Anda di halaman 1dari 5

persahabatan

Narator : widia dan reni merupakan sahabat baik. Mereka


telah bersahabat sejak kecil, tapi suatu hari ketika
keluarganya widia jatuh miskin, reni pun tak ingin lagi
bersahabat dengan widia. Saat widia,reni,merlin,adi,dan
galih sedang bersih-bersih kelas sebelum pulang, widia
meminta bantuan reni, tapi reni malah menghina widia
Widia ; ren, bisakah kamu menolongku untuk menggeser meja ini ?
Reni ; apa ? Menolongmu ? Kamu pikir kamu itu siapa ?
Widia : ada apa dengan kamu ren,? Bukankah kita sahabat ? Apa
kamu sudah lupa ?
reni : Sahabat ? Maaf ya, aku tidak punya sahabat seperti mu yang
miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.
Merlin : Kenapa dengan kalian berdua, sepertinya sedang bermasalah.
widia ; tidak ada apa-apa. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Ren?
Reni : Baik-baik saja ? tadi anak miskin ini meminta bantuan ke
aku.Tapi sayang, aku tidak ingin membantu orang seperti dia,
Mana dia mengaku jadi sahabat aku lagi? Eww.
( widia pun pergi karena mendengar perkataan reni seperti itu )
Merlin : Jangan begitu ren.Bukannya kamu dan widia emang sudah
bersahabat dari kecil.Masa karena sekarang reni dan
keluarganya jatuh miskin, kamu tidak mau lagi bersahabat
dengannya,Bukannya saat-saat seperti ini kamu bisa tunjukkan
ke dia,bawha kamu adalah sahabatnya bukan malah
meninggalkannya
Adi : Betul kata merlin. Seharusnya kamu sekarang mendukung dia
bukan menghina dia seperti itu. Kasihan reni
galih : Betul itu. Sahabat seperti apa kamu ini?
Reni : Kalian pikir siapa kalian yang berani menasehatiku?
Terserah aku mau berbuat apa. Urus saja diri kalian.
Adi : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu. Tapi kita tidak mau
persahabatan kamu dan widia berakhir seperti ini.
Reni : Ah, itu bukan urusan kalian.

(widia pun langsung pulang)


Galih : Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada widia. Bukankah selama
ini dia yang selalu saja membela reni ketika ada masalah?

Merlin : itu hanya dia yang tahu.tapi satu hal yang akhirnya kita tahu,
bahwa reni hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
Adi
; Pantas saja.
Galih : Pantas apanya?
Merlin : sudahlah jangan dibahas lagi, lebih baik kita pulang saja.
Adi
;betul itu?
Galih : Lets Go !!!
Narator : Keesokan harinya, mereka kembali masuk kesekolah
seperti biasa, tetapi tidak dengan widia . Hal ini pun terjadi selama
2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat
sedang dalam perjalanan ke sekolah, dengan tidak sengaja mereka
bertemu dengan widia di pinggir jalan yang sedang berkerja di
supermarket.
Merlin : Hey bukannya itu widia ?
Adi
; iya benar itu widia. Sedang apa dia? Bukannya masuk sekolah
Malah berkerja.
Galih ; iya benar.
( Galih pun langsung menarik Reni yang jalan di belakangnya dan
sedang asyik dengan IPhone-nya)
Galih : Lihat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?
Reni : haha Pasti dia sedang mencari uang. Dia kan orang miskin.
Merlin : Apaan sih. Ayo kita kesana.
Adi
:widia, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak
Masuk sekolah?
Widia ; (dengan Kaget) aku ? Ya, seperti yang kalian lihat.
Reni : Aku bilang juga apa ?. Pasti dia sedang mencari uang
Seperti kalian tidak tahu saja pekerjaan orang miskin.
Merlin : Sudahlah ren, meski begitu widia itu sahabatmu.
Adi
: Apa-apaan sih. Kenapa kamu tidak masuk sekolah wid ?
Widia : Begini, orang tuaku tidak punya uang untuk membiayai aku dan
adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah,
jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah
dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Galih ; Mulia sekali hati mu,wid.
Reni : Mulia apanya? Dia cuma mau cari simpati ! kalian ini mudah
Sekali di bodohi dengan dia?
widia ; tega sekali kamu berkata seperti itu ren,aku memang sudah
sudah miskin,tapi aku masih punya perasaan,kalau kamu

tidak mau bersahabat dengan aku lagi,ya sudah tidak ada


masalah buat aku,tapi jangan kamu hina aku dengan katakata mu itu.satu lagi ,aku tidak pernah menyesal telah
berkenalan dengan kamu,tapi ini akan aku jadikan
pelajaran bagi ku,terima kasih ren.
( Widia pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat
dengan perasaan yang bercampur aduk)
Merlin : sudah puas kamu menyakiti dia? Ingat ren, suatu hari nanti
kamu juga akan merasa apa yang widia rasakan sekarang.
Adi Dan Galih : Betul itu.
Adi ; suatu saat pasti kamu akan merasakan apa yang dirasakan widia
sekarang.
Reni : Apa? Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin
seperti dia. Keluargaku memiliki banyak usaha yang
menghasilkan banyak uang,dan tidak akan habis untuk 5 generasi
(sambil tertawa reni pun jalan meninggalkan mereka bertiga)
Galih : Sombong sekali anak itu. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Merlin : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari
Bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal di hati kita,
Namun tidak dalam kehidupan kita
Adi
: ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi
Dengan widia.
(mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah)
Narator : Setelah 3 tahun berlalu,merlin,reni,adi,dan galih tidak
bertemuwidia .Ternyata widia sekarang di angkat oleh keluarga
kaya dan widia disekolahkan di sekolah yang sama dengan
merlin,adi,dan galih.Suatu hari ketika widia masuk untuk pertama
kali di sekolah yang baru itu,merlin,adi,dan galih sangat terkejut.
Galih : Hey ! Lihat anak baru itu, sepertinya mukanya sudah tidak asing
lagi buatku.
Adi : Siapa sih yang kalian bicarakan?
Galih Dan Adi : Itu !
Merlin : HAAH???? ITU BUKANNYA WIDIA??
Adi
: Ohh, iya, iya itu widia!
Merlin : Hey !!widia, kemarilah !!
Widia : Haah, kalian bertiga?? Kalian sekolah disini?

Merlin : Iya
Widia ; mana reni,kenapa dia tidak sama kalian ?
Merlin : Kami sudah tidak bertemu dia sejak 2 tahun lalu.
Adi
: Iya, sepertinya dia pindah rumah.
Merlin : Sudahlah, ayo kita ke kelas. Kelasmu sama dengan kelasku
kan?
Widia : Emm, Iya
Merlin : Lets Go !!!
Narator : Saat pulang sekolah, reni berkerja di warung di depan
rumah widia .Dan ternyata merlin,adi,dan galih sedang berada di
rumah widia. Lalu mereka berempat menghampiri reni.
Widia : ren, sedang apa kamu?
Reni : Lohh, kalian? Aku..., aku... aku sedang bekerja untuk
menghidupi diriku sendiri.
Merlin : Kemana orang tuamu?? Kenapa bisa kamu bekerja?
Reni ; Orangtuaku meninggal 2 tahun lalu karena kecelakaan, dan
usaha mereka tidak ada yang meneruskannya. Jadi semua
harta orangtuaku sudah habis, dan aku hanya hidup sendirian
sekarang.
Adi : Oh begitu, ren.aku jadi teringat kata-kata yang aku ucapkan
dulu. Maafkan aku,ren.
Reni : Seharusnya aku yang meminta maaf. Dulu aku terlalu sombong
kepadamu wid . Sekarang aku merasakan apa yang kamu
rasakan, aku tahu Tuhan memang adil. Aku menyesal,wid.
Maafkan aku.
Widia : Sudahlah,ren. Lupakan saja, aku sudah melupakan semuanya
yang kau katakan dulu. Sekarang kita berempat bersahabatkan?
Reni : Iya. Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama, iya kan?
Widia,merlin,adi,dan galih : Setuju !
Reni : emm, apa kalian benar-benar memaafkan aku?
Widia : Tentu saja,ren. Aku yakin sekarang kau sudah berubah.
Reni ; baiklah, terima kasih teman-teman. Ternyata persahabatan itu
segala-galanya.
Widia : Bagaimana kalau kita membantumu bekerja ren ?
Galih : Ide bagus itu!
Adi : Aku setuju, pasti sangat menyenangkan.
Widia : Ayo! Kita berkerja?
Reni ; ok
Merlin : Lets Go!!!!!!

TUGAS BAHASA INDONESIA

NAMA GURU ; YASIN S.PD


Tugas
; DRAMA
JUDUL
; PERSABATAN
D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H
Kelompok R ;
WIDIA NOPITA SARI
MERLIN HERIYANTI
RENI PRADIKA
HIDWAR HADI
GALIH SATRIA