Anda di halaman 1dari 7

Peradaban sungai nil

Peradaban sungai Nil atau mesir kuno lahir disebabkan kesuburan tanah di
sekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal
inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun
peradaban di tempat tersebut.
Peradaban mesir kuno terletak di bagian timur laut Afrika,mesir.

PEMERINTAHAN PERADABAN MESIR KUNO


Sepanjang Lembah, Sungai Nil terbagi dalam dua wilayah yaitu Sungai Nil
Hulu dan Sungai Nil Hilir, pada masing-masing daerah terbentuk kelompok
yang terpisah. Kedua wilayah ini dapat dipersatukan oleh Menes dengan bentuk
kerajaan dan beribukota Memphis pada tahun 3000 SM. Menes inilah yang
menjadi raja Mesir Kuno.
Berdasarkan pada masa hidupnya, peradaban sungai nil atau mesir kuno
dibagi menjadi tiga masa yaitu Mesir tua, Mesir Pertengahan, dan Mesir Baru.

Mesir Tua
Raja-raja Mesir diberi gelar Firaun atau Pharaoh. Firaun memiliki hak yang
tidak terbatas dengan tujuan memberi kedamaian dan kemakmuran bagi
bangsanya. Kerajaan Mesir Tua beribukota Memphis. Pada zaman Mesir Tua,
sudah dibangun makam-makam raja dalam bentuk piramid dan patung dari
batu. Piramid ini dibuat oleh rakyat karena kepercayaan bahwa raja Mesir
adalah
titisan
dewa.

Raja-raja yang termasyhur pada zaman ini di antaranya Khufu, Kefre,


dan Menkaure. Setelah raja-raja tersebut meninggal, kondisi keamanan di Mesir
menjadi lemah, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan kepercayaan rakyat
bahwa raja adalah keturunan dewa dan timbulnya kerajaan-kerajaan kecil.

Mesir Pertengahan
Setelah terjadi perpecahan, Mesir kembali disatukan oleh raja Sesotris III dari
Thebe. Bahkan Sesotris III mengembangkan wilayahnya dengan menguasai
Nubia dan Palestina. Pada masa pemerintahan Amenemhet III terjadi
penambangan emas di Gurun Sinai dan mendirikan kelompok besar istana yang
dinamakan
labyrinth.
Setelah kematian Amenemhet III, muncul serangan dari bangsa Hykos
yang berasal dari Palestina dan mereka dapat menguasai Mesir. Kedatangan
bangsa Hykos memperkenalkan teknologi peralatan dari perunggu, seperti
peralatan pertanian, senjata dan alat rumah tangga. Bangsa Hykos menetapkan
Kota Awaris sebagai ibukota Mesir yang baru.

Mesir Baru (Muda)


Bangsa Mesir dapat merebut kembali kekuasaannya dari bangsa Hykos. Raja
yang paling berjasa dalam perebutan kekuasaan dari bangsa Hykos adalah
Firaun Ahmosis karena ia sendiri yang memimpin serangan. Kekuasaan Mesir
sempat meluas ke Babylonia, Assyria, Cicillia, Cyprus pada saat kekuasaan
Tutmosis II. Antara tahun 1367-1350 SM pada masa pemerintahan Amenhotep
IV atau Akhenaton dan Nefertiti mengajarkan monotheisme kepada bangsa
Mesir dengan menganggap Dewa Matahari sebagai satu-satunya dewa.

Akibat adanya pertentangan dengan para pendeta agama Amon,


Amenhotep IV memindahkan ibukota dari Thebe ke Al Amama. Setelah
Amenhotep IV meninggal, perselisihan tentang agama tidak terjadi lagi dan
pendeta menunjuk Tut-Aankh-Amon atau Tutankhamon sebagai firaun dan
diharuskan tunduk kepada pendeta agama Amon. Kekuasaan Mesir akhirnya
selalu digantikan oleh negara lain yang menjatuhkannya. Ini terjadi sejak
pemerintahan Raja Ramses III (1198-1167 SM) berakhir.

SISTEM KEPERCAYAAN PERADABAN MESIR KUNO


Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga mengenal
kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan meninggal. Malah mereka
mengenal hewan-hewan suci yang dianggap sakral, seperti terlihat dalam
beberapa lukisan dan patung hewan berkepala manusia dan manusia berkepala
hewan.
Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain:
(a) Dewa Ra
Ra (Re atau Amun-Ra) adalah
dewa Matahari Mesir Kuno.
Ra juga dianggap sebagai dewa
tertinggi dalamkebudayaan Mesir
Kuno. Dalam salah satu dari
banyak perwujudannya,
Ra digambarkan berkepala
rajawali dan
mengenakan mahkota cakram
matahari.
(b) Dewa Horus
Horus adalah salah satu dewa
paling penting dalam agama
Mesir Kuno, ia dipuja sejak
kurun pra-dinasti hingga
masa Yunani dan Romawi.
Horus dipuja sebagai dewa langit,

dewa perang, dan dewa pelindung.


Ia biasanya ditampilkan sebagai
manusia berkepala rajawali
mengenakan mahkota pschent,
mahkota merah dan putih,
melambangkan raja atas seluruh Mesir.
(c) Dewa Thoth
Thoth, dalam salah satu
perwujudannya sebagai
manusia berkepala burung
ibis.Dewa thoth dianggap
sebagai Dewa Ilmu
Pengetahuan dan Tulisan.
KEHIDUPAN MASYARAKAT MESIR KUNO
Pola hidup bangsa Mesir sangat menggantungkan diri kepada kondisi
Sungai Nil, apabila musim hujan mereka akan bercocok tanam dan apabila
musim kemarau mereka akan menghindar. Kemampuan bercocok tanam ini
bertahan lama sampai jumlah populasinya bertambah banyak dan mengharuskan
bangsa Mesir mengembangkan sistem pengaturan air yang baik dan bisa
dipergunakan setiap saat.
Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil
produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia,
Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah
sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang
melintasi sungai Nil.
Adanya kerja sama antar individu membentuk sebuah kelompok kecil
dan berkembang menjadi kelompok besar yang memerlukan sebuah aturan
dalam organisasi yang teratur.

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


Bangsa Mesir terkenal memiliki teknologi dan kebudayaan yang tinggi. Hal
tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai bangunan raksasa yang terdapat di
Mesir. Selain itu, bangsa Mesir terkenal dengan berbagai penemuannya sebagai
berikut.
1. Kemampuan untuk membuat alat-alat rumah tangga, senjata, dan
peralatan hidup lainnya dari tanah liat dan logam.
2.
Sistem penanggalan kalender yang sudah berdasarkan perhitungan
perputaran bumi mengitari matahari. Sistem kalender yang seperti itu membagi
1 tahun menjadi 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 30 hari. Peredaran bulan
selama 29 2 1 hari. Karena dianggap kurang tetap, kemudian mereka
menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang
muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan
30 hari, dan lamanya setahun adalah 365 hari, yaitu 12 30 hari lalu
ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini
sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun
Syamsiah (sistem solar).
3. Kemampuan membuat perhiasan dari logam mulia dan gading.
4. Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut hieroglyph
berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu
obelisk, maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri atas gambar dan
lambang berbentuk manusia, hewan, dan benda-benda. Setiap lambang
memiliki makna.
RUNTUHNYA MESIR KUNO
Keruntuhan mesir disebabkan oleh faktor faktor berikut :
a. Serangan bangsa assiria pada tahun 672 SM.
b. Serangan dari persia
c. Diserang macedonia di bawah iskandar zulkarnaen.
d. Jatuh ke tangan romawi di bawah kekuasaan oktavianus.
e. Dikuasai oleh inggris.

BENDA-BENDA PENINGGALAN ZAMAN MESIR KUNO


Benda-benda kuno sebagai peninggalan zaman Mesir Kuno telah banyak
ditemukan. Benda-benda peninggalan itu merupakan hasil-hasil kebudayaan
masyarakat mesir kuno. Kebudayaan mesir kuno ini erat hubungannya dengan
daerah sungai nil dan sistem kepercayaan masyarakatnya. Adapun benda
benda peninggalan mesir kuno adalah sebagai berikut:

a. Tulisan Hieroglif
Masyarakat mesir kuno telah mengenal tulisan yang disebut hieroglif.
Tulisan ini dituliskan pada papyrus, yang merupakan lembaran-lembaran
semacam kertas. Tulisan-tulisan mesir kuno ini juga dipahatkan pada
dinding-dinding piramid, obelisk, dan lain-lain.
b. Piramid
Piramid adalah bangunan berbentuk segitiga (kerucut) yang bertingkattingkat. Bangunan ini gunanya sebagai tempat penyimpanan mayat yang
telah dibalsem. Piramid ini merupakan bangunan raksasa yang terbuat
dari batu besar. Di depan piramid diletakkan patung dari batu yang
berbentuk singa dan berkepala manusia.
c. spinx
Spinx adalah patung batu yang melukiskan seorang raja berbentuk singa dan
berkepala manusia. Spinx ini diletakkan di depan piramid. Fungsinya sebagai
penjaga piramid dari gangguan roh jahat.
d.Kuil
Kuil adalah bangunan tempat pemujaan. Di depan kuil dibangun tugu-tugu yang
berjajar yang disebut obelisk. Fungsinya selain sebagai lambang pemujaan
terhadap dewa ra juga untuk mencatat kejadian-kejadian penting

e.Mummi

Mummi adalah mayat yang dibalsem dengan ramuanatau mayat yang


diawetkan.Mummi ini kemudian dimakamkan di dalam piramid. Mayat yang
dibalsem jasadnya tidak rusak walaupun telah berumur ribuan tahun.