Anda di halaman 1dari 29

PERBANDINGAN ANTARA GLYBURIDE

DAN INSULIN PADA WANITA DENGAN


DIABETES GESTASIONAL
Nama:Hanif Putra Gunadi
Pembimbing: dr. Hascaryo Nugroho, Sp.Pd

Abstrak
Latar belakang
Wanita+diabetes sulfonylurea
efek teratogenik dan hipoglikemi neonatal
Tetapi
ada
beberapa
informasi
tentang
kemanjuran obat ini pada beberapa wanita.

Metode
404 wanita+kehamilan tunggal dan DM gestasional
pada kehamilan antara 11-33 minggu kehamilan
(acak) glyburid atau insulin (protokol pengobatan
intensif)
Tujuannya utama untuk mencapai tingkat kontrol
glikemik, tujuan kedua untuk melihat komplikasi ibu
dan bayi.

Hasil
means (SD) sebelum diterapi: (P = 0,33)
konsentrasi glukosa darah (1 minggu)
114 19 mg/dl (glyburide)
116 22 mg/dl (insulin)

Konsentrasi mean selama pengobatan: (P = 0.99)


105 16 mg/dl (glyburide)
105 18 mg/dl (insulin)

makrosomia, didefinisikan sebagai berat lahir


4000 gram atau lebih (7 % dan 4 %),
komplikasi paru-paru (8 % dan 6 %),
hipoglikemia (9 % dan 6 %),
dirawat di unit perawatan intensif neonatal (6 % dan 7
%),
dan anomali janin (2 % dan 2 %).
glyburide tidak terdeteksi dalam serum dari setiap
bayi dalam kelompok glyburide.
Kesimpulan, pada wanita dengan diabetes gestasional,
gliburide secara klinis adalah alternatif untuk terapi
insulin.

Penatalaksanaan untuk kontrol glikemik pada wanita


hamil dengan diabetes adalah terapi diet
penambahan insulin dapat diberikan bila diet tidak
cukup
Beberapa institusi merekomendasikan bahwa obat
sulfonilurea tidak diberikan selama kehamilan karena
menjadi penyebab potensi hipoglikemia neonatal
dan anomali pada janin

studi yang menunjukan glyburide tidak dapat


melewati plasenta manusia dalam jumlah yang besar,
berbeda dengan obat sulfonilurea dan metformin.
Atas dasar temuan ini dan hiperglikemia relatif ringan
di sebagian besar wanita hamil dengan diabetes
gestasional, kita berhipotesis bahwa glyburide
mungkin menjadi alternatif untuk terapi insulin
pada wanita dengan diabetes gestasional

metode
Subjek
1. 404 wanita di klinik kesehatan ibu di San
Antonio, Texas.
2. Wanita hamil di screning untuk pemeriksaan
diabetes selama satu jam, dengan diberi 50
gram glukosa oral.
3. Wanita yang memiliki konsentrasi glukosa
plasma di atas 130 mg/dl pada satu jam
menjalani 100 gram tes toleransi glukosa oral.
4. Wanita dengan dua atau lebih nilai abnormal
glukosa plasma didiagnosis diabetes gestasional.

Penelitian ini terbatas pada :


wanita dengan kehamilan tunggal dan diabetes
gestasional
konsentrasi glukosa puasa plasma pada hari pengujian
toleransi glukosa oral setidaknya 95 mg/dl dan kurang
dari 140 mg/dl
berada pada 11-33 minggu kehamilan.

Wanita dengan konsentrasi glukosa plasma puasa <


95 mg/dl awalnya diobati dengan diet, atau
konsentrasi glukosa plasma postprandial mereka
setidaknya 120 mg/dl

Pada awal kunjungan, secara rinci diperoleh yang


termasuk data demografis, latar belakang etnis,
sejarah sosial, dan ringkasan informasi kandungan dan
medis masa lalu
Wanita dengan BMI sebelum kehamilan 27,3 atau
lebih dianggap obese.

Maternal assessment and


treatment
Semua wanita diberikan dengan standar nutrisi untuk
3 4 kali makan sehari. diet dievaluasi dan kunjungan
tiap minggunya di klinik.
Diet dibuat dengan memberikan 25 kcal/kg BB untuk
wanita obese dan 35 kcal/kg untuk wanita non-obese.
Dengan 40-45% kalori dari karbohidrat.
Wanita yang menerima insulin, diberi dosis 0.7 unit/kg
dari BB kurang lebih 3x sehari yang bertambah setiap
minggunya jika perlu.
Wanita dengan kelompok pengobatan glyberide 2,5mg
oral tiap pagi. Bila perlu dosis glyberide ditambahkan
pada minggu-minggu selanjutnya 2.5mg-5mg. Total 20
mg bila perlu sampai mencapai kontrol gula.

Perawat menginstruksikan wanita untuk mengukur


gula darahnya dengan glucometer 7x setiap hari.
(tengah malam, puasa, sebelum makan, 2 jam setelah
makan dan saat tidur).
Pasiennya mulai dites dengan glukosa 1 minggu
sebelum diterapi pertama kali. Tambahan lagi,
hemoglobin glukosalisilat dan serum c peptida diukur
selama waktu ini dan tes hemoglobin glukosalisilat
diulangi pada trimester ketiga.
glukosa darah diukur dengan glukometer secara terus
menerus pada tiap kali kunjungan setiap minggu.

Tujuan pengobatan ini tercapai dengan rata-rata


konsentrasi gula darah 40-105 mg/dl, konsentrasi
kadar gula darah puasa dari 60-90 mg/dl,
prepandrial konsentrasi gula darah dari 80-95
mg/dl dan konsentrasi gula darah post-pandrial
<120mg/dl
Tiap kali kunjungan, mengevaluasi nilai gula darah
dan bila perlu menambah dosis insulin dan glyberide
yang diinginkan untuk mencapai tujuan.

Fetal and Neonatal Assessment


Usia gestasi ditentukan dari awal menstruasi
dihubungkan dengan pemeriksaan vagina. USG
dipakai sebelum usia kehamilan 20 minggu, itu
digunakan untuk menentukan usia kehamilan.
Saat kelahiran, seluruh neonatal dievaluasi. Bayi
dengan kelahiran besar >90 persentil dianggap besar
dan mereka dengan berat <10 persentil dianggap
gestasi kecil.
Neonatal respiratory termasuk keberadaan / penyakit
tidak adanya membran hialin dan takypneau
sementara. Diagnosis dari penyakit membran hialin
berdasarkan dari kriteria.

Masing-masing bayi diukur kadar insulin pada serum dan


glukosa di heel blood paling tidak 3x selama 1 jam
pertama setelah kelahiran. kemudian setiap 30 menit-4
jam.
Hipoglikemi didefinisikan saat itu ketika ada nilai gula
darah teratur 40 mg/desiliter (2.2mmol/liter) atau kurang.
Hiperalbuminemia didefinisikan dengan serum bilirubin
minimal 12 mg/desiliter (205 mmol/liter) serum bilirubin
secara klinis dibuktikan apabila anak mengalami penyakit
kuning.
Hematokrit diukur dalam ikatan darah dari bayi. Dan
polisitemia didefinisikan dengan hematokrit >60%.
Hiperkalsemia ditetapkan dengan serum calcium diukur
secara klinis dengan 7,0 mg/desiliter (1.8 mmol/liter) atau
kurang.

Laboratory Analysis
Serum insulin diukur di double-antibody
radioimmunoassay.
Sensitifitas dari assay adalah 1 mu/mm, dan variasi
koefisien dari interaassay dan intraassay adalah 3,9%
dan 5,6%.
Glyburide diukur pada serum dengan high
performance liquid chromatography dengan deteksi
sinar UV. Batas deteksi dengan metode ini adalah 10
mg/mm.

Statistical Analysis
Analisis ditunjukan berdasarkan pemberian
intensif.
Chi-square digunakan untuk membandingkan data
kategorik antara 2 pengobatan
t-test untuk membandingkan data numerik.

RESULTS (Maternal Outcomes)


Dari 404 perempuan yang terdaftar dalam
penelitian ini, 201 ditugaskan untuk menerima
glyburide dan 203 untuk menerima insulin.
Para wanita berkisar di usia 18-40 tahun.
Sekitar 83 persen Hispanik, sebagian besar
Meksiko Amerika, 12 persen berkulit putih nonHispanik, dan 5 persen berkulit hitam.

Tabel 1
Tidak ada perbedaan yang bermakna antara
kedua grup pada karakteristik dengan uji chisquare atau t-test.
BMI (body mass indeks) berat dalam kilogram dan
tinggi dalam meter
Value glukosa plasma. Glukosa dalam milimol per
liter (0,056)
konversi value C peptide dalam nanomili per liter
(0,33)
rata-rata insulin dari diagnosis kelahiran.
Berdasarkan berat sebelum hamil ke berat akhir
selama minggu akhir sebelum kelahiran. Value
untuk berat dalam kilogram (2.2)

value means (SD)


value hasil kalkulasi dari two-tailed t-test
glukosa darah di rumah selama periode satu minggu. Value
glukosa milimol per liter (0,056)

value means (SD)


value hasil kalkulasi dari two-taild t-test
glukosa darah rata-rata yang diukur selama
kehamilan. Value glukosa milimol per liter
(0,056)
tes diukur pada akhir trimester 3

139 perempuan kelompok glyburide (69 %) dan 146 wanita


kelompok insulin (72 %) telah puasa dengan konsentrasi
glukosa plasma minimal 95 mg per desiliter. Konsentrasi
glukosa darah harian dan nilai-nilai glycosylat hemoglobin sama
pada kedua kelompok sebelum dan selama pengobatan (Tabel
2 dan 3).
Mean ( SD) konsentrasi glukosa plasma glyburide adalah 102
24 mg per desiliter (5,7 1,3 mmol per liter) pada kelompok
glyburide dan 99 22 mg per desiliter (5,5 1,2 mmol per
liter) pada kelompok insulin.
ada hubungan yang kuat antara nilai-nilai tersebut dengan nilainilai glukosa darah (r = 0,96, P <0,001); 165 perempuan dalam
kelompok glyburide (82 persen) dan 179 wanita dalam
kelompok insulin (88 persen).
Dalam delapan wanita dalam kelompok glyburide (4 persen),
dosis maksimal gagal menghasilkan kontrol glikemik yang baik,
dan wanita-wanita yang beralih ke terapi insulin. Empat
perempuan dalam kelompok glyburide dan 41 perempuan pada
kelompok insulin memiliki konsentrasi glukosa darah di bawah
40 mg per desiliter (2,2 mmol per liter) (P =0,03).
Insiden preeklampsia dan tingkat operasi caesar adalah serupa
pada kelompok glyburide dan kelompok insulin (6 persen vs 6
persen dan 23 persen vs 24 persen, masing-masing).

Hasil Neonatal
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua
kelompok dalam hasil perinatal (Tabel 4). Dari
wanita menjadi dua kelompok sesuai dengan
konsentrasi glukosa darah (setidaknya 106 mg
per/dl dan tidak lebih dari 105 mg/dl) tidak
menemukan adanya perbedaan hasil.
Di antara bayi yang lahir dari wanita dengan
konsentrasi glukosa darah yang lebih tinggi, 17
persen pada kelompok glyburide yang besar untuk
usia kehamilan, 19 persen pada kelompok insulin.
Kejadian makrosomia adalah 11 persen dan 10
persen. Di antara bayi yang dilahirkan perempuan
dengan kadar glukosa darah rendah, 7 persen pada
kelompok glyburide dan 10 persen pada kelompok
insulin; kejadian makrosomia adalah 4 persen dan 3
persen.

value means (SD)


konversi value untuk insulin picomol per liter (6,0)
bayi dengan kongenital anomali

Glyburide tidak terdeteksi dalam serum tali pusat


bayi apapun. Sementara itu dari dosis terakhir
glyburide untuk sampling dari darah tali pusat
adalah 8 4 jam.
Dalam 12 wanita yang dipilih secara acak di
kelompok glyburide. Konsentrasi glyburide serum
ibu berkisar 50-150 ng per mililiter, sedangkan
glyburide tidak terdeteksi dalam serum tali pusat.
Ketika data dikelompokkan, apakah wanita
memasuki studi di 11-20 minggu kehamilan atau
setelah ke-20 minggu kehamilan, tidak ada
perbedaan yang ditemukan antara kelompok
neonatal dengan hasil. Juga tidak ada perbedaan
dalam tingkat kontrol glikemik, tingkat operasi
caesar, atau tingkat preeklamsia setelah diurutkan
menurut usia kehamilan.

DISCUSSION
Kami menemukan bahwa di antara wanita dengan
dibetes gestasional, tingkat kontrol glikemik dan hasil
perinatal pada dasarnya sama untuk mereka yang
dirawat dengan glyburide dan mereka yang dirawat
dengan insulin. Tidak ada perbedaan antara bayi yang
lahir dari ibu pada kedua kelompok perlakuan.
Bayi mungkin besar karena mereka untuk usia kehamilan
besar atau karena mereka memiliki makrosomia. Tingkat
kelahiran bayi besar untuk masa kehamilan dan kejadian
makrosomia dalam penelitian kami adalah sama dengan
wanita tanpa diabetes. Tindakan utama dari obat
sulfonilurea adalah untuk meningkatkan sekresi
insulin, sehingga mengurangi produksi glukosa hepatik
dan menyebabkan peningkatan pengembalian toksisitas
glukosa dan secara tidak langsung memperbaiki
sensitivitas insulin. beberapa wanita yang diberi
glyburide memilih untuk beralih ke insulin.

Glyburide tidak terdeteksi dalam serum tali setiap


bayi. Selain itu, glyburide tidak berpengaruh pada
transportasi plasenta dan penyerapan glukosa,
dan hiperglikemia pada ibu tidak mengubah
transfer plasenta dari glyburide in vitro. Temuan
konsentrasi insulin korda-serum yang sama dalam
dua kelompok perlakuan juga menunjukkan
bahwa sedikit glyburide yang mencapai janin.
Dalam sebuah studi pada tikus yang hamil,
transfer tritium berlabel glyburide dapat melalui
plasenta. Namun, temuan ini mungkin karena
adanya perbedaan dalam kemampuan plasenta
antara spesies.