Anda di halaman 1dari 15

PERITONITIS

Dr.H.Mohammad Sabaroellah Sp.B.


FInaCS

Peritonitis
Peritonitis adalah keadaan akut abdomen akibat
peradangan sebagian atau seluruh selaput peritoneum
parietale ataupun viserale pada rongga abdomen.
Peritonitis seringkali disebabkan dari infeksi yang
berasal dari organ-organ di cavum abdomen.
Penyebab tersering adalah perforasi dari organ
lambung, colon, kandung empedu atau apendiks.
Infeksi dapat juga menyebar dari organ lain yang
menjalar melalui darah.

Anatomi
Lapisan dinding perut(luar ke dalam)
kulit:kutis dan subkutis
lemak subkutan
fasia superfisial (fasia Scarpa)
3 otot dinding perut:m.oblikus abdominis eksternus,
m.oblikus abdominis internus, dan m.tranversus abdominis
lapis preperitoneal
peritoneum.

Anatomi

Anatomi
Lapisan peritonium dibagi menjadi 3,
yaitu:
Lembaran yang menutupi dinding usus,
disebut lamina visceralis (tunika serosa)
Lembaran yang melapisi dinding dalam
abdomen disebut lamina parietalis.
Lembaran yang menghubungkan lamina
visceralis dan lamina parietalis.

Organ-organ yang terdapat di cavum


peritoneum yaitu:
Gaster, hepar, vesica fellea, lien, ileum,
jejenum, kolon transversum, kolon
sigmoid, sekum, dan appendix
(intraperitoneum)
Pankreas, duodenum, kolon ascenden &
descenden, ginjal dan ureter
(retroperitoneum)

Klasifikasi
Menuru
t
waktu:
Akut
(Perforasi
Gaster/ Usus)

Menuru
t
Lokalis
asi :
Lokal
( Apendisitis
akut )
Diffuse
( Peritonitis
umum }

Sub akut

Kronis
(Peritonitis
TBC )

Subphrenik
(Cholesistitis
akut, Abses
Hepar )
Pelvik ( PID ,
KET )

Menuru
t
kausa:
Aseptik
(Pada trauma
abdomen )

Septik
(TBC,
Streptokokkus,
Staphylokokkus
)

Menuru
t
jalanny
a
infeksi
:
Primer melalui
Hematogen ,
Lymfogen.

Sekunder
(Perforasi
usus/Gaster,
Infeksi umum )

Tersier.

Pemeriksaan fisik:
Anamnesis

Inspeksi

Palpasi

demam tinggi
mengeluh sakit seluruh abdomen
muntah

Tampak sakit berat


dehidrasi
Perforasi:perut cembung .

Defance musculer (+)


Nyeri tekan (+)
Nyeri lepas (+)seluruh abdomen.

Pemeriksaan fisik:
Perkusi

Auskultasi

Rectal
Touche

Nyeri ketok (+) seluruh abdomen.


Perforasi usus: pekak hati (-) adanya udara
bebas.
Peritonitis TBC: papan catur (Timpani-reduptipani-redup)
Peritonitis perdarahan intra abdominal: Anemi,
Shifting dullness (+).

Bising usus melemah sampai menghilang.

Nyeri tekan jam 9 sampai jam 3

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Lekositosis
Hb rendah menandakan adanya perdarahan intra
abdominal.

Foto Abdomen tiga posisi


Pada perforasi usus terlihat adanya udara bebas (antara
Hepar dan Diafragma)
Foto abdomen tiga posisi bukan diagnosa pasti tetapi
hanya membantu untuk menegakkan diagnosa. Diagnosa
pasti Peritonitis berdasarkan pemeriksaan klinis.

Terapi
Laparotomi
eksplorasi.

Pembedahan perut sampai membuka selaput


perut.
Ada 4 cara, yaitu;
1. Midline incision
2. Paramedian, yaitu ; sedikit ke tepi dari garis tengah (
2,5 cm), panjang (12,5 cm).
3. Transverse upper abdomen incision, yaitu: insisi di
bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan
splenektomy.
4. Transverse lower abdomen incision, yaitu: insisi
melintang di bagian bawah 4 cm di atas anterior
spinal iliaka, misalnya; pada operasi appendictomy .

Paramedian Incisional

Midline Incisional

Transverse upper abdomen


incision
Transverse lower abdomen
incision

Penatalaksanaan laparastomi eksporasi


peritonitis:
Pre
Operasi

Resusitasi cairan
Oksigenasi
NGT, DC
Antibiotika
Pengendalian suhu tubuh

Durante
Operasi

Kontrol sumber infeksi


Pencucian rongga peritoneum
Debridement radikal
Irigasi kontinyu
Ettapen lavase/stage abdominal repair

Pasca
Operasi

Balance cairan
Perhitungan nutrisi
Monitor vital Sign
Pemeriksaan laboratorium
Antibiotika

Komplikasi pasca
laparatomi eksplorasi
Ileus Paralitik
Abses intra-abdominal
Infeksi
Terbukanya lapisan dinding Abdominal
Atelektasis pulmonal
Fistula Enterocutaneous

Delayed complication:
Adhesive intestinal obstruksi
Hernia Incisional