Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

KEGIATAN KEDOKTERAN KELUARGA


TUGAS SISTEM KEDOKTERAN KOMUNITAS

Dosen Pembimbing
dr. Pitut Aprilia

Oleh :
Nadia Resha Rahestha

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2016

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah SWT, Shalawat dan Salam kami panjatkan bagi Nabi Besar
kita Nabi Muhammad SAW. Dalam mengikuti kegiatan Sistem Kedokteran Komunitas dan
Kedokteran Keluarga kami sebagai Mahasiswa di tuntut agar bisa memahami dan
menerapkan ilmu tersebut dalam praktik kedokteran nanti setelah menyelesaikan masa
pendidikan di bangku perkuliahan.
Penulis berharap semoga hasil dari laporan ini dapat bermanfaat bagi diri penulis
sendiri dan orang lain, sehingga diharapkan lebih banyak masyarakat yang lebih sadar bahwa
setiap pekerjaan memiliki resiko dan potensi bahaya. Bahwa penting sekali dalam melakukan
pekerjaan diperhatikan aspek-aspek yang dapat melindungi diri sehingga tidak membawa
dampak penyakit dimasa mendatang sehingga produktivitas dapat terganggu dan biaya untuk
berobat / perawatan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh dari tempat kita bekerja.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga, dosen-dosen
pembimbing dan sahabat sahabat di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah
Jakarta.

Penulis

Jakarta Mei 2013

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kedokteran yang bermutu dan manusiawi


sudah tidak dapat di tunda lagi. Hal ini mengingat bahwa pelayanan kedokteran meskipun
berkembang pesat, tetapi semakin terkotak-kotak dengan munculnya berbagai spesialisasi dan
subspesialisasi. Lebih parah lagi, semakin berkembangnya komersialisasi pelayanan
kesehatan dan kedokteran, menurunnya etos profesionalisme serta banyak di temukan
berbagai pelanggaran norma dan etika kedokteran.
Pelayanan kuratif yang dianggap lebih menguntungkan justru berkembang pesat.
Pendekatan yang di anut lebih ke arah pendekatan individu, salah satunya adalah Ilmu
Kedokteran Kerja, sebenarnya Ilmu Kedokteran Kerja hampir sama dengan ilmu kedokteran
biasa hanya saja dalam ilmu kedokteran kerja ini digunakan kemampuan untuk melihat
potensi dan faktor resiko dari pekerjaan yang dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja
,serta dibutuhkan improfisasi dalam melakukan kedokteran kerja.
Penyakit dalam Keluarga
Prinsip dalam kedokteran keluarga adalah pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga,
merupakan serangkaian kegiatan pelayanan medik dan kesehatan yang terencana, terarah,
untuk menggali, meningkatkan dan mengarahkan peran serta keluarga agar dapat
memanfaatkan potensi yang ada guna menyembuhkan anggota keluarga dan menyelesaikan
maslah kesehatan keluarga yang mereka hadapi. Dalam pendekatan ini diberdayakan apa
yang dimiliki oleh keluarga anggota keluarga untuk menyembuhkan dan menyelesaikan
masalah keluarga. Hal ini dilakukan bila memahami profil dan fungsi keluarga.

Hasil Pengamatan Terhadap Keluarga


1.
2.
3.
4.

Jenis Pengamatan
Cara Pengamatan
Waktu Pelaksanaan
Lokasi

: Kunjungan
: Wawancara dan laporan
: Minggu, 14 Januari 2015
: Jl. Wates Pakulonan, Serpong, Tangerang Selatan

BAB II
PEMBAHASAN
A. STATUS KESEHATAN PASIEN
I.
Identitas Penderita
a. Nama
b. Usia
c. Kedudukan dalam keluarga
d. Jenis Kelamin
e. Pendidikan terakhir
f. Pekerjaan
g. Status Perkawinan
II.

: Turyadi
: 63 tahun
: Kepala keluarga
: Laki-laki
: SMA
: Wiraswasta
: Menikah

Riwayat Penyakit
1.Keluhan Utama : Bercak putih sejak 3bulan yang lalu.
2.Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan
terdapat bercak keputihan sejak 3bulan yang lalu, awalnya bercak keputihan
terdapat pada paha dan semakin lama semakin melebar hingga hampir seluruh
tubuh. 1bulan terakhir pasien mengatakan terasa baal pada kedua tangan dan
kakinya. Pasien mengatakan bahwa pasien sering merasa haus, sering terasa
lapar dan sering buang air kecil pada malam hari sebanyak 3x.
3.Riwayat Penyakit Terdahulu : DM sejak 10 tahun yang lalu
4.Riwayat Penyakit Keluarga : Sebelumnya dikeluarga tidak ada yang
menderita sakit yang sama
PEMERIKSAAN LAB terakhir : GDS = 310 mg/dl

B. PROFIL KELUARGA DAN STRUKTUR


1. Profil Keluarga
Jumlah Anggota Keluarga
inti
Nama

6 orang
Ayah : Turyadi
Ibu : Molilah

63 tahun, kepala keluarga


59 tahun

Anak :
- Yasmin
- Ratna

30 tahun
27 tahun
25 tahun

- Dika
Pekerjaan
Kewarganegaraan

Ayah
Ibu
Anak
WNI

Wiraswasta
Ibu rumah tangga
Mahasiswa/pelajar

Sudah berkeluarga selama

30 tahun

berapa tahun
Tempat tinggal

Rumah Pribadi (Gg.

Sejak tahun 1989 (27

Musola al-ikhsan wates

tahun)

pakulonan, Tangerang
Agama
Pendidikan terakhir

selatan)
Islam
Ayah
Ibu

SMA
SMA

2. Struktur Keluarga
Bentuk keluarga :
Keluarga tradisional (keluarga inti)
Siklus kehidupan keluarga :
The launching family
C. FUNGSI
1. Fungsi Biologis
Pola asuh yang diterima ayah : otoriter
Pola asuh yang diterima ibu : demokratis
Pola asuh yang diterapkan pada anak : otoriter-demokratis
2. Fungsi Psikologis
Tercipta rasa aman sesama anggota keluarga untuk saling melindungi
3. Fungsi Sosial
Orang tua merawat dengan penuh kasih sayang dalam tumbuh kembang anak
Orang tua sebagai figur dalam hal baik bagi anak
Orang tua sebagai aktor dalam mensosialisasikan berbagai perilaku
Orang tua mensosialisasikan berbagai aturan ketika berhubungan dengan
orang lain
Orang tua membiasakan anak untuk bertanggung jawab pada pekerjaannya
4. Fungsi Ekonomi
Menengah ke atas, kebutuhan seluruh anggota keluarga terpenuhi
5. Fungsi Adaptasi
Belum ada perubahan bentuk keluarga
Tidak ada disfungsi anggota keluarga
Llingkungan hidup keluarga dengan tetangga baik
Perilaku kesehatan keluarga baik (tidak ditemukan rokok, botol minum)
D. DIAGNOSIS KELUARGA
INPUT
Keluarga inti dengan 3
anak
Kepala keluarga
menderita lepra dan

PROSES

OUTPUT

Pengetahuan/ilmu

Kepala keluarga tidak

OUTCOME
Derajat kesehatan

sosial tentang

mengetahui penyakit

kepala keluarga

penyakit kurang baik

yang diderita olehnya

kurang

maupun anggota

optimal,aktivitas

DM

keluarganya

Pengaruh penyakit pada keluarga

keluarga terganggu

Pengaruh keluarga pada penyakit

Bila ada anggota keluarga yang menderita

Keluarga sebagai unit terkecil dalam

Lepra dan DM maka terjadi masalah

masyarakat sehingga penyakit dalam

kesehatan dalam keluarga dikarenakan

keluarga merupakan masalah masyarakat

Lepra dan DM

keseluruhan

Ketidaknyamanan dalam lingkungan

Keluarga adalah pusat pengambilan

keluarga

keputusan kesehatan yang penting yang


dapat membantu proses penyembuhan
penyakit

Mempengaruhi produktivitas keluarga

Keluarga merupakan wadah atau saluran


yang efektif untuk menyampaikan pesanpesan kesehatan

E. GENOGRAM KELUARGA
Fajar

Martini

Tohari

Rahma

Nita

Turyadi (Lepra+DM)

Molilah

Komar

Ida

Hasan

F. ASPEK PERUMAHAN
a.Aspek
perumahan.
Yasmin

Ratna

1. Luas tanah : 11 x 12 m.
2. Luas bangunan : 6 x 10 m, 2 ruang tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang tamu.

3. Lantai : Keramik.
4. Atap : Genteng
5. Ventilasi : Baik
6. Pencahayaan : Baik
7. Temperatur : Sejuk
8. Kelembapan : Baik
9. Kebisingan : Tidak bising
10. Fasilitas dalam rumah sehat
Fasilitas

Ya

PAM

Pembuangan tinja

Pembuangan air limbah

Pembuangan sampah

Fasilitas dapur

Ruang keluarga

Tidak

G. PHBS
Aspek perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS)
Indikator PHBS

Ya

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2. Memberikan ASI Eksklusif

3. Menimbang balita setiap bulan

Tidak

4. Memberikan imunisasi balita sesuai jadwal

5. Menggunakan air bersih

6. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

7. Menggunakan jamban sehat

8. Memberantas jentik di rumah 1x tiap minggu

9. Makan buah dan sayur setiap hari

10. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

11. Tidak merokok di dalam rumah

H. PENATALAKSANAAN
Gejala Klinis

Bercak keputihan yang semakin meluas hingga seluruh tubuh,


disertai dengan rasa baal pada tangan dan kaki, sering merasa
haus, sering merasa lapar, sering buang air kecil pada malam
hari.

Diagnosis
Terapi

Lepra dan Diabetes Melitus


1. Diet dengan pembatasan kalori
2. Olahraga yang teratur
3. Antikusta oral : rifampisin
4. Antidiabetik

oral

klorpropamid,

glibenklamid,

metformin
Yang Dilakukan
Dokter Keluarga

1. Tindakan yang dilakukan meliputi tindakan terhadap


pasien, keluarga dan lingkungan
2. Lakukan edukasi terhadap keluarga mengenai diabetes
melitus (penyebab, gejala, terapi) serta pencegahannya

3. Penyuluhan mengenai diabetes melitus pada para warga


Rujukan

Pencatatan dan

Isi :

Pelaporan
a. Genogram
b. Family Folder
Rekam Medis :
a. Identitas pasien
b. Pemeriksaan fisik
c. Diagnosis / masalah
d. Tindakan / pengobatan
e. Pelayanan lain yang telah diterima pasien
Tindakan Promotif

Lakukan penyuluhan kepada masyarakat dan komunitas


kesehatan tentang diagnosis dini dan cara pengobatan pasien
DM serta cara pencegahannya

Tindakan Preventif

1. Mengurangi makanan fast food


2. Memperbaiki pola makan (4 sehat 5 sempurna)
3. Rutin berolahraga

BAB III
KESIMPULAN & SARAN
A. Kesimpulan
Pada keluarga ini, penyusun mengambil kesimpulan kepala keluarga tersebut
terkena penyakit lepra dan diabetes melitus karena kurangnya sosialisasi tentang
penyakit lepra dan diabetes mellitus dan pola makannya yang tidak terkontrol.
Anggota keluarga yang lain juga bisa mengalami hal yang serupa bila keluarga
tersebut tidak merubah kebiasaan makannya yang buruk. Tetapi dari aspek lainnya
seperti fungsi keluarga, perkembangan kehidupan, aspek psikososial, aspek
perumahan, sosial ekonomi, PHBS dan pendidikan keluarga ini sudah termasuk dalam
kategori baik.
B. Saran
Pasien dengan penyakit diabetes melitus harus lebih memperhatikan faktor pola
makan. Sebaiknya seluruh anggota keluarga mengganti pola makan menjadi lebih
bergizi dan melakukan olahraga secara rutin.

LAMPIRAN KEGIATAN
Foto-foto kegiatan