Anda di halaman 1dari 62

M.

HANIF I

KEZIA IRENE Y

3613100050

3613100053

EDWIN FAHRUR R

ELOK WURI S

3613100054

3613100061

Our

DEWI ANGGRAENI P ALIF ANGGARDA


3613100064

3613100068

tea m

LAKSMITA DWI H

NADIRA DWIPUTRI

3613100069

3613100070

SHAFIRA AULIA R

BELLA SHINTYA
3613100074

3613100071

OUTLINE

RENCANA POLA
TUJUAN, KONSEP, DAN RUANG
STRATEGI
PENGEMBANGAN BWP

ISU
PENGEMBANGAN
BWP
LANDUSE EKSISTING

DELINEASI BWP

RENCANA FASILITAS DAN


INFRASTRUKTUR
RENCANA SBWP
YANG DI
PRIORITASKAN
TAHAPAN
PENGEMBANGAN
BWP

DELINEASI
BWP

Terdiri dari 1 kelurahan, 14 Desa, 77


dusun, 118 RW dan 383 RT dengan luas
wilayah 5.770 Ha.

Terletak pada koordinat 7o4200


7o4700 LS dan 112o5730
113o0230 BT dan berjarak 11 20
km sebelah timur dari Ibukota Kabupaten
Pasuruan

Sebelah Utara : Kecamatan Lekok dan Kecamatan


Nguling
Sebelah Barat : Kecamatan Nguling

Sebelah Selatan : Kecamatan Winongan dan


Kecamatan Lumbang
Sebelah Timur : Kecamatan Winongan

DELINEASI
BWP

PEMBAGIAN
BLOK

LANDUSE
EKSISTING

No.

Jenis
Lahan

Penggunaan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Makam
Lapangan
Sawah
Ladang
Perkebunan
Permukiman
Pendidikan
Peribadatan
Kesehatan
Perkantoran
Perdagangan dan Jasa
Pengisi Air
Industri
TOTAL (Ha)

Kelurahan
Gratitunon
(dalam Ha)
1,48
2,59
254,89
93,99
0,00
115,26
0,67
0,74
2,44
1,50
0,38
126,00
2,70
602,64

Desa Ranu
Klindungan
(dalam Ha)
0,17
0,00
68,26
2,91
0,19
29,96
3,02
0,11
0,17
11,28
0,37
53,24
0,12
169,80

TOTAL
(Ha)
1,65
2,59
323,15
96,89
0,19
145,22
3,69
0,85
2,61
12,77
0,75
179,24
2,82
772,42

PETA
LANDUSE

ISU PENGEMBANGAN
BWP

ASPEK FISIK DASAR:


Berdasarkan peta SKL Kemudahan Dikerjakan, bagian
barat wilayah perencanaan mudah dibangun, sementara
bagian timur wilayah perencanaan sulit dibangun
sehingga perlu pengawasan dalam pembangunannya

ASPEK PRASARANA:
Prasarana masih dapat dikatakan kurang secara
kuantitas dan kualitas.

ASPEK KEPENDUDUKAN DAN SOSIAL BUDAYA:


Kawasan perkotaan membutuhkan jumlah penduduk
minimal 50.000 jiwa per kawasan, sementara di kondisi
eksisting masih sangat kurang sehingga perlu
diperhatikan.

ASPEK SARANA PELAYANAN UMUM:


Peningkatan kelas sarana dari puskesmas menjadi
rumah sakit
Diperlukan pengadaan taman karena RTH pada
kawasan perencanaan hanya lahan persawahan.

ASPEK TRANSPORTASI:
ASPEK PENGGUNAAN LAHAN:
Banyaknya lahan pertanian di kawasan perencanaan
sehingga perlu optimalisasi lahan guna mendukung
perkembangan kawasan.

ASPEK PEMANFAATAN RUANG:


Masih belum adanya pengaturan tentang IPR dan tata
bangunan secara mikro, dan diperlukan strategi
pengaturan KDB permukiman yang tinggi dan Garis
Sempadan Sungai yang rendah.

Perlu dilakukan pelebaran jalan guna


mengakomodasi peningkatan fungsi kawasan menjadi
BWP yang mendorong aktivitas lain
Adanya rencana pengembangan tol berdasarkan
RTRW Prov. Jawa Timur sehingga perlu diperhatikan
saat merencanakan aspek ini.
ASPEK SARANA PELAYANAN UMUM:
Tingginya jumlah lahan pertanian dan banyaknya sektor
perekonomian yang berkembang kurang didukung
dengan konsep pengembangan yang maksimal.

TUJUAN, KONSEP, &


STRATEGI PENGEMBANGAN BWP

Misi BWP Kecamatan Grati


Visi BWP Kecamatan Grati
Terwujudnya BWP Kecamatan Grati berbasis
agropolitan yang lestari, mendorong investasi
produktif, dan mengakomodasi kawasan sekitarnya
secara berkelanjutan

1. Mewujudkan kawasan berbasis agropolitan


dengan mengembangkan aspek pertanian,
perkebunan, perikanan, peternakan, dan
pariwisata
2. Mempertahankan sumber daya kawasan BWP
Kecamatan Grati guna menjaga kearifan lokal
3. Menciptakan peluang kerja untuk meningkatkan
kemandirian masyarakat
4. Mengoptimalkan pelayanan baik sebagai pusat
pengelolaan maupun pendistribusian hasil produksi
5. Menciptakan instrumen-instrumen agropolitan
yang berkelanjutan

Tujuan Pengembangan BWP:


Menjadikan BWP Kecamatan Grati sebagai kawasan agropolitan dengan fungsi industri
pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang terintegrasi dengan wisata danau.

Prinsip Pengembangan BWP:


Sasaran Pengembangan BWP:
Optimalisasi peruntukan ruang untuk
mendukung industri dan wisata
Penambahan serta peningkatan fasilitas
dan infrastruktur yang dibutuhkan sesuai
dengan peruntukan
Peningkatan kapasitas masyarakat untuk
mendukung fungsi industri dan wisata
Penerapan teknologi modern yang tepat
guna untuk meningkatkan produktivitas
industri

Penambahan dan peningkatan fasilitas


dan infrastruktur yang menunjang
pengembangan kawasan
Peningkatan kualitas dan kuantitas
produksi sektor perekonomian
Peningkatan kualitas dan pemberdaya
SDM dalam pelaksanaan pembangunan
Pengendalian dan pengadaan kebijakan
pemanfaatan ruang oleh pemerintah
daerah
Pengelolaan lahan dan fisik lingkungan
dalam menunjang fungsi kawasan

AGROWISATA & WISATA DANAU

AGROINDUSTRI

Agrowisata
perikanan
khas
Grati
untuk
meningkatkan dan mempromosikan potensi lokal
dengan memanfaatkan sumber daya alam khas dan
keindahan Danau Ranu Grati dengan pengelolaan
yang optimal, sehingga perlu diadakannya fasilitas
pendukung seperti lapangan parkir wisata danau,
gazebo, restoran, penginapan, fasilitas olahraga
setempat, pemancingan, wisata transportasi air, dan
pusat produksi dan pemasaran ikan khas Danau
Ranu Grati

Industri berdasarkan bahan mentah yang


berasal dari sektor:
1. Pertanian (Tanaman padi)
2. Perkebunan (Jagung, tanaman kayu putih,
jambu mente)

Ekternal X Internal

OPPORTUNITY (O)
THREAT (T)
1.
Kawasan studi berpotensi untuk dikembangkan sistem persampahan yang 1.
Belum adanya arahan pola ruang dan struktur ruang pada
sesuai standar pemerintah karena belum adanya sistem persampahan
wilayah perencanaan (T1)
pada kawasan studi. (O1)
2.
Adanya penambangan illegal yang merusak lingkungan
2.
Adanya rencana pembangunan jalan tol yang melewati wilayah studi
serta merugikan perekonomian masyarakat sekitar (T2)
(O2)
3.
Tingginya tingkat kriminalitas di sekitar wilayah
3.
Fasilitas kesehatan sudah dijangkau oleh layanan BPJS Kesehatan (O3)
perencanaan (T3)
4.
Adanya program bantuan perbaikan rumah bagi warga yang kurang 4.
Masih kurangnya jumlah investor yang menanamkan
mampu oleh Pemerintah Kabupaten (O4)
modalnya di wilayah perencanaan (T4)
5.
Adanya program bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (O5)
6.
Kemudahan aksesibilitas menuju wilayah perencanaan baik menggunakan
mobil maupun motor (O6)
7.
Rencana pengembangan Puskesmas menjadi Rumah Sakit Umum Grati
(O7)
8.
Fasilitas di wilayah studi digunakan untuk menunjang kebutuhan
masyarakat di wilayah lain (O8)

STRENGTH (S)
STRATEGI S-O
STRATEGI S-T
1.
Lahan-lahan pertanian yang masih mendominasi sebagian besar kawasan masih
Pengembangan jaringan transportasi kereta api sebagai
Pengadaan arahan pola ruang pada
dapat dimanfaatkan atau dialihfungsikan bila diperlukan (S1)
alternatif
menuju
transportasi
wilayah
studi
yang
mendukung
2.
Karakteristik masyarakat memiliki rasa kekeluargaan dan gotong royong (S2)
wilayah perencanaan agar pemanfaatan
aksesbilitas wilayah studi (S12 - O6)
3.
Tersedianya pos keamanan setiap RT (S3)
lahan
bisa
menyesuaikan
dengan
Menjadikan peternakan dan perikanan sebagai kegiatan
4.
Pelayanan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan air bersih cukup
kebijakan yang ada (S1-T1)
merata. (S4)
utama wilayah studi yang juga menunjang dan melayani di
5.
Distribusi jaringan sudah merata disetiap tingkat dari primer sampai sekunder. (S5)
Optimalisasi kualitas keamanan di setiap
dalam dan luar/sekitar wilayah studi (S6 S7 - O8)
6.
Adanya Loka Penelitian Sapi Potong Kecamatan Grati sehingga dapat menunjang

Menjadikan wisata Danau Ranu Grati sebagai pusat kawasan


kawasan agar dapat mengurangi angka
komoditas peternakan yang ada di wilayah perencanaan (S6)
wisata
yang
melayani
tingkat
Kecamatan
Grati
hingga
7.
Terdapat wisata Danau Ranu Grati yang difungsikan sebagai lokasi wisata dan
kriminalitas (S3-T3)
Kabupaten Pasuruan (S7 -O8)
lokasi budidaya sektor perikanan dan tambak (S7)
Peningkatan kualitas hasil produksi
8.
Tingkat ancaman bencana banjir dan puting beliung pada wilayah studi rendah

Pengembangan dan pemanfaatan fungsi lahan belum


peternakan, pertanian, dan perikanan
(S8)
terbangun sebagai prasarana jalan tol maupun infrastruktur
9.
Intensitas kepadatan bangunan masih tergolong rendah (S9)
agar dapat menarik minat investor untuk
yang mendukungnya (S1 O2)
10. Tingginya intensitas Ruang Terbuka Hijau (S10)
menanamkan modalnya (S1 S6 S7-T4)

Mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis


11. Garis sempadan bangunan pada ruas jalan utama sesuai dengan arahan yang

masyarakat yang ramah lingkungan (S2 & O1)


seharusnya (S11)
12.

Ketersediaan jaringan transportasi kereta api yang siap dikembangkan (S12)

WEAKNESS (W)
STRATEGI W-O
STRATEGI W-T
1.
Masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat (W1)

Pengadaan sarana persampahan (TPS/TPA) dengan program kerja bakti


Pengadaan arahan struktur ruang pada wilayah
2.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan dan program
serta pengangkutan sampah terjadwal agar kebersihan lingkungan tetap
perencanaan agar kualitas jaringan utilitas dan transportasi
pemerintah (W2)
terjaga (W5-O1)
dapat berkembang sesuai dengan arahan yang telah
3.
Fasilitas kesehatan masih minim dan letaknya jauh dari permukiman warga (W3)
Sosialisasi kepada masyarakat mengenai program pengelolaan sampah
ditetapkan oleh pemerintah (W4 W5 W11-T1)
4.
Masih ada infrastruktur jaringan listrik, telekomunikasi, dan jaringan air bersih
yang ramah lingkungan (W2-O1)

Pengadaan sosialisasi pada masyarakat akan kekayaan


yang tidak terawat dan tidak berfungsi. (W4)

Implementasi program bantuan pendidikan dari pemerintah untuk


alam yang dimiliki pada wilayah perencanaan sehingga
5.
Belum adanya tempat pembuangan sampah secara komunal seperti TPS sehingga
masyarakat setempat (W1-O5)
tidak ada penyalahgunaan atau degradasi lingkungan (W1
masyarakat membakar hasil sampah secara individu. (W5)

Pengadaan pengembangan Puskesmas menjadi RS Umum Grati dan


W2 W5 W8-T2)
6.
Minimnya peningkatan kualitas industri rumah tangga sehingga hasil produksi tidak
fasilitas kesehatan lainnya terjangkau oleh layanan BPJS Kesehatan (W3-
Pemberdayaan SDM dalam peningkatan ekonomi agar
memiliki nilai tambah (W6)
O3 O7)
masyarakat yang belum bekerja tidak mencari nafkah
7.
Kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mitigasi
Peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas yang ada di wilayah
dengan melakukan tindak criminal (W1-T1)
bencana sehingga kerugian yang dihasilkan pun lebih besar (W7)
perencanaan, karena fasilitas tersebut digunakan juga untuk menunjang
8.
Penyalahgunaan kawasan sempadan sungai dan danau sehingga tidak sesuai
kebutuhan masyarakat di wilayah lain (W4 W5-O8)
arahan sempadan pada RTRW Kab Pasuruan (W8)

Inovasi hasil produksi karena wilayah perencanaan banyak didatangi oleh


9.
Pelayanan sarana transportasi tidak terdistribusi dan menjangkau seluruh wilayah
penduduk dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhannya (W6-O7)
studi (W9)

Pengadaan sarana transportasi umum untuk melayani semua pengguna


10. Kurang optimalnya kondisi dan lebar jalan pada wilayah perencanan (W10)
jalan, karena wilayah perencanaan memiliki aksesibilitas yang baik
dengan menggunakan kendaraaan pribadi (W9-O6)

Perbaikan kondisi dan lebar jalan dan penyesuaiannya dengan arahan


dan rencana transportasi yang ada (W10-O2)

Tujuan

Prinsip Penataan
Ruang

Tujuan pengembangan BWP:


Penambahan dan peningkatan fasilitas
Menjadikan BWP Kecamatan Grati dan infrastruktur yang menunjang
sebagai kawasan agropolitan dengan pengembangan kawasan
fungsi industri pengolahan hasil
pertanian dan perkebunan yang
terintegrasi dengan wisata danau.

SWOT

Strategi

S12 O6

Pengembangan jaringan transportasi kereta api


sebagai alternative menuju transportasi wilayah studi
yang mendukung aksesibilitas wilayah studi
Mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis
masyarakat yang ramah lingkungan
Optimalisasi kualitas keamanan di setiap kawasan
agar dapat mengurangi angka kriminalitas
Pengadaan sarana persampahan (TPS/TPA) dengan
program kerja bakti serta pengangkutan sampah
terjadwal agar kebersihan lingkungan tetap terjaga
Pengadaan pengembangan Puskesmas menjadi RS
Umum Grati dan fasilitas kesehatan lainnya
terjangkau oleh layanan BPJS Kesehatan
Peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas yang
ada di wilayah perencanaan, karena fasilitas tersebut
digunakan juga untuk menunjang kebutuhan
masyarakat di wilayah lain
Pengadaan sarana transportasi umum untuk melayani
semua pengguna jalan, karena wilayah perencanaan
memiliki aksesibilitas yang baik dengan menggunakan
kendaraaan pribadi
Perbaikan
kondisi dan lebar jalan dan
penyesuaiannya dengan arahan dan rencana
transportasi yang ada

S2 O1
S3 T3
W5 O1

Sasaran pengembangan BWP:

Optimalisasi peruntukan ruang


untuk mendukung industri dan
wisata

Penambahan serta peningkatan


fasilitas dan infrastruktur yang
dibutuhkan
sesuai
dengan
peruntukan

Peningkatan
kapasitas
masyarakat untuk mendukung
fungsi industri dan wisata

Penerapan teknologi modern


yang
tepat
guna
untuk
meningkatkan
produktivitas
industri

W3 O3 O7

W4 W5 O8

W9 O6

W10 O2

Tujuan

Prinsip Penataan Ruang

Tujuan pengembangan BWP:


Peningkatan kualitas dan
Menjadikan BWP Kecamatan Grati produksi sektor perekonomian
sebagai kawasan agropolitan dengan
fungsi
industri
pengolahan
hasil
pertanian dan perkebunan yang
terintegrasi dengan wisata danau.

kuantitas

SWOT

Strategi

S6 S7 O8

Menjadikan peternakan dan perikanan sebagai


kegiatan utama wilayah studi yang juga menunjang dan
melayani di dalam dan luar/sekitar wilayah studi
Inovasi hasil produksi karena wilayah perencanaan
banyak didatangi oleh penduduk dari wilayah lain untuk
memenuhi kebutuhannya
Peningkatan kualitas hasil produksi peternakan,
pertanian, dan perikanan agar dapat menarik minat
investor untuk menanamkan modalnya
Menjadikan wisata Danau Ranu Grati sebagai pusat
kawasan wisata yang melayani tingkat Kecamatan Grati
hingga Kabupaten Pasuruan
Sosialisasi kepada masyarakat mengenai program
pengelolaan sampah yang ramah lingkungan

W6 O7

S1 S6 S7 T4
Sasaran pengembangan BWP:

Optimalisasi peruntukan ruang


untuk mendukung industri dan
wisata

Penambahan serta peningkatan Peningkatan kualitas dan pemberdaya


fasilitas dan infrastruktur yang SDM dalam pelaksanaan pembangunan
dibutuhkan
sesuai
dengan
peruntukan

Peningkatan kapasitas masyarakat


untuk mendukung fungsi industri dan
wisata

Penerapan teknologi modern yang


tepat guna untuk meningkatkan
produktivitas industri

Pengendalian dan pengadaan kebijakan


pemanfaatan ruang oleh pemerintah
daerah

S7 O8

W2 O1

W1 O5
W1 W2 W5 W8 T2

W1 T1

W4 W5 W11 T1

S1 T1

Pengelolaan lahan dan fisik lingkungan


dalam menunjang fungsi kawasan

S1 O2

Implementasi program bantuan pendidikan dari


pemerintah untuk masyarakat setempat
Pengadaan sosialisasi pada masyarakat akan kekayaan
alam yang dimiliki pada wilayah perencanaan sehingga
tidak ada penyalahgunaan atau degradasi lingkungan
Pemberdayaan SDM dalam peningkatan ekonomi agar
masyarakat yang belum bekerja tidak mencari nafkah
dengan melakukan tindak kriminal
Pengadaan arahan struktur ruang pada wilayah
perencanaan agar kualitas jaringan utilitas dan
transportasi dapat berkembang sesuai dengan arahan
yang telah ditetapkan oleh pemerintah
Pengadaan arahan pola ruang pada wilayah
perencanaan
agar
pemanfaatan
lahan
bisa
menyesuaikan dengan kebijakan yang ada
Pengembangan dan pemanfaatan fungsi lahan belum
terbangun sebagai prasarana jalan tol maupun
infrastruktur yang mendukungnya

RENCANA
POLA RUANG

RENCANA POLA
RUANG

RENCANA FASILITAS, &


INFRASTRUKTUR

PENDIDIKAN

PERIBADATAN

KESEHATAN

RUANG TERBUKA
HIJAU

PERDAGANGAN
DAN JASA

FASILITAS PENDIDIKAN
Perbaikan/peningkatan kualitas fasilitas pendidikan khususnya jenjang tingkat SMP
dan SMA, serta penambahan jumlah fasilitas pendidikan berupa taman kanak
kanak.

TK: penambahan 2 unit


SD: perbaikan/peningkatan kualitas
SMP: perbaikan/peningkatan kualitas
SMA: perbaikan/peningkatan kualitas

FASILITAS KESEHATAN

Rencana pengembangan sarana


kesehatan
pada
BWP
Kecamatan
Grati
akan
dibangun fasilitas kesehatan
berupa rumah sakit untuk
menggantikan posisi puskesmas
yang
sebelumnya
sebagai
penyandang utama fasilitas
kesehatan di BWP Kecamatan
Grati. Adapun penambahan
fasilitas penunjang berupa
apotek dan puskesmas.

FASILITAS PERIBADATAN

Untuk rencana pengembangan


sarana
peribadatan
akan
difokuskan
terhadap
pembangunan
fasilitas
peribadatan berupa gereja,
karena pada kondisi eksisting
tidak tersedia sama sekali,
padahal masyarakat pada
wilayah studi masih ada yang
memeluk agama nasrani

FASILITAS PERDAGANGAN DAN JASA


Minimarket

Perlunya

penambahan mini market,


perbaikan untuk pasar tradisional,
pengadaan perbankan.

diletakkan pada Kelurahan Grati Tunon karena mini


market yang ada saat ini masih terpusat pada Desa Ranu
Klindungan.

Pasar
Pembenahan atau peningkatan kualitas pada segi fisik
berupa pembenahan atap pasar untuk kios kios yang
ada dan pengerasan lantai berupa pengecoran.

Perbankan
Agar mempermudah masyarakat dalam memenuhi
kepentingannya.

FASILITAS RUANG TERBUKA


HIJAU
Dikarenakan saat ini sarana RTH pada BWP
Kecamatan Grati masih dirasa kurang sesuai
dengan fungsinya, maka perlu penambahan
berupa lapangan dan taman sesuai fungsi yang
dibutuhkan.

Lapangan
Perlu ditingkatkan baik secara kualitas dari
segi pemeliharaannnya maupun kuantitas
yang akan tersebar sesuai standar pada
selluruh bagian BWP Kecamatan Grati.

Taman
Akan
direncanakan
pembangunan
taman dengan fungsi sebagai taman
obat-obatan

Makam
Akan diperbaiki dari segi pengelolaan dan
pemeliharaan, yang mana untuk lokasi eksisting
saat ini sudah memenuhi standar dari segi
luasannya.

RENCANA JARINGAN
JALAN

RENCANA DESAIN
JALAN UTAMA

RENCANA
GEOMETRIK JALAN

RENCANA SARANA DAN


PRASARANA
TRANSPORTASI

RENCANA POLA
PERGERAKAN

Rencana
No

RENCANA
JARINGAN JALAN

2
3
4
5

Nama Jalan
Semumbung Sumurwaru
Grati Trewung
Jalan Kresek
Kenayan
Krimun Kresek
Gratitunon Genuan

Rencana Jaringan Jalan Kolektor Sekunder


pada Jalan Semumbung Sumurwaru dan
Jalan Grati Trewung dengan cara
menaikkan fungsi jalan dan pelebaran jalan
agar optimalisasi kinerja jalan dapat
menampung lalu lintas masa depan di jalan
tersebut.

Status Jalan

Fungsi Jalan

Kelas
Jalan

Kabupaten

Kolektor Sekunder

III

Kabupaten

Kolektor Sekunder

III

Kabupaten

Lokal Primer

III

Desa

Lingkungan

Desa

Lingkungan

Rencana Jaringan Jalan Lokal Dan


Lingkungan
disesuaikan dengan persyaratan fungsi jalan
BWP Kecamatan Grati melalui cara
pelebaran jalan dan perbaikan perkerasan
jalan
untuk
menghubungkan
kawasan
permukiman dengan lokasi tarikan dalam
wilayah.

RENCANA
GEOMETRIK JALAN

Rencana
Rencana

No

Nama Jalan

Semumbung
Sumurwaru

9m

Grati Trewung

3
4
5

Jalan Kresek
Kenayan
Krimun Kresek
Gratitunon Genuan

Lebar
Lebar
Jalan Bahu Jalan

Damaja

Dawasja

1m

11.5 m

4.5 m

9m

1m

11.5 m

4.5 m

6.5

1m

3.5

0.5

3.5

0.5

geometrik jalan mengoptimalkan


daerah manfaat jalan secara proposional
antara lajur kendaraan pribadi, angkutan
umum
dan
non motor
guna mendukung
terciptanya
efektifitas
pergerakan
pada
kawasan.

Secara

umum beberapa jalan lokal akan


dinaikkan fungsinya menjadi jalan kolektor,
sementara beberapa jalan dipertahankan
fungsinya
dengan
melebarkan
geometric
perkerasan
jalannya
dilengkapi
dengan
peremajaan
damija,
damaja,
maupun
dawasjanya.

Rencana Penampang Jalan Kolektor Sekunder


di BWP Kecamatan Grati

Rencana Penampang Jalan


Lokal Primer di BWP
Kecamatan Grati

Rencana Penampang Jalan


Lingkungan di BWP Kecamatan
Grati

Desain

jalan utama dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi jalan,


pelebaran jalan, dan perbaikan. Dimana pelebaran jalan dan fungsi jalan
disesuaikan dengan rencana dan standarnya.

Maksud dari perbaikan jalan disini, tidak semata-mata diarahkan pada


kondisi yang ada sekarang, tetapi juga diarahkan pada kondisi jalan di
masa yang akan datang (dengan perawatan yang intensif).

RENCANA
DESAIN JALAN
UTAMA

Rencana Desain Jalan Utama


pada
Jalan
SemumbungSumurwaru

RENCANA
POLA PERGERAKAN
Pola Pergerakan Orang

Pola Pergerakan Barang

Perlu adanya peningkatan dan pemeliharaan


kapasitas tampung jalan yang telah terbangun.
Serta memperbaiki jalan jalan yang sudah ada
sesuai dengan dimensi-klasifikasinya dalam sistem
dan hirarki jaringan yang utuh dan terpadu.
Mengorganisasikan kembali sistem transportasi
umum dan memadukannya dalam sistem angkutan
perkotaan antar kota.

Membutuhkan perencanaan transportasi


yang mampu menampung pergerakan di
wilayah
perencanaan
dengan
terintegrasinya guna lahan di BWP
Kecamatan
Grati
dengan
sistem
transportasi

RENCANA
SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI
Pedestrian
Diperlukan adanya pemisahan yang
jelas antara sirkulasi kendaraan
bermotor dengan pejalan kaki.

Parkir

Ilustrasi Pedestrian di BWP Kecamatan Grati

Sistem parkir yang diusulkan pada


wilayah perencanaan adalah parkir
halaman atau parkir off street.

Lampu Penerangan Jalan


Lampu penerangan jalan pada wilayah
perencanaan secara umum kurang
memadai dengan demikian beberapa
ruas jalan masih perlu penambahan.

Halte
Halte harus di tempatkan terutama pada
simpul-simpul kegiatan, lokasi strategis, dan
mudah dicapai pejalan kaki.
Ilustrasi Lampu Jalan dan Halte di BWP
Kecamatan Grati

BWP Kecamatan Grati yang merupakan bagian dari Kabupaten Pasuruan yang dilewati jalur kereta api
regional dan pengembangan jalur perkeretaapian ganda yang menghubungkan Jalur Timur meliputi :
Surabaya (Semut) Surabaya (Gubeng) Wonokromo Sidoarjo Bangil Pasuruan Probolinggo
Jember Banyuwangi.
Stasiun Grati merupakan stasiun kecil aktif. Sebutan stasiun kecil memiliki maksud bahwa stasiun tidak
dipergunakan sebagai pemberangkatan dan penurunan penumpang maupun barang. Sebab stasiun ini
dipergunakan untuk pengontrol rel kereta api jalur langsir atau persilangan rel serta sebagai tempat
pemberhentian sementara jika dalam kondisi darurat. Sesuai dengan arahan RTRW Kabupaten Pasuruan,
Stasiun-stasiun kecil yang ada, direncanakan ke depan tetap dipertahankan dan akan ditingkatkan khusus
hanya pada stasiun kecil yang sekarang tidak berfungsi tetapi strategis, sebagai prasarana angkutan
penumpang dan barang dalam skala kecil.

Jaringan Listrik

Air Bersih

Sanitasi

Drainase

Jaringan
Telekomunikasi

Persampahan

RENCANA
JARINGAN AIR BERSIH
Kebutuhan Air

Domestik
(liter/detik)

Non Domestik
(liter/detik)

Pemakaian Ratarata (Domestik +


Non Domestik)
(liter/detik)

12.087

16,79

0,84

17,63

3,53

21,16

31,74

37,03

2025

14.781

20,52

1,03

21,55

4,31

25,86

38,79

45,26

2030

18.452

25,63

1,27

26,9

5,38

32,28

48,43

56,49

2035

23.483

32,61

1,63

34,24

6,85

41,09

61,64

71,91

Jumlah

68.803

95,10

4,77

100,32

20,07

120.39

180,60

210,69

Tahun Proyeksi

Jumlah
Penduduk

2020

Kebocoran
(liter/detik)

Total Kebutuhan
Air Rata-rata
(liter/detik)

Kebutuhan Hari
Maksimum
(liter/detik)

Kebutuhan
Jam Puncak
(liter/detik)

Untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih, maka dilakukan perencanaan:


Penggunaan kembali pipa PDAM
Pembangunan dan perbaikan pintu-pintu air dan membangun bendungan
Pemanfaatan secara optimal dan proporsional sumber mata air (air tanah) untuk keperluan industri, air bersih,
dan air minum secara lebih ketat.

RENCANA
JARINGAN LISTRIK
Untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik, maka
jaringan listrik direncanakan seperti:

Pemerataan distribusi jaringan


listrik terhadap seluruh BWP
Kecamatan
Grati
dan
peningkatan kualitas terhadap
pendistribusiannya

Pengembangan
Saluran
Udara Tegangan Rendah
(SUTR) mengikuti jaringan
jalan lokal pada BWP
Kecamatan Grati.

Penambahan gardu listrik


guna mencukupi kebutuhan
listrik pada BWP Kecamatan
Grati

Penambahan terhadap lampu


penerangan jalan khususnya
pada Jalan Raya Kampung
Baru Grati dan Jalan Ranu
Grati.

RENCANA
JARINGAN
LISTRIK

RENCANA
JARINGAN TELEKOMUNIKASI

Untuk mendukung konsep pengembangan agroindustri yang


berbasis ekologi maka jaringan telekomunikasi akan
direncanakan:

Peningkatan kualitas BTS


(Base Transceiver Stasion)
pada BWP Kecamatan
Grati

Pengadaan dan optimasi


jaringan internet pada
BWP Kecamatan Grati

RENCANA
JARINGAN DRAINASE
Rencana pembangunan saluran tersier yang mengikuti jaringan
jalan lokal (saluran di tepi jalan) sebaiknya dibuat dari
pasangan batu kali dan diplester halus.
Rencana pengembangan saluran sekunder mengikuti jalan
kolektor yang direncanakan untuk mempermudah dan
mempercepat aliran air buangan.
Normalisasi sungai sebagai saluran primer sehingga
kedalaman sungai sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 yaitu sedalam 3 meter.

RENCANA
DRAINASE

RENCANA
PERSAMPAHAN

Pengadaan TPS pada BWP


Kecamatan Grati yang
berlokasi di SBWP I pada
Blok I-C dan I-D, serta SBWP
II pada Blok II-C

Penambahan fasilitas
pendukung seperti bin
sampah, gerobak sampah,
maupun petugas sampah

Pengadaan tempat sampah


dengan sistem pemilahan
antara sampah organik dan
anorganik guna menunjang
ekologi pada seluruh BWP
Kecamatan Grati

Penerapan konsep reduce,


reuse, dan recycle
terhadap timbulan sampah
dan limbah secara terpadu
di BWP Kecamatan Grati

RENCANA
PERSAMPAHAN

RENCANA
SANITASI

Limbah Domestik
Melakukan perbaikan dan pembangunan MCK
umum yang layak dan memenuhi syarat guna
memenuhi kebutuhan masyarakat BWP Kecamatan
Grati.

Optimasi pembuangan limbah dengan sistem on site


pada
BWP
Kecamatan
Grati
dengan
mengembangkan sistem cubluk atau teknologi tangki
septik dengan sistem resapan.
Limbah Non-domestik
Pengadaan tempat pengelolaan limbah skala industri
untuk optimasi dalam pengelolaan limbah hasil industri
sehingga nantinya hasil limbah dapat dimanfaatkan
kembali.

RENCANA SBWP
YANG DI PRIORITASKAN

SBWP

Fungsi Utama
Sub BWP

Sesuai: luas
lahan yang
menjadi lahan
siap bangun
masih luas dan
cocok untuk
pengembangan
industri dan
permukiman
Skor: 3
Skor: 4
Sesuai: luas
Permukiman,
Cukup sesuai:
perdagangan,
memiliki hubungan lahan yang
menjadi lahan
fasilitas, wisata, dengan tujuan
siap bangun
kawasan lindung SBWP dalam
masih luas dan
pengembangan
cocok untuk
perdagangan
pengembangan
perdagangan
dan wisata

II

Tingkat
Kesesuaian
dengan Tujuan
BWP
Cukup sesuai:
Industri,
memiliki hubungan
permukiman,
dengan tujuan
perkantoran,
SBWP dalam
kawasan lindung
pengembangan
permukiman dan
industri

Skor: 3

Nilai Penting
Sub BWP

Skor: 4

Kondisi Sosial,
Ekonomi, dan
Lingkungan

Daya Dukung
dan Daya
Tampung

Ketentuan
Total
Peraturan
Skor
Perundangan
Terkait
Cukup sesuai:
18
Mendukung
pengembangan
kawasan industri

Sesuai:
Masyarakat
sudah memiliki
kemampuan
mengelola
sumber daya
sendiri

Sesuai:
Karena
jumlah lahan
yang belum
terbangun
masih sangat
memadai

Skor: 4
Cukup sesuai:
kondisi sosial,
ekonomi dan
lingkungan
sesuai dengan
ciri khas
kawasan ini yaitu
sebagai
kawasan
perkotaan
Skor: 3

Skor: 4
Cukup sesuai:
Jumlah lahan
yang belum
terbangun
masih cukup
luas

Skor: 3
Cukup sesuai:
16
Mendukung
kawasan
permukiman dan
perdagangan

Skor: 3

Skor: 3

Skor
1
2
3
4
5

Uraian
Tidak sesuai
Kurang sesuai
Cukup sesuai
Sesuai
Sangat sesuai

Berdasarkan
analisa
skoring
didapatkan prioritas penataan
SBWP Kawasan Perkotaan Grati
sebagai berikut :
Prioritas I : SBWP I (Desa
Gratitunon)
Prioritas II : SBWP II (Desa
Ranuklindungan)

Konsep dan rencana penanganan Sub BWP I


kawasan perencanaan adalah
Pembangunan Agroindustri Berbasis Ekonomi
Berkelanjutan.

No
Rencana Penanganan
1 Pengembangan kegiatan industri pengolahan
hasil pertanian melalui penempatan kawasan
industri
2 Pembangunan dan perbaikan kawasan
permukiman melalui renovasi dan penyehatan
lingkungan
3 Pembangunan sarana dan prasarana
penunjang kebutuhan penduduk
4 Pelestarian dan perlindungan kawasan lindung

Lokasi

Kelurahan
Gratitunon

Penempatan
kawasan
industri
melalui konsolidasi
lahan

Optimasi
pengelolaan
kawasan
permukiman
demi
meningkatkan
kualitas
hidup
masyarakat

Pengadaan
sarana
umum
dan
sosial
sebagai
pemenuhan
kebutuhan masyarakat

Revitalisasi kawasan
lindung
berupa
sempadan
danau,
sungai, dan irigasi
untuk
menjaga
keseimbangan
ekologis

Peningkatan
fungsi
jalan
untuk
mengakomodasi
kebutuhan industri
Pengadaan jaringan
utilitas berupa energi
listrik, air, limbah dan
drainase
untuk
mengakomodasi
kebutuhan
industri
dan permukiman

Penyediaan dan
peningkatan
kualitas sarana
penunjang

Peningkatan
Fungsi Jalan

Konsolidasi Lahan

Pengadaan dan
peningkatan
jaringan utilitas

Peningkatan
kualitas dan
pemberdayaan
SDM

TAHAPAN
PENGEMBANGAN BWP

SBWP

2016-2020

II

2021-2025

Penetapan kawasan industri

Konsolidasi lahan peruntukan


industri
Penyediaan infrastruktur

penunjang kegiatan industri kecil


pertanian dan perkebunan
Sosialisasi rencana

pembangunan industri pertanian

Konsolidasi lahan di kawasan


sempadan danau Ranu Grati
Sosialisasi rencana
pengembangan agrowisata dan
wisata danau kepada kelompok
pemdudidaya jaring apung dan
warga sekitar
Menegaskan fungsi konservasi
danau untuk menjaga kelestarian
air

2026-2030

2031-2035

Pengembangan kawasan
peruntukan industri dengan
pemerintah setempat
Konsolidasi dengan pemerintah
setempat terkait rencana
pembangunan industri
Pengadaan infrastruktur
penunjang

Pengadaan pelatihan bagi


masyarakat usia produktif dalam
pengelolaan agrowisata dan
wisata danau
Pembangunan kawasan
agrowisata dan wisata danau
Persiapan struktur pelaksana dan
manajemen wisata
Pengadaan infrastruktur
penunjang

Pembangunan industri
Pembangunan lokasi riset,
teknologi, dan inovasi bagi
keberlanjutan industri

Promosi wisata
Publikasi wisata
Pengembangan informasi
pariwisata
Pemasaran wisata

Pengoperasian industri pertanian


dan perkebunan
Pemberdayaan SDM usia
produktif
Distribusi dan pemasaran hasil
produksi

Pengelolaan kawasan
agrowisata dan wisata danau di
bawah Dinas Pariwisata
Pemberdayaan SDM produktif
dan masyarakat sekitar
Pengintegrasian kegiatan
perdagangan dan jasa di sekitar
kawasan wisata
Mempertahanankan dan
mengawasi kegiatan konservasi
secara periodik
Penelitian dan pengembangan
untuk menunjang kawasan wisata