Anda di halaman 1dari 13

FLORA NO

RMAL
TUBUH
MANUSIA
Inas khoirunnisa
13-108

Manfaat mempelajari flora


normal tubuh
1. Membantu mengetahui jenis infeksi yang

mungkin timbul setelah terjadinya


kerusakan dari jaringan tubuh.
2. Dapat mengenal sumber infeksi dari
mikroorganisme penyebab. Misalnya:
Infeksi escherichia coli pada usus
tidak berbahaya, bila menginfeksi
saluran kemih dapat menyebabkab
sistitis
3. Dapat mengetahui cara terjadinya
infeksi yang disebabkan oleh flora
normal pada inang

Secara alamiah
asal mula mikroba
pada manusia
- Lingkungan yang
sesuai
- beberapa jam lahir
berkembang biak dan
menetap.
- mikrobiotanya yang
asli.
Melewati jalan lahir
-

Kontak dengan
Permukaan,
Tertelan.
Terhisap

Flora normal tubuh


manusia
0 Anatomi tubuh manusia
terdiri dari bagianbagian dimana setiap
bagian-bagian tubuh ini
dihuni oleh
mikrorganisme tertentu.
0 Flora normal manusia
bersifat komensal
(memanfaatkan inang
dalam kehidupanya tapi
tidak mempengaruhi
inang).
0 Flora normal tubuh yang
memiliki hubungan
mutualisme yaitu saling
menguntungkan

Hidung
-Bakteri yang paling
sering Staphylococcus
aureus dan
epidermidis,
-Paling ujung pangkal
hidung dijumpai
Branhamella
catarrhalis (Coccus
Gram negatif) dan
haemophilus
ifluenzae (Batang
Gram negatif).
-Kuman yang menetap
dihidung dan mungkin
perineum adalah

Telinga

1. Staphylococcus, (Epdermidis, aureus)


2.
3.
4.
5.

dapat berupa kuman transient.


Diphteroid
Kadang kadang dapat ditemukan:
Streptococcus pneumoniae
Pseudomonas Aeroginosa
Telinga bagian tengah dan telinga bagian
dalam biasanya steril.

Morfologinya
Staphylococcus
-Kuman bebrbentuk kokus
bergerombol.
-membentuk seperti tandan
anggur
-diameter 0,8-1,0 mikron
-kuman tidak bergerak, tidak
berspora
-gram positif
-Koloni : - berdasarkan pigmen
Stafilokokus aureus (kuning
keemasan)
Stafilokokus albus ( putih)
Stafilokokus citreus (kuning
Jeruk)

Bentuk : kokus
Susunan : bergerombol
Warna : ungu
Sifat
: gram positif
Metode : pewarnaan gram

Staphylococcus aureus
0 Bentuk bulat
0 Diameter 0,7-1,2 mikron.
0 Tumbuh baik pada media NA

(Nutrien agar) dan MsA


0 Aktif metabolisme, mampu
fermentasi karbohidrat dan
menghasilkan berbagai
macam pigmen dari putihkuning.
0 Bakteri tumbuh pada suhu
optimum 37 C
- NA
0 Warna putih sampai kuning
- MSA
0 Kecil-sedang, koloni
berwarna kuning dengan
zona yang berwarna kuning
juga

Corynobacterium diphteriae
0 berbentuk batang ramping
0 bersifat Gram positif &

tidak tahan asam


0 tidak membentuk spora
0 Panjang 1,55m dan
lebar 0,51,0m
0 tumbuh lebih bagus dalam
keadaan aerob.
0 Koloni ini dapat dilihat
setelah 1224 jam
inkubasi pada suhu 37oC.
0 Pada Loeffler coagulated
serum medium koloni
tampak putih keabuabuan, kecil, dan
berkilauan

-kuman berbentuk bulat atau


oval, memanjang seperti
rantai, tidak bergerak
-tidak membentuk spora atau
kapsul, bersifat fakultatif
aerob.
-Diameter bakteri berukuran
0,7-1,4m.
-MBA:
Bening : hemolisis total
(Beta streptococcus)
Jernih kehijauan :
hemodigesti (Alpa
Streptococcus)
Tidak berubah sama sekali :
(Gamma)
-MSA:
putih kekuningan, artinya
bakteri mampu
memfermentasikan bahan dalam
media.

STREPTOCOCCUS

Streptococcus
pneumoniae
- sel gram positif
berbentuk bulat telur
atau seperti bola
-berpasangan atau rantai
pendek. Bagian ujung
belakang tiap pasangan
sel secara khas berbentuk
tombak (runcing tumpul),
tidak membentuk spora.
- tidak bergerak tetapi
galur yang ganas
berkapsul, menghasilkan
-hemolisis pada agar
darah

Pseudomonas aeruginosa
0 bakteri gram negatif
0 berbentuk batang lurus atau

lengkung
0 berukuran sekitar 0,6x2 m,
tunggal, berpasangan, dan
kadang-kadang membentuk rantai
pendek
0 tidak memiliki spora, tidak
mempunyai selubung (sheath)
0 mempunyai dua atau tiga flagel
sehingga selalu bergerak.
0 Menghasilkan pigmen dari asam
amino aromatik seperti tirosin
dan fenilalanin.
- piosianin (pigmen warna biru)
- pioverdin (pigmen warna kuning)
- piorubin (pigmen warna merah)
- piomelanin (pigmen warna
coklat).

Refrensi
0 Medscape
0 Parasitologi UI
0 www.biologiedukasi.com