Anda di halaman 1dari 8

MASALAH KEPENDUDUKAN DI NEGARA

BERKEMBANG

Makalah Ekonomi Pembangunan

Oleh
Hendra (nim)
Retno (NIM)
Ririn (NIM)
Siti Laila Anani (2110102)

Jl. Pacuan Kuda No. 1-5 Pulo Mas, Jakarta Timur, Kode Pos 13210

Telp. (021) 471-4941- 43, Fax (021) 471-4945

Daftar Isi
Kata
Pengantar................................................................................................................
.................1

Bab I Pendahuluan
1.1. Latar
Belakang............................................................................................................
........2

Bab II Isi / Penjelasan


2.1. Pengertian Transisi Demografis dan Proses Perubahan..

2.2. Pengertian Tingkat Pertumbuhan Penduduk, Dependency Ratio..


.
2.3. Pengertian dan Penyebab Urbanisasi...
..
2.4. Analisis Masalah Kependudukan di Negara Berkembang.
...

Bab III Penutup


3.1. Kesimpulan.

Bab II Penjelasan
2.1 Pengertian Transisi Demografis dan Proses Perubahan
Pengertian Transisi Demografi
Transisi demografi adalah perubahan terhadap fertilitas dan mortilitas yang besar. Ilmu yang
mempelajari tentang masalah kependudukan adalah Demografi. Istilah Demografi pertama sekali
ditemukan oleh Achille Guillard.
John Graunt adalah seorang pedagang di London yang menganalisis data kalahiran dan
kematian, migrasi dan perkawinan yang berkaitan dalam proses pertumbuhan penduduk.
Sehinnga John Graunt dianggap sebagai bapak Demografi.
Teori Transisi demografi adalah model yang menggambarkan perubahan penduduk dari tingkat
pertumbuhan yang stabil tinggi (tingkat fertilitas dan mortalitas yang tinggi) ke tingkat
pertumbuhan rendah ( tingkat fertilitas dan mortalitas rendah) yang terjadi dari waktu ke
waktu. Hal ini didasarkan pada interpretasi yang dimulai pada tahun 1929 oleh para ahli
demografi(demografer),perubahan yang diamati adalah tingkat fertilitas dan mortalitas dalam
masyarakat selama dua ratus tahun terakhir atau lebih.
Transisi demografi istilah awalnya hanya menggambarkan pergeseran sosial yang terjadi
dimasyarakat Barat dari abad sembilan belas ke 1930-an.Pada saat itu,masyarakat Eropa yang
bertempat tinggal di luar negeri,bergerak dengan kecepatan yang cukup dari tingkat fertilitas dan
mortalitas tinggi,ke tingkat fertilitas dan mortalitas rendah,dengan konsekuensi sosial yang
besar.Tren populasi penduduk yang terjadi,seperti pasca-Perang Dunia II (1939-1945) disebut
dengan istilah "baby boom," telah menurunkan tingkat fertilitas dengan drastis yang terjadi di
Eropa.Akan tetapi sekarang transisi demografi merupakan fenomena global, bukan hanya tren
Barat ataupun Eropa,bahkan sejak tahun 1960 sebagian besar dunia telah menunjukkan

penurunan tingkat fertilitas,dengan pengecualian sub-Sahara Afrika yang mungkin terakhir


menunjukkan penurunan tingkat fertilitas.Demografer yang memformulasikan teori Transisi
Demografi, berikut adalah teori yang di kemukakan Blacker:

Blacker ( 1947 )
Transisi demografi menurut Blacker di bedakan menjadi 5 tahapan yaitu:
Tahap
1.Stabil tinggi

Tingkat
fertilitas
Tinggi

Tingkat

Turun pelan

awal
3.Perkembangan Turun

Turun

akhir
4.Stabil rendah

cepat
Rendah

5.Menurun

Rendah

Contoh

mortalitas
alami
Tinggi
Nol atau sangatEropa,awal abad 14

2.Perkembangan Tinggi

Rendah

Pertumbuhan

Lebih

rendah
Lambat

lebihPesat

India,sebelum PD II
Eropa Sltn&Tgh Sblm PD

II,India stlh PD II
Nol,atau sangatAustralia,NZ,AS,1930an
rendah
tinggiNegatif

dp kelahiran

Prancis

sebelum

PD

II,Jerman 1970an

Tahapan Transisi Demografi


5 tahapan transisi demografi menurut Blacker ( 1947 )
1. Tahapan Pertama
Dalam tahapan satu terjadi pada masyarakat pra-industri, tingkat fertilitas dan tingkat
mortalitas tinggi.Tingginya tingkat fertilitas di sebabkan oleh beberapa faktor yang
mempengaruhinya seperti ; belum tersedianya program Keluarga Berencana dan alat
kontrasepsi (fertility control ),sehingga tingkat fertilitas pada dasarnya hanya dibatasi oleh
kemampuan seorang wanita untuk melahirkan anak.Sedangkan tingginya tingkat mortalitas

dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ;gagal panen dan income yang menurun sehingga
mengakibatkan kelaparan karena kurangnya ketersediaan bahan pangan,tidak adanya teknologi
kesehatan untuk mengontrol masyarakat terhadap penyakit seperti wabah penyakit menular
tidak terkontrol yang berakibat mortalitas,dan adanya substitution effect.(Peritiwa ini terjadi
misalnya,di

Eropa

dan

khususnya

Timur

Amerika

Serikat

selama

abad

ke-19).

Dalam tahapan satu ini peran anak masih sangat penting dalam membantu perekonomian
keluarga.Biaya membiayai anak dianggap lebih sedikit dari pada biaya makannya,karena dalam
tahap satu ini belum ada pendidikan dan tempat hiburan(India).Teori Malthus mengatakan
bahwa yang menjadi penentu populasi pada tahap satu adalah jumlah pasokan makanan.
(Afrika)

2. Tahapan Dua
Tahapan kedua menyebabkan penurunan

tingkat mortalitas pelan dan peningkatan

populasi.Penurunan tingkat mortalitas ini juga dialami oleh Negara berkembang seperti Yaman,
Afghanistan, wilayah Palestina, Bhutan dan Laos.Sedangkan penurunan tingkat mortalitas di
pengaruhi oleh 2 faktor yaitu;
i.

Adanya perbaikan penyediaan makanan yang dihasilkan dari perbaikan pertanian(rotasi


tanaman, pembiakan selektif, dan teknologi benih berkualitas) dan transportasi yang lebih baik
untuk mencegah kematian akibat kelaparan dan kekurangan air.

ii.

Perbaikan signifikan kesehatan masyarakat untuk mengurangi tingkat mortalitas, khususnya


pada usia dini.Seperti di temukannya pengembangan vaksinasi,imunisasi,dan juga antibiotik.
Akan tetapi di Eropa melewati dua tahap sebelum kemajuan dari pertengahan abad ke-20 karena
mereka melakukan perbaikan penyebab penyakit dan peningkatan pendidikan dan status sosial
ibu.(Perubahan populasi terjadi di barat laut Eropa selama abad ke-19 dan di India sebelum
Perang Dunia II).

3. Tahapan Tiga
Pada tahapan ini tingkat mortalitas yang turun dengan cepat dengan di ikuti penurunan
tingkat fertilitas tetapi tidak secepat penurunan tingkat mortalitas. Penurunan tingkat fertilitas ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu;

i.

Adanya fertility control yang sudah mulai berkembang di masyarakat dan sudah banyak

digunakan. Perbaikan penggunaan kontrasepsi merupakan faktor yang cukup penting untuk
mengurangi fertilitas.
ii.

Kedua adalah Industrilization ,yaitu perubahan yang berangsur-angsur dari masyarakat

pertanian menuju ke masyarakat industri.Ini juga merubah gaya hidup baik itu makanan,pola
hidup,maupun seksualnya.
iii.

Ketiga yaitu meningkatnya urbanisasi mengubah nilai-nilai tradisional pada masyarakat

pedesaan, perubahan pola pikir masyarakat di daerah pedesaan mempengaruhi penurunan


fertilitas anak yang berarti bahwa sebagian orang tua menyadari bahwa mereka tidak perlu
membutuhkan begitu banyak anak yang akan dilahirkan untuk masa yang akan datang.
iv.

Keempat adalah Sosial dan Ekonomi, kedudukan sosial seorang wanita juga dapat

mempengaruhi tingkat penurunan fertilitas. Meningkatkan melek huruf perempuan dan pekerjaan
sebagai ukuran status perempuan,seperti Eropa selatan atau Jepang. Penilaian terhadap
perempuan tidak hanya melahirkan anak saja.
4. Tahapan Empat
Ini terjadi di mana kelahiran dan angka kematian keduanya rendah atau NOL. Oleh
karena itu jumlah penduduk yang tinggi dan stabil. Beberapa teori beranggapan bahwa pada
tahapan 4 inilah penduduk suatu negara akan tetap pada tingkat ini.Negara-negara yang berada
pada tahap ini (Total Kesuburan kurang dari 2,5 pada tahun 1997) meliputi: Amerika Serikat,
Kanada, Argentina, Australia, Selandia Baru, seluruh Eropa.
5. Tahapan Lima
Model transisi demografi yang sebenanya hanya terjadi 4 tahapan tetapi ada suatu
persetujuan bahwa sekarang menjadi 5 tahapan berdasarkan teori Transisi Demografi menurut
C.P.Blacker 1947. Pada tahap kelima ini bahwa tingkat mortalitas lebih tinggi dibandingkan
dengan tingkat fertilitas yang berada dalam keadaan stabil.Hal ini dapat dipengaruhi oleh gaya
kehidupan masyarakat yaitu degenerative diseases.Bisa karena gaya hidup yang tidak
baik,seperti sering mengonsumsi makanan instan serta mengonsumsi alkohol untuk mengikuti
kebiasaan Negara Barat.Keadaan ini di alami oleh Negara seperti Perancis sebelum Perang
Dunia ke II dan Jerman pada tahun 1970 an.
Kritik Terhadap Aplikasi Teori Transisi Demografi

Berdasarkan beberapa teori dan analisis bahwa tidak semua masyarakat ataupun Negara di
dunia ini mengalami 5 tahapan Transisi Demografi.Seperti yang terjadi di Negara bagian Afrika
hanya mengalami 2 tahapan Transisi Demografi sampai sekarang,dan akan mengalami suatu
perubahan Transisi Demografi dalam waktu yang lama.Teori transisi demografi memiliki
penerapan yang dipertanyakan di negara-negara yang kurang ekonomis dan di mana kekayaan
dan akses informasi yang terbatas. Sebagai contoh, teori transisi demografi telah divalidasi
terutama di Eropa, Jepang dan Amerika Utara di mana data demografis ada selama berabad-abad.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Negara memilik transisi demografi yang berbeda
yaitu :

Perbedaan pembangunan ekonomi penyebab yang cukup untuk mempengaruhi perubahan


demografi suatu Negara, dengan tingkat ekonomi yang tinggi Negara cenderung tidak
meningkatkan kuantitas fertilitas tetapi lebih untuk kualitas anak.(contoh Singapura).

Ekologi suatu daerah dapat berpengaruh terhadap fertilitas dan mortalitas,di daerah pedesaan
cenderung berhubungan seksual antara pasangan lebih sering karena tidak adanya fasilitas
hiburan dan sebaliknya di daerah perkotaan.

Dibidang Budaya setiap Negara mempunyai perbedaan seperti halnya perbedaan antara Negara
Arab dan Negara Barat.Perbedaannya yaitu bahwa Negara Arab memiliki lebih banyak anak
karena

mereka

lebih

mengedepankan

agama

yang

melarang

untuk

memakai

alat

kontrasepsi.Sedangkan masyarakat di Negara Barat cenderung memiliki sedikit anak.

Dalam bidang sosial sebagian besar disebabkan oleh pendidikan wanita yang mengakibatkan
wanita ingin bekerja,semakin banyak wanita bekerja di suatu Negara maka mempengaruhi
jumlah pertumbuhan penduduknya.Contoh (Jepang, Singapura, Taiwan, serta sebagian Eropa
tengah dan selatan Eropa) sekarang menunjukkan tingkat fertilitas yang sangat rendah, yang
berada di bawah 1,5 kelahiran per perempuan.

Fertilitas tinggi terjadi setelah peristiwa tingkat penurunan mortalitas tinggi peristiwa seperti
Black Death dan peperangan ( Perang Dunia II)
Akibat Perubahan Transisi Demografi

Efek pertama dari transisi adalah penurunan angka kematian, yang berlanjut selama masa
transisi. Angka kelahiran meningkat sedikit pada awalnya, tetapi kemudian jatuh ke tingkat yang
lebih rendah sama dengan angka kematian. Selama transisi, tingkat kelahiran kelebihan atas

tingkat kematian (tingkat kenaikan alamiah) menghasilkan peningkatan besar dalam ukuran
populasi.

Pertumbuhan Jumlah Penduduk Dunia

2.2 Pengertian Tingkat Pertumbuhan Penduduk, Dependecy Ratio