aktifitas siswa selama proses
pembelajaran. Aktifitas siswa ditunjukkan dengan kemunculan indikator
keaktifan belajar. Untuk pengumpulan data-data tersebut peneliti dibantu oleh
teman sejawat dan sebagai observer.
Analisa data dilakukan berdasarkan data ulangan harian dari studi awal
sampai tiga siklus perbaikan pembelajaran dan kemudian diolah secara
deskriptif, kuantitatif, dan deskriptif kualitatif.
Informasi tentang observator (Pengamat)
Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam tiga
siklus pembelajaran dan pada pelaksanaan ini peneliti dibantu oleh :
Nama

: Pariyem, S. Pd. SD

NIP

: 196004031981092005

Jabatan

: Guru Kelas II SD Negeri Cangko I

Tugas

: Mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus


kesatu, siklus kedua dan siklus ketiga.

D. Deskripsi per Siklus


Mata Pelajaran

: Pendidikan Kewarganegaraan

Pokok Bahasan

: Menghargai nilai-nilai juang

Kelas

: VI SD Negeri Cangko I

Hari/Tanggal

: Siklus I : Pertemuan 1 : Selasa, 05 Oktober 2012


Pertemuan 2 : Kamis, 07 Oktober 2012
Siklus II : Pertemuan 1 : Selasa, 12 Oktober 2012
Pertemuan 2 : Kamis, 14 Oktober 2012
Siklus III : Pertemuan 1 : Selasa, 19 Oktober 2012
Pertemuan 2 : Kamis, 22 Oktober 2012

Tujuan Perbaikan
1. Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran PKn
pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
2. Meningkatkan kemandirian dan kerja sama siswa dalam belajar.
3. Siswa dapat menjawab pertanyaan soal materi pembelajaran.
1. Siklus I
Pertemuan 1 : Selasa , 05 Oktober 2012
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah ditetapkan peneliti
menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) beserta skenario
tindakan perbaikan. Skenario tindakan merupakan tahapan kegiatan
tindakan perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang yang dilakukan guru dan siswa.
Disamping itu peneliti juga telah menyiapkan lembar kerja, materi
pembelajaran, alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus
Pancasila.
Selanjutnya bersama teman sejawat yang menjadi observer
menyepakati hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran observasi dan
pengumpulan data, kriteria observasi dan fokus observasi. Setelah ada
kesepakatan dilakukan simulasi perbaikan pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan (Acting)


1. Kegiatan awal
Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah
menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis.
Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga
berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes
formatif. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti
Pada

proses

pembelajaran

siswa

secara

individu

mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah


dibagikan oleh peneliti. Dalam mengerjakan tes formatif, siswa
dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh
perumus Pancasila. Dalam hal ini siswa diajak menunjukkan mana
tokoh yang merumuskan Pancasila sebagai Dasar Negara. Setelah
selesai, tugas dikumpulkan dan diperiksa, hasilnya dibahas
bersama oleh peneliti dan siswa.
3. Kegiatan Akhir
Siswa mengerjakan soal tes formatif, setelah selesai
dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. Hasil dari tes formatif inilah
yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut
pembelajaran

berikutnya.

Kegiatan

ini

diakhiri

dengan

memberikan Jabatan rumah (PR).


Pertemuan 2 : Kamis, 07 Oktober 2012
1. Kegiatan awal
Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah
menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis,
namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR.

Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga


berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes
formatif. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti
Pada

proses

pembelajaran

siswa

secara

individu

mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah


dibagikan oleh peneliti. Dalam mengerjakan tes formatif, siswa
dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh
perumus Pancasila sebagai Dasar Negara. Dalam hal ini siswa
diajak menunjukkan mana tokoh yang merumuskan Pancasila.
Setelah selesai, tugas dikumpulkan dan diperiksa, hasilnya dibahas
bersama oleh peneliti dan siswa.
3. Kegiatan Akhir
Siswa mengerjakan soal tes formatif, setelah selesai
dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. Hasil dari tes formatif inilah
yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut
pembelajaran

berikutnya.

Kegiatan

ini

diakhiri

dengan

memberikan Jabatan rumah (PR).


c. Tahap Pengamatan (Observing)
Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar menegajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d. Tahap Refleksi (Reflecting)
Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang pada siklus pertama ini belum
berhasil. Berdasarkan analisa data diketahui tingkat ketuntasan siswa
terhadap materi ajar baru 10 siswa dari 18 siswa secara keseluruhan
atau 55,55% siswa telah tuntas belajar. Selanjutnya peneliti melakukan

diskusi dengan observer tentang hasil observasi dan hasil tes formatif,
maka pada siklus kedua perlu ditanggulangi kekurangan dan
kelemahan pada siswa tersebut dengan cara dibentuknya kelompok
belajar.
2. Siklus II
Pertemuan 1 : Selasa, 12 Oktober 2012
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Berdasarkan hasil refleksi siklus pertama peneliti merevisi
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan.
Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran
(RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan,
seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal, lembar observasi, alat
bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara) dan lembar tes formatif.
Setelah peralatan yang diperlukan lengkap, peneliti dengan
teman

sejawat

mensimulasikan

langkah-langkah

perbaikan

pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan (Acting)
1. Kegiatan awal
Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan
suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak
terganggu. Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti
bersama siswa membahas PR. Peneliti juga telah menyiapkan
lembar

kerja

siswa

yang

berisi

pertanyaan

yang

dapat

mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sitematis dan kritis.


Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. Tidak lupa juga peneliti
memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti

Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa


mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok. Berbagai jenis gambar
tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada
papan

tulis, hal

tersebut

untuk memudahkan

siswa dan

kelompoknya maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan.


Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja,
peneliti mengingatkan bahwa masih ada tugas kelompok, yaitu
untuk memaparkan hasil dari tugas yang baru saja dikerjakan. Tiap
kelompok boleh memberikan penilaian pada kelompok lain.
Setelah semua kelompok selesai memaparkan, peneliti
meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masingmasing.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan Jabatan
rumah (PR).
Pertemuan 2 : Kamis, 14 Oktober 2012
1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan
suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak
terganggu. Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah
menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis,
namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR.
Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa. Tidak lupa juga peneliti

memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran yang akan


dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti
Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa
mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok. Berbagai jenis gambar
tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada
papan tulis, hal tersebut untuk memudahkan siswa dan kelompknya
maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan. Setelah semua
kelompok selesai mengerjakan lembar kerja, peneliti mengingatkan
bahwa masih ada tugas kelompok, yaitu untuk memaparkan hasil
dari tugas yang baru saja dikerjakan. Tiap kelompok boleh
memberikan penilaian pada kelompok lain.
Setelah semua kelompok selesai memaparkan, peneliti
meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masingmasing.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan Jabatan
rumah (PR).
c. Tahap Pengamatan (Observing)
Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d. Tahap Refleksi (Reflecting)

Berdasarkan dari nalisa data pada pelaksanaan perbaikan


pembelajaran pada siklus kedua ini belum tuntas, karena masih ada
siswa yang belum tuntas belajarnya. Dari jumlah siswa keseluruhan
yaitu 18 siswa, baru 14 orang siswa.
siswa yang yang tuntas belajar atau 77,77%. Hal ini
disebabkan kurangnya pemahaman pada materi yang diberikan yaitu
tentang Menghargai nilai-nilai juang. Karena tingkat keberhasilan yang
diinginkan belum tercapai, maka kegiatan perbaikan pembelajaran
akan dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya yaitu siklus ketiga.
Dari hasil diskusi dengan observer, kekurangan pada siklus
kedua ini akan ditanggulangi dengan cara menukar anggota kelompok
pada masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan untuk membantu
anggota kelompok yang lemah dan tidak membosankan. Upaya lain
yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan cara mengefektifkan
bimbingan pada proses pembelajaran.
3. Siklus III
Pertemuan 1 : Selasa, 19 Oktober 2012
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Berdasarkan hasil refleksi siklus kedua peneliti merevisi
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan.
Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran
(RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan,
seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal, lembar observasi, alat
bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara) dan lembar tes formatif.
Setelah peralatan yang diperlukan lengkap, peneliti dengan
teman

sejawat

pembelajaran.

mensimulasikan

langkah-langkah

perbaikan

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)


1. Kegaiatan Awal
Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
dan nyaman, sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses
pembelajaran. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok,
masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa, sekaligus
menukar siswa yang tuntas dan yang belum tuntas. Setiap
kelompok mendapat lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan
yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sitematis dan
kritis. Peneliti memerintahkan kepada siswa yang sudah tuntas
untuk bisa membantu temannya. Selanjutnya peneliti menjelaskan
tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan secara singkat dan
jelas.
2. Kegiatan Inti
Sebagaiamana pada siklus kedua, pada siklus ketiga ini
model berkelompok tetap sama, hanya lebih intensif dan
memaksimalkan tutor sebaya dan bimbingan guru. Tiap kelompok
mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan. Setelah selesai
mengerjakan, setiap kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas. Kelompok lainnya
boleh bertanya dan menilai.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan Jabatan
rumah (PR).

Pertemuan 2 : Kamis, 21 Oktober 2012


1. Kegiatan Awal
Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
dan nyaman, sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses
pembelajaran,

namun

sebelumnya

peneliti

bersama

siswa

membahas PR. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok,


masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa, sekaligus
menukar siswa yang tuntas dan yang belum tuntas. Setiap
kelompok mendapat lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan
yang dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sitematis dan
kritis. Peneliti memerintahkan kepada siswa yang sudah tuntas
untuk bisa membantu temannya. Selanjutnya peneliti menjelaskna
tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan secara singkat dan
jelas.
2. Kegiatan Inti
Sebagaimana pada siklus kedua, pada siklus ketiga ini
model berkelompok tetap sama, hanya lebih intensif dan
memaksimalkan tutor sebaya dan bimbingan guru. Tiap kelompok
mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan. Setelah selesai
mengerjakan, setiap kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas. Kelompok lainnya
boleh bertanya dan menilai.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan Jabatan
rumah (PR).

c. Tahap Pengamatan (Observing)


Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d. Tahap Refleksi (Reflecting)
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan
Menghargai nilai-nilai juang pada siklus ketiga ini berhasil
menuntaskan 16 siswa dari 18 siswa. Berarti masih ada 2 siswa yang
belum tuntas belajarnya.
Hal

ini

membuktikan

bahwa

metode

PAKEM

dalam

pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah cukup mampu


meningkatkan prestasi belajar siswa.
Namun demikian refleksi tetap dilakukan untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang masih ada
untuk masukan pada perbaikan pembelajaran selanjutnya.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Peneliti menganalisa data yang diperoleh dalam proses perbaikan
pembelajaran. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisa data
adalah sebagai berikut :
1. Menyusun data hasil belajar siswa dari studi awal, siklus pertama, siklus
kedua, dan siklus ketiga.
2. Data disusun dalam bentuk tabel untuk mempermudah dalam mengamati
perkembangan proses perbaikan.
3. Membuat tabel ketuntasan belajar dan penguasaan materi.
4. Membuat tabel keaktifan siswa.
Nilai perolehan dari hasil belajar 70 lebih dinyatakan tuntas belajar
sedang nilai 70 ke bawah dinyatakan belum tuntas belajar.
Hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan peneliti dari
studi awal, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga disusun dalam tabel
berikut ini :

Tabel : 4.1 Hasil tes formatif mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Nama Siswa
Cica Komalasari
Dinda Anggraeni
Egi Nurazizah
Elita Nurhasanah
Fathurohman
Gilang
Kardono
Kunaenih
Moh. Arifn
Moh. Padri
Putri Aniyah
Reni
Risky
Rismayani
Srimuti
Tarsih
Tedi Suwanto
Triani Astuti
Jumlah
Rata-rata

NILAI
Studi awal Siklus I Siklus II Siklus III
40
50
60
60
40
50
70
70
70
80
80
90
50
70
70
70
50
60
60
70
70
80
80
80
40
60
60
70
40
60
70
70
40
50
70
70
80
90
80
100
80
80
80
100
80
90
90
100
60
60
60
60
40
50
70
70
60
70
80
80
60
70
80
90
70
80
80
90
70
80
90
100
1.040
1.240 1.430
1.440
57,77
69,44
79,44
80

Berdasarkan data di atas yaitu data studi awal, siklus pertama, siklus
kedua dan siklus ketiga terlihat adanya peningkatan hasil perolehan nilai ratarata kelas dan peningkatan ketuntasan belajar. Nilai rata-rata pada studi awal
adalah 57,75 sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata 68,88. Pada siklus
kedua nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 79,44, dan pada siklus ketiga nilai
rata-rata meningkat lagi menjadi 80.
Begitu juga tentang ketuntasan belajar siswa. Dari data studi awal
siswa yang tuntas ada 7 siswa atau 38,88%. Sedangkan pada siklus pertama
siswa tuntas naik menjadi 10 siswa, atau 55,55%. Pada siklus kedua siswa
tuntas naik menjadi 13 siswa, atau 77,77%. Dan pada siklus ketiga siswa
tuntas naik menjadi 16 siswa atau 88,88%.

Selanjutnya peneliti sajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam


pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Studi Awal

Siklus I
Tuntas

Siklus II

Siklus III

Belum Tuntas

Gambar : 4.2 Data Tingkat Ketuntasan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan


Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
Dari diagram tersebut di atas, dapat diketahui adanya peningkatan
prestasi ketuntasan siswa pada siklus perbaikan. Peningkatan tertinggi pada
siklus kedua. Siswa yang belum tuntas belajar dilihat dalam diagram adanya
penurunan jumlah siswa. Penurunan tertinggi pada siklus kedua. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PAKEM mampu
meningkatkan ketuntasan siswa dalam penguasaan materi.
Selanjutnya akan disajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep dasar Menghargai nilainilai juang.
Tabel : 4.3 Tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
No
1
2
3
4

Tahap
Studi Awal
Silkus I
Siklus II
Siklus III

Siswa Tuntas
Jumlah
%
7
38,88
10
55,55
14
77,77
16
88,88

Siswa Belum Tuntas


Jumlah
%
11
61,12
8
44,45
4
22,23
2
11,12

Dari tabel tersebut di atas diketahui adanya peningkatan ketuntasan


belajar pada setiap siklusnya. Sebelum adanya perbaikan pembelajaran, siswa
yang tuntas hanya 7 atau 38,88%, setelah diadakan perbaikan pembelajaran
pada siklus pertama ada kenaikan menjadi 10 siswa atau 55,55%, pada
perbaikan pembelajaran siklus kedua, siswa tuntas menjadi 14 siswa atau
77,77%. Dan pada perbaikan pembelajaran siklus ketiga siswa tuntas menjadi
16 siswa atau 88,88%.
Hal

ini

membuktikan

bahwa

pembelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang menggunakan


metode PAKEM sangat mendukung dalam meningkatkan ketuntasan siswa,
hasil belajar, dan kreatifitas siswa. Penguasaan materi pelajaran mudah dan
cepat dikuasai anak sehingga prestasi belajar meningkat.
Selanjutnya akan disajikan data perkembangan ketuntasaan siswa
dalam bentuk diagram batang sebagai berikut!

Gambar : 4.2 Data perkembangan ketuntasan siswa dalam pembelajaran


Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus
pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga dalam bentuk tabel.

Tabel : 4.3 Tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan


Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
No
1
2
3
4

Tahap
Studi Awal
Silkus I
Siklus II
Siklus III

Siswa Aktif
Jumlah
%
7
38,88
10
55,55
14
77,77
16
88,88

Siswa Tidak Aktif


Jumlah
%
11
61,12
8
44,45
4
22,23
2
11,12

Pada tabel di atas dapat dilihat kenaikan keaktifan siswa dari studi
awal mula-mula 38,88%, pada siklus pertama naik menjadi 55,55%, pada
siklus kedua naik menjadi 77,77%, dan pada siklus ketiga naik menjadi
88,88%.
Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus
pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga dalam bentuk diagram batang berikut
ini.

Gambar :4.3 Data Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan


Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
B. Pembahasan
Melihat hasil tes formatif pada studi awal, kemudian dilanjutkan
dengan perbaikan siklus pertama siklus kedua dan siklus ketiga, terlihat bahwa
setiap siklus perbaikan pembelajaran terjadi kenaikan dalam hal keaktifan
siswa dan hasil belajar siswa baik secara klasikal maupun individual.

Dalam

hal

ini,

penerapan

metode

PAKEM

pada

perbaikan

pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilainilai juang dikatakan sangat tepat pada sasaran dan berpengaruh besar dalam
diri siswa.
Mencermati proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan di
atas dengan menggunakan metode PAKEM mengalami peningkatan yang
cukup menyenangkan. Hasil observasi terhadap keaktifan siswa menunjukkan
bahwa pada setiap tindakan perbaikan dari siklus pertama, siklus kedua, dan
siklus ketiga selalu ada peningkatan yaitu : pada studi awal 38,88%, siklus
pertama 55,55%, siklus kedua 77,77% dan siklus ketiga 88,88%. Begitu pula
hasil belajar atau prestasi belajar atau ketuntasan belajar selalu mengalami
peningkatan yaitu : pada studi awal 38,88%, siklus pertama 55,55%, siklus
kedua 77,77% dan siklus ketiga 88,88%.
Namun bagi siswa yang belum tuntas belajarnya merupakan bahan
pemikiran bagi guru untuk perbaikan selanjutnya.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data serta temuan selama proses perbaikan
pembelajaran dari studi awal dilanjutkan tindakan perbaikan siklus kesatu,
siklus kedua, dan siklus ketiga dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Kondisi pada studi awal sebelum menggunakan metode PAKEM siswa
yang mencapai kriteria ketuntasan belajar hanya 8 siswa dari 34 siswa. Setelah
menggunakan metode PAKEM pada siklus I siswa yang mencapai KKM
menjadi 10 siswa dari 18 siswa, perbaikan siklus II siswa yang mencapai
KKM menjadi 14 siswa dari 18 siswa. Perbaikan siklus III siswa yang
mencapai KKM menjadi 16 siswa dari 18 siswa.
Penerapan

metode

PAKEM

pada

pelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dapat


meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Pada proses
pembelajaran berlangsung suasana kelas menyenangkan dan sudah sesuai
dengan pendapat Bruner tentang teori belajar penemuan dan sudah sesuai
dengan karakteristik dan perkembangan kognitif anak sekolah di tingkat dasar.
Penerapan metode PAKEM dapat melatih kemandirian siswa dalam
menyelesaikan suatu persoalan, sehingga guru tidak dijadikan sebagai pusat
pembelajaran tapi guru hanya sebagai fasilitator.
B. Saran dan Tindak Lanjut
1. Saran untuk tindak lanjut
Karena waktu yang singkat atau kemampuan yang sangat terbatas,
maka perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas ini masih
banyak kekurangan ataupun kesalahan sehingga hasilnya kurang
memuaskan. Oleh karena itu kami sarankan kepada peneliti selanjutnya
agar pelaksanaan perbaikan pembelajaran diawali dengan persiapan yang

matang dan penggunaan waktu yang cukup sehingga hasilnya memuaskan


sesuai dengan harapan.
2. Saran untuk penerapan hasil penelitian
a.

Siswa kurang aktif dalam pembelajaran


pendidikan kewarganegaraan merupakan temuan atau permasalahan
yang peneliti hadapi di kelas. Dengan penerapan metode PAKEM
ternyata dapat mengatasi masalah yang peneliti hadapi. Disamping
dapat membangkitkan minat siswa menjadi lebih semangat dan
bergairah, juga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh karena itu peneliti
sarankan pada peneliti selanjutnya.

b. Mengingat

metode

yang

peneliti

terapkan

dalam

perbaikan

pembelajaran ini dapat mendorong siswa lebih aktif, lebih semangat,


lebih

bergairah

dalam

mengikuti

pembelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan, maka bagi sekolah yang karakteristiknya relatif


sama, kiranya dapat menerapkan strategi pembelajaran yang serupa
untuk dapat meningkatkan partisipasi siswa menjadi lebih aktif lagi.
c. Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat
membantu guru meningkatkan materi ajar dengan pengalaman nyata
siswa, menambah kemampuan, berkomunikasi, berinteraksi dengan
belajar antar komponen. Untuk itu model pembelajaran ini perlu
dicobakan pada mata pelajaran yang lain dan di kelas lain.
d. Sebagai pekerja profesional yang memiliki organisasi profesi yang
memiliki visi dan misi yang sama, hendaknya hasil penelitian
disampaikan kepada sesama guru lain dalam satu sekolahan atau
melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk dapat
dipergunakan pada penelitian selanjutnya dan digunakan pada mata
pelajaran lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Bellen, S. 1999, Manajemen Berbasis Sekolah, Paket Fasilitator Unesco-Unicef
Depdikbud. Jakarta.
Durin, N. 2002. Model Pembelajaran Mandiri Banyumas Mitra Mas 1999/2000
Pedoman Pembuatan Alat Peraga, Depdiknas. Jakarta.
Mikarsa, Hera Lestari dkk. 2004. Pendidikan Anak di SD. Jakarta; Universitas
Terbuka.
Setiawan, Denny, dkk. 2006 Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta;
Universitas Terbuka.
Suciati, dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta; Universitas Terbuka.
Suprayekti, dkk. 2006. Pembaharuan Pembelajaran di SD. Jakarta; Universitas
Terbuka.
Samsudin Abin, Nandang Budiman. 2005. Profesi Keguruan 5. Jakarta;
Universitas Jakarta.
Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta; Universitas
Terbuka.
Sudrajat,Akhmad. 2009. Mengajar Dengan Konsep PAKEM. Semarang; DERAP
GURU

Lampiran 1
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Waktu
Standar Kompetensi

: SD Negeri Cangko I
: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: 2 x 70 menit (2x pertemuan)
: Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses

Kompetensi Dasar

perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara


: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar

Indikator

Negara
: 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara

I. TUJUAN
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu Menghargai nilai-nilai juang.
B. Tujuan Perbaikan Pembelajaran
1. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru.
3. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
II. MATERI, MEDIA / ALAT PERAGA, SUMBER BAHAN, METODE
PEMBELAJARAN
A. Materi Pokok
1. Pancasila sebagai Dasar Negara.
2. Semangat juang dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila.
B. Media / Alat Peraga
1. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila.
2. Gambar Lambang Negara Indonesia
C. Sumber Bahan

Silabus kelas VI

Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halaman 35.

Buku penunjang lain yang relevan.

Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI

D. Metode Pembelajaran

Ceramah

Tanya jawab

Tugas

Diskusi

Pakem

III.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan I : Tanggal 05 Oktober 2012
A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan


menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan.


Sebutkan isi dari Pancasila!
Apa lambang sila kesatu dari Pancasila?
Apa lambang sila kesatu dari Pancasila?
Padi dan kapas merupakan lambang sila ke ....

B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang Pancasila sebagai


Dasar Negara

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang Pancasila sebagai dasar negara.

Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang Pancasila


sebagai dasar negara.

Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas


hasil kerja kelompok.

Guru memberi tugas Jabatan rumah.

C. Kegiatan Akhir (15 menit)

Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas.

Siswa

mengerjakan

tugas

pada

lembar

kerja

siswa

secara

berkelompok.

Guru mengomentari hasil kerja kelompok.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

Pertemuan II : Tanggal 07 Oktober 2012


A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada


pertemuan lalu.
Sipakah yang pertama kali mengenalkan kata Pancasila?
Apa landasan proses perumusan Pancasila sebagai nasar negara?
Siapakah yang pertama kali mengemukakan rumusan lima Dasar
negara?
Apakah azas yang pertama diajukan oleh Mr. Muh. Yamin?

B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang Semangat juang


dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang Semangat juang dan kebersamaan dibalik perumusan Pancasila

Guru dan siswa membuat rangkuman, kemudian siswa menulis di buku


masing-masing.

C. Kegiatan Akhir (15menit)

Siswa mengerjakan tes formatif secara individu.

Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

IV. EVALUASI
A. ProsedurTes

Tes Awal

Tes Dalam Proses : Ada, lisan

Tes Akhir

: Ada, lisan

: Ada, tertulis

B. Jenis Tes

Tes Lisan

Tes Tertulis

C. Bentuk Tes

Isian

D. Alat Tes
a. Soal Tes
Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Kata Pancasila pertama kali dikenalkan oleh ....
2. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dilandasi ....

3. Pancasila sebagai dasar negara menjadi penentu arah dan


bangsa Indonesia.
4. Rumusan lima dasar negara pertama kali dikemukakan oleh .
5. Azas pertama yang diajukan oleh Mr. Muh. Yamin adalah .
6. Istilah Pancasila terdapat dalam kitab Sutasoma karangan .
7. Kata Pancasila dikemukakan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada
tanggal ....
8. BPUPKI diketuai oleh ....
9. Para pendiri bangsa merumuskan dasar negara dengan semangat ....
10. Salah satu azas internasionalisme diusulkan oleh ....
b. Kunci Jawaban
1. Ir. Soekarno

6.

Empu Tantular

2. Nilai-nilai juang 7.

1 Juni 1945

3. Cita-cita luhur

Dr. Rajiman Widyadiningrat

8.

4. Mr. Muh. Yamin 9.

Kebersamaan

5. Peri kebangsaan 10.

Ir. Soekarno

c. Pedoman Penilaian
No Aspek yang Dinilai
1
Jawaban benar

Skor
10

Jawaban salah

Nilai

Skor Perolehan
100
Jumlah Skor

d. Lembar Analisis
No
Urut
1

Jumlah
Salah
1

10

10

Nilai
(x1)

Jumlah Siswa
(x2)

Jumlah
(x1.x2)

Mengetahui

Tukdana, 15 Oktober 2012

Kepala Sekolah

Peneliti

DANIAH, S. Pd. SD
NIP. 196701011992032013

KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

Lampiran 2
LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Kompetensi Dasar

: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara

A. Petunjuk!
1. Bersama kelompokmu, kerjakan soal-soal di bawah ini!
2. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru!
B. Kerjakan dengan baik!
1. Sebutkan 3 orang yang mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI!
2. Apa nilai juang yang dapat diteladani dari para anggota perumus dasar
negara?
Kelompok

Anggota

: 1. .
2. .
3. .
4. .
5. .

Lampiran 3

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 2


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Waktu
Standar Kompetensi

: SD Negeri Cangko I
: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: 2 x 70 menit (2x pertemuan)
: Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses

Kompetensi Dasar

perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara


: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar

Indikator

Negara
: 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara

I. TUJUAN
A. Tujuan Pembelajaran
1. Proses perumusan Pancasila.
2. Nilai juang dan kebersamaan para tokoh.
B. Tujuan Perbaikan Pembelajaran
1. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru.
3. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
II. MATERI, MEDIA / ALAT PERAGA, SUMBER BAHAN, METODE
PEMBELAJARAN
A. Materi Pokok
1. Proses perumusan Pancasila.
2. Nilai juang dan kebersamaan para tokoh.
B. Media / Alat Peraga
1. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila.
2. Gambar Lambang Negara Indonesia
C. Sumber Bahan

Silabus kelas VI

Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halaman 7


10.

Buku penunjang lain yang relevan.

Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI

D. Metode Pembelajaran

Ceramah

Tanya jawab

Tugas

Diskusi

Pakem

III.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan I : Tanggal 12 Oktober 2012
A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan


menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan.


Apakah kepanjangan dari BPUPKI?
Apakah kepanjangan dari PPKI?
Siapakah ketua BPUPKI?
Apakah rati dari rela berkorban?

B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru

menjelaskan

materi

pembelajaran

yaitu

tentang

proses

perumusan Pancasila.

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang proses proses perumusan Pancasila.

Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang proses


perumusan Pancasila.

Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas


hasil kerja kelompok.

Guru memberi tugas Jabatan rumah.

C. Kegiatan Akhir (15 menit)

Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas.

Siswa

mengerjakan

tugas

pada

lembar

kerja

siswa

secara

berkelompok.

Guru mengomentari hasil kerja kelompok.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

Pertemuan II : Tanggal 14 Oktober 2012


A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada


pertemuan lalu.
Apakah arti dari :
a. Musyawarah
b. Mufakat
c. Rela berkorban
d. Kerja keras

e. Rendah hati
B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang nilai juang dan


kebersamaan para tokoh

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang nilai juang dan kebersamaan para tokoh

Guru dan siswa membuat rangkuman, kemudian siswa menulis di buku


masing-masing.

C. Kegiatan Akhir (15menit)

Siswa mengerjakan tes formatif secara individu.

Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

IV. EVALUASI
A. ProsedurTes

Tes Awal

Tes Dalam Proses : Ada, lisan

Tes Akhir

B. Jenis Tes

Tes Lisan

Tes Tertulis

C. Bentuk Tes

Isian

: Ada, lisan

: Ada, tertulis

D. Alat Tes
a. Soal Tes
Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Salah satu agenda sidang BPUPKI adalah merumuskan ....
2. Selain orang Indonesia, PPKI mempunyai anggota orang ....
3. Rumusan Panitia sembilan tentang dasar negara dikenal dengan
nama .
4. Piagam Jakarta sebagai Preambule UUD ditanda tangani oleh ...
orang.
5. Rumusan Pancasila yang sah ditetapkan PPKI tanggal .
6. Pancasila dirumuskan kebersamaan diwujudkan dalam sikap .
7. Para tokoh tetap bersemangat bermusyawarah karena ....
8. Bersikap adil dan tenggang rasa adalah pengamalan nilai yang
terkandung dalam sila ... dari Pancasila.
9. Para tokoh mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sesuai
nilai Pancasila sila ke .
10. Saling menghormati perasaan orang lain adalah wujud dari sikap ...
b. Kunci Jawaban
1. Dasar Negara

6.

Menghargai Perbedaan

2. Jepang

7.

Memikirkan bangsanya

3. Piagam Jakarta

8.

ke empat

4. 9 (sembilan)

9.

ke tiga

5. 18 Agustus 1945 10.

Tenggang rasa

c. Pedoman Penilaian
No
1

Aspek yang Dinilai


Jawaban benar

Skor
10

Jawaban salah

Skor Perolehan
Nilai
100
Jumlah Skor

c. Lembar Analisis
No
Urut
1

Jumlah
Salah
1

10

10

Nilai
(x1)

Jumlah Siswa
(x2)

Jumlah
(x1.x2)

Mengetahui

Tukdana, 14 Oktober 2012

Kepala Sekolah

Peneliti

DANIAH, S. Pd. SD
NIP. 196701011992032013

KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

Lampiran 4
LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Kompetensi Dasar

: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara

A. Petunjuk!
1. Bersama kelompokmu, kerjakan soal-soal di bawah ini!
2. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru!
B. Kerjakan dengan baik!
1. Tulislah Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4!
2. Dimana letak rumusan Pancasila yang sah dan benar?
3. Apakah tujuan Jepang membentuk BPUPKI?
Kelompok

Anggota

: 1. .
2. .
3. .
4. .
5. .

Lampiran 5
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 3
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Waktu
Standar Kompetensi

: SD Negeri Cangko I
: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: 2 x 70 menit (2x pertemuan)
: Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses

Kompetensi Dasar

perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara


: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar

Indikator

Negara
: 1 Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara

I. TUJUAN
A. Tujuan Pembelajaran
1. Meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumus Pancasila!
2. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
B. Tujuan Perbaikan Pembelajaran
1. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
2. Siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan guru.
3. Hasil belajar siswa meningkat dalam pembelajaran PKn pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang.
II. MATERI, MEDIA / ALAT PERAGA, SUMBER BAHAN, METODE
PEMBELAJARAN
A. Materi Pokok
1. Meneladani nilai juang para tokoh perumusan Pancasila
2. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
B. Media / Alat Peraga
3. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila.

4. Gambar Lambang Negara Indonesia


C. Sumber Bahan

Silabus kelas VI

Buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VI Depdikbud halman 13


19.

Buku penunjang lain yang relevan.

Rencana Perbaikan Pembelajaran kelas VI

D. Metode Pembelajaran

Ceramah

Tanya jawab

Tugas

Diskusi

Pakem

III.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan I : Tanggal 19 Oktober 2012
A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan


menyampaikan judul materi yang akan diajarkan.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Tanga jawab yang mengarah pada materi yang akan disampaikan.


Apakah kepanjangan dari BPUPKI?
Apakah kepanjangan dari PPKI?
Siapakah ketua BPUPKI?
Apakah arti dari rela berkorban!

B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang meneladani nilainilai juang para tokoh perumusan Pancasila.

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang meneladani nilai-nilai juang para tokoh perumusan Pancasila.

Siswa berdiskusi kelompok mengerjakan soal-soal tentang meneladani


nilai-nilai juang para tokoh perumusan Pancasila.

Dengan bimbingan guru siswa melaksanakan diskusi kelas membahas


hasil kerja kelompok.

Guru memberi tugas Jabatan rumah.

C. Kegiatan Akhir (15 menit)

Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas.

Siswa

mengerjakan

tugas

pada

lembar

kerja

siswa

secara

berkelompok.

Guru mengomentari hasil kerja kelompok.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

Pertemuan II : Tanggal 21 Oktober 2012


A. Kegiatan Awal (10 menit)

Siswa berdoa bersama dipimpin ketua kelas.

Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah disampaikan pada


pertemuan lalu.
Siapa yang mengusulkan perubahan Piagam Jakarta?
Kapan Panitia sembilan menetapkan hasil sidang yang berupa
rumusan Piagam Jakarta?

B. Kegiatan Inti (45 menit)

Guru menjelaskan materi pembelajaran yaitu tentang pengamalan


nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.

Siswa dan guru mengadakan tanya jawab tentang materi pembelajaran


tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Guru dan siswa membuat rangkuman, kemudian siswa menulis di buku


masing-masing.

C. Kegiatan Akhir (15menit)

Siswa mengerjakan tes formatif secara individu.

Guru memberikan penilaian dan menganalisa hasil tes formatif.

Siswa diberi motivasi agar selalu giat belajar dan mengulang kembali
pelajaran di rumah.

Guru memberikan saran dan tindak lanjut berupa PR

Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.

IV. EVALUASI
A. ProsedurTes

Tes Awal

Tes Dalam Proses : Ada, lisan

Tes Akhir

: Ada, lisan

: Ada, tertulis

B. Jenis Tes

Tes Lisan

Tes Tertulis

C. Bentuk Tes

Isian

D. Alat Tes
a. Soal Tes
Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
1. Dasar negara Pancasila dibahas dalam ....

2. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam ....


3. Dalam mustawarah tidak ada menang dan kalah karena memiliki
sikap ....
4. Kepentingan bangsa dan negara lebih diutamakan dari pada ....
5. Perbedaan pendapat jangan sampai menimbulkan .
6. Mengembangkan sikap kekeluargaan adalah pengamalan nilai
Pancasila sila ke ....
7. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diamalkan dalam ....
8. Semangat kebersamaan dalam Pancasila sudah ada sejak ....
9. Perbedaan agama ditulis dalam kitab .
10. Menghormati hak orang lain adalah pengamalan sila ... dari
Pancasila.
b. Kunci Jawaban
1. Sidang BPUPKI 6.

Ke-4

2. Musyawarah

7. Kehidupan sehari-hari

3. Kebersamaan

8.

Nenek moyang

4. Kepentingan pribadi

9. Negara kertagama

5. Perpecahan

Ke-5

10.

c. Pedoman Penilaian
No
1

Aspek yang Dinilai


Jawaban benar

Skor
10

Jawaban salah

Nilai

Skor Perolehan
100
Jumlah Skor

d.

Lembar Analisis
No
Urut
1

Jumlah
Salah
1

10

10

Nilai
(x1)

Jumlah Siswa
(x2)

Jumlah
(x1.x2)

Mengetahui
Kepala Sekolah

Tukdana, 21 Oktober 2012


Peneliti

DANIAH, S. Pd. SD
NIP. 196701011992032013

KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

Lampiran 6
LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Kompetensi Dasar

: Pendidikan Kewarganegaraan
: VI / I
: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara

A. Petunjuk!
1. Bersama kelompokmu, kerjakan soal-soal di bawah ini!
2. Bila ada kesulitan tanyakan kepada pada guru!
B. Kerjakan dengan baik!
1. Supomo adalah salah satu tokoh yang ikut menggagas dasar negara
Indonesia. Beliau dilahirkan di kota ... tanggal ... bulan ... tahun ....
2. Sebutkan nilai keadilan sosial yang terkandung dalam sila kelima :
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!
Kelompok

Anggota

: 1. .
2. .
3. .
4. .
5. .

Lampiran 7

SURAT PERNYATAAN OBSERVER


Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: Pariyem, S. Pd. SD.

NIP

: 196004031981092005

Jabatan

: Guru Kelas IV

Tempat Mengajar

: SD Negeri Cangko I UPTD Pendidikan Tukdana

Alamat Sekolah

: Desa Cangko Kecamatan Tukdana

Menyatakan bersedia sebagai pengamat/observer dalam pelaksanaan kegiatan


perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI atas nama :
Nama

: KARINI, S. Pd. SD

NIP

: 197006061992022002

Jabatan

: Kepala Sekolah / Guru Kelas VI (Mapel PKn)

Tempat Pelaksanaan : SD Negeri Cangko I UPTD Pendidikan Tukdana


Waktu Pelaksanaan

: 05 Oktober s/d 21 Oktober 2012

Alamat Sekolah

: Desa Cangko Kecamatan Tukdana

Demikian surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana


mestinya
Tukdana, 1 Oktober 2012
Yang Membuat Pernyataan

Pariyem, S. Pd. SD.


NIP.196004031981092005........
..............................
Lampiran 8

SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: KARINI, S. Pd. SD

NIP

: 197006061992022002

Pangkat/Gol. Ruang : Guru Madya/ IV. a


Jabatan
Unit Kerja

: Guru Kelas VI (Mapel PKn) /Kepala Sekolah


: SD Negeri Cangko I, UPTD Pendidikan Tukdana

Menerangkan bahwa :
Nama

: PARIYEM, S. Pd. SD

NIP

: 19600403198109200596004031981092005

Pangkat/Gol Ruang

: Guru Madya/ IV. a Madya/ IV. a

Jabatan
Tempat Mengajar

: Guru Kelas 2
: SD Negeri Cangko I UPTD Tukdana

Adalah teman sejawat yang akan membantu menjadi pengamat pada pelaksanaan
perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI Semester I SD
Negeri Cangko I Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Tahun Pelajaran
2012/2013.
Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Teman Sejawat

PARIYEM, S. Pd, SD
NIP. 1960040319810920059040
Lampiran 9

Tukdana, 1 Oktober 2012


Yang Membuat Pernyataan

KARINI, S. Pd. SD
NIP. 197006061992022002

DATA OBSERVASI SISWA

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Mata Pelajaran

: Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas / Semester

: VI / I

Waktu Pelaksanaan

: Bulan September 2012

Fokus Perbaikan

: Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran

Nama Siswa
Cica Komalasari
Dinda Anggraeni
Egi Nurazizah
Elita Nurhasanah
Fathurohman
Gilang
Kardono
Kunaenih
Moh. Arifn
Moh. Padri
Putri Aniyah
Reni
Risky
Rismayani
Srimuti
Tarsih
Tedi Suwanto
Triani Astuti

Kemunculan Tiap Siklus


Studi awal Siklus I Siklus II Siklus III
A TA A TA A TA A TA

Keterangan :
A : Aktif
TA : Tidak Aktif
Data Keterangan Siswa
1. Jumlah Siswa

: 18 siswa

2. Studi Awal

: 8 siswa atau 23,52%

3. Siklus I
47,05%

16

siswa

atau

4. Siklus II

25

siswa

atau

31

siswa

atau

73,53%
5. silkus III
91,17%

Pengamat

Pariyem, S. Pd. SD.


NIP.196004031981092005