Anda di halaman 1dari 19

VISKOSITAS

I.

Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan:
Dapat menentukan angka kental (viskositas) relatif suatu zat cair

dengan menggunakan air sebagai pembanding


Dapat menentukan pengaruh temperatur terhadap viskositas cairan
Dapat menggunakan alat viskositas

II.

Alat dan Bahan


1. Alat yang digunakan
a. Alat viskometer
b. Bola dengan bermacam-macam diameter
c. Gelas kimia
d. Stopwacth
e. Jangka sorong
2. Bahan yang digunakan
a. Aquadest
b. Paraffin

III.

Dasar Teori
Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas/berbeda antara satu
zat cair dengan zat cair yang lain. Oli mobil sebagai salah satu contoh zat cair
dapat kita lihat lebih kental daripada minyak kelapa. Kekentalan adalah suatu
sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir, dimana
makin tinggi kekentalan maka makin besar hambatannya. Kekentalan
didefenisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara
berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam
kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan
cairan yang akan ditentukan kekentalannya. Satuan dasar yang digunakan adalah
poise ( 1 poise = 100 sentipoise ).
Pengertian viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan
oleh fluida bergerak, atau benda padat yang bergerak didalam fluida. Besarnya
gesekan ini biasa juga disebut sebagai derajat kekentalan zat cair. Jadi semakin
besar viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat bergerak didalam zat
cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperan adalah gaya kohesi antar
partikel zat cair.
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang
merupakan gesekan antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu

jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang
rendah dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki
viskositas tinggi. Sebagai contoh, air memiliki viskositas rendah, sedangkan
minyak sayur memiliki viskositas yang lebih tinggi.
Secara formal, viskositas (diwakili oleh simbol "eta") adalah rasio dari
tegangan geser (F / A) dengan gradien kecepatan (v x / z atau x dv / dz) dalam
fluida. Satuan SI untuk viskositas adalah yang kedua pascal [Pa s], yang tidak
memiliki nama khusus.
Viskositas juga adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluida terhadap
perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Biasanya diterima sebagai
"kekentalan", atau penolakan terhadap penuangan. Viskositas menggambarkan
penolakan dalam fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara
untuk mengukur gesekan fluida. Yang paling umum unit viskositas adalah yang
kedua dyne per sentimeter persegi dyne s [/ cm

2],

yang diberi nama poise [P]

setelah fisiologi Perancis Jean Louis Poiseuille (1799-1869). Sepuluh poise


pascal sama dengan satu detik [Pa s] membuat sentipoise [cP] dan [MPa kedua
millipascal s] identik.
1 pascal detik = 10 poise = 1,000 millipascal detik
1 sentipoise = 1 millipascal detik

Viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan


alir cairan. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang
melalui tabung berbentuk silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang
paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas.
Menurut hukum polsscuille, jumlah volume cairan yang mengalir
melalui pipa persatuan waktu rumus dengan persamaan:
v P t R4
=
t
8 L
Dimana:

: viskositas cairan
v
: volume total cairan
t
: waktu yang dibutuhkan cairan dengan v mengalir melalui
viscometer.
P
: tekanan yang bekerja pada cairan

R
: jari-jari tabung
L
: panjang pipa
(Catatan: Persamaan diatas juga berlaku untuk fluida gas)
Sebenarnya ada dua kuantitas yang disebut viskositas. Kuantitas yang
ditentukan di atas kadang-kadang disebut viskositas dinamik, viskositas absolut
atau viskositas sederhana, untuk membedakannya dari kuantitas lain. Namun,
biasanya hanya disebut viskositas. Kuantitas lain disebut viskositas kinematik
(diwakili oleh simbol "nu") adalah rasio viskositas fluida untuk densitasnya.
v =

Viskositas Kinematik adalah ukuran dari arus resistif dari fluida di bawah
pengaruh gravitasi. Hal ini sering diukur dengan menggunakan perangkat yang
disebut viskometer kapiler - pada dasarnya adalah bisa lulus dengan tabung
sempit di bagian bawah. Bila dua cairan volume sama ditempatkan di
viscometers kapiler identik dan dibiarkan mengalir di bawah pengaruh gravitasi,
cairan kental memerlukan waktu lebih lama daripada kurang cairan kental
mengalir melalui selang.
Ada beberapa viskometer yang sering digunakan untuk menentukan
viskositas suatu larutan yaitu:
1. Viskometer Oswald
: untuk menentukan laju alir kapiler
2. Viskometer Hppler
: untuk menentukan laju bola dalam cairan
3. Viskometer silinder putar : untuk menentukan satu dari dua silinder
yang simetris pada kecepatan sudut
tertentu.
Viskometer Oswald (viskometer kapiler)
Pada metode ini viskositas ditentukan dengan mengukur waktu
yang dibutuhkan bagi cairan uji untuk lewat antara dua tanda ketika
ia mengalir karena gravitasi , melalui suatu tabung kapiler vertikal.
Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang
dibutuhkan bagi suatu cairan yang viskositasnya sudah diketahui
( biasanya air ) untuk lewat antara dua tanda tersebut. Jika 1 dan 2

masing-masing adalah viskositas dari cairan yang tidak diketahui dan


cairan standar , 1 dan 2 adalah kerapatan dari masing-masing
cairan, t1 dan t2 adalah waktu alir dalam detik. Maka viskositas
cairan yang tidak diketahui adalah :

1 = 1 . t1
2 2 . t2
1 = 1 . t1 . 2
2 . t2
2 dan 2 dapat diketahui dari literatur, 1 diperoleh dari pengukuran
kerapatan (berat jenis) dengan metode piknometer, t1 dan t2 masing-masing
diketahui dengan cara mengukur waktu yang diperlukan oleh zat uji maupun air
untuk mengalir melalui dua garis tanda pada tabung kapiler viscometer ostwald.
Pada viskometer Oswald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan
oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya
yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. Pengukuran viskositas ini
menggunakan pembanding air. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi
kesalahan pengukuran nilai.
Viskositas dapat ditentukan dengan persamaan:
4

R (Pt )
=
8 VL

Sehingga didapat
1 R 4 ( Pt )
8V
=
x
2
8 VL
n R 4 (Pt )2
( Pt )1 P1 t 1
=
( Pt )2 P2 t 2
Dimana: P= densitas x konstanta

Viskometer Hoppler

Pada viskometer Hoppler yang diukur waktu yang dibutuhkan oleh


sebuah bola untuk melewati cairan pada jarak atau tinggi tertentu. Karena
adanya gravitasi benda yang jatuh melalui medium yang berviskositas dengan
kecepatan yang semakin besar sampai mencapai kecepatan maksimum.
Kecepatan maksimum akan dicapai bila gaya gravitasi (g) sama dengan gaya
tahan (friksi) untuk benda yang berbentuk bola oleh stokes dirumuskan :
f=6rV
Dimana :

r =
V=

=
Friksi
=
Viskositas
Jari-jari bola
Kecepatan

Kecepatan bola yang jatuh melewati cairan didalam tabung dipengaruhi


oleh viskositas cairan tersebut. Bola yang jatuh kebawah disebabkan oleh
adanya gaya gravitasi (g), gaya apung, dan gaya friksi. Gaya gravitasi menuju
kebawah sedangkan gaya apung dan friksi (gaya tahan) menuju ke atas.
W = m.g
W = V. b.g
= 4/3 .r3. b.g

Pada kesetimbangan gaya kebawah (m6 r V = (m-

=
Dimana:

m
mo
g

mo

mo

)g sehingga:

)g

(mm o ) g
6r V

= Massa bola logam


= Massa cairan yang dipindahkan oleh bola logam
= Gravitasi

IV.

Langkah Kerja
1. Menentukan viskositas beberapa cairan
a. Menentukan massa jenis bola (lihat tabel) dan massa jenis zat cair
(lihat pada botol) atau literatur
b. Memasukkan aquadest sebanyak 40 ml kedalam tabung miring
c. Memasukkan bola kedalam tabung yang telah berisi aquadest (jangan
sampai ada gelembung udara). Kemudian, menghidupkan stopwatch
pada saat bola sampai tanda paling atas dan mematikan stopwatch
pada saat bola sampai pada tanda paling bawah.
d. Mencatat waktu yang digunakan, yaitu gerakan bola dari tanda
bagian atas sampai tanda bagian bawah.
e. Selanjutnya membalik tabung dan melakukan kmbali seperti c
f. Mengulangi percobaan c sampai d untuk zat cair lain.
Tabel 1. Seleksi bola, diameter bagian dalam bola mendekati 15,94 mm
No.
Bol
a
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Bahan

Gelas Boron Silika


Gelas Boron Silika
Campuran Ni-Fe
Campuran Ni-Fe
Stainless Steel
Stainless Steel
Gelas Boron Silika
Gelas Boron Silika
Gelas Boron Silika

Densitas
gr/cm3

Diameter
Bola
mm

2,2
2.2
8,1
8,1
7,7
7,7
2,2
2,2
7,7

15,81
15,66
15,62
15,25
14,29
11,11
15,91
15,30
14,40

Tetapan,K
m
Pacm3/gr.
s
0,007
0,05
0,07
0,5
4,5
3,3
0,4
3,5

Untuk
Pengukuran
mPa,s(cp)
0,2-0,5
2,0-20
15-20
100-1200
800-10000
6000-75000
Gas
20-200
159-1500

10

V.

Stainless Steel

7,7

9,52

40

7000-85000

Data Pengamatan

Bahan

Diameter (cm)

Jari-jari (cm)

Massa (gr)

Bola besi 1

1,265

0,6325

16,11

Bola besi 2

1,225

0,6125

15,02

Bola besi 3

1,16

0,58

11,51

Bola besi 4

0,805

0,4025

5,62

Bola kaca 1

1,26

0,63

4,38

Bola kaca 2

1,385

0,6925

4,54

Aquades
Percobaan (s)

Bahan

Rata-rata (t)

II

III

IV

Bola besi 1

3,11

3,16

3,0

3,30

3,14

Bola besi 2

1,70

1,23

1,27

1,35

1,38

Bola besi 3

0,51

0,53

0,53

0,55

0,53

Bola besi 4

0,29

0,31

0,35

0,35

0,32

Bola kaca 1

8,29

8,37

8,40

8,49

0,38

Bola kaca 2

77

77

77

77

77

Paraffin
Percobaan (s)

Bahan

VI.

II

III

IV

Bola besi 1

19,54

20,28

21,33

21,34

20,6

Bola besi 2

3,25

3,20

3,23

3,20

3,22

Bola besi 3

0,42

0,44

0,47

0,48

0,45

Bola besi 4

0,21

0,21

0,23

0,24

0,22

Bola kaca 1

89,84

93,31

94,35

94,20

92,15

Bola kaca 2

22m38

22m36

22m40

22m40

22m19

Perhitungan
Aquadest

Bola besi 1

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,6325 cm)2 x 980 2 x ( 15,41 ) gr /cm 3
9
s
5,75 cm /s

= 218,18 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

218,15 gr / cms
3
3,14 s x (15,41)gr / cm

= 4,8246

Rata-rata (t)

Bola besi 2

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,6125 cm)2 x 980 2 x ( 15,811 ) gr /cm3
9
s
14,07 cm/s

= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

8,596 gr / cms
3
1,38 s x (15,811)gr /cm

= 0,42

Bola besi 3

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,58 cm)2 x 980 2 x ( 14,1051 ) gr /cm3
9
s
34,54 cm/s

= 17,81 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

17,81 gr /cms
3
0,53 s x (14,1051) gr / cm

= 2,56

= 8,596 gr/cm s

Bola besi 4

2 2
x r x g x( bola c airan)
9
v rata rata

2
cm
x(0,40 cm)2 x 980 2 x ( 21,041 ) gr /cm 3
9
s
79,16 cm / s

= 8,821 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

8,821 gr / cms
0,32 s x (21,041) gr / cm3

= 1,38

Bola kaca 1

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,63 cm)2 x 980 2 x ( 4,181 ) gr /cm3
9
s
2,23 cm/ s

= 123,26 gr/cm s

= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

123,26 gr / cms
8,38 s x (4,181) gr / cm 3

= 4,62

Bola kaca 2

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratara ta

2
cm
x(0,6925 cm)2 x 980 2 x ( 3,261 ) gr /cm 3
9
s
0,24 cm / s

= 813,93 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

813,93 gr / cms
3
77 s x (3,261) gr / cm

= 4,67
Paraffin

Bola besi 1

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
2
3
x(0,6325 cm) x 980 2 x ( 15,240,86 ) gr /cm
9
s
0,89 cm/ s

= 1423,14 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

1423,14 gr /cms
20,6 s x (15,40,86)gr /cm3

= 4,75

Bola besi 2

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,6125 cm)2 x 980 2 x ( 15,810,86 ) gr /cm 3
9
s
5.84 cm/ s

= 206,27 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

206,27 gr / cms
3
3,22 s x( 15,810,86)gr / cm

= 4,28

Bola besi 3

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,58 cm)2 x 980 2 x ( 14,1050,86 ) gr /cm3
9
s
38,58 cm/ s

= 24,51 gr/cm s
= t x ( bola cai ran ) x

n
t x( bola cairan)

24,51 gr /cms
0,45 s x (14,1050,86) gr /cm3

= 14,11

Bola besi 4

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,40 cm)2 x 980 2 x ( 21,040,86 ) gr /cm 3
9
s
79,16 cm/s

= 8,99 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

8,99 gr / cms
3
0,22 s x (21,040,86) gr / cm

= 2,02

Bola kaca 1

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,63 cm)2 x 980 2 x ( 4,180,860 ) gr /cm 3
9
s
0,20 cm/s

= 1434,83 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

1434,83 gr /cms
3
92,15 s x (4,180,86) gr /cm

= 4,689

Bola kaca 2

2 2
x r x g x( bola cairan )
9
v ratarata

2
cm
x(0,6925 cm)2 x 980 2 x ( 3,260,860 ) gr /cm 3
9
s
0,01 cm/ s

= 25064,8 gr/cm s
= t x ( bola cairan ) x

n
t x( bola cairan)

25064,8 gr / cms
3
1339 s x (3,260,86) gr / cm

= 7,79
Rata rata aquades =

218,18+ 8,596+17,81+8,821+123,26+813,93
6

= 198,43

gr/cm s
Rata rata paraffin =

1423,14 +206,27+24,51+8,99+ 4,689+7,79


6

s
% kesalahan aquades =

198,43 gr /cms0,001 gr /cms


198,43 gr /cms

x 100

= 99 %
% kesalahan paraffin =

279,23 gr /cms3,059 gr /cms


279,23 gr /cms

= 98 %

x 100

= 279,23 gr/cm

VII. Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan viskositas?
2. Tuliskan cara-cara menentukan viskositas
3. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas

Jawaban
1. Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu caian atau
fluida.
2. Cara menentukan viskositas adalah dengan menggunakan viskometer.
Ada beberapa viskometer yang digunakan untuk menentukan viskositas
suatu larutan yaitu :
Viskometer Oswald
kapiler
Viskometer Hoppler
Viskometer sillinder putar

: Untuk menentukan laju aliran kuat


: Laju bola dalam cairan
: Gaya yang diperlukan untuk menentukan
satu dari dua silinder yang konsentris pada
kecepatan sudut tertentu.

3. Faktor- fator yang mempengaruhi viskositas adalah sebagai berikut:


a.

Tekanan

Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas gas


tidak dipengaruhi oleh tekanan.
b.
Temperatur
Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas
naik dengan naiknya suhu. Pemanasan zat cair menyebabkan molekulmolekulnya memperoleh energi. Molekul-molekul cairan bergerak
sehingga gaya interaksi antar molekul melemah. Dengan demikian
viskositas cairan akan turun dengan kenaikan temperatur.
c. Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya bahan
tambahan seperti bahan suspensi menaikkan viskositas air. Pada minyak
ataupun gliserin adanya penambahan air akan menyebabkan viskositas

akan turun karena gliserin maupun minyak akan semakin encer, waktu
alirnya semakin cepat.
d. Ukuran dan berat molekul
Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran
alkohol cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya
tinggi seta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi.
e. Berat molekul
Viskositas akan naik jika ikatan rangkap semakin banyak.
f. Kekuatan antar molekul
Viskositas air naik denghan adanya ikatan hidrogen, viskositas CPO
dengan gugus OH pada trigliseridanya naik pada keadaan yang sama.

VIII. Sifat Fisik dan Kimia


Aquadest
Air adalah substansi kimia dengan rumus H2O. Satu molekul tersusun
atas dua atom hidrogen yang terikat secara koralen pada satu atom oksigen.
Air tidak bersifat berwarna, berasa, dan berbau pada kondisi standar, yaitu
pada tekanan 100Kpa dan temperatur 273,15k.

Massa molar

: 18,0153 gr/mol

Bersifat dan fase

: a. Cairan padat 20oc= 0,998 gr/cm3


b. Padatan = 0,92 gr/cm3

Titik leleh

: 00c (273,15 k) (320F)

Titik didih

: 1000c (373,15k) (2120F)

Kalor jenis

: 4148 j/kg K

Paraffin
Yang juga disebut alkohol adalah senyawa hidrokarbon jenuh. Alkohol
temasuk senyawa kimia hidrokarbon jenuh siklus. Alkana termasuk senyawa
alifatik. Rumus umum adalah CnH2n+2
Beberapa jenis minyak dan wax adalah contoh alkana dengan atom jumlah
karbon yang besar bias lebih dari 10 atom karbon.

Alkana bersifat tidak terlalu reaktif dan mempunyai aktivitas biologi sedikit.

IX.

Analisis Data
Dari percobaan yang diperoleh hasil viskositas yang berbeda-beda sesuai
dengan massa dan bahan cairan.
- Viskositas pada aquadest:
a. Bola besi 1
: 284,76 poise
b. Bola besi 2
: 149,5 poise
c. Bola besi 3
: 17,8 poise
d. Bola besi 4
: 45,57 poise
e. Bola kaca 1 : 166,05 poise
f. Bola kaca 2 : 813,93 poise
-

Viskositas pada paraffin:


a. Bola besi 1
: 1475.99 poise
b. Bola besi 2
: 269.49 poise
c. Bola besi 3
: 80,74 poise
d. Bola besi 4
: 45,89 poise
e. Bola kaca 1 : 1434,83 poise
f. Bola kaca 2 : 25064.8 poise

Dari hasil tersebut diketahui bahwa semakin besar massa bola maka
semakin besar kecepatan bola untuk sampai pada garis atau batas yang
ditentukan yaitu 19cm sehingga nilai koefisien viskositas zat cair berpengaruh.
Dan juga diketahui bahwa suhu berbanding terbalik dengan massa jenis zat.
Semakin tinggi suhu maka semakin kecil massa jenis zatnya. Hal ini disebabkan
karena ketika suhu meningkat, molekul pada zat cair akan bergerak cepat
diakibatkan oleh tumbukkan antar molekul, akibatnya molekul dalam zat cair
akan meregang dan massa jenis akan semakin kecil.
Pada saat memasukkan zat cair kedalam viscometer, diharapkan agar
tidak ada gelembung dalam viscometer. Hal ini bertujuan agar cairan laminar
tidak terganggu oleh adanya gelembung yang akan mengakibatkan waktu yang
diperoleh tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya.
Pada saat melakukan percobaan terjadi beberapa kesalahan diantara zat
yang digunakan tidak jernih, sehingga tidak dapat melihat bola dengan jelas
pada saat dimasukkan kedalam viscometer selanjutnya ada saat bola hampir
mendekati batas yang telah ditentukan, terdapat gaya tarik antar bola besi dan
holding magnet, sehingga bola yang seharusnya belum sampai pada saat yang
tepat, menjadi berada pada batas yang sudah ditentukan serta terjadi kesalahan
pada saat memberhentukan stopwatch. Hal ini lah yang menyebabkan persentase
kesalaham menjadi sangat besar yaitu 99,88% pada cairan aquadest dan 99,9%
pada cairan paraffin.

Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya viskositas, diantaranya


adalah temperature, tekanan, konsentrasi, dan berat molekul.
Penyebab besarnya viskositas paraffin lebih besar daripada aquadest
adalah karena gaya kohesi air yang lebih renggang daripada paraffin. Dan
disebabkan oleh beberapa faktor seperti tekanan dan suhu. Semakin besar suhu
maka semakin kecil viskositasnya. Dengan naiknya suhu, maka kohesi (gaya
tarik menarik antar molekul) akan berkurang dan viskositasnya pun akan
mengecil.
Suatu zat memiliki kemampuan tertentu sehingga suatu padatan yang
dimasukkan kedalamnya mendapat gaya tekanan yang diakibatkan peristiwa
gesekan antara permukaan padatan tersebut dengan zat cair, terlihat mula-mula
bola tersebut turun dengan cepat kemudian melambat hingga akhirnya sampai
didasar zat cair. Bola kecil tersebut pada saat tertentu mengalami sejumlah
perambatan hingga mencapai gerak lurus beraturan. Gerakan bola kecil
menjelaskan bahwa, adanya suatu kemampuan yang dimiliki suatu zat cair
sehingga kecepatan bola berubah-ubah. Mula-mula akan mengalami percepatan
yang dikarenakan beratnya tetapi dengan sifat kekentalan cairan maka besarnya
kecepatan akan semakin berkurang dan akhirnya nol. Pada saat bola tersebut
tetap, hambatan-hambatan dinamakan dengan viskositas. Akibat viskositas yang
berbeda antara aquadest dan paraffin itulah yang menyebabkan terjadinya
perbedaan antara bola kecil yang ditentukan.

X.

Kesimpulan
Bila semua bola yang memiliki jenis dilepaskan tanpa kecepatan awal di atas
permukaan fluida kental, maka bola tersebut bergerak ke bawah dengan
kecepatan konstan.
Viskositas zat cair berpengaruh dengan massa beban yang masuk di cairan
tersebut. Semakin beban massa beban, maka kecepatan beban dan nilai
konstan viskositas zat cair tersebut semakin besar.
Viskositas zat cair memiliki gaya penghalang bagibenda yang masuk, gaya
tersebut dinamakan gaya stokes.
Viskositas tergantung pada waktu yang digunakan untuk menempuh suat jarak
tertentu.

Anda mungkin juga menyukai