Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN

1.1 Kata Pengantar


Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan Laporan Praktikum Kimia Sifat Koligatif larutan tentang
Penurunan Titik Beku Larutan.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan dalam
penulisan dan penyusunan, baik dari segi teknik maupun dalam
penggunaan bahasa. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat menambah pengetahuan dan manfaat bagi para
pembaca.

1.2 Manfaat Penelitian


a) Mengetahui adanya pengaruh zat terlarut terhadap titik beku
larutan.
b) Menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca.

Banda Aceh, 27 Agustus 2015


Penulis

I
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN ....................................................................
........................................ I
1.1 Kata Pengantar ........................................... .........................
........................................ I
1.2 Manfaat Kegiatan .................................................................
.......................................
I
3. KEGIATAN
PRAKTIKUM ..............................................................................
........... 1
3.1
Tujuan .........................................................................................
................................... 1
3.2 Dasar
Teori ............................................................................................
........................ 1
3.3 Alat dan Bahan ....................................................................
........................................ 2

3.4 Langkah
Kerja ............................................................................................
.................. 3
4. HASIL PRAKTIKUM DAN
PEMBAHASAN ......................................................... 4
4.1 Tabel Pengamatan ..............................................................
...................................... 4
4.2 Diskusi dan Pembahasan .....................................................
.................................. 4
4.3 Menjawab
Pertanyaan ..................................................................................
............. 5
5.
PENUTUP ..................................................................................
........................................ 7
5.1 Kesimpulan ..........................................................................
......................................... 7
5.2 Saran ...................................................................................
............................................. 7
5.3 Daftar
Pustaka .......................................................................................
....................... 7

KEGIATAN PRAKTIKUM

3.1 Tujuan
1. Mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik beku
larutan.

3.2 Dasar Teori


Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis
zat terlarut tetapi bergantung pada banyaknya jumlah partikel zat terlarut dalam
larutan. Setiap larutan memiliki nilai titik didih dan titik beku. Nilai titik didih
dan titik beku larutan masing-masing berbeda. Misalnya air, air memiliki titik
didih sebesar 100C dan mempunyai nilai titik beku sebesar 0C.
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku
larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik beku
pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 0C dengan adanya zat terlarut
misalnya garam yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak

akan sama dengan 0C melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 0oC
itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat
terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka
akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang).
Penurunan titik beku disebabkan oleh adanya penambahan zat terlarut
nonvolatil ke dalam suatu pelarut. Zat-zat ini mengalami proses pengaturan
molekul-molekul pembentuk kristal padat. Dengan demikian, diperlukan suhu
yang lebih rendah untuk memperoleh kristal padat.
1. Semakin besar konsentrasi semakin kecil titik beku.
2. Semakin kecil konsentrasi semakin besar titik beku.
3. Semakin besar tekanan semakin kecil titik beku.
4. Semakin kecil tekanan semakin besar titik beku.

Tf =m Kf

Tf =Tf pelarutTf larutan Keterangan :

Tf
Tf
m
Kf

= titik beku
= penurunan titik beku larutan
= molalitas
= tetapan penurunan titik beku
1

3.3 Alat dan Bahan


a) Alat
1. Timbangan
2. Gelas kimia
3. Tabung reaksi
4. Spatula

5.
6.
7.
8.

Termometer
Rak tabung reaksi
Lumpang dan alu
Sendok

1
3

2
4

b) Bahan
1. Es batu
2. Garam
3. Larutan NaCl 1m

4. Larutan NaCl 2 m
5. Larutan CO(NH2)2 1 m
6. Larutan CO(NH2)2 2 m

2
3.2 Langkah Kerja

m =

1. Menyiapkan alat dan bahan .


m larutan
1000
2. Membuat
NaCl 1 m.
x
Mr
p
a) Menghitung masa NaCl untuk menghasilkan 1 molal
larutan NaCl dalam 100 gram air.

1 =

m 1000
x
58,5 100
m

x 10

b) Menimbang 6 g NaCl dengan neraca lengan.


c) Mengcampurkan 6 gram NaCl dengan 100 gram air.
3. Menghancurkan es batu.
4. Memasukan hancurkan es batu ke dalam gelas kimia.
5. Memasukkan 10 sendok garam ke dalam gelas kimia
tersebut.
6. Mengaduk hancuran es batu dan garam dengan spatula.
7. Memasukkan larutan NaCl ke dalam gelas kimia.
8. Memasukkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia.
9. Mengaduk NaCl tersebut hingga membeku.
10. Mengukur suhu dengan termometer.
11. Mencatat hasil pengamatan.
12. Mengulang perlakuan 2 sampai 11 untuk percobaan 2, 3,
dan 4.

3
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Pengamatan
No.
1.

Larutan
NaCl

Konsentrasi
1 molalitas

Titik Beku
- 5 0C

2.
3.
4.

NaCl
CO(NH2)2
CO(NH2)2

2 molalitas
1 molalitas
2 molalitas

- 6 0C
- 4 0C
- 5 0C

4.2 Diskusi dan Pembahasan


1. Pada percobaan pertama, larutan NaCl 1 m yang
dicelupkan termometer serta diletakkan dalam es batu
angka pada termometer tersebut menunjukkan angka -5
0
C. Hal ini, menunjukkan bahwa titik beku larutan NaCl 1
m adalah -5 0C.
2. Pada percobaan kedua, larutan NaCl 2 m yang dicelupkan
termometer serta diletakkan dalam es batu angka pada
termometer tersebut menunjukkan angka -6 0C. Hal ini,
menunjukkan bahwa titik beku larutan NaCl 2 m adalah -6
0
C.
3. Pada percobaan ketiga, larutan CO(NH2)2 1 m yang
dicelupkan termometer serta diletakkan dalam es batu
angka pada termometer tersebut menunjukkan angka -4
0
C. Hal ini, menunjukkan bahwa titik beku larutan CO(NH 2)2
1 m adalah -5 0C.
4. Pada percobaan keempat, larutan CO(NH2)2 2 m yang
dicelupkan termometer serta diletakkan dalam es batu
angka pada termometer tersebut menunjukkan angka -5
0
C. Hal ini, menunjukkan bahwa titik beku larutan CO(NH 2)2
2 m adalah -5 0C.

Percobaan 1
Percobaan 4

Percobaan 2

Percobaan 3

4
4.3 Menjawab Pertanyaan
1. Bagaimana titik beku masing-masing larutan dibandingkan
dengan titik beku pelarut?
Jawab :
Titik beku masing-masing larutan dibandingkan dengan
titik beku pelarut adalah lebih kecil daripada titik beku
pelarut yaitu 0 0 C.
2. Bagaimana pengaruh molalitas Urea [CO(NH 2)2 ] terhadap
titik beku larutan dan penurunan titik beku larutan?
Jawab :
a) Semakin besar molalitas Urea [CO(NH2)2 ] maka,
a) Semakin kecil titik beku larutan.
b) Semakin besar penurunan titik beku (Tf semakin
besar).

b) Semakin kecil molalitas urea [CO(NH2)2 ] maka,


a) Semakin besar titik beku larutan.
b) Semakin kecil penurunan titik beku (Tf semakin
kecil).
3. Bagaimana pengaruh molalitas NaCl terhadap titik beku
larutan dan penurunan titik beku larutan?
Jawab :
c) Semakin besar molalitas NaCl maka,
c) Semakin kecil titik beku larutan.
d) Semakin besar penurunan titik beku (Tf semakin
besar).
d) Semakin kecil molalitas urea NaCl maka,
c) Semakin besar titik beku larutan.
d) Semakin kecil penurunan titik beku (Tf semakin
kecil).
4. Pada molalitas yang sama, bagaimana pengaruh larutan
NaCl (Non Elektrolit) dibandingkan dengan larutan
[CO(NH2)2 ] (Elektroli) terhadap titik beku larutan dan
penurunan titik beku larutan?
Jawab :
Berdasarkan tabel pengamatan menunjukkan bahwa
[CO(NH2)2 ] memiliki titik beku yang lebih kecil dan
penurunan titik beku yang lebih besar dibandingkan
dengan NaCl karena, untuk larutan non elektrolit besar
titik beku dan penurunan titik beku ditentukan oleh Faktor
VanHoff yang menyebabkan titik beku larutan elektrolit
lebih kecil dan penurunan titik beku larutan elektrolit lebih
besar.
5
5. Bagaimanakah hubungan penurunan titik beku larutan
dengan konsentrasi?
Jawab :
Berdasarkan tabel pengamatan menunjukkan bahwa
semakin besar konsentrasi maka, penurunan titik beku
larutan semakin besar. Sebaliknya, semakin kecil
konsentrasi maka, semakin kecil penurunan titik beku
larutan. Maka, dapat disimpulkan bahwa penurunan titik

beku larutan berbanding lurus dengan konsentrasi larutan.


Tf =m Kf

6. Jelaskan bahwa penurunan titik beku termasuk sifat


koligatif larutan!
Jawab :
Berdasarkan konsep utama sifat koligatif larutan bahwa,
sifat larutan tidak ditentukan oleh jenis zat terlarut akan
tetapi hanya bergantung pada konsentrasi zat terlarut.
Pada jawaban soal nomor 5 menytakan bahwa penurunan
titik beku larutan dipengaruhi oleh konsentrasi maka,
penurunan titik beku larutan termasuk ke dalam kategori
sifat kololigatif larutan.

6
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, kami
menyimpulkan bahwa Konsentrasi zat terlarut merupakan salah

satu faktor yang sangat mempengaruhi titik beku larutan dan


penurunan titik beku larutan. Selain itu, faktor lainnya yang
mempengaruhi titik beku larutan dan penurunan titik beku
larutan adalah Keelektrolit dan Non Elektrolit suat larutan
karena, untuk larutan yang elektrolit memiliki titik beku larutan
yang lebih kecil dan penurunan titik beku yang labih besar
dipengaruhi oleh Faktor VanHoff. Untuk lebih jelas, pengaruh
titik beku larutan adalah sebagai berikut :
a) Semakin besar molalitas semakin kecil titik beku larutan.
b) Semakin kecil molalitas semakin besar titik beku larutan.
c) Semakin besar molalitas semakin besar penurunan titik
beku larutan.
d) Semakin kecil molalitas semakin kecil penurunan titik beku
larutan.
e) Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang lebih besar
dari pada larutan non elektrolit.
5.2 Saran
Setiap percobaan pasti ada kelebihan dan kekurangan, kami
menyadari bahwa laporan kami belum sempurna. Di antara
adalah pengaruh faktor lingkungan yaitu :
a) Ketidak efektifan pembulatan angka desimal.
b) Kelebihan atau kekurangan dalam penimbangan.
c) Ketelitian penglihatan terhadap termometer.
d) Suhu es yang tidak stabil karena pengaruh suhu dari udara.
e) Keakuratan bahan yang kami gunakan.

5.3 Daftar Pustaka


1.
2.
3.
4.
5.

http://chemistranger.blogspot.com/2012/07/sifat-koligatif-larutan.html
http://fathur30rahman.blogspot.com/2014/04/laporan-praktikum-kimia titik.html
http://riski-seftiani.blogspot.com/2012/11/laporan-pratikum-kimia.html
http://www.slideshare.net/Andirahim/kimia-kelas-12-ariharnanto
http://worldofanimeducation.blogspot.com/2012/10/laporan-penurunan-titik-beku.html