Anda di halaman 1dari 2

Wulan Karina

XI.IS.4

Judul Buku : BABAD TANAH SUNDA, BABAD CIREBON

Pengarang : P.S. Sulendraningrat

Penerbit : P.S. Sulendraningrat

Tahun terbit : 1984

Daftar isi :

- Bab 1 Negara Pejajaran

- Bab 2 Gunung Maraapi

- Bab 3 Gunung Ciangkup

- Bab 4 Gunung Kumbang

- Bab 5 Gunung Cangak

- Bab 6 Gunung Jati

- Bab 7 Kebon Pesisir Lemah Wungkuk

- Bab 8 Raja Galuh

Praja di Pejajaran Ratu Agung di Tanah Sunda yang bernama Sri


Sang Ratu Dewata Wisesa, Mashur disebut Sri Mahaprabu Siliwangi.
Beristri tiga orang, ialah Ambetkasih, Aci Bedaya, dan Permaisuri Ratu
Subanglarang.Sang Prabu berputra empat puluh orang.salah satunya
bernama Walangsungsang.

Walangsungsang mimpi bertemu dengan seorang lelaki yang elok


dan agung memberi wejangan agama islam sarengat jeng Nabi
Muhammad yang adji Utusan Yang Widi. Walangsungsang rindu sekali
kepada agama islam. ia teringat tidak ada guru untuk meneruskan
pelajaran agama islam.namun Sang Prabu tidak setuju dengan perkataan
Walangsungsang sehingga mereka berdebat dan Walangsungsang diusir
dari Praja Pejajaran.Walangsungsang segera pamit menghindar dari
hadapan Sang Prabu.Walangsungsang berjalan masuk hutan keluar hutan
naik gunung turun gunung menuju ke arah timur.
sang adik Ratu Mas Rarasantang mimpi bertemu dengan seorang
lelaki pula yang berupa satria lagi berbau harum member i pelajaran
agama islam,menyuruh berguru sarengat jeng Nabi Muhammad dan
diramal kelak mempunyai suami ratu islam dan akan mempunyai anak
lelaki yang punjul.Rara Santang terbangun,ingat kepada mimpinya lalu
keluar dari keraton menyusul kakaknya.

Jeng Ratu Subanglarang menangis menyungkemi Sang Prabu


karena kedua putranya hilang.Sang Prabu kaget lalu ia memanggil
seluruh para putra Sentara,patih,bupati,para wadyabala untuk
menghadap.Sang Prabu menyuruh mereka untuk mencari kedua
anaknya.lalu mereka keluar dari keraton untuk mencari kedua putra Sang
Prabu yang hilang.

Pangeran Walangsungsang tiba di gunung Maraapi (di Rajadesa,


Ciamis Timur) sedang tafakur.tak lama kemudian datanglah Sanghyang
Danuwarsih.Walangsungsang berkata ia ingin berguru agama
islam.perjalanannya untuk berguru agama islam cukup panjang dengan
melalui gunung Maraapi, lalu beralih tempat ke gunung Ciangkup,dan
mendapat usulan agar dia pergi ke gunung Kumbang,gunung Cangak.

Di gunung Jati ia di beri nama Somadullah oleh Ki Syekh


Nurjati.Somadullah melanjutkan perjalanan ke Kebon Pesisir Lemah
Wungkuk.di sana Somadullah diberi izin babakyasa untuk membangun
sebuah pemukiman di mulai pada hari ahad tanggal 1 bulan sura.ia
mematuhi perintah guru lalu ia pamit.ia lanjutkan untuk menemui Raja
Galuh sampai akhirnya masuk guru kepada Sunan Jati Purba.