Anda di halaman 1dari 20

Menyiapkan Bibit Tanaman Hortikultura

Media tanamBAB I PENDAHULUAN


A. Deskripsi
Bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Tanaman yang
sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat, kuat, ditanam dengan
baik serta dilakukan perawatan dengan baik. Bibit tanaman yang jelek tidak mungkin
menghasilkan tanaman yang mampu berproduksi secara optimum di lapangan walaupuan
dilakukan penanaman dan perawatan yang baik, demikian juga bibit yang baik tidak akan
berproduksi dengan baik apabila penanaman dan pemeliharaannya tidak dilakukan dengan
baik. Oleh karena itu melakukan pembibitan merupakan kunci awal keberhasilan suatu
agribisnis tanaman.
Untuk mendapatkan bibit yang baik, sehat dan normal pertumbuhannya diperlukan tempat,
sarana prasarana, dan metode pembibitan yang baik yang disesuaikan dengan karakteristik
dan persyaratan tumbuh tanaman yang dibibitkan. Keuntungan pembibitan antara lain seleksi
bibit dapat dilakukan sebelum ditanam di lapangan dan perawatan bibit lebih mudah.
Rangkaian kegiatan melakukan pembibitan ini meliputi : menetapkan lokasi pembibitan,
membuat bedengan pembibitan, membuat naungan pembibitan, memilih benih, memberi
perlakukan benih, menyemai benih dan pemeliharaan bibit.
B. Sub Kompetensi
Ruang lingkup sub kompetensi menyiapkan biit meliputi:
1. Menyiapkan media
2. Menyapih bibit
3. Memelihara bibit

MEDAMme BAB II. PEMBELAJARAN


Tujuan Akhir Pembelajaran/Terminal Performance Objective (TPO)
Setelah mempelajari kompetensi ini siswa mampu melakukan meyiapkan bibit, menyapih dan
memelihara bibit sesuai persyaratan, lokasi pesemaian, peralatan, bahan pembibitan di
polybag (benih, pupuk kandang, pestisida).
A. Tujuan Antara/ Enabling Objective (EO)
Setelah menyelesaikan materi ini siswa mampu menyiapkan bibit sesuai dengan persyaratan,
bila disediakan tempat, peralatan dan bibit tanaman
B. Materi Menyemai Benih
1. Pengertian Benih dan Bibit
Biji, benih dan bibit merupakan istilah yang hampir sama sehingga sering rancu dalam
penggunaannya. Wirawan dan Wahyuni (2002) menyajikan pengertian sebagai berikut :
Biji : Salah satu bagian tanaman yang berfungsi sebagai unit penyebaran (dispersal unit)
perbanyakan tanaman secara alamiah
Benih : Biji tanaman yang telah mengalami perlakuan sehingga dapat dijadikan sarana dalam

memperbanyak tanaman
Bibit : Benih yang telah berkecambah
Pembibitan/Pesemaian (Sunaryono & Rismunandar, 1984) ialah menabur atau
menyebartumbuhkan atau menanam biji/benih pada suatu tempat khusus yang memenuhi
persyaratan-persyaratan untuk tumbuhnya biji atau benih hingga diperoleh perkecambahan
atau pertunasan (bibit) yang cepat dan baik tumbuhnya. kegiatan menanam benih atau bibit
ini bersifat sementara di lokasi pembibitan, dimana tanaman muda (semai) ini dipelihara
sampai saat dipindahkan ke lapangan.
Tujuan pembibitan adalah untuk menyiapkan benih yang berbentuk biji hingga menjadi bibit
atau tanaman muda yang siap ditanam di lahan.
Merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan
digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media
tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan
hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin
yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar
akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Jenis media tanam yang digunakan pada setiap daerah tidak selalu sama. Di Asia Tenggara,
misalnya, sejak tahun 1940 menggunakan media tanam berupa pecahan batu bata, arang,
sabut kelapa, kulit kelapa, atau batang pakis. Bahan-bahan tersebut juga tidak hanya
digunakan secara tunggal, tetapi bisa dikombinasikan antara bahan satu dengan lainnya.
Misalnya, pakis dan arang dicampur dengan perbandingan tertentu hingga menjadi media
tanam baru. Pakis juga bisa dicampur dengan pecahan batu bata.
Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan
ditanam, seorang hobiis harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam
yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. berdasarkan jenis bahan penyusunnya,
media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik.
A. Bahan Organik
Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen
organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, atau kulit
kayu. Penggunaan bahan organik sebagai media tanam jauh lebih unggul dibandingkan
dengan bahan anorganik. Hal itu dikarenakan bahan organik sudah mampu menyediakan
unsur-unsur hara bagi tanaman. Selain itu, bahan organik juga memiliki pori-pori makro dan
mikro yang hampir seimbang sehingga sirkulasi udara yang dihasilkan cukup baik serta
memiliki daya serap air yang tinggi.
Bahan organik akan mengalami proses pelapukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh
mikroorganisme. Melalui proses tersebut, akan dihasilkan karbondioksida (CO2), air(H2O),
dan mineral. Mineral yang dihasilkan merupakan sumber unsur hara yang dapat diserap
tanaman sebagai zat makanan. Namun, proses dekomposisi yang terlalu cepat dapat memicu
kemunculan bibit penyakit. Untuk menghindarinya, media tanam harus sering diganti. Oleh
karena itu, penambahan unsur hara sebaiknya harus tetap diberikan sebelum bahan media
tanam tersebut mengalami dekomposisi.
8eberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam di antaranya arang,
cacahan pakis, kompos, mosS, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.
1. Arang
Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat coeok digunakan
untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang
kurang mampu mengikat air dalam )umlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah
sifatnya yang bufer (penyangga). Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pemberian
unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan.
Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau

eendawan yang dapat merugikan tanaman. Namun, media arang eenderung miskin akan
unsur hara. Oleh karenanya, ke dalam media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa
aplikasi pemupukan.
Sebelum digunakan sebagai media tanam, idealnya arang dipeeah menjadi potonganpotongan keeil terlebih dahulu sehingga memudahkan dalam penempatan di dalam pot.
Ukuran peeahan arang ini sangat bergantung pada wadah yang digunakan untuk menanam
serta jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 em
atau lebih, umumnya digunakan peeahan arang yang berukuran panjang 3 em, lebar 2-3 em,
dengan ketebalan 2-3 em. Untuk wadah (pot) yang lebih keeil, ukuran peeahan arang juga
harus lebih kecil.
gambar arang :

2. Batang Pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan
batang pakis coklat. Dari kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan
sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga
lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan
dikenal sebagai cacahan pakis.
Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap
pakai dalam bentuk lempengan persegi empat. Umumnya, bentuk lempengan pakis
digunakan sebagai media tanam anggrek. Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah
sering dihuni oleh semut atau binatang-binatang kecillainnya.
Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya
yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak
sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.
Gambar Pakis :

3. Kompos
Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi
tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota.
Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu
mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi,
maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur
nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki
kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan
soil ameliorator. Soil ( ondotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah,

terutama tanah kering, sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam Il1emperbaiki


kemampuan tukar kation pada tanah.
Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu Ydng telah mengalami
pelapukan secara sempurna, ditandai dengan I IL,rubahan warna dari bahan pembentuknya
(hitam kecokelatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.
gambar kompos:

4. Moss
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan, atau kadaka yang
banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa
penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga
sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem
drainase dan aerasi yang lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss
dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut, atau
daun-daunan kering.
gambar moss :

5. Pupuk kandang
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan
unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk
kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan
mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman
menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.
Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain jenis hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang
dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan
steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang
sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat
merusak tanaman.
Gambar pupuk kandang

6. Sabut kelapa (coco peat)


Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan
sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam ,I iJdiknya berasal dari buah kelapa
tua karena memiliki serat yang kuat.
Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang bercurah
hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk.
Selain itu, tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit.
Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan
fungisida. Jika dibandingkan dengan media lain, pemberian fungisida pada media sabut
kelapa harus lebih sering dilakukan karena
sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.
Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang mampu
mengikat dan menyimpan air dengan
kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium
(Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).
gambar media tanam serabut kelapa:

7. Sekam padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa
digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan
sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai media tanam, keduanya
berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media
tanam menjadi lebih baik.
Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba
patogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki
kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur,
Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.
Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak
mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah
menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun,
sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.
Gambar sekam padi

8. Humus
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan
sumber energi jasad mikro tersebut. Bahanbahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli
tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna gelap dan

ciijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil)


Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. dan memiliki kemampuan daya
tukar ion yang tinggi sehingga bisa
menyimpan unsur hara. Oleh karenanya, dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media
tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika tlrjadi perubahan suhu, kelembapan, dan
aerasi yang ekstrim. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar
tanaman tidak mampu menyerap air, Dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus
sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi,
misalnya tanah dan pasir.
Gambar Humus

B. Bahan Anorganik
Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari
proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh
berbagai hal, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, dan kimiawi.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat
digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm),
pasir (berukuran 50 /-1- 2 mm), debu (berukuran 2-50u), dan tanah liat (berukuran kurang
dari 2ju. Selain itu, bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia
yang dibuat di pabrik. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam
yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.
1. Gel
Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam
bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak
perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu,
media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat
disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan
menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang
kerja.
Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini, misalnya
philodendron dan anthurium. Namun, gel tidak eaeak untuk tanaman hias berakar keras,
seperti adenium atau tanaman hias bonsai. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel
dalam memasok kebutuhan air, tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang
mengeras sehingga bisa membuat vas pecah. Sebagian besar nursery lebih memilih gel
sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan tanaman dalam jarak jauh. Tujuannya agar
kelembapan tanaman tetap terjaga.
Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. Di
Jepang gel digunakan sebagai komponen terarium bersama dengan pasir. Gel yang berwarnawarni dapat memberi kesan hidup pada taman miniatur tersebut.
gambar media tanam gel:

2. Pasir
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah.
Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk
penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman.
Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang
dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang
cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam
pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta
drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering
digunakan sebagai media tanam.
gambar pasir:

Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah
basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap
proses::misahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau ~lgin. Dengan
demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan ::emupukan yang lebih intensif. Hal
tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.
Penggunaan pasir seoagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan
anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis
tanaman.
Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang
bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk :gunakan sebagai
media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi
pada media tanam dapat ,enyebabkan tanaman menjadi merana. Selain itu, organ-organ
tanaman, seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya
mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).
3. Kerikil
Pada dasarnya, penggunaaan kerikil sebagai media tanam memang :idakjauh berbeda dengan
pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil
sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan
media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak
menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif
rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.
Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Sifat kerikil sintesis
cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki

bobot yang ringan. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah
kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. Selain itu, sistem drainase yang
dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara
dalam media tanam.
Gambar kerikil

4. Pecahan batu bata


Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan
anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran
batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat keeil, seperti kerikil, dengan
ukuran sekitar 2-3 em. Semakin keeil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap
air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin keeil juga akan
membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam
ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu
bata yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan
dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Walaupun miskin unsur hara, media pecahan batu bata tidak mudah melapuk. Dengan
demikian, pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena
memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Tanaman yang sering menggunakan
pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek.
5. Spons (floralfoam)
Para hobiis yang berkecimpung dalam budi daya tanaman hias sudah sering memanfaatkan
spans sebagai media tanam anorganik. Dilihat dari sifatnya, spans sangat ringan sehingga
mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini
tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat
dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman.
Kelebihan lain dari media tanam spans adalah tingginya daya serap
terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Namun,
penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spans
sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti
dengan yang baru. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spans sering
digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang
penggunaannya eenderung hanya sementara waktu saja.
gambar media taman spons:

6. Tanah liat
Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur.
Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran keeil (pori-pori mikro) yang

lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki
kemampuan mengikat air yang eukup kuat. Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi
air kapiler atau udara. Sementara pori-pori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara
atau air gravitasi yang mudah hilang. Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat
sempit sehingga menyebabkan sirkulasi air atau udara menjadi lamban.
Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan
bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara. Penggunaan tanah liat yang dikombinasikan
dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan sebagai media
penyemaian, eangkok, dan bonsai.
gambar media tanah liat:

7. Vermikulit dan perlit


Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari
pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H,lum. Berdasarkan
sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar
kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat
menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran
media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam,
vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa
dengan mudah diserap oleh akar tanaman.
Berbeda dengan vermikulit, perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki
kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam,
fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya
serap air.
Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan
bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara.
Gambar Vermikullit

8. Gabus (styrofoam)
Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer
styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. Mulanya, styrofoam hanya
digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di
lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. Styrofoam yang digunakan
berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.
Sekarang, beberapa nursery menggunakan styrofoam sebagai campuran media tanam untuk
meningkatkan porousitas media tanam. Jntuk keperluan ini, styrofoam yang digunakan dalam
bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil, berukuran sebesar biji
kedelai. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya
mennjadi riangan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.
Gambar gabus

A. Tujuan Antara/ enabling objective (EO)


Setelah menyelesaikan materi ini siswa mampu mengetahui teknik penanaman tanaman ke
dalam media di dalam polybag dan peralatan menyapih bibit yang relevan
B. Materi menyapih bibit
Untuk benih-benih kecil yang dalam budidaya tanaman melalui penyemain, setelah jadi bibit
siap untuk langsung ditanam di lapangan. Namun ada beberapa jenis tanaman tertentu masih
memerlukan pengadaptasian sebelum bibit siap ditanam di lapangan yaitu dengan melalui
penyapian bibit.
Menyapih bibit adalah memisahkan/memindahkan biit dari sekelompoknya hingga menjadi
tanaman individu dalam suatu wadah tersendiri sesuai dengan ukuran dari pertumbuhannya.
Umumnya penyapihan bibit berasal dari benih yang disemai pada bak perkecambahan atau
ditempat bedengan-bedengan pembiitan.Pemindahan bibit ini dilakukan karena jika ditanam
di lapangan bibit belum siap untuk beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Apabila
dari sekelompok benih ini dibiarkan tumbuh maka penyerapan unsur hara, oksigen dan air,
akan terhambat karena pengaruh persaingan antara biit dalam wadah yang dapat
mengakibatkan terjadinya pertumbuhan bibit tidak sempurna.

A. Tujuan Antara/ enabling objective (EO)


Setelah menyelesaikan materi ini peserta diklat mampu memelihara bibit bila disediakan area
dan peralatan pembibitan yang relevan
C. Materi memelihara bibit
Kegiatan pemeliharaan bibit meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian
hama dan penyakit.
1. Penyiraman
Peranan air tidak hanya penting bagi manusia maupun hewan, namun juga bagi tumbuhan.
Kekurangan air yang berkepanjangan pada tanaman tentu saja berpengaruh pada
pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut, bahkan bisa menyebabkan kelayuan yang
diakhiri dengan kematian. Kematian berarti kegagalan.
Air memiliki fungsi yang penting bagi tanaman, air merupakan bahan dasar yang akan
digunakan pada proses fotosintesis. fotosintesis merupakan proses fisiologi tanaman untuk
pembentukan karbohidrat (gula). Kebutuhan suplai air bagi setiap jenis tanaman tentu saja
berlainan.
Selain memiliki fungsi sebagai bahan dasar fotosintesis, air juga memiliki beberapa fungsi
untuk tanaman antara lain : (1) sebagai pelarut, (2) media tranportasi unsur hara dari akar ke

daun, (3) hasil fabrikasi daun keseluruh bagian tanaman, (4) pengatur tekanan turgor, (5)
proses pembelahan dan pembesaran sel dan (6) untuk perkecambahan.
Ketersediaan air dalam tubuh tanaman diperoleh melalui proses absorbsi. Sedangkan
hilangnya air dari permukaan bagian-bagian tanaman melalui proses transpirasi. Tanaman
dengan kondisi daun yang banyak akan mengabsorbsi air dalam jumlah besar, demikian pula
akan mengalami kehilangan air (transpirasi) yang banyak pula.
Bila suplay air berlangsung pada tingkat yang normal maka akan menjamin kestabilan
tekanan turgor yang mana berkaitan dengan proses membukanya stomata. Dengan demikian,
difusi CO2 berlangsung dengan baik, sehingga proses pembentukkan karbohidrat akan
berjalan normal sehingga dapat menjamin kestabilan tumbuh dari tanaman. Sebaliknya, bila
tanaman mengalami kekurangan suplai air sedangkan proses transpirasi berlangsung cepat
maka yang terjadi adalah kekurangan jumlah air dalam tanaman yang dapat mengakibatkan
terjadinya kelayuan bahkan kematian.
Pemberian air pada bibit tanaman bisa dilakukan dengan cara-cara antara lain:
a. Secara gravitasi (open gravity irrigation)
Pemberian air yang menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan air dari sumber air ke
tempat yang membutuhkannya.
b. Secara bawah permukaan (sub suface irrigation)
Pemberian air yang mensuplai langsung kedaerah perakaran melalui aliran dari media tanam.
c. Secara siraman (sprinkler irrigation)
Pemberian air melalui siraman (pancaran air) pada tanaman.
d. Secara tetesan (drip irrigation)
Dengan memberikan tetesan air langsung pada tanaman.
Penyiraman ini bertujuan untuk menjamin tersedianya air bagi pertumbuhan bibit.
Penyiraman bibit dilakukan minimal satu kali dalam sehari terutama bila tidak ada hujan.
(disesuaikan dengan kondisi lingkungan). Penyiraman dihentikan bila seluruh bagian media
semai disekitar daerah perakaran bibhit tanaman sudah mencapai titik jenuh.
Penyiraman sebaiknya dilakukan sore hari, agar air tersedia lebih lama dalam tanah dan
menghindari bibit dari kelayuan
2. Penyiangan
Tujuan penyiangan adalah untuk membuang gulma yang tumbuh disekitar bibit, agar tidak
terjadi persaingan dalam kehidupan antara bibit tanaman dan gulma yang dapat menimbulkan
kerugian.
Penyiangan ini dilakukan dengan cara:
a. Membuang rumput-rumput pengganggu yang tumbuh diantara semai/bibit yang dapat
menimbulkan persaingan dengan bibit dalam hal memperoleh air, hara dan cahaya.
b. Penyiangan dilakukan menurut kebutuhan dengan menggunakan koret, tangan atau alat
penyiang lainnya.
3. Pemupukan
Pemupukan dimaksudkan untuk menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan bibit,
terutama Nitrogen (N), Fosfat (P2O5) dan Kalium (K2O) agar bibit tumbuh dengan baik.
Dosis dan frekuensi pemupukan ditentukan oleh jenis tanaman, dan umur bibit.
Pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a. Cara penyiraman (pupuk dilarutkan dalam air)
b. Penempatan dalam larikan yang dibuat diantara barisan bibit
c. Pemberian dalam lubang

d. Disebar merata
4. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dilakukan baik untuk meksut melindungi bibit dari
gangguan hama dan penyakit maupun memberantasnya bila sudah menyerang bibit.
Gangguan hama dan penyakit dapat menyebabkan bibit rusak dan mati. Pada pembibitan
pengendalian hama dan penyakit yang umum dilakukan adalah pengendalian secara kimiawi
yaitu dengan cara melakukan penyemprotan hama dan penyakit menggunakan pestisida.

C. Tugas
1. Lakukan observasi pada penangkar benih yang berada di daerah anda bagaimana cara
melakukan pemeliharaan bibit.
2. Catat hasilnya dan buatlah laporan.
3. Buatlah rencana kerja sebelum melakukan praktik
4. Analisis daya dukung yang ada, apakah daya dukung tersebut sudah sesuai dengan
kebutuhan atau belum, bila belum bagaimana tindakan anda selanjutnya.
5. Susunlah rencana kerja ulang setelah anda melakukan analisis daya dukung yang tersedia.
6. Lakukan pemeliharaan bibit dengan rencana kerja yang anda susun dan telah disepakati
oleh fasilitator.
7. Amati dan catat semua hasil kegiatan, kemudian buat laporan dan presentasikan bersama
kelompok lain dan fasilitator.
C. Tes Formatif
1. Apa saja fungsi air bagi tanaman?
2. Sebutkan cara-cara pemberian air pada pembibitan
3. Jelaskan mengapa perlu dilakukan penyiangan
4. Pupuk apa saja yang biasa digunakan untuk memupuk bibit
5. Sebutkan cara-cara pemupukan
6. Jelaskan mengapa perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada pembibitan!
D. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan
1. Resume tentang memelihara bibit
2. Laporan hasil observasi dan diskusi
3. Rencana kerja
4. Laporan praktik memelihara bibit,
TRANSPLATING
Transplantasi berbagai tanaman, bunga, dan pohon mungkin tampak seperti terlalu rumit dan
sulit tugas pada pandangan pertama. Sebenarnya, dengan rencana tepat dan hati-hati eksekusi,
transplantasi dapat menimbulkan rasa sakit dan juga berhasil. Di bidang pertanian dan
berkebun, transplantasi adalah teknik mulai dari biji tanaman dalam kondisi yang optimal,
seperti di rumah kaca atau kamar anak-anak dilindungi, kemudian penanaman kembali di
lokasi tumbuh yang lain, biasanya di luar ruangan.

Transplanting memiliki berbagai aplikasi, termasuk:


memperpanjang musim tanam dengan memulai tanaman di dalam ruangan, sebelum kondisi
luar menguntungkan melindungi tanaman muda dari penyakit dan hama sampai mereka
cukup mapan perkecambahan menghindari masalah dengan menetapkan keluar bukan
langsung bibit penyemaian. Berbeda spesies dan varietas tanaman bereaksi secara berbeda
terhadap transplanting. Bagi beberapa orang, tidak dianjurkan. Dalam semua kasus,
menghindari atau setidaknya meminimalkan shock transplantasi adalah keprihatinan utama.
Tanaman dibesarkan dalam kondisi yang dilindungi biasanya memerlukan masa aklimatisasi,
yang dikenal sebagai pengerasan off. Tahap pertumbuhan di mana transplantasi berlangsung,
pertumbuhan akar, kondisi cuaca selama transplantasi, dan pengobatan segera setelah tanam
adalah faktor-faktor penting lainnya.
Adapun kegiatan transplanting antara lain seperti :
1. Potting : pemindahan tanaman/bibit dari bedengan semai atau flat pembibitan ke pot-pot
yang telah disiapkan dengan tanah dan campuran pupuk.
2. Repotting : pemindahan tanaman dari pot-pot/polybag yang lebih kecil ke pot-pot yang
berukuran lebih besar.
3. Pricking off : cara persemaian dengan hanya menaburkan benih di atas bedengan semai
untuk kemudian dipindah tanamkan ke polibag maupun ke bedengan-bedengan yang tersedia.
4. Setting out : pemindahan tanaman dari pot-pot, flat maupun bedengan ke tempat
penanaman di lapang.
Transplanting memerlukan waktu & teknik yang tepat
Transplanting tanaman dan bunga taman memberi Anda kebebasan untuk membuat taman
Anda selalu memimpikan memiliki. Sukses transplantasi membutuhkan waktu dan teknik
yang tepat, bersama dengan sedikit kesabaran.
Menjaga sistem akar utuh
Transplanting dapat memutuskan sebagian besar dari sistem akar, yang mengejutkan
berbahaya tanaman yang tidak aktif. Sangat hati-hati harus diambil ketika transplantasi untuk
meninggalkan sebanyak sistem akar tidak rusak mungkin. Hal ini umumnya hanya berlaku
Namun, tanaman yang tumbuh di tanah. Sebuah pot tanaman dapat dipindahkan setiap saat
selama Anda dapat dengan hati-hati keluarkan dari wadah tanpa pemotongan akar.
Mendapatkan tanaman dari tanah
Sebelum Anda mulai menggali, tandai tanaman pada sisi utara. Bila Anda mengganti tanaman
di lokasi baru, pastikan bahwa tanda ini menghadap ke utara untuk membantu beradaptasi
tanaman lebih lancar ke rumah baru. Dengan hati-hati menggali di sekeliling bola akar
tanaman, berhati-hati untuk menggali lubang yang cukup dalam dan lebar agar tidak melukai
tanaman (sekitar 10 inci cukup mendalam bagi banyak tanaman). Lembut ujung tanaman ke
satu sisi dan mengangkatnya dari tanah, mendukung dari akar bola dan bukan batang.
Beberapa tanaman yang lebih mudah bergerak jika Anda dengan lembut menghapus beberapa
kelebihan tanah dari akar, meskipun tanaman evergreen pulih lebih berhasil bila Anda
membiarkan sistem root untuk mempertahankan tanah banyak cakupan.
Lubang baru harus sekitar 50% lebih luas daripada sistem akar tanaman Anda memasukkan
di dalamnya. Salah satu kesalahan umum adalah dengan membuat lubang yang terlalu dalam
untuk tanaman yang ditransplantasikan. Idealnya, akar kerah reburied tidak boleh lebih dari

satu inci di bawah permukaan tanah untuk memastikan bahwa akar cukup menerima oksigen.
Mengatur tanaman di tengah lubang dan mulai menambahkan tanah di sekitar pangkalan.
Lanjutkan untuk mengisi lubang di sekeliling bola akar, berhenti sesekali untuk mengepak
ringan tanah, memastikan tanaman benar didukung. Untuk sistem akar yang besar,
tambahkan air ke dalam lubang ketika itu adalah sekitar separuh terisi. Setelah lubang diisi
dan dikemas ringan tanah, air tanaman secara menyeluruh. Baik tanaman di ditiriskan, tanah
berpasir akan membutuhkan lebih banyak air yang lebih sering daripada tanah liat tanaman di
tanah yang penuh. Transplanting membutuhkan waktu dan teknik yang tepat tetapi bila
dilakukan dengan benar, itu akan membuat semua perbedaan dalam keberhasilan taman
Anda.
Mentransplanting Tanam sayuran
Sebelum kita sampai transplantasi sayuran, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
terutama, mengapa hal itu sebaiknya mulai tanaman sayuran di dalam ruangan. Ada beberapa
alasan untuk menaikkan transplanting bibit di dalam ruangan sebelum mereka ke kebun.
Berikut adalah beberapa saran yang perlu diingat.
Penyemaian dalam ruangan untuk meningkatkan melestarikan transplantasi benih.
Ada yang lebih tinggi tingkat perkecambahan, dan lebih berkualitas tinggi tanaman dapat
diproduksi di rumah kaca di bawah kondisi lingkungan yang dikontrol.
Mulai benih dalam ruangan memperpanjang musim tanam. Hal ini penting untuk hasil awal,
karena tanaman dapat siap untuk berangkat segera setelah risiko yang masuk akal embun
beku adalah masa lalu.
Sebelumnya panen lebih dapat dicapai dengan menggunakan transplantasi dari penyemaian
langsung di kebun.
Karena setiap jenis benih dapat dipesan untuk transplantasi produksi, seorang penumbuh
memiliki pilihan yang jauh lebih luas varietas.
Pilihan varietas yang tersedia transplantasi adalah terbatas pada varietas yang paling populer.
MENGAPA TRANSPLANTASI?
Transplanting ini mudah dilakukan dan dapat dinikmati. Ia bahkan bisa menjadi pembuat
uang untuk Anda, dan menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan membeli
tanaman yang diproduksi secara komersial.
Tanaman yang tersedia ketika Anda membutuhkan mereka, sehingga Anda tidak perlu
menunggu untuk tanaman komersial menjadi tersedia.
Ada kurang bahaya untuk mendapatkan tanaman berpenyakit jika Anda mengikuti beberapa
tindakan pencegahan sederhana.
Anda dapat menghasilkan varietas baru belum tersedia dari petani tanaman komersial.
Anda dapat yakin untuk mendapatkan berbagai yang Anda inginkan.
Home-diproduksi transplantasi tumbuh lebih baik setelah ditetapkan di kebun, karena mereka
lebih segar.
SAYURAN UNTUK TRANSPLANTASI
Tomat, paprika, kembang kol, brokoli, terong, sawi, kubis dan bawang biasanya dimulai dari
transplantasi. Jika Anda ingin semangka, melon, mentimun, labu dan sayuran lainnya untuk
menyerah sebelumnya, Anda bisa mulai mereka di dalam ruangan dalam pot gambut.
WADAH UNTUK MEMPERTIMBANGKAN

Tergantung pada apa yang paling cocok untuk Anda, Anda akan ingin untuk
mempertimbangkan apa wadah yang akan digunakan saat tanam sayuran. Berikut ini adalah
gambaran tentang jenis dan fungsi wadah.
Flat benih dapat dibangun di rumah keluar dari tipis, kokoh papan atau dibeli di toko
peralatan. Keuntungan utama penggunaan lebih flat adalah bahwa tanaman dapat masuk ke
ruang yang sama jika tanaman di flat. Namun, jika Anda mulai benih di flat, Anda akan perlu
untuk transplantasi sel yang lebih besar paket atau pot individu sebagai benih menjadi lebih
besar.
Gambut pellet terbuat dari gambut sphagnum terkompresi yang terkandung dalam mesh,
sebuah pelet mengembang ketika air diterapkan, membuat pot dengan tanah gambut siap
menerima tanaman atau benih.
Gambut batu terbuat dari jala dan dikompresi gambut, batu sudah diperluas untuk menerima
atau benih tanaman.
Gambut pot terbuat dari lumut gambut dan serat lain, pot harus diisi dengan tanah atau media
pertumbuhan tanaman sebelum benih atau ditempatkan di dalamnya.
MENGAPA TRANSPLANTASI?
Kadang-kadang, ada alasan praktis untuk mencangkokkan tanaman dan bunga. Lain kali,
gagasan perubahan dan perbedaan adalah kekuatan pendorong di belakang transplanting.
Sebuah segudang alasan di luar sana. Jika Anda tidak yakin tentang alasan Anda, berikut
adalah daftar alasan mengapa Anda harus transplantasi atau tanaman bunga Anda.
Pindah rumah
Merancang ulang, Memperbaiki, atau menata ulang taman Anda
Pindah ke tempat yang lebih baik di halaman Anda (lebih matahari atau teduh)
Menghindari akar dari pohon-pohon sekitarnya
Mentransfer pot tanaman dan bunga ke kebun
Mengurangi kesesakan
SHOCKING
Transplantasi shock trauma yang dialami oleh tanaman sebagai akibat dari proses
transplanting. Hati-hati mempertimbangkan bulanan serta kondisi cuaca harian dan siklus
pertumbuhan tanaman dapat meminimalkan jika transplantasi tidak menghilangkan shock.
Salah satu cara untuk meminimalkan shock tidak untuk mengekspos akar lebih lama dari
yang diperlukan dan pastikan akar tidak kering.
MARI TRANSPLANT
Pertama, memiliki bunga masa depan tempat tidur atau daerah sudah siap. Selanjutnya,
menggali lubang untuk mengakomodasi pabrik Anda. Ketahuilah bahwa Anda transplanting
akar dengan tanah masih utuh (dikenal sebagai root bola). Dalam rangka menjaga bola akar
ini tetap utuh selama proses, rendam tanaman dua hari sebelum menggali atau
menghilangkan dari panci. Hari yang sempurna cuaca-bijaksana akan menjadi ringan, tenang,
dan mendung disertai hujan pada ramalan. Jika kondisi benar, ekstrak tanaman dari lubang
hati-hati. Rasakan seluruh sistem root untuk melihat apakah tanaman bergerak atau jika masih
berlabuh. Ketika diekstrak tanaman transportasi cepat ke daerah siap.
Untuk mempertahankan akar bola, bungkus dalam kain goni atau bahan bernapas lain.

Setelah tanaman di dalam lubang, keluarkan goni jika ada dari akar bola, tambahkan
makanan tulang, dan isi di dalam lubang, pastikan untuk menghilangkan kantong-kantong
udara. Sekarang Anda harus memangkas kelebihan pertumbuhan dan lemah tampak batang
dan cabang. Prune di 45 derajat sudut dan sampai Anda dapat melihat putihnya cabang.
Setelah tanam dan pemangkasan, Anda harus semprot terhadap jamur. Setidaknya, menutupi
kuncup kesatuan dengan tanah untuk mempertahankannya dari pengeringan.
TOOLS OF THE TRADE
Item berikut dan alat-alat mungkin akan berguna jika tidak diperlukan bila tanam:
Long berbilah sekop (tajam)
Sharp loppers
Sekop kecil
Rose pruners
Bone Meal atau direkomendasikan lain pupuk
Sarung tangan kulit
Gerobak dorong, papan kayu, atau lembaran plastik untuk mengangkut tanaman
Air (dua ember besar untuk setiap tanaman)
Semprotan desinfektan seperti kapur belerang atau funginex
TANAM POHON DAN SEMAK-SEMAK
Langkah pertama
Ketika Anda pertama kali pindah ke rumah baru Anda, Anda punya rencana untuk membuat
halaman lebih menarik dengan bantuan beberapa pohon dan semak-semak kecil. Proses
menetap di, ditambah dengan jadwal yang sudah sibuk, mengalihkan perhatian Anda dari
mempercantik halaman Anda. Sekarang tampaknya seperti sekarang atau tidak pernah untuk
menangani proyek ini dan tidak pernah bukan merupakan salah satu dari pilihan meskipun
ada di daftar. Salah satu cara yang umum untuk menendang memulai renovasi lansekap
adalah dengan tanam pohon dan semak-semak ke halaman. Prosedurnya tidak semudah
seperti yang muncul pada awalnya, tetapi dengan pengetahuan dan eksekusi yang tepat, Anda
dapat akhirnya membuat halaman rumput anda.
Sebelum transplantasi, memiliki rencana kapan, di mana, dan bagaimana Anda akan tanam
pohon-pohon dan semak-semak. Konsep umum tampaknya cukup mudah, namun kesulitan
yang tak terlihat ada di bawah permukaan baik secara kiasan dan harfiah. Rencana Anda tidak
perlu terlalu panjang, tidak ada survei atau cetak biru, tapi itu tidak bijaksana atau dianjurkan
untuk mencoba tanam tanpa semacam rencana. Beberapa faktor Anda akan ingin untuk
dipertimbangkan sebelum tanam pohon dan semak-semak adalah transplantasi sukses, musim
yang tepat, lokasi yang tepat, dan menggali dan proses penanaman.
Transplantasi sukses
Evaluasi signifikan apakah tanaman atau semak akan berhasil transplantasi adalah langkah
awal. Transplanting adalah proses stres pohon-pohon dan semak-semak kadang-kadang
menyebabkan kematian. Semak dan pohon-pohon sudah menurun di bidang kesehatan
cenderung menyerah pada transplantasi stres. Yang terbaik untuk sukses transplantasi adalah
penitipan anak muda tumbuh-tumbuhan. Semak transplantasi memiliki toleransi yang lebih
baik daripada pohon, daun tanaman lebih baik dari pepohonan, spesies yang berakar dangkal
lebih baik daripada spesies berakar mendalam, dan tanaman muda lebih baik daripada

tanaman yang lebih tua.


Musim yang tepat
Menentukan musim musim yang tepat untuk transplantasi pohon dan semak-semak
tergantung pada iklim daerah dimana Anda tinggal. Jika tanah membeku dalam iklim Anda,
jangan berencana mencangkokkan selama waktu ini. Waktu terbaik untuk tanam pohon dan
semak-semak adalah pada musim semi sebelum kuncup pada pohon atau semak-semak mulai
membengkak dan setelah musim semi mencair. Jika Anda melewatkan tenggat waktu musim
semi, transplantasi setelah daun jatuh di musim gugur.
Tempat yang tepat
Lokasi ini tidak hanya penting untuk bisnis. Ia memainkan roll besar dalam keberhasilan
transplantasi Anda pepohonan dan semak belukar. Anda sebaiknya hanya transplantasi pohon
atau semak untuk daerah di mana cahaya, kelembaban, tanah, dan sayap eksposur sesuai bagi
spesies tertentu. Setiap tanaman memerlukan ruang untuk pertumbuhan akar dan mahkota.
Ambil yang diproyeksikan ukuran matang pohon atau semak pertimbangan ketika
transplanting.
Menggali, pengangkutan, dan penanaman
Akar pohon yang dicangkokkan atau semak sangat penting. Selama proses penggalian dan
pengangkutan, akar seharusnya tidak pernah menjadi kering. Pastikan untuk daerah air dua
sampai tiga hari sebelum menggali. Kebanyakan spesies shrub memerlukan bola akar
diameter sekitar dua-pertiga dari cabang menyebar. Bola tanah untuk pohon-pohon harus
minimal 12 inci untuk setiap inci dari diameter batang. Mencakup akar bola dengan bahan
basah yang akan menjaga kelembaban (goni, gambut, kanvas, plastik, dll) sampai
penanaman. Lubang tanam yang tepat sangat penting dalam kelangsungan hidup pohon.
Lubang harus dua sampai tiga kali lebih luas daripada bola akar. Prewater lubang sebelum
tanam di tanah kering dan kemudian tanaman di kedalaman yang sama bahwa pohon atau
semak yang tumbuh di lokasi sebelumnya.
Sepuluh langkah untuk mentransplanting
Tindakan dan Tips Transplanting Anda Pada Tanaman CONTAINER
Transplanting bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis bagi tanaman anda. Sebagai
akar mulai bersentuhan dengan tanah baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan
kandungan gizi, kandungan mineral dan kadar pH baru. Meskipun kebanyakan orang
cenderung menyukai tanam tanaman yang sehat, aku sudah melihatnya menyembuhkan lebih
dari satu tanaman sakit-sakitan. Pertama, Anda harus air tanaman Anda dengan baik pupuk
larut air, yang dimaksudkan untuk transplantasi. Tiga pupuk sering dianjurkan Vitamin B1,
Ortho Upstart dan Miracle Grow All-Purpose pupuk (mereka harus dicampur, dan diterapkan,
sesuai dengan petunjuk masing-masing).
Selama transplantasi Anda harus mengganggu sistem akar sesedikit mungkin. Setelah tanam,
tanaman Anda akan perlu waktu untuk menyesuaikan dan membangun kembali sistem akar
mereka. Mereka membutuhkan tingkat rendah nitrogen dan potasium, tetapi akan
memerlukan jumlah besar fosfor. Selama periode setelah transplantasi, tanaman Anda hanya

dapat menyerap begitu banyak air dan nutrisi pada awalnya, dan sebagai akibatnya mereka
harus ditundukkan cahaya. Anda harus ditransplantasikan tanaman di akhir hari untuk
memberi mereka sepanjang malam untuk memulihkan dan meletakkan tempat yang agak
teduh selama beberapa hari. Jika Anda memiliki beberapa lampu neon berguna, Anda dapat
menempatkan tanaman di bawah mereka selama beberapa hari sampai mereka telah mulai
membangun kembali sistem akar mereka.
Anda juga harus memastikan panci yang Anda tanam menjadi cukup besar untuk akar
transplantasi Anda untuk tumbuh dan berkembang masuk Ketika sistem akar terganggu
sedikit, pupuk ini diterapkan dengan benar, dan cahaya adalah disimpan di minimum selama
beberapa hari tanaman Anda harus menunjukkan beberapa tanda-tanda tranplanting shock,
atau layu.
SEPULUH LANGKAH TO A SUCCESSFUL TRANSPLANTASI
1) Pertama, anda harus air transplantasi masa depan Anda dengan pupuk tanam yang baik
seperti Miracle Grow All-Purpose, vitamin B1 atau Ortho Upstart, sekitar satu atau dua hari
sebelum Anda berniat untuk transplantasi.
2) Isi wadah Anda, atau panci, dengan tanah pot komersial, sampai sekitar 2 inci di bawah
bagian atas wadah.
3) Lengkapilah tanah, wadah di mana Anda berniat untuk transplantasi, dengan air yang
mengandung pupuk transplanting pilihan Anda. Pastikan tanah benar-benar jenuh dengan air
larutan pupuk, tanpa meninggalkan saku tanah kering.
4) Dalam wadah di mana Anda akan menempatkan transplantasi, menggali lubang ukuran
perkiraan wadah yang transplantasi Anda akan datang.
5) Sekarang Anda siap untuk wadah transplantasi Anda, Anda siap untuk transplantasi
tanaman Anda dari wadah tua itu, untuk itu baru. Menggulung transplantasi panci tua di
tangan Anda untuk melonggarkan kotoran merupakan akar dari sisi wadah. Selanjutnya,
memahami dasar tanaman, menutupi bagian atas wadah dengan tangan Anda, dan putar
kontainer terbalik, dan tarik bola akar, berhati-hati untuk menjaga akar di salah satu bagian
integral.
6) hati-hati menempatkan bola akar di dalam lubang dalam wadah siap Anda. Pastikan bahwa
semua akarnya menunjuk ke bawah.
7) Setelah bola akar di tempat, Anda dapat mengisi ruang di sekitarnya menempatkan tanah
lembut, tapi tegas di atas akar. Pastikan bagian atas garis tanah masih utuh dan tidak pecah di
baris terpisah, memperlihatkan akar.
8) Dengan transplantasi dalam wadah baru ini, YPU sekarang dapat air tanaman sekali lagi,
ringan, dengan larutan pupuk. Pastikan tanah jenuh, tapi tidak lembek.
9) Tempat transplantasi baru Anda dalam kondisi cahaya rendah. Anda dapat menempatkan
mereka di disaring fluoresents matahari atau di bawah, jika tersedia. Transplantasi harus
dapat menangani cahaya penuh dalam waktu satu atau dua hari.

10) Dengan kombinasi ditempatkan di tanah pot baru dan telah dibuahi, Anda harus
transplantasi baik-baik saja dengan air biasa jadwal mereka selama sebulan. Setelah itu Anda
akan perlu untuk menemukan jadwal pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan masingmasing tanaman Anda. Bila tanaman sudah terlalu besar wadah baru mereka, cukup ikuti
sepuluh, langkah sederhana lagi untuk transplantasi wadah yang lebih besar.

KRITERIA UMUR PEMINDAHAN TANAMAN


WAKTU UNTUK TRANSPLANTASI
Tomat, lada, terung, brokoli, kembang kol dan kubis biasanya dimulai pada flat benih
kemudian dipindahkan ke pot tanaman sehingga memiliki lebih banyak ruang untuk
berkembang. Angkat tanaman dari biji datar ketika mereka telah mengembangkan daun sejati
pertama mereka. Lembut membongkar tanaman sebagai itu sedang ditarik untuk membantu
mencegah melanggar akar. Menangani tanaman oleh daun, bukan batang. Jika daun harus
istirahat, ia akan tumbuh kembali, jika anda mash batang, hal itu akan mengganggu sistem
transportasi dan nutrisi tanaman tidak akan pernah pulih. Menyirami tanaman setelah
transplantasi, berhati-hati untuk tidak mengetuk tanaman turun dengan kasar aliran air. Satu
baik aliran air diarahkan pada dasar tanaman lebih baik daripada air menaburkan di atasnya.
Mentransplanting tanaman dan bunga-bunga
Waktu yang tepat untuk transplantasi
Untuk memastikan transplantasi yang aman, tanaman harus dipindahkan selama waktu yang
mereka tertidur. Selama periode ini dormansi, tanaman yang, pada dasarnya, tertidur. Waktu
yang tidak aktif untuk tanaman umumnya kapan saja antara awal musim gugur beku dan titik
pertumbuhan baru dimulai di musim semi. Anda dapat dengan aman transplantasi pada setiap
saat selama fase aktif selama tanah tidak membeku. Mencoba untuk transplantasi pabrik di
musim semi, ketika tanaman menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan baru bisa terlalu stres
untuk pabrik dan pada akhirnya akan mati.
KAPAN TRANSPLANT
Alasan Anda untuk transplantasi yang jelas sekarang dan tak ada jalan kembali. Sebelum
Anda menyelam ke dalam proyek, pastikan usaha Anda tidak sia-sia oleh transplantasi pada
waktu yang salah. Jika Anda tidak mengalami perubahan musim, kapan saja selama tahun
harus baik-baik saja untuk transplantasi bunga atau tanaman. Namun, jika Anda tinggal di
iklim yang kurang, Anda akan ingin untuk mempertimbangkan apa yang waktu tahun adalah
optimal untuk transplantasi.
Waktu terbaik untuk transplantasi di daerah di mana semua empat musim yang
berpengalaman adalah awal musim semi, ketika tanah telah dicairkan atau melunak dan dapat
bekerja dengan mudah. Musim gugur juga adalah pilihan dengan yang direkomendasikan kali

yang akhir Oktober hingga awal November. Kebanyakan tanaman, seperti semak-semak
mawar dan hostas, masih dalam tahap aktif selama awal hingga pertengahan musim semi.
Transplanting saat ini mengurangi kesempatan mengejutkan tanaman.
KAPAN TRANSPLANT
Alasan Anda untuk transplantasi yang jelas sekarang dan tak ada jalan kembali. Sebelum
Anda menyelam ke dalam proyek, pastikan usaha Anda tidak sia-sia oleh transplantasi pada
waktu yang salah. Jika Anda tidak mengalami perubahan musim, kapan saja selama tahun
harus baik-baik saja untuk transplantasi bunga atau tanaman. Namun, jika Anda tinggal di
iklim yang kurang, Anda akan ingin untuk mempertimbangkan apa yang waktu tahun adalah
optimal untuk transplantasi.
Waktu terbaik untuk transplantasi di daerah di mana semua empat musim yang
berpengalaman adalah awal musim semi, ketika tanah telah dicairkan atau melunak dan dapat
bekerja dengan mudah. Musim gugur juga adalah pilihan dengan yang direkomendasikan kali
yang akhir Oktober hingga awal November. Kebanyakan tanaman, seperti semak-semak
mawar dan hostas, masih dalam tahap aktif selama awal hingga pertengahan musim semi.
Transplanting saat ini mengurangi kesempatan mengejutkan tanaman.