Anda di halaman 1dari 104

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN


MATARAM
T. A. 2014/ 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 A n a l i s i s S i t u a s i
1.1.1 Misi, Tujuan, Dan Cara Pencapaian
Penyusunan misi, tujuan, dan cara pencapaian tujuan dirumuskan secara bersama
melalui rapat jurusan Farmasi sehingga semua unsur jurusan termasuk mahasiswa
memahami dan memiliki komitmen dan tanggung jawab secara bersama dalam
mewujudkan misi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan misi Fakultas Ilmu
Kesehatan.
A. Misi Program Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis ilmu kefarmasian
dalam mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi di bidang
pelayanan kefarmasian sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian di bidang kefarmasian
yang inovatif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di
bidang farmasi yang terpublikasi secara luas dan selaras dengan
perkembangan IPTEK
3. Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai bagian dari
proses inovasi, penelitian, pemanfaatan dan pemantapan keilmuan di bidang
kefarmasian sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global
4. Menyelanggarakan program kerjasama atau

kemitraan

dibidang

kefarmasian pada tingkat regional, nasional dan internasional.


B. Tujuan Penyelenggaraan Program Studi S1 Farmasi ini adalah sebagai
berikut;
Berdasarkan misi tersebut, tujuan program studi S1 Farmasi UNW
mataram dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang memiliki integritas kepribadian
yang tinggi, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, mampu menerapkan
dan mengembangkan keilmuan dan berdaya saing di bidang kefarmasian.
2. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang unggul sebagai Tenaga Teknis
Kefarmasian yang mempunyai wawasan sustainable development
3. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang memiliki kemampuan dan
kepemimpinan dan etika profesi dibidang kesehatan

4. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang memiliki kemampuan bekerja


pada pelayanan kefarmasian sektor pemerintah maupun swasta dalam
memberikan konseling dan informasi obat kepada masyarakat.
5. Menghasilkan

lulusan

Sarjana

Farmasi

yang

memiliki

sikap

enterpreneurship, mandirii dalam usaha dan dapat menciptakan lapangan


pekerjaan di bidang kefarmasian sehingga dapat mengurangi tingginya
angka pengangguran.
6. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang memiliki motivasi untuk
mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang kefarmasian dan
mengikuti pendidikan berkelanjutan
7. Menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang dapat memanfaatkan bahan
alami dan kimia sebagai bahan farmasi, pelayanan farmasi untuk
pengobatan pasien dan pengetahuan pelayanan farmasi untuk peningkatan
kualitas kesehatan masyarakat
C. Strategi

Pencapaian Tujuan Program Studi S1 Farmasi Universitas

Nahdlatul Wathan Mataram


Berdasarkan tujuan tersebut, maka sasaran prodi S1 Farmasi yaitu:
Strategi Umum :
1. Minimal 75% dari lulusan memilki IPK 3.00. Hal ini dilakukan melalui
strategi peningkatan kompetensi mengajar dosen melalui berbagai kegiatan
(studi lanjut, pelatihan Pekerti,Applied Aprough,penelitian), penyediaan
media dan sumber belajar yang dibutuhkan oleh mahasiswa.
2. Minimal 75% waktu penyelesaian studi mahasiswa 8 semester. Hal ini
dilakukan melalui pengefektifan peran dan tugas Penasihat Akademis (PA),
penerapan

program

remedial

bagi

mahasiswa

yang

mengalami

permasalahan dan perkuliahan.


3. Minimal 75% lulusannya menguasai IT. Hal ini dilakukan melalui
pembelajaran dengan menggunakan IT, pemberian tugas secara online, serta
penyediaan sarana lab komputer dan internet.
4. Tersedianya laboratorium komputer, laboratorium bidang studi yaitu
Farmasetika dasar,mikrobiologi,kimia,fisika,. Hal ini dapat dicapai melalui
penyediaan ruang beserta fasilitasnya, penambahan kapasitas laboratorium,
serta penyediaan peralatan laboratorium bidang studi yang sesuai dengan
standar minimal laboratorium
5. Minimal 75% lulusan terserap di lapangan kerja dengan masa tunggu

kurang dari 12 bulan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kerjasama


dengan Pemda setempat yang dilakukan sejak rekrutmen calon mahasiswa
sampai dengan penempatan lulusan sebagai tenaga farmasi di daerah.
Strategi yang digunakan misi Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram mengacu pada starategi pencapaian misi institusi yang secara
Khusus yakni:
Strategi Khusus :
1. Strategi Pengembangan Produk

Untuk mengembangkan produk dari suatu lembaga pendidikan tinggi


(lulusan) agar sesuai dengan kebutuhan pasar maka dilakukan beberapa
strategi, meliputi : 1)

Memelihara dan mengembangkan relevansi

pendidikan dengan pasar kerja; 2) Memonitor terus selera pasar kerja


melalui, studi penelusuran, pertemuan alumni, kuliah tamu dan sebagainya;
3) Mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian melalui khasanah keilmuan
untuk mengetahui posisi ilmu kefarmasian dalam konteks keilmuan
pendidikan dan sosial; 4) Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan
(minabrook conference) antara akademisi dan praktisi dalam rangka
pengembangan produk/jasa pelayanan pendidikan ilmu pendidikan,
kebahasaan, dan kesastraan.
Strategi Pengembangan Model Pembelajaran (Learning Style)
Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagai diharapkan
oleh lembaga pendidikan tinggi, perlu sekali dilakukan pengembangan
model dari pembelajaran, yaitu : 1) Meningkatkan penguasaan cara
mengajar bagi para dosen, sebab banyak orang menguasai suatu bidang dan
banyak orang terpaksa mengajar tapi tak tahu cara mengajar dengan baik;
2) Meningkatkan keterampilan mengajar para dosen, sebab kita sadari
bahwa banyak orang senang mengajar tapi tidak menguasai keterampilan
mengajar dan menyadari pula bahwa banyak orang telah terampil
mengajar, tapi tidak mengetahui cara meningkatkan keterampilannya ; 3)
Mengusahakan agar proses pembelajaran yang efektif sehingga terjamin:
kesesuaian metode belajar, kesesuaian kerangka acuan dan muatan mata
kuliah serta terdapat pemantauan dan evaluasi..
Strategi Organisasi
Selain upaya mengembangkan strategi pembelajaran dalam rangka
menciptakan lulusan

yang berkualitas, perlu adanya organisasi yang

berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut kiranya perlu juga

pengembangan organisasi yang menaungi kegiatan dalam Program Studi.


Strategi pengembangan organisasi ini meliputi :
1. Melakukan optimalisasi unit, yaitu setiap unit, program harus
memiliki standar dalam bidangnya masing dan bekerja secara efektif
dan efisien
2. Menciptakan aliansi vertikal, yaitu setiap staff harus mengerti strategi
organisasi, misi dan arah organisasi
3. Menciptakan aliansi horizontal, yaitu saling pengertian antar unit
dan tidak saling berkonflik.
4. Mengusahakan satu jalur perintah untuk setiap proses,

yaitu

setiap proses harus diorganisir sehingga hanya ada satu jalur perintah
(single channel of command).
Strategi Sistem dan Prosedur
Demikian juga dalam hal sistem dan prosedur perlu dikemukakan strategi
pengembangannya, meliputi:
1. Menekankan bahwa tidak ada kualitas tanpa data
2. Merancang sistem manajemen data dan informasi kualitas
3. Melakukan analisis data dan informasi kualitas
4. Melakukan analisis komparasi dan patok duga (benchmark
Strategi Kepemimpinan
Untuk menjalankan strategi, sistem dan prosedur suatu organisasi sehingga
organisasi menjadi berkualitas, peran pemimpin sangat penting. Berkaitan
dengan kualitas ini, pemimpin dalam hal ini mempunyai berbagai peran,
yang meliputi:
1. Kualitas adalah masalah budaya dimana pemimpinlah yang paling
bertanggung jawab atas pengembangan budaya kualitas.
2. Pemimpin sebagai pembangun budaya hendaknya memperhatikan: Kualitas interaksi - Strategi komunikasi - Purposing - Pay attention to
little thing
3. Budaya kualitas tidak bisa dibeli, melainkan harus dibiasakan dan
diharmonisasikan dan dikembangkan berdasar budaya yang telah ada,
berdasar praktek-praktek yang baik yang telah ada dalam suatu
organisasi.
4. Kualitas itu telah ada pada setiap institusi pendidikan, TQM
mengembangkannya menjadi perbaikan kualitas secara terus menerus
(continuous improvement)

5. TQM menuntut ketekunan dan kesabaran, bukan sesuatu yang


dapat diperkenalkan dalam semalam.
Strategi Membangun Komitmen Dosen
Untuk menjamin kualitas organisasi di program studi Farmasi UNW
Mataram, perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit seperti berikut ini :
1. Melibatkan dosen dalam aktivitas penyelesaian masalah
2. Menanyakan kepada dosen bagaimana mereka berfikir tentang
sesuatu, bagaimana proyek akan ditangani
3. Melakukan sharing informasi sebanyak-banyaknya untuk menggugah
komitmen mereka
4. Menanyakan kepada mereka sistem dan prosedur yang mana, yang
menjadikan mereka tidak dapat memberi pelayanan terbaik kepada
mahasiswa
5. Mengingatkan bahwa upaya untuk memperbaiki kinerja dosen, tidak
cocok menggunakan pendekatan top-down
6. Mengalihkan tanggung jawab atas pengembangan dan pengendalian
profesionalisme kepada dosen dan staff
7. Menerapkan komunikasi yang sistimatis dan terus menerus dikalangan
dosen dan semua yang terlibat di unit.
8. Mengembangkan keahlian dalam menyelesaikan konflik, problem
solving, negosiasi.
9. Menjadi penolong tanpa harus memiliki

jawaban atas semua

permasalahan.
10. Memberikan pencerahan tentang konsep kualitas dan topik-topik
seperti team building, customer service, communication dan leadership
11. Menjadi model (reference), sediakan waktu untuk mendengar dosen dan
pelanggan
12. Berupaya sebagai coach dan mengurangi sebagai boss
13. Memberikan otonomi dan keleluasaan mengambil resiko, tapi tetap
berlaku fair
14. Menciptakan keseimbangan antara kualitas eksternal (mahasiswa,
orang tua, pemerintah, masyarakat) dengan kualitas internal (dosen,
staff dan lainnya)
Strategi Sosialisasi
1. Aturan-aturan akademik dan manual prosedur Fakultas dan Program
Studi disosialisasikan melalui web site Universitas Nahdlatul Wathan

Mataram dan Website Fakultas dengan sasaran stake holders.


2. Melibatkan organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa
3. Memasang tulisan visi misi dan tujuan program studi di tempattempat yang mudah di baca. Media-media tertulis, penyampaian pada
rapat fakultas, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa
Baru, display di ruang administreasi, dan juga dipasang di tempat
strategis yang mudah dibaca oleh seluruh civitas akademika,
penyebaran brosur, leaflet melalui mahasiswa dan alumni serta
kunjungan langsung ke instansi-instansi tertentu.
1.1.2 Manfaat Program Studi yang diusulkan
Sejalan dengan visi, misi dan tujuan Program Studi S1 Farmasi Univeritas
Nahdlatul Wathan Mataram setiap tahunnya akan dilakukan perbaikan terus
menerus didalam upaya melengkapi kemampuan hardskill dengan kemampuan
softskill yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan Program Studi S1 Farmasi
yang unggul, kompeten, profesional dan ber-etika. Beberapa kajian dan
evaluasi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait pentingnya kemampuan
softskill bagi mahasiswa mendorong Program Studi Farmasi menyusun pola
pengembangan kemahasiswaan yang adaptif terhadap perubahan terkini.
Manfaat Program Studi S1 Farmasi Univeritas Nahdlatul Wathan Mataram
meliputi

manfaat terhadap institusi, manfaat kepada kepada masyarakat, dan

kepada bangsa:
1. Untuk membantu pemerintah, khususnya pemerintah Daerah dalam turut
mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan
Undang Undang Dasar 1945.
2. Menghasilkan tenanga-tenanga pembangunan yang trampil dalam bidang ilmu
kesehatan (obat-obatan) yang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan bangsa
bahkan dapat menghasilkan tenaga pelayanan obat-obatan dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat.
3. Mataram sebagai ibu kota Propinsi NTB baru memiliki 1 Prodi Farmasi PTN
yaitu Prodii Farmasi Universitas Mataram (UNRAM) dan 1 Prodi Farmasi di
PTS yaitu UNU , padahal banyak apotek dan toko-toko obat jumlahnya cukup
banyak baik di Mataram maupun di Kabupaten lainnya yang ada di NTB,
sehingga tidak sedikit peminat program studi S1 farmasi keluar daerah, terutama
ke-pulau Jawa.
4. Dengan sistem pendidikan yang yang inovatif, konstruktif, dan revolusioner,
Farmasi Univeritas Nahdlatul Wathan Mataram akan bermanfaat bagi

peningkatkan

kualitas

atmosfir

Pengembangan pendidikan dan

akademik

khususnya

dalam

bidang

pengajaran di lingkungan Prodi S1 Farmasi

Univeritas Nahdlatul Wathan Mataram


5. Manfaat terhadap masyarakat yaitu dengan misi mengembangkan penelitian di
Farmasi dan menyebarluaskan bagi kalangan pendidikan formal atau informal,
Program Studi S1 Farmasi Univeritas Nahdlatul Wathan Mataram akan
bermanfaat bagi peningkatan kualitas Pendidikan dan kecerdasan masyarakat.
6. Manfaat terhadap bangsa yaitu sejalan dengan visi, misi dan tujuan Program
Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram setiap tahunnya
akan dilakukan perbaikan terus menerus didalam upaya melengkapi kemampuan
hardskill dengan kemampuan softskill yang bertujuan untuk menghasilkan
lulusan Farmasi yang unggul, kompeten, profesional dan beretika. Beberapa
kajian dan evaluasi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait pentingnya
kemampuan softskill bagi mahasiswa mendorong Program Studi S1 Farmasi
menyusun pola pengembangan kemahasiswaan yang adaptif terhadap perubahan
terkini.
1.1.3 Kemampuan dan Potensi PT dalam Mengelola PS yang diusulkan
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram didirikan dan dikembangkan oleh
Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darul Mujahidin (YP3DM) NW Mataram
yang diproyeksikan menjadi sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berstandar
dunia atau World Class University, yang berbasiskan etika islam demi kehidupan
masa depan yang berkelanjutan.
Dalam rangka mencapai hal tersebut diatas, maka dipandang perlu untuk
menyusun sebuah Rencana Induk Pengembangan 2013-2023. Rencana
pengembangan ini disusun dengan tujuan utama untuk mengimplemantasikan visi,
misi dan tujuan pendirian Universitas Nahdlatul Wathan Mataram serta untuk
merumuskan arah dan prioritas kebijakan dan program pengembangan Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram dalam periode tersebut.
Rencana induk pengembangan disusun secara komprehensif dengan
memperhatikan dinamika sosial, ekonomi, politik dan budaya di tingkat regional,
nasional dan global, yang diikuti dengan analisa tantangan dan peluang di masa
yang akan datang. Ruang lingkup penyususnan Rencana Induk Pengembangan dan
Rencana operasional adalah sebagai berikut:
-

Pengembangan di bidang akademik atau pendidikan dan pengajaran dengan


kegiatan antara lain; pemantapan kurikulum, pembinaan tenaga pendidik dan
kependidikan, pengadaan buku- buku wajib dan pelengkap, dan meningkatkan

kerjasama instansi/ perguruan tinggi lain;


-

Pengembangan

di

bidang

penelitian,

antara

lain

melalui

kegiatan

penyusunan sistem dan prosedur penelitian serta diskusi hasil penelitian;


-

Pengembangan
kegiatan

di

bidang

pengabdian

kepada

masyarakat

melalui

penyususnan sistem dan prosedur pengabdian pada masyarakat,

pengembangan kegiatan mahasiswa yang berkenaan dengan pengabdian


pada masyarakat dan program-program pembinaan masyarakat;
-

Pengembangan di bidang kemahasiswaan melalui program peningkatan dan


pengembangan

kegiatan

mahasiswa

untuk

program

ko-kurikuler,

keorganisasian, kesejahteraan, karir dan lain-lain;


-

Pengembangan di bidang administrasi umum mencakup penyediaan dan


pengembangan sarana dan prasarana, pemeliharaan, keuangan, SDM, akses,
regulasi, dan perencanaan;

Pengembangan bidang kelembagaan melalui pengokohan status lembagalembaga, pembukaan lembaga-lembaga, kerjasama kelembagaan, promosi
dan/publikasi.
Dalam proses pengembangan tersebut UNW memiliki 9 Fakultas dan 22

Program Studi dimana 20 program studi sudah terakreditasi dalam dua periode
akreditasi terakhir,dengan akreditasi B satu program studi yakni program studi
pendidikan agama islam. Data pendukung terlampir.
Program Studi S1 Farmasi yang diusulkan berada dibawah Fakultas Ilmu
Kesehatan. Data pendukung terlampir.
Tersedianya tenaga pengajar yang berkualifikasi S2 Farmasi dengan jumlah
yang memadai dan pengalaman pengelolaan program studi kesehatan sebelumnya
menjadikan UNW lebih siap dan menunjukkan kekuatan lembaga untuk
melakukan pengelolaan Program Studi S1 farmasi baru. Data kinerja program
studi (DIII) keperawatan, kebidanan (DIII), dan (DIII) Farmasi FIK UNW
Mataram selama 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Jumlah Pendaftar

Jumlah yang diterima

Rasio Ketetatan

Jumlah Dosen Tetap

Jumlah Dosen Tidak Tetap

Rasio Dosen Tetap : Mhs

Waktu Tunggu menerima Pekerjaan

PRODI
KEPERAWATAN

150

122

1:02

20

11

1:1

KEBIDANAN

250

143

1:02

25

11

1:6

FARMASI

125

91

1:02

21

11

1:6

KEPERAWATAN

200

121

1:02

20

11

1 : 10

> 3,00

< 12 bln

KEBIDANAN

250

125

1:02

25

11

1:5

> 3,00

< 12 bln

FARMASI

350

109

1:02

21

11

1:5

> 3,00

< 6 bln

KEPERAWATAN

145

93

1:02

20

1:5

> 3,00

< 12 bln

KEBIDANAN

130

68

1:02

25

1:3

> 3,00

< 12 bln

FARMASI

200

134

1:02

21

10

1 : 10

> 3,00

< 6 bln

KEPERAWATAN

90

39

1:02

20

1:2

> 3,00

< 12 bln

KEBIDANAN

80

33

1:02

25

1:1

> 3,00

< 12 bln

FARMASI

300

101

1:02

21

10

1:5

> 3,00

< 6 bln

KEPERAWATAN

75

32

1:02

20

1:2

> 3,00

< 12 bln

KEBIDANAN

70

51

1:02

25

1:2

> 3,00

< 12 bln

FARMASI

130

116

1:02

21

10

1:6

> 3,00

< 6 bln

2012

2013

2014

2015

IPK Rata-rata

TAHUN
2011

> 3,00

> 3,00
> 3,00

< 12 bln
< 12 bln
< 6 bln

1.1.4 Analisis Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman


Internal (dalam Prodi Farmasi)

Eksternal

1. Jumlah Dosen Tetap pada Prodi

studi/Univesitas NW)
1. Komitmen
dan

Farmasi

Kekuatan
(Strenght)

memadai,

memiliki

(Luar

program
dukungan

penuh dari Yayasan Ponpes dan

kualifikasi standar pendidikan S2

perguruan tinggi UNW

yang

Farmasi yang memiliki komitment

merupakan

Islam

dan

kemasyarakatan yang sangat

tanggung

jwab

dalam

mengembangkan Program Studi

konsen

Farmasi

pendidikan

2. Memiliki dosen Tetap Usia relatif


Muda

(Fresh

memiliki

Graduate)

integritas,

kerja

dalam

yang

Prodi

memadai

yang

Farmasi

yang

dapat

menunjang Penambahan Program


Studi

S1

Farmasi

sesuai

Kebutuhan
4. Memiliki

Sarana

Penunjang:

Laboratorium

Bahasa,

Baca

dan

dosen

Fasilitas

Ruang

mahasiswa,

internet,

sistem

pengkalan data akademik dan


kemahasiswaan,
administrasi

ruang

pengelolaan

yang

representatif.
5. Tersedianya
yang

akan

organisasi terbesar di NTB.


2. Jaringan

pendidikan

yang

diseluruh wilayah NTB dari

3. Fasilitas sarana dan prasarana


cukup

merupakan

meningkatkan,
lulusan

dimiliki

dan

dunia

dimiliki organisasi NW tersebar

berkualitas dan berdaya saing


yang

dengan

semangat

mengembangkan keilmuan untuk


menghasilkan

organisasi

tenaga

pendukung

ditugaskan

dalam

pengelolaan program studi S1


Farmasi seperti: laboran, tenaga

tingkat PAUD, TK, MTS, MA


3. Memiliki

Kerjasama

atau

kemitraan

dengan

beberapa

Perguruan

Tinggi

Nasional

yang

dapat

menunjang

pengembangan keilmuan dosen


tetap pada prodi Farmasi

administrasi,

staf

perpustakaan

dan teknisi yang berpengalaman.


6. Memiliki

kurikulum

berbasis

kompetensi sesuai dengan KKNI

1. Dosen muda / fresh graduate

Cara mengatasi
1. Fakultas
Ilmu

kesehatan

memiliki pengalaman mengajar

menyediakan akses Pelatihan

dan penelitian yang relatif lebih

dan

sedikit

senior

Kelemahan

2. Gedung

(Weakness)

Farmasi

Laboratorium
yang

prodi

berlokasi

di

pembimbingan
ke

dosen

dosen

yunior,

Menyediakan Dana yang cukup


memadai

untuk

menunjnag

kampus 1 terpisah dengan ruang

Penelitian

perkuliahan berlokasi di Kampus

khusus dosen tetap di lingkup

FIK.

3. Peralatan Laboratorium Farmasi


yang belum lengkap

Dosen

2. Gedung

pemula

Laboratorium

yang

berlokasi di kampus 2 sedang


dalam proses pembangunan
3. Pengadaan
dianggarkan

Peluang
(Oportunity)

1. Kebutuhan

Tenaga

Farmasi

pengembangan

beberapa

akademik,

Pelayanan

akan

setiap

semester

untuk melengkapi
strategi pengembangan
1. Melakukan
evaluasi

(Tenaga Teknis kefarmasian) di


Unit

Alat

dan
bidang

penelitian,

kesehatan di Prov. NTB semakin

pengabdian dan kehahasiswaan

meningkat dari tahun ke tahun

untuk

baik

Sarjana Farmasi sebagai tenaga

Sarana

Kesehatan

pada

sektor pemerintah maupun swasta


2. Data Lulusan D3 Farmasi dari
seluruh

PTS

di

Mataram

memiliki Minat yang tinggi untuk


melanjutkan

pendidikan

ke

menghasilkan

teknis

kefarmasian

yang

unggul, kompeten, profesional


ber-etika dan berdaya saing.
2. Melakukan kajian dan evaluasi
setiap dua tahun sekali pada

Jenjang yang lebih tinggi yaitu

kurikulum

S1 Farmasi

dengan

yang
Standar

melengkapi
3. Jumlah Lulusan SLTA dan MA

lulusan

laboratorium

disesuaikan
Nasional,
peralatan
untuk

yang akan melanjutkan studi ke

meningkatkan

jenjang S1 semakin meningkat

(hardskill), kemampuan softskill

4. Peluang Kerja Tenaga Teknis

untuk menarik minat Lulusan

Kefarmasian yang lebih luas,

D3 Farmasi dan lulusan SLTA

baik di pelayanan kesehatan (RS,

sederajat melanjutkan studi di

Puskesmas,

S1 Farmasi.

Klinik,

Apotek)

bidang distribusi (PBF Lokal dan

Ancaman
(Threat)

3. Mendapatkan status Akreditasi

Nasional, Gudang Farmasi Obat),

dan

bidang

pendidikan

profesionalisme

laboran,

BPOM

sebagai

ketrampilan

meningkatkan
dalam

(pengujian),

pengelolaan program studi yang

Industri Farmasi baik Modern

berbasis pelayanan untuk dapat

maupun tradisional.

menghasilkan

lulusan

yang

1. Adanya program studi sejenis

mampu bekerja.
Strategi Pengembangan
1. Meningkatkan status akreditasi

dari PTN (UNRAM) dan PTS

program studi melalui sistem

lain

perkuliahan yang berkualitas,

2. Persepsi

Masyarakat

tentang

pelaksanaan

penelitian

pendidikan di PTN yang lebih

berkelanjutan dan terpublikasi

baik dari PTS

luas, pelaksanaan pengabdian


yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, kualifikasi tenaga
pendidikan yang profesional,
peningkatan
kemahasiswaan

administrasi
yang

adaptif

terhadap perubahan terkini


2. Melaksanakan

sosialisasi

lokakarya, seminar, penelitian


bersama dosen dan mahasiswa
untuk merubah pola pikir yang
lebih
inovatif

realistis,
serta

dinamis

peningkatan

kualitas tenaga pengajar.

1.2 Aspek Spesifikasi


1.2.1 Nomenklatur dan Jenjang Program sStudi

dan

Penetapan Nama Program Studi didasarkan pada Nomenklatur DIKTI yang


telah dilakukan perubahan sesuai dengan surat edaran DIKTI kepada Perguruan
Tinggi dan Kopertis seluruh Indonesia tertanggal 2 Februari 2015 Nomor :
0404/E3.2/2015 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar
Lulusan Peruruan Tinggi menyebutkan bahwa dengan kode 6160810 nama
program studi adalah farmasi , jenjang S1 dan Titel Lulusan yang dihasilkan
Sarjana farmasi adalah S. Farm.
1.2.2 Posisi Program Studi yang diusulkan terhadap bidang ilmu di tingkat
nasional dan internasional
1. Analisa situasi yang dilakukan oleh Tim Penyusun Proposal pendirian Program
Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram yang diajukan
terdorong oleh misi, tujuan dan keinginan yang tulus dalam menjawab
tantangan terhadap kualitas

dunia kesehatan. Dalam era globalisasi ini

berbagai perkembangan pada ilmu farmasi yang semakin cepat akan membawa
perubahan pada paradigma berfikir tenaga farmasi.

Untuk itu penyiapan

sumber daya manusia yang inovatif, kreatif, memiliki kompetensi tinggi dan
berdaya saing tinggi akan mampu membawa posisi Prodi Farmasi Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram menghadapi perubahan.
Arah bidang ilmu yang dikembangkan Prodi Farmasi Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram disusun dengan menggabungkan arah kebijakan
keilmuan dan profil lulusan Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram dengan pengembangan khusus yakni :
Pengembangan farmasi dengan konsep Sustainable Development. Dengan
perpaduan beberapa sumber tersebut maka arah bidang kelimuan Prodi S1
Farmasi

Universitas Nahdlatul Wathan Mataram adalah mencakup

empat

aspek yang menjadi dasar pengembangan keilmuan dan spesifikasi yaitu; 1)


Kajian di bidang Pelayanan Farmasi Komunitas 2) Kajian dibidang isolasi,
sintesis, uji

bioaktivitas Bahan Obat alam 3) Kajian dibidang analisis

sediaan farmasi, makanan dan senyawa

kimia tubuh; 4) kajian Farmasi

yang mendasarkan pada konsep sustainable development yang belum


dikembangkan di Indonesia)
2. Kajian Capaian pembelajaran
Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki spesifikasi di keempat aspek
tersebut

sebagai sumber daya yang mampu beradaptasi dengan baik pada

lingkungan dan segala aspek perubahannya. Solusi penyiapan sumber daya


manusia berkualitas dilakukan dengan penyelenggaraan pendidikan yang juga

berkualitas. Program Studi S1 Farmasi

menjadi suatu kunci dalam rangka

penyebaran, pengembangan dan penemuan solusi berbagai persoalan di dunia


kefarmasian melalui konsep, teori pembelajaran dan keterampilan pengajaran.
Ilmu kefarmasian merupakan mata rantai dalam siklus kesehatan dimana
intervensi akhir dalam suatu proses pengobatan selalu berakhir dengan
penggunaan obat, oleh karena itu pengadaan program studi yang dapat
menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional dapat membantu program
pemerintah dalam neingkatkan derajat kesehatan masyarakat.
3. Beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia menyelenggarakan program studi
yang terkait dengan ilmu kefarmasian dengan materi pembelajaran dan
keragaman masing-masing, dengan tujuan yang sama, yaitu menghasilkan
lulusan Sarjana Farmasi bidang Farmasi komunitas spesifikasi Farmasi Klinik
seperti UGM, spesifikasi pengembangan bahan obat alam dan intrumentasi di
USB (Universitas setia budi surakarta) dan UII (Universitas Islam Indonesia).
1.2.3 Keunggulan dan Karakteristik program studi yang akan dimiliki
Dengan melihat komposisi bidang kajian dari program studi pendidikan
pembanding, yakni Prodi Farmasi UGM dan USB dan UII Jogjakarta,

maka

Karakteristik Program studi yang diusulkan pada P rodi S1 Farmasi di


Universitas Nahdlatul Wathan Mataram terletak pada bidang Kajian Pelayanan
Farmasi Komunitas dan bahan Alam. Dari ketiga program studi farmasi di tingkat
nasional tersebut maka acuan penyusunan kurikulum merupakan perpaduan ketiga
Prodi tersebut yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di daerah NTB.
NTB merupakan Provinsi yang dominan penduduknya beragama islam dan Peluang
kerja lulusan lebih banyak pada sarana pelayanan kesehatan seperti RS, Apotek,
Puskesmas, PBF. Jadi ciri khas dari lulusan yang akan dihasilkan memiliki
internalisasi karakter islam

ke-NW-an sebagai kader tenaga kesehatan bidang

kefarmasian yang memiliki kekuatan mental dan spritual serta bertujuan


menghasilkan

lulusan

yang

lebih

komprehensif

yang

berciri

khusus

pengembangan obat tradisional dan pemanfaatan prinsip-prinsip sustainable


development, dengan kompetensi sebagai berikut:
a.

Kompetensi dalam bidang pelaksanaan pelayanan kesehatan di bidang Farmasi


Menguasai pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Apotek, Rumah sakit,

Puskesmas.
b. Kompetensi dalam pelaksanaan produksi sediaan Farmasi Menguasai
pelaksanakan teknologi pembuatan sediaan Farmasi meliputi sediaan padat

diantaranya tablet, kapsul. Sediaan semipadat diantaranya cream, salep,


c.

suppositoria. Sediaan Cair meliputi suspensi, emulsi, larutan, sirup.


Kompetensi dalam pelaksana dan pemasaran sediaan farmasi Menguasai

d.

pelaksanaan teknik pendistribusian dan pemasaran sediaan Farmasi


Kompetensi sebagai penyuluh dan sumber informasi kesehatan di bidang
farmasi, Menguasai pelaksanaan penyuluhan di bidang farmasi (baik yang
berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat)

e. Kompetensi sebagai pelaksana pengumpulan dan pengolahan data untuk


penelitian, Menguasai pelaksanaan kegiatan pelaksana pengumpulan dan
pengolahan dan data untuk penelitian
f. Kompetensi sebagai pelaksana pengelolaan Obat. Menguasai pelaksanaan
pengelolaan obat sektor pemerintah dan swasta.
1.2.4 Hubungan program studi yang diusulkan dengan program studi lain pada
institusi pengusul
Program studi S1 Farmasi merupakan program studi yang berkaitan dengan
program studi lain pada fakultas ilmu kesehatan UNW yaitu program studi diploma
D3 keperawatan, kebidanan dan Farmasi. Program studi farmasi memiliki posisi
strategis yang berhubungan dengan status pengobatan pada pasien. Pada sarana
pelayanan kesehatan, perawatan pasien maupun penanganan pada ibu hamil dan
melahirkan intervensi seringkali berkaitan dengan obat. Program studi farmasi
ditekankan pada Pengelolaan obat dari tahap produksi, pendistribusian dan
penyerahan pada pasien maupun sarana pelayanan kesehatan lain membutuhkan
tenaga ahli dan profesional yang dapat menjamin kualitas, keamanan dan efektifitas
obat yang diterima pasien sehingga output yang diharapkan dapat terwujud dalam
peningkatan status kesehatan pada masyarakat.
Hubungan program studi yang diusulkan terhadap program studi lain pada
institusi pengusul. Program studi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan adalah
program studi Diploma III Farmasi dalam penerapan kurikulum perbandingan
antara teori dan praktek yaitu 40 % teori dan 60 % praktek.
Di lihat dari pencapaian pembelajaran untuk program studi S1 farmasi yang
akan diusulkan merupakan pengembangan dari program studi D3 farmasi yang
sudah ada. Penyusunan kurikulum ditekankan pada pendalaman ilmu kefarmasian
dan kompetensi lulusan yang lebih komprehensif.
BAB II
KURIKULUM
2.1

Rumpun Keilmuan

2.1.1 Bidang Ilmu Program Studi FARMASI


Program studi S1 farmasi merupakan program studi yang mempunyai
dasar keilmuan yaitu ilmu eksakta namun memiliki unsur kajian ilmu
kefarmasian khususnya ilmu pelayannan dan pengembangan obat tradisional.
Untuk itu dalam program studi S1 Farmasi ini nantinya akan menitikberatkan
pada pengembangan ilmu kefarmasian dengan disiplin ilmu pelayannan dan
pengembangan obat tradisional.
Maka

fokus

Kajian

ilmu

dalam

Program

Studi S1 Farmasi

Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dapat menghasilkan lulusan yang:


a. mampu dalam manajement pengelolaan obat di rumah sakit, apotek dan
puskesmas.
b. Memecahkan permasalahan dalam suatu system disribusi farmasi, apotek,
atau RS;
c. Merencanakan, menghasilkan dan mengembangkan berbagai produk obat
tradisional yang berasal dari alam;
d. Mengembangkan usaha kefarmasian sehingga dapat menjadi lebih
berkembang, merupakan kebutuhan di semua aspek kesehatan.
e. menghasilkan lulusan dengan ketrampilan melakukan riset pendekatan inter
disipliner dan multi disipliner serta mendeseminasikannya dalam bentuk
publikasi ilmiah.
f. menghsilkan lulusan yang terampil dalam mengambil keputusan strategis
secara mendiri berkelompok, kominikatif, etis, estetis, apresiatif dan
partisipatif.
Fokus bidang ilmu tersebut mempunyai karakteristik tersendiri dengan
Program Studi lain. Keberadaaan program studi S1 farmasi sangat penting
karena akan mendukung pemerintah dalam pengadaan tenaga kerja dalam
bidang farmasi.

Tabel 2.1. Rencana pencapaian target kualitas lulusan Prodi S1 Farmasi Universitas
Nahdlatul Wathan Matarama adalah sebagai berikut:
Target Capaian (tahun) ke)

NO
1
2
3
4

Rencana Program
Pencapaian
target kualitas
lulusan sesuai
Masa Tunggu
Lulusan
Pengembangan
relasi pendidikan
dengan pasar kerja

60%

70%

80%

90%

95%

>6bln

<6bln

<3bln

>1th

<1th
h

Pelaksaaan Tracer
Studi untuk
mengevaluasi SKL
& kurikulum

Evaluasi
pelaksanaan
perkuliahan

Dilakuka
n tiap
semester,
melibatk
an
mahasis
wa

Dilakukan
tiap
semester,
melibatka
n dosen
dan
mahasisw
a tindak
lanjut
untuk
pengemba
ngan
metode
dan materi

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa.
Ditiindakla
njuti untuk
perbaikan
metode,mat
eri
ajar,&pemb
erian tugas

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen
dan
mahasiswa
serta review
teman sejawat
studi tiap
semester.ditin
dak lanjuti
digunakan
untuk
perbaikan
metode,materi
ajar,pemberia
n
tugas,
penyusunan
tes baru,&
penentuan
referensi

Dilakukan tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa serta
review teman
sejawat, serta
lesson studi tiap
semester. Ditindak
lanjuti
untuk perbaikan
metode,materi
ajar,pemberian
tugas,
penyusunan tes
baru,penentuan
referensi,&peny
usunan media

Integrasi hasil
penelitian dosen
pada
pengembangan
materi perkuliahan

Sebanyak
30% hasil
penelitian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasi
ka n pada
pengemba
ng an
materi
perkuliaha
n

Sebanyak
40%
hasil
penelitian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasi
kan pada
pengemba
ngan
materi
perkuliaha
n

Sebanyak
60%
hasil
penelitian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

Sebanyak 80%
hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasikan
pada
pengembanga
n materi
perkuliahan

Sebanyak lebih
80% hasil
penelitian dosen
sesuai dengan
prodi dan
diintegrasikan
pada
pengembangan
materi
perkuliahan

Integrasi hasil
pengabdian dosen
pada
pengembangan
materi
perkuliahan

Sebanyak
30% hasil
pengabdia
n dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasi
ka n pada
pengemba
ng an
materi
perkuliaha
n

Sebanyak
40%
hasil
pengabdia
n dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasi
kan pada
pengemba
ngan
materi
perkuliaha
n

Sebanyak
60%
hasil
pengabdian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

Sebanyak 80%
hasil
pengabdian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasikan
pada
pengembanga
n materi
perkuliahan

Sebanyak lebih
80% hasil
pengabdian
dosen sesuai
dengan prodi dan
diintegrasikan
pada
pengembangan
materi
perkuliahan

Evaluasi kinerja unit Dilakukan


tiap 1th

Dilakukan
tiap
semester

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa

Dilakukan tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa
serta review
teman sejawat

Dilakukan tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa serta
review teman
sejawat

Evaluasi program
peningkatan
kompetensi
manajerial

Dilakuk
an tiap
1th

Dilakuka
n tiap
semester

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen
dan
mahasiswa
serta review
teman sejawat

Dilakukan tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa serta
review teman
sejawat

10

Penggunaan hasil
penelitian &
Pengabdian

Digunakan
untuk
pengemba
ng an
metode
dan materi

Digunaka
n untuk
perbaikan
metode,m
ateri
ajar,&pem
beria n
tugas

ti digunakan
untuk
perbaikan
metode,mate
ri
ajar,pemberi
an tugas,
penyusunan
tes
baru,&penen
tuan
referensi

Digunakan
untuk
perbaikan
metode,mater
i
ajar,pemberia
n tugas,
penyusunan
tes
baru,penentu
an
referensi,&pen
yusun
an media

Ditindak lanjuti
untuk perbaikan
metode,materi
ajar,pemberian
tugas,
penyusunan tes
baru,penentuan
referensi,&penyu
sunan media
serta
pemanfaatannya
bagi Masyarakat

11

Jumlah
penelitian &
Pengabdian
yang dibiayai
pihak luar

1 NK <
1.5

1.5 NK < 2.5 NK < 3 3 NK < 3.5


2

3.5 NK < 4

12

Keterlibatan
mahasiswa dalam
penelitian &
Pengabdian
Dosen
Proporsi dana
penelitian

PD 5%,

PD < 5%
PD
10%

PD < 10%
PD
15%

PD < 15% PD
20%

PD < 20% PD
25%

2%

>2%-4%

>4%-6%

>6%-8%

>7%-10%

Keterlibatan
mahasiswa dalam
penelitian&
Pengabdian dosen

PD 5%,

PD < 5%
PD
10%

PD < 10%
PD
15%

PD < 15% PD
20%

PD < 20% PD
25%

15

Keterlibatan
mahasiswa dalam
kegiatan ilmiah

Keterlibat
an
mahasisw
a
50%-60%

Keterlib
atan
mahasis
wa
60%-70%

Keterlibata
n
mahasiswa
70%80%

Keterlibatan
mahasiswa
80%-90%

Keterlibatan
mahasiswa
>90%

16

Peningkatan
indeks prestasi
lulusan

Rerata 3,20 Rerata 3,26 Rerata 3,31 Rerata 3,36

3.35
3.40
3.25
3.30

Rerata 3,41 3.50

Prestasi mahasiwa
dalam skala
regional, nasional,
Internasional

1 NK <
1.5

3.5 NK < 4

13

14

17

1.5 NK < 2.5 NK < 3 3 NK < 3.5


2

Diagram relasi /hubungan Keilmuan program studi S1 Farmasi dengan keilmuan lainnya.

Ilmu Eksak

Farmasi

Non Eksak

Kedokteran

Agama

Kimia

Bahasa

Biologi

Etika

Fisika

Sosial

Matematika

2.1.2 Perkembangan Bidang Ilmu saat ini dan 10 tahun kedepan


Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan
Tinggi dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang sering disebut dengan KKNI
pada pasal 1 menyatakan bahwa kerangka penjenjangan kualifiasi kompetensi
yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintergrasikan antara bidang
pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka
pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di
berbagai sektor.
Lebih lanjut menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian
pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Mendasari penyusunan
kurikulum Program Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan. Keilmuan
yang dikembangkan untuk program studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul
Wathan berdasarkan KKNI mencakup tiga unsur yaitu; sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, meliputi :
a. Unsur sikap; unsur ini berkaitan dengan kompetensi yang mengintegrasikan
terhadap norma, ketaqwaan kepada Allah SWT yang tercermin dalam
kehidupan spiritual, personal, maupun sosial melalui proses pembelajaran,
pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan atau pengabdian kepada
masyarakat.
b. Unsur pengetahuan; Berkaitan dengan pengembangan ilmu-ilmu umum yang
memiliki relevansi dengan kajian ilmu farmasi
c. Unsur keterampilan umum; unsur ini berkaitan dengan mata kuliah yang
diberikan oleh universitas sebagai bagian dari keterampilan mahasiswa secara
umum.
d. Unsur keterampilan khusus; berkaitan dengan bidang Ilmu farmasi terhadap
kemampuan memecahkan permasalahan pengajaran dan pembelajaran
farmasi dan sains serta menjadikannya sebagai bahan kajian dalam
pendidikan

dan

pengajaran

farmasi

melalui

penelitian

mempublikasikannya untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.


Roadmap keilmuan progrsm studi S1 farmasi untuk 5 tahun ke depan

dan

Proses
Strategi
Strategi
Tinjauan
Tinjauan misi,
misi, dan
dan
tujuan
tujuan berkelanjutan
berkelanjutan
Update
Update kurikulum
kurikulum
berkelnjutan
berkelnjutan secara
secara
holistik
holistik
Studi
Studi lanjut,
lanjut, short
short
Course,
Course, seminar
seminar
workshop
workshop
Sarana
Sarana prasarana
prasarana
Komponen
Komponen
Tinjauan
Tinjauan
Visi,
Visi,
Tujuan
Tujuan
Update
Update
Kurikulu
Kurikulu
m
m
SDM
SDM
Universitas
Universitas
Nahdlatul
Nahdlatul
Wathan
Wathan
Mataram
Mataram

Program
Program
Sarjana
Sarjana

S1
S1
Farmasi
Farmasi

Sarana
Sarana
Prasaran
Prasaran
aa

SDM
SDM kualifikasi
kualifikasi dosen
dosen
min.
min. S2
S2
Team
Team Teaching,
Teaching,
peningkatan
peningkatan sistem
sistem
evaluasi,
evaluasi, kerjasama
kerjasama
dan
dan kerjasama
kerjasama
dengan
dengan universitas
universitas
dalam
dalam dan
dan luar
luar
negeri
negeri untuk
untuk
peningkatan
peningkatan mutu
mutu
pembelajaran,
pembelajaran,
peningkatan
peningkatan mutu
mutu
skripsi
skripsi

Profil
Profil
lulusan
lulusan
Prodi
Prodi S1
S1
Farmasi
Farmasi

Mutu
Mutu
lulusan
lulusan

Tabel 2.2. Target Perkembangan Program Studi 10 Tahun yang akan datang
Tahun 2016
Program Studi S1 Farmasi
untuk Tenaga Teknis
Kefarmasian
Riset internal mandiri,
kolaborasi dosen.
Rintisan riset regional
kolaborasi dosen.
Pengabdian pada
masyarakat di lingkungan
kampus

Tahun 2020
Program Studi S1 Farmasi
untuk Tenaga Teknis
Kefarmasian Terbaik di
tingkat provinsi Nusa
Tenggara Barat
Riset internal mandiri,
kolaborasi
dosen, kolaborasi dosen dan
mahasiswa.
Rintisan riset nasional
Pengabdian pada masyarakat
dengan pemerintah daerah di
kabupaten Lombok Barat,
kota Mataram, kabupaten
Lombok Timur, kabupaten

Tahun 2025
Program Studi S1 Farmasi
untuk Tenaga Teknis
Kefarmasian Terbaik se Nusa
Tenggara
Riset nasional mandiri,
berkolaborasi dosen dan
mahasiswa
Riset nasional berkolaborasi
dosen
Pengabdian pada
masyarakat di wilayah
Nusa Tenggara Barat

Jurnal internal
Persiapan penyusunan
jurnal
mahasiswa
Rintisan jurnal
terakreditasi
Calon dosen dengan
kualifikasi calon doktor
(S3) 1
dosen
Rintisan Sarana dan
prasarana berbasis IT
2.2

Lombok Tengah, kabupaten


Lombok Utara
Jurnal secara kontinyu ber
ISBN
Jurnal internal online

Jurnal nasional

Rintisan jurnal nasional

Jurnal nasional scopus

Rintisan dosen dengan


kualifikasi
doktor (S3) 2 dosen

Dosen dengan kualifikasi


doktor 4 dosen

Sarana dan prasaran berbasis


IT

Kualitas Sarana dan


prasarana terjamin
pemanfaatannya

Jurnal nasional online

Rancangan Kurikulum
2.2.1 Profil Lulusan Program Studi S1 Farmasi
Pembukaan Program Studi S1 farmasi adalah kebutuhan vital untuk
membantu program pemerintah dalam rangka mencapai tujuan masyarakat
sehat yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa di era
global. Dengan peningkatan kualitas kesehatan dengan perencanaan dan
pengembangan teknologi kesehatan, maka daya saing sumber daya manusia
Indonesia dapat ditingkatkan.
Berdasarkan studi pelacakan alumni D3 farmasi yang bekerja pada
beberapa sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta

, dapat

dikatakan keunggulan lulusan pada bidang konseling dan peracikan sediaan


farmasi, lebih lanjut diharapkan lulusan S1 farmasi memiliki keahlian yang
lebih luas dan mendalam.
Secara Khusus :
1. Memiliki kemampuan dasar dalam mengelola suatu apotek meliputi
kemampuan managerial, keuangan dan Marketing.
2. Mampu secara sistematis memecahkan permasalahan dalam suatu sistem
distribusi farmasi, apotek, atau RS.
3. Merencanakan, menghasilkan dan mengembangkan berbagai produk
obat tradisional.
4. Memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha kefarmasian sehingga
dapat menjadi lebih berkembang.
5. Memiliki kemampuan dasar kefarmasian yang berprinsip pada konsep
sustainable development.

2.2.2 Analisis Profil


Lulusan Program Farmasi diharapkan dapat bekerja sebagai Tenaga
kefarmasian:
Secara umum :
1. Memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan
masalah dalam ilmu kefarmasian.
2. Memiliki kemampuan dalam pengembangan dan penjaminan mutu
sediaan farmasi.
3. Memiliki kemampuan untuk mendukung pelayanan kefarmasian yang
berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan dan etika kefarmasian.
4. Memiliki kemampuan untuk melakukan penelusuran, pengkajian, dan
penyampaian informasi obat.
5. Memiliki karakter unggul untuk berperan sebagai pemberi layanan,
pengambil keputusan, komunikator, pemimpin, manajer, pembelajar
sepanjang hayat, pendidik, peneliti, serta wira-usahawan.
Secara Khusus :
1. Memiliki kemampuan dasar dalam mengelola suatu apotek meliputi
kemampuan managerial, keuangan dan Marketing.
2. Mampu secara sistematis

memecahkan permasalahan

dalam suatu

apotek, atau RS dan memnerikan pelayanan public ( konseling)


3. Merencanakan, menghasilkan dan mengembangkan berbagai produk
obat tradisional yang berasal dari alam
4. Memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha kefarmasian sehingga
dapat menjadi lebih berkembang.
5. Memiliki kemampuan dasar kefarmasian yang berprinsip pada konsep
sustainable development.
Bidang pekerjaan lulusan farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
adalah:
1. Sebagai tenaga teknis kefarmasian di bidang pelayanan di sarana kesehatan.
Oleh karena itu lulusan harus memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi,
menganalisis, dan menyelesaikan masalah dalam ilmu kefarmasian dan
memberikan konseling .
2. sebagai tenaga teknis dalam pelaksanaan regulasi kebijakan pemerintah
dalam bidang obat : Bidang pemerintahan juga memberikan lowongan bagi
penyandang gelar sarjana farmasi. Bebarapa diantaranya adalah Dinas
Kesehatan hingga Departemen Kesehatan. Lulusan farmasi yang bekerja di

instansi pemerintahan tersebut biasanya ditempatkan sebagai pelaksana


regulasi pemerintah.. lulusan diharapkan memiliki kemampuan dasar
kefarmasian yang berprinsip pada konsep sustainable development
3. Analis Obat-obatan: Sebagai sarjana farmasi, lulusan dapat bekerja di
sebuah instansi kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium kesehatan,
BPOM, maupun puskesmas. Lulusan diharapkan mampu memiliki
kemampuan dalam pengembangan dan penjaminan mutu sediaan
farmasi.
4. Peneliti

Farmasi:

Penelitian yang

dilakukan sudah

pasti penelitian

mengenai obat-obatan. Anda dapat mencalonkan diri sebagai peneliti di


sebuah instansi penelitian. Beberapa Prospek Kerja Jurusan Farmasi di
atas merupakan bukti bahwa jurusan farmasi merupakan jurusan yang
memiliki prospek kerjayang menjanjikan. Mulai yang termasuk ke dalam
bidang kesehatan, pemerintahan, industri maupun peneliti. Melalui artikel
ini diharapkan dapat memotivasi anda yang ingin masuk dan mempelajari
ilmu farmasi
5. Pedagang Besar Farmasi (PBF), lulusan diharapkan mampu memiliki
kemampuan

dasar

dalam

mengelola

suatu

apotek

meliputi

kemampuan managerial, keuangan dan Marketing.


2.2.3 Capaian Pembelajaran
Berdasarkan tujuan

program

studi,

maka

dirumuskan

capaian

pembelajaran sesuai dengan Perpres nomor 8 Tahun 2012. Setiap kompetensi


lulusan dianalisis apakah mengandung satu atau lebih kompetensi tersebut
dijelaskan melalui tabel berikut:

Kompetensi

2. Kemampuan dalam penguasaan dan

Rumusan
Kompetensi
1. Kemampuan
dalam
penguasaan
dan ketrampilan dibidang isolasi,
sintesis, uji bioaktivitas bahan baku
obat dan bahan alam dengan prinsip
Sustainable Development

ketrampilan dibidang analisis sediaan


farmasi,makanan dan senyawa kimia

Utama

tubuh dengan prinsip Sustainable


Development
3. Kemampuan dalam penguasaan

dan ketrampilan dibidang


pelayanan dan manajemen
farmasi dengan prinsip Sustainable
Development
4.

Mampu bersikap,berperilaku dan


berkarya dalam bidang kefarmasian
dengan

prinsip

Sustainable

Development
1. Kemampuan dalam penguasaan dan

ketrampilan dibidang bahasa asing


dan

teknologi

informasi

dengan

prinsip Sustainable Development


Pendukung

2. Kemampuan bekerjasama baik


sebagai pimpinan maupun anggota
dari sebuah tim kerja.

3. Kemampuan dalam

berkomunikasi dan beradaptasi


dalam lingkungan dengan prinsip
Sustainable Development
1. Beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, memiliki etos kerja dan
menjunjung tinggi nilai
Lainnya

kemanusiaan.
2. Memiliki kesadaran kebangsaan

dan kerakyatan serta berpartisipasi


aktif dalam membangun kehidupan
yang damai.
3. Kemampuan untuk memotivasi

dan menfasilitasi masyarakat

Tabel ini

menjelaskan

kompetensi utama ke satu, dua dan tiga

memenuhi

semua elemen kompetensi, sedangkan kompetensi 4 dan 5 yang tidak terpenuhi adalah
elemen kompetensi landasan kepribadian dan sikap dan perilaku dalam berkarya berisi teori
dan praktik

berkaitan dengan prosedur evaluasi, prosedur pengelolaan Pusat Sumber

Belajar, teknik
kompetensi yaitu

pembuatan soft ware. Kompetensi pendukung

meliputi empat elemen

penguasaan ilmu dan keterampilan, kemampuan berkarya, Sikap dan

perilaku dalam berkarya, pemahaman kaidah hidup bermasyarakat.


2.2.4 Matrik Bahan Kajian Yang Diturunkan Dari Capaian
Berikut Bahan kajian yang dipersipkan Sesuai kompetensi yang disusun dalam
program studi
Rumusan Kompetensi
1. Melakukan pengadaan obat dan membuat
sediaan obat dengan memahami dan
menerapkan dasar ilmu tentang obat, dari
sifat kimia-fisika, farmakologi, formulasi
dan teknologi.
2. Menjelaskan arti ilmiah formulasi obat,
macam komposisi, khasiat, indikasi,

Bidang Kajian
kajian farmakologi dan sistem penghantaran
obat.

Kajian tentang fungsi farmasi klinis

kontra indikasi, efek samping dan


interaksi, aturan pemakaian, dan jalur
pemberian obat.
3. Melakukan dan menerapkan prinsip dasar
uji khasiat, dinamika, dan kinetika bahan
obat dan sediaan obat, secara in vitro dan
in vivo.
4. Memilih obat terbaik atas dasar ilmu
kefarmasian yang terintegrasi, untuk
tujuan efikasi, keamanan, dan
penggunaan obat yang rasional bagi
penderita.
5. Memberikan informasi dan melakukan
komunikasi tentang obat dan perbekalan
kefarmasian lainnya, kepada penderita,
masyarakat dan sesama profesi kesehatan
secara obyektif, ilmiah, dan
bertanggungjawab.
6. Menelaah dan menilai
keabsaan/kebenaran ilmiah dari informasi
obat, serta berorientasi pada kepentingan
penderita.
7. Menerapkan secara benar dan konsisten
perundangan dan peraturan pemerintah
tentang kefarmasian, serta kode etik
profesi farmasi.
8. Menunjukkan sikap dan kinerja yang
profesional, yaitu kompeten dalam
bidangnya, rasa memiliki dan mencintai
profesi, berwawasan pada perkembangan
ilmu dan profesi kefarmasian.
9. Mampu melakukan pengelolaan sarana
dan prasarana yang terkait dengan
pekerjaan kefarmasian.
10. Melakukan pengendalian mutu bahan
obat dan sediaan obat, obat tradisional,
kosmetika, makanan dan minuman
11. Melakukan telaah publikasi ilmiah yang
berkaitan dengan bidang kefarmasian
12. Melaksanakan penelitian sebagai
penerapan metode ilmiah dan sikap
ilmuwan serta mampu
mengkomunikasikan dan
mempertanggungjawabkan hasil
penelitian sesuai kaidah keilmuan
13. Mengidentifikasi, memeriksa kemurnian
dan menetapkan kadar obat dan bahan
obat
14. Mengenali produk obat dan sediaan
kefarmaian lainnya serta mengidentifikasi

Kajian tentang fungsi farmasi klinis

Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis

Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis

Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis

kajian manajemen farmasi.

Etika kefarmasian

kajian manajemen farmasi.


Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis
Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis
Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis

Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis


Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis

keabsahan dan mutu produk, dengan


pendekatan analisis yang sesuai
15. Menerapkan prinsip dasar dan terapan
bidang pengembangan obat dan bahan
obat kelompok bahan alam dan sintesis

Kajian farmasi bahan alam

16. Menerapkan prinsip dasar dan terapan


Kajian tentang farmasi klinis
bidang ilmu kedokteran untuk
mendukung pelayanan kefarmasian
17. Memahami bidang ilmu sosial dasar
Kajian farmasi komunitas
untuk mendukung profesi pelayanan
kefarmasian
18. Memahami prinsip dasar dan teknik Kajian tentang farmasi klinis
pembuatan serta dapat menjelaskan
penggunaan dan pelayanan obat khusus
19. Memahami prinsip dasar ilmu dan Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis
teknologi kefarmasian, khusus yang
relevan dengan pengembangan produk
obat baru mulai dari penemuan, desain
sampai pada pemasaran
20. Memahami prinsip dasar bidang ilmu Kajian tentang farmasi komunitas dan klinis
kimia dalam aspek terapan khusus yang
relevan dengan kefarmasian

2.2.5 Mata Kuliah Yang Mengait Pada Bahan Kajian


Dalam usaha membentuk kompetensi yang telah dikemukakan di atas,
disusun suatu kurikulum yang kontribusi untuk merealisasikan tujuan program.
Kurikulum tersebut

memuat mata kuliah dan kegiatan, bobot satuan kredit

semester (sks) dan distribusinya dalam semester dapat dilihat pada tabel berikut:
Kajian Mata
Kuliah
Kajian manajemen

Metode
pembelajaran
Direct learning

farmasi.

Kualifikasi dosen
pengampu
Ivan Ariesta Dwifaya,
MM.,Apt
Wahidaturrahmi, S.Si.,M.Sc

Kajian tentang fungsi

PBL (Problem Based

Nur Radiah, M.Farm.,Apt

farmasi klinis

Learning)

Ade

Irma

M.Farm.,Apt

Fitria

Ningsih,

Kajian tentang

PBL (Problem Based

M.sidrotullah, M.Sc.,Apt

farmasi komunitas

Learning)

Bq.Endang Suprihartini, M.Si.,

dan klinis
Etika kefarmasian

Apt
Direct learning

Galuh Ummil Mukminin, S.Si.,


MPH.,Apt

Kajian farmasi bahan

PBL (Problem Based

Dahlia Andayani, S.Si.,

alam

Learning)

M.Farm.,Apt
Rizki Nugrahani, ST.,M.Pd
Asmaria Nursuci Yatni, M.Pd
Yuli Kusuma Dewi, S.Pd.,M.Si
Alvin Juniawan, M.Si
Nening Lestari, S.Pd., M.Si

kajian farmakologi

PBL (Problem Based

Aulia Ul Hafizah, M.Sc.,Apt

dan sistem

Learning)

Khairil Fahmi, M.Sc

penghantaran obat.

Handa Mulia Sari, M.Si

2.2.6 Susunan mata kuliah persemester berikut bobotnya


Struktur mata kuliah jenjang S1 persemester
kurikulum program studi S1 farmasi Universitas Nahdlatul Wathan
Semester I
No

KODE

MATA KULIAH

BOBOT

PENJABARAN

1
2
3
4
5
6
7
8

MK
FRM
1101
FRM
1103
FRM
1201
FRM
1202
FRM
1203
FRM
1204
FRM
1206
FRM
1302

(SKS)

TEORI PRAKTEK KLINIK

Agama I

Pendidikan
Kewarganegaraan

Matematika

Morfologi &
Fisiologi Tumbuhan

Fisika Dasar

Kimia Dasar

Mikrobiologi dan
Parasitologi

Farmasetika Dasar

19

10

Total SKS

Struktur Matakuliah Matakuliah Wajib


Semester II

No

1
2
3
4
5
6
7
8
9

KODE
MK
FRM
2102
FRM
2105
FRM
2205
FRM
2206
FRM
2209
FRM
2306
FRM
2403
FRM
2403
FRM
2601

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Pendidikan
Pancasila

Bahasa Inggris

Anatomi Fisilologi
Manusia

Kimia Organik I

IKM & PKM

Farmakologi Dasar

Farmasetika I

Kimia Analisis I

Ke-NW-an *

2
2

Total SKS

19

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

11

Semester III

No

1
2
3
5
6
7

KODE
MK
FRM
3208
FRM
3210
FRM
3301
FRM
3307
FRM
3309
FRM
3311

FRM
2303

FRM
3602

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Biokimia

Ilmu Komunikasi

Farmasi Fisika

Farmakologi I

Farmakognosi I

Kimia Farmasi I

Total SKS

19

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

Teknologi sed.
Likuida & Semi
Solida
Akhlakul Karimah
*

1
1

10

Semester IV

No

1
2
3

KODE
MK
FRM
3304
FRM
4308
FRM
4310

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Teknologi sediaan
Steril

Farmakologi II

Fitokimia

4
5
6
7
8

FRM
4312
FRM
4407
FRM
4608
FRM
4605
FRM
4605

Kimia Farmasi II

Manajemen Farmasi

Analisa Obat *

Farmasi Klinik *

Farmakognosi II

Total SKS

21

12

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

Semester V

No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

KODE
MK
FRM
4305
FRM
5104
FRM
5211
FRM
5402
FRM
5405
FRM
5406
FRM
5401
FRM
5604
FRM
5606
FRM
5603
FRM
4313

TEORI

PRAKTEK KLINIK

Teknologi Sediaan
Solida

Bahasa Indonesia

Statistika

Perundang
undangan Kesehatan

Pemasaran Farmasi

Spesialite &
Terminologi
Kesehatan
Farmasi Rumah
Sakit

Interaksi Obat *

PelayananFarmasi I
*

Aplikasi computer *

Kesehatan &
Keselamatan Kerja

20

10

Total SKS
Semester VI

PENJABARAN

1
2

1
2

No

KODE
MK

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

FRM
6104

Patologi Klinik

FRM
6211

Ilmu Perilaku dan


Etika Profesi
Farmasi

Fitokimia

Fitofarmasi

PelayananFarmasi II
*

TOKSIKOLOGI

Farmakoterapi II

FARMASI BAHAN
ALAM

Elektip/pilihan I *

20

18

3
4
5
6
7
8
9

FRM
6402
FRM
6405
FRM
6406
FRM
6401
FRM
6604
FRM
6604
FRM
6501

Total SKS

Semester VII

No

KODE
MK

FRM
7501

FRM
7502

FRM
7501
FRM
4
7502
FRM
5
7501
3

MATA KULIAH
Farmasi
Masyarakat
Metodologi
Penelitian +
Proposal
KIE (Komunikasi
Informasi Edukasi)

BOBOT
(SKS)

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Farmakoterapi II

Biologi Molekuler

2
1

FRM
7502
FRM
7
7501
FRM
8
7501
FRM
9
7501
6

kapita selekta

Kewirausahaan

Elektip/pilihan II *

Agama II

Total SKS

20

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

2
15

Semester VIII

No

1
2

KODE
MK
FRM
6501
FRM
6502

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Skripsi

Kuliah kerja nyata

Total SKS

10

10

Jumlah sks Matakuliah :144 sks


Matakuliah Wajib Institusi

No

1
2

KODE
MK
FRM
6505
FRM
6505

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Ke NWan

Ahlakul Karimah

Total SKS
Jumlah SKS Mata kuliah institusi : 4 sks
Mata kuliah Pilihan Bebas

Jumlah SKS Mata kuliah Pilihan Bebas sebanyak 30 SKS yang terdiri dari minimal 4 SKS
pilihan di luar prodi.
Daftar Matakuliah Pilihan Dalam Prodi

No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

KODE
MK
FRM
6502
FRM
6503
FRM
6504
FRM
6505
FRM
6506
FRM
6507
FRM
6508
FRM
6509
FRM
6510
FRM
6511
FRM
6512
FRM
6513
FRM
6514
FRM
6515
FRM
6516

15
2.3

MATA KULIAH

BOBOT
(SKS)

PENJABARAN
TEORI PRAKTEK KLINIK

Kesalahan
Pengobatan

Swamedikasi

Kosmetika

Kimia Klinik

Nutrisi

Kimia Forensik

Kimia Lingkungan

Kimia Makanan

Obat Tradisional

Metodologi
Penelitian
Praktikum
Kefarmasian

Kimia Obat
Anorganik
Pengembangan
Obat Baru
Produk Rekayasa
Genetik
Drug Delivery
System
Teknologi Sediaan
Radio Farmasi

Sistem Pembelajaran
2.3.1 Metode Dan Bentuk Pembelajaran yang digunakan

Model pembelajaran yang akan digunakan program studi farmasi S1


UNW Mataram adalah model pembelajaran Direct Learning dan Problem
Based Learning. Pembelajaran Direct Learning adalah model pembelajaran
yang menekankan pada penguasan konsep atau perubahan perilaku dengan
mengutamakan pendekatan deduktif yang meliputi metode ceramah, diskusi,
demonstrasi dan tanya jawab (Slavin, 2003). Tujuh langkah dalam sintaks
pembelajaran langsung yaitu menginformasikan tujuan pembelajaran dan
orientasi

pembelajaran

kepada

mahasiswa,

menyampaikan

materi,

melaksanakan bimbingan, memeberi kesempatan pada mahasiswa untuk


berlatih, menilai kinerja mahasiswa dan memberi umpan balik, memberikan
latihan mandiri.
Problem based learning merupakan suatu model pembelajaran yang
melibatkan mahasiswa dalam memecahkan masalah melalui tahap-tahap
metode ilmiah sehingga mahasiswa dapat mempelajari pengetahuan yang
berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan
untuk memecahkan masalah (Kamdi, 2007). Poblem based learning memiliki
karakteristik sebagai berikut belajar dimulai suatu masalah, masalah tersebut
berhubungan

dengan

dunia

nyata

mahasiswa,

mengorganisasikan

pembelajaran seputar masalah, menggunakan kelompok kecil mahasiswa


mendemontrasikan produk atau kinerja.
Pemilihan metode pembelajaran ini didasarkan pada bahan kajian dan
kompetensi yang diharapkan. Dalam metode PBL pembelajaran terpusat pada
mahasiswa, sehingga mahasiswa lebih aktif mengembangkan pengetahuan
dan keterampilan yang dipelajarinya, aktif terlibat mengelola pengetahuan
mahasiswa tidak hanya menguasai materi tapi juga mengembangkan
karakternya. Mahasiwa memanfaatkan banyak media dan dosen sebagai
fasilitator dan evaluator.
2.3.2 Cara Mengembangkan Suasana Akademik, Interaksi Akademik Antara
Dosen Mahasiswa dan Perilaku Kecendikiawanan
1. Interaksi Akademik
a. Interaksi akademik antara dosen-mahasiswa, antar mahasiswa,
serta antar dosen.

Berbagai kegiatan akademik menjadi wadah bagi terjadinya interaksi


antara dosen dengan mahasiswa, antar mahasiswa, dan antar dosen,
sebagai berikut:
1. Interaksi akademik antara dosen - mahasiswa ;
2. Proses pembelajaran/perkuliahan
3. Pembimbingan akademik (oleh dosen Penasihat Akademik)
dengan melakukan konsultasi tentang KRS (kartu rencana studi)
4. Pembimbingan skripsi
5. Pembinaan kelompok-kelompok p r a k t i k u m
6. Forum akademik (diskusi ilmiah dan seminar)
b. Interaksi akademik antara mahasiswa mahasiswa:
1. Tugas kelompok perkuliahan
2. Diskusi formal / informal
3. Kelompok kajian
4. Kegiatan BEM
c. Interaksi akademik antara dosen-dosen
1. Forum ilmiah dan seminar dosen
2. Lokakarya kurikulum / penyusunan dan rekonstruksi RPP
3. Penelitian bersama dosen
4. Tim mengajar
5. Pengabdian masyarakat
6. Rapat pimpinan / rapat berkala
7. Rapat dosen program studi
2. Pengembangan Perilaku Kecendekiawanan.
Pemikiran ilmiah merupakan pemikiran yang teratur, tertib, metodis,
terarah dan terkontrol. Hubungan dalam pemikiran ilmiah tidak sematamata asosiatif, melainkan bersifat logis dan empiris. Oleh karenanya dalam
pengembangan kecendekiawan atau pengembangan perilaku keilmuan
sangat penting seperti independent of mind, freedom of speech and writing,
creativity, objectivity, scientific curiosity, sense of scientifics mission,
inclusive, wisdom and responsibility.
Pengembangan perilaku kecendekiawan atau perilaku keilmuan
harus dimiliki oleh setiap tenaga pengajar (sebagai seorang ilmuwan),
karena sikap atau perilaku tersebut merupakan sikap yang diarahkan untuk

mencapai pengetahuan ilmiah yang berisfat objektif. Artinya seorang


ilmuwan bukan membahas tujuan dari ilmu tetapi bagaimana cara mencapai
suatu

ilmu

yang

bebas

dari

prasangka

pribadi

yang

dapat

dipertanggungjawabkan secara sosial untuk menjaga kelestarian dan


keseimbangan semesta alam dan dapat dipertanggungjawabkan kepada
Tuhan (homo academicus, homo social, dan homo religious).
Ilmu-ilmu Perbandingan Hukum yang menjadi fokus wilayah
jurusan/program studi Perbandingan Hukum, pada dasarnya berangkat dari
paradigm humanis etis dengan pola integrasi interkonektif keilmuan, maka
terdiri dari ilmu humaniora, ekonomi, sosial, dan diwarnai nilai-nilai keIslaman yang berlandaskan pada al- Quran dan as-Sunnah. Dengan
demikian pengembangan perilaku kecendekiawan atau keilmuan tersebut
dapat dikemukakan sebagai berikut:
Tidak ada rasa pamrih, yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk
mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan
pamrih atau kepentingan pribadi.
Bersikap selektif, yaitu sikap yang bertujuan agar para ilmuwan
mampu melakukan pemilihan terhadap berbagai hal yang dihadapi.
Misalnya, hipotesis yang beragam, metodologi yang bervariasi yang
masing-masing menunjukkan keunggulannya, atau cara penyimpulan yang
terkadang berbeda meski masing-masing menunjukkan akurasinya.
Adanya rasa percaya, baik terhadap kenyataan maupun terhadap alatalat indra dan budi (mind)
Memadukan dan mengembangkan keilmuan dan ke-Islaman untuk
memajukan peradaban
Memperkokoh paradigma integrasi-interkoneksi keilmuan.
Menanamkan sikap inklusif dalam setiap pembelajaran.
Menjaga

kesinambungan/keberlanjutan

dan

mendorong

perubahan

(continuity and change) dalam setiap pengembangan.


Membangun pola kemitraan antar dosen, mahasiswa, pegawai, demi
terselenggaranya pendidikan yang sinergis dan dinamis.
Menyelenggarakan

pembelajaran

dengan

pendekatan

metode active learning dan student centre learning.

andragogi,

Mendorong

semangat

mastery

learning

kepada

mahasiswa

selalu

memelihara

agar kompetensi yang diharapkan dapt tercapai.


Selain

itu,

seorang

ilmuwan/cendekiawan

dan memajukan ilmu pengetahuan melalui kajian, penelitian dan


penyebarluasan secara bertanggung jawab dan dilandasi dengan norma
dan kaidah keilmuan.

2.3.3 Rancangan Proses Pembelajaran yang Terkait dengan Penelitian Mahasiswa


pada Tugas Akhir
No

Kegiatan
2015

2016

Tahun
2017

2018

2019

Evaluasi
pelaksan
aan
perkulia
han

Dilakukan
tiap
semester,
melibatk
an
mahasis
wa

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa
tindak
lanjut untuk
pengemban
gan metode
dan materi

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa.
Ditiindakla
njuti untuk
perbaikan
metode,mat
eri
ajar,&pembe
ria
n tugas

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa
serta review
teman
sejawat
studi
tiap
semester.diti
nda k lanjuti
digunakan
untuk
perbaikan
metode,
materi
ajar,pemberi
an tugas,
penyusunan
tes
baru,&pene
ntua n
referensi

Dilakukan
tiap
semester,
melibatkan
dosen dan
mahasiswa
serta review
teman
sejawat,
serta lesson
studi tiap
semester.
Ditindak
lanjuti untuk
perbaikan
metode,
materi
ajar,pemberi
an tugas,
penyusunan
tes
baru,penent
uan
referensi,&p
eny usunan
media

Integrasi
hasil
penelitian
dosen
Pada
pengembanga
n materi
perkuliahan

Sebanyak
30%
hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasika
n pada
pengembang
a n materi
perkuliahan

Sebanyak
40%
hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasika
n pada
pengembang
an materi
perkuliahan

Sebanyak
60%
hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasika
n pada
pengembang
an materi
perkuliahan

Sebanyak
80%
hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasika
n pada
pengembang
an materi
perkuliahan

Sebanyak
lebih
80% hasil
penelitian
dosen sesuai
dengan prodi
dan
diintegrasika
n pada
pengembang
an materi
perkuliahan

Integrasi
hasil
pengabdian
dosen pada
pengembang
an materi
perkuliahan

Sebanyak
30% hasil
pengabdian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
ga n materi
perkuliahan

Sebanyak
40% hasil
pengabdian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

Sebanyak
60% hasil
pengabdian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

Sebanyak
80% hasil
pengabdian
dosen sesuai
dengan
prodi
dan
diintegrasi
kan
pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

Sebanyak
lebih
80% hasil
pengabdian
dosen
sesuai
dengan
prodi dan
diintegrasik
an pada
pengemban
gan materi
perkuliahan

2.3.4 Rancangan Proses Pembelajaran yang Terkait dengan Pengabdian Kepada


Masyarakat
Kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pengabdian kepada
masyarakat sebagaimana diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20. Sejalan dengan kewajiban
tersebut, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
Pasal 45 menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Dalam pasal tersebut juga
ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas
akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Sebagaimana penjelasan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka
pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada program studi S1 Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dalam proses pembelajaran diarahkan
untuk mencapai tujuan dan standar tertentu. Tujuan pengabdian kepada
masyarakat sebagai berikut;
a. meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pemanfaatan obat tradisional;
b. meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan, penyimpanan
dan pemusnahan obat yang benar;

Strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah:


1. Memberikan penyuluhan tentang tanaman yang bisa digunakan sebagai obat
tradisional;
2. Memberikan pelatihan tentang penyiapan simplisia tanaman obat secara
sederhana;
3. Pembentukan kader kesehatan tentang pemanfaatn tanaman obat tradisional.
2.3.5 Sistem/Pola Pembelajaran Yang Dapat Mengantarkan Lulusan Mampu
Membuat Karya Ilmiah atau Nyata Layak Publikasi
Metode pembelajaran yang dipergunakan pada program studi S1 Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menggunakan metode untuk orang
dewasa atau metode pembelajaran andragogi. Mahasiswa di program studi S1
Farmasi memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang
kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang
dewasa sebagai mahasiswa. Hal ini dapat berdampak positif terhadap
keberhasilan pembelajaran orang dewasa yang tampak pada adanya perubahan
perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan atau keterampilan yang
memadai.
Pembelajaran yang dilakukan akan membuat setiap individu yang
berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh
keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan,
merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni
proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan
kepercayaan

diri

secara

penuh

dengan

menambah

pengetahuan

atau

keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan


(penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap
mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan orang dewasa tidak cukup hanya
dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa
percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa
kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah
positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata,
menyeluruh dan berkesinambungan. Berbagai metode yang digunakan supaya
mahasiwa mampu melahirkan karya-karya otentik dan memproyeksikannya
dalam hasil-hasil penelitan dan tulisan-tulisan kritis berupa metode Project
based learning, field trip atau studi lapangan, Issue centered learning, Inkuiri,

Diskusi, pembelajaran kontekstual, critical thinking, , Metode berpikir kritis,


dan pemecahan masalah.
2.3.6 Sistem Pembobotan Dan Beban Belajar
Sistem pembobotan dan beban belajar pada Program Studi S1 Farmasi
mengacu pada Permendikbud no. 49 tahun 2014 dan Lembaga Penjaminan Mutu
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, berikut adalah rinciannya:
1. Sistem Kredit Semester (SKS)
Sistem kredit semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan
dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban
studi

mahasiswa,

beban

kerja

dosen,

pengalaman

belajar

dan

penyelenggaraan program. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang


terdiri atas 16 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan
iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
2. Satuan Kredit Semester (sks)
Satuan kredit semester selanjutnya disingkat (sks) adalah takaran
penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu
semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 (satu) jam
perkuliahan, 3 (tiga) jam praktikum, yang masing masing diiringi oleh
sekitar 1 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 2 jam kegiatan mandiri.
Pengertian 1 (satu) sks adalah pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi, dan
tutorial mencakup kegiatan belajar dengan tatap muka 50 (lima puluh) menit
per SKS yang diaplikasikan dengan minimal 16 kali pertemuan per semester.
1(satu) sks pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi dan tutorial,
mencakup; kegiatan belajar dengan tatap muka 50 (lima puluh) menit per
minggu per semester; kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 50 (lima
puluh) menit per minggu per semester; dan kegiatan belajar mandiri 60 (enam
puluh) menit per minggu per semester. Sementara itu 1 (satu) sks pada bentuk
pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, mencakup:
kegiatan belajar tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
kegiatan belajar mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.

3. Beban Belajar

Beban belajar disusun merujuk kepada Permendikbud nomor 49 tahun


2014 bahwa beban studi mahasiswa Program Studi S1 Farmasi telah
menempuh jumlah SKS sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh
empat) dan sebanyak-banyaknya 160 SKS (seratus limapuluh enam), dengan
masa studi sekurang-kurangnya 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun.
2.3.7 Sistem Penilaian Pembelajaran Dan Tata Cara Pelaporan Penilaian
Sistem penilaian dalam pembelajaran mengacu terhadap Permendikbud
Nomor 49 Tahun 2014 pasal 18 ayat 1 diartikan sebagai kriteria minimal
tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan
capaian pembelajaran lulusan. Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa
mencakup; prinsip penilaian, teknik dan instrumen penilaian, mekanisme dan
prosedur penilaian, pelaksanaan penilaian, pelaporan penilaian, dan kelulusan
mahasiswa. Sementara itu prinsip penilaian mencakup prinsip edukatif, otentik,
objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.
Olehkarena itu sesuai dengan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 bahwa
prinsip-prinsip dalam penilaian dapat diuraikan sebagai berikut;

Prinsip Penilaian

Educatif

Memotivasi untuk memperbaiki rencana dan


cara belajar mahasiswa
Memotivasi untuk meraih capaian pembelajaran

Otentik

mahasiswa
Proses belajar mahasiswa berorientasi secara
berkesinambungan
Hasil

Objektif

belajar

mencerminkan

kemampuan

mahasiswa
Penilaian yang standarnya disepakati antara
mahasiswa dan dosen
Antara penilai dan yang dinilai bebas dari

Akuntabel

pengaruh subjektivitas
Mahasiswa memahami

dan

menyepakati

penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan


prosedur dan kriteria yang jelas

BAB III
SUMBERDAYA
3. 1 Sumber Daya Manusia
3.1.1 Ketersediaan Jumlah Dan Kualifikasi Seluruh Dosen
Program Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram yang diusulkan
perlu mencermati sumberdaya manusia. Dosen perlu dipersiapkan untuk mendukung
terlaksananya kegiatan perkuliahan secara optimal. Dosen yang akan terlibat pada
Program Studi S1 Farmasi terdiri dari dosen tetap yayasan yang memiliki kompetensi
sesuai dengan bidang keilmuan yang dikembangkan yakni di bidang Farmasi. Dosen
terdiri dari 16 (enam belas) orang dengan kualifikasi S2 (Magister). Kompetensi dosen
dengan bidang ilmu sangat tinggi mengingat dosen-dosen yang akan mengembangkan
Program Studi S1 Farmasi berlatar belakang Ilmu-ilmu pendidikan dengan berbagai
karya-karya yang dilakukan. Dosen Program Studi S1 Farmasi yang diberi tugas dan
tanggung jawab untuk mengembangkan program studi sebagai berikut:
No.

Nama Dosen Tetap

1.

Dahlia Andayani,
S.Si.,M.Farm.,Apt

Pendidikan dan Asal


Perguruan Tinggi
S1 dan Apoteker, Universitas
Islam Indonesia
S2, Universitas Setia Budi
Surakarta

2.

Aulia Ul Hafizah,
S.Farm., M.Sc., Apt

S1 dan Apoteker, Universitas


Islam Indonesia
S2, Universitas Gadjah Mada

3.

4.

M. Sidrotullah,
S.Farm., M.Sc.,Apt

Endang
Suprihatiningsih,
S.Si., M.Si., Apt

S1 dan Apoteker, Universitas


Ahmad Dahlan
S2, Universitas Gadjah Mada

S1 dan Apoteker, Universitas


Airlangga Surabaya
S2, Universitas Gadjah Mada

Program Studi
Program Studi Farmasi,
Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan
Alam
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca
sarjana Jurusan sains
Program Studi Farmasi,
Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan
Alam
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca
Sarjana Jurusan Sains
dan Teknologi
(Formulasi)
Fakultas Farmasi
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca
Sarjana Jurusan
Manajemen Farmasi
Fakultas Farmasi
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca

5.

Nur Radiah, S.Farm.,


M.Farm., Apt

S1, Universitas Muhammdiyah


Malang
Apoteker, Universitas Setia Budi
Surakarta
S2 , Universitas Setia Budi
Surakarta

6.

Ade Irma Fitria


Ningsih, S.Farm.,
M.Farm., Apt

S1 , STIKES Ngudi Waluyo


Ungaran
Apoteker, Universitas Setia Budi
Surakarta
S2 , Universitas Setia Budi
Surakarta

7.

Ivan Ariesta
Dwifaya,
S.Farm.,MM.,Apt

S1 dan Apoteker, Universitas


Surabaya
S2, Universitas Airlangga

8.

Galuh Ummil
Mukminin,
S.Si.,M.P.H., Apt
Asmaria Nursuci
Yatni, S.Pd., M.Pd

S1 dan Apoteker, Universitas


Airlangga Surabaya
S2, Universitas Gadjah Mada
S1, IKIP Mataram

10

S2, Universitas Negeri Malang


11

Khairil Fahmi, M.Sc

S1, Universitas Mataram


S2, Universitas Gadjah Mada

12

Rizki Nugrahani,
S.T.,M.Pd

S1, Universitas Islam Indonesia


S2, Universitas Mataram

13

Yuli Kusuma Dewi,


S.Pd.,M.Si

14

Alvin Juniawan,
M.Si

15

Wahidaturrahmi,
S.Si., M.Sc

S1, Universitas Mataram


S2, Universitas Brawijaya
Malang
S1, Universita Brawijaya
Malang
S2, Universitas Brawijaya
Malang
S1, Universitas Gadjah Mada

Sarjana Jurusan
Manajemen Farmasi
Fakultas Ilmu
Kesehatan, Prodi
Farmasi
Fakultas Farmasi
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca
sarjana Jurusan
Manajemen
Prodi Farmasi,
Fakultas Farmasi
Fakultas Farmasi,
Program studi Pasca
sarjana Jurusan Sains
Fakultas Farmasi
Program Studi Farmasi
Fakultas Farmasi
Program Studi Pasca
Sarjana
Program Studi Farmasi
Program Studi Farmasi
Program Studi
Pendidikan Kimia
Program Studi
Pendidikan Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi Biologi
Murni
Fakultas Kedokteran
Program Studi Ilmu
kedokteran dasar dan
Biomedis
Program Studi Tehnik
Kimia
Program Studi
Pendidikan Kimia
Program Studi
Pendidikan Kimia FKIP
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi
Statistika Fakultas
MIPA

S2, Universitas Gadjah Mada


16

Handa Mulia Sari,


M.Si

S1, Universitas Mataram


S2, Institut Teknologi Bandug

17

Nening Lestari,
S.Pd., M.Si

S1, IKIP Mataram


S2, Intitut Teknologi 10
November Surabaya

Program Studi
Matematika Fakultas
MIPA
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi
Biokimia Fakultas
MIPA
Program Studi
Pendidikan Kimia
Fakultas MIPA
Program Studi Kimia
Fakultas MIPA

3.1.2 Ketersediaan Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Kependidikan


Untuk mencapai kompetensi lulusan yang diharapkan perlu didukung berbagai
komponen pembelajaran. Kualifikasi akademik dosen merupakan salah satu komponen
utama sebagai ujung tombak terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.
Tabel 3.1 Kualifikasi Tenaga Pengajar Berdasarkan Bidang Keahlian dan
Latar Belakang Akademis

No
.
1

Nama Dosen
Dahlia Andayani,
M.Farm.,Apt

Kualifikasi
S1 Farmasi

Mata Kuliah yang


Diampu
1. Mikrobiologi dan
parasitologi
2. Kimia Farmasi I
3. Kimia farmasi II
4. Fitofarmasi
5. Farmasi bahan alam
6. Pengembangan obat
baru
7. Metodelogi penelitian
praktikum
kefarmasian
8. Analisa obat

Sertifikat
Profesi yang
dimiliki
Apoteker

Aulia Ul Hafizah, S1 Farmasi


M.Sc.,Apt

1. Farmasetika dasar
Apoteker
2. Farmasi fisika
3. Teknologi sediaan
steril
4. Teknologi sediaan
solida
5. Teknologi sediaan
Liquida & Semi
Solida
6. Bioteknologi farmasi
7. Kosmetika
8. Drug Delivery
System
9. Teknologi sediaan
radio farmasi

M. Sidrotullah,
S.Farm.,
M.Sc.,Apt

S1 Farmasi

Baiq Endang
Suprihartini,
M.Si.,Apt

S1 Farmasi

1.
1.
2.
3.
4.
1.
2.

Nur Radiah,
S.Farm.,
M.Farm., Apt

S1 Farmasi

Ade Irma Fitria


Ningsih, S.Farm.,
M.Farm., Apt

S1 Farmasi

Ivan Ariesta
S1 Farmasi
Dwifaya,
S.Farm.,MM.,Apt

Galuh Ummil
Mukminin,
S.Si.,M.P.H .Apt

S1 Farmasi

Farmakognosi
Farmakognosi II
Pelayanan farmasi I
Pelayanan farmasi II
Kimia klinik
Pemasaran farmasi
KIE (Komunikasi
Informasi dan
Edukasi)
Kewirausahaan
Farmasi klinik
Farmasi rumah sakit
Farmasi masyarakat
Swamedikasi
Kesalahan
pengobatan
Kimia forensik
Farmakologi dasar
Farmakologi I
Farmakologi II
Toksikologi
Interaksi obat
Farmakoterapi II
Obat tradisional
Manajemen Farmasi
Pemasaran farmasi
Aplikasi komputer

Apoteker

1. IKM dan PKM


2. Perundang-undangan
kesehatan
3. Spesialite &
terminologi
kesehatan

Apoteker

3.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.

Apoteker

Apoteker

Apoteker

Apoteker

10

Asmaria Nursuci
Yatni, S.Pd.,
M.Pd

S1 Kimia

1. Kimia dasar

11

Khairil Fahmi,
M.Sc

S1

1. Morfologi dan
fisiologi tumbuhan
2. Biologi molekuler
3. Nutrisi
4. Kimia makanan
5. Produk rekayasa
genetik

12

Rizki Nugrahani,
ST.,M.Pd

S1 Teknik
Kimia

13

Yuli Kusuma
Dewi, S.Pd.,M.Si

S1 Kimia

1. Fisika dasar
2. Kesehatan dan
keselamatan kerja
3. Kimia lingkungan
4. Komia obat
anorganik
1. Kimia organik
1. Fitokimia
2.

S2
Studi
Lanjut
S3
14

Alvin Juniawan,
M.Si

S1 Kimia

1. Kimia analisis

S2 Studi Lanjut
S3

15

Wahidaturrahmi,
S.Si., M.Sc

S1 Statistika

1. Matematika
2. Statistika

S2 Matematika
S3
16

Handa Mulia
Sari, M.Si

S1 Kimia

1. Biokimia
2. Fitokimia

S2 Studi Lanjut
S3
17

Nening Lestari,
S.Pd., M.Si

S1 Kimia
S2 Studi Lanjut
S3

1. Kapita selekta

Tenaga Administrasi dan Penunjang Akademik


Sebagaimana persyaratan minimal jumlah dan kualifikasi tenaga administrasi dan
penunjang akademik Universitas sebagaimana tertuang dalam lampiran keputusan mentri
pendidikan nasional nomor:234/U/2000 tanggal 20 Desember 2000, tenaga administrasi
dan penunjang akademik disampaikan sebagai berikut:
Tabel 3.2 Data Tenaga Administrasi
No

Nama

Jabatan

Kualifikasi
Akademik

Samsul Satriadi, S.Sos

Adminitrasi

S1

Sudirman, S.Adm

Adminitrasi

S1

Taufikurrahman, S.Kom

Adminitrasi

S1

Tenaga Penunjang Akademik (Teknisi/Laboran)


Tabel 3.3 Data Teknisi/Laboran
No
Nama
1 B. Fahrina Findawati, S.Farm., Apt
2 Nur Oktaviani, S.Si, Apt
3
Ria Restyna Mayasari, Amd. Far
4
M. Syafari Ramdlan, Amd. Far
5
Dita Sri Lestari, Amd. Far

Jabatan
Ketua Laboratorium
Laboran
Laboran
Laboran
Laboran

Kualifikasi Akademik
S1
S1
D3
D3
D3

Tenaga Perpustakaan
Tabel 3.4 Tenaga Perpustakaan
No
1
2

Nama
Misturati, S.Ag

Jabatan
Kepala UPT Perpustakaa

Johaeriah, Amd. Pust

n
Staf

Kualifikasi Akademik
S1
D3

3.1.3 Rencana Pengembangan Dosen Dan Tenaga Kependidikan


Pengembangan dosen dan tenaga kependidikan yang akan datang menjadi sangat
penting untuk tetap menjaga kualitas lulusan sesuai dengan misi yang telah dibangun.
Berikut adalah perencanaan pengembangan aspek dosen dan tenaga kependidikan hingga
mampu menyelenggarakan program studi lima tahun ke depan. Perencanaan dan
pengembangan tenaga pendidik/dosen yang akan dilakukan adalah dengan;
a. Melakukan pembinaan khususnya dalam proses pengajaran;

b. Mendorong/memotivasi dosen dan calon dosen untuk meningkatakan jenjang


pendidikan yang lebih tinggi dengan memberikan izin belajar guna melanjutkan studi
S2 dan S3.
c. Menfasilitasi pengurusan jenjang jabatan akademik (JJA) bagi dosen yang telah
memenuhi persyaratan.
d. Mengikutsertakan dosen dan calon dosen didalam program workshop, lokakarya,
diskusi panel, kajian ilmiah, seminar pada tingkat lokal, regional, nasional, dan
internasional.
e. Mendorong/memotivasi dosen dan calon dosen untuk melaksanakan penelitian dan
f.

Pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam dunia pendidikan.


Mendorong/memotivasi dosen dan calon dosen untuk memanfaatkan/mendapatkan
dana hibah penelitian kompetitif baik didalam maupun diluar Univeristas Nadhlatul
Wathan.
Berkaitan dengan pengembangan tenaga kependidikan di program studi S1 Farmasi

Universitas Nadhlatul Wathan akan dilakukan dengan;


a. Menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kependidikan terhadap
pelayanan dan administrasi baik bagi mahasiswa maupun dosen.
b. Mendorong/memotivasi tenaga kependidikan terhadap peningkatan kualiatas melalui
peningkatan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan memberikan izin belajar
untuk melanjutkan studi S1 dan S2.
c. Menyelenggarakan dan mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam kegiatan
workshop, lokakarya, seminar, dan pelatihan lainnya baik di tingkat lokal, regional,
dan nasional.
3.1.4. Kebutuhan dan Mekanisme Pemenuhan Kebutuhan, Serta Perencanaan
Pengembangan Untuk Aspek Sumber Daya Manusia Hingga Mampu
Menyelenggarakan Program Minimal 5 (lima) Tahun ke Depan
1. Dosen
Rencana pengembangan dosen lima tahun ke depan berpusat pada
pengembangan dosen dalam Tri Dharma Pendidikan Tinggi, meliputi bidang
pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian.

Tabel 3.5 Rencana Pengembangan Dosen Lima Tahun Ke Depan


No
1.

Rencana
Pengembangan
Pendidikan
a. Kualifikasi
Pendidikan

2016

Tahapan Pengembangan
2017
2018
2019

2020

Magister
Magister
Magister
Kandidat
Kandidat
Enam belas Tujuh belas Delapan belas Doktor dua Doktor
(16) orang
(17) orang
(18) orang
(2) orang
empat
(4)

2.

3.

b. Kualifikasi
Jabatan
Akademik
Dosen
Penelitian

Pengabdian
pada
Masyarakat

orang
Asisten Ahli Asisten Ahli Asisten Ahli Lektor satu Lektor
dua
(2) tiga
(3) empat
(4) (1) orang
empat
orang
orang
orang
orang
Berpatisipas
i dalam
aktivitas
penelitian di
tingkat
lokal

Berpatisipasi
dalam
aktivitas
penelitian di
tingkat lokal

Berpatisipasi
dalam
aktivitas
penelitian di
tingkat
regional

Aktif
dalam
lokakarya
dan aktif
dalam
publikasi
karya
ilmiah di
jurnal
nasional

Melakukan
penelitian
tematis
dengan
target
pertahun,
satu dosen
satu
penelitian di
tingkat
lokal
Draf
program
pengabdian
masyarakat
berbasis
penelitian
tematis,
serta
membangun
jaringan
kerjasama
dengan
mitra

Melakukan
penelitian
tematis
kolaborasi
dosen dan
mahasiswa
berskala
lokal

Melakukan
penelitian
tematis dosen
berskala
regional

Melakukan
penelitian
tematis
kolaborasi
dosen dan
mahasiswa
berskala
nasional

Evaluasi
draf
program
pengabdian
masyarakat
berbasis
penelitian
tematis serta
membangun
kerjasama
dengan
mitra

(4)

Aktif dalam
kegiatan
lokakarya
dan
kerjasama
penelitian
dengan
universitas
lain di
tingakt
nasional

Penelitian
tematis
kolaborasi
dosen dan
mahasiswa,
kerjasama
dengan
Perguruan
Tinggi di
tingkat
nasional
Penetapandraf Mampu
Berpatisipasi
program
membentuk dalam
pengabdian
kawasan
kegiatan
masyarakat
wilayah
pengabdian
berbasis
mitra
masyarakat
penelitian
kegiatan
kolaborasi
tematis serta
pengabdian dosen dan
membangun
masyarakat mahasiswa
kerjasama
kolaborasi berskala
dengan mitra dosen,
regional dan
mahasisw, melakukan
dan
publikasi
stakeholde atau hasil
r berbasis
kegiatannya
riset

2. Tenaga Kependidikan
Dalam rangka pengembangkan kompetensi tenaga kependidikan, Program
Studi S1 Farmasi merencanakan hal-hal berikut ini.
Tabel 3.6 Rencana Pengembangan Tenaga Kependidikan
No.

Rencana
Pengembangan

2016

2017

Tahun
2018

2019

2020

1.

Kualifikasi
akademik

Penyiapan
peningkatan
kualifikasi
tenaga
akademik
ke jenjang
S1
sebanyak
5%

Penyiapan
kualitasi
akademik
tenaga
kependidikan
jenjang S1
sebanyak 10%
dan penyiapan
penambahan
tenaga
kependidikan

Tenaga
kependidikan
berkualifikasi
S1 sebanyak
25% dan
penambahan
tenaga
kependidikan

Penyiapan
peningkatan
kualifikasi
tenaga
kependidikan
ke jenjang S2
sebanyak 5%

Peningkatan
kualifikasi
akademik
tenaga
kependidikan
jenjang S2
sebanyak
10%

2.

Layanan
terhadap
mahasiswa

Memahami
prinsipprinsip
layanan
prima

Mengimpleme
ntasikan
prinsip layanan
prima kepada
mahasiswa

Membudayak
an prinsip
layanan
prima
terhadap
mahasiswa

Mengembang
kan layanan
prima
terhadap
mahasiswa

Membudayak
an layanan
prima
terhadap
mahasiswa

3.1.5 Kebijakan Tentang Velue and Reward System Untuk Sumberdaya Manusia

Universitas Nahdlatul Wathan membuat rancangan strategis sehingga setiap


kegiatan merujuk pada rencana strategis tahun 2016-2020 yang ditetapkan oleh
Pimpinan Daerah Nadhlatul Wathan.

Dasar pijakan operasional dalam pencapaian

setiap aktivitas dibuat regulasi yang diperkuat melalui Surat Keputusan Pimpinan
Daerah Nahdlatul Wathan dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan serta Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2012
Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Penyelenggaraan dan pengembangan
sumberdaya selalu mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan yang berkembang sehingga
mampu menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan
budaya.
Peraturan sebagai perangkat hukum yang harus ditaati oleh civitas akademika
Universitas Nadhlatul Wathan tidak terkecuali pada Program Studi S1 Farmasi
dijabarkan melalui standar mutu Universitas Nahdlatul Wathan. Acuan standar yang
sudah dibuat harus dilaksanakan secara tertib dan konsekuen, salah satunya terkait
dengan prestasi dosen dan karyawan, jika kemudian terdapat yang berprestasi, maka
akan mendapatkan reward atau penghargaan sesuai dengan prestasi yang diperolehnya.
Penghargaan kepada dosen meliputi: 1) melanjutkan studi; 2) mendapatkan hak untuk
melakukan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat. Penghargaan
ini menjadi semangat untuk menunaikan tugas secara optimal dalam memajukan
Universitas Nahdlatul Wathan. Konsistensi pelaksanaan aturan dan peneguhan dalam

menegakkan aturan menjadi komitmen dari pimpinan sehingga Universitas Nahdlatul


Wathan akan dapat bertahan dan terus berkembang dari sejak berdiri. Hal ini merupakan
bukti kesungguhan pimpinan dalam menerapkan dan melaksanakan aturan-aturan yang
ada.
Kebijakan tentang Value and Reward system untuk sumberdaya manusia di
Program Studi Pendidikan S1 Farmasi, terkait dengan akademik maupun administrasi.
Pemberian value and reward agar tepat dan berhasil guna, telah dibuat beberapa konsep
metode tentang pengembangan kemampuan, keterampilan, sikap dan kepedulian dosen
dalam menjalankan suatu tugas. Metode ini menjadi kebijakan reward dari Universitas
Nadhlatul Wathan yang akan berlangsung, berikut adalah konsep kebijakan value and
reward yang mengikuti pola Tri dharma perguruan tinggi rincian sebagai berikut:
a. Bidang pendidikan, melalui peningkatan kompetensi dosen dengan memberikan
kesempatan untuk meningkatkan: 1) kualifikasi akademik dari S2 menjadi S3; dan 2)
kualifikasi jabatan akademik fungsional dari Asisten Ahli menjadi Lektor, Lektor
menjadi Lektor Kepala, selain itu mengikuti shortcourse di tingkat nasional maupun
tingkat internasional, serta mendorong para dosen untuk menjadi pembicara/penyaji
pemakalah.
b. Bidang Penelitian, mengembangkan kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah,
melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang), yaitu dosen diberikan
kesempatan melakukan penelitian baik secara melembaga maupun perorangan. Skim
yang ditawarkan pada dosen terdiri dari skim internal dan eksternal (contoh: hibah
bersaing DIKTI), sehingga para dosen dapat mengembangkan kapasitas keilmuannya
dan keterampilan sosialnya dengan demikian dapat mengembangkan wawasan yang
lebih luas terutama berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dan penelitian sesuai
bidang keilmuan khususnya ilmu sosial yang ditekuninya. Melalui kegiatan
penelitian ini diharapkan mampu menemukan temuan-temuan baru dibidang Ilmuilmu sosial, sebagai tanggung jawab akademik. Selanjutnya, hasil penelitian
dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional terakreditasi. Pada
publikasi ilmiah, Program studi S1 Farmasi telah merancang penerbitan Jurnal
Program Studi ber-ISSN pada tahun ke-lima. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Dengan terbit secara rutin, akan mengantarkan Jurnal S1 Farmasi sebagai jurnal
terakreditasi Dikti. Dengan jurnal terakreditasi akan memberi peluang yang lebih
terbuka

kepada

dosen

khususnya

Pendidikan

S1

Farmasi

mendapatkan

pengembangan secara optimal.


c. Bidang pengabdian masyarakat, dosen diberikan kesempatan untuk melakukan dan
menggalakkan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan civitas akademika

agar terjadi interaksi antara masyarakat dengan dunia kampus serta untuk
memberikan pengetahuan dasar masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan peran Pemerintah Daerah, maupun
stakeholder lain, dengan demikian terjadi hubungan yang saling membutuhkan
antara Pemerintah Daerah, stakeholder, maupun civitas akademika Universitas
Nadhlatul Wathan, hal ini tentu akan meningkatkan penyebaran pengetahuan secara
memadai dan optimal.
d. Mendorong dan memfasilitasi dosen dalam mengurus jenjang karir akademik,
kemudian memberikan tunjangan sesuai dengan jenjang akademik yang dicapai.
Pengembangan jenjang karir dosen mendapatkan perhatian untuk itu terdapat
Keputusan Majelis Tinggi Universitas. Universitas Nahdlatul Wathan selalu mengupdate peraturan-peraturan baru dari pemerintah supaya selalu mengikuti arus
perubahan yang dilakukan pemerintah. Mekanisme pengembangan karir dosen
dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pengembangan diri baik pendidikan melalui pendidikan formal maupun informal;
2. Pengembangan dosen meliputi pengembangan profesi dan karir;
3. Pengembangan kompetensi dan profesi dosen meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi, kompetensi profesi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial;
4. Pengembangan karier dosen dilakukan melalui tugas belajar, pelatihan, seminar
dan berbagai kegiatan akademik lain, kenaikan pengkat, serta promosi jabatan;
5. Peningkatan karir dosen dilakukan dalam bentuk fasilitas beasiswa.
6. Peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar, dan tenaga administratif sejalan
dengan aktivitas dalam melaksanakan kegiatan internal maupun eksternal, berupa
memberangkatkan haji, pemberian dana tambahan bagi dosen maupun karyawan
yang akan berangkat umroh, memberikan dana pensiun, dana kesehatan (BPJS),
pemberian beras per-bulan diatur. Nominal selalu ditingkatkan sesuai dengan
perkembangan inflasi yang terjadi pada pemerintah. Mekanisme pengembangan
karier tenaga kependidikan dilakukan dengan cara:
a. pengembangan diri baik melalui pendidikan formal maupun non formal;
b. pengembangan karir tenaga kependidikan dilakukan melalui penugasan,
kenaikan pangkat dan promosi jabatan.
e. Pemberian penghargaan bagi dosen dan karyawan teladan yang seleksinya diadakan
setiap tahun pada saat dies natalis. Hal ini akan diatur oleh Keputusan Majelis Tinggi
Universitas. Pemberian penghargaan dilakukan melalui seleksi yang ketat, dimana
peserta yang diusulkan oleh setiap bagian harus membuat kinerja kegiatan dan proses
wawancara.
f. Pemberian kemudahan dan pengurangan biaya kuliah bagi putra-putri dosen dan
karyawan yang akan kuliah di Universitas Nahdlatul Wathan yang selanjutnya akan
diatur dalam sesuai surat keputusan Majelis Tinggi Universitas.

3.2. Sarana dan Prasarana


3.2.1.Kesiapan sarana dan prasaran pembelajaran sesuai dengan kurikulum
(mengacu kepada permendikbud No.49 Tahun 2014)
Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana Universitas Nahdlatul Wathan
mencakup; tata kelola, akuntabilitas, dan pengelolaan sarana dan prasarana terpusat.
Pengelolaan tersebut dengan meningkatkan jumlah dan kualitas laboratorium,
meningkatkan kualitas perpustakaan dan jumlah koleksi pustaka, menyediakan e-book,
e-journal, dan sistem informasi perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan jumlah
dan kualitas media pembelajaran. Kesiapan sarana prasarana Program studi S1 farmasi
dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.7 Ruang Kelas
Ruang
Ruang

Nama

Kelas

Lab

Staf

Adm

Lain

Total

Rasio Ruang

Meter Persegi

168/818=0.20

778/341=2.28

Baca
Gedung

304

280

56

68

100

818

Total

304

280

56

68

100

818

Dari tabel dibawah ini terlihat bahwa fasilitas ruang kuliah yang dimiliki oleh
Program Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram cukup untuk proses
perkuliahan. Ketersediaan fasilitas ruang kuliah yang mencukupi dalam proses belajar
mengajar, dilihat dalam pembagian ruang kuliah untuk perkuliahan berdasarkan pada
jam dan hari perkuliahan untuk semester ganjil dan semester genap.
Tabel 3.8 Profil Fasilitas Ruang Kuliah
Kapasitas Jumlah
Ruang
Ruang
Kuliah
Kuliah

Total
Luas
Ruang

Jumlah Penggunaan

FasilitasPengajaran
yang ada

Shift/Hari

Hari/Minggu

Kursi Lipat 40Unit


White board 1 Unit

40

50 m2

3 Shift/Hari

5 Hari/Minggu

Meja Tulis 1Unit


AC1PK 2 Unit
1 Unit LCD

KursiLipat 50Unit
Whiteboard1Unit
Meja Tulis1Unit
AC1PK2Unit
1UnitLCD
100

96 m2

3 Shift/Hari

5 Hari/Minggu

KursiLipat200Unit
Whiteboard1Unit
Meja Tulis1Unit
AC1PK4Unit
WirelessAmplifier2 unit
1UnitLCD

a. Laboratorium
Program Studi Farmasi UNW Mataram ini didukung fasilitas laboratorium sebagai
berikut:
- Laboratorium Teknologi Farmasi
- Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
- Laboratorium Kimia Farmasi
- Laboratorium Farmakoterapi dan Farmakologi
- Laboratorium Farmasetika
- Laboratorium Biologi Farmasi
b. Sarana dan Prasarana Utama
1. Perpustakaan pusat UNW(dengan luas lantai 1056m2) yang

memiliki fasilitas

buku/jurnal serta fasilitas pelayanan elektronik.


2. Sarana Olahraga berupa lapanangan bola dan badminton
3. Laboratorium dasar untuk menunjang kegiatan Prodi Farmasi
4. Mempunyai alat pendukung pembelajaran, diantaranya LCD, InFocus dan
sebagainya.
5. Ruang administrasi fakultas seluas 100m2,dengan fasilitas yang memadai
6. Ruang dosen seluas 50m2.
c. Sarana dan Prasarana Pendukung
1. Lapangan parkir 1.000m2
2. Mushola seluas 150m2
3. Kantin seluas 125m2
4. Lapangan olah raga seluas500m2
5. Kamar mandi dan wc seluas 10x4m2

3.2.2.Kebutuhan

dan

mekanisme

pemenuhan

kebutuhan,

serta

perencanaan

pengembangan untuk aspek sarana dan prasarana pembelajaran sehingga


mampu menyelenggarakan program studi minimum lima tahun kedepan
1. Ruang Kelas
Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram memiliki
beberapa ruang kelas yang dipergunakan dalam perkuliahan. Ruang kelas tersebut
sebagian dipergunakan untuk tatap
dipergunakan

sebagai

ajang

muka

Iaboratorium

perkuliahan

dan

sebagian

sebagai prasarana praktikum

mahasiswa dalam menunjang perkuliahan.


Kapasitas ruang kuliah yang satu berbeda dengan yang lain. Pengaturan ruang
kuliah disesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah. Dalam
satu hari ruang kelas rata-rata digunakan 2 sampai 3 matakuliah secara bergantian
Perpustakaan
dengan
lama perkuliahan antara 100 dan 150 menit. Ruang baca I

program studi
Farmasi
2. Ruang
Baca

perpustakaan

Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam rangka mengembangkan


pengetahuan dan kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan yang ditekuni, maka
disediakan fasilitas ruang baca Jurusan ini. Adapun bentukruangan baca program
II
studi Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Ruang
Wathanbaca
Mataram
dan profil

konkret mengenai daftar


Koleksi buku dapat dilihat pada gambar berikut.

Administrasi
Perpustakaan

perpustakaan

3. Rencana Pengembangan Sarana


Pengembangan sarana dan prasarana Program Studi Farmasi secara bertahap
mencakup tingkat urgensi dari sarana/prasarana tersebut.Rencana tersebut antara
lain penambahan laboratorium baru, penambahan ruang kelas. Adapun data
selengkapnya adalah:

Tabel 3.9 Perencanaan Penambahan Sarana dan Prasarana Setiap Tahun Ajaran
Jenis

2015/2016

2016/2017

2017/2018

2018/2019

2019/2020

2 ruang @ 1

1 ruang @

1 ruang @

Perencanaan
Penambahan
ruang kelas

10 m x 12
m x 12 m

10 m x 12 m

Berdasarkan tabel di atas, dalam lima tahun ke depan Program Studi Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram akan menambah ruang kelas sebagai sarana
utama pembelajaran.

Penambahan ruang kelas

ini

untuk menampung dan

mengantisipasi membludaknya mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas


Nahdlatul Wathan Mataram. Seperti dianalisis didepan,melihat peluang dan minimnya
kampus yang menyelenggarakan Program Studi Farmasi, maka Universitas Nahdlatul
Wathan Mataram punya peluang yang besar dalam menyelenggarakan Program Studi
Farmasi. Selain penambahan ruang kuliah,akan ditambah juga penambahan computer
dilaboratorium komputer. Hal ini menyesuaikan dengan penambahan
setiap

tahuannya, sehingga perbandingan jumlah komputer

mahasiswa

dan mahsiswa sesuai

standart yang ditentukan. Sarana lain yang perlu ditambah adalah media pembelajaran
dilaboratorium multimedia, hal ini penting sebagai penunjang pembelajaran di Program
Studi S1 Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Media pembelajaran yang
semakin lengkap akan mempermudah mahasiswa melaksanakan pembelajaran tentang

kefarmasian yang tepat guna dan uptodate. Tahun 2015/2016 sampa idengan tahun
2016/2017 tidak dilakukan penambahan ruang kelas, computer dan media pembelajaran
karena masih dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Program Studi
Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Kemudian tahun 2017/2018 akan
ditambah kembali sarana dan prasarana tersebut karena diperkirakan ada yang sudah
rusak dan ada penambahan mahasiswa di tahun tersebut.

BAB IV
PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

4.1. Kebijakan di bidang penelitian dan pengabdian kepadamasyarakat


4.1.1. Kebijakan Pengalokasian Anggaran Untuk Penelitian Dan Pengabdian Kepada

Masyarakat

Tahun

Judul Kegiatan

Sumber
dan Jenis
Dana

(1)

(2)

(3)

(4)

PT

50.000.000,-

PT

30.000.000,-

2013

Penelitian

2013

Pengabdian

Kepada Masyarakat

Jumlah Dana
(dalam juta rupiah)

Uraian Penjelasan :
Usaha peningkatan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen Program studi
dilingkup Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dilaksanakan dengan mendorong dan
memberikan kesempatan kepada para dosen untuk melaksanakan penelitian secara
mandiri, pembiayaan DIPA Fakultas dan Universitas yakni 50 juta per fakultas untuk
penelitian dan tiga puluh juta untuk pengabdian pada masyarakat maupun melalui
pembiayaan dana dari berbagai kerjasama proyek penelitian baik dari DIKTI,
Pemerintah Provinsi seperti yang berorientasi pada pengembangan obat bahan alam

berbasis kearifan lokal yang sudah dilaksanakan oleh dosen Program studi Farmasi .
Penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan selanjutnya dipublikasikan melalui seminar
serta jurnal ilmiah. Mendorong fakultas dan universitas untuk membuat nota kerjasama
secara resmi dengan pihak mitra serta mendorong dosen giat dalam kegiatan tridharma
dengan pihak mitra dan kegiatan organisasi keilmuan.
Universitas NW Mataram dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di
bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat telah memberikan kesempatan
kepada semua dosen dalam pengembangan diri baik melalui penelitian atau kesempatan
memberikan pelayanan pada masyarakat dengan alokasi dana setiap tahun seperti tabel
diatas.

4.1.2. Kebijakan Pelaksanaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh

Dosen
Usaha yang dilakukan dalam meningkatkan peran serta dalam pengabdian
masyarakat dan Penelitian adalah dengan mendorong para dosen maupun staf
akademik dalam berbagai kegiatan Penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui
kegiatan mandiri, pendanaan fakultas maupun hibah DIKTI, melalui pendampingan
desa binaan , Pendampingan sosialisasi obat KB,antibiotik, swamedikasi pada
beberapa POSYANDU dan Ibu-Ibu PKK.
Dalam mengelola penelitian Universitas NW Mataram membuat beberapa standar
sebagai berikut:
a. standar arah, yaitu kegiatan penelitian yang mengacu kepada Rencana Induk
Penelitian (RIP) yang disusun berdasarkan visi dan misi perguruan tinggi;
b. standar proses, yaitu kegiatan penelitian yang direncanakan, dilaksanakan,
dikendalikan, dan ditingkatkan sesuai dengan sistem peningkatan mutu penelitian
yang berkelanjutan, berdasarkan prinsip otonomi keilmuan dan kebebasan
akademik;
c. standar hasil, yaitu hasil penelitian yang memenuhi kaidah ilmiah universal yang
baku, didokumentasikan dan didiseminasikan melalui forum ilmiah pada aras
nasional maupun internasional, serta dapat dipertanggungjawabkan secara moral
dan etika;
d. standar kompetensi, yaitu kegiatan penelitian dilakukan oleh peneliti yang
kompeten dan sesuai dengan kaidah ilmiah universal;
e. standar pendanaan, yaitu pendanaan penelitian diberikan melalui mekanisme
hibah blok, kompetisi, dan mekanisme lain yang didasarkan pada prinsip

otonomi dan akuntabilitas peneliti;


f. standar sarana dan prasarana, yaitu kegiatan penelitian didukung oleh sarana dan
prasarana yang mampu menghasilkan temuan ilmiah yang sahih dan dapat
diandalkan; dan
g. standar outcome, yaitu kegiatan penelitian harus berdampak positif pada
pembangunan bangsa dan negara di berbagai sektor.

4.1.3. Kebijakan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Dosen Bersama
Mahasiswa Dikaitkan Dengan Upaya Pencapaian Misi Dan Tujuan Program
Studi
Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh universitas terkait dengan Standar
Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu :
a. Penelitian dan pengabdian pada masyarakat harus dilakukan dalam rangka
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
b. Strategi, kebijakan, dan prioritas penelitian dan pengabdian pada masyarakat
harus ditetapkan sesuai dengan misi dan tujuan Universitas.
c. Penelitian seharusnya dilakukan sesuai dengan baku mutu yang telah ditentukan
oleh Lembaga Penelitian dengan mengacu pada baku mutu penelitian nasional
maupun internasional, serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan etika
dalam bidangnya masing-masing. Hasil penelitian harus disebarluaskan dalam
media-media yang mudah diakses oleh masyarakat luas seperti jurnal jurnal
ilmiah serta pelaksanaan pengabdian pada masyarakat mencakup keseluruhan
bidang ilmu yang diaplikasikan pada masyarakat.
d. Penelitian dan pengabdian pada masyarakat harus melibatkan peran serta
mahasiswa.
e. Penelitian harus meliputi penelitian dasar dan terapan dan pengabdian pada
masyarakat harus singkron dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu.
f. Penelitian harus memberikan masukan untuk kegiatan pendidikan, pengajaran,
dan begitu juga pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
g. Universitas harus dapat menciptakan hubungan kerjasama penelitian dengan
universitas dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas

kinerja dan hasil penelitian Serta kerjasama dalam pembinaan desa binaan.
h. Universitas seharusnya mendukung dana untuk diseminar hasil penelitian para
peneliti fakultas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
j. Universitas harus mendukung dalam mempublikasikan hasil penelitian para
peneliti fakultas dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal
internasional, maupun majalah.

4.1.3. Kebijakan Dan Standard Operation Procedures Pengunggahan Tugas Akhir

Mahasiswa Dan Karya Ilmiah Dosen


Kebijakan di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

dalam publikasi hasil

penelitian dosen dan Mahasiswa antara lain :


1. Laporan penelitian dijadikan dokumen penelitian yang akan dijadikan sebagai
bukti fisik untuk akreditasi program studi, dan berbagai kebutuhan sumber
informasi ilmiah lainnya.
2. Artikel ilmiah dapat dijadikan bahan publikasi pada berbagai jurnal ilmiah baik
internal maupun eksternal.
3. Pihak Universitas Nahdlatul Wathan Mataram melalui Lemlitbang Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram maupun fakultas dapat melaksanakan kegiatan
seminar hasil penelitian sebagai sarana pengembangan kultur akademik dan
publikasi hasil penelitian
4. Lemlitbang Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

maupun fakultas

memfasilitasi penerbitan Proseding Hasil Penelitian dan Jurnal Ilmiah.


5. Skripsi dan Karya Tulis Ilmiah (KTI) : merupakan karya ilmiah hasil penelitian
dari mahasiswa program sarjana (S1) dan Diploma Tiga (D III) untuk prasyarat
memperoleh gelar sarjana dan Ahli Madya.
6. Karya Tulis Ilmiah : merupakan karya sebagai tugas akhir bagi mahasiswa
dalam bentuk penelitian tentang asuhan keperawatan, kebidanan, dan
kefarmasian

4.2. Publikasi Dosen


1. Daftar publikasi tiga tahun terakhir seluruh dosen yang mengampu program
No.

(1)

Judul

(2)

Hubungan Persalinan
Letak Sungsang
Pervaginam Dengan
Kejadian Asfiksia Pada
Bayi Baru Lahir Di
RSUD Kota Mataram

Pengaruh Latihan Fisik


Gerak
Pinggul
(Stretching)
Terhadap
Nyeri Punggung Bawah
(Low Back Pain) Pada
Lansia Di Panti Sosial
Tresna Werdha Puspa
Karma Mataram
Hubungan Dukungan
Keluarga Dalam Tingkat
Kecemasan Pada Pasien
Pre OP Apendisitis Di
RSUP NTB
Hubungan Pola Asuh
Ibu Terhadap
Kepercayaan Diri Anak
Usia Pra Sekolah Di TK
NW Mataram Tahun
2013

Tahun

Dihasilkan
/
Dipublikas
ikan pada

Penyajian/

(3)

(4)

Tuti Herawati,
SSiT. MPH

Nama-nama
Dosen

Eddy Ramlan,

Jumlah Dosen yang Terlibat


Kegiatan Tingkat
Lokal

Nasional

Internasional

(5)

(6)

(7)

(8)

2013

2013

Lokal

2013

2013

Lokal

2013

2013

Lokal

2013

2013

Publikasi

SKM.,MPH

Syamsul
Hadi,SST.,Mkes

Sahruji,SKM.M
.Kes.

Lokal

10

11

Perbedaan Prilaku
Kader Kesehatan
Tentang Pemberantasan
Sarang Nyamuk DBD
(PSN DBD) Terhadap
Angka Bebas Jentik
(ABJ) Anatara
Kelurahan Monjok
Timur Wilayah Kerja
Puskesmas Mataram
Perbedaan Efektifitas
Albendazole dan
Pyrantel dalam
menangani Infeksi
Cacing ( Ascaris
Limbricordes) Pada
Anak Usia 7 9 tahun
Di SDN 3 Taman Sari
Gunung Sari Lombok
Barat tahun 2013
Umur Simpan Ekstrak
Kulit Buah Naga
(Hylocereus Polyrhizus)
Asal Mataram Sebagai
Pewarna Alami
Hemoglobin Darah
Hewan Coba Tikus
Putih Jantan (Rattus
Norvegicus) Starain
Wistar yang mengalami
Anemia
Pengaruh Pijat Bayi
Umur 4 6 Bulan
Terhadap peningkatan
Berat Badan Di Batu
Ringgit Selatan Wilayah
Kerja Puskesmas
Tanjung Karang
Uji Daya Hambat
Ekstrak Etanol Bawang
Putih Tunggal (Allium
Sativum L) Lombok
Timur Terhadap Jamur
(Candidu Albicans)
Dengan Uji Difusi
Efektivitas Pemberian
Minyak Kayu Putih
(Cajuput Oil) Terhadap
Penurunan Kembung
(Flatulen) Pada Pasien
Gastritis Di Puskesmas
Karang Taliwang
Kecamatan Selaparang
Kota Mataram

Kurniatun,APP,.
MM.Kes.

2013

2013

lokal

Kismawati,
M.Sc. Apt

2013

2013

lokal

Yunan
Jiwintarum,Ssi.
M.Kes.

2013

2013

lokal

BQ. Endang
Suprihartini,
M.Si.Apt

2013

2013

lokal

Srianingsih,SST
.M.Kes.

2013

2013

lokal

Wilya
Isnaeni,SKM.M
M

2013

2013

lokal

Wilya
Isnaeni,SKM.M
M

2015

2015

Lokal

12

13

14

15

Uji Efektivitas Lamanya


Inisiasi Menyusui Dini
Terhadap Pencegahan
Hipotermi
Analisis hubungan
antara aktivitas reduksi
stress oksidatif ekstrak
etanol buah pare dengan
profil perbaikan
diameter sel islet beta
pancreas tikus diabetes
mellitus yang diinduksi
aloksan
Efektivitas Penerapan
Supervisi Kepala Ruang
Terhadap Pelaksanaan
Pendokumentasian
Asuhan Keperawatan Di
Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Bantul
Formulasi SelfNanoemulsifying drug
delivery
System(Snedds) Daun
Kangkung Air Lokal
Lombok (Ipomoea
Aquatico Forks)
Terhadap Kadar
Hemoglobin (Rattus
nervegicus) Jantan
Strain Wistar Yang
mengalami Anemia

Wilya
Isnaeni,SKM.M
M

2015

2015

Lokal

Dahlia
Andayani,Ssi.M
.Farm.Apt.

2015

2015

Lokal

Goziyan,S.Kep.
Ners.MMR

2015

2015

Lokal

Aulia Ul
Hafizah,M.Sc.A
Pt

2015

2015

Lokal

Jumlah

nc= 15

2. Daftar nama jurnal, volume nomor halaman,dan tahun

nb= 0

na= 0

atau makalah yang

dipresentasikan pada pertemuan ilmiah


Jurnal yang sudah diterbitkan oleh Fak. Ilmu Kesehatan UNW Mataram yang bersumber
dari dana Perguruan Tinggi ( Universitas Nahdlatul Wathan Mataram) adalah :
1. Volume 1 No.1 Maret 2013 dengan ISSN 2442-5087 sebanyak 21 halaman
2. Volume 1 No.2 September 2013 dengan ISSN 2442-5087 sebanyak 12 halaman
3. Volume 2 No.1 Maret 2014 dengan ISSN 2442-5087 sebanyak 19 halaman

BAB V
PENDANAAN
5.1. Manajemen Finansial
Dari

catatan

administrasi

keuangan

Universitas

Nahdlatul

Wathan Mataram

mengacu pada AD/ART Yayasan Pendidikan (PONTREN) Darul Mujahidin NW Mataram,


dapat diketahui bahwa setiap tahun program studi tidak mengalami kekurangan pendanaan,
dan oleh karenanya harus selalu mencari dari sumber lain selain pemerintah. Dari
pengeluaran institusi atau program studi terlihat bahwa Program Studi S1 Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram telah mengalokasikan dana untuk biaya operasional,
investasi untuk program studi regular dalam bentuk pengadaan dan pembangunan fasilitas
fisik seperti peralatan laboratorium, gedung laboratorium dan pemeliharaan inventaris. Di
lain pihak, kebutuhan infrastruktur yang dapat memberikan konstribusi bagi pembangunan
SDM program studi ini.
Sebagaimana Perguruan Tinggi umumnya,

pendapatan dana masih didominasi oleh

dana masyarakat khususnya dana pendidikan mahasiswa yang jumlahnya kurang mencukupi
kebutuhan yang ada. Meskipun begitu, pembangunan kualitas belajar mengajar dapat
dilakukan

dengan efektif menggunakan dana yang dimiliki. Data menunjukkan bahwa

masalah sumber dana program studi Farmasi

selain dana masyarakat khususnya dana

pendidikan mahasiswa (SPP - DPP) regular dari program studi yang dimiliki, tersedia cukup
untuk operasional perkuliahan, karena masih banyaknya donatur dan partisipan yang
menunjang langsung keberadaan program Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul
Wathan Mataram . Dari data pengeluaran, program studi

dapat mengalokasikan dana

untuk penelitian atau pengembangan program. Sebagian besar dana telah dialokasikan untuk
operasional dan investasi program studi regular yang berupa gedung laboratorium dan ruang
dosen, serta perawatan dan bahan habis pakai. Sehingga kebutuhan infrastruktur yang juga
memiliki konstribusi terhadap pengembangan kualitas fakultas kurang mendapat perhatian.
Pada garis besarnya anggaran belanja terdiri atas anggaran operasional, perawatan, dan
investasi. Anggaran operasional meliputi : gaji, honorarium, bahan habis pakai, dan biaya
overhead (listrik, telpon, air), dan transportasi. Anggaran perawatan meliputi perawatan
sarana, prasarana, kendaraan dinas dan cleaning service. Anggaran investasi meliputi
pengadaan sarana dan prasarana fisik serta pengembangan SDM serta kelembagaan.

Gambaran dana tahun 2014/2015 jumlah dana yang tersedia Rp 3.875.991.000,- (Tiga
milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta sembilan ratus sembilan puluh satu satu ribu rupiah)
dengan perincian sumber sebagai berikut :

a. BPP Mahasiswa..

Rp.

3.840.000.000,-

b. Dana dari Yayasan..

Rp.

130.190.000,-

c. D o n a t u r ..

Rp.

5.800.000,-

d. Subsidi dari NW..

Rp.

e. Pemda ..

Rp

J u m l a h ... .

Rp

3.975.990.000,-

Sumber Dana

Untuk penyelenggaraan kegiatan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, ada 4


(empat) sumber dana utama yakni :
a. BPP Mahasiswa
b. Dana Yayasan Penyelenggara UNW Mataram
c. D o n a t u r
d. Subsidi dari Nahdlatul Wathan ( NW )
Selain itu masih dimungkinkan dana bantuan Pemerintah yang selama ini telah diperuntukkan bagi
semua Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Seperti dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) oleh
Ditjen Dikti dan Kementrian Agama.
Rencana Dana
Dana yang Dapat Disediakan selama kurun waktu lima tahun disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 5.1 :

Rencana Penerimaan Dana ( ribuan rupiah )


TAHUN KE

PENERIMAAN
1
BPP Mahasiswa

3.840.000

4.032.000

4.320.000

4.608.000

4.800.000

130.190

132.400

133.000

100.000

95.000

5.800

15.100

15.000

26.000

26.400

Subsidi NW

Pemda

3.975.990

4.179.500

4.468.000

4.734.000

4.921.400

Dana Yayasan
Donatur

Total

Rencana Anggaran Penerimaan & Pengeluaran

Rencana penerimaan dan pengeluaran untuk kurun waktu lima tahun mendatang dapat
dilihat didalam tabel beriku

Tabel 5.2 Rencana Anggaran Penerimaan ( dalam ribuan Rupiah )


TAHUN KE
PENERIMAAN
1
BPP Mahasiswa

3.840.000

4.032.000

4.320.000

4.608.000

4.800.000

130.190

132.400

133.000

100.000

95.000

5.800

15.100

15.000

26.000

26.400

Nilai Kekayaan

Subsidi NW

Pemda

Dana Yayasan
Donatur

Total

3.975.990

4.179.500

4.468.000

4.734.000

4.921.400

Tabel 5.3 Rencana Anggaran Pengeluaran (dalam puluhan ribuan rupiah ):


Tahun
Pengeluaran

Ke
3

Lahan dan bangunan

54.500

25.750

55.750

60.000

50.250

Peralatan kuliah & Kantor

16.315

23.785

15.155

13.580

10.475

Bahan kuliah dan kantor

11.834

12.302

12.784

13.242

13.742

Sarana perpustakaan

5.732

3.532

8.382

3.532

2.532

Peralatan Lab.

5.035

7.631

4.807

7.636

7.558

Bahan Lab.

4.799

4.874

4.979

4.979

5.011

52.536

56.940

65.940

65.642

Tenaga kerja
Instalasi

2.450

2.540

2.530

2.750

3.850

Sarana & pras olahraga

775

1.470

1.985

1.960

10.785

Beban lain

11.897

12.431

13.943

14.255

14.562

Tabel 5.4 Proyeksi Masukan Peralatan Kuliah dan Kantor


No. Urt

Nama Bahan/Peralatan

Tahun

ke

yang dibutuhkan
1

.1

Kursi Kuliah (bh)

170

200

150

150

250

.2

Meja Biro (bh)

30

40

45

50

.3

Meja Setengah Biro

70

30

30

45

45

.4

Kursi Tamu (bh)

10

.5

Lemari (bh)

10

10

10

.6

Papan Tulis (bh)

10

30

20

11

.7

Proyektor /LCD (bh)

15

15

20

.8

Kalkulator (bh)

10

10

10

.9

Tipe Recorder (bh)

.10

Pengeras Suara (bh)

.11

Inter Come (bh)

.12

Sepeda Motor (bh)

.13

Mobil (bh)

.14

Lampu Neon (bh)

57

80

150

150

150

.15

Petromat (bh)

10

.16

Mesin Tik (bh)

17

Mesin Stensil (bh)

.18

Jam Dinding (bh)

10

11

20

.19

Kipas Angin (bh)

10

10

10

15

.20

Pelubang Kertas (bh)

10

10

14

14

22

.21

Komputer (bh)

10

22

30

20

30

.22

Steples (bh)

10

10

15

15

15

.23

Bak Stempel (bh)

10

11

11

15

16

.24

Alat Pemotong Kertas (bh)

10

.25

Lap Top

10

10

15

18

25

.26

TV

10

10

27

Kamera Digital

.28

Printer

10

10

10

15

15

Proyeksi Biaya Pengembangan Organisasi dan ketatalaksanaan

Dengan mengacu pada Tabel kebutuhan peralatan dan bahan-bahan sarana material serta
kebutuhan dan pengembangan tenaga kerja maka proyeksi biaya pengembangan organisasi
dan ketatalaksanaan pada Universitas Nahdlatul Wathan(UNW) Mataram dapat disusun
sebagai berikut :
Tabel 5.5 Proyeksi Biaya Pengembangan Organisasi dan Ketatalaksana (ribuan) rupiah
Tahun Ke

5.2

Matrial

1. Tenaga Kerja

1.978.774

2.223.536

2.955.842

2.965.350

2.995.642

2. Alat2 Kantor

116.315

123.785

277.475

290.242

300.775

3. Bahan Kantor

111.834

112.302

134.742

146.919

157.742

4. Perpustakaan

110.732

111.532

176.491

179.636

180.532

5. Alt-alt Laborat

150.807

170.636

192.857

214.979

225.255

6. Bahan2 Laborat

110.873

113.979

253.187

290.110

291.210

7. Olah Raga

20.985

20.221

25.310

26.400

27.458

TOTAL

2.690.320

3.875.991

4.015.904

4.113.636

4.178.614

Aspek Keberlanjutan
Berdasar hasil-hasil penelitian yang dipaparkan, dapat disimpulkan ilmu farmasi sangat
dibutuhkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan
formal dalam rangka pencapaian tujuan pndidikan nasional, tetapi juga dibutuhkan di semua
lini program pengembangan sumber daya manusia di luar pendidikan formal.
Program Studi S1 Farmasi yang diajukan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
sanggup mengambil bagian dalam program peningkatan kualitas pendidikan Nasional.
Kesanggupan tersebut didukung:
1. Telah dipenuhinya standar minimal tenaga dosen untuk pembukaan Program Studi
Farmasi, dan sesuai renstra Universitas Nahdlatul Wathan Mataram akan selalu dijaga
rasio dosen mahasiswa.
2. Sarana dan prasarana yang cukup mendukung dilaksanakannya Program Studi

Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram


3. Suasana akademik yang akan dikembangkan dengan sistem penjamin mutu internal .
4. Program keberlanjutan yang menjadi target utama visi universitas dan semua program
studi.

BAB VI
MANAJEMEN AKADEMIK
6.1

Manajemen Akademis
6.1.1 Prosedur Pembukaan Dan Penutupan Program Studi Di Tingkat Fakultas Dan
Institusi, peran eksekutif dan senat akademik.
Peningkatan kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar adalah tujuan
utama dari semua rencana pengembangan program studi Program Studi Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram yang dilakukan secara berkesinambungan.
Rencana pengembangan ini ditangani dan dijalankan oleh pihak program studi dengan
koordinasi seluruh Program Studi dan sekolah tinggi mengesampingkan partisipasi
dan kerjasama baik dari pihak internal maupun pihak eksternal.
Pengajuan Program Studi Farmasi sesuai dengan renstra Universitas Nahdlatul
Wathan Mataram, Sesuai dengan sistem penjaminan mutu internal, yang tertuang
dalam (SK) pendirian Program Studi Farmasi ini diatur dalam prosedur
mutu institusi, yakni:
1. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat, (dalam hal ini kebutuhan
masyarakat pendidikan)
2. Analisis kelayakan (feasibility analysis) dibahas di rapat senat Universitas. Setelah
disetujui, lalu Rektor membentuk Tim.
3. Usulan pembukaan/penggabungan/pengembangan/pemindahan atau penutupan
program studi ini disusun oleh suatu Tim yang terdiri dari staf Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram.
4. Tim berkonsultasi dengan masyarakat luar Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
yang terkait baik pada level nasional dan/atau internasional, serta melakukan
survei, bakumutu (benchmarking), studi empirik dan lain-lain.
5. Usulan Tim (dalam bentuk laporan lengkap) setelah disetujui oleh Senat Fakultas
yang bersangkutan diajukan kepada Pimpinan Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram;
6. Senat Akademik menerima usulan dari Pimpinan Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram;
7. Dalam format usulan ini harus diuraikan dengan jelas butir-butir yang tersebut
dalam bagian I untuk

pembukaan/penggabungan/pengembangan/pemindahan

program studi atau bagian II untuk penutupan program studi.

Penutupan Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram


sesuai dengan sistem penjaminan mutu internal, yakni:
1. Apabila terjadi kelebihan pasok lulusan, program studi yang diusulkan harus
dapat ditutup dan dibuka sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, diperlukan
kemampuan melakukan relokasi sumber daya perguruan tinggi.
2. Program studi melakukan evaluasi terhadap program studi yang dianggap
tidak efektif, misalnya karena jumlah mahasiswa program tersebut terus menurun.
3. Program studi dan fakultas membahas penutupan program dengan meminta
pertimbangan Dewan Pertimbangan Fakultas.
4. Program studi mempersiapkan pelimpahan program studi dan mempersiapkan
sistem alih kredit.
5. Dekan membuat surat pemberitahuan ke rektor tentang penutupan program studi.
6. Rektor memberikan izin penutupan program dan melaporkan ke Dikti tentang
penutupan program studi.
7. Universitas bersama fakultas dan program studi menyususn proses pemindahan
mahasiswa ke program baru yang telah ditentukan fakultas dan universitas.
6.1.2 Struktur Organisasi Dan Manajemen Penyelenggaraan Program Studi Yang
Diusulkan
Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati
bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran
dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang
dicerminkan dengan adanya dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika
dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi
serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium).
Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal
yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan,
disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur
yang jelas.
Secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi untuk
membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung
jawab dan adil, sebagai berikut:

Pemilihan tata pamong dilakukan melalui rapat program studi dilanjutkan


penetapan calon, didahului pengisian format pernyataan kesediaan sebagai calon
ketua program studi, sekretaris prodi.

Pengelola pusat sumber belajar seperti perpustakaan, laboratorium terpadu,


disepakati melalui keputusan rapat prodi dan ditetapkan dengan surat keputusan
dekan.

Pelaksanaan tugas dosen dan pelayanan kepada setiap mahasiswa pada setiap unit
kerja mengacu pada buku pedoman fakultas dan universitas.

Monitoring dan evaluasi untuk pelaksanaan tugas tiap unit dilaksanakan


secara

rutin setiap semester dan hasilnya dijadikan dasar untuk tindaklanjut

terhadap penyusunan program berikutnya.

REKTOR
SENAT UNW

WAKIL REKTOR
KEP. BIRO UMUM &
KEUANAN

KEP. BIRO ADM AKADEMIK


DEKAN

KABAG
KEUANGA
N

KABAG
PERSONAL
IA

KABAG
ADM
UMUM

WAKIL DEKAN I,II,III


FAPERTA

6. FIK

F. SASTRA

7. FAI

F. IADM

8. FKIP

F. MIPA

9. F. HUKUM

F. PETERNAKAN
Gambar 6.1 Struktur Organisasi Universitas

KABAG
AKADEMI
K

KABAG
KEMAHASISWA
AN

KABAG
KEUANG
AN

DEKAN

SENAT
FAKULTAS

WAKIL
DEKAN I

DEKAN
DEKAN II

KTU

BAGIAN
ADM.
KEUANGAN
PENANGGUNG
JAWAB
KEUANGAN

BAGIAN
ADM.
KEMAHASIS
WAAN

BAGIAN
ADM.
AKADEMIK

BAGIAN
ADM. UMUM
KAPRODI
KEPERAWATAN

UNIT
PELAKSANA
TEKNIS (UPT)
PENANGGUN
GJAWAB
PERPUSTAKA
AN

KOORDINATOR
KEMAHASISWAAN,
PENELITIAN DAN
PENGABDIAN
MASYARAKAT
SENAT
KEMAHASISWA
AN

SEKPRODI
KEPERAWA
TAN

PENANGGUN
GJAWAB
LABORATORI
UM

DOSEN

Gambar 6.2 Struktur Organisasi Fakultas

KAPRODI
KEBIDANAN
SEKPRODI
KEBIDANAN

KAPRODI
FARMASI

KAPRODI
S1 FARMASI

SEKPRODI
FARMASI

SEKPRODI
S1
FARMASI

Struktur Organisasi Program Studi

Ketua Prodi

TPMI Prodi

Sekertaris
Prodi

Sekretariat

Dosen &
Staf
Pengajar

Pembimbing
akademik

Koordinator:
PKL, KKN, dsb

Koordinator
Himaprodi

Mahasiswa

Keterangan Gambar:
a. Ketua program studi bertugas melakukan koordinasi dengan dosen dan civitas
akademika program studi untuk menyelenggarakan Tri Dharma PT.
b. Sekretaris program studi membantu ketua program studi melaksanakan koordinasi
pelaksanaan Tri Dharma PT.
c. Pembimbing

Akademik

memiliki

tugas

melakukan

pendampingan

dan

pembimbingan akademik bagi para mahasiswa baik dalam mengisi KRS,


memberikan motivasi

dan dorongan bagi

mahasiswa untuk

belajar

dan

melaksanakan tugas-tugasnya maupun memberi solusi masalah-masalah mahasiswa


yang berkaitan dengan urusan akademis.
d. Koordinator merupakan dosen yang diangkat untuk memimpin pelaksanaan tugastugas khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma PT seperti PKL, KKN,
dan sebagainya.
e. Koordinator Himaprodi adalah dosen yang diangkat khusus oleh ketua prodi
sebagai pembinaan kemahasiswaan dan alumni di tingkat prodi.
f. Dosen dan staf pengajar adalah pelaksana Tri Dharma PT.

6.1.3 Metode Pengelolaan Dan Pengembangan Sumberdaya Yang Ada Tanpa


Mengganggu Program Studi Lain Dan Metode Peningkatan Mutu
Akademik Program Studi Yang Diusulkan
Sistem pengelolaan sumber daya manusia di Program Studi Farmasi S1
Universitas Nahdlatul Wathan dilakukan secara berkesinambungan yang akan
diterbitkan melalui Peraturan Pimpinan Pusat Nahdlatul Wathan yang
implementasinya diturunkan dalam Renstra Universitas Nahdlatul Wathan dan
Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Dosen dan Tenaga Kependididkan
Universitas Nahdlatul Wathan. Implementasi dari keseluruhan isi dokumen
pengelolaan SDM dituangkan dalam berbagai peraturan yang dirangkum
dalam standar mutu Universitas Nahdlatul Wathan yang diterbitkan melalui
surat keputusan rektor yang ditunjuk yang berisi tentang

tentang pokok-

pokok aturan kepegawaian, pengembangan karir SDM Dosen dan Tenaga


Kependidikan, pedoman penilaian kinerja dosen dan tenaga kependidikan,
dan sistem penilaian berbasis kinerja. Proses pengelolaan SDM Dosen dan
Tenaga Kependidikan meliputi beberapa tahapan berikut.
1. Perencanaan : Untuk memenuhi kebutuhan tenaga dosen dan tenaga
kependidikan pada Program Studi Farmasi S1 Universitas Nahdlatul
Wathan berkesinambungan dengan peraturan dan pedoman yang ada di
universitas.

Kebutuhan

SDM

Dosen

dan

diproyeksikan dalam renstra untuk melihat

tenaga

kependidikan

rasio Dosen dan mahasiswa,

serta rencana pengembangan kualitas SDM. Perencanaan SDM


program

studi

disusun

sesuai

dengan

kebutuhan.

SDM

di

Dosen

dikelompokkan berdasarkan pendidikan, jabatan fungsional per tahun dan


tingkat

kebutuhan.

Sedangkan

SDM

Tenaga

Kependidikan

diklasifikasikan menurut golongan dan jabatan struktural. Pengawasan


dan Penilaian dilaksanakan untuk melihat kualitas pegawai sebagai
dasar penetapan dalam pemberian penghargaan atau sanksi.
2. Rekrutmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Kependidikan : Dosen dan
tenaga kependidikan

di

Program

Studi

Farmasi

S1

Universitas

Nahdlatul Wathan direkrut dan diseleksi menggunakan mekanisme yang


telah ditetapkan dan dibantu oleh dosen dari program studi DIII Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
3. Pengembangan karir :

Dalam rangka meningkatkan mutu karier pegawai maka Program Studi


Farmasi S1 melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pengembangan

staf

akademik

harus

mengacu

pada

kebutuhan

pengembangan IPTEKS.
2. Komposisi staf akademik harus sesuai dengan kebutuhan, kurikulum
dalam hal kualifikasi staf, pengalaman, bakat, umur, status dan memiliki
jenjang akademik minimal setara dengan S2.
3. Penerimaan dan promosi staf akademik harus dilakukan berdasarkan
azas kemanfaatan dan kepatutan yang meliputi aspek pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.
4. Pengembangan staf harus diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan
aspirasi individu, kebutuhan kurikulum dan kelembagaan.
5. Jumlah staf akademik fakultas seharusnya memiliki rasio dosen :
mahasiswa 1:7 untuk eksakta dan 1:20 untuk sosial dan humaniora.
6. Staf akademik harus bekerja secara efektif:
a. Peran dan hubungan kerja harus didefinisikan dan dimengerti dengan
baik.
b. Tugas-tugas yang dberikan kepada staf harus sesuai dengan
kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki.
c. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kelembagaan harus melalui proses
review dan konsultasi.
7. Kinerja staf akademik harus dievaluasi secara periodik.
8. Staf akademik dan tenaga penunjang harus diberi kesempatan untuk
melakukan aktivitas-aktivitas untuk kepentingan pengembangan diri
sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada.
9. Staf akademik seharusnya mampu merefleksikan praktik pengajaran
yang berpusat kepada mahasiswa.
10. Staf akademik harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan
mengembangkan rencana akademik untuk pengembangan yang
berkelanjutan.
11. Staf akademik seharusnya mampu merancang dan melaksanakan
program pembelajaran yang rasional, sesuai dengan tuntutan keilmuan
dalam kaitan dengan kebutuhan lokal, nasional, regional dan
internasional.

12. Staf akademik seharusnya mampu menggunakan berbagai metode


pengajaran dan pembelajaran dan memilih yang paling cocok untuk
mencapai outcome pembelajaran yang dikehendaki.
13. Staf akademik seharusnya mampu mengembangkan dan menggunakan
berbagai macam media untuk pengajaran yang sesuai dengan bidang
keilmuannya.
14. Staf akademik seharusnya mampu menggunakan beberapa teknik untuk
menilai

kerja

mahasiswa

dan

mengaitkan

dengan

outcome

pembelajaran yang dikehendaki.


15. Staf akademik seharusnya mampu memonitor dan mengevaluasi kinerja
pengajaran yang dia miliki dan mengevaluasi program yang dilakukan.
16. Universitas harus memiliki sistem sanksi dan penghargaan dalam
pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
6.1.4 Mekanisme

Penerimaan

Dan

Jumlah

Mahasiswa

Baru

Yang

direncanakan dalam 5 (lima) tahun terakhir


Rekruitmen Mahasiswa
Rekruitmen mahasiswa dilakukan melalui tes untuk menyeleksi serta
mengetahui kemampuan awal mahasiswa. Dalam tes ditentukan standart
minimal dari hasil tes untuk dapat diterima menjadi mahasiswa baru Program
Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Untuk memantapkan kesiapan studi mahasiswa, maka sebelum
memasuki perkuliahan mahasiswa diberikan orientasi studi dan pengenalan
kampus dan kuliah umum. Kegiatan ini untuk memperkenalkan

kampus

secara keseluruhan dan memberi bekal pengetahuan yang baru terhadap


Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Semua
peraturan dan tata tertib universitas, dan Program Studi disampaikan
kepada calon mahasiswa baru.
Peserta Didik
1. Sasaran Peserta didik
Calon mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram berasal dari: lulusan sekolah menengah di P r o v i n s i N T B
yang berjumlah rata-rata kurang lebih 150.000 orang dari SMA, MA,
dan SMK.
2. Rekruitmen
Untuk rekruitmen mahasiswa baru dilakukan dengan cara rekruitmen

mandiri dilakukan oleh Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dengan


menggunakan tes TPA dan bahasa Inggris, serta interview secara
menyeluruh guna mendapatkan calon mahasiswa yang memenuhi syarat
yang ditentukan.
Proyeksi penerimaan mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas
Nahdlatul Wathan Mataram adalah sebagai berikut:
Tabel 6.1 Proyeksi penerimaan mahasiswa Program Studi Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
No
1
2
3
4
5

Tahun akademik
2015/2016
2016/2017
2017/2018
2018/2019
2019/2020

Proyeksi
jml mhsw
40
60
80
80
80

Asal Input (SMA)

jml

80%
80%
80%
80%
80%

Diagram Alur Penerimaan Mahasiswa Baru


Beasiswa Prestasi ,
Pindahan/ Transfer

Pendaftara
n

Ujian masuk
-Wawancara
-Tes tulis

Pengumuma
n hasil ujian
masuk

Tes
kesehata
n

Daftar ulang
/ Registrasi

Orientasi
mahasiswa
perkuliah
an

Pengambilan
kelengkapan

a. Syarat
Lulusan Sekolah Menengah Umum/Atas (SMU/SMA), atau Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), atau SLTA sederajat,
serta lulusan Paket C. Bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan
ijazah dapat melampirkan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) atau Surat
Keterangan Lulus dari Kepala Sekolah. Bersedia memenuhi biaya
pendidikan yang telah ditentukan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Prosedur pendaftaran calon mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Wathan

Mataram di bagi menjadi prosedur pendaftaran untuk mahasiswa baru dan


pendaftaran untuk mahasiswa pindahan/transfer. Kedua macam prosedur
yang dimaksudkan ialah sebagai berikut:
1. Prosedur Pendaftaran Mahasiswa Baru
a. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan Panitia. Pendaftar
harus menentukan salah satu pilihan program studi.
b. Melampirkan formulir pendaftaran dengan:
Pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 (3 lembar)
Fotokopi ijazah, SKHU, atau Surat Keterangan Lulus yang
dilegalisir.
2. Prosedur Pendaftaran Mahasiswa Pindahan/Transfer
a. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan Panitia.
b. Pendaftar Berasal dari Program Studi memiliki nilai Akreditasi
minimal sama dengan Program Studi yang akan dimasuki
c. Fotokopi ijazah terakhir dan transkrip akademik yang diperoleh di
Perguruan Tinggi asal dan telah disahkan serta dilegalisir oleh pejabat
yang berwenang.
d. Calon mahasiswa dapat mengkonfirmasi alih kredit (transfer nilai
akademik) kepada Fakultas/Program Studi yang akan dimasukinya
terlebih dahulu.
e. Mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor UNW Mataram
f. Melampirkan formulir pendaftaran dengan:
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau Surat Keterangan
Domisili.
- Pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 (4 lembar)
g. Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan tidak memiliki
ketunaan yang dapat mengganggu kelancaran belajar dalam program
studi

pilihannya,

NARKOBA/Psikotropika

serta

tidak

sebelum

maupun

menggunakan/terlibat
selama

studi

di

Universitas Nahdlatul Wathan Mataram


h. Calon mahasiswa baru yang merupakan mahasiswa pindahan/transfer
tidak perlu mengikuti ujian masuk secara tertulis, namun wajib
mengisi berita acara yang disediakan oleh Panitia. Calon mahasiswa
dapat langsung melakukan registrasi apabila seluruh persyaratan
sudah dipenuhi.
b. Registrasi
Persyaratan Umum:
a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau Surat Keterangan

Domisili.
b. Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan tidak memiliki
ketunaan yang dapat mengganggu kelancaran belajar dalam program
studi

pilihannya,

NARKOBA/Psikotropika

serta

tidak

sebelum

maupun

menggunakan/terlibat
selama

studi

di

Universitas Nahdlatul Wathan.


Mahasiswa baru yang sudah mendaftar ulang dan hendak mengundurkan
diri, maka diatur sebagai berikut:
a. Mengundurkan diri untuk pindah ke perguruan tinggi swasta lainnya,
baik di dalam negeri atau di luar negeri, atau karena alasan-alasan
lainnya, tidak dapat mengajukan pengembalian biaya yang telah
dibayarkan sesuai dengan pernyataan yang tercantum pada Surat
Pernyataan Keuangan.
b. Mahasiswa baru yang mengundurkan diri karena diterima di
Perguruan Tinggi Negeri (disertai bukti), dapat menarik kembali
uangnya

sebesar 50% dari yang

sudah dibayarkan dengan

menyerahkan Bukti Pendaftaran dan fotokopi Bukti Pembayaran.


c. Beasiswa Prestasi
Calon mahasiswa baru yang memiliki prestasi akademik dengan menduduki
ranking 01 sampai dengan 10 di sekolahnya masing-masing (bukan ranking
di kelas) dapat mengajukan beasiswa PRESTASI dengan mengisi formulir
tersendiri yang sudah disediakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.

6.1.5 Rencana pengembangan dan peningkatan mutu akademik program


studi untuk jangka pendek (1-3 tahun ke depan), jangka menengah (510 tahun kedepan) dan jangka panjang (15-25 tahun ke depan)
1. Pengembangan Akademik
Pengembangan pada program studi
pelaksanaan tridharma

perguruan

ini

tinggi.

mencakup perencanaan
Untuk

jangka

pendek,

sekurang-kurangnya program studi ini sudah terakreditasi LAMPTKes


dengan status Akreditasi C. Selain itu diharapkan pada tahun kedua
setelah izin operasional program studi ini berjalan, sudah ada
pembaharuan kurikulum dengan melibatkan masukan-masukan dari para
stakeholders. Sementara itu untuk penelitian, ditargetkan pada akhir

tahun kedua, sudah banyak dosen yang mempublikasikan hasil


penelitiannya pada jurnal ilmiah. Adapun rencana pengembangan
akademik dapat dituangkan dalam tabel berikut:
Tabel 6.2 Rencana Pengembangan Akademik
Jangka Pendek Program Studi Farmasi S1
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
(2015/2020)

No.

2015/

Program Pengembanan

1.
2

Penelitian dosen hibah Dikti


Penelitian dosen yang dipublikasikan di
jurnal ilmiah
Pembaharuan kurikulum
Terakreditasi C LAMPTKES

3
4

Tahun Pencapaian
2016/ 2017/ 2018/
X

2019/

Tabel 6.3 Rencana Pengembangan Akademik


Jangka Menengah Program Studi Farmasi S1
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
(2016/2021)

No.

Program Pengembanan

1.

Penelitian dosen yang dipublikasikan di


jurnal Nasional

2.
3.
4.

Bekerjasama dengan Institusi lain


Akreditasi B LAMPTKES
Tugas belajar S3 untuk Dosen

2016/

Tahun Pencapaian
2017/ 2018/ 2019/

X
X

X
X

2020/

X
X
X
X

Tabel 6.4 Rencana Pengembangan Akademik


Jangka Panjang Program Studi Farmasi S1
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
(2023/2028)

No.
1.
2.
3.

Program Pengembanan

2022/

Publisitas Program Studi


Pembukaan prorgam Profesi Apoteker

Akreditasi B LAMPTKES

Tahun Pencapaian
2023/ 2024/ 2025/

2026/

X
X

2. Pengembangan Sarana dan Prasarana


Program Studi Farmasi berencana untuk memperlengkap dan
mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap
mengacu pada tingkat urgensi dari sarana/prasarana tersebut. Rencana

tersebut antara lain penambahan laboratorium baru, penambahan ruang


kelas. Adapun data selengkapnya adalah:
Tabel 6.5 Perencanaan Penambahan Sarana dan Prasarana Setiap Tahun
Ajaran
Jenis Perencanaan

2015 2016

Penambahan ruang kelas


Penambahan peralatan
laboratorium farmasi
Penambahan media
pembelajaran

2016/2017

2 ruang @ 10 m x 12 m
10 Unit Computer Core I3

15 Unit Computer Core I3

10 Unit media pembelajarann 15 Unit media pembelajaran

Berdasarkan tabel di atas, dalam jangka pendek, Program Studi


Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram akan menambah ruang
kelas sebanyak 2 ruang.

Penambahan

ruang kelas

ini

untuk

menampung dan mengantisipasi membludaknya mahasiswa Program


Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Seperti dianalisis
di depan, melihat peluang dan minimnya kampus yang menyelenggarakan
Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, maka
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram punya peluang yang besar dalam
menyelenggarakan Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan
Mataram.
Selain penambahan ruang kuliah, akan ditambah juga penambahan
komputer di laboratorium komputer. Hal ini menyesuaikan dengan
penambahan mahasiswa setiap tahuannya, sehingga perbandingan jumlah
komputer dan mahsiswa sesuai standart yang ditentukan. Sarana lain yang
perlu ditambah adalah fasilitas dan sarana laboratorium farmasi, hal
ini penting sebagai penunjang pembelajaran di Program Studi Farmasi
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Media pembelajaran yang semakin
lengkap akan mempermudah mahasiswa melaksanakan pembelajaran
tentang teknologi pendidikan yang tepat guna dan up to date.
3. Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum

di

lingkungan

Pendidikan

Tinggi

(PT) harus didasarkan pada pendektan yang sistematis dan komprehensif.


Ini menuntut adanya keterkaitan antara visi dan misi lembaga dengan tujuan
dan sasaran program studi yang dikembangkan berdasarkan pertimbangan
perkembangan yang ada dan kebutuhan masyarakat masa kini dan masa

yang akan datang. Dalam prakteknya, ini menuntut prinsip dan pendekatan
yang seksama. Pada hakikatnya, pengembangan kurikulum
prinsip dan prosedur

mencakup

yang berkenaan dengan perencanaan, penyajian

(delivery), manajemen, dan evaluasi dari segenap proses belajar-mengajar.


Pengembangan kurikulum pada Program Studi S1 UNW Mataram baik
jangka pendek maupun jangka panjang akan selalu mengikuti beberapa
aspek antara lain :
1. Peraturan yang mengatur tentang pendidikan dan kurikulum
2. Keterkaitan visi, misi dan tujuan program studi
3. Kebutuhan masyarakat

BAB VII
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
7.1

Sistem Penjaminan Mutu Internal


Sistem penjaminan mutu perguruan tinggi merupakan suatu keharusan yang
ditujukan untuk menjamin mutu perencanaan dan penyelenggaraaan lulusan perguruan
tinggi. Penyelenggaraaan system penjaminan mutu perguruan tinggi didasarkan pada
amanat undang undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang system
pendidikan nasional, khususnya pasal 51 ayat 2 yang menyatakan bahwa penegelolaan
satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas,
jaminan mutu, dan evaluasi yang transparan.
Sistem penjaminan mutu internal adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh
institusi perguruan tinggi yang bersangkutan dengan berpedoman dan berlandaskan pada
peraturan perundang undangan yang ditetapkan oleh pemerintah, hal ini dinyatakan
dalam buku pedoman system penjaminan mutu perguruan tinggi ( SPM-PT) .
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mencanangkan strategi jangka panjang
perguruan tinggi, yang dikenal sebagai Higher Education Long Term Strategy 2003-2010
(HELTS). Untuk merealisasikan strategi tersebut DIKTI meluncurkan tiga kebijakan
yaitu: 1) pemerataan dan perluasan akses; 2) peningkatan mutu, relevansi dan daya
saing; 3) penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
Esensi dari ketiga kebijakan tersebut adalah proses pelaksanaan kegiatan akademik
yang meliputi: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan
tinggi dituntut untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, efisiensi dan produktivitas
secara terus-menerus dalam melaksanakan kegiatan akademik. Inilah paradigma baru
manajemen perguruan tinggi.Hal tersebut menuntut komitmen tinggi dari para
penyelenggara perguruan tinggi untuk berubah ke arah yang lebih baikdalam
mewujudkan

daya

saing.

Pemahaman

tersebut

menegaskan

perlunya

UNW

melaksanakan penjaminan mutu secara sistematis dan berkelanjutan. Pimpinan UNW


telah mempunyai komitmen untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu internal.

7.1.1 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dapat menjamin


terselenggaranya proses pembelajaran pada program studi yang diusulkan
sehingga dapat dicapai Capaian Pembelajaran (Learning Outcames) yang
telah ditetapkan.
Mutu pendidikan tinggi berarti pencapaian tujuan pendidikan dan
kompetensi lulusan yang telah ditetapkan oleh institusi pendidikan tinggi di
dalam rencana strategisnya, atau kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan
(Crosby, 1979; Salis, 1993).
Penjaminan Mutu (Quality Assurance) adalah keseluruhan aktivitas dalam
berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa mutu layanan yang
diberikan atau produk atau layanan yang dihasilkan selalu konsisten sesuai
dengan yang direncanakan/dijanjikan. Dalam penjaminan mutu terkandung
proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan secara
konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh pihak yang berkepentingan
memperoleh kepuasan.
Sistem Penjaminan Mutu UNW adalah penjaminan mutu yang terdiri dari
bagian-bagian yang saling terkait. Bagian-bagian tersebut adalah: organisasi,
dokumentasi dan siklus implementasi. Secara internal

pengawasan dan

pengendalian kinerja unit dalam perguruan tinggi dilakukan oleh pimpinan unit
masing masing sebagai bagian dari fungsi manajemen.Secara eksternal meliputi
administrasi keuangan , kepegawaian dan proses yang menyangkut tri darma
perguruan tinggi . Tim penjaminan mutu yang terpadu dan independent yang
bertugas mengawasi pelaksanaan keseluruhan program dengan metode Monev
(monitoring dan evaluasi).
a. Tujuan Umum
1. Pendidikan di Program Studi Farmasi diarahkan untuk menghasilkan
lulusan yang cerdas, beriman dan bertakwa, bertanggung jawab terhadap
kesejahteraan

masyarakat,

memiliki

kemampuan

akademik

dan

professional, mampu menerapkan, mengembangkan dan memperkaya


khasanah ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK), berintegritas tinggi serta
berwawasan kebangsaan dan budaya Indonesia, mandiri, kreatif, inovatif
dan berjiwa wirausaha.

2. Institusi mensyaratkan pengelolaan pendidikan yang senantiasa melakukan


peningkatan mutu secara berkesinambungan. Peningkatan mutu ini
dilakukan dengan selalu menjaga terpeliharanya siklus pengelolaan
pendidikan tinggi yang lengkap dan sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Evaluasi terhadap program pendidikan dilakukan secara sistematik,
terstruktur, periodic dan berkesinambungan dengan menggunakan alat ukur
yang diterima masyarakat sesuai dengan standar yang ditentukan dan
dikembangkan dalam kerangka percepatan menjadi salah satu perguruan
tinggi bermutu nasional.
4. Peningkatan mutu pendidikan didasarkan pada lima pilar kebijakan
pengembangan proses pembelajaran yaitu :
Materi pembelajaran lebih didekatkan dengan persoalan nyata, melatih
identifikasi persoalan dan strategi penyelesaian;
Integrasi antar disiplin ilmu yang saling mendukung untuk pemahaman
dan implementasinya;
Perspektif pembelajaran yang berbasis keunggulan nasional. Dengan
meningkatkan kerja sama dengan universitas yang unggul.
b. Penjaminan Mutu Akademik Internal
Sistem Penjaminan Mutu UNW bertujuan untuk:
1. membantu pencapaian visi dan misi UNW melalui penjaminan mutu proses
dan produk akademik UNW;
2. menjamin kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik,
peraturan akademik serta manual mutu akademik;
3. Menjamin kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan
yang ditetapkan di setiap program studi;
4. Menjamin kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar
sesuai dengan spesifikasi program studi;
5. Menjamin relevansi program pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat dengan tuntutan stakeholder;

7.1.2 Pengorganisasian Sistem Penjaminan Mutu Internal

Penjaminan mutu UNW melekat pada struktur organisasi UNW dan berada
pada seluruh tingkatan yaitu, tingkatan universitas, fakultas dan jurusan/bagian,
program studi/konsentrasi studi/bagian. Dengan demikian, penjaminan mutu
merupakan tugas pokok atau tanggungjawab pimpinan universitas, fakultas,
jurusan/bagian, program studi/konsentrasi, dan unit pendukung lainnya.
Implementasi dari tugas pokok dan tanggung jawab pimpinan universitas,
maka dibentuk Unit Penjaminan Mutu Universitas Nahdlatul Wathan (UPMUNW) pada tingkat universitas yang diturunkan secara gradual sampai tingkat
program studi/konsentrasi. UPM UNW membantu pimpinan universitas sebagai
penanggungjawab penjaminan mutu di tingkat universitas. UPM Fakultas
membantu pimpinan fakultas sebagai penanggungjawab penjaminan mutu di
tingkat fakultas.

Gambar 7.1 Struktur UPM UNW Mataram

Struktur organisasi UPM di tingkat fakultas dan GKM di tingkat jurusan/bagian, program
studi/konsentrasi studi/bagian adalah seperti gambar di bawah ini.

DEKAN
Wk.D1, Wk.D2,
Wk.D3

Gambar 7.2 Struktur UPM di Fakultas dan GKM di Jurusan/bagian, program studi/konsentrasi
Studi/Bagian
Tabel 7.1 Penekanan fungsi tiap tingkatan organisasi mutu seperti tersebut di atas berbeda yaitu:

Tingkat universitas

Fungsi manajemen mutu terpadu

Tingkat fakultas

Fungsi jaminan mutu

Tingkat jurusan/bagian, program


studi/konsentrasi studi/bagian

Fungsi pengendalian mutu

Secara umum tugas penjaminan mutu UNW adalah mengawal agar standar
mutu yang ditetapkan dapat dirumuskan dengan benar, dilaksanakan secara tertib,
dan dievaluasi secara berkala untuk peningkatan standar mutu. Rincian tugas
organisasi mutu berbagai tingkatan di UNW terlihat dalam matriks berikut.

Tabel 7.2 Tugas Organisasi Mutu pada Berbagai Tingkatan di UNW

Tingkat

Tugas
a.
b.

Universitas

c.
d.
e.
a.
b.
c.
d.
e.

Fakultas
f.
g.
h.
i.
j.
a.
b.
Jurusan/Bagian,
Program Studi/
konsentrasi
Studi/Bagian

c.
d.
e.
f.

Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu


akademik secara keseluruhan di Universitas NW Mataram;
Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka
pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;
Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;
Melakukan audit dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan
mutu akademik;
Melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan
mutu akademik di Universitas NW Mataram.
Menjabarkan Standar Akademik UNW ke dalam Standar
Akademik Fakultas;
Menjabarkan Manual Mutu Akademik Universitas ke dalam
Manual Mutu Fakultas;
Sosialisasi sistem penjaminan mutu ke semua sivitas
akademika di fakultas yang bersangkutan;
Pelatihan dan konsultasi kepada sivitas akademika fakultas
tentang pelaksanaan penjaminan mutu;
Membahas dan menindaklanjuti laporan dari Gugus Kendali
Mutu Jurusan/bagian, program studi/konsentrasi Studi/Bagian;
Mengkoordinasikan penyusunan evaluasi diri jurusan/bagian,
program studi/konsentrasi studi/bagian;
Mengkoordinasi pelaksanaan evaluasi dan Audit Mutu
Akademik Internal (AMAI);
Mengkoordinasi perbaikan proses belajar mengajar;
Mengirim hasil evaluasi diri jurusan/bagian, program
studi/konsentrasi studi/bagian ke UPM Universitas;
Membantu kebijakan fakultas dalam merumuskan kebijakan
dan standar akademik fakultas.
Melaksanakan dan mengendalikan penjaminan mutu;
Menyusun dan menyempurnakan Spesifikasi Program Studi,
Manual Prosedur dan Instruksi Kerja yang relevan dengan
program studi;
Mengevaluasi pelaksanaan proses pembelajaran;
Merumuskan tindakan perbaikan proses pembelajaran;
Menyusun laporan hasil evaluasi proses pembelajaran;
Menyerahkan hasil evaluasi proses pembelajaran kepada
dekan.

7.1.3 Kebijakan SPMI, Manual SPMI, Standar SPMI, dan Formulir SPMI yang
sesuai dengan SN-Dikti
Perencanaan mutu meliputi penetapan kebijakan mutu dengan membuat
kebijakan akademik, standar akademik dan prosedur untuk mencapai standar
yang telah ditetapkan. Perencanaan tersebut dituangkan dalam dokumendokumen akademis dan dokumen mutu. Dokumen-dokumen yang perlu
dipersiapkan sebagai terlihat pada Tabel 1 berikut.
Tabel 7.3

Perangkat Administrasi Penjaminan Mutu Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Tingkat

Tanggung Jawab/Sasaran

Universitas

Fakultas

Jurusan/Bagian
/ Prog. Studi/
Konsentrasi

Kebijakan Akademik
Universitas
Standar Akademik
Universitas
Peraturan Akademik
Unit Penjamin Mutu
(UPM) Universitas
Universitas
Manual Mutu Akademik
Universitas
Manual
Prosedur
Akademik Universitas
Kebijakan Akademik
Fakultas
Standar Akademik
Fakultas
Peraturan Akademik
Fakultas
Manual Mutu
Akademik Fakultas
Manual Prosedur
Akademik Fakultas

Spesifikasi Program
Studi

Manual Prosedur
Program Studi

Instruksi Kerja

Satuan Kerja

Unit Penjamin Mutu


(UPM) Fakultas

Jurusan/Bagi
an Prodi/
Konsentrasi
UPM

Penanggung
jawab
Pelaksanaan
Sistem
Penjaminan Mutu

Rektor
Ketua UPM
Universitas

Dekan
Ketua UPM
Fakultas

Ketua
Jurusan/ Bagian
Prodi/
Konsentrasi

UPM

Pengertian masing-masing tanggung jawab/sasaran tersebut:


1. Kebijakan Akademik Universitas NW Mataram adalah konsepsi Universitas
NW Mataram yang menyeluruh untuk mengelola dan mengembangkan tatanan
perangkat keras, perangkat lunak, dan sumberdaya manusia yang berkualitas.
2. Kebijakan Akademik fakultas adalah konsepsi sebuah fakultas yang
menyeluruh untuk mengelola dan mengembangkan tatanan perangkat keras,
perangkat lunak, dan sumberdaya manusia yang berkualitas. Konsepsi tersebut
mengacu kepada konsepsi Universitas NW Mataram, tetapi boleh ditambah.
3. Standar Akademik Universitas NW Mataram adalah jabaran dari Kebijakan
Akademik Universitas NW Mataram yang berisikan butir-butir mutu yang
menjadi acuan dalam menyusun rencana, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan
akademik.
4. Standar Akademik Fakultas adalah jabaran dari Kebijakan Akademik Fakultas
dan berisikan butir-butir mutu yang menjadi acuan dalam menyusun rencana,
pelaksanaan dan evaluasi kegiatan akademik. Butir-butir tersebut mengacu
kepada butir-butir mutu Universitas NW Mataram, tetapi boleh ditambah.
5. Manual Mutu Akademik Universitas adalah sebuah dokumen yang berisikan
prinsip tatacara pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal UNW.
6. Manual Mutu Akademik Fakultas adalah sebuah dokumen yang berisikan
prinsip tatacara pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada fakultas.
Manual Mutu Akademik Fakultas tersebut mengacu kepada Manual Mutu
Akademik Universitas NW Mataram, tetapi boleh ditambah.
7. Manual Prosedur Akademik Universitas merupakan dokumen yang bertalian
erat dengan dokumen Manual Prosedur Universitas. Dokumen ini berisikan
pedoman teknis Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal UNW.
8. Manual Prosedur Akademik Fakultas merupakan dokumen yang bertalian erat
dengan dokumen Manual Prosedur Fakultas. Dokumen ini berisikan pedoman
teknis Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di fakultas.
9. Spesifikasi Program Studi adalah dokumen yang berisikan ciri khas sebuah
program studi yang membedakan dengan program studi yang lain.

10. Manual Prosedur (MP) Program Studi/Bagian adalah Standar Operating


Procedure (SOP) untuk mencapai standar mutu yang telah ditetapkan.
Dokumen ini berisikan prosedur pelaksanaan kegiatan.
11. Instruksi Kerja berisikan tatacara teknis melaksanakan atau melakukan
sesuatu.
7.1.4 Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal
1. Mekanisme Pelaksanaan
Sistem Penjaminan Mutu Akademik UNW dilaksanakan dengan
pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action atau Rencanakan, Laksanakan,
Cek dan Tindakan Perbaikan). Pendekatan ini populer disebut sebagai siklus
penjaminan mutu. Gambar berikut memperlihatkan siklus penjaminan mutu
UNW berdasarkan pendekatan PDCA.

Gambar 7.3 Siklus Penjaminan Mutu di UNW Mataram

Siklus implementasi sistem Penjaminan Mutu dimulai dengan


membuat perencanaan mutu meliputi penetapan standar yang menjadi

acuan dalam melaksanakan kegiatan akademis (plan).


Setelah standar-standar ditetapkan, maka standar tersebut dilaksanakan
dalam suatu waktu tertentu (do).

Kemudian dilakukan pengecekan (check) minimal 2 (dua) kali dalam


setahun untuk mengetahui apakah pelaksanaan telah sesuai atau belum

dengan melakukan audit atau evaluasi.


Apabila pelaksanaan belum sesuai dengan yang direncanakan, maka
dilakukan tindakan koreksi (action) untuk memastikan hal yang tidak
sesuai menjadi sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Setelah
semua yang direncanakan selesai dilakukan maka satu siklus penerapan
Sistem Penjaminan Mutu selesai dan dilakukan siklus berikut untuk
menerapkan standar yang lain. Siklus ini dilakukan secara terus
menerus.
2. Pelaksanaan Penjaminan Mutu
a. Penjaminan mutu Universitas Nahdlatul Wathan dilakukan secara
berjenjang dari tingkat universitas sampai tingkat pelaksanan operasional
b. Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua, Sekretaris, dan seluruh jajaran UPM
merupakan pelaksana program yang bertanggung jawab atas pelaksana
program dan tercapainya sasaran mutu serta terlaksananya pengawasan
kualitas layanan di setiap unit kerjanya.
c. Internal audit sebagai bagian dari penjaminan mutu, melakukan audit
kepada seluruh unit dalam rangka melaksanakan kepatuhan kepada
prosedur, ketentuan, perjanjian dan peraturan perundangan yang berlaku.
d. Hasil internal audit sebagai umpan balik untuk melakukan penyesuaian
sasaran mutu, standard dan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan
agar tetap berjalan.
e. Anggaran untuk pelaksanaan proses penjaminan mutu dibebankan pada
anggaran Universitas Nahdlatul Wathan
f. Membuat dan menyampaikan laporan secara tertulis kepada rektor setiap
akhir tahun
3. Dampak Sistem Penjaminan Mutu Internal Dalam Peningkatan Kualitas
Program Di Institusi
Prodi sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan SPMI di UNW pada
tahap awal perlu diberi bimbingan dan bantuan tekhis (bantek) dalam hal
memahami makna sistem penjaminan mutu internalnya sehingga akan
memudahkan dalam membuat dokumen akademik maupun dokumen mutu.
Peran bantek sangat penting untuk membangun sistem dokumentasi yang baik
dalam mendokumentasikan semua kegiatan, mulai perencanaan, pelaksanaan,

monitoring dan evaluasi yang ada di prodi. Prodi sangat diuntungkan dan
terbantu dengan adanya SPMI untuk melakukan peningkatan mutu prodi.
7.1.5 Sistem Monitoring Dan Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal
1. Monitoring
Pelaksanaan perencanaan mutu yang telah ditetapkan harus dimonitor
dan dievaluasi (terdiri dari audit, asesmen dan evaluasi) secara berkala (pada
tahap awal ini minimal setiap satu tahun) untuk mengetahui kesesuaian antara
pelaksanaan dengan perencanaan dan untuk mengetahui penyebab-penyebab
ketidaksesuaian pelaksanaan dengan perencanaan. Audit, asesmen dan
evaluasi mutu akademis untuk standar mutu yang ditetapkan sendiri disebut
sebagai Monitoring dan evaluasi internal (Monevin) atau Audit Mutu
Akademik Internal (AMAI).
Audit Mutu Akademik Internal dilakukan oleh auditor yang terlatih dan
dikelola oleh Koordinator Program AMAI. Di Universitas NW Mataram
Koordinator Program AMAI pada tahap awal ini terpusat pada tingkat
Universitas dan berada di bawah UPM Universitas.
Pimpinan fakultas dan program studi/bagian harus meminta Koordinator
Program AMAIuntuk mengaudit program studi. Koordinator Program AMAI
kemudian menunjuk sebuah Tim AMAI terdiri dari beberapa orang auditor
untuk melaksanakan tugas audit sebuah unit atau program studi pada rentang
waktu tertentu. Untuk mewujudkan obyektivitas, pada dasarnya, audit unit
atau program studi/bagian tidak dilakukan oleh auditor yang berasal dari
unit/program studi yang sama dengan asal auditor, melainkan akan dilakukan
secara silang oleh auditor yang berasal dari latar belakang akademis yang agak
bersamaan tetapi berasal dari program studi yang berbeda. Umpamanya, audit
Program Studi Ilmu Administrasi dilakukan oleh auditor yang berasal dari
Program Studi Ilmu Administrasi Negara.
Agenda monitoring :

Memastikan setiap kegiatan dan atau layanan direncanakan secara lengkap


mencakup sasaran kegiatan yang akan dicapai dan metode yang diperlukan

untuk memastikan tercapai sasaran


Melaksanakan setiap tahapan kegiatan/layanan sesuai dengan metode yang
sudah ditetapkan

Melakukan pendataan dan atau pemantauan terhadap pelaksanaan metode


Melakukan pengukuran terhadap kinerja yang dicapai
Melakukan analisa peningkatan/penurunan terhadap hasil pemantauan dan
pengukuran dengan menggunakan formulir analisis pemantauan

pengukuran hasil layanan


Menetapkan status terhadap kondisis layanan yang ada
Menetapkan rencana tindakan perbaikan terhadap layanan yang tidak

mencapai hasil
Mengajukan analisis dan action plan kepada ketua BPM untuk
mendapatkan persetujuan, khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan
sumber daya

2. Evaluasi Diri
Evaluasi diri dilaksanakan oleh unit pelaksanaan akademik ditingkat
program studi maupun tingkat fakultas. Evaluasi diri tingkat program studi
dilaksanakan setiap satu tahun, sedangkan untuk fakultas setiap dua tahun
sekali. Evaluasi diri program studi diyakini sebagai cara yang tepat untuk
meningkatkan kualitas akademik dari program studi. Untuk membantu
program studi mempersiapkan pertanyaan evaluasi diri, menjawabnya dan
menilai kondisi program studi. Instrumen ini disusun terutama untuk
mengevaluasi proses pembelajaran dan telah digunakan dalam satu siklus
audit mutu akademik internal.

BAB VIII
KESIMPULAN
Pengembangan keilmuan dalam Prodi Farmasi sebagai acuan utama pengembangan
kurikuluam difokuskan pada hal-hal berikut: 1) kajian dibidang isolasi, sintesis, uji
bioaktivitas; 2) kajian produksi dan kontrol kualitas sediaan farmasi, bahan baku dan
fitofarmaka; 3) kajian dibidang analisis sediaan farmasi, makanan dan senyawa kimia
tubuh; 4) kajian Farmasi

yang mendasarkan pada konsep sustainable development yang

belum dikembangkan di Indonesia.5) kajian bidang pelayanan farmasi dan komunitas.


Kurikulum Prodi Farmasi berbeda dengan kurikulum prodi yang telah ada. Profil
lulusan Prodi Farmasi secara umum yaitu: 1) Memiliki kemampuan mengidentifikasi,
menganalisis, dan menyelesaikan masalah dalam ilmu kefarmasian; 2) Memiliki kemampuan
dalam pengembangan dan penjaminan mutu sediaan farmasi; 3) Memiliki kemampuan untuk
mendukung pelayanan kefarmasian yang berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan
dan etika kefarmasian; 4) Memiliki kemampuan untuk melakukan penelusuran, pengkajian,
dan penyampaian informasi obat; 5) Memiliki karakter unggul untuk berperan sebagai
pemberi layanan, pengambil keputusan, komunikator, pemimpin, manajer, pembelajar
sepanjang hayat, pendidik, peneliti, serta wira- usahawan.
Sedangkan profil lulusan Prodi Farmasi secara khusus yaitu : 1) Memiliki kemampuan
dasar dalam mengelola suatu apotek atau PBF meliputi kemampuan managerial pengelolaan
obat , keuangan dan Marketing; 2) Mampu secara sistematis memecahkan permasalahan
dalam suatu apotek, Puskesmas,Balai Besar POM, Dikes atau RS; 3) Merencanakan,
menghasilkan dan mengembangkan berbagai produk obat tradisional yang berasal dari alam;
4) Memiliki kemampuan dalam KIE dalam kaitan peningkatan pelayanan kefarmasian yang
berkualitas 5) Memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha kefarmasian sehingga
dapat menjadi lebih berkembang.
Sumber Daya Manusia (dosen) yang disediakan untuk Program Studi Farmasi UNW
Mataram sebanyak 17 dosen yang berkualifikasi S-2. Pemetaan pengampu mata kuliah juga
sudah disesuaikan kompetensi dan substansi kepakaran dosen yang ada. Ketersediaan
sumber daya pendukung (tenaga administrasi dan laboran), sarana perkuliahan, media
pembelajaran, perpustakaan, dan laboratorium juga mencukupi standar minimal
pemenuhan tenaga administasi dan tenaga laboran. Pengembangan dosen, tenaga
administrasi, laboran dan sarana prasarana lain direncanakan setiap tahun sesuai dengan target
input mahasiswa.
Sistem penganggaran di UNW Mataram menganut sistem anggaran berbasis kinerja.
Dimana penyusunan anggaran dilakukan ditingkat unit kerja. Unit kerja menyusun anggaran
berdasarkan program kerja tahunan yang akan dijalankan yang selaras dengan visi, misi dan
tujuan UNW Mataram. Program kerja terdiri atas beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan
dimana kegiatan tersebut harus jelas dari sisi tujuan, waktu pelaksanaan dan benar-benar
bermutu dalam hal ini bisa meningkatkan mutu.

Untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi manajemen keuangan UNW Mataram


setiap tahun dilakukan audit Internal. Audit dilakukan atas laporan keuangan tahunan fakultas
dan Universitas yang terdiri atas Neraca, Laporan Laba Rugi dan Arus Kas. Cash flow UNW
Mataram cukup baik, dan mampu menunjang penyelenggaraan prodi baru. Unit Cash
ditentukan berdasarkan analisis detail terkait kebutuhan langsung dan kebutuhan tidak
langsung institusi dan prodi farmasi.
Manajemen akademik ditingkat Universitas mempunyai dasar penyelenggaraan yang
baik. Prosedur pembukaan dan penutupan prodi di atur dengan prosedur yang jelas dan
mekanisme yang ketat. Pengembangan sumberdaya manusia, khususnya karir dan prestasi,
perlu direncanakan secara sistematis, selaras dengan perjalanan institusi yang sesuai dengan
prestasi dan minat individual, serta memperhatikan peluang-peluang yang ada dalam
lingkungan dan bidang ilmu masing-masing.
Sistem penjaminan mutu Insitusi dan prodi berjalan dengan baik. Penerapan standar
dan prosedur mutu melalui tahapan prosedur kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
dalam dokumen SOP dan proses implementasi SPMI telah sosialiasikan dan dijalankan secara
bertahap oleh semua civitas akademik UNW Mataram. Hal-hal yang telah dilaksanakan SPMI
diantaranya: 1) pelaksanaanEvalusi kinerja dosen dan pelaksanaan reward terhadap kinerja
dosen dilakukan setiap semester; 2) pelaksanaan Evaluasi perkuliahan dengan melibatkan
mahasiswa juga dilakukan di akhir semester, 3) melakukan evaluasi perkulihan di setap
akhir semester, 4) melakukan lesson study dan pengembangan materi perkuliahan, 5)
mengevaluasi SAP dan perngkat pembelajaran, 6) melakukan tracer studi untuk evaluasi
kurikulum dan kompetensi lulusan, 7) menyusun dan mengembangkan pedoman lain yang
terkait dengan kontrol dan pengembangan akademik, Setiap prodi di lingkungan UNW
Mataram harus memeiliki standar operasional prosedur, analisis jabaran dan program
peningkatan kompetensi manajerial, rentsra Program Studi.
Keberlanjutan pelaksanaan Program Studi Farmasi mempunyai peluang yang
menjanjikan, disebabkan oleh beberapa hal:
1. Minat prodi Farmasi sangat tinggi sesuai dengan survey yang dilakukan oleh Tim Pendiri
UNW Mataram pada bulan Maret 2014
2. Perguruan Tinggi pesaing untuk di L o m b o k yaitu Universitas Mataram.
3. Dukungan kerjasama yang representative dengan Universitas Mataram, Universitas
Hasanudin Makasar, Universitas Udayana, dan Poltekes Malang.

4. Dukungan beasiswa dari berbagai lembaga menambah kekuatan FARMASI dalam


menjalankan pembelajaran.
5. Dukungan dana yang berbasis kinerja dan komitmen untuk menyelenggarakan pendidikan
S1 Farmasi yang berkualitas.
Dengan kesiapan berbagai aspek, yaitu; 1) aspek kemanfaatan dan keunggulan Prodi yang
mempunyai karakteristik tersendiri; 2) penyusunan kompetensi lulusan yang baik, roadmap
keilmuan yang jelas, profil lulusan yang terukur, dan Strategi yang baik untuk mecapai target
pembelajaran; 3) sumber daya manusia dan sarana prasarana yang tercukupi serta perencaan
pengembangan yang baik; 4) keberlanjutan tentang input 5) sistem pendanaan yang kridebel;
6) sistem manajeman yang tertata dengan baik, serta 7) sistem penjaminan mutu yang
berjalan dengan baik, maka Program Studi FARMASI yang diusulkan layak dibuka dan
dapat terselenggara secara berkelanjutan.

Anda mungkin juga menyukai