Anda di halaman 1dari 9

(SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

Manajemen Laktasi

Sub topik

Manfaat ASI dan nutrisi bagi ibu menyusui

Sasaran

Klien dengan Post Partum

Tempat

Ruang Firdaus (Nifas) RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA


UNIT II

Hari/Tanggal :

Sabtu,16 Januari 2016

Waktu

10.30 WITA

Penyuluh

Yusuf Al Farisi., S.Kep

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui manfaat asi bagi ibu-bayi dan
nutrisi yang diperlukan ibu menyusui.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan manfaat menyusui
2. Menyebutkan cara menyimpan ASI
3. Menyebutkan nutrisi yang diperlukan bagi ibu menyusui
C. Sasaran
Klien dengan post partum normal

D. Materi
1. Manfaat menyusui
2. Cara menyimpan ASI
3. Nutrisi yang diperlukan bagi ibu menyusui

1. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
2. Media
3. Kegiatan Penyuluhan
No.

WAKTU

KEGIATAN PENYULUH

1.

1
menit

Pembukaan :
Membuka
kegiatan
dengan
mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan
tujuan
dari
penyuluhan
Menyebutkan materi yang akan
diberikan
Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang manfaat
menyusui
Menjelaskan
tentang
cara
menyimpan ASI
Menjelaskan tentang nutrisi yang
diperlukan bagi ibu menyusui
Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya

2.

5
menit

KEGIATAN IBU
Menjawab salam
Mendengarkan
Memperhatikan
Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan
Bertanya
dan
menjawab
pertanyaan
yang
diajukan
Memperhatikan

3.

3
menit

4.

1
menit

Bertanya
menjawab
pertanyaan
diajukan

Evaluasi :
Menanyakan kepada ibu tentang Menjawab
materi yang telah diberikan, dan
pertanyaan
reinforcement kepada ibu karena
dapat menjawab pertanyaan.
Terminasi :
Mengucapkan terimakasih atas Mendengarkan
peran serta ibu.

dan
yang

Mengucapkan salam penutup

Menjawab salam

4. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur

Ibu siap mengikuti penyuluhan.

Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang Firdaus

2. Evaluasi Proses

Ibu antusias terhadap materi penyuluhan

Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

3. Evaluasi Hasil

Ibu mengetahui tentang manfaat asi dan nutrisi yang perlu di konsumsi

MANAJEMEN LAKTASI
A. Pengertian
Manajemen laktasi merupakan segala daya upaya yang dilakukan untuk membantu
ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya. Usaha ini dilakukan terhadap ibu
dalam 3 tahap, yaitu pada masa kehamilan (antenatal), sewaktu ibu dalam persalinan
sampai keluar rumah sakit (perinatal), dan pada masa menyusui selanjutnya sampai anak
berumur 2 tahun (postnatal) (Perinasia, 2007, p.1).
Manajemen laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh ibu, ayah dan keluarga
untuk menunjang keberhasilan menyusui (Prasetyono, 2009, p.61). Dan ruang lingkup
manajemen laktasi dimulai pada masa kehamilan, setelah persalinan, dan masa menyusui
bayi.
B. Manfaat Menyusui
ASI merupakan makanan utama dan alami yang sangat bermanfaat bagi bayi, yang
akan membantunya tumbuh kembang optimal selain itu dengan pemberian ASI juga akan
memberi manfaat pada ibu dan keluarganya.
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu aspek
gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologist, ekonomis, dan
aspek penundaan kehamilan.
1. Aspek gizi
Manfaat Kolostrum:
a. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari
berbagai penyakit infeksi terutama diare.
b. Jumlah kolostrum yang diproduksi berfariasi tergantung dari hisapan bayi pada
hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi
kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
c. Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan karbohidrat dan
lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama
kelahiran.
d. Membantu mengeluarkan meconium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna
hitam kehijauan.

Komposisi ASI
a. ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai juga
mengandung enzim-enzim untuk mencerna zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI
tersebut.
b. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan
dan perkembangan kecerdasan bayi.
c. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki parbandingan antara whey
dan casein yang sesuai untuk bayi. Rasio whey dan casein merupakan salah satu
keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi, ASI mengandung whey lebih
banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah
diserap. Sedangkan susu sapi mempunyai perbandingan whey:casein adalah
20:80 sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
a. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang
berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturitas
sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurine akan
berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
b. Decosahexanoic acid (DHA) dan arachidonic acid (AA) adalah asam lemak tak
jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk
pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat
mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu
DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari subtansi pembentuknya
(precursor) yaitu masing-masing dari omega 3 (Asam Linolenat) dan omega 6
(asam linoleat).
2. Aspek imunologik
a. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
b. Immunoglobulin A (IgA) dalam kolostrum ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori
IgA tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E. coli dan
berbagai virus pada saluran pencernaan.
c. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang
mengikat zat besi di saluran pencernaan.

d. Lysosim, enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella)
dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
e. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil.
Teridiri dari 3 macam yaitu: bronchus-asociated lymphocyte tissue (BALT)
antibody pernafasan, gut associated lymphocyte tissue (GALT) antibody saluran
pernafasan, dan mammry associated lymphocyte tissue (MALL) antibody
jaringan payudara ibu.
f. Factor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang
pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini mejaga keasaman flora
usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
3. Aspek psikologi
a. Rasa pecaya diri ibu untuk menyusui bahwa ibu mampu menyusui dengan
produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu
dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormone terutama
oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
b. Interaksi ibu dan bayi: pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi
tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
c. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi: ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena
berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan
merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan
mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
4. Aspek kecerdasan
a. Interaksi ibu dan bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk
perkembangan system saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
b. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ 4.3
point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan
8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan bayi yang tidak diberi
ASI.
5. Aspek neurologist
Dengan menghisap payudara, koordinasi saraf menelan, menghisap dan bernafas
yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6. Aspek ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makan
bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan mengehamat pnegeluaran
rumah tangga unuk membeli susu formula dan peralatannya.
7. Aspek penundaan kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga
dapt digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai
Metode Amenore Laktasi (MAL).
Manfaat secara umum asi bagi ibu dan bayi :
a. Penting untuk kesehatan Ibu
-

Mempercepat pengecilan rahim kembali ke ukuran normal.

Mencegah perdarahan setelah melahirkan

Dapat menghindari kanker payudara.

b. Membentuk ikatan batin yang kuat antara ibu dan bayi


-

Pada waktu menyusui terjadi kontak mata dan kontak waktu kulit dengan bayi. Keadaan
ini merupakan peristiwa yang sangat khususu bagi Ibu hamil dan Bayinya.

c. Menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa dibutuhkan bagi Ibu


-

Dengan menyusui, ibu dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa dibutuhkan oleh
orang lain.

Setiap Ibu mampu menyusui bayinya.

d. Memberi kemudahan bagi Ibu


-

ASI selalu tersedia setiap saat dalam keadaan segar.

e. Murah dan hemat


-

Dibanding dengan membeli susu formula

Biayanya hanya diperlukan untuk membeli makanan yang bergizi.

C. Penyimpanan ASI
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat, namun ada perbedaan
lamanya penyimpanan terkait dengan tempat penyimpanan. Diudara terbuka/bebas, ASI

mampu bertahan dalam waktu 6-8 jam. Di lemari es (suhu 4c), ASI mampu bertahan
selama 24 jam, sedangkan di lemari pendingin/freezer (suhu -18c), ASI mampu bertahan
selama 6 bulan.
Asi yang telah di dinginkan tidak boleh direbus bila akan di minumkan, karena
kualitasnya akan menurun. ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat di dalam suhu
kamar agar tidak terlalu dingin atau dapat pula di rendam di dalaam wadah yang telah
berisi air panas.

D. Nutrisi Bagi Ibu Menyusui


Nutrisi atau makanan pada ibu menyusui sangat penting , karena asi yang kita beri
tergantung nutrisi yang ibu konsumsi. Bila ibu mengkonsumsi nutrisi yang baik, maka kualitas
ASI pun sama baiknya
Untuk menjaga agar ibu tetap sehat dan produksi ASI cukup maka ibu harus
memperhatikan makanan ibu setiap hari .Sebagaimana diketahui , ASI merupakan makanan
terbaik sampai umur 4 bulan ( ASI eksklusif ). Makanan ibu saat menyusui jauh lebih banyak
dibanding waktu hamil atau tidak hamil :

Makanan harus seimbang baik dalam hal makanan pokok lauk pauk ,sayuran dan
buah .Jumlah dan mutunya lebih banyak daripada ibu hamil

Perlu lebih banyak minum , Lebih dari 6 gelas setiap hari.

Makanan tidak pedas ,tidak banyak bumbu, tidak terlalu panas atau dingin untuk
menjaga kelancaran pencernaan.

Untuk dapat memproduksi ASI makanlah sayuran hijau.

Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor ,antara lain :

Keadaan gizi selama hamil


Bila keadaan gizi buruk akan mengurangi produksi ASI

Keadaan emosi ibu


Ibu yang mengalami tekanan batin atau tekanan kejiwaan , akan memproduksi ASI
lebih sedikit.