Anda di halaman 1dari 26

YULI HARTATI

A. KEBUTUHAN GIZI PADA


KEADAAN SEHAT
1. Energi
Komponen utama menentukan kebutuhan energi
adalah : Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal
Metabolic Rate (BMR)
Komponen lain adalah pengaruh termis makanan
atau specific Dynamic Action of Food (SDA). Krn
jumlahnay relatif kecil, komponen SDA dpt
diabaikan

Cara menentukan AMB


AMB dipengaruhi oleh umur, gender dan BB dan TB
ada bbrp cara menentukan AMB, yaitu :
1. Menggunakan Rumus Harris Benedict (1919)
Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5x TB)- (6,8 x U)
Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)

Keterangan :
BB = berat badan dlm kg
TB = tinggi badan dlm cm
U = umur dlm tahun

2. Cara cepat (2 cara)


a. Laki-laki
= 1 kkal x kg BB x 24 jam
perempuan = 0,95 kkal x kg BB x 24 jam
b. Laki-laki
perempuan

= 30 kkal x kg BB
= 25 kkal x kg BB

3. Cara FAO/WHO/UNU
cara ini memperhatikan umur, gender, dan berat
badan
Kelompok umur

AMB (kkal/hari)
Laki-laki

perempuan

03

60,9 B*) - 54

61,0 B 51

3 10

22,7 B + 495

22,5 B + 499

10 18

17,5 B + 651

12,2 B + 746

18 30

15,3 B + 679

14,7 B + 496

30 60

11,6 B + 879

8,7 B + 829

60

13,5 B + 487

10,5 B +596

Cara Menentukan Kebutuhan Energi untuk Aktifitas


Fisik
kebutuhan energi utk berbagai aktifitas fisik
dinyataka dalam kelipatan AMB
Cara menaksir kebutuhan energi menurut aktifitas dengan
menggunakan kelipatan AMB
Aktifitas

Gender
Laki-laki

Perempuan

Sangat ringan

1,3,0

1,30

Ringan

1,65

1,55

Sedang

1,76

1,70

Berat

2,10

2,00

Contoh cara menaksir kebutuhan energi utk seorang


perempuan berumur 30 tahun dgn BB 52 kg dan TB 158 kg dgn
aktifitas ringan dgn menggunakan 4 cara adalah sbb :
1. Kebutuhan energi utk AMB
a. Harris Benedict
= 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)
= 655 + (9,6 x 52) + (1,8 x 158) (4,7 x 30)
= 1297,6 kkal (dibulatkan 1298 kkal)
b. Rumus cepat I
= 0,95 kkal x kg BB x 24 jam
= 0,95 kkal x 52 x 24
= 1185,8 kkal (dibulatkan 1186 kkal)

c. Rumus cepat II
= 25 kkal x kg BB
= 25 x 52
= 1300 kkal
d. Rumus FAO/WHO/UNU
= 14,7 x 52 + 496 kkal
= 1260,4 kkal (dibulatkan 1260 kkal)
Kebutuhan AMB menurut ke 4 cara diatas tdk
menunjukan perbedaan yg berarti, oleh sebab itu
cara menghitung AMB dengan rumus cepat I dan II
yg lbh praktis dpt diterapkan

2. Kebutuhan energi dg aktifitas fisik


kalikan nilai AMB dg kelipatan yg sesuai dgn jenis
aktifitas, dlm hal ini aktifitas ringan (sesuai tabel)
= 1,55 x 1300 kkal
= 2015 kkal

Faktor Berat Badan


Kebutuhan energi utk AMB diperhitungkan menurut

BB normal atau ideal.


Cara menetapkan BB ideal yg sederhana dg
menggunakan rumus Brocca, yaitu :
BB ideal (kg) = (TB dlm cm 100) 10 %
BB ideal tergantung pd besarnya kerangka dan

komposisi tubuh, yaitu otot dan lemak

Seseorang yg mempunyai kerangka yg lbh besar

atau mempunyai komposisi otot yg lbh besar


mempunyai BB ideal yg lbh besar dr pd sebaliknya
Oleh sebab itu thdp rumus BB diatas diberi
kelonggaran 10 %
Contoh kasus :
Seorang yg mempunyai TB 160 dgn kerangka badan
besar mempunyai BB ideal :
(160-100) 10 % (+10 %) = (54+5,4) kg = 59,4 kg
bila kerangka badannya kecil, BB idealnya adalah :
(160-100) - 10 % (-10%) = (54 -5,4) = 48,6 kg

Cara lain menentukan BB ideal adalah dengan

menggunakan IndeksMassa Tubuh (IMT) :


IMT = BB (kg)
TB (cm)
Penilaian BB berdasarkan IMT menggunakan batas
ambang spt pd tabel
kerangka
kurus

Kekurangan BB tingkat berat

< 17,0

Kekurangan BB tingkat ringan

17,0 18,5

Normal
Gemuk

Batas ambang

> 18,5 -25,0


Kelebihan BB tingkat ringan

> 25,0 27,0

Kelebihan BB tingkat berat

> 27,0

Bila BB dinilai kurang dr BB ideal, maka kebutuhan

energi ditambah sebanyak 500 kkal, sedangkan bila


lebih dikurangi sebanyak 500 kkal
Contoh kasus
seorang laki2 yg yg mempunyai BB 45 kg dengan TB
165 cm, mempunyai IMT 16,5. org ini mempunyai
kekurangan BB tingkat berat. Bila IMT yg diinginkan
adalah 19,0 maka BB idealnya 16,52 x 19,0 = 51,7
kg atau dibulatkan mjd 52 kg
Perhitungan kebutuhan energinya adalah sbb:

Kebutuhan AMB = 1 kkal x 52 x 24


AMB + Aktifitas fisik = 1,56 x 1248 kkal
Tambahan utk menaikan BB
Total kebutuhan energi
Dibulatkan

=
=
=
=
=

1248 kkal
1947 kkal
500 kkal
2447 kkal
2450 kkal

Protein, Lemak dan KH


Cara menentukan kebutuhan protein, lemak dan KH
menurut WHO adalah :
Protein 10 15 % dr keb. Energi total. Bila kebutuhan
energi dlm sehari adalah 2450 kkal, energi yg berasal dr
protein hendaknya 245-368 kkal atau 61-92 g protein
Lemak 10-25 % dr keb energi total. Bila kebutuhan
energi dlm sehari adalah 2450 kkal, energi yg berasal dr
lemak hendaknya 245-613 kkal atau 27-68 g lemak
KH 60 75 % dr keb energi total, atau sisa dr kebutuhan
energi yg telah dikurangi energi yg berasal dr protein
dan lemak. Bila kebutuhan energi dlm sehari adalah
2450 kkal, energi yg berasal dr KH hendaknya 1470 1838 kkal atau 368-460 g KH

Vitamin dan Mineral


Kebutuhan vitamin dan mineral dpt diambil dr
Angka Kecukupan Gizi yg Dianjurkan (AKG)
Karena angka-angka tsb diperhitungkan utk
sebagian besar penduduk (rata-rata + 2 SD)

B. MENENTUKAN KEBUTUHAN GIZI DLM


KEADAAN SAKIT
1. Energi
Kebutuhan energi berubah dlm keadaan sakit sesuai
dgn jenis dan beratnya penyakit.
Menentukan kebutuhan energi orang sakit dpt
dilakukan dgn cara :

a. Menghitung keb energi menurut kg BB (kkal/kg


BB/hari)
Kategori dan umur
(tahun)

BB
(kg)

TB
(cm)

Energi total
(kkal)

Energi/kg BB
(kkal)

20 45

62

165

2800

45

46 59

62

165

2500

40

60

62

165

2200

35

20 45

54

156

2200

40

46 59

54

156

2100

39

60

54

154

1850

34

Laki-laki

Perempuan

Contoh kasus
Seorang pasien perempuan berobat jalan, berumur 30
tahun mempunyai TB 158 cm dan BB 50 kg dgn penyakit
gastroenteritis. BB sdh ideal. Kebutuhan energinya
adalah 50 x 40 kkal = 2000 kkal
b. Menurut persen kenaikan kebutuhan diatas Angka
Metabolisme Basal (AMB) yaitu dgn mengalikan AMB dg
faktor aktifitas dan faktor trauma/stress
Rumus yg digunakan :
Kebutuhan Energi = AMB x faktor aktifitas x faktor trauma/stress

Tabel Faktor aktifitas dan faktor trauma atau stress


utk menetapkan kebutuhan energi bagi orang sakit
no

aktifitas

faktor

no

Jenis trauma/stress

faktor

Istirahat di tempat tidur

1,2

Tdk ada stress, pasien dlm keadaan


gizi baik

1,3

Tdk terikat di tempat


tidur

1,3

Stress ringan : peradangan saluran


cerna, kanker, bedah elektif, trauma
kerangka moderat

1,4

Stress sedang : sepsis, bedah tulang,


luka bakar , trauma kerangka mayor

1,5

Stress berat: traumas multipel, sepsis


danbedah multisistem

1,6

Stress sgt berat:luka kepala berat,


sindroma penyakit pernapasan akut,
luka bakar dan sepsis

1,7

Luka bakar sgt berat

2,1

Contoh kasus
Laki2 berumur 40 tahun dgn TB 165 cm dan BB 50 kg
dirawat dgn demam krn hepatitis (ringan). Ia hrs
istirahat di tempat tidur. Perhitungan kebutuhan
energinya adalah : BB ideal 53 kg. faktor aktifitas
1,2. faktor stress = 1,4 (stress ringan).
Kebutuhan AMB = 1 kkal x 53 kg(BB ideal) x 24 jam =
1272 kkal
Kebutuhan energi total = 1,2 x 1,4 x 1272 = 2136 kkal

2. Protein
Kebutuhan protein normal adalah 10-15 % dr keb
energi total, atau 0,8 1,0 g/kg BB.
Kebutuhan energi minimal utk mempertahankan
keseimbangan nitrogen adalah 0,4 0,5 g/kg BB.
Demam, sepsis, operasi, trauma dan luka dpt
meningkatkan katabolisme protein, shg
meningkatkan kebutuhan protein sampaiv1,5-2,0
g/kg BB.
Sebagian besai pasien yg dirawat membutuhkan 1,0
1,5 g protein/kg BB

3. Lemak
Kebutuhan lemak normal adalah 10 25 % dr keb energi

total
Kebutuhan lemak dlm keadaan sakit bergantung pd jenis
penyakit, yaitu lemak sedang atau lemak rendah
Pd penyakit ttt misalnya dislipidemia membutuhkan
modifikasi jenis lemak
Lemak sedang dpt dinyatakan sbg 15 20 % dr keb
energi total, sedangkan lemak rendah 10 % dr keb
energi total
Modifikasi lemak dpt dinyatakan sbg lemak jenuh < 10 %
dr keb energi total, lemak tdk jenuh ganda 10 %, dan
lemak tdk jenuh tuggal 10 15 % dr keb energi total

4. Karbohidrat
Kebutuhan KH normal adalah 60 75 % dr keb energi

total, atau sisa energi setelah dikurangi energi yg


berasal dr protein dan lemak
Selain jumlah, kebutuhan KH dlm keadaan sakit sering
dinyatakan dlm bentuk KH yg dianjurkan
Misalnya DM, dislipidemia, konstipasi membutuhkan
membutuhkan serat tinggi (30-50 g/hr), sedangkan diare
membutuhkan serat rendah (<10 g/hr)
Tdk dianjurkan penggunaan gula sederhana utk
penderita DM dan dislipidemia dgn trigliserida darah
tinggi

5. Mineral dan Vitamin


Kebutuhan vitamin dan mineral dpt diambil dr AKG
Dipertimbangkan sifat penyakit, simpanan dlm
tubuh, kehilangan melalui urin, kulit atau saluran
cerna, dan interaksi dgn obat-obatan
Utk menjamin kebutuhan, dlm keadaan ttt, vitamin
dan mineral perlu ditambahkan dlm bentuk
suplemen

6. Cairan
Org sehat membutuhkan sebanyak 1800 2500 ml atau 7

10 gls air sehari


Upaya penyembuhan membutuhkan hidrasi jaringan yg
cukup
Tambahan cairan diperlukan utk mengganti kehilangan
cairan krn keringat berlebihan, muntah, diare atau
keadaan lain yg menyebabkan kehilangan cairan secara
berlebihan
Bila asupan cairan tdk ckp melalui konsumsi makanan
dan minuman perlu dipertimbangkan pemberian cairan
parenteral yg biasanya disertai elektrolit