Anda di halaman 1dari 65

SISTEM SARAF DAN

SISTEM ENDOKRIN
SEBAGAI PENGENDALI HOMEOSTASIS

Oleh:
Kelas IBD-34

1. Sistem saraf manusia, terdiri atas system saraf pusat (SSP) dan sistem
saraf tepi (SST). SSP merupakanpusat integrasi semua rangsangdari
lingkungan luar dan lingkungan dalam tubuh kita, sedangkan SST terdiri
atas saraf perifer (12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal)
yang berfungsi sebagai saraf sensorik dan saraf motorik. Buatlah
baganstruktur fungsional sistem saraf, mulai darireseptordansaraf
sensorik
sampai
dengansaraf
motorik(somatik
dan
otonom)
besertaefektornya, dan jelaskan secara singkatprosesyang terjadi pada
tiap komponen struktur tersebut!
2. Bagaimana peran sistem saraf dalam membantu kita beradaptasi pada
lingkungan kita?
3. Dalam mengendalikan berbagai fungsi sistem tubuh sistem saraf bekerja
sama dengan sistem endokrin melalui berbagai lengkung refleks.
Jelaskan
dengan
singkatkomponenberbagailengkung
refleks(menyangkut sistem saraf dan endokrin) yang dapat digunakan
oleh
tubuh
untuk
mempertahankanhomeostasistubuh,
serta
berbagaiumpan balikyang dapat terjadi dalam berbagai lengkung
reflex! Berikan juga contoh dari setiap jenis/tipe lengkung refleks yang
saudara sebutkan!

Pertanyaan :

Struktur Sistem Saraf

Struktur Fungsional Sistem


Saraf
1. Reseptor
Mendeteksi stimulus
internal & eksternal
2. Saraf Sensorik
Membentuk potensial
aksi pada akson
sistem saraf pusat
(SSP) melalui cranial /
spinal nerves

Sumber: Human Physiology: From Cells to Systems, 8th Edition

Struktur Fungsional Sistem Saraf


3. Saraf Motorik
Membawa potensial aksi
dari SSP efektor di
sistem saraf tepi (SST)
Somatik

(pada
otot skeletal)
Otonom (pada
otot polos,otot
jantung,kelenjar)
4. Efektor
Otot dan kelenjar
Stimulasi mengakibatkan
otot kontraksi & kelenjar
sekresi

Sumber: Visualizing Human Biology, 3rd Edit

Struktur Fungsional Sistem Saraf

Peran Sistem Saraf


Tubuh Beradaptasi

Sistem saraf
menjaga
homeostasis
dengan
merespon atas
stimulus yang
ada di luar
lingkungan
secara cepat

Persepsi dari
otak
memerintahkan
bagian tubuh
tertentu untuk
menanggapi
rangsangan
Stimulus
disalurkan
menuju otak
otak
mempersepsikan
rangsangan

Komponen Lengkung
Refleks Neuron Aferren
Reseptor
Pusat
Integritas

Neuron Eferren

Efektor

Lengkung Refleks Saraf

Jalur saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks


Saraf tulang belakang menjalankan fungsi homeostasis dengan
bertindak sebagai pusat integrasi untuk beberapa refleks
Terdiri atas 5 komponen dasar

Sumber: Visualizing Human Biology, 3rd Edit

Lengkung Refleks Saraf


1. Reseptor sensorik
Merespon stimulus spesifik
perubahan lingkungan eksternal
& internaldengan
menghasilkan graded potential
2. Saraf sensorik
Menghantarkan impuls pusat
integrasi
3. Pusat integrasi
Sinaps diantara saraf sensorik &
saraf motorik
Menyampaikan impuls ke
interneurons atau saraf motoric
4. Saraf motorik
Menghantarkan impuls bagian
tubuh yang akan merespon
5. Efektor

Jenis Lengkung Refleks


Saraf

1. Stretch Reflex

Menyebabkan kontraksi otot skeletal akibat


peregangan otot

Terjadi melalui aktivasi saraf sensorik tunggal


yang membentuk satu sinaps di SSP dengan
satu saraf motoric

Contoh: patellar reflex (knee jerk)

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, 14th Ed

Jenis Lengkung Refleks


Saraf

2. Tendon Reflex

Mekanisme umpan balik untuk mengontrol


ketegangan otot

Menyebabkan relaksasi otot untuk mencegah


sobeknya tendon akibat kekuatan otot yang
begitu besar

Contoh: menjatuhkan beban yang sangat


berat

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, 14th Edi

Jenis Lengkung Refleks


Saraf

3. Flexor Reflex

Menyebabkan penarikan bagian tubuh


sebagai respon terhadap stimulus
menyakitkan

Merupakan intersegmental reflex: impuls


mengaktivasi beberapa interneuron dalam
beberapa segmen spinal cord

Contoh: gerakan kaki ketika menginjak paku

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, 14th Ed

Jenis Lengkung Refleks


Saraf

4. Crossed Extensor Reflex

Mempertahankan keseimbangan tubuh akibat


dari flexor reflex

Menyebabkan kontraksi otot di bagian yang


berlawanan dengan stimulus menyakitkan

Contoh: pengembalian keseimbangan tubuh


ketika menginjak paku

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, 14th Edit

Jenis Lengkung Refleks


Endokrin

Refleks Neuroendokrin

Untuk menghasilkan peningkatan mendadak


sekresi hormon sebagai respon dari stimulus
spesifik

Contoh: peningkatan sekresi kortisol (stress


hormone) oleh korteks adrenal

Jenis Lengkung Refleks


Endokrin

Dapat dipicu oleh:


1.

Humoral stimuli: perubahan komposisi


cairan ekstraseluler

2.

Hormonal stimuli: keberadaan suatu


hormon spesifik

3.

Neural stimuli: kedatangan


neurotransmitter pada neuroglandular
junctions

Umpan
balik
Positif
- Kontraksi rahim
menyebabkan
pelepasan oksitosin,
yang menyebabkan
kontraksi uterus
meningkat
- Trombosit diaktifkan
pada lokasi luka
menarik aktivasi
platelet lebih
banyak dan
menggumpal.

Negatif
-Penurunan tekanan
darah menyebabkan
pelepasan ADH , yang
meningkatkan
tekanan darah.
Sebaliknya
peningkatan tekanan
darah menyebabkan
penurunan ADH.

Daftar Pustaka
Ireland, Kathleen A. 2011. Visualizing Human Biology, 3rd Edition.
Hoboken: John Wiley & Sons.
Martini, Frederic H. et al. 2015. Fundamentals of Anatomy and
Physiology,
10th Edition. San Fransisco: Pearson Education.
Rowland, Martin. 1992. Biology. Cheltenham: Nelson Thornes.
Sembulingam, K. dan Prema Sembulingam. 2012. Essentials of
Medical
Physiology. London: JP Medical Ltd.
Sherwood, Lauralee. 2011. Human Physiology: From Cells to
Systems, 8th Edition. Boston: Cengage Learning.
Tortora, Gerard J. dan Bryan Derrickson. 2014. Principles of
Anatomy and Physiology, 14th Edition. Hoboken: John Wiley &
Sons.
allpsych.com/psychology101/sensation_perception.html
Martini, Nath. (2012). Fundamentals of Anatomy and Physiologi
9th Edition. San Francisco: Perason.
Sherwood, L. (2007). Fisiologi Manusia dari Sel ke
Sistem Edisi
ke-6. Jakarta: EGC.

Campbell NA, Reece JB, Urry LA, Cain ML, Wasserman SA,
Minorsky PV, et al., (2011).
Biology.9th Edition. San
Francisco: Pearson
Education, Inc.
Sherwood L. (2010). Human Physiology : From Cells to System.
7th Edition.
Belmont : Brooks/Cole.
Tortora GJ, Derrickson B. (2012). Principles of Anatomy and
Physiology.
13th Edition. Hoboken : John Wiley & Sons, Inc.
Sloane, E. (2004). Anatomi dan Fisiologi. 1st edition.Jakarta:
EGC
Prasetya, Ika Septian. 2014. Sistem Saraf Sebagai Pengendali
Homeostasis. Diakses tanggal 13 September 2015. Dari :
https://www.academia.edu/8804681/nervous_system
Prasetya, Ika Septian. 2014. Sistem Endokrin Sebagai Pengendali
Homeostasis. Diakses tanggal 13 September 2015. Dari :
https://www.academia.edu/8804449/sistem_endokrin
Sheewood, Lauralee. 2011. Human Physiology : from Cells to
System edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Greenspan, F.S., Baxter, J.D., 1994. Basic and Clinical
Endocrinology (4thed.). Wijaya, Caroline et al. 1998 (alih
bahasa), EGC: Jakarta.
Guyton, A.C., Hall, J.E., 1996. Textbook of Medical Physiology
th

4. Jelaskan perbedaanistilah reseptoryang digunakan


dalamlengkung
refleks sarafdengan reseptor
dalamlengkung refleks endokrin!
5. Mengapa ada rangsang (perubahan di lingkungan luar
maupun lingkungan dalam tubuh) yangdapat kita sensasi
(rasakan) dan persepsi, misalnya rangsang cahaya, bunyi,
rasa asam makanan,
gatal di kulit dan sakit perut, namun ada
pula rangsang yangtidak dapat kita sensasiseperti misalnya
perubahan kadar oksigen
atau CO2darah, perubahan tekanan
darah dan sebagainya? Jelaskan jawaban saudara
berdasarkanperandan fungsibagian-bagian SSP mulai
serebrum, dan serebelum sampai medulla
spinalis!
6. Jelaskanmekanisme sensasidanpersepsirangsang secara
singkat!

Pertanyaan :

Reseptor dalam lengkung refleks saraf (indera)

Sherwood, Lauralee. 2011. Human Physiology: From Cells to

Reseptor dalam lengkung refleks saraf

Sherwood, Lauralee. 2011. Human Physiology: From Cells to

Reseptor pada lengkung refleks endokrin

Pada lengkung refleks endokrin, reseptor dapat berupa G-Protein


untuk hormon hidrofilik dan menggunakan Steroid Hormone
Receptor untuk hormon hidrophobic

Mekanisme G-Protein: pengaktifan -AMP siklik -Ca2+

Mekanisme Steroid Hormone Receptor: satu bagian berikatan


dengan hormon, bagian lainnya pengaktifan DNA.

Reseptor G-Potein dengan AMP siklik

Sherwood, Lauralee.
2011. Human
Physiology: From
Cells to Systems

Reseptor G-Protein dengan Ca2+


Sherwood, Lauralee.
2011. Human
Physiology: From
Cells to Systems

Reseptor hormon steroid melalui pengaktifan gen.

Sherwood, Lauralee. 2011.


Human Physiology: From
Cells to Systems

Mengapa ada yang dapat dirasakan dan ada


yang tidak?
l

Hal ini dikarenakan integrasinya yang berbeda.


- Rangsangan yg bisa dirasakan merupakan informasi dari
reseptor, lalu dideteksi oleh talamus dimana jalur masuk
rangsangan dari aferen sensorik
- Rangsangan tak bisa dirasakan karena dipengaruhi sistem
saraf otonom, yang terdapat pada hipotalamus dan brain
stem.

Misalnya tekanan darah, memiliki pusat integrasi di brain


stem, yaitu baroreceptor, sehingga kita tidak menyadari
kenaikan ataupun penurunan tekanan darah.
Kadar O2 pada darah diatur oleh chemoreceptors di
karotid dan aortic arteris, yang pusat integrasinya pada
brain stem pula.
Sedangkan rangsang cahaya, bunyi, dan sebagainya
miliki pusat integrasi di serebrum sehingga dapat kita
sensasi

Conscious sensation

Sherwood, Lauralee. 2011.


Human Physiology:
From Cells to Systems

Korteks serebrum berperan dalam inisiasi volunter gerakan, persepsi sensorik


akhir (interpretasi oleh otak tentang masukan sensorik, pikiran sadar, dan lainlain.

Inconscious Sensation

Serebelum mengatur koordinasi bawah sadar-aktivitas motorik, seperti


koordinasi gerak tubuh.
Batang otak mengontrol fungsi esensial namun di bawah sadar atau
involunter seperti pernapasan, sirkulasi, dan pencernaan.

Sherwood, Lauralee.
2011. Human
Physiology: From
Cells to Systems

Medula Spinalis
Martini. Fundamentals of anatomy and physiology.

Sensasi
Arti : Conscious or subconscious awareness toward internal and
external changes of environment
Jenis sensasi dan tipe respon yang dihasilkan bergantung destinasi
akhir impuls sensorik di Central Nerve System.

General
senses

Viscera
l

Somati
c

Special
senses
Tactile
Thermal
Pain
Proprioceptor
s

Persepsi

Persepsi : conscious awareness and senses interpretation


Kesadaran dan interpretasi sensasi
Lokasi : cerebrum cortex

Tortora GJ, Derrickson


B. 2012. Principles of
Anatomy and
Physiology. 12th
Edition. Hoboken: John
Wiley & Sons, Inc

Mekanisme sensasi dan persepsi

http://tonks.disted.camosun.bc.ca/courses/psyc110/sensation/sensation.htm

Mekanisme sensasi dan persepsi


1. Reseptor sensorik : Menerima rangsangan> mendeteksi
stimulus melalui sensory sel di indra.

2. Transduksi > konversi stimulus kimia ke impuls/aksi-potensial

3. Transmisi > informasi berupa potensial aksi dibawa ke CNS


(korteks serebrum > area sensory) > diterima otak > area
asosiasi

4. Integrasi : Persepsi >neuron's circuit memproses input,


menghasilkan persepsi terhadap stimulus.

Area Sensorik
Primary Somatosensory <posterior central sulcus in each
parietal lobe>
Tekanan, Sentuhan, Getaran, Gatal, Geli, Suhu, Nyeri,
Propriosepsi
Primary Visual <occipital lobe>
Informasi dan persepsi visual
- Primary Auditory <temporal lobe>
Informasi dan persepsi suara
Primary Gustatory (frontal lobe)
Impuls dan pemetaan rasa
Primary Olfactory <medial temporal lobe>
Impuls dan persepsi aroma

Area Asosiasi
Asosiasi Somatosensorik
Asosiasi identifikasi benda by texture, memori somatik,

Asosiasi Visual
Asosiasi dari penglihatan

Asosiasi Auditori
Pengenalan suara

Facial Recognition
Dominan di otak kanan, menyimpan memori wajah

Orbifrontal Cortex
Lebih aktif di otak kanan, mengenal aroma

Area Asosiasi
Wenickes

Interpretasi meaning of speech, recognize spoken words jadi pikiran


> verbal communication

Common Integrative
Forming thoughts dari berbagai area dikirim ke otak untuk respon
- Prefrontal Cortex
Pembentukan pribadi, intelektual, kemampuan belajar, mengingat
informasi, inisiatif, penilaian, prediksi, beralasan, nurani, intuisi,
emosi, abstraksi ide
- Premotor Area
Penggerak gerakan kompleks yang dipelajari in sequential nature >
memory bank : menulis nama

Frontal Eye Field


Mengontrol pergerakan pandangan mata
Contoh : membaca kalimat

Pertanyaan :

7. Tubuh kita dapat beradaptasi pada lingkungan melalui


berbagai refleks
yang merespons berbagai perubahan
lingkungan. A. Apa yang dimaksud dengan inborn reflex (refleks
bawaan sejak lahir)? Apa sajakah refleks yang termasuk refleks
bawaan sejak lahir? B. Ada refleks yang dipelajari, misalnya
refleks berliur ketika mencium bau makanan, petinju yang
menghindari pukulan lawan, dan sebagainya. Bagaimana
mekanisme terjadinya refleks yang dipelajari tersebut?
1. Jelaskan bagan tentang aksis hipotalamus-hipofisis-organ
endokrin dan pengaturannya!
2. Sebutkan dan jelaskan fungsi hormon-hormon yang termasuk
dalam sistem tersebut!

Inborn & Conditioned Reflex


Refleks yang sudah ada sejak lahir dan ditentukan
Inborn Reflex

secara

genetis

dan

merupakan

sederhana. Contohnya

refleks

yang

refleks saat nyeri, gerakan

menutup mata ketika ada benda yang hendak


masuk ke mata kita.
dimana
stimulus
sudah
diterima
Conditioned Reflex

sangat

sehingga
cepat

respon

dan

berulang-ulang
yang

otomatis.

diberikan
Contohnya

gerakan menginjak rem pada sopir saat ada


bahaya menghadang,

keluarnya air liur saat

menghirup bau makanan.

Inborn Reflex(Refleks Bawaan Sejak Lahir)


Inborn reflex adalah refleks bawaan sejak lahir
dan tidak dipelajari.
Refleks ini merupakan respons yang tetap dari
stimulus tertentu
Refleks terjadi melalui lengkung refleks

Reseptor, interneuron, afektor

Reseptor dan Afektor

CONTOH:
Mengedip
Menghasilkan saliva
Pupil yang
berdilatasi

Mekanisme
Innate/inborn
reflex

Learned/conditione
d reflex

Rangsangan
Neuron

Reseptor

sensorik

SSP

(medulla spinalis) Neuron


motorik Efektor
Karena rangsangannya sudah
sering diterima dan dikenali
maka respon atau tanggapan
yang
cepat

diberikan akan sangat


sehingga

medulla spinalis.

melalui

Mekanisme Terjadinya Refleks Yang Dipelajari

Aksis hipotalamus-hipofisis-organ endokrin

Hipothalamus-Hipofisis-Organ

Hipotala
mus
TRH
Hipofisis
Anterior
TSH
Kelenjar
Tiroid
Hormon
Tiroid

Hormones
Secreted
by
Anterior
Hormon pada
Pituitary
kelenjar
pituitari
anterior
dirangsang
oleh hormon
releasing
namun
dihambat oleh
hormon
Tabel 1. hormon
inhibin
yang
disekresikan
pituitari anterior
Tortora GJ, Derrickson B. Chapter 18: The endocrine system. Principles of anatomy and

Daftar pustaka
Rowland, M. (1992).Biology. 1st ed. Walton-on-Thames, Surrey: Nelson.
Ermawati S.Pd, R. and Aziz S.Pd, R. (2012).Inovasi Tanpa Batas Biologi. 1st
ed. Jakarta: Kendi Mas Media.
Sloane, E. (1995). Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Tortora,G. J. And Bryan Derrickson. (2009) 12th ed. Principles of Anatomy and
Physiology. New Jersey: John Willey & Sons. Inc.
Sherwood, L. (2010). 7th ed. Human Physiology: From Cells to Systems.
California: Brooks/Cole, Cengage Learning
Silverthorn,D. U. (2010). Human Physiology: an Integrated Approach.
California: Pearson Education, Inc.

Pertanyaan :

3.
Sebutkan dan jelaskan fungsi hormon-hormon kelenjar
endokrin lain di
luar sistem endokrinaksis hipotalamushipofisis-organ endokrinserta pengaturannya!
4.
Sebutkan klasifikasi hormon berdasarkan struktur dan
mekanisme kerjanya!

Hormon metabolisme mineral


Hormon

letak

fungsi

paratiroid

Di ujung kelenjar
tiroid

Mengatur kadar
kalsium dalam darah,
menurunkan kadar
fosfat dalam darah,
mengendalikan
pembentukan tulang

kalsitonin

ginjal

Menurunkan kadar
kalsium dalam darah,
menghambat
absorpsi kalsium

paratiroid

Hormon metabolisme protein


hormon

letak

fungsi

insulin

Pankreas ( sel beta


pankreas)

Mengatur kadar gula


dalam darah dan
metabolisme lemak

glukagon

Pankreas(sel alfa
pankreas)

Mengatur kadar gula


dalam darah dan
metabolisme lemak

No. Kelenjar Hormon

Fungsi

1.

Kelenjar Melatonin
Pineal

menghambat gonadotropin,
penurunannya merupakan pemicu
pubertas, sebagai antioksidan,
meningkatkan imun

2.

Ginjal

Renin

merangsang sekresi aldosteron

Eritropoieti

merangsang produksi eritrosit

Kalsitrol

Memelihara homeostasis kalsium dan


fosfor, meningkatkan penyerapan Ca2+ ,
mengatur mineralisasi tulang

3.

Jantung

Atrial & Brain


Natriuretic
Peptide
(ANP&BNP)

dilepaskan dari atria jantung sebagi


respon terhadap hypovolemia, berfungsi
untuk menghambat penyerapan kembali
Na+

4.

Liver

Somatomedin

mendorong pertumbuhan

Tombropoietin

Merangsang produksi trombosit

5.

Kelenja Amilin
r
Pankre
as
Insulin

mengurangi laju pengosongan lambung,


mengurangi pasokan makanan yang
dibutuhkan, mengurangi sekresi glukagon
setelah makan.
meningkatkan penggunaan glukosa,
meningkatkan lipogenesis, efek

Polipeptida
Pankreas

meningkatkan glikogenolisis, regulasi aktivitas


gastrointestinal

Somatostatin inibisi pelepasan glukagon dan somatotropin


6. Lambu Bombesin
menstimulasi pelepasan gastrin dan CCK
ng dan (Neuromedin
Usus
B dan
GastrinReleasing
Peptide)
Enterostatin

Mengatur penyerapan lemak, pengaturan


perifer atau pusat menghalangi konsumsi
makanan tinggi lemak tetapi tidak
menghalangi makanan rendah lemak

GlucoseDependent
Insulinotropi
c
Polypeptide
(GIP)

menghambat sekresi asam lambung,


meningkatkan sekresi insulin

Glucagonlike peptide
1 (GLP-1)

sekresi glucose-dependent insulin,


menghambat sekresi glucagon, menghambat
pengosongan lambung

Oxyntomodu
lin

mengandung semua asam amino glukagon,


menghambat sekresi asam lambung,
menginduksi rasa kenyang, mengurangi
peningkatan berat badan, meningkatkan
penggunaan energy, memiliki afinitas lemah
terhadap reseptor GLP-1 dan reseptor
glukagon

Ghrelin

stimulasi nafsu makan, stimulasi pelepasan


NPY, pengaturan homeostasis energy,
metablisme glukosa, sekresi asam lambung
dan pengosongan lambung, sekresi insulin

Gastrin

diproduksi oleh antrum lambung,


menstimulasi sekresi asam dan pepsin,
menstimulasi sekresi pankreas

Sekretin

disekresikan dari duodenum pada pH dibawah


4,5; menstimulasi sel akinar pancreas untuk
melepaskan bikarbonat dan air

Kolesistokini
n
Motilin

menstimulasi kontraksi kantung empedu dan


aliran getah empedu, meningkatkan sekresi
enzim pencernaan dari pankreas
mengendalikan otot gastrointestinal,
menstimulasi pelepasan PP, menstimulasi
kontraksi kantong empedu

Vasoactive
Intestinal
Peptide (VIP)

merilekskan GI, menghambat sekresi asam


dan pepsin, berperan sebagai neurotransmiter
pada sistem saraf perifer otonom,
meningkatkan sekresi air dan elektrolit dari
pankreas dan gut

Substansi P :
anggota
kelompok
Takinin yang
termasuk
Neurokinin A
(NKA) dan
Neurokinin B
(NKB

berfungsi pada sistem saraf pusat untuk rasa


sakit (nosisepsi), terlibat dalam reflex muntah,
menstimulasi sekresi ludah, menginduksi
vasodilasi, antagonis punya sifat antidepresan.

pankreas

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
a. Berdasarkan Struktur
Mekanisme Kerjanya
1. Steroid

Struktur: Turunan kolesterol


Sintesis: Modifikasi dari molekul
kolesterol pada berbagai
pemisahan dalam sel
Kelarutan: Lipofilik
Sekresinya: Difusi sederhana
Transportasi: Di bawa oleh protein
dalam darah
Reseptor: Di dalam nukleus sel
target
Mekanisme: Mengaktivasi gen
spesifik untuk membuat protein
baru

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
a. Berdasarkan Struktur
Mekanisme Kerjanya
2. Peptida Hormon

Struktur: Rantai asam amino yang terdiri


dari peptide kecil (tiga asam amino),
namun ada juga yang terdiri dari protein
besar dan glikoprotein
Sintesis: Dalam retikulum endoplasma
kasar
Kelarutan: Hidrofilik
Sekresi: Eksositosis
Transportasi: Larut dalam darah sebagai
hormon bebas
Reseptor: Di permukaan sel
Mekanisme: Mengaktivasi pesan kedua
untuk mengubah aktivitas protein yang

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
a. Berdasarkan Struktur
Mekanisme Kerjanya
3. Amina

Struktur: Turunan asam amino tirosin


Sintesis: Dalam sitosol (katekolamin), dalam kelenjar tiroid (hormon tiroid)
Kelarutan: Hidrofilik (katekolamin) dan Lipofilik (hormon tiroid)
Sekresinya: Eksositosis dan endositosis
Transport: Larut dalam darah sebagai hormon bebas (katekolamin),
dibawa oleh protein dalam darah (hormon tiroid)
Reseptor: Di permukaan sel (katekolamin), di dalam sel (hormon tiroid)
Mekanisme: Mengaktivasi pesan kedua untuk mengubah aktivitas protein
yang telah ada (Katekolamin), Mengaktivasi gen spesifik untuk membuat
protein baru (hormon tiroid)
Dihasilkan oleh medulla adrenal, kelenjar pineal, sel mast, dan platelet

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
Mekanisme Kerjanya

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
b. Berdasarkan
Mekanisme Kerjanya
Mekanisme
1. Lipofilik (Membuat
protein baru)
1. Hormon yang larut dalam lipid
berdifusi ke dalam sel (reseptor
terdapat pada nukleus)
2. Mengaktifkan hormon-reseptor
kompleks mengubah ekspresi gen
3. mRNA yang baru terbentuk
langsung menyintesis protein
spesifik pada ribosom
4. Protein baru hasil sintesis tersebut
mengubah aktivitas sel

4. Klasifikasi Hormon
berdasarkan Struktur dan
b. Berdasarkan
Mekanisme Kerjanya
Mekanisme
2. Hidrofilik (Mengakktifkan
pesan kedua)
1. Pengikatan hormon (pesan
pertama) dengan reseptornya
mengaktivasi protein G pada
membran sel yang mengaktifkan
adenylate cyclase
2. Aktivasi adenylate cyclase
mengubah ATP menjadi cAMP
3. cAMP memberikan pesan kedua
untuk mengaktifkan protein
kinases
4. Aktivasi protein kinases
phosphorylate protein seluler
5. Jutaan protein phosphorilated

Daftar Pustaka

Silverthorn, D. Human Physiology Integrated Approach. 5th ed. San


Fransisco: Pearson Education. 2010

Sherwood, L. Human Anatomy from Cell to System. Canada:


Brooks/Cole. 2010

Totrora GJ, Derrickson B. Principles of Anatomy and Physiology. 13th


ed. USA: John Wiley & Sons, Inc. 2012

Graff, V. Human Anatomy. 6th ed. USA: The McGraw-Hill Companies.


2001

Martini, Timmons, Tallitsch. Human Anatomy. 7th ed. USA: Pearson


Education, Inc. 2012