Anda di halaman 1dari 6

LKM OSMOREGULASI

Kelompok 4

Lely Hermawati
Maulidan Asyrofil Anam
Mita Larasati
Nur Fitriana
Nurul Yanuarsih
Olivia Yunita

(140342600679)
(140342604964)
(140342601011)
(140342601325)
(140342604423)
(140342600097)

1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan internal dan lingkungan eksternal suatu
organisme?
Lingkungan internal yaitu lingkungan di luar sel namun berada di dalam tubuh berupa
cairan plasma dan cairan interstisial. Lingkungan eksternal yaitu lingkungan dimana
tubuh organisme hidup atau dapat dikatakan segala sesuatu yang berada di luar tubuh
organisme. Ketika sel-sel tubuh memerlukan suatu asupan, dia tidak bisa langsung
mengambilnya dari cairan interstisial yang dipasok oleh plasma darah. Ketika sel perlu
mengeluarkan sisa metabolisme misalnya karbondioksida tidak bisa juga langsung
dikeluarkan ke lingkungan eksternal, maka karbondioksida tersebut akan dikeluarkan ke
cairan interstisial. Agar sisa metabolisme pada cairan interstisial tidak menumpuk maka
sisa metabolisme tersebut dikeluarkan melalui plasma darah kemudian menuju alat-alat
ekskresi dan akhirnya dikeluarkan ke lingkungan eksternal.
2. Dibandingkan dengan tekanan osmotis lingkungan luarnya, lingkungan internal
organisme dapat bersifat isoosmotik, hipoosmotik dan hiperosmotik. Jelaskan!
Terhadap lingkungan hidupnya, ada hewan air yang membiarkan konsentrasi cairan
tubuhnya

berubah-ubah

mengikuti

perubahan

mediumnya

(osmokonformer).

Kebanyakan invertebrate laut tekanan osmotik cairan tubuhnya sama dengan tekanan
osmotik air laut. Cairan tubuh demikian dikatakan isotonic atau isoosmotik dengan
medium tempat hidupnya. Bila terjadi perubahan konsentrasi dalam mediumnya maka,
cairan tubuhnya disesuaikan dengan perubahan tersebut (osmokonformitas). Sebaliknya,
ada hewan yang mempertahankan agar tekanan osmotik cairan tubuhnya relative konstan
lebih rendah dari mediumnya (hipoosmotik) atau lebih tinggi dari mediumnya
(hiperosmotik). Untuk mempertahankan cairan tubuh agar relative konstan, maka
hewanhewan melakukan regulasi osmotik (osmoregulasi), hewannya disebut regulator

osmotik (osmoregulator). Ada dua macam regulasi osmotik, yaitu regulasi hipoosmotik
dan regulasi hiperosmotik. Pada regulator hipoosmotik, misalnya ikan air asin, hewan ini
selalu mempertahnkan konsentrasi cairan tubuhnya lebih rendah dari mediumya (air
laut). Sedangkan pada regulator hiperosmotik, misalnya ikan air awar, hewan ini selalu
mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya lebih tinggi dari mediumnya (air tawar).

3. Jelaskan mekanisme regulasi hipoosmotik dan regulasi hiperosmotik!


Regulasi hipotonik atau hipoosmotik yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi
cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi lingkungan, misalnya pada oseandrom
(ikan air laut) dengan memperbanyak minum dan mengurangi volume urin. Ikan laut
hidup di lingkungan yang hipertonik ke jaringan dan cairan tubuh, sehingga cenderung
kehilangan air melalui kulit dan insang dan kebobolan garam. Untuk mengatasi
hilangnya air, ikan laut minum sebanyak mungkin. Dengan demikian berarti juga akan
meningkatkan kandungan garam dalam cairan tubuh. Fakta dehidrasi dapat dicegah oleh
proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Ikan dipaksa untuk mempertahankan
osmotik air, volume urine kurang dari ikan air tawar.Serta tubulus ginjal dapat berfungsi
sebagai penghalang air. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuk
yang lebih kecil daripada di ikan air tawar. Sekitar 90% dari nitrogen limbah yang dapat

dihapus melalui insang, sebagian besar dalam bentuk amonia dan sedikit urea. Namun,
urine masih mengandung sedikit senyawa.
Regulasi hipertonik atau hiperosmotik yaitu pengaturan aktif konsentrasi cairan
tubuh yang lebih tinggi dari konsentrasi lingkungan, misalnya pada petadrom (ikan air
tawar) yang mana ikan tersebut mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya dengan
mengurangi minum dan memperbanyak urin. Masalah yang dihadapi hewan air tawar
merupakan kebalikan dari hewan air laut. Yaitu tekanan osmotik cairan tubuh hewan air
tawar lebih tinggi dari lingkungannya (hiperosmotik/hipertonis). Jika ini tidak
dikendalikan atau offset, itu akan menyebabkan hilangnya garam tubuh dan cairan
tubuhnya mengencer, sehingga cairan tubuh tidak dapat mempertahankan fungsi
fisiologis normal. Ginjal akan memompa kelebihan air keluar sebagai urin. Ginjal
glomerulus pada ikan air tawar berdiameter besar. Hal ini dimaksudkan untuk lebih
mampu menahan garam sehingga bisa untuk memompa air keluar sebanyak mungkin.
Ketika cairan memasuki tubuh tubuli ginjal malpighi, glukosa akan diserap kembali di
proximallis tubuli dan garam diserap dalam tubuli distal. Ginjal dinding tubulus
impermiable. Ikan mengeluarkan air yang sangat encer dan mengandung sejumlah kecil
senyawa nitrogen.

4. Bagaimana ikan bertulang rawan mempertahankan tekanan osmotik lingkungan


internalnya!
Ikan bertulang belakang seperti ikan cucut dan ikan pari pada umumnya mempunyai
cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar daripada lingkungannya. Hal ini
disebabkan kandungan urea dan tri metilamin oksida (TMAO) yang tinggi di dalam
tubuhnya, bukan karena garam-garam. Karena cairan tubuhnya yang hiperstomatik
terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air melalui difusi,
terutama melalui insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotic nya, kelebihan air
dikeluarkan sebagai urin. Penyerapan kembali terhadap urea dan TMAO di dalam tubuli
ginjal juga merupakan upaya dalam mempertahankan tekanan osmotic tubuhnya.

Permukaan tubuhnya yang relative bersifat impermiabel mencegah masuknya air dari
lingkungan ke dalam tubuhnya.
5. Jelaskan perubahan mekanisme osmoregulasi ikan yang bermigrasi dari air laut ke air
tawar.
Selama proses migrasi, ikan akan melakukan upaya untuk mempertahankan hidup
diantaranya adalah mengatur tekanan osmotik (osmoregulasi) dan metabolisme. Untuk
mencapai kondisi isoosmotik maka ikan akan melakukan pengambilan dan pengeluaran
ion dari dalam badan. Ikan migrasi memiliki toleransi yang luas terhadap perubahan
salinitas. Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara
osmosis, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan lingkungannya (hiperosmotik). Insang ikan air tawar secara aktif
memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar
kelebihan air berupa air seni. Ikan air tawar harus selalu menjaga dirinya agar garam
tidak melarut dan lolos ke dalam air. Ikan air tawar mempertahankan keseimbangan
tubuhnya dengan tidak banyak minum air.

Sebaliknya ikan laut mengalami hipoosmotik terhadap lingkungan. Ikan air laut yang
hipoosmotik menghadapi masalah kehilangan air tubuh dan sekaligus menghadapi
masalah masuknya zat-zat terlarut ke dalam tubuhnya karena gradient konsentrasi.
Permukaan tubuh, terutama permukaan insangnya agak permeable terhadap air. Air
banyak hilang melalui insang, urin, dan feses. Untuk mengganti air yang hilang, ikan air
laut minum banyak air.

Mekanisme osmoregulasi ikan yang bermigrasi dari air laut ke air tawar :

ketika migrasi ke air tawar ikan akan sedikit minum

insangnya akan mulai mengambil garam dari lingkungan yang


konsenrasinya tidak pekat
menyeimbangkan perolehan air dengan banyak mengeluarkan urin
6. Apakah organisme osmokonformer selalu eurihalin dan organisme osmoregulator selalu
stenohalin? Jelaskan!
Osmoregulasi merupakan suatu mekanisme fisiologis yang dilakukan oleh organisme
air untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Pada organisme air
osmoregulasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Osmokonformer
Osmokonformer merupakan organisme air yang membiarkan konsentrasi cairan
tubuhnya berubah-ubah mengikuti perubahan medium lingkungan hidupnya.
Adaptasi ini dapat dilakukan sepanjang perubahan yang terjadi pada medium
lingkungan hidupnya masih dalam kisaran konsentrasi yang dapat diterima. Jika
perubahan terlalu besar maka hewan yang melakukan osmokonfemer tidak dapat
bertahan hidup di tempat tersebut.
b. Osmoregulator
Osmoregulator merupakan organisme air yang mempertahankan agar tekanan
osmotik cairan tubuhnya relatif konstan. Organisme ini akan mempertahankan
tekanan osmotik cairan tubuhnya lebih rendah (hipoosmotik) atau lebih tinggi
(hiperosmotik) dari medium air yang merupakan tempat hidupnya.
Dari pengertian tersebut, mekanisme osmokonformer dan osmoregulator dapat
dibedakan

lagi

menjadi

osmokonformer

sempit

(osmokonformer

stenohalin),

osmokonformer luas (osmokonformer eurihalin), osmoregulator sempit (osmoregulator


stenohalin), dan osmoregulator luas (osmoregulator eurihalin). Apabila suatu hewan air

dalam pengaturan tekanan osmotik cairan tubuhnya bersifat eurihalin maka hewan
tersebut memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan konsentrasi garam di
lingkungan hidupnya atau mampu bertahan pada tingkat salinitas yang beragam.
Seadangkan apabila pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh bersifat stenohalin maka
hewan tersebut memiliki toleransi terbatas terhadap perubahan konsentrasi garam di
lingkungan hidupnya atau hanya mampu bertahan pada lingkungan salinitas yang sempit.
Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa organisme osmokonformer tidak
selalu eurihalin dan organisme osmoregulator juga tidak selalu stenohalin.
7. Jelaskan mengapa nelayan yang kehausan di laut tidak berani minum air laut sedangkan
burung laut meminum air laut?
Nelayan yang kehausan di laut tidak berani minum air laut karena mnusia tidak
dilengkapi dengan organ untuk mengekskresikan garam berlebih dari air laut. Ginjal
manusia mampu memindah sampai sekitar 6 gr Na+ dari aliran darah/liter urin yang
diproduksi. Air laut mengandung sekitar 12 gr/liter Na+. Jadi minum air laut dapat
menyebabkan manusia mengakumulasi garam tanpa penambahan air yang equivalen
secara fisiologis. Dengan kata lain, untuk mengekskresikan garam yang ditelan bersama
sejumlah air laut, ginjal manusia memerlukan jumlah air lebih banyak dari pada yang
terkandung dalam air laut yang diminum, sehingga minum air laut akan diikuti dehidrasi
secara cepat. Sedangkan pada burung laut yang memperoleh makanan dari laut
menghadapi masalah berupa pemasukan garam yang berlebihan. Namun, burung laut
seperti camar dan pelikan serta bebek, memiliki kelenjar nasal yang berfungsi
mengekskresi garam eksternal. Kelenjar nasal ini berada di atas mata. Camar
mengekskresikan banyak Na+ dan K+ secara eksternal, bahkan dalam keadaan tanpa stress
osmotik.

Anda mungkin juga menyukai