Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN INDUSTRI

PT.MADU BARU(PG. MADUKISMO) YOGYAKARTA

Disusun Oleh:
Nama

: Nurrohmah

kelas

: 2 TPHP 2

Absen

: 26

Nis

: 9058

SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG


Jl. Kadar maron,sidorejo kotak pos 104 Telp/fax (0293) 4901 639 Temanggung
56221
Tahun 2015

Lembar Pengesahan
Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pengolahan Hasil
Perkebunan dan Mesin tahun pelajaran 2015/2016.Kunjungan dilaksanakan pada hari
Kamis,Tanggal 15 Oktober 2015 di PT.Madu Baru,Bantul,Yogyakarta.

Mengetahui,
Guru pembimbing
mata pelajaran Mesin

mata pelajaran
pengolahan hasil perkebunan

(Drs. Suharjana, MPd)

(Afni fitriyana, Stp)

WAKA Hubungan Industri

(Fatoni ,S.Ec)

Kata Pengantar
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Puji syukur tiada henti saya haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melipahkan
rahmat,hidayah dan inayahnya yang luar biasa sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
berjudul " LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT.MADU BARU(PG. MADUKISMO)
YOGYAKARTA " dengan tanpa halangan yang berarti.tak lupa Shalawat serta salam saya
haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dinanti-nanti Syafa'atnya di Yaumul
qiyamah kelak.
Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan kunjungan industri yang
telah berlangsung.tentunya laporan ini dapat terwujud karena saya mendapat informasi dari
berbagai sumber serta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.oleh karena itu saya
berterimakasih kepada:
1.Bapak Suharjana dan Ibu Afni selaku guru pengampu yang telah memberikan tugas ini
2.Teman-teman 2 Tphp 2 pada khususnya dan teman-teman Stembatema pada umumnya.
tak lupa ucapan terimakasih saya haturkan kepada bapak kepala sekolah,bapak ibu
guru/karyawan dan semua pihak yang telah membantu jalannya acara.
Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.maka dari itu kritik dan
saran selalu saya nanti agar untuk selanjutnya dapat menjadi lebih baik.demikian semoga laporan
ini dapat meberi manfaat bagi pembaca.sekian dan terimakasih.

Temanggung, Oktober 2015

Penyusun

Daftar Isi
Lembar Pengesahan................................................................................................................ii
3

Kata Pengantar....................................................................................................................iii
Daftar Gambar.....................................................................................................................iv
Daftar Tabel......................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................1
A.Latar Belakang........................................................................................................................ 1
B.Tujuan...................................................................................................................................... 1

BAB II PELAKSANAAN........................................................................................................2
A.Lokasi................................................................................................................................2
B.Waktu.................................................................................................................................2
BAB III MATERI.....................................................................................................................2
A.TENTANG PERUSAHAAN.......................................................................................................2
B.PEMBUATAN GULA PASIR.....................................................................................................4
C.CARA PENGOLAHAN ALKOHOL, ETANOL :.........................................................................8
D.ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN.............................................................................................8

BAB.IV.................................................................................................................................14
Penutup...............................................................................................................................14
A.

Kesimpulan.................................................................................................................... 14

B.Saran...................................................................................................................................... 15

Daftar Pustaka......................................................................................................................15

Daftar Gambar
Gambar 1. Stasiun Pemerahan Nira.................................................................................................5
Gambar 2. Proses Pemurnian............................................................................................................6
Gambar 3.Gula kg,50kg.....................................................................................................................8
Gambar.4.Proses pengemasan gula ...............................................................................................8
Gambar.5.Tangki Boiler ..................................................................................................................10
4

Gambar 6. Bejana Evaporator ........................................................................................................11


Gambar 7.Low Grade Centrifuge Separator ...................................................................................11
Gambar 8. bagan stasiun penerimaan tebu ....................................................................................11
Gambar 9. Overhead crane ............................................................................................................12
Gambar10. talang getar ..................................................................................................................13
Gambar 11. Tangki Evaporator .......................................................................................................14
Gambar12. Tangki Kondensat ........................................................................................................15
Gambar 13.Pan Masakan ...............................................................................................................15

Daftar Tabel
Tabel 1. Jumlah Karyawan PG. Madukismo .....................................................................................4
Tabel 2. Komposisi Tebu ..................................................................................................................8
Tabel 3.Perbandingan Standar Kualitas Gula Pasir SHS PG. Madukismo dengan P3GI ................9

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu hal yang penting untuk mencetak manusia dengan
kecerdasan mental dan spiritual yang tinggi,berwawasan luas,terampil dan berbudi luhur.Dalam
dunia pendidikan kejuruan Teori sangat diperlukan untuk memperluas wawasannya tentang
dunia yang akan dihadapi yaitu dunia kerja.Namun disamping itu hal yang tak kalah penting
adalah praktik.praktik dilaksanakan untuk melatih keterampilan lulusannya agar siap dalam
menghadapi dunia kerja.
Tidak cukup hanya melakukan Praktik di sekolah saja.agar siswa dapat memiliki gambaran
tentang dunia kerja yang sesungguhnya,maka kujungan industri merupakan langkah tepat yag
perlu diambil.Kunjungan industri dilaksanakan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan
siswa tentang dunia kerja. Sehingga siswa dituntut aktif untuk menggali informasi tentang
kunjungan industri untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi baru tentang produk yang
dihasilkan dari setiap tempat usaha yang dikunjungi. Kunjungan industri dilakukan untuk
memberikan gambaran tentang tempat industri dan proses produksi kepada siswa. Sehingga
siswa dapat membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di
sekolah. Kemudin siswa diwajibkan untuk membuat laporan atas informasi yang telah
didapatkan saat kunjungan industri yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan.

B.Tujuan
Adapun tujuan kegiatan Kunjungan Industri antara lain :
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa,
2. Memberi gambaran kepada siswa tentang dunia kerja yang sesungguhnya,
3. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab,
4. Memberi informasi mengenai dunia kerja dan tenaga kerja diperusahaan,
5. Mendorong siswa memiliki kreatifitas dan minat kerja dalam industri.
6. Siswa dapat membandingkan antara teori dan praktek lapangan

BAB II
PELAKSANAAN
A.Lokasi
PT.Madu Baru, Desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten
Bantul, Provinsi Daerah Istimewwa Yogyakarta.
B.Waktu
Kamis,15 Oktober 2015

BAB III
MATERI
A.TENTANG PERUSAHAAN
2

PG-PS Madukismo adalah satu satunya pabrik gula dan pabrik alkohol/spirtus di propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengemban tugas untuk mensukseskan program
pengadaan pangan Nasional, khususnya Gula Pasir. Sebagai Perusahaan padat karya banyak
menampung tenaga kerja dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perusahaan ini dibangun tahun 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang
diresmikan oleh presiden RI Pertama Ir. Soekarno. Pabrik Gula mulai memproduksi tahun 1958
dan Pabrik Spritus mulai memproduksi tahun 1959.
PT Madu Baru dibangun di atas lokasi Bangunan Pabrik Gila Padokan ( satu diantara dari
17 Pabrik Gula di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibangun Pemerintah belanda, tetapi di
bumi hanguskan pada masa Pemerintah Jepang ), yang terletak di Desa Padokan, Kelurahan
Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta.
Status dari perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas, didirikan tanggal 14 Juni 1955 diberi
nama: Pabrik-Pabrik Gula Madu Baru PT( P2G Madu Baru PT ), memiliki dua pabrik :
Pabrik Gula ( PG ) Madukismo
Pabrik Alkohol/Spirtus ( PS ) Madukismo
Pada awal berdiri perusahaan ini pemilik saham 75% adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX
sedangkan 25%nya adalah milik pemerintah RI ( Departemen Pertanian RI ). Saat ini telah
dirubah menjadi 65% milik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan 35% milik Pemerintah
( dikuasai kepada PT. Rajawali Nusantara Indonesia, sebuah BUMN ).

Perkembangan Perusahaan :
Tahun 1955 1962
: Perusahaan Swasta ( PT )
Tahun 1962 1966
: Bergabung dengan Perusahaan Negara dibawah
BPU-PPN( Badan Pimpinan Umum-Perusahaan
Negara ), karena adanya policy Pemerintah RI
yang mengmbil alih semua Perusahaan di Indonesia.
Tahun 1966
: BPU PPN Bubar. PG-PG di Indonesia boleh memilih
tetap sebagai Perusahaan Negara atau keluar menjadi
perusahaan swasta ( PT ). PT MADU BARU memilih
Perusahaan Swasta.
Tahun 1966-1984
: PT MADU BARU kembali menjadi Perusahaan Swasta
dengan susunan Direksi yang dipimpin Sri Sultan
Hamengkubuwono IX sebagai Presiden Direktur.
Tanggal 4 Maret 1984 - 24 Februari 2004 diadakan kontrak manajemen dengan PT
Rajawali Nusantara Indonesia ( RNI ) yaitu salah satu BUMN milik Departemen Keuangan RI.
Tanggal 24 Februari 2004 - sekarang PT MADU BARU menjadi perusahaan mandiri
yang dikelola secara professional dan independent.
2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi :
PT Madu Baru menjadi perusahaan agro industri yang unggul di Indonesia dengan petani
sebagai mitra sejati.
Misi :
Menghasilkan gula dan etanol yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat
dan industri di Indonesia
Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola
secara profesional dan inovatif memberikan pelayanan yang prima kepada
pelanggan serta
mengutamakan kemitraan dengan petani
Mengembangkan produk atau bisnis baru yang mendukung bisnis inti
Menempatkan karyawan dan stackholder lainnya sebagai bagian terpenting dalam proses
penciptaan keunggulan produksi dan pencapaian shareholder value
3

3. Bidang Usaha
Perusahaan ini memiliki usaha di bidang produksi utama dan sampingan. Produksi utamanya
berupa gula pasir dengan kualitas SHS IA ( Superior Head Sugar ) atau GKP ( Gula Kristal
Putih ). Mutu produksi dipantau oleh P3GI Pasuruan ( Pusat Penelitian Perkebunan Gula
Indonesia ). Sedangkan produk sampingannya berupa:
Alcohol murni (kadar 95%)
Spiritus bakar (kadar 94%)
Mutu dipantau oleh Balai Penelitian kimia Departemen Perindustrian dan PT Sucofindo
Indonesia.
4. Kemajuan-Kemajuan Yang Dicapai
PG MADU KISMO
Desain awal 1.500 ton tebu perhari (tt)
Tahun 1976 ditingkatkan lagi menjadi 2500 tth
Tahun 1992 ditingkatkan lagi menjadi 3000 tth
Tahun 2000 sekarang berhasil mencapai hingga 3500 tth
PS MADU KISMO
Tahun 1976 awal 15.000 liter alcohol per hari
Tahun 2002 ditingkatkan menjadi 25000 liter per hari

Tabel 1. Jumlah Karyawan PG. Madukismo


Golongan Karyawan
Karyawan Pimpinan
Karyawan Pelaksana
Karyawan Musiman
Karyawan Borongan

Jumlah Karyawan (orang)


60
432
844
3000

B.PEMBUATAN GULA PASIR


1. Pemerahan Nira (Ekstrasi)
Tebu setelah ditebang, dikirim ke stasiun gilingan untuk dipisahkan antara bagian padat
(ampas) dengan cairannya yang mengandung gula (nira mentah). Alat penggiling tebu yang
digunakan berupa suatu rangkaian alat yang terdiri dari alat pengerja pendahuluan (Voorbewer
keras) yang dirangkaikan dengan alat giling dari logam. Alat pengerja pendahuluan terdiri dari
Unigator Mark IV dan Cane knife yang berfungsi sebagai pemotong dan pencacah tebu.
Setelah tebu mengalami pencacahan dilakukan pemerahan nira untuk memerah nira digunakan
5 buah gilingan, Pertama tama tebu masuk ke meja tebu untuk dilakukan penimbangan.
Lalu setelah ditimbang, tebu masuk ke unigrator untuk dihancurkan dengan cara ditumbuk.
Tebu yang sudah hancur kemudian masuk ke Gilingan I. Pada Gilingan I dihasilkan Nira
Perahan Pertama dan sebagian hasil nira Gilingan I masuk ke Gilingan II begitu seterusnya
hingga terakhir pada Gilingan V. Pada proses Gilingan III, IV, dan V dilakukan penambahan
air imbibisi dengan suhu 70oC. Hasil akhir dari Stasiun Penggilingan adalah nira mentah
dan ampas. masing-masing terdiri dari 3 rol dengan ukuran 36X64.Ampas pemerahan tebu
dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, dan bahan bakar di PT. MADUBARU, ampas
ini digunakan sebagai bahan bakar di Stasiun Ketel (pusat tenaga)
4

Gambar.1. Stasiun Pemerahan Nira


2.

Pemurnian Nira
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk proses pemurnian gula yaitu cara defekasi,

sulfitasi dan karbonatasi. Pada umumnya pabrik gula di indonesia memakai cara sulfitasi. Cara
sulfitasi menghemat biaya produksi, bahkan pemurnian mudah di dapat dan gula yang
dihasilkan adalah gula putih atau SHS (Superieure Hoofd Sumber).
Proses ini menggunakan tabung defekator, alat pengendap dan saringan Rotary Vacuum Filter
dan bahan pemurniannya adalah kapur tohor dan gas sulfit dari hasil pembakaran.
Mula-mula nira mentah ditimbang, dipanaskan, direaksikan dengan susu kapur dalam
defekator, kemudian diberi gas SO2 dalam peti sulfitasi, dipanaskan dan diendapkan dalam
alat pengendap. Nira kotor yang diendapkan kemudian disaring menggunakan Rotery Vaccum
Filter. Dari proses ini dihasilkan nira jernih dan endapan padat berupa blotong. Nira jernih yang
dihasilkan kemudian dikirim kestasiun penguapan.

Gambar.2.Proses Pemurnian
3.

Penguapan Nira (Evaporasi)


5

Proses pemasakan pada Stasiun Penguapan ini adalah proses lanjutan setelah
dilakukannya proses pemurnian nira pada Stasiun Pemurnian. Proses penguapan memiliki
prinsip yaitu menguapkan air sehingga kadar air turun dan gula yang hilang menjadi sedikit
dengan biaya seminimal mungkin. Hasil akhir dari proses penguapan adalah nira kental.
Nira encer dari Stasiun Pemurnian masuk ke pemanas III hingga suhu nira mencapai
100 105oC.Selanjutnya nira masuk ke evaporator I dengan tekanan sebesar 136 cmHg,
dan tekanan hampa/vakum sebesar 0,34 cmHg. Evaporator I akan menghasilkan nira
kental I dan uap I. Selanjutnya nira kental I masuk kembali ke dalam evaporator II dengan
tekanan 102 cmHg dan tekanan vakum 10,4 cmHg, menggunakan uap I untuk proses
pemanasannya, dan menghasilkan nira kental II dan uap II. Kemudian masuk ke evaporator
III dengan kondisi tekanan 70 cmHg dan tekanan vakum 37 cmHg, menggunakan uap II
untuk proses pemanasannya, menghasilkan uap III dan nira kental III. Pada evaporator IV
digunakan tekanan 40 cmHg dan tekanan vakum sebesar 65 cmHg dengan titik didihnya
sebesar 50oC-55oC.
4. Kristalisasi
Nira kental dari sari stasiun penguapan ini diuapkan lagi dalam suatu pan vakum, yaitu
tempat dimana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus-menerus sampai mencapai
kondisi lewat jenuh, sehingga timbul kristal gula.
Sistem yang dipakai yaitu ABD, dimana gula A dan B sebagai produk,dan gula D dipakai
sebagai bibit (seed), serta sebagian lagi dilebur untuk dimasak kembali. Pemanasan
menggunakan uap dengan tekanan dibawah atmosfir dengan vakum sebesar 65 cmHg,
sehingga suhu didihnya 650c. Jadi kadar gula (sakarosa) tidak rusak akibat terkena suhu yang
tinggi. Hasil masakan merupakan campuran kristal gula dan larutan (Stroop). Sebelum
dipisahkan di putaran gula, lebih dulu didinginkan pada palung pendinginan (kultrog).
5. Pemisahan Kristal Gula
pemisahan kristal dilakukan dengan menggunakan saringan yang bekerja dengan

gaya

memutar (sentrifungal). Alat ini bertugas memisahkan gula terdiri dari :


1. 3 buah broadbent 48 X 30untuk gula masakan A.
2. 4 buah bactch sangerhousen 48 X 28 untuk masakan B.
3. 2 buah western stated CCS untuk D awal.
4. 6 buah batch sangerhousen 48 X 28 untuk gula SHS.
5. 3 buah BNA 850 K untuk gula D.

Pada Stasiun ini dilakukan pemutaran yang bertujuan untuk memisahkan kristal gula
yang terbentuk dengan larutannya (stroop, klare, dan tetes). PG. Madukismo memiliki 2
6

jenis puteran yaitu puteran Low Grade Centrifuge Separator dan High Grade Centrifuge
Separator.Low Grade Centrifuge Separator digunakan untuk memisahkan masakan dengan
tingkat kemurnian yang rendah, sedangkan High Grade Centrifuge Separator digunakan
untuk memisahkan masakan dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
dalam tingkatan pengkristalan, pemisahan gula dari tetesnya terjadi pada tingkat B. Pada
tingkat ini terjadi poses separasi (pemisahan). Mekanismenya menggunakan gaya sentrifugal.
Dengan adanya sistem ini, tetes dan gula terpisah selanjutnya pada tingkat D dihasilkan gula
melasse (kristal gula) dan melasse (tetes gula).
6. Pengeringan Kristal Gula
Air yang dikandung kristal gula hasil sentrifugasi masih cukup tinggi, kira-kira 20% . Gula
yang mengandung air akan mudah rusak dibandingkan gula kering,untuk menjaga agar tidak
rusak selama penyimpanan, gula tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu. pengeringan dapat
dilakukan dengan cara alami atau dengan memakai udara panas kira-kira 800c.
Pengeringan gula secara alami dilakukan dengan melewatkan SHS pada talang goyang
yang panjang. Dengan melalui talang ini gula diharapkan dapat kering dan dingin. Proses
pengeringan dengan cara ini membutuhkan ruang yang lebih luas dibandingkan cara
pemanasan. Karena itu,digunakan cara pemanasan. Cara ini bekerja atas dasar prinsip aliran
berlawanan dengan aliran udara panas.
Tabel 2. Komposisi Tebu 8
Bahan
Sukrosa
Gula Reduksi
Air

Komposisi
7-13
0,2-0,5
69-75

Abu
Serat
Kandungan nitrogen
Bahan Organik Selain Gula

0,3-1,8
10-16
0,5-1
0,5-1

Sumber : PG Madukismo (2004)


7.pengemasan

Pada Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan, hasil akhir dari Stasiun Puteran
diturunkan menuju gudang untuk dikemas melalui talang getar. Pada tahap ini terjadi
proses pengeringan gula. Talang getar dilengkapi dengan pipa udara dingin, pipa udara
panas, dan juga pipa penghisap debu yang dihubungkan dengan induced fan. setelah itu
7

Gula normal dan halus dikirim ke Gudang Gula dan dikemas dalam karung plastik yang
kuintal.sedang gula kasar akan kembali ke proses kristalisasi. Dan kini ada gula yang dikemas
lebih kecil lagi, yaitu dengan bobot 1 kg..Plastik yang digunakan adalah plastik OPP. Plastik

OPP mudah untuk diseal dengan menggunakan panas, tahan terhadap air dan kelembaban
(Coles et al., 2003) sehingga sesuai bila digunakan sebagai bahan pengemas gula.

Gambar.3.Gula 1kg,50kg

Gambar.4.Proses

pengemasan gula
Tabel 3.Perbandingan Standar Kualitas Gula Pasir SHS PG. Madukismo dengan
P3GI
Parameter
Satuan
Diameter butiran
mm
Kadar air
%
Polarisasi
%
sumber : PG. Madukismo

PG Madukismo
0,95-1,02
0,05-0,07
99,77

Standar dari P3GI


0,9 1,10
0,10
99,80

C.CARA PENGOLAHAN ALKOHOL, ETANOL :


1.

Pengenceran

Tetes tebu yang diperoleh dari sentrifuge diencer di Tangki Pengencer Brix 14 tetes tebu.
Sebelumnya tetes tebu diukur ditangki ukur.
2.

Penyaringan (filtrasi)

Pada proses penyaringan, tetes tebu diukur pH nya sekitar 4,8 dengan diberi H2SO4 agar tetes
tebu tidak terkontaminasi dengan bakteri lain. Hal ini dilakukan agar tetes tebu tidak gagal
dalam proses peragian. Karena dalam proses peragian tetes tebu akan diberi bakteri khusus
yang dapat menjadikan tetes tebu menjadi atau memiliki kandungan alkohol.
3.

Peragian

Tetes tebu yang pH nya telah diatur (4,8), kemudian masuk ke tangki pembibitan dan
fermentasi. Pada tangki tersebut tetes tebu diberi ragi yang mengandung bakteri
(Sacharomyses Cereviceae).

D.ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


Mesin-mesin manual yang digunakan dalam proses pembuatan gula antara lain adalah :
1.

Mesin elektrolisa yang terdiri dari


a.

Mesin pengerja pendahulu (Voorbewer kers) yang terdiri dari Unigator Mark IV dan Cane knife.

b.

Alat gilingan terdiri dari 5 buah gilingan dan 3 rol penggiling.

2.

Mesin pemurnian nira yang terdiri dari :


a.

Tabung Defekator

b.

Alat Pengendap

c.

Rotary Vacuum Filter

3.

Mesin penguap yang terdiri dari :


a.

Beberapa evaporator

b.

Kondespot

c.

Michaelispot

d.

Pompa vakum

4.

Mesin kristalisasi terdiri dari :


a.

Pan vakum

b.

Palung pendingin (kultrog)

5.

Mesin putaran gula (centrifugal)


a.

Broadbent

b.

Batch Sangerhausen

c.

Wester Stated CCS

d.

BMA 850 K

6.

Mesin pengering

7.

Mesin pembangkit tenaga uap/listrik


D. Jenis Mesin Modern yang Digunakan dalam Pembuatan Gula

1.

Boiler

Gambar.5.Tangki Boiler
2.

Diffuser

3.

Clarifier

4.
5.

Vakum Putar
Evaporator Majemuk(multiple effect evaporator)

Gambar 6. Bejana Evaporator


6.

Sentrifugasi

Gambar 7.Low Grade Centrifuge Separator


10

7.

Resin

8.

Recovery

Stasun penerimaan:

Gambar 8. bagan stasiun penerimaan tebu

Fungsi alt-alat diatas adalah:


1. Overhead crane / Cane crane
Alat ini digunakan untuk mengangkut tebu dari lori atau truck dan meletakkannya di meja
tebu. Overhead crane dijalankan oleh operator untuk diletakkan di meja tebu.

Gambar 9. Overhead crane


2. Cane Table atau Meja Tebu
Alat ini digunakan sebagai penampung umpan tebu serta mengatur banyaknya jumlah
tebu yang akan digiling secara kontinu karena alat ini dilengkapi dengan laveler berupa rol
bergerigi yang akan mengatur permukaan atau ketebalan tebu agar dapat jatuh dengan
tepat dalam cane carrier. Meja tebu memiliki panjang berkisar antara 2 3 meter.
3. Cane carrier
Alat ini berfungsi untuk membawa tebu yang telah diatur dalam meja tebu ke dalam cane
cutter.
4. Cane cutter
11

Alat ini berfungsi untuk memotong dan menyayat tebu agar menjadi potongan tebu kasar
agar lebih memudahkan saat dicacah dalam unigrator.
5. Unigrator
Alat ini berfungsi untuk memukul dan mencacah potongan tebu kasar agar menjadi
serpihan halus sehingga memmudahkan dan mempercepat ekstraksi pada saat
penggilingan.
Pada stasiun penerimaan ini juga terdapat proses penimbangan tebu guna untuk
mengetahui bobot tebu yang akan digiling
Penimbang tebu ini terdiri dari:timbangan brutto, timbangan tarra dan timbangan lori.
Pada masing-masing timbangan memiliki kegunaan yang berbeda-beda seperti yang
dijelaskan pada pengertian dibawah ini:
1.
Timbangan brutto ; Untuk menimbang truk yang bermuatan tebu sehingga diketahui
berat kotor (brutto) dari truk dan tebu.
2.
Timbangan tarra ; untuk menimbang truk yang tebunya telah di giling sehingga dapat
di ketahui berat bersih tebu yang di di giling.
3.
Timbangan lori ; Untuk menimbang berat tebu yang di angkut dengan lori, lori yang
ada di beri kode dan telah di ketahuim beratnya sehingga tebu yang di angkut dengan lori
langsung dapat di ketahui beratnya, lori biasanya di gunakan untuk mengangkut daerah
daerah histories yang berada di sekitar pabrik. tebu masuk ke dalam pabrik untuk diproses
lebih lanjut, tebu harus ditimbang terlebih dahulu.

Alat-alat lain
1. Talang getar dilengkapi dengan pipa udara dingin, pipa udara panas, dan juga pipa
penghisap debu yang dihubungkan dengan induced fan.

Gambar10. talang getar

2. Alat Pengilingan Tebu


Untuk mengiling dan memeras tebu agar terpisah dari ampasnya
3. Alat Pemanas (Raw Juice Heating)
(Raw Juice Heating) membantu untuk membunuh mikroba yang ada dalam nira untuk
mempercepat reaksi proses sulfitasi dan defikasi serta mencegah
terjadinya hidrolisis sukrosa. Pengunaan panas yang diberikan tidak boleh terlalu panas
Bejana pengendapan (door clarifier)
bejana pengendapan (door clarifier) prinsip kerja dari pengendapan adalah
12

memisahkan nira dengan kotoran yang terkandung didalam nira dengan tidak
merusak nira itu sendiri.
4. Turbin
- Kecepatan putaran : 5800 rpm
- Tekanan masuk : 18 kg/cm2
- Daya : 3600 KW
- Jumlah : 2 unit
Tangki serfobalance
Sebagai timbangan yang
mengunakan sistem kontrol otomatis dengan kapasitas 4,3 ton dalam sekali timbang,
5. Tangki Defikator
Sebagai tempat proses pencampuran
susu kapur, agar pencampuran susu kapur dengan nira menjadi merata, nira yang telah
ditampung direaktor dan sudah dicampur dengan susu kapur diaduk dengan alat
pengaduk yang telah diatur kecepatannya. Tujuan dari pengadukan ini supaya susu
kapur akan menyebar.
6. Alat pemasakan
Sebagai alat pemasakan yang bertujuan untuk mengkristalkan gula atau mengubah
bentuk sukrosa dari zat terlarut dalam nira menjadi padat berbentuk kristal gula
4. Evaporator
- Type : Calandria/ KHI Japan
- Volume : 1500 m2
- Jumlah : 5 unit
- Diameter pipa : 36 mm
- Tebal pipa : 1,5 mm
- Jumlah pipa : 5790 batang
- Fungsi : Tanki pengupan nira

Gambar 11. Tangki Evaporator


5. Tangki sulfitase
Peti Sulfitasi Nira Mentah
- Kapasitas : 18 m3/jam
13

- Diameter tangki : 2700 mm


- Tinggi tangki : 6000 mm
- Type : Cylindrial
- Produksi : KHI, Japan
- Fungsi : Tangki pencampuran nira mentah dengan Belerang
6. Condensat
Condensat Receiver
- Merk/Type : Little King/ TF-70-NNR// Ebara Japan
- Kapasitas : 2 m2/jam
- Temperatur : 1000C
- Fungsi : Tempat penampung air kondensa Tangki Defikator
Sebagai tempat proses pencampuran
susu kapur, agar pencampuran susu kapur dengan nira menjadi merata, nira yang telah
ditampung direaktor dan sudah dicampur dengan susu kapur diaduk dengan alat
pengaduk yang telah diatur kecepatannya. Tujuan dari pengadukan ini supaya susu
kapur akan menyebar.

Gambar12. Tangki Kondensat


7. Alat pemasakan
Sebagai alat pemasakan yang bertujuan untuk mengkristalkan gula atau
mengubah bentuk sukrosa dari zat terlarut dalam nira menjadi padat berbentuk
kristal gula

Gambar 13.Pan Masakan

14

BAB.IV.
Penutup
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di PG. Madukismo, dapat disimpulkan
bahwa PG. Madukismo memiliki standar bahwa tebu yang masuk haruslah segar, manis, dan
bersih. Proses produksi gula SHS sendiri melalui tahapan yaitu penggilingan, pemurnian,
penguapan, kristalisasi, dan puteran. Proses penguapan menghasilkan hasil akhir berupa nira
kental dan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada nira encer. Pada stasiun Kristalisasi
dilakukan penguapan lanjutan yang bertujuan untuk menghasilkan kristal kristal gula.
Puteran adalah proses untuk memisahkan antara gula dengan cairan dengan menggunakan
proses sentrifugasi. PG. Madukismo memiliki 2 jenis putaran yaitu High Grade Centrifuge
Separator dan Low Grade Centrifuge Separator.Gula hasil akhir yang dihasilkan oleh PG.
Madukismo adalah gula SHS.
B.Saran
1. PG. Madukismodapat memilih tebu dari petani petani dengan lebih teliti dan juga selektif
lagi agar gula yang dihasilkan kualitasnya menjadi lebih baik lagi.
2. Dapat digunakan alat alat dalam laboratorium dengan ketelitian yang lebih lagi, sehingga
proses penghitungan kadar gula dan mutu gula lebih spesifik lagi.
3. Kebersihan, dan kehigienisan para pegawai bagian produksi, laboratorium, mesin, dan
lapangan harus lebih dijaga lagi.
4. Penerapan peraturan dan keselamatan kerja harus lebih dipertegas agar dapat menghindari
kecelakaan kerja.

Daftar Pustaka
http : //respository.unica.ac.id/1699/1/12.70.0148-KP-Cicilia%20Tembang%20K.pdf
http://nurirwanti38.blogspot.co.id/2014/05/laporan-kunjungan-industri-di-pt.html
http://rrimarahmawati.blogspot.co.id/2013/07/contoh-laporan-kunungan-industri.html
http://triwahyutami.blogspot.co.id/2014/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://csepti.blogspot.co.id/2011/07/gambaran-umum-pt-madu-baru-pg-madukismo.html
http://www.gubuktani.com/2014/05/mengenal-proses-pengolahan-gula-2.html

15

16