Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

Halaman
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................
1.2 Rumusan Masalah...................................................................
1.3 Tujuan .....................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Makanan dengan Gizi Seimbang..........................
2.2 Prinsip Gizi untuk Ibu Hamil..............................................
2.3 Akibat gangguan gizi pada pertumbuhan janin...............
2.4 Bahan makanan yang baik untuk ibu hamil............................
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Kesimpulan.............................................................................
3.2 Saran .......................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan adalah suatu hal dalam kehidupan yang dapat membuat
keluarga bahagia. Pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan mental yang bersifat
alami dimana para calon ibu harus sehat dan mempunyai kecukupan gizi sebelum
dan setelah hamil. Agar kehamilan berjalan sukses, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan selama kehamilan yang diantaranya kebutuhan selama hamil yang
berbeda-beda untuk setiap individu dan juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan
dan status gizi sebelumnya.
Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan
masalah,baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya, antara lain : anemia,
perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal, kurang gizi dapat
mempengaruhi proses persalinan dimana dapat mengakibatkan peralinan sulit dan
lama, premature ,perdarahan setelah persalinan , kurang gizi juga dapat
mempengaruhi pertumbuhan janin serta dapat menimbulkan keguguran , abortus ,
cacat bawaan dan berat janin bayi lahir rendah (Proverawati dan Asfuah,2010;36)
Kekurangan atau kelebihan makanan pada masa hamil dapat berakibat
kurang baik bagi ibu, janin yang dikandung serta jalannya persalinan. Oleh karena
itu, perhatian terhadap gizi dan pengawasan berat badan (BB) selama hamil
merupakan salah satu hal penting dalam pengawasan kesehatan pada masa
hamil. Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada
wanita yang tidak hamil, karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan
janin yang dikandungnya.Agar ibu hamil lebih tahu dan mengerti tentang
pentingnya gizi seimbang serta menu seimbang saat kehamilan maka dengan
demikian dibuatnya makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Bagaimana makanan dengan gizi seimbang pada ibu hamil?

2.

Bagaimanakah Prinsip Gizi untuk Ibu Hamil?

3.

Bagaimanakah akibat gangguan gizi pada ibu hamil?

4.

Bagaimanakah bahan makanan yang baik untuk ibu hamil?

1.3 Tujuan
1.

Untuk mengetahui makanan dengan gizi seimbang pada ibu hamil

2.

Untuk mengetahui prinsip gizi untuk ibu hamil

3.

Untuk mengetahui akibat ganguan gizi pada ibu hamil

4.

Untuk mengetahui bahan makanan yang baik untuk ibu hamil

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Makanan dengan Gizi Seimbang
Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang cukup mengandung
karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat
pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Susunan makanan
seharihari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai
dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau
variasi

makanan,

aktivitas

fisik,

kebersihan,

dan

berat

badan

(BB)

ideal. Kebutuhan nutrisi akan meningkat selama hamil, namun tidak semua
kebutuhan nutrisi meningkat secara proporsional.
Pada dasarnya menu makanan untuk ibu hamil, tidak banyak berbeda dari
menu sebelum hamil. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kesulitan dalam
pengaturan menu selama hamil.Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih
banyak zat-zat gizi dari pada wanita yang tidak hamil, karena makanan ibu hamil
dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya, bila makanan ibu
terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu menjadi
kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain. Demikian pula, bila
makanan ibu kurang, tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih bila
keadaan gizi ibu pada masa sebelum hamil buruk pula. Keadaan ini dapat
mengakibatkan abortus, bayi berat lahir rendah (BBLR), bayi lahir prematur atau
bahkan bayi lahir mati. Pada saat bersalin dapat mengakibatkan persalinan lama,
perdarahan, infeksi dan kesulitan lain yang mungkin memerlukan pembedahan.
Sebaliknya, makanan yang berlebihan dapat mengakibatkan kenaikan BB yang
berlebihan, bayi besar, dan dapat pula mengakibatkan terjadinya preeklampsi
(keracunan kehamilan). Bila makanan ibu kurang, kemudian diperbaiki setelah
bayi lahir, kekurangan yang dialami sewaktu dalam kandungan tidak dapat
sepenuhnya diperbaiki.

Menurut Proverawati dan Asfuah (2010;51) faktor yang mempengaruhi


gizi ibu hamil antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan


Status ekonomi
Pengetahuan zat gizi dalam makanan
Status kesehatan
Aktifitas
Suhu lingkungan
Berat badan
Umur.

2.2 Prinsip Gizi untuk Ibu Hamil


Kehamilan merupakan

anugerah

yang

luar

biasa

yang

dapat

membuat keluarga menjadi bahagia. Perubahan fisik dan psikologis akan terjadi
selama kehamilan.
kualitas anak.

Masa kehamilan ini


Oleh

karena

sangat

penting

itu,

untuk

menentukan

selama kehamilan ibu

memerlukan makanan yang bergizi. Kecukupan gizi selama kehamilan digunakan


untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya maupun aktivitas ibu. Selama
kehamilan, kebutuhan nutrisi akan meningkat sehingga ibu hamil perlu di beri
motivasi tambahan agar bersemangat untuk selalu mengkonsumsi makanan
yang bergizi, ditambah kontrol terhadap kenaikan berat badannya selama
kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang ideal berkisar antara 1215 kilogram.
Ketidakcukupan gizi yang diberikan akan meningkatkan risiko kelahiran
prematur, keguguran, kelainan system syaraf bayi, perkembangan janin tidak
normal, bahkan hingga menyebabkan kematian janin. Jadi, perhatikan betul
mengena i asupan gizi selama kehamilan, serta yang perlu diingat, janganlah
memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi karena kuantitas, tapi gizi yang
berkualitas dengan komposisi yang berimbang dan cukup, itu yang terpenting.

Menurut Proverawati dan Asfuah (2010;50) berikut daftar beberapa zat


gizi yang paling penting untuk perkembangan janin yakni
a) Asam folat :zat ini ada dalam serealia, kacang-kacangan sayuran hijau, jamur,
kuning telur, jeruk, pisang, dan lain-lain.

b) Kalsium : sangat penting untuk pmbentukan tulang dan gigi. Susu dan produk
olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu
memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seperti vitamin A,
Vitamin D, Vitamin B2, Vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacangkacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.
c) Zat Besi : Sudah lama dikenal bahwa zat besi berguna dalam pembentukan sel
darah merah yang dapat mengurangi risiko ibu hamil terkena anemia. Kebutuhan
utama akan zat bes i terjadi saat usia kehamilan mencapai 20 minggu. Zat besi
dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.
d) Ekstrak ragi mengandung ketiga zat penting tersebut. Ini penting bukan hanya
selama hamil tetapi juga masa menyusui
2.3 Akibat gangguan gizi pada pertumbuhan janin
Ibu hamil sebenarnya juga berhubungan dengan proses pertumbuhan,yaitu
pertumbuhan janin yang dikandungnya dan pertumbuhan berbagai organ
tubuhnya sebagai pendukung proses pertumbuhan ini , maka kebutuhan makanan
sebagai sumber energy juga meningkat. Peningkatan metaboisme berbagai zat
gizi pada ibu hamil juga memerlukan peningkatan suplai berbagai vitamin,
mineral khusunya Fe dan Ca serta kalori dan protein.
Kekurangan gizi pada ibu hamil menimbulkan berbagai masalah gizi pada ibu
hamil tersebut. Masalah gizi adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan
perorangan atau masyarakat disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan
zat gizi yang diperoleh dari makanan.
Menurut Soetjaningsih (1994;101) contoh akibat kekurangan gizi pada
ibu hamil yakni:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kekurangan energidan protein.


Anemia gizi.
Kekurangan gizi.
Kekurangan seng(Zn).
Kekurangan vitamin A.
Kekurangan kalsium.

2.4 Bahan makanan yang baik untuk ibu hamil

Ibu hamil hendaknya memperhatikan benar asupan gizi bagi tubuhnya dan
terutama yang sangat dibutuhkan bagi janin yang sedang dikandung, seperti
kebutuhan akan karbohidrat, protein, ion, asam folat, kalsium dan sederetan
vitamin yang penting bagi perkembangan janin.
Wanita hamil, membutuhkan setidaknya 285kkal tambahan energi perhari
dari kebutuhan wanita dewasa yang tidak hamil yang sebesar 1900-2400kkal/hari.
Untuk itu, perlu pasokan energi dari makanan-makanan yang dikonsumsinya
(sebagai catatan, jika sebelum hamil sudah mengalami kelebihan berat badan, baik
untuk mengurangi pasokan tambahan makanan selama hamil, agar tidak terjadi
obesitas yang akan mempersulit proses persalinan).
Sebenarnya, asupan makanan untuk ibu hamil, sama saja dengan wanita
yang tidak hamil, namun selain makanan itu harus sehat, baik untuk lebih berhatihati memilih dan perlu diperhatikan, beberapa kategori makanan yang boleh
dikonsumsi ibu hamil berikut;
Makanan yang halal
Ini sudah pasti, karena makanan adalah kebutuhan pokok/utama bagi
manusia . Apa yang kita konsumsi, menentukan pola pikir, perilaku dan sikap kita
nantinya, untuk itu seharusnya kita bekali janin kita dengan makanan sehat agar
kelak tumbuh menjadi manusia yang berakhlak baik dan berbudi mulia.
Makanan yang baik
Artinya makanan itu baik dalam hal prosesnya, cara memasaknya, kadar
kandungannya, dll. Setidaknya, makanan baik memenuhi kriteria berikut
a. Bersih.
b. Layak konsumsi : tidak berbau, warna cerah, rasa wajar.
c. Aman kandungannya : bebas pewarna, pengawet, zat-zat kimia,(hindari
MSG dan Vetsin yang sangat membahayakan tubuh).
d. Benar proses : matang, dan menggunakan bahan alami
e. Makanan sesuai kebutuhan
Kebutuhan bagi wanita hamil diantaranya;
Karbohidrat, adalah kebutuhan utama bisa didapat dari gula putih dan gula
jawa. Ada pula karbohidrat kompleks seperti dari tepung, beras, gandum, jagung,
dll. Protein, zat gizi untuk pertumbuhan. Banyak terdapat dalam; Ikan, Ayam,
Daging, Telur, Kacang-kacangan, Tempe dan Tahu. Kacang kedelai dan kacang
hijau dapat jadi alternative yang baik. Lemak, sumber kalori untuk melarutkan

vitamin A,D,E dan K. banyak terdapat dalam minyak goreng, margarine, mentega,
juga bahan makanan hewani atau nabati.
Vitamin, diantaranya ;
Vitamin A
Untuk pertumbuhan tulang, mata, rambut, kulit, dan penting untuk
mencegah kelainan bawaan. Dapatkan dalam kuning telur,susu, keju, mentega,
hati juga minyak ikan. Provitamin A dalam daun singkong, kangkung, wortel,
tomat.
Vitamin B
Terdiri dari sekelompok vitamin yang dapat menjaga system susunan
syaraf agar berfungsi baik dan normal. Ada dalam roti, nasi, susu,daging juga
makanan fermentasi seperti tempe dan tahu.
Vitamin C
Pembentuk dan integritas jaringan juga penyerapan zat besi. Terdapat pada
sayuran dan buah segar.
Mineral, sebagai pengatur keseimbangan cairan tubuh, pertumbuhan dan
memperkuat jaringan.
Zat besi, membentuk sel-sel darah merah. Terdapat pada daging, ikan, hati,
ayam juga sayuran hijau.
Kalsium, untuk pertumbuhan tulang, gigi dan penggumpal darah. Kalsium
juga berguna untuk fungsi otot dan syaraf yang normal. Susu sapi dan produkproduk olahannya, kaya akan kalsium. Seng, mencegah kelainan perkembangan
otak, mencegah lambannya pertumbuhan janin. Daging, telur, ayam, hati, seafood,
sisi dan kacang-kacangan adalah sumber zat seng.
Asam Folat, dibutuhkan untuk meningkatkan metabolism tubuh,
mencegah anemia, prosuksi hemoglobin dan pembentukan materi inti sel DNA
dan RNA. Dapatkan zat ini pada hati sapi, bayam, brokoli, pisang dan kuning
telur. Iodium, yang banyak terdapat pada seafood, rumput laut, dan sebagainya ini,
berfungsi untuk susunan syaraf pusat, kaitannya dengan daya pikir juga
pendengaran. Kekurangan iodium, dapat mengakibatkan cacat fisik, mental
kemampuan pendengaran yang rendah sampai tuli.

Makanan sehat, bergizi dan bernutrisi memang sangat dibutuhkan bagi ibu
hamil, namun perlu diingat untuk juga menjaga keseimbangan asupannya.
Jangan sampai kelebihan zat tertentu yang justru berdampak kurang baik.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang cukup mengandung
karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat
pembangun,

serta

vitamin

dan

mineral

sebagai

zat

pengatur.

Masa kehamilan sangat penting untuk menentukan kualitas anak. Oleh karena itu,
selama kehamilan ibu memerlukan makanan yang bergizi.
Kecukupan gizi selama kehamilan digunakan
untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya maupun aktivitas ibu. Zat gizi
yang paling penting untuk perkembangan janin yakni :
a.
b.
c.
d.

Asam folat.
Kalsium.
Zat Besi.
Ekstrak.

Contoh akibat kekurangan gizi pada ibu hamil yakni :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kekurangan energidan protein.


Anemia gizi.
Kekurangan gizi.
Kekurangan seng(Zn).
Kekurangan vitamin A.
Kekurangan kalsium.
Wanita hamil, membutuhkan setidaknya 285kkal tambahan energi perhari

dari kebutuhan wanita dewasa yang tidak hamil yang sebesar 1900-2400kkal/hari.
Beberapa kategori makanan yang boleh dikonsumsi ibu hamil yakni:
a. Makanan yang halal.
b. Makanan yang baik.
c. Makanan sesuai kebutuhan

3.2 Saran
Agar ibu selalu dalam keadaan sehat dan janin yang dikandung dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik, maka para ibu hamil dapat memenuhi semua

kebutuhan nutrisinya selama hamil. Kekurangan

gizi

pada

ibu hamil

menimbulkan berbagai masalah gizi pada ibu hamil tersebut. Hendaknya ibu
hamil memperhatikan benar asupan gizi bagi tubuhnya dan terutama yang sangat
dibutuhkan bagi janin yang sedang dikandung, seperti kebutuhan akan
karbohidrat, protein, ion, asam folat, kalsium dan sederetan vitamin yang penting
bagi perkembangan janin.

MAKALAH
ILMU GIZI DAN TERAPI DIET
TENTANG
NUTRISI PADA IBU HAMIL

OLEH :

NAMA : YOCI PUTRI ULINDA


NIM

: 120101042

PRODI S1 KEPERAWATAN
STIKES PIALA SAKTI PARIAMAN
2016