Anda di halaman 1dari 14

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :

BAB I
PENDAHULUAN

M.
Kardaf

1.1 Latar Belakang


Akuntansi manajemen terus berubah dan menyesuaikan dengan perubahan-perubahan
dalam sector manufaktur dan jasa di dunia bisnis saat ini. Salah satu penyesuaian yang
signifikan adalah perkembangan manajemen berdasarkan aktivitas. Pengaruh model
manajemen berdasarkan aktivitas atas akuntansi manajemen sangatlah besar, yaitu
menyebarkan penerimaan dan praktik konsep-konsep aktivitas berdasarkan konsep-konsep
metode berdasarkan aktivitas dalam kerangka yang terintegrasi dan komprehensif.
Makalah ini akan membahas mengenai biaya, baik itu biaya aktivitas, karena biayabiaya ini penting untuk mempersiapkan laporan keuangan eksternal. Biaya-biaya yang
disajikan dalam laporan keuangan tersebut diatur berdasarkan fungsi. Oleh karena itu, semua
biaya perusahaan dimasukkan ke dalam satu dari tiga katagori yaitu biaya produksi atau
manufaktur (dalam akun harga pokok penjualan), biaya pemasaran, dan biaya administrasi,
tetapi pengelompokan data berdasarkan fungsional tidak membantu dalam penyusunan
anggaran, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan suatu pemahaman
atas perilaku biaya.

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


BAB II
LANDASAN TEORI

M.
Kardaf

2.1 Pengertian Biaya


Menurut Harnanto (1992, hal. 24), pengertian biaya adalah sebagai berikut: Beban
(expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk
arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan
penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.
Dalam arti luas, biaya (cost) adalah jumlah uang yang dinyatakan dan sumber-sumber
(ekonomi) yang dikorbankan terjadi dan akan terjadi untuk rnendapatkan sesuatu atau
mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut lAl/SAK (1994), pengertian biaya adalah
pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang
kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu, sehingga biaya dalam arti luas diartikan
sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.
2.2 Penggolongan Biaya
Terdapat lima cara penggolongan biaya, menurut Mulyadi (1990, hal. 10), yaitu
penggolongan biaya menurut:
a) Obyek pengeluaran.
Dalam penggolongan ini, nama obyek pengelaran merupakan dasar penggolongan
biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua
pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut "biaya bahan bakar".
b) Fungsi pokok dalam perusahaan.
Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi, yaitu fungsi produksi fungsi
pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaan
manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok:
1) Biaya produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku
menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi
mesin dan equipment, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji
karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung maupun yang
tidak langsung berhubugan dengan proses produksi.
2) Biaya pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan
kegiatan pemasaran produk. Contohnya adalah biaya biaya promosi, biaya
2

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan bagianbagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya contoh (sample).
3) Biaya administrasi dan umum. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi
kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contohnya biaya ini adalah biaya gaji
karyawan, bagian keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan
masyarakat.
Jumlah biaya pemasaran bisya administrasi dan umum sering pula disebut
istildh biaya komersial (commercial expense)
c) Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.
Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkan
menjadi dua golongan:
1) Biaya langsung (direct cost)
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah
karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya langsung departemen (direct
departemen cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu.
Contohnya adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam Departemen
Pemeliharaan dan biaya depresiasi mesin yang dipakai dalam departemen tersebut.
2) Biaya tak langsung (indirect cost)
Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu
yang dibiayai. Biaya tak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut
dengan istilah biaya produksi tak langsung atau biaya overhead pabrik (factory
overhead cost). Contohnya biaya yang terjadi di Pembangkit Tenaga Listrik (biaya
ini dinikmati oleh departemen-departemen lain dalam perusahaan, baik untuk
penerangan maupun untuk menggerakkan mesin dan equipment yang pemakai
listrik).
d) Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan
menjadi:
1) Biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya adalah biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2) Biaya semivariabel. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya
tetap dan unsur biaya variabel.

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

3) Biaya semitetap. Biaya semitetap adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume
kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang kostan pada volume produksi
tertentu.
4) Biaya tetap. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran
volume kegiatan tertentu. Contohnya adalah gaji direktur produksi.
e) Jangka waktu manfaatnya.
Biaya dapat dibagi menjadi dua pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan.
1) Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah biaya yang mempunyai
manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya satu tahun). Pengeluaran
modal ini pada saat terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan
dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara
didepresiasi. diamortisasi atau dideplesi.
2) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya yang hanya
mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.
Penggolongan biaya adalah penggolongan proses mengelompokkan secara
sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu
yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau
lebih penting. Menurut Supriono (1993, hal. 32), penggolongan biaya terbagi
menjadi 6 (enam), yaitu:
a. Penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan aktivitas
perusahaan (Cost Classified Accounting to the Function of Business
Activity). Fungsi pokok dan kegiatan perusahaan-perusahaan dapat
digolongkan ke dalam:
1. Fungsi produksi, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan
pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk
dijual.
2. Fungsi pemasaran, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan
penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang
memuaskan
pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan
perusahaan
sampai dengan pengumpulan kas dari hasil penjualan.
3. Fungsi administrasi dan urnum, adalah fungsi yang berhubungan
dengan
4

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

kegiatan penentuan kebijakan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan


perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna dan berdaya
guna.
4. Fungsi keuangan, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan
keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan.
Atas dasar fungsi tersebut di atas, biaya dapat dikelompokkan
menjadi:
a) Biaya produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan
dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku
menjadi produk selesai. Biaya produksi digolongkan ke
dalam: (a) Biaya bahan baku; (b) Biaya tenaga kerja
langsung; (c) Biaya overhead pabrik.
b) Biaya pemasaran, yaitu biaya dalam rangka penjualan
produk selesai sampai dengan pengumpuian pihutang
menjadi

kas.

melaksanakan: (a)

Biaya

ini

fungsi

meliputi

biaya

untuk

penjualan;

(b)

fungsi

penggudangan produk selesai; (c) fungsi pengepakan dan


pengiriman; (d) fungsi advertensi: (e) fungsi pemberian
kredit dan pengumpulan pihutang; (6) fungsi pembuatan
faktur atau administrasi penjualan.
c) Biaya administrasi dan umum. yaitu semua biaya yang
berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum.
d) Biaya keuangan, adalah semua biaya yang terjadi dalam
melaksanakan fungsi keuangan, misalnya: biaya bunga.
b. Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya
akan dibebankan penggolongan pengeluaran adalah sebagai berikut:
1) Pengeluaran modal (Capital Expenditure). Adalah pengeluaran
yang akan dapat memberikan manfaat (benefit) pada beberapa
periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan
manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
2) Pengeluaran penghasilan (Revenues Expenditures).

Adalah

pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode


akuntansi di mana pengeluaran terjadi.
5

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

c. Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap


aktivitas atau kegiatan atau volume
1) Biaya tetap (h'txed Coat). Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai
berikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi
oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan
tingkatan tertentu.
b. Pada biaya tetap, biaya satuan (unit cost) akan berubah
berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan,
semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan,
semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
2) Biaya variabel (variable cost). Biaya variabel memiliki
karakteristik sebagai berikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding
(proportional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin
besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya
variabel, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah
jumlah total biaya variabel.
b. Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh
perubahan
volume kegiatan, jadi biaya satuan konstan.
3) Biaya semi variabel (Semi variable cost). Biaya semi variabel
memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan
perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya
tidak sebanding.
b. Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik
dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi
sifatnya tidak sebanding.
d. Penggolongan biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang
dibiayai.
Biaya dibagi menjadi:
1) Biaya langsung (Direct cost). Biaya langsung adalah biaya yang
terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau
pusat biaya tertentu.

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

2) Biaya tidak langsung (Indirect cost). Biaya tidak langsung adalah


biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan
pada obyek atau pusat biaya tettentu, atau biaya yang manfaatnya
dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya.
Tujuan penggolongan pabrik ke dalam departemen-departemen,
disebut departemenisasi, adalah:
1. Untuk ketelitian pembebanan harga pokok.
2. Untuk pengendalian biaya.
3. Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya
Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada
menejemen dikelompokkan ke dalam:
1. Biaya terkendalikan (Controllable cost). Biaya terkendalikan
adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh
seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
2. Biaya tidak terkendalikan (Uncontrollable cost). Biaya tidak
terkendalikan adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh
seorang pimpinan/pejabat tertentu berdasar wewenang yang dia
miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam
jangka waktu tertentu.
f) Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan
Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh menejemen data biaya dikelompokkan ke
dalam;
1) Biaya relevan. Adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan
keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam
pengambilan keputusan.
2) Biaya tidak relevan (irrelevant cost). Biava tidak relevan adalah biaya yang
tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak
perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan
keputusan.
Menurut Mas'ud (1996, hal 80), biaya dibagi menjadi lima bagian yaitu:
a) Klasifikasi biaya bendasarkan tingkah laku.
Biaya diklasifikasikan berdasar tingkah laku biaya dalam hubungannya
dengan volume produksi/penjualan maka biaya dikelompokkan ke
dalam tiga jenis biaya yaitu:
1. Biaya variabel. Biaya yang bervariasi langsung (proporsional)
dengan kuantitas yang diproduksi naik (berubah) sebesar
7

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

perubahan kuantitas dikalikan biaya variabel per satuan dan


sebaliknya

apabila

turun.

Contoh

biaya

ini adalah bahan baku (direct material).


2. Biaya tetap. Biaya yang jumlah nilainya akan tetap walaupun
jumlah yang diproduksi/dijual berubah-ubah dalam kepasitas
normal. Contoh biaya sewa gedung untuk pabrik yang dibayar
tahunan.
3. Biaya semi variabel. Jenis biaya ini jumlahnya berubah-ubah
dalam

hubungannya

dengan

perubahan

kuantitas

yang

diprodusir tctapi perubahannya tidak proporsional. Contoh biaya


pengawas dengan insentif sesuai dengan kapasitas produksi.
b) Klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban.
Biaya dalam hubungannya dengan pertanggungjawaban dikelompokkan
menjadi dua yaitu:
1. Biaya terkendali (controlable cost). Merupakan biaya yang
dikeluarkan oleh suatu tempat biaya (misalnya departemen atau
bagian) dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus
mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh adalah biaya
iklan untuk menjual produk, merupakan tanggung jawab bagian
penjualan atau manajer penjualan, dan biaya iklan ini adalah
biaya terkendali buat departemen penjualan.
2. Biaya tak terkendali (Uncontrollable cost). Adalah biaya tidak
bisa dibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh seorang
manajer pusat biaya. Biaya penyusutan mesin misalnya, tidak
bisa dipengaruhi dan bukan tanggungjawab manajer pusat biaya.
c) Klasifikasi biaya berdasar obyek.
Berdasarkan obyeknya, biaya ini dikelompokkan menjadi dua jenis
yaitu:
1. Biaya langsung (direct cost). Adalah biaya yang dikeluarkan
atau dibebankan di mana biaya tersebut bisa langsung
dihubungkan dengan obyek yang dibiayai atau dibebani.
2. Biaya tak langsung (indirect cost). Adalah biaya yang
dikeluarkan atau dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa
dihubungkan langsung dengan obyek.
d) Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk
8

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

Biaya produksi/biaya pabrik merupakan biaya yang dipakai untuk


menilai persediaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan, dan
jumlahnya relatif lebih besar daripada jenis biaya lain, dan kegiatan
produksi selalu terjadi berulang-ulang dalam pola yang sama secara
rutin, dibanding jenis kegiatan seperti litbang, distribusi dan
sebagainya.
1. Biaya bahan dasar (material). Dalam arti luas adalah elemen
yang digunakan sebagai dasar pembuatan barang jadi, tetapi ada
kemungkinan barang jadi dari produk suatu perusahaan
merupakan material dari perusahaan lain. Untuk tujuan
akuntansi bahan dasar dipisahkan ke dalam dua kategori yaitu:
a. Bahan dasar langsung, yaitu bahan yang menjadi bagian
menyeluruh dari produk jadi.
b. Bahan dasar tak langsung, yaitu merupakan bahan dasar
(material) yang digunakan untuk membuat produk, tetapi
jumlahnya sangat kecil, dan bukan merupakan bagian
menyeluruh dari produk jadi.
2. Biaya tenaga kerja (labor). Adalah biaya yang dikeluarkan
untuk mengerjakan bahan dasar sampai menjadi barang jadi.
Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya yang dikeluarkan
untuk tenaga kerja yang langsung menangani pembuatan
(proses) dan bahan dasar sampai menjadi barang jadi dan
sebaliknya, tenaga kerja tak langsung adalah biaya yang
dikeluarkan untuk tenaga kerja yang menyumbangkan jasanya
untuk pembuatan bahan dasar menjadi barang jadi tetapi tidak
langsung menangani pembuatannya misalnya gaji pengawas
yang mengawasi para pekerja yang menangani langsung
pembuatan kursi tersebut.
3. Biaya overhead pabrik (Factory overhead). Dalam artian ini,
biaya overhead pabrik termasuk biaya bahan dasar tak langsung
dan biaya tenaga kerja tak tak langsung. Pemisahan langsung
dan tak langsung biaya dalam konteks yang merupakan
pemisahan biaya umum tetapi dalam konteks yang lain berbeda,
9

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

selain itu pemisahan langsung dan tak langsungnya biaya juga


dipengaruhi oleh metoda pengumpulan biaya.
e) Klasifikasi biaya berdasar fungsi operasi non produksi
Biaya non manufaktur dikelompokkan berdasarkan fungsinya yaitu:
1. Biaya distribusi, biaya yang dikelompokkan dalam biaya
distribusi berlain-lainan pada berbagai jenis perusahaan tetapi
pada umumnya biaya distribusi mempunyai dua pengertian.
a. Pengertian sempit yaitu biaya untuk menyebar
(memasarkan) barang pada konsumen atau sering
disebut biaya pemasaran (marketing expense).
b. Pengertian luas biaya yaitu biaya yang dikeluarkan dari
mulai barang selesai dibuat sampai ke tangan konsumen,
di mana yang termasuk jenis biaya ini meliputi biaya
penjualan, biaya pengiriman. advertensi, gaji salesman
dan sebagainya.
2. Biaya administrasi (administrative expense), kelompok biaya
administrasi pada umumnya disatukan dengan biaya umum
dengan nama biaya administrasi dan umum (termasuk biayabiaya unluk mengelola administrasi perusahaan, biaya bagian
akuntansi, dan sebagainya).
3. Biaya riset dan pengembangan (research and development
costs), seluruh biaya untuk penyelidikan dan pengembangan
yang berkenaan dengan produk baru atau penemuan-penemuan
lainnya.
4. Biaya-biaya keuangan (financial costs), adalah biaya-biaya
yang berhubungan dengan pengeluaran; saham obligasi dan
surat-surat berharga lainnya, termasuk penyebaran (penjualan)
dari sural-surat berharga tersebut.
2.2 Manfaat Penggolongan Biaya
Menurut Mulyadi (1993, hal. 165), manfaat penggolongan biaya sebagai berikut:
a) Untuk mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu.
b) Sebagai dasar pengambilan keputusan biaya dimasa yang akan datang.
c) Untuk memperjelas tugas wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap manajer.
10

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

Menurut Murti dan John (1998, hal. 424), manfaat penggolongan biaya adalah:

a) Memberikan kemudahan pendistribusian biaya secara merata.


b) Memberikan keadilan atau beban yang pantas terhadap suatu produk.
Menurut Charles (1997, hal. 328) manfaat penggolongan biaya adalah untuk
mengadakan penilaian persediaan dan untuk pengambilan keputusan seperti
penentuan harga, menambah produk dan mempromosikan produk.

BAB III
PEMBAHASAN
11

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :

Laporan Keuangan Perusahaan Pabrik Roti

M.
Kardaf

Sinar Bulan
Lamteumen, Banda Aceh
Daftar Aktiva Tetap Pabrik Roti Sinar Bulan
Bulan April 2015
Jumlah
Jenis AT

AT
(Buah)

Tanah
Gedung
Mesin :
Mesin Giling
Pompa Air
Peralatan :
Ember
Drum
Cetakan Roti
Blabak
Loyang
Lemari Pembakar
Roti
Lemari Pengembang
Roti
Saringan
Pengaduk Adonan
Roti
Alat Pemotong Roti
Pisau
Wadah Adonan

Harga Perolehan
(Rp)

Umur
Ekonomis
(Tahun)

Nilai Residu
(Rp)

24.000.000
15.000.000

20

1
2

5.000.000
750.000

3
2

300.000
40.000

270.000
300.000
350.000
500.000
250.000

3
1
5
3
4

30.000
25.000
35.000

4.000.000

350.000

5.000.000

450.000

100.000

15.000

2.500.000

150.000

3
3
4

150.000
100.000
300.000

10
2
5
100
5

Laporan laba/Rugi Pabrik Roti Sinar Bulan


Bulan April 2015
12

23.000

30.000
20.000
50.000

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.
Kardaf

Penjualan

57.200.000

Biaya-Biaya
a. Biaya Bahan Baku
b. Biaya Operasional
Biaya Perlengkapan Dapur
Biaya Listrik
Biaya Telepon
Biaya PDAM
Biaya Keamanan
Biaya Penyusutan Inv.
Ongkos Kirim Pembelian
Biaya ATK
Biaya Transport
PPN Pembelian
Biaya Bunga Bank
Biaya Pajak
Biaya Costing
Biaya Perawatan Toko
Biaya Perlengkapan Toko
Biaya Operasional Lain-Lain
Total Biaya Operasional

7.500.000
2.000.000
1.500.000
500.000
1.000.000
300.000
250.000
150.000
300.000
250.000
200.000
1.000.000
400.000
500.000
700.000
3.000.000
1.500.000
21.150.000

c. Biaya Karyawan
Biaya Gaji Karyawan
Bonus Karyawan
Biaya Karyawan Lain-lain
Total Biaya Karyawan
d. Biaya Marketing
Biaya Promosi
Biaya Iklan Cetak
Biaya Iklan Media
Fee Penjualan Roti
Biaya Marketing Lain-lain
Total Biaya Marketing

5.000.000
3.000.000
1.500.000
9.500.000
1.500.000
1.000.000
2.000.000
1.500.000
2.500.000
8.500.000

TOTAL BIAYA-BIAYA

(46.650.000)

LABA USAHA

10.550.000

Biaya Produksi Roti Per Blabak Pabrik Roti Sinar Bulan


Bulan April 2015
Jenis Biaya
Bahan Baku

Total Biaya (Rp)


13

7.500.000

Makalah Akuntansi Manajemen, di buat oleh :


M.

Operasional
Karyawan
Marketing
Total Biaya Produksi
Jumlah Blabak Roti yang Dihasilkan
Biaya Produksi Roti Per Blabak

21.150.000
Kardaf
9.500.000
8.500.000
46.650.000
3.600 buah
14.300

BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setiap

perusahaan

memerlukan

konsep

biaya

yang

baik

sehingga

menghasilkan informasi biaya produk untuk berbagai keputusan strategis, termasuk penetapan
harga, penerimaan dan menolak pesanan penjualan dan memilih produk mana yang akan
dibuat. Jika sistem akuntansi menghasilkan data biaya yang tidak akurat, perusahaan mungkin
menjual produknya lebih rendah dari biayanya. Tanpa informasi biaya yang akurat,
perancangan produk mungkin memilih rancangan yang tidak memberikan nilai tambah.

14