Anda di halaman 1dari 2

Tugas Materi Kesehatan Mental

Dosen Pembimbing: Bpk. Hisyam El-Qodri


Mahasiswa: A. Zulfikar Ali
Fakultras/Semester: Dakwah {BPI}/ VI
Asal : Pamekasan
Kegiatan Masyarakat Yang Berpotensi Mengganggu Kesehatan Mental

Dusun polay begitulah orang menyebutnya, dusun yang terletak di desa blumbungan pamekasan tersebut merupakan
dusun terpadat yang ada di pamekasan, pun dengan kegiatannya seakan tidak sedetikpun waktu yang terlewatkan untuk
santai, sejak fajar menyingsing hingga larut malam tiba, dusun tersebut selalu dipenuhi dengan kegiatan- kegiatan baik yang
dilakukan perseorangan maupun dilakukan secara berkelompok, untuk kepentingan duniawi maupun ukhrowi semua
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ditilik dari segi agama, dusun tersebut merupakan kawasan islami yang terjaga dari pengaruh-pengaruh buruk
hedonis, hampir setiap malam dusun tersebut selalu mengadakan kegiatan keagamaan yang diisi dengan dzikir, tausiyah,
arisan yang di lanjutkan dengan ceramah agama serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang lainnya.
Sama seperti masyarakat pada umumnya. Setelah salat subuh dan matahari mulai menampakkan sinarnya,
masyarakat dusun polay sudah bersiap untuk melaksanakan kegiatannya bekerja mencari rezeki mereka, sebagian dari mereka
pergi keladang, membuat batu bata, namun kebanyakan dari mereka pergi kepasar hingga sore menjelang, semua disibukkan
oleh kegiatan masing-masing.
Mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih terbatasnya sarana refresing yang ada, memberi efek jenuh pada
masyarakat, dan konsekuensi dari hal tersebut, sebagian dari masyarakat berusaha mencari suatu kegiatan yang dapat
mengeluarkan mereka dari kejenuhan yang mereka alami, sesuatu yang lumrah dilakukan seseorang mengingat hal tersebut
juga termasuk bagian dari kebutuhan mereka serta apabila hal tersebut tidak keluar dari norma-norma kemasyarakatan,
namun apabila hal tersebut dapat menghambat, mengganggu bahkan merusak tatanan serta norma yang sudah berlaku di
masyarakat perlu mendapatkan perhatian
Salah satu yang mungkin perlu mendapat perhatian lebih dari kegiatan masyarakat dusun tersebut khususnya kaum
adam adalah kebiasaan bermain kartu setelah mereka mengadakan pengajian pada malam hari, mungkin hal tersebut adalah
hal lumrah yang biasa dan tidak memiliki efek yang akan mengganggu bahkan merusak kesehatan mentan seseorang, namun
pada pelaksanaannyya permainan tersebut banyak mengganggu pada mental seseorang juga pada ketenangan masyarakat,
terlebih hal itu dimainkan oleh orang dewasa yang notabene menjadi panutan bagi junior-junior mereka, hal ini juga akan
berpengaruh besar pada perkembangan mental anak karena lingkungan juga mempunyi pengaruh terhadap mental sesesorang,
suasana ramai juga kadang mengganggu pada ketenangan lingkungan walaupun pada sisi lain masyarakat merasatenang
dengan kehadirn mereka karena mereka merasa aman dari gangguan keamanan pada malam hari.
Bukan hanya orang lain yang akan menjadi korban dari hal tersebut melainkan juga pada diri para pemainnya. Hal itu
bisa terjadi apabila permainan tersebut dimainkan hingga larut malam. Sehingga seseorang dapat terganggu kesehatannya
dikarenakan masuk angin, letih hingga ngantuk pada keesokan harinya dimana dia harus bekerja mencari nafkah, dan pada
saat itu juga potensi untuk bangun malam untuk beribadah sangatlah minim dikarenakan ngantuk, maka terganggu pulalah
hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, padahal agama menganjurkan kita begadang hanya untuk beribadah
berdzikir tidak untuk mengerjakan suatu hal yang sia-sia bahkan berdosa yang dalam beberapa hadis menyebutkan bahwa
barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan dimalam hari maka tuhanlah yang menyaksikan langsung kebaikan tersebut
juga barang siapa yang mengrjakan suatu yang sia-sia bahkan berdosa maka tuhan pula yang langsung menyaksikan
perbuatan tersebut. Itu berarti hilangnya ilmu tentang anjuran bangun malam untuk beribadah yang mereka dapatkan dari
pengajian yang mereka lakukan hampir setiap malam, maka jelaslah apabila hal tersebut terjadi berarti dilihat dari segi
agamanya kesehatan mental mereka terganggu. itulah beberapa efek yang berpotensi timbul dari permainan tersebut tidak
menutup kemungkinan terdapat beberapa efek yang lebih parah lagi dari yang tersebut diatas,
Pada poin diataslah yang menjadi inti dari permasalahan yang sedang dibahas. Dimana terdapat suatu kegiatan
masyarakat yang berpotensi mengganggu kesehatan mental seseorang yang berarti sehatnya seseorang secara jasmani dan
rohani serta sehat juga dalam agamanya.
Pengaruh yang kadang tidak kita sadari adalah pengaruh yang terlihat lambat yang berlangsung lama buksn ysng
memepunyai pengaruh langsung dan besar. Banyak orang terkecoh seakan-akan suatu pekerjaan yang biasa mereka lakukan
memiliki dampak negative bagi mereka
Selain apa yang terjadi pada kaum adam terdapat pula suatu kebiasaan kaum hawa yang apabila tidak terkontrol juga
dapat berpengaruh pada kesehaan mental yaitu kebiasan menonton acara televise khususnya sinetron. Maraknya sinetron
ditelevisi seolah-olah menjadi suatu kewajiban baru bagi kaum hawa untuk duduk berlama-lama didepan televise, hal ini
tidak terjadi hanya pada kaum ibu saja tetapi juga telah menjalar pada remaja putri, waku yang seharusnya banyak
dipergunakan untuk mengisi dengan hal-hal bermanfaat berubah menjadi waktu yang dapat merusak perkembangan mental
remaja, mental yang sejak lahir dididik untuk menjadi seorang sopan dan baik menurut kacamata agama, bisa rusak
dikarenakan kebiasaan menonton acara televise yang sesungguhnya banyak menyuguhkan suatu kehidupan masyarakat yang
hedonis, dapat dibayangkan bagaimana seseorang ibu rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menonton sinetron, dan
seorang anak yang meninggalkan belajarnya dimalam hari hanya untuk menonton sinetron cinta fitri, hidayah, melati uantuk
marvell dll.
Namun sah-sah saja apabila suatu pekerjaan tersebut dilakukan selama masih dalam batas kewajaran, dan perlu
diingat adalah beberapa hal yang tersebut di atas hanya kegitan yang berpotensi mengganggu mental seseorang, dan belum
tentu terjadi, sejauh pengamatan yang saya ketahui bahwa bermain kartu dan menonton sinetron belum memiliki pengaruh
buruk seperti yang saya uraikan diatas, namun tidak menutup kemungkinan hal yang terurai diatas akan terjadi apabila kedua
hal tersebut dilakukan secara berlebihan.
Hal diatas hanya merupakan gambaran akibat terburuk dari salah satu kegiatan yang suatu waktu dapat terjadi.