Anda di halaman 1dari 13

Pemeriksaan

Kadar Teofilin
Dalam Darah
Kelompok 6
Dita F, Sita Z, Tian N, Dudi N,
Yayu T, Puji R, Anisa M

Teofilin merupakan obat alternatif pada asma persisten ringan dan obat
adjunctive pada asma persisten sedang dan berat. Perasaan subjektif dan efek
samping dari penggunaan teofilin dapat berupa sulit tidur, mual, muntah,
palpitasi, hal ini akan mempengaruhi penilaian terhadap gejala-gejala normal
yang timbul selama kehamilan. Penggunaan teofilin dosis tinggi dapat
menyebabkan takikardi, muntah, dan transplacental toxicity.

Mekanisme Kerja Teofilin


Mekanisme kerja teofillin menghambat enzim nukleotida siklik
fosfodiesterase (PDE). PDE mengkatalisis pemecahan AMP siklik
menjadi 5- AMP dan GMP siklik menjadi 5-GMP. Penghambatan
PDE menyebabkan penumpukan AMP siklik dan GMP siklik,
sehingga meningkatkan tranduksi sinyal melalui jalur ini. Teofilin
merupakan suatu antagonis kompetitif pada reseptor adenosin,
kaitan khususnya dengan asma adalah pengamatan bahwa
adenosin dapat menyebabkan bronkokonstriksi pada penderita
asma

dan

memperkuat

mediator

yang

diinduksi

secara

imunologis dari sel must paru-paru (Goodman & Gilman, 2007).

Dosis dengan Cara Pemberian


Secara umum dosis 200-400 mg tiap 12 jam.
Anak 6-12 tahun : 125-200 mg tiap 12 jam
Anak 2-12 tahun : 9mg/kg setiap 12 jam
(maksimal 200 mg)
Dosis permulaan yang umum antara 10-16
mg/kgBB/hari,
Dosis intravena. Bila pasien belum mendapat
teofilin sebelumnya, diberikan loading dose 6
mg/kgBB selama 20-30 menit melaui infus.

Efek Samping Teofilin


Pada kadar serum10 g/ml yang merupakan efek
terapi, pada beberapa orang telah timbul efek
samping ringan seperti mual, kadang- kadang
muntah atau saki kepala.
Pada kadar di atas 15 g/ml efek samping
menjadi lebih berat, seperti takikardi.
Pada kadar 20 g/ml dapat terjadi konvulsi
(Sukasediati, 1988).

KONTRA INDIKASI
Infark baru
Epilepsi

INTERAKSI
Simpatomimetik penguatan efek Linkomisin dan
Isoprenalin-penundaan metabolism
Blok reseptor bronkodilatasi tidak terjadi

Intoksikasi
Intoksikasi yang fatal lebih sering ditemukan pada
penggunaan teofilin, yang sering terjadi pada
pemberian berulang parenteral atau oral.
Gejala keracunan berupa: aritmia, takikardi, sangat
gelisah, agitasi, mual, sinus takikardia, dan muntah.
Kejang juga bisa terjadi pada kasus yang parah
toksisitas dan dianggap keadaan darurat neurologis.
Kematian pada pemberian teofilin IV dengan cepat
disebabkan oleh terjadinya aritmia jantung. Untuk
menghindari keracunan akut, aminofilin IV harus
diberikan perlahan-lahan dalam waktu 20-40 menit.

Pemeriksaan Teofilin Dalam Darah


Pemeriksaan
theophylin
digunakan
untuk
memantau konsentrasi theophylin dalam darah
agar tetap berada dalam rentang terapetik.
Theophylin
merupakan
bronkodilator
yang
diindikasikan untuk asma dan chronic obstructive
pulmonary disease (CPOD), dan karakteristiknya
meliputi
imunomodulator
dan
antiinflamasi.
Pemberian theophylin juga diindikasikan bagi
neonatus untuk apnea idiopatik/bradikardia.

Masalah Klinis
Penurunan kadar : merokok, pengaruh obat :
fenitoin
Peningkatan kadar : overdosis teofilin, CHF,
penyakit hati, penyakit paru. Pengaruh obat :
antibioyik,kafein,furosemid,sulfonamide, dll

Prosedur
1. Sampel darah ditambahkan larutan TCA 10%
dengan volume yang sama.
2. Kemudian di vortex dan di sentrifuge
3. Serumnya sebanyak 25L pada HPLC dengan
detektor UV 272 nm dan fase diam cartridge
reserve-phase C18dan fase gerak 0,05 M buffer
asetat pH 4,00dan asetonitril (93:7)

Nilai Rujukan
Rentang Terapeutik :
Dewasa : 5-20 g/mL, 2,8-112 mol/l (satuan SI) Lansia : 5-18
g/mL.
Bayi premature : 7-14 g/mL.
Neonatus : 3-12 g/mL.
Anak : sama dengan dewasa
Kadar Toksik :
Dewasa : >20 g/mL, 112 mol/l (satuan SI).
Lansia : sama dengan dewasa.
Bayi Prematur : >14 g/mL. Neonatus : >13 g/mL.
Anak : sama dengan dewasa.
Metode :FPIA
Sample :Serum, Plasma; jangan menggunakan tabung SST
Volume : 0,5 mL

Terima Kasih