Anda di halaman 1dari 8

Tiara Rahmah Dini Hanjari

NPM. 1406650046
Tanda Tanda Komplikasi Kehamilan yang Perlu diwaspadai Pasien dalam Merawat
Kehamilan

Berdasarkan survey SDKI (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia), pada tahun
2012 angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran
hidup. Sedangkan target MDGs (Millenium Development Goals) tahun 2015 ini salah
satunya adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran
hidup. (Depkes, 2014) Hal ini bisa tercipta salah satunya dengan cara meningkatkan
pengetahuan petugas kesehatan, khususnya perawat yang tentang bagaimana menekan angka
kematian ibu tersebut. Kemudian menjadi bagian yang sangat berkaitan pula yaitu bagaimana
perawat harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang tanda tanda komplikasi
kehamilan yang perlu diwaspadai ibu dalam tugasnya untuk mencegah kesakitan dan
kematian pada ibu. Oleh sebab itu pada lembar tugas mandiri (LTM) ini akan membahas
tentang tanda tanda komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai pasien dalam merawat
kehamilan.
Komplikasi kehamilan yang pertama yang harus diwaspadai ibu adalah hipertensi.
Hipertensi diperkirakan menjadi komplikasi 7 10 % kehamilan. Hipertensi merupakan
penyebab utama morbilitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. Preeklampsia eklampsia
dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih berat seperti solutio plasenta, DIC, pendarahan
otak, dan gagal ginjal akut. (Consensus, Report, 1990 dalam Bobak, 2005).
Preeklampsia adalah suatu penyakit vasospatik, yang melibatkan banyak sistem dan
ditandai dengan hemokonsentrasi, hipertensi dan proteinuria. (Bobak, 2005) Preeklampsia
digolongkan menjadi ringan dan berat. Berikut adalah tanda tanda preeklampsia ringan
maupun berat. (Tabel 1)
Preeklampsia Ringan
Efek pada Ibu
Tekanan darah

Preeklampsia berat

Peningkatan tekanan darah Peningkatan TD yang berat


sistolik sebesar 30 mmHg (didefinisikan sebagai TD
atau
tekanan

lebih,
darah

peningkatan 160/110

pada

diastolik pengukuran

dua

degan

kali
jarak

sebesar 15 mmHg atau hasil minimal 6 jam) pada ibu


pemeriksaan sebesar 140/90 hamil yang beristirahat di

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
mmHg dua kali dengan jarak tempat tidur
MAP
Peningkatan BB

enak jam.
140/90=107
Peningkatan

berat

160/110=127
badan Sama seperti preeklampsia

lebih dari 0,5 kg/minggu ringan.


selama trimester kedua dan
Proteinuria

ketiga.
Proteinuria sebesar 300mg/L >5-10 g/L/24 jam dalam 24

Dipstik kualitatif

dalam 24 jam atau >1 g/L jam atau +2 protein dengan

Analisis kuantitatif 24 jam

secara

random

dengan dipstik.

memakai contoh urine siang


hari yang di kumpulkan pada
dua

waktu

dengan

jarak

enam jam karena kehilangan


protein

bervariasi

dengan

dipstik, nilai bervariasi dari


Edema

sedikit sampai +1.


Edema dependen bengkak di Edema

umum,

bengkak

mata, wajah, jari, bunyi paru semakin jelas di mata, wajah,


tidak terdengar.

jari, bunyi paru (rales) bisa

Refleks

terdengar
Hiperefleksi +3; tidak ada Hiperrefleksia +3 atau lebih;

Haluaran urine

klonus di pergelangan kaki


klonus di pergelangan kaki.
Sama dengan masukan 30 Oliguria (<500 ml/24 jam),

Nyeri

ml/jam

(<30 ml/jam), atau (120 ml/4

Kepala -> ringan

jam)
Kepala -> Berat
Nyeri kuadran kanan atas

Gangguan penglihatan

Tidak ada

dan/atau epigastrik.
penglihatan kabur, skotoma

Iritabilitas/afek
Kreatinin serum
Trombosiopenia

Sementara
normal
Tidak ada

atau bintik buta, fotofobia


Berat
Meningkat
trombosiopenia
(<100.000

Minimal
Meningkat
Tidak ada

trombosit/mm3)
Jelas
Meningkat
kadar transaminase serum

Peningkatan AST
Hematokrit
cedera hepatoselular

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
Koagulopati
HELLP
eklampsia

Tidak ada
Tidak ada
(kejang Tidak ada

2 x normal
Ada
hemolisis,

enzim

hati,

meningkat, trombosit rendah.


Ada

menyeluruh atau koma yang


dapat muncul tanpa disertai
gangguan neurologis)
Efek pada janin
Perfusi plasenta

menurun

Perfusi menurun dinyatakan


sebagai IUGR pada fetus,
DJJ: deselerasi lambat. PJT
(pertumbuhan

Premature placental aging

Tidak jelas

janin

terhambat).
Pada waktu lahir plasenta
terlihat lebih kecil daripada
plasenta yang normal untuk
usia

kehamilan

tersebut,

premature aging terlihat jelas


dengan berbagai daerah yang
sinsitianya
terdapat

pecah,

banyak

nekrosis

iskemik

(infark putih), dan deposisi


fibrin

intervilosa

(infark

merah) bisa terlihat


Tabel 1. Tanda Tanda Preeklampsia Ringan dan Berat. (Bobak, 2005 dan Norwitz &
Schorge, 2008)
Komplikasi kehamilan yang selanjutya adalah pendarahan. Pendarahan bisa terjadi di
awal dan akhir kehamilan. Sesuai dengan kasus pemicu maka pada LTM ini akan membahas
lebih dalam mengenai pendarahan pada awal kehamilan. Pendarahan pada awal kehamilan
sering timbul akibat abortus, inkompetensia serviks, kehamilan ektropik, dan kehamilan
mola. (Bobak, 2005)
Tanda gejala abortus spontan sangat tergantung umur kehamilan. Ibu dapat merasa
sedang mengalami pendarahan seperti menstruasi yang banyak jika abortus terjadi sebelum
minggu ke 6 kehamilan. Pada usia kehamilan 6 12 minggu jika terjadi abortus pendarahan

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
akan disertai nyeri. Sedangkan setelah minggu ke 12 kehamilan akan disertai nyeri seperti
ingin bersalin, karena janin harus dikeluarkan. (Bobak, 2005) Secara lebih spesifik dijelaskan
pada tabel 2.
Tipe

Jumlah

Kram

Jaringan

Jaringan

Mulut

Ukuran

abortus

pendaraha

Rahim

yang

di vagina

serviks

rahim

Menganca

n
Sedikit,

Ringan

keluar
Tidak ada

Tidak ada

internal
Tertutup

Sesuai

bercak

Tidak dapat

Sedang

dihindari

usia
Sedang,

Tidak ada

dapat pula

Bisa ada

Terbuka

bisa tidak

kehamilan
Sesuai
usia

ringan

kehamilan

hingga
Tidak

Banyak

berat
Berat

Ada

lengkap

Komplit

Sedikit

Ringan

Ada

Mungkin

Terbuka

Lebih

ada, jika

dengan

kecil dari

ada

jaringan

usia

dengan

di dalam

kehamilan

jaringan di

serviks

serviks
Mungkin

Tertutup

Lebih

ada, jika

kecil dari

tidak ada

usia

serviks

kehamilan

telah
menutup
setelah
jaringan
Missed

Septik

Sedikit,

Tidak ada

Tidak ada

berpindah
Tidak ada

Tertutup

Lebih

bercak,

kecil dari

tidak ada

usia

Bervariasi;

Bervariasi; Bervariasi;

Bervariasi;

Biasanya

kehamilan
Sesuai

biasanya

disertai

disertai

terbuka;

atau lebih

disertai

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
berbau;

demam

demam

demam

disertai
demam

disertai

kecil

demam

disertai
nyeri

tekan.
Tabel 2. Tanda dan Gejala Abortus Spontan Berdasarkan Jenisnya. (Bobak, 2005 dan
Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013)

Selanjutnya pendarahan dapat timbul akibat inkompetensia serviks. Inkompetensia


serviks sendiri ditandai oleh dilatasi os serviks tanpa nyeri tanpa disertai rasa bersalin atau
kontraksi rahim pada trimester kedua atau awal trimester ketiga kehamilan. Hal ini dapat
berakibat abortus maupun kelahiran prematur. (Bobak, 2005)
Kehamilan ektropik yang menjadi salah satu penyebab pendarahan pada kehamilan
mempunyai tiga gejala paling klasik yaitu nyeri abdomen, keterlambatan menstruasi, dan
perndarahan pervagina yang abnormal (bercak) yang terjadi kira kira 6 8 minggu setelah
periode menstruasi normal terakhir (Gilbert, 2007 dalam Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013)
Nyeri abdomen hampir terjadi di setiap kasus. Nyeri awalnya bersifat tumpul pada sisi
kuadran bawah kemudian dapat berkembang menjadi nyeri kolik pada saat posisi tuba
membentang, hingga menjadi nyeri tajam dan menusuk. (Cunningham dkk, 2005; Gilbert
dalam Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013) Nyeri berkembang terus menerus, dan berat yang
umumnya terjadi pada seluruh abdomen bagian bawah (Gilbert dalam Lowdermilk, Perry,
Cashion, 2013). 90 % wanita dengan kehamilan ektropik mengalami periode menstruasi yang
terlambat 1 sampai 2 minggu atau lebih cepat dari biasanya, atau periode yang tidak teratur.
80 % wanita dengan kehamilan ektropik juga mengalami pendarahan pervagina intermitten
berwarna merah terang hingga gelap sedang atau coklat. (Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013)
Kehamilan ektropik yang terlambat di ketahui dapat berakibat munculnya gejala
gejala seperti nyeri bahu satu sisi akibat iritasi diafragma akibat darah dalam rongga
peritoneal. Dapat juga menunjukkan tanda tanda syok seperti pingsan dan pusing, hal ini
terkait dengan jumlah pendarahan pada rongga abdomen maupu rongga vagina. Ekimosis,
atau kebiruan di sekitar umbilikus (Cullen Sign) menunjukkan hematoperineum dan tanda
ruptur intraabdominal. (Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013)

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
Kehamilan mola atau mola hidatidosa juga mengakibatkan pendarahan pada awal
kehamilan. Pada tahap awal tanda dan gejala kehamilan mola tidak dapat dibedakan dengan
kehamilan normal. Pada tahap lanjut pendarahan per vaginam terjadi hampir pada semua
kasus. Cairan yang keluar dari vagina bisa berwarna coklat tua ataupun merah terang, bisa
sedikit ataupun banyak. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu.
Gejala yang paling sering ditemukan pada kehamilan mola adalah mual dan muntah yang
berlebihan (hiperemesis gravidarum), anemia, dan kram perut yang disebabkan distensi
rahim. Anemia yang terjadi disebabkan pendarahan pada intrauterin. (Bobak, 2005) Pada
awal kehamilan biasanya uterus pada kehamilan mola lebih besar satu setengah kali lipat.
(Lowdermilk, Perry, Cashion, 2013)
Yang terakhir adalah infeksi maternal. Perkembangan zaman saat ini membuat
penyakit infeksi makin berkembang dan bertanggung jawab atas angka kematian dan
kesakitan ibu yang sangat signifikan. Infeksi maternal tersebut diantaranya adalah infeksi
bakteri dan protozoa & infeksi virus dan spiroketa. Selanjutnya akan di jabarkan dalam tabel
3 dan 4.
Bakteri

Diagnosis
Streptokokus grup B

Tanda dan Gejala pada Ibu


Kolonisasi asimtomatik
Infeksi saluran kemih
Korioamnionitis

Kortoamnionitis

Endomiometritis
Ditemukan bersama demam : takikardia, nyeri pada

Listeriosis

uterus, leukositosis, dan berbau tidak enak.


Asimtomatik
Gejala menyerupai flu
Kelelahan

Tuberkulosis

Meningitis
Asimtomatik
Penyakit aktif : batuk, berkeringat di malam hari,

Vaginosis bakterial
Gonorea

penurunan BB, hemoptisis


Persalinan preterm
Persalinan preterm
Korloamnionitis

Klamidia

Infeksi gonokus diseminata


Persalinan preterm
Korioamnionitis

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
Protozo

Toksoplasmosis

Asimtomatik

Kelelahan
Limfadenopati, mialgia
Trikomoniasis
Ketuban pecah dini
Tabel 3. Tanda Gejala pada Ibu dan Efek pada Janin Infeksi Bakteri dan Protozoa.
(Norwitz & Schorge, 2008)

Virus

Diagnosis
Rubela

Tanda dan Gejala pada Ibu


Penyakit ringan (ruam kulit, artalgia, limfadenopati

Sitomegalovirus

difus)
Asimtomatik
Sindrom menyerupai monokleosis infeksiosa

HIV

Hepatitis
Asimtomatik
Penyakit virus ringan

Varisela zoster

AIDS
Cacar air
Pneumonitis

Virus herpes

Meningitis
Primer pertama :

simpleks (HSV)

*penyakit sistemik, demam, artalgia, lesi genitalia yang


terasa nyeri, adenopati,
Infeksi berulang :
*lesi genitalia yang terasa nyeri (gelembung berisi air;

Hepatitis B dan C

ulkus)
Penyakit virus ringan/sedang (mual, muntah,
hepatosplenomegali, ikterus, nyeri di kuadran kanan

Spiroket

Sifilis (Treponema

atas)
Primer (lesi soliter pada saluran genitalia atau gumma)

pallidum)

Sekuder (ruam, ulkus melingkar dalam mulut,


adenoparti, kondiloma lata)

Penyakit lyme

Neurosifilis tersier atau sifilis meningovaskular


Infeksi lokal (demam, eritema kronikum migrans,

(Borrelia bungdoferi)

adenopati)
Penyakit diseminata

Tiara Rahmah Dini Hanjari


NPM. 1406650046
Tabel 4. Tanda gejala pada Ibu dan Efek pada Janin Infeksi Virus dan Spiroketa.
(Norwitz & Schorge, 2008)

Kesimpulan dari paragraf paragraf di atas adalah bahwa komplikasi yang paling
sering terjadi bawa ibu hamil adalah hipertensi, pendarahan dan infeksi. Tanda tanda pada
setiap komplikasi kehamilan telah di jabarkan secara mendetail. Deteksi dini dan
kewaspadaan ibu dalam menilai keabnormalan pada dirinya merupakan suatu modal untuk
menekan resiko kesakitan dan kematian pada dirinya.

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Irene M., Lowdermik, Deitra, Jensen, Margaret Duncan, & Perry, Shannon. (2005).
Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Lowdermilk, Deitra L., Perry, Shannon E., & Cashion, Kitty. (2013). Keperawatan
Maternitas. Jakarta : Salemba Medika.
Norwitz E. dan Schorge J., (2008) At a Glance Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
Depkes, (2014) Infodatin : Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Diakses dari
www.depkes.go.id pada tanggal 17 September 2015