Anda di halaman 1dari 2

PERTANYAAN: PERTANYAAN:

Bagaimana siksa atau nikmat kubur bagi Mengapa cara kematian orang berbeda-
orang yang meninggal tetapi tidak terkubur beda? Kemana perginya ruh setelah
jasadnya (seperti; tenggelam atau hancur Edisi 07 Tahun I / 22 Muharram 1431 / 8 Januari 2010 (Dwi Pekanan)
berpisah dari jasad manusia? Bagaimana
berkeping-keping akibat ledakan)? Apakah sifat malaikat maut saat mencabut nyawa
orang yang meninggal dan badannya terda- orang mukmin dan orang kafir?
pat luka yang cukup parah, perlu diurus da-
hulu lukanya atau langsung dikuburkan? (Arya Dwi C - Kebun Jati Timur)
(Sujarnoto – Terukis) JAWAB: Investasi Akhirat
JAWAB: Sudah menjadi rahasia Allah SWT tentang
cara kematian setiap orang, dan tak ada rang yang cerdas akan selalu berfikir jauh ke depan, melampaui batas berfikirnya orang-
Perlu diketahui bahwa siksa (azab) kubur seorang pun yang tahu bagaimana cara
dan kenikmatannya merupakan sebutan lain dari kematiannya nanti, namun sebagai seorang orang kebanyakan. Orang yang bijak tidak hanya berfikir bagaimana hidupnya sekarang
siksa Barzakh dan kenikmatannya, yang ke- muslim hendaknya senantiasa berbuat kebajikan dan hari ini, tetapi nasib hidupnya besok, lusa dan yang akan datang sudah dipersiap-
beradaannya antara kehidupan dunia dan akhi- dalam hidupnya dan berdo’a agar di matikan kan dari sekarang. Orang-orang shalih senantiasa bertafakkur tentang kehidupan yang
rat. Allah berfirman : dalam keadaan husnul khatimah. hakiki dan nasib hidupnya di kampung akhirat yang abadi agar memiliki bekal yang pasti.
“Dan, di hadapan mereka ada Barzakh Adapun ruh setelah berpisah dari jasad
sampai hari mereka dibangkitkan.” (al- Hari ini, esok, lusa, atau sepuluh tahun mendatang adalah rangkaian waktu yang terus ber-
akan menghadap Allah SWT (sebagaimana
Mukminun: 100) yang banyak diriwayatkan di dalam hadits), lalu dan setiap masa membutuhkan bekal. Kehidupan dunia adalah sementara, namun banyak
Nikmat dan azab kubur adalah sesuatu karena Allah sang pencipta ruh dan mampu orang yang mempersiapkannya terlalu berlebihan seolah ia akan hidup di dunia untuk selamanya.
yang haqq (benar adanya) yang harus kita yakini menahan serta mengembalikannya (QS. Az- Padahal kematian senantiasa mengintai, sementara sedikit di antara kita yang berfikir untuk mem-
kebenarannya, karena itu merupakan balasan Zumar: 42), lalu akan dimintai pertanggung bekali diri dengan amalan yang akan menolong kita di alam barzakh.
sementara bagi ruh yang berpisah dari jasad jawabannya atas segala perbuatannya semasa
(meninggal dunia). Sedangkan balasan itu bisa hidup di dunia. Mempersiapkan bekal untuk hari esok dan untuk anak cucu adalah hal yang diperbolehkan,
berupa azab dan nikmat kubur sesuai dengan Allah SWT menggambarkan sifat malaikat bahkan sangat dianjurkan dalam Islam (QS. an-Nisa’: 9 dan al-Hasyr: 18). Akan tetapi terkadang
perbuatan yang dilakukan semasa hidup di maut ketika mencabut nyawa orang mukmin dan kita lupa atau enggan mempersiapkan bekal untuk kehidupan kita setelah berpisahnya ruh dari
dunia, hingga kiamat tiba. kafir sebagaimana firmann-Nya di dalam al- jasad saat dimulainya kehidupan barzakh hingga kiamat tiba.
Adapun azab dan nikmat kubur bagi jasad Qur’an :
yang tenggelam, hancur berkeping-keping atau Sejak empat belas abad yang silam Rasulullah SAW telah membuka peluang kepada um-
”Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu mat muslim untuk berinvestasi kepada hal-hal yang sudah pasti prospek dan tak akan pernah rugi
bahkan menjadi abu sekalipun, pasti akan ia melihat di waktu orang-orang yang zhalim
dapati, karena pada hakikatnya ruh masih hidup, (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, bagi investornya dunia dan akhirat. Itulah investasi akhirat yang mahal harganya karena itulah
dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan sedang malaikat memukul dengan tangannya bekal hakiki yang akan kita bawa ketika menghadap Rabbul ‘Izzah Allah ‘Azza wa Jalla.
itu sangatlah mudah bagi Allah, dan Allah Maha (sambil berkata), ’Keluarlah nyawa kalian’.” (QS.
Kuasa atas segala sesuatu. Sebagaimana yang beliau sabdakan; “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terpu-
al-An’am; 93).
Kewajiban bagi orang muslim atas orang tuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak
”Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada
muslim yang meninggal dunia adalah; memandi- Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi- yang shalih yang senantiasa mendo’akannya”. (HR. Bukhori dan Muslim)
kan, mengkafani, mensholatkan dan mengubur- Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba- Investasi yang luar biasa, investasi yang mempu menembus batas ruang dan waktu, yang
kannya, dalam ilmu fiqih dihukumi fardhu ki- hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-
fayah. Maka sebisa mungkin hendaknya diurus akan terus mengalir kepada investornya ketika jasad sudah berkalang tanah, ketika bekal sudah
Ku.” (QS. al-Fajr: 27-30)
secara baik dan benar. Adapun jenazah yang tidak bias dicari lagi, ketika kita sendiri, ketika saatnya amal-amal dunia dipertanggungjawabkan.
terluka hendaknya diusahakan untuk dirawat Allah SWT. Yang Maha Tahu kebenaran haqiqi.
Berbeda halnya dengan investasi kita di dunia yang hanya bisa dilakukan ketika seseorang
lukanya terlebih dahulu, kecuali bagi mereka Dijawab oleh:
yang mati syahid dalam peperang melawan memiliki uang, investasi akhirat tidak semata-mata harus dengan uang, ia hanya membutuhkan
Ustadz M. Muslih
orang-orang kafir, maka tidak usah dimandikan. (Pembina MUI Kab. OKU Timur) niat yang kuat, ikhlash dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya, itulah modalnya.
Kalau kita memiliki harta yang cukup, amal jariyah adalah peluang pertama. Tapi kalau
Buletin Jum’at Dwi Pekanan SERUAN AL-
AL-JANNAH harta tak punya, ilmu yang kita miliki bisa menjadi modal untuk peluang berikutnya. Dan kalaulah
Penanggung Jawab: (Kepala SMAN 3 Unggul Martapura) Hj. Siti Suhartini, S.Pd.,MM. Pemimpin Redaksi: Apri Gunawan, S.Pd.I.
Staf Redaksi: Joko Purwadi, S.Pd. Drs. Nurudin Subud. Lasirin, S.Ag. Pengasuh Rubrik: Ust. M. Muslih. KH. Umar Habibie. Ust. Supriono keduanya kita tidak memilikinya, maka mendidik putra dan putri kita agar menjadi putera dan put-
Ust. H.M. Kastawi, Lc. Ust. Dewantoro. Ust. H. Amirul Mu’minin, S.Ag. Ust. Syukur. Ust. M. Fathoni, MT. Ust. H. Syaiful Anwar, M.Hum. eri yang shalih dan shalihah adalah investasi yang sangat mahal dan berharga bagi kita. Silahkan
Ust. Eriyono, S.Ag. Ust. Mualim, S.H.I. Ust. Yan Safari, S.Si. Editor: Pase Hulisan, S.Pd. Layout: Lukman, S.Pd. Sujarnoto
pilih diantaranya, atau kita berlomba-lomba mulai saat ini untuk mewujudkan semuanya, agar in-
Keuangan: Prasetiyo Widodo, S.Pd. Distribusi: OSIS & ROHIS SMAN 3 Unggul Martapura. E-mail: al_jannah01@yahoo.co.id
Markaz: Masjid Al-Jannah (Komp. SMAN 3 Unggul Martapura) Jl.Lintas Sumatera Kota Baru Selatan Martapura OKU Timur Sumatera Selatan, 32181 vestasi kita semakin banyak dan bertambah sebagai bekalan di alam sana. Ayo, berinvestasi!

Himbauan : Mohon untuk tidak dibaca saat Khotib menyampaikan Khutbah Jum’at & tidak tercecer mengingat ada ayat-ayat Al-Qur’an di dalamnya
Kritik, Saran, Pertanyaan, dan Info berlangganan hubungi 085669781770 atau langsung ke Markaz
sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. han kita dengan memperbanyak amal sholih dan
(QS. 40. Al-Mu’min: 39) memiliki hati bening yang mengharap ridho Alloh.
Apa yang perlu “ditabung”? Kapan harus “menabung” untuk kematian?
Sebelumnya perlu kita ketahui beberapa hal Manusia sebenarnya selalu diingatkan
udul di atas mungkin menimbulkan kebin- berupa penyakit yang akan menimpa kita se-
gungan dan tanda tanya bagi para pem- benarnya rasa sakitnya walau memang berat yang terjadi saat sakaratul maut datang. bahwa ia sedang berjalan mendekati kematian.
baca. Mungkin sebagian orang mengira dirasakan tapi tetap tidak akan menyaingi Ada beberapa orang yang meninggal Dalam sebuah kisah, Nabi Ya’kub As diceritakan
dalam kondisi husnul khatimah yang antara lain dikunjungi Malaikat Izrail untuk bersilaturrahim.
apakah tabungan kematian ini untuk mengumpul- dahsyatnya dan beratnya sakaratul maut. Jika
tandanya adalah ajal datang di saat ia men- Nabi Ya’kub lalu mengajukan permohonan agar
kan uang sehingga seseorang yang akan men- untuk hal yang “sedikit sakit” saja kita telah mem-
jalankan keta’atan kepada Allah dan rasul-Nya, jika malaikat maut datang di kemudian hari untuk
inggal telah siap secara finansial untuk mem- persiapkan tabungan, lalu kenapa untuk kematian
seperti meninggal dalam keadaan shalat, puasa, mencabut nyawanya, malaikat maut harus men-
biayai prosesi sejak datangnya ajal hingga pe- yang pasti terjadi kita tidak menyiapkannya?
makamannya. Atau mungkin ada yang men- haji, umrah, dalam keadaan berjihad fii sabilillah. girim utusan untuk memberitahukan bahwa ajal-
“Tidak ada sesuatu yang dialami anak nya makin dekat.
yangka tabungan kematian ini digunakan sebagai Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat Demikian juga ada yang mati dalam
warisan untuk membiayai kebutuhan hidup ke- kondisi su’ul khatimah yang antara lain tandanya Setelah sekian lama waktu berlalu, ketika
daripada kematian.” (HR. Ahmad)
luarga yang ditinggalkan sehingga tidak akan adalah mati di saat ia berbuat ma’siat dan lalai Malaikat maut datang menemui Nabi Ya’kub As
“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan untuk mencabut nyawa, Nabi Ya’kub bertanya,
kekurangan. akan agama.
tusukan tiga ratus pedang.” (HR Tirmidzi) "Bukankah aku minta agar dikirimkan utusan terle-
Sebenarnya penulis memilih untuk meng- Orang yang sholih akan dicabut nyawanya
gunakan istilah yang tidak lazim ini untuk mene- Dalam sebuah kisah, Nabi Isa As ditan- bih dahulu?" Malaikat maut menjawab, "Demi
dalam kondisi yang tenang, sementara orang
kankan pentingnya momentum kematian bagi tang kaumnya untuk menghidupkan Sam dan Allah, telah banyak utusanku memberi peringatan
yang tidak taat kepada Alloh akan dicabut ny-
seorang manusia. Tabungan kematian yang di- Nabi Nuh As. Nabi Isa lalu pergi ke makam Sam wahai Nabi Allah” Nabi Ya’kub berkata, "Aku tidak
awanya dengan keras.
maksudkan disini adalah upaya kita untuk dan Nuh As. Setelah sholat di atas kuburnya, mengetahui dan mengenalinya" Malaikat maut
Nabi Isa berdo’a meminta Allah Swt untuk men- “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut menjawab pula, "Utusanku itu berupa sakit yang
“menabung” semua hal yang berguna pada saat (nyawa) dengan keras. Dan (malaikat-malaikat)
kita menghadapi kematian. ghidupkan kedua mayat itu. Atas kekuasaan kau derita, uban yang makin banyak di rambutmu,
Allah kedua mayat yang sudah lama meninggal yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut”. pendengaranmu yang makin berkurang dan
Mengapa diperlukan tabungan kematian ? itu bangkit kembali dari kuburnya. Rambut di (QS. 79. An-Naazi’aat: 1-2) penglihatan yang makin kabur".
Bukankah telah banyak orang mempunyai kepalanya sudah memutih. Begitu melihat “(Orang yang bertaqwa adalah) orang- Jika ada di antara kita yang ditanya,
tabungan untuk mempersiapkan momen pernika- keduanya hidup kembali, Isa bertanya, "Berapa orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh “Siapkah Anda untuk mati saat ini?”. Kebanyakan
hannya dan kelahiran anaknya atau bahkan me- lama kau sudah meninggal?" tanya Isa. para malaikat dengan mengatakan (kepada bahkan mungkin seluruh orang akan menjawab,
nabung untuk berjaga-jaga saat dia sakit? Entah Keduanya lalu menjawab "Empat ribu tahun, mereka): ‘Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke “Saya belum siap dan belum mau mati saat ini”.
dana itu dalam bentuk asuransi ataupun tabun- tetapi sampai sekarang belum hilang rasa sakit dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu Jika kita mengingat kembali bahwa ajal tidak
gan biasa. Tidak sedikit juga orang menabung saat sakaratul maut". Melihat mukjizat Allah ini, kerjakan’". (QS 16. An-Nahl: 32) mungkin ditunda waktunya, maka sebenarnya ajal
untuk hari tua, pendidikan anaknya dan bahkan berimanlah kaum Nabi Isa yang semula kafir itu. “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu bukanlah sebuah pilihan namun sebuah kepas-
untuk jalan-jalan di masa liburannya. Dalam kisah yang lain, suatu ketika Nabi melihat di waktu orang-orang yang zalim berada tian. Untuk itu, mulailah dari sekarang kita
Tidakkah kita menyadari bahwa momen Idris As memohon pada Alloh Swt agar ia dicabut dalam tekanan sakratul maut, sedang para malai- “menabung” untuk menghadapi maut.
pernikahan dan kelahiran adalah hal yang belum nyawanya kemudian dihidupkan kembali agar kat memukul dengan tangannya, (sambil ber- “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang
pasti terjadi karena bisa jadi seseorang wafat bertambah rasa takutnya kepada Alloh dan men- kata): ‘Keluarkanlah nyawamu’….” (QS 6. Al- telah Kami berikan kepadamu sebelum datang
dalam kondisi belum menikah dan tidak sedikit ingkatkan amal ibadahnya. Setelah dicabut ny- An’am: 93) kematian kepada salah seorang di antara kamu;
banyak manusia yang tidak memiliki keturunan? awanya dan Alloh menghidupkan Nabi Idris As Jika kita wafat dengan mengucap kalimat lalu ia berkata: ’Ya Rabb-ku, mengapa Engkau
Jika untuk hal yang belum pasti terjadi saja kita kembali, lalu ia ditanya Malaikat Izrail tentang tauhid maka kita akan beruntung. tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu
telah mempersiapkan tabungan, lalu kenapa un- sakaratul maut. Nabi Idris As kemudian men- “Barangsiapa akhir ucapannya di dunia ini yang dekat, yang menyebabkan aku dapat
tuk kematian yang pasti terjadi kita tidak menyiap- jawab, "Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup adalah ‘Laa Ilaha Ilallah’, dia masuk surga”. (HR. bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang
kannya. dikuliti". Lalu Malaikat Izrail berkata, "Itu adalah Abu Dawud dan al-Hakim) saleh?" (QS. 63. Al-Munafiqun: 10)
“Tiap-tiap yang berjiwa (pasti) akan caraku mencabut nyawa dengan lemah lembut, Jika kita saksikan orang yang sedang “Manusia yang paling cerdas itu adalah
merasakan kematian…” (QS. 3. Ali Imran: 185) hal ini belum pernah kulakukan sebelumnya dan menghadapi sakaratul maut, tentunya kita mema- orang yang paling banyak mengingat kematian
“Di mana saja kamu berada, kematian baru kulakukan terhadapmu". hami bahwa tidak semua orang mampu mengu- dan yang paling baik persiapannya untuk itu.
akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di Jika untuk bepergian yang “dekat” saja kita cap kalimat keimanan ini. KH Abdullah Gymnas- Para sahabat bertanya: Adakah baginya tanda-
dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS 4. telah mempersiapkan tabungan, lalu kenapa kita tiar sering mengingatkan kita bahwa ceret akan tanda ya Rasulullah? Rasul menjawab: Ada, yaitu
An-Nisa’ : 78) tidak menyiapkan untuk kematian yang nantinya menumpahkan apa yang ada di dalamnya. Tidak menjauh dari tipu daya (hura-hura) kehidupan
“…Apabila telah datang ajal mereka, maka kita akan menempuh perjalanan menuju akhirat mungkin ceret berisi kopi akan mengeluarkan dunia dan mendekat kepada kehidupan yang
mereka tidak dapat mengundurkannya barang yang sangat jauh dan akan kekal selama- susu. Jika kita ingin mampu mengucap kalimat kekal (akhirat). Apabila telah masuk cahaya (nur)
sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan lamanya? thayyibah, maka hati kita haruslah juga dalam ke dalam hatinya, dia buka dan lapangkan hati-
(nya)” (QS. 10. Yunus: 49) “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan kondisi yang thayyibah (baik). nya untuk mempersiapkan diri sebelum maut
Tidakkah kita menyadari bahwa cobaan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Untuk itu, marilah kita menabung kesholi- menjelang,” (H.R. Ibnu Majah). ‫و أعلم بالصواب‬