Anda di halaman 1dari 10

SISTEM PENGANTAR MANAJAMEN

Kasus 4-5 Westport Electric Corporation

Disusun Oleh
KELOMPOK V
1. Tauriq Aldila Firdaus (221316001 )
2. Valentina Antoh (221007765)

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Westport Electric merupakan salah satu perusahaan raksasa di AS yang
memproduksi dan menjual listrik serta produk elektronik. Penjualan pada
tahun 1983 melampaui $9 Milyar dan laba setelah pajak melebihi $750 Juta.
Kegiatan operasional perusahaan dibagi kedalam 4 grup, masing-masing
dikepalai wakil presiden grup. Grup-grup ini terdiri dari:
1.
Grup pembangkit listrik dan transmisi.
2.
Grup perkakas rumah tangga.
3.
Grup militer dan ruang angkasa.
4.
Grup elektronika.
Tiap grup terdiri dari sejumlah divisi yang independen secara relatif, masingmasing dikepalai oleh manajer divisi. Divisi merupakan unit operasi dasar dari
perusahaan, dan masing-masing merupakan pusat laba. Manajer divisi
bertanggung jawab atas perolehan laba yang memadai pada investasinya.
Terdapat 25 divisi dalam perusahaan.
Pada tingkat perusahaan terdapat staf riset pengembangan dan 6 staf
administratif kantor, masing-masing dikepalai oleh wakil presiden. Keenam staf
administratif sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Tanggung jawab

Keuangan
Hubungan industri
Hukum
Pemasaran
Manufaktur
Hubungan masyarakat
staf administratif berbeda-beda, tergantung pada lingkungan yang

mereka hadapi, tanggung jawab staf administratif dapat dibagi kedalam kategori
berikut:
1.

Saran manajemen puncak


Masing-masing staf bertanggung jawab untuk menyediakan saran bagi
manajemen puncak perusahaan menurut bidangnya. Disamping itu seluruh staf
wakil presiden merupakan anggota komite pengambil kebijaksanaan, pembuat
keputusan tertinggi dalam perusahaan.

2.

Pemberian saran bagi divisi operasi dan kantor staf lainnya.

Masing-masing kantor staf memberikan saran kepada divisi operasi dan


dalam beberapa peristiwa kepada kantor staf lainnya. (sebuah contoh berikut
merupakan saran dari staf legal yang mungkin diberikan kepada staf keuangan
berkenaan dengan dijalankannya suatu kontrak). Dalam teori, setidaknya divisi
operasi dapat menerima atau menolak saran yang diberikan selama mereka
melihatnya tepat. Dalam banyak kasus tidak terdapat persyaratan formal bahwa
divisi operasi harus mencari saran dari staf pusat. Pada kenyataannya,
bagaimanapun saran dari kantor staf biasanya membawa kesungguhan dan
manajer divisi jarang mengabaikan.
3.

Koordinasi antara divisi.


Kantor staf memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan area
kegiatan antar divisi. Besarnya koordinasi berbeda, sangat tergantung pada
ruang lingkup kegiatan. Sebagai contoh staf keuangan jumlah terbesar dari
koordinasi ini yang dilakukan, sebab hal penting untuk membangun dan
memelihara sebuah sistem akuntansi dan pengendalian anggaran. Pada sisi yang
lain, staf bidang hukum dan hubungan publik tidak memiliki perwakilan secara
langsung dalam aktivitas divisi.
Pada tahun kedua James King menjabat sebagai supervisor bagian
anggaran staf administratif. Sebelumnya, dia telah menjadi manajer anggaran di
Electric Stove Division. Pada tingkat divisi, analisis anggaran memberikan
pengaruh terhadap seluruh tingkat efisiensi yang ditampilkan dalam anggaran
operasi. Ia meminta untuk bertemu dengan Ensigh dan Kelly untuk melihat jika
sesuatu dapat dilakukan untuk meningkatkan teknik evaluasi terhadap anggaran
staf administrative maka diadakannya rapat. Dari rapat tersebut

Ia

mengemukakan pendapatnya bahwa departemen hokum bekerja tidak efisien


namun meminta peningkatan 30% dalam anggaran mereka dan Hoover
(Presiden) menyetujui anggaran mereka. Hal ini terjadi dikarenakan Hoover
tidak memiliki waktu atau pengetauan untuk mengevaluasi departemen hukum.
Kedua, dalam pelatihan managemen telah menghabiskan dana tetapi tidak
memberikan perubahan positif bagi perusahaan dan meminta anggaran kenaikan

sebesar 50 %. Dari pelatihan tersebut tidak ada kelhan dari pegawai. Hal ini
disebabkan orang takut menolaknya kaena hal tersebut dapat mengganggu
kenaikan pangkat mereka.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Westport Electric merupakan salah satu perusahaan raksasa di AS yang
memproduksi dan menjual listrik serta produk elektronik. Pada tingkat
perusahaan terdapat staf riset pengembangan dan 6 staf administratif kantor.
Dari departemen tersebut, menurut king ada masalah yang perlu ditidaklanjuti
mengenai tidak efisiensi dan ekonomisnya anggaran pada dua departemen
tersebut.
Berdasarkan latar belakang, masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai
berikut:
1. Apa yang dilakukan Westport Electric untuk mengurangi kesalahan dalam
peningkatan anggaran di dua department , Departemen Hukum dan
Departemen Penelitian dan Pengembangan?
2. Bagaimana Westport Electric mengevaluasi dan menyetujui anggaran
setiap divisi agar efisiensi dan ekonomis?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Alternatif Penyelesaian Masalah
2.1.1

Apa yang dilakukan Westport Electric untuk mengurangi


kesalahan dalam peningkatan anggaran di dua department ,

Departemen

Hukum

dan

Departemen

Penelitian

dan

Pengembangan?
Yang dilakukan Westport Electric untuk mengurangi kesalahan dalam
peningkatan anggaran adalah.
a. Evisiensi dan Evektivitas
Konsep input, output, dan biaya digunakan untuk menjelaskan makna
dari efisiensi dan efektivitas, yang merupakan dua kriteria dengan mana
kinerja pusat tanggung jawab dinilai. Kedua istilah ini hampir selalu
digunakan dalam suatu perbandingan dan bukan dalam makna absolute.
Efisiensi adalah rasio output terhadap input, atau jumlah output per unit
input. Pada kasus ini teradapat dua departemen yang perlu perhatian
khusus, yaitu Departemen Hukum dan Departemen Penelitian dan
Pengembangan. Pada Departemen hukum, King menyataka bahwa pada
departemen ini kinerjanya bisa dikatakan tidak cukup baik. Karena disaat
satu kasus bisa diselesaikan dalam waktu 2 hari, namun pada
perusahaannya hanya mampu dilakukan dalam 3 bulan. Ini menunjukkan
bahwa kinerja yang buruk maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja
dari departemen tersebut untuk mendapatkan nilai yang absolut tentang
efektivitas dan efisiensi dari departemn ini.
b. Pengukuran Kinerja
Kinerja dapat diukur secara reguler biasanya per bulan atau per
kuartal, dengan membandingkan pengeluaran aktual dengan pengeluaran
yang dianggarkan dari semua pusat tanggung jawab dan seluruh proyek
yang dijalankan. Perbandingan ini kemudian di rangkum untuk dilaporkan
kepada manajer dengan seprogresif mungkin guna membantu para
manajer di pusat tanggung jawab dalam merencanakan pengeluaran
mereka dan untuk menyakinkan para atasan mereka bahwa pengeluaranpengeluaran tersebut masih dalam batas-batas yang disepakati.
Dalam akuntansi pertanggungjawaban, laporan kinerja disusun untuk
departemen, segmen departemen, atau pengelompokan departemen yang
5

beroperasi

dibawah

kendali

dan

otoritas

manajer

yang

bertanggungjawab. Setiap unit organisasi yang terhadapnya laporan


kinerja

disusun

diidentifikasikan

sebagai

sebuah

pusat

pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban (responsibility center)


dapat diklasifikasikan menurut lingkup tanggungjawab (scope of
responsibility) yang didelegasikan dan otoritas pengambilan keputusan
(decision making authority) yang diberikan ke pundak manajer. Ada
empat jenis pusat pertanggungjawaban:
a. Pusat biaya: Manajer hanya bertanggungjawab atas biaya yang
terjadi
b. Pusat pendapatan: Manajer hanya bertanggungjawab atas
pendapatan yang diperoleh
c. Pusat Laba: Manajer hanya bertanggungjawab atas pendapatan
dan biaya
d. Pusat Investasi: Manajer hanya bertanggungjawab atas investasi,
pendapatan dan biaya

2.1.2

Bagaimana Westport Electric mengevaluasi dan menyetujui anggaran


setiap divisi agar efisiensi dan ekonomis?
Dalam Prosedur Persetujuan Westport Electric ada beberapa tahapan agar
sebuah anggaran dapat dievaluasi atau disetujui sebagai berikut
a. Penyampaian Informasi
b. Persentasi Proposal Anggaran
c. Fungsi departemen Anggaran
d. Evaluasi Anggaran

2.2 Pemecahan Masalah


2.2.2 Apa yang dilakukan Westport Electric untuk mengurangi kesalahan
dalam peningkatan anggaran di dua department , Departemen Hukum
dan Departemen Penelitian dan Pengembangan?
Pemecahan masalah

yang dilakukan Westport Electric untuk mengurangi

kesalahan dalam peningkatan anggaran didua departemen adalah


a. Evisiensi dan Evektivitas

Konsep input, output, dan biaya digunakan untuk menjelaskan makna


dari efisiensi dan efektivitas, yang merupakan dua kriteria dengan mana
kinerja pusat tanggung jawab dinilai. Kedua istilah ini hampir selalu
digunakan dalam suatu perbandingan dan bukan dalam makna absolute.
Efisiensi adalah rasio output terhadap input, atau jumlah output per unit
input.
Dari teori tersebut, dapat kita ambil untuk menentukan solusi dari masalah
diatas. Menurut kelompok kami, ada 2 alternatif yang bisa dilakukan :
- Jika perusahaan ingin tetap mengadakan pelatihan dengan
menyetujui jumlah kenaikan anggaran yang diusulkan, sebaiknya
ada peningkatan output yang dihasilkan staff dari pelatihan
-

tersebut.
Jika output staff yang mengikuti pelatihan tersebut dengan staff
yang tidak mengikuti pelatihan adalah sama, maka sebaiknya tidak
perlu diadakan pelatihan lagi. Dan anggaran yang seharusnya
untuk pelatihan, dapat dialihkan untuk kegiatan operasional
lainnya yang dapat memberikan output yang lebih besar.

b. Pengukuran Kinerja
Dalam akuntansi pertanggungjawaban, laporan kinerja disusun untuk
departemen, segmen departemen, atau pengelompokan departemen yang
beroperasi

dibawah

kendali

dan

otoritas

manajer

yang

bertanggungjawab. Setiap unit organisasi yang terhadapnya laporan


kinerja

disusun

diidentifikasikan

sebagai

sebuah

pusat

pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban (responsibility center)


dapat diklasifikasikan menurut lingkup tanggungjawab (scope of
responsibility) yang didelegasikan dan otoritas pengambilan keputusan
(decision making authority) yang diberikan ke pundak manajer. Ada
empat jenis pusat pertanggungjawaban:
e. Pusat biaya: Manajer hanya bertanggungjawab atas biaya yang
terjadi
f. Pusat pendapatan: Manajer hanya bertanggungjawab atas
pendapatan yang diperoleh

g. Pusat Laba: Manajer hanya bertanggungjawab atas pendapatan


dan biaya
h. Pusat Investasi: Manajer hanya bertanggungjawab atas investasi,
pendapatan dan biaya
Dari pemaparan diatas jelas terlihat bahwa pusat pertanggungjawaban
terdiri dari empat type, dan akan dijelaskan sebagai berikut:
- Pusat Pendapatan
Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang
manajernya diberi wewenang untuk mengendalikan pendapatan pusat
pertanggungjawaban tersebut. Manajer pusat pendapatan diukur
kinerjanya

dari

pertanggungjawaban

pendapatan
dan

tidak

yang
dimintai

diperoleh

pusat

pertanggungjawaban

mengenai masukannya, karena pusat pendapatan tidak dapat


mempengaruhi pemakaian masukan tersebut.
Sebagai contoh pusat pendapatan

adalah

departemen

pemasaran. Dimana departemen pemasaran bertanggungjawab


terhadap pencapaian pendapatan yang ditargetkan tanpa harus
dibebani

tanggungjawab

mengenai

biaya

yang

terjadi

di

departemennya, karena biaya seringkali tidak mempunyai hubungan


dengan pendapatan yang diperoleh departemen tersebut
Pusat Biaya
Kemampuan dalam mengendalikan biaya sesuai rencana

merupakan ukuran prestasi manajer pusat biaya. Departemen


personalia dan departemen akuntansi merupakan contoh pusat biaya
yang keluarannya sulit diukur secara kuantitatif. Meskipun keluaran
departemen produksi mudah diukur secara kuantitatif, namun karena
tanggungjawab manajer pusat biaya adalah untuk menghasilkan
keluaran tertentu engan masukan serendah mungkin, maka tidak
perlu mengukur pendapatan (keluaran dinyatakan dalam satuan
rupiah) departemen produksi. Oleh karena itu departemen produksi
-

biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya.


Pusat Laba

Bahwa manajer pusat laba diukur kinerjanya dari selisih


pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut. Oleh karena itu didalam pusat laba, baik
masukan ataupun keluarannya diukur dalam satuan uang rupiah
untuk menghitung laba yang dipakai sebagai pengukur kinerja
manajernya. Untuk mengukur kinerja manajer pusat laba,
pendapatan yang dipakai sebagai komponen perhitungan laba tidak
selalu harus berasal dari penjualan produk atai jasa kepada pihak
luar perusahaan.Lebih jauh lagi mengenai pusat laba ini akan
dijelaskan pada bagian tersendiri, mengingat kaitannya yang
-

sangat erat dengan pokok permasalahan yang sedang diteliti.


Pusat Investasi
Bentuk pusat pertanggungjawabn yang paling lengkap adalah
pusat investasi. Pusat investasi memiliki semua hak keputusan
pusat biaya dan pusat laba serta hak keputusan atas jumlah modal
yang akan diinvestasikan.

2.2.2

Bagaimana Westport Electric mengevaluasi dan menyetujui anggaran


setiap divisi agar efisiensi dan ekonomis?
Pemecahan masalah yang dilakukan Westport Electric untuk mengevaluasi
dan menyetujui anggaran adalah
a. Penyampaian Informasi
Pada awal musim semi setiap tahun, departemen anggaran
mengeluarkan instruksi dan jadwal untuk persiapan, peraturan, dan
persetujuan anggaran untuk tahun berikutnya. Karena yang diperhatikan
dalam kasus ini adalah anggaran staf administratif, deskripsi akan dibatasi
pada

sifat

penyampaian

informasi

oleh

masing-masing

kantor

administratif.
Tiap kantor staf melengkapi jadwal sebagai berikut:
Anggaran Berdasarkan Klasifikasi Beban
Anggaran Berdasarkan Kegiatan
Penjelasan mengenai Perubahan
9

b. Presentasi Proposal Anggaran


Setiap anggaran kantor staf administratif disetujui oleh presiden dan
eksekutif wakil presiden dalam rapat anggaran. Wakil presiden bidang
keuangan hadir dalam seluruh presentasi anggaran, tetapi tidak memiliki
kekuasaan untuk menyetujui ataupun menolak.
c. Fungsi Departemen Anggaran
Fungsi departemen anggaran dalam menjalankan anggaran staf
administratif telah menentukan jadwal yang disampaikan dan jadwal bagi
pelaksanaannya dan untuk memeliharan kejujuran penyajian. Dalam
mengisi fungsi terakhir, departemen anggaran menganalisis dan
mengajukan anggaran serta meyakinkan bahwa fakta-fakta dinyatakan
secara benar.
d. Evaluasi Anggaran
Evaluasi Anggaran dilakukan setiap rapat anggaran divisi dan
berdiskusi dengan argumen yang panjang dan kuat untuk menolak setiap
anggaran yang dipercayai tidak cukup kuat untuk disetujui. Evaluasi
Anggaran dilakukan pada tingkat presiden dan wakil presiden eksekutif .
Pentinnya kemampuan dari presiden dan wakil presiden eksekutif dalam
hal mengevaluasi tingkat efisiensi dan efektivitas dari kantor staf atau
dalam yang memutuskan ada tidaknya aktivitas tambahan yang benarbenar bermanfaat agar tujuan perusahaan dan anggaran perusahaan dapat
berjalan secara harmonis.

10