Anda di halaman 1dari 2

hidup dalam kebersamaan.

Kesatuan barisan firman Allah SWT :


dalam umat berarti bersatunya fikrah (pemikiran) “Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus
dan tujuan tanpa menghilangkan perbedaan asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang
dalam karakter (kejiwaan). Inilah kekuatan Islam yang sesat.” (Q.S. Al-Hijr, 15: 56)
yang sesungguhnya.
Kita bangun optimisme itu dengan
Keempat, pemuda Islam yang berkualitas kesadaran. Kesadaran yang bersumber dari
haruslah memiliki rasa sabar dan istiqomah di kesungguhan niat dan keyakinan atas firman- Edisi 08 Tahun I / 6 Shafar 1431 / 22 Januari 2010 (Dwi Pekanan)
hatinya. Perjuangan pasti menuntut firman Allah SWT. Mereka yang tidak sadar
pengorbanan. Maka kita harus bersiap untuk hal adalah mereka yang tidur pulas dalam buaian
itu. Tapi ternyata hal baik memang tidak otomatis zaman tanpa pernah risau dengan ujung
mudah dijalankan. Selalu ada kerikil yang perjalanan sehingga mereka tidak faham peran
menghadang guna meperlambat langkah atau dan tugas mereka sebagai pemuda yang Mencetak Generasi Al-Kahfi
bahkan menghentikan langkah dan di situlah merupakan ujung tombak perubahan. Mereka
“sabar dan istiqomah” melakukan peranannya
‫ْك َن َبأ َ ُھ ْم ِب ْال َح ِّق إِ َّن ُھ ْم ِف ْت َي ٌة آ َم ُن ْوا ِب َرب ِِّھ ْم َو ِز ْد َنا ُھ ْم ھ ًُدى‬
yang tidak sadar adalah mereka yang terlalu
sebagai peneguh hati. sering mengabaikan hati kecil sehingga sudah َ ‫َنحْ نُ َنقُصُّ َع َلي‬
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin tidak sensitif lagi membedakan mana yang berarti
rahimahullah berkata, “Sabar adalah dan sejati, dan mana yang hanya berpura-pura “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya.
meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan dan semu. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka,
kepada Allah, menahannya dari perbuatan Terakhir, hendaknya kita sebagai pemuda dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi, 18: 13)
maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari Islam khususnya dan umat Islam pada umumnya
perasaan dan sikap marah dalam menghadapi selalu berintrospeksi diri (muhasabah) terhadap
takdir Allah”. iapakah mereka? Apa kelebihan mereka? Apakah mereka pemuda seperti kita?
segala aktivitas yang telah kita lakukan. Hal ini
Sabar merupakan pilar kebahagiaan bagi dimaksudkan agar kita tidak mengulangi Di dalam ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan bahwa mereka adalah beberapa pe-
seorang hamba Allah. Dengan kesabaran kita kesalahan yang sama di masa mendatang muda yang ditidurkan oleh Allah di dalam gua, 309 tahun lamanya (QS. Al-Kahfi, 18: 25).
akan terjaga dari kemaksiatan sehingga kita sehingga kita mampu memperbaiki diri ke arah Merekalah pemuda Kahfi, yang berlindung ke dalam gua untuk mempertahankan aqidah
dapat konsisten menjalankan ketaatan dan tabah yang lebih baik.
dalam menghadapi berbagai badai cobaan yang Berdasarkan uraian diatas, kita harus dan agama tauhid yang mereka yakini kebenarannya serta untuk menghindari kejaran dan aksi
mencoba menyurutkan langkah kita. Allah SWT menyadari bahwa sebagai manusia kita bukanlah pembunuhan yang akan dilakukan penguasa yang zalim, yang tak mau menerima kebenaran dan
berfirman : pencipta melainkan yang diciptakan, kita ngotot mempertahankan tradisi nenek moyang yang salah. Merekalah pemuda yang beriman, cer-
“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta bukanlah yang disembah melainkan penyembah. das, tangguh, berani dan memiliki semangat perubahan, yang hidup ratusan tahun sebelum Rasu-
orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal, 8: 46) Berangkat dari kesadaran tersebut, kita akan
mengetahui jika isi hidup kita tak mungkin lari dari lullah Muhammad SAW. Mereka dikenal dengan sebutan ashhaabul kahfi, pemuda yang mampu
Istiqomah berarti berpendirian teguh atas tugas-tugas sebagai hamba Allah. memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual di dalam fisik yang prima.
jalan yang lurus, berpegang pada aqidah Islam
dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak Jika semua pemuda Islam di Indonesia Perjalanan panjang harus ditempuh untuk melahirkan generasi Al-Kahfi yang dengan kebera-
berubah dan berpaling walau bagaimanapun bertekad untuk menjadi pemuda yang niannya berjuang untuk mendobrak tradisi lama yang salah dan jauh melenceng dari prinsip-prinsip
keadaannya. Tetaplah menjaga identitas kita berkualitas, maka bukan tidak mungkin kejayaan
agama dan bangsa ini akan kita rengkuh. Dengan kebenaran hakiki, yang dengan ketabahannya rela ‘mengasingkan’ diri dari keramaian dan ke-
sebagai pemuda dan sebagai pemeluk Islam.
Artinya terdapat keterkaitan yang sangat erat demikian, cita-cita untuk menjadi orang yang senangan hidup yang sebelumnya mereka dapatkan ditengah-tengah keluarga mereka demi mem-
antara sabar dan istiqomah. Allah SWT paling berguna bukan lagi kata-kata tanpa arti, pertahankan keyakinan yang terpatri kokoh di dalam hati. Panggilan iman yang membuat mereka
berfirman : sebagaimana puisi diawal tulisan “....dan sambil
menguap panjang kami menjawab, kami ingin sanggup bertahan dengan kondisi yang sulit, ada rasa cinta yang mendorong mereka untuk mem-
“Sesungguhnya orang-orang yang jadi orang paling berguna bagi negeri ini.” Mari pertahankan kebenaran walau harus menempuh berbagai tekanan dan rintangan yang berat den-
mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian kita wujudkan impian perubahan ini dengan gan nyawa sebagai taruhannya.
mereka tetap istiqomah, maka tidak ada optimisme yang tinggi. Ada pepatah yang
kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada mengatakan, “negara yang tangguh salah Generasi Al-Kahfi tidak lahir dengan sendirinya, generasi Al-Kahfi tidak muncul kerena
pula berduka cita.” (Q.S. Al-Ahqaf, 46: 13). satunya bisa dilihat dari sosok pemudanya.” proses alamiyah semata. Membutuhkan waktu yang lama dan tahapan yang panjang untuk mela-
Kelima, sebagai pemuda Islam yang Pemuda Islam jadilah “agent of change” yang hirkannya. Mereka harus dididik, harus dibina, harus dikader di dalam bi’ah hasanah (lingkungan
percaya akan janji-janji Allah hendaklah kita sesungguhnya. Allahu Akbar!!! yang baik), tidak bisa dengan mengandalkan proses alamiyah dan membiarkannya tumbuh tanpa
selalu optimis akan hasil perjuangan dan *) Mahasiswa Fak. Kedokteran Univ. Sumatera Utara, Medan
pertolongan Allah. Hal tersebut sebagaimana Alumnus SMAN 3 (Unggul) Martapura OKU Timur 2009
bimbingan. Sehingga nilai-nilai rabbaniyah (ketuhanan) mampu memenuhi relung-relung jiwa (ruh),
mengisi fikiran mereka yang didukung dengan kekuatan jasmani.
Buletin Jum’at Dwi Pekanan SERUAN AL-
AL-JANNAH Sudah seharusnya bangsa ini memberikan perhatian yang besar kepada generasi mudanya,
Penanggung Jawab: (Kepala SMAN 3 Unggul Martapura) Hj. Siti Suhartini, S.Pd.,MM. Pemimpin Redaksi: Apri Gunawan, S.Pd.I.
Staf Redaksi: Joko Purwadi, S.Pd. Drs. Nurudin Subud. Lasirin, S.Ag. Pengasuh Rubrik: Ust. M. Muslih. KH. Umar Habibie. Ust. Supriono karena tongkat estafet pembangunan dan kepemimpinan akan berpindah kepada mereka. Dan
Ust. H.M. Kastawi, Lc. Ust. Dewantoro. Ust. H. Amirul Mu’minin, S.Ag. Ust. Syukur. Ust. M. Fathoni, MT. Ust. H. Syaiful Anwar, M.Hum. menjadi hak bagi mereka untuk mendapat pembinaan serta bimbingan yang terarah agar mampu
Ust. Eriyono, S.Ag. Ust. Mualim, S.H.I. Ust. Yan Safari, S.Si. Editor: Pase Hulisan, S.Pd. Layout: Lukman, S.Pd. Sujarnoto
menjadi sosok pemuda muslim yang tangguh, yang siap membawa negeri ini menuju perubahan ke
Keuangan: Prasetiyo Widodo, S.Pd. Distribusi: OSIS & ROHIS SMAN 3 Unggul Martapura. E-mail: al_jannah01@yahoo.co.id
Markaz: Masjid Al-Jannah (Komp. SMAN 3 Unggul Martapura) Jl.Lintas Sumatera Kota Baru Selatan Martapura OKU Timur Sumatera Selatan, 32181 arah yang lebih baik. Saatnya berbenah dan membina generasi baru agar kesalahan di masa
Kritik, Saran, Pertanyaan, dan Info berlangganan hubungi 085669781770 atau langsung ke Markaz sekarang tidak terwariskan kepada generasi yang akan datang. Selamat datang Generasi al-Kahfi...

Himbauan : Mohon untuk tidak dibaca saat Khotib menyampaikan Khutbah Jum’at & tidak tercecer mengingat ada ayat-ayat Al-Qur’an di dalamnya
tinta emas dalam sejarah perjuangan Islam. jika mereka sendiri tidak memahami Islam.
Di penghujung abad 20, gerakan-gerakan Mustahil pemuda dapat eksis di zaman yang
pemuda Islam yang dipelopori oleh mahasiswa serba modern ini jika mereka tidak menguasai
telah menjadi aktor dalam menumbangkan rezim- sains dan teknologi. Karena semua itu butuh
Setiap hari kami saksikan kesadisan di luar logika, daripada membaca buku untuk menambah ilmu rezim otoriter dan mendorong perubahan- keseimbangan yang berkesinambungan,
juga pertikaian yang tak selesai pengetahuan. Fisik dan nyali yang kuat disia- perubahan mendasar disejumlah negara. Kita bisa sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
diiringi goyang bor patah-patah, siakan untuk tawuran. Dan isi kepalanya banyak belajar dari perjuangan tokoh-tokoh pergerakan “Sesungguhnya Allah membenci setiap orang
gosip para selebriti dijejali hal-hal yang berbau pornografi dan muda Islam seperti Hasan Al-Banna, Sayid Qutb, yang pintar terhadap urusan dunia, tapi bodoh
serta gentayangan para hantu setiap jamnya. pornoaksi. Kondisi moral yang memprihatinkan Abdullah Azzam, Said Hawa dan pemuda lainnya. terhadap urusan akhirat.” (Shahih Ibnu Hiban)
Kami larut dalam kisah cinta termasuk para pemudanya yang tidak produktif,
anak sekolah berseragam putih merah, Perbedaan jarak dan waktu bukan alasan Kedua, sebagai pemuda dan ujung tombak
putih biru, dan putih abu-abu menyebabkan masalah besar bagi bangsa ini. bagi kita untuk menjadi generasi yang lemah. perubahan sudah sepatutnya kita mengamalkan
sambil menertawakan si Yoyo, Cecep, Sin Chan, Pemuda dikenal dengan julukan “agent of Contoh saja, Yahya Ayyash, Imad Aqil, Izzudin Al dan mendakwahkan Islam. Dan hal ini
dan bidadari, change” (agen perubahan) dan merupakan ujung Qasam, dan pemuda-pemuda Palestina lainnya, membutuhkan ketangguhan iman sehingga kita
lalu sibuk mendukung bintang baru lewat SMS. tombak perubahan. Pada dasarnya, pemuda berkat ketangguhan, kesungguhan dan tidak dibentuk oleh lingkungan, melainkan kitalah
Dari pagi sampai malam kami menghafal televisi memang memiliki daya gedor yang luar biasa kedekatannya dengan Allah menjadikan mereka yang membentuk dan menciptakan lingkungan.
kami cerna kelicikan, darah, goyangan, dalam melakukan perubahan. Lihatlah bagaimana seorang mujahid muda. Begitu juga dengan
dan semua jenis hantu nabi Ibrahim AS muda dengan kecerdikan dan Dakwah memiliki peranan penting dalam
pemuda lainnya di berbagai tempat. Allah SWT membangun umat menuju perubahan, karena
sambil mendebukan buku-buku. kegagahannya begitu sengit memerangi kebatilan berfirman :
Di sekolah, guru bertanya tentang cita-cita dakwah memiliki kekuatan besar untuk
yang ada disekitarnya. Sebagaimana firman Allah “Kamu adalah umat yang terbaik yang menambah jumlah orang beriman dan bertaqwa,
dan sambil menguap panjang kami menjawab; SWT :
Kami ingin jadi orang paling berguna bagi negeri ini dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang mendatangkan rahmat Allah, membangun
“Mereka berkata: ‘Siapakah yang
seperti yang pernah dinasihatkan melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan peradaban yang berlandaskan iman dan taqwa,
orangtua, guru, pejabat, politisi, ulama, dan beriman kepada Allah .....” (Q.S. Ali Imran, 3: 110) menjauhkan umat dari malapetaka baik di dunia
selebriti kami di televisi. kami? sungguh dia termasuk orang yang zalim,
Mereka (yang lain) berkata: ‘Kami dengar ada Pentingnya memanfaatkan masa muda maupun akhirat. Allah SWT berfirman :
uisi tersebut adalah rangkaian kata-kata seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala) digambarkan dalam hadist Rasulullah SAW: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan
yang ditulis oleh seorang anak Sekolah ini, namanya Ibrahim.” (Q.S. Al-Anbiya, 21: 59-60) “Manfaatkan yang lima sebelum datang yang lima: perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi
Dasar. Jika kita menyadari, puisi tersebut masa mudamu sebelum datang masa penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
sebenarnya merupakan suatu hal yang Tak disangkal lagi bahwa peran pemuda, tuamu...” (H.R. Al Baihaqi) menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah
menyentak kita semua. Bagaimana tidak?, khususnya pemuda Islam dalam kehidupan dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan
beragama, berbangsa dan bertanah air sangatlah Secara psikologis, manusia mencapai
Abdurrahman Faiz yang hanya murid Sekolah puncak hamasah (gelora semangat) dan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasul-
Dasar mampu membangunkan kita dengan kata- penting. Karena para pemudalah yang memiliki Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.
potensi dalam memberikan warna pada quwwatul jasad (Kekuatan fisik) pada usia muda.
kata sederhana namun tajam mengenai kondisi Oleh sebab itu, pemuda Islam harus memiliki Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
anak-anak muda kita saat ini. Kondisi dimana perjalanan sejarah bangsa Indonesia pada
khususnya dan umat manusia pada umumnya. beberapa kriteria yang kelak akan menunjang Bijaksana.” (Q.S. At-Taubah 9: 71)
pemuda, khususnya pemuda Islam telah semangat perjuangan dalam menuju perubahan
keh ilang an tuj uan, sem angat d an Allah SWT berfirman : Ketiga, pemuda Islam harus memiliki
ke arah yang lebih baik. kemauan dan peran yang signifikan untuk
kesungguhannya untuk benar-benar menjadi “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
pemuda berkualitas yang berguna bagi agama, menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan Pertama, pemuda haruslah memiliki ilmu mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan
menolongmu dan meneguhkan pengetahuan. Menurut Hasan Al-Banna, ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah di tengah
bangsa, dan negara. Sehingga di sana-sini kita
melihat kemaksiatan demi kemaksiatan justru kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad, 47: 7) perbaikan suatu umat tidak akan terwujud kecuali -tengah umat tentunya sangat berpengaruh pada
banyak dilakukan oleh pemuda. Mulai dari dengan perbaikan individu, yang dalam hal ini utuhnya persatuan dan persaudaraan. Persatuan
Kita juga bisa belajar dari para pendiri adalah pemuda. Perbaikan individu (pemuda) dan persaudaraan ini sangat berarti dan akan
tawuran antar pelajar, penyalahgunaan obat- bangsa ini. Mereka dengan segenap jiwa raga tidak akan berhasil kecuali dengan perbaikan jiwa. menjadi modal utama dalam mengatasi krisis
obatan terlarang, mabuk-mabukan, seks di luar berjuang demi saudara sebangsa mereka yang
nikah hingga aborsi. Perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan yang terjadi saat ini, sebagaimana firman Allah
membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak, dikejar pendidikan dan pembinaan. Yang dimaksud SWT :
Memang benar, ada cukup banyak remaja -kejar, dibungkam, ditangkap, diasingkan bahkan
yang t idak ikut-ikutan t erj un dalam dengan pembinaan adalah mengisi akal dengan “Dan berpeganglah kamu semuanya
dibunuh. Dan mereka melakukan itu semua ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
penyalahgunaan obat-obat terlarang, kebut- sebenarnya atas nama tugas sebagai seorang kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
kebutan di jalan raya, tawuran maupun seks diluar muslim yang hadir ke dunia ini untuk menegakkan Islam sangat menghargai ilmu bercerai-berai.....” (Q.S. Ali-Imran, 3 : 103)
nikah. Namun sayangnya, mereka lebih memilih yang benar, menyebarkan keadilan dan pengetahuan. Hal ini bisa dilihat dari firman Allah Rasulullah SAW juga bersabda :
kegiatan yang memanjakan diri sendiri dibanding menghancurkan kebatilan dengan membebaskan SWT yang diturunkan pertama kali di gua Hiro
upaya mendongkrak produktivitasnya untuk hal (Q.S. Al-Alaq 96 : 1-4) “Sesungguhnya orang-orang mukmin
manusia dari penjajahan. dengan orang-orang mukmin lainnya itu ibarat
yang bermanfaat. Mereka mengisi waktu luang Begitu juga para pemuda tangguh yang Dengan memiliki ilmu, seseorang diangkat bangunan yang satu bagiannya menguatkan
dengan duduk berlama-lama di depan televisi bersama-sama Rasulullah SAW berjuang dengan oleh Allah SWT derajatnya. Atau dengan kata lain,
menonton sinetron, bahkan sampai ada yang bagian yang lainnya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
segala keikhlasan untuk melakukan perombakan kedudukan yang mulia tidak akan dapat diraih
hang out ke arena dugem. besar-besaran terhadap tatanan jahiliyah yang kecuali dengan ilmu. Sebagaimana firman Allah : Persaudaraan Islam yang dijalin atas nama
Tentu sudah terbayang di dalam benak dan ada pada masa tersebut. Sebut saja, Ali bin Abi Allah SWT dalam ukhuwah islamiyah merupakan
pikiran kita, apa jadinya kelak masa depan agama “....., niscaya Allah akan meninggikan orang-orang ikatan terkuat yang tiada tandingannya. Betapa
Thalib, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah,
dan bangsa ini jika para pemudanya hanya sibuk yang beriman diantara kamu dan orang-orang indah ukhuwah islamiyah indah ukhuwah
Abdullah bin Mas’ud, Saad bin Abi Waqqash, yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
dengan urusan sendiri-sendiri saja. Waktu kita Ja’far bin Abi Thalib, Zaid bin Haristah juga islamiyah, jika kita sebagai pemuda Islam
terbuang sia-sia hanya untuk mengejar Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu khususnya dan umat Islam pada umumnya
Mush’ab bin Umair. Mereka semua adalah para
kesenangan dunia dan membiarkan diri pemuda generasi awal yang tampil sebagai kerjakan.“ (Q.S. Al-Mujadilah, 58: 11). mampu melakukan hal tersebut, tentunya terasa
terhipnotis oleh acara televisi selama berjam-jam pembela Islam. Mereka semua telah menorehkan Mustahil pemuda dapat memuliakan Islam lebih manis rasa iman di hati dan terasa indah