Anda di halaman 1dari 6

c   

Membaca komik dan bermain komputer adalah keseharian seorang remaja laki-laki bernama Andi.
Tugasnya sebagai seorang siswa seringkali diabaikannya sehingga tidak satupun prestasi yang diukirnya. Pada
suatu malam, andi melewati pintu kamar ibunya, ia mendengar suara ibunya dan mendekat, ͞Ya Allah, jadikanlah
anak hambamu ini menjadi anak yang berguna dan bisa membanggakan orang tuanya,sudah kujalani tugas-
tugasku sebagai ibu yang merawat,membesarkan dan mendidik anakku, semoga ia bisa berguna kelak, amin͟.
Mendengar doa ibunya itu, Andi bertekad untuk mengukir sebuah prestasi yang bisa membuat ibunya bangga.

Keesokan paginya, Andi menghabiskan waktunya dengan menonton TV, ia melihat seorang anak yang
masih duduk di bangku sekolah dasar bisa menjadi gitaris terbaik di ajang pencarian bakat di eropa. Andi berkata
dalam hatinya ͞anak SD saja bisa, kenapa saya engga͟. Lalu ia membuka komputernya dan mencari informasi
tentang belajar bermain gitar. Berhari hari ia habiskan bersama gitarnya, waktu senggangnya ia isi dengan
membuka internet, dan saat itu ia melihat iklan tentang audisi gitaris yang diselenggarakan suatu perusahaan
rekaman ternama. Ia terus berlatih untuk audisi tersebut dengan keras. Hari itupun tiba, ia datang ke audisi itu dan
mendapat nomor urut audisi yang ke-999 yaitu nomor urut terakhir. Gilirannya pun tiba, andi sangat gugup
sehingga pada saat ia tampil, hampir semua senar gitar yang dimainkannya pun putus. Ia sangat kesal, ͞huh, sial,
sial, siaal!, aku benci dengan gitar!, sudah berlatih keras, malah bikin malu, mulai saat ini, aku tidak akan bermain
gitar lagi!͟, kesalnya.

Hari demi hari ia lewati tanpa kegiatan berarti. Suatu hari, dilihatnya pengumuman di internet tentang
rencana kedatangan drummer band asal luar negeri ͚Avenged Sevenfold͛ yang akan mencari additional drummer
untuk bandnya. Lalu dalam benaknya ia berkata ͞wah, kalo aku bisa keluar negeri, pasti ibuku akan sangat
bangga͟, dan saat itu juga Andi mencari informasi tentang bagaimana cara bermain drum. Saat ia merasa sudah
cukup mahir, ia mencoba keahliannya di sebuah studio di dekat rumahnya, belum satu lagu, pukulan pertama pada
drum itu langsung memecahkan drum di studio tersebut. Pemilik studio tersebut marah dan Andi dimintai biaya
penggantian sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Andi merasa sangat sangat kesal dan berkata ͞huh, itu sih
bukan salahku, drum di studio itu saja yang murahan, pokoknya aku tidak suka drum!͟.

Kegagalan demi kegagalan belum membuat Andi putus asa, ia terus mencari peluang untuk mendapatkan
sebuah prestasi. Saat ia membaca majalah, ia melihat gambar sebuah bass yang dijual murah, ia berkata dalam
hatinya ͞bermain gitar senarnya putus, bermain drum malah pecah. Hmm kalo bass kan senarnya tebal dan tidak
bisa pecah, mungkin itu jalan ku͟. Ia pun membeli bass dan belajar bass untuk bisa masuk dalam grup band
Temannya yang akan konser beberapa minggu lagi diluar kota. Andi terlalu asik berlatih dan tanpa disadarinya, tali
gantungan bass yang dipakainnya longgar, beberapa saat kemudian, bass yang dimainkannya itu jatuh dan
menimpa jari-jari tangannya. Tangan andi bengkak dan tidak bisa digunakan untuk bermmain bass lagi, andi pun
mengurungkan niatnya untuk belajar bass lagi.

Andi pun kini hanya bisa menonton tv karena tangannya yang kesehariannya dipakai untuk menekan
tombol di komputer dan membalik halaman buku komiknya itu masih bengkak. Di TV, ia menyaksikan konser
tunggal seorang anak cacat dari korea yang diselenggarakan di singapore. Ia berkata ͞anak cacat seperti itu saja
bisa konser piano keliling dunia, lain sekali dengan aku, baru latihan bass sebentar, tanganku sudah hampir cacat,
tuhan benar-benar tidak adil, padahal aku sudah berusaha sangat keras!͟.
Walaupun begitu Andi masih mencari di bidang apa ia bisa meraih prestasi, dalam benaknya ͞mungkin
kesempatanku bukan di musik, selalu saja sial, hmm mungkin aku akan mencoba di bidang olahraga, tapi apa ya
kira-kira?͟, kebingungan Andi pun terhenti sampai ia melihat iklan di TV yang memberitahukan tentang adanya
beasiswa ͚milkuat͛ ke inggris bersama bambang pamungkas. Andi pun langsung membelokkan minatnya pada
sepak bola. Ia berlatih bersama temannya, Gerry, yang juga akan mengikuti beasiswa milkuat tersebut. Latihan
demi latihan dijalani Andi dengan lancar, belum ada kecelakaan apapun yang terjadi padanya, Andi pun berpikir
bahwa sepak bola memang jalannya untuk meraih prestasi demi membanggakan ibunya.

Hari yang ditunggu- tunggu pun tiba, tes pertama yaitu mengoper. Andi bersama Gerry diharuskan untuk
mengoper bola sepanjang lapangan tanpa putus, tes pertama pun ia jalani dengan lancar. Tes yang kedua adalah
tes menembak bola, Andi berhasil menembak bola dengan lancar dan memasukkannya kedalam gawang. Dan tes
yang terakhir adalah tes menggirinng bola, Andi diharuskan menggiring bola secara zig zag dan melalui segala
rintangan yang ada. Rintangan demi rintangan telah berhasil ia lewati dengan lancar, namun pada rintangan yang
terakhir, yaitu rintangan yang menngharuskan andi untuk melompati balok melintang bersama dengan bolanya
lalu menembak bola ke gawang sebagai tanda akhir tes tersebut, merupakan rintangan yang tersulit. Andi pun tiba
pada rintangan terakhir itu. andi merasa sangat gugup, namun tekadnya yang kuat berhasil mengalahkan rasa
gugupnya, akan tetapi saat ia akan melompat, ia tersandung kerikil dan saat ia akan jatuh, Gerry bersorak ͞Ayo
Andi!͟, mendengar teriakan Gerry, Andi pun langsung memutar tubuhnya sehingga ia tidak jatuh, dan ia berhasill
menembakkan bola ke gawang dan lulus dalam tes terakhir.

Andi bersama Gerry berhasil masuk dalam tim cadangan untuk pergi ke inggris bersama Bambang
pamungkas. Untuk bisa masuk kedalam tim inti dan langsung berangkat ke inggris, Andi dan Gerry harus ikut dalam
tes penempatan posisi. Gerry di tes pada posisi penyerang, tes nya hanya berlari sepanjang lapangan dan
menembak bola dengan cepat, Gerry pun lolos dan masuk ke dalam tim inti. Selanjtnya adalah giliran Andi, Andi
mendapat tes dalam posisi penjaga gawang tes nya hanya menangkap bola dari segala sudut tendangan.
Tendangan pertama tidak berhasil menembus gawang Andi dikarenakan bola mengenai tiang gawang, pada
tendangan kedua, bola melaju sangat cepat kearah Andi, Andi pun sigap dan menahan bola dengan tangannya,
namun, tangannya yang masih sakit itu mengakibatkan Andi tidak kuat menahan laju bola, dan bola pun masuk
kedalam gawang. Andi pun dinyatakan tidak lolos dalam tes penempatan untuk masuk ke dalam tim inti. Andi pun
sangat kecewa, namun Gerry berusaha menghibur Andi ͞tidak apa apa kawan, ini bukan satu-satunya jalan bagimu
untuk membanggakan ibumu, Tuhan pasti punya kehendak lain dibalik ini semua͟, ͞kehendak apanya, ini hanya
menghabiskan waktu dan tenagaku saja, namun tidak membuahkan hasil apa apa, semua yang kulakukan akhirnya
sia-sia saja kan͟, sahut Andi. ͞tidak ada yang sia-sia, pasti ada hikmahnya, lihat saja, dengan ini kamu punya banyak
pengalaman kan, dan kamu bisa mengambil banyak pelajaran dari kegagalan- kegagalan kamu sekarang untuk
bekalmu di masa yang akan datang͟, kata Gerry. ͞kau benar kawan, Tuhan pasti sudah punya jallan untukku,
terima kasih sahabatku, semoga kau sukses ya di luar negeri nanti, jangan lupa dengan temanmu ini kalau sudah
jadi orang hebat nanti!͟,balas andi. ͞tenang saja, aku tidak akan melupakan apa yang telah kita lalui selama ini͟.

Keesokan harinya, Andi pergi ke bandara untuk mengantar kepergian Gerry ke inggris. Sepulangnya dari
bandara, Andi bertemu seorang kakek peminta- minta di pinggir jalan, Andi pun memberikan beberapa receh koin
yang ada di kantongnya. ͞Terima kasih anak muda, semoga kau menemukan jalanmu yang sebenarnya, jangan
pernah menyerah, tekunilah bidang yang kau suka, belajarlah dari kegagalan. Sesungguhnya Allah tidak akan
merubah nasib seseorang melainkan orang itu sendiri yang mengubahnya͟, kata sang kakek. Andi meninggalkan
sang kakek sambil merenungi kata- kata sang kakek itu dan saat ia berbalik untuk bertanya pada sang kakek, kakek
tua itu telah lenyap dari tempatnya semula.
Setelah pertemuannya dengan kakek itu, Andi pun berusaha keras untuk membuat sesuatu dari hobi nya
membaca komik dan bermain komputer, berminggu- minggu ia habiskan untuk menyelesaikan penemuannya.
Setelah 1 bulan lebih 3 minggu, Andi pun berhasil menyelesaikan penemuannya. Ia mendaftarkan penemuan
buatannya ke pameran produk sains karya anak bangsa di Jakarta Convention Center dalam rangka memperingati
hari ilmuwan sedunia. Karya Andi pun dipromosikan untuk mengikuti contest teenager invention of the year se-
asia pasifik di Jepang. Setelah melewati beberapa seleksi, Andi pun mendapatkan penghargaan ͚the best teenager
science invention of the year͛ se- Asia Pasifik atas penemuannya yaitu e-comic atau komik elektronik yaitu komik
yang ada pada sepasang layar sentuh digital yang dapat mengeluarkan gambar bergerak serta suara, sesuai judul
komik yang dimasukkan melalui memory card atau koneksi langsung ke internet. Dengan penghargaannya itu, ia
ditawari beasiswa sampai S3 oleh Boston University di Amerika.

Andi diundang dalam sebuah acara O di acara Kill Andy. Pertanyaan pertama dari sang pembawa
acara adalah ͞Bagaimana perjalanan anda dari seseorang yang selalu mengalami kegagalan, menjadi orang yang
berhasil seperti ini?͟.Andi menjawab ͞Perjalanan saya diawali dengan banyak mencoba dan tidak takut gagal
menjadi seorng gitaris, drummer, bassis, hingga pemain sepak bola. ͞Apa kunci keberhasilan anda selama ini?͟.
Andi menjawab ͞Saya telah mencoba banyak sekali kegagalan dalam hidup saya sehingga yang tersisa hanya
keberhasilan yang didapat dari pelajaran yang diambil dari kegagalaan- kegagalan saya itu͟. Pertanyaan
selanjutnya yang ditanyakan adalah ͞Siapa orang yang berperan penting dalam kesuksesan anda ini?͟. Orang yang
paling berperan penting yang pertama tentunya Ibu saya, karena beliau lah yang memotivasi saya, dan ia sangat
sabar dalam menghadapi saya, saya sangat berterima kasih kepada ibu saya. Dan satu lagi yaitu teman saya, Gerry,
teman seperjuangan saya yang telah banyak membantu saya͟.

Melihat keberhasilan yang diraih anaknya, Ibu Andi sangat senang dan bangga akan apa yang telah dicapai
anaknya, ia bersyukur kepada Allah yang telah mendengar dan mengabulkan doanya selama ini. Ibu memeluk andi
dan mengatakan ͞ibu bangga padamu nak͟. Ini semua berkat Ibu, terimakasih ya bu, karena telah mendoakanku
selama ini.

Jakarta, 6 April 2010,

Irfan Syahdi Rizki


Kerangka Cerpen :

p Keseharian Andi
p Doa Ibu kepada Andi
p Andi berusaha menjadi pemain gitar
p Andi berusaha untuk menjadi pemain drum
p Andi berusaha untuk menjadi pemain bass
p Andi ingin mengikuti beasiswa sepak bola ke Inggris
p Andi berusaha membuat sesuatu dari apa yang disukainya
p Andi berhasil dan mendapat penghargaan serta beasiswa keluar negeri
p Acara talkshow di TV dengan Andi sebagai narasumber
p Ibu bangga dengan Andi atas apa yang telah ia raih, dan Andi berterimakasih
Ö