Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah penyelenggaraan upaya
kesehatan bagi setiap penduduk agar dapat terwujudkan kesehatan masyarakat yang
optimal. Salah satu upaya untuk mencapai keadaan tersebut adalah dengan
menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita. Program pengembangan
imunisasi merupakan salah satu kegiatan yang mendapat prioritas dalam sistem
kesehatan nasional.1
Program ini bertujuan untuk melindungi bayi dan balita dari PD3I (Penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi) seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, dan
campak. Diperkirakan PD3I merupakan penyebab dari sekitar 48 kematian bayi dan
56 kematian balita per 1000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. Program
UCI (Universal child immunization) yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan
(Depkes) RI secara nasional pada tahun 1990 telah berhasil dicapai dengan cakupan
DPT , polio dan campak minimal 80% sebelum umur 1 tahun. Sedangkan cakupan
untuk DTP , polio dan BCG minimal 90%. Target UCI merupakan tujuan antara
(intermediate goal) yang berarti cakupan imunisasi untuk BCG, DPT, polio, campak,
dan hepatitis B harus mencapai 80% baik ditingkat nasional, provinsi, dan kabupaten
bahkan setiap desa.2
Pada umumnya imunisasi yang memerlukan ulangan seperti DPT mempunyai
angka cakupan yang relatif rendah. Hal ini terlihat dengan adanya drop out sasaran
yang berkisar antara 32 60%. Laporan hasil survey tim WHO (1982) menyebutkan
bahwa terjadinya drop out karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang
imunisasi. Berdasarkan survei maupun studi yang dilakukan, ternyata sampai saat ini
setiap tahunnya masih terdapat jutaan anak yang tertular penyakit penyakit menular
tersebut dengan akibat sekitar 120.000 kematian, atau 1 anak setiap 5 menit.
kelompok penyakit infeksi merupakan penyebab kematian pada sebagian kasus
1

(42,9%), yaitu meliputi 3 kematian per 1000 penduduk. Penyakit penyakit yang
dominan pada kelompok ini adalah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
seperti difteri, polio, tuberculosis, campak dan tetanus. Angka kematian akibat tetanus
adalah 19,3%, sedangkan difteri, polio, dan campak sebesar 9,4%.3,4
Program imunisasi merupakan salah satu upaya untuk melindungi penduduk
terhadap penyakit tertentu. Di Indonesia sendiri cakupan imunisasi dasar lengkap per
September 2014 sebesar 48,4 %. Provinsi Bali memiliki capaian tertinggi sebesar
62%, diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 61,2%. Sedangkan Provinsi Maluku utara
memiliki capaian terendah sebesar 17,7%, diikuti oleh Papua Barat sebesar 18,3%.
Sedangkan Kalimantan Selatan sebesar 24,3%, no 5 terendah dan terendah no 2 di
pulau Kalimantan setelah Kalimantan Tengah sebesar 23,5%. Indikator lain yang
diukur untuk menilai keberhasilan pelaksanaan imunisasi yakni Universal Child
Immunization atau yang biasa disingkat UCI. Cakupan desa/kelurahan UCI di
Indonesia pada tahun 2013 sebesar 100% dengan kisaran 13,05% - 100%. Provinsi DI
Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jambi mencapai 100%. Sedangkan provinsi terendah
yaitu Papua (13,05%), Papua Barat (41,21%), dan Sulawesi Tenggara (56,50%).
Sedangkan Kalimantan Selatan sebesar 81,40% (Kemenkes RI, 2013).2,5
Cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi Provinsi Kalimantan Selatan per
September 2014 sebesar 24,3% dengan kabupaten/kota tertinggi yaitu Kota
Banjarmasin (58,7%) dan terendah Kabupaten Kotabaru (5,4%). Sedangkan untuk
Kabupaten Banjar sebesar 12,5% terendah no 3 di propinsi Kalimantan Selatan.
Untuk di wilayah Puskesmas Dalam Pagar sendiri masih terdapat beberapa desa yang
belum memenuhi target UCI dari 20 desa. Menurut data dari bagian program
imunisasi desa tersebut diantaranya desa Melayu Ilir, Melayu Ulu, Mekar, Pematang
Baru, Keramat Baru, Pekauman, Pekauman Ulu, dan Tambak Anyar.5
Menurut data di atas, terlihat bahwa angka cakupan imunisasi dasar lengkap
bayi pada propinisi Kalimantan Selatan masih rendah khususnya kabupaten Banjar.
Adapun terdapat berbagai macam factor yang menyebabkan rendahnya cakupan

tersebut. Factor-faktor tersebut diantaranya: pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan,


dan masih banyak factor lainnya..6
Berdasarkan hal hal tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian terhadap hubungan status kelengkapan imunisasi balita dengan tingkat
pengetahuan ibu, pendidikan ayah dan ibu dan, pekerjaan ayah dan ibu di wilayah
Puskesmas Dalam Pagar.
1.2 Pernyataan Masalah
Apakah terdapat hubungan antara status kelengkapan imunisasi balita dengan
tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ayah dan ibu dan, pekerjaan ayah dan ibu di
wilayah Puskesmas Dalam Pagar.
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui hubungan antara status kelengkapan imunisasi balita dengan
tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ayah dan ibu dan, pekerjaan ayah dan ibu
di wilayah Puskesmas Dalam Pagar.
1.3.2 Tujuan Khusus
a.

Menganalisis hubungan pengetahuan ibu dengan status kelengkapan


imunisasi balita di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar

b.

Menganalisis hubungan pekerjaan ayah dengan status kelengkapan


imunisasi balita di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar

c.

Menganalisis hubungan pekerjaan ibu dengan status kelengkapan


imunisasi balita di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar

d. Menganalisis hubungan pendidikan ayah dengan status kelengkapan


imunisasi balita di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar
e.

Menganalisis hubungan pendidikan ibu dengan status kelengkapan


imunisasi balita di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar
3

1.4 Manfaat
1.4.1

Manfaat bagi Penulis


Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan penulis lebih

mendalam tentang program imunisasi, mampu menganalisis hambatan-hambatan


yang timbul serta alternatif pemecahan masalah pada pelaksanaan program
kelengkapan status imunisasi balita di wilayah kerja Puskemas Dalam Pagar.
1.4.2 Manfaat bagi Puskesmas
Laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi
perumusan kebijakan program kesehatan di Puskemas Dalam Pagar.
1.4.2

Manfaat bagi Masyarakat


Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi

balita dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencapaian Universal Child
Imunitation (UCI) di wilayah kerja Puskesmas Dalam Pagar.