Anda di halaman 1dari 17

Energi Konvensional

Energi konvensional adalah energi yang diambil dari sumber yang hanya
tersedia dalam jumlah terbatas di bumi dan tidak dapat diregenerasi. Sumbersumber energi ini akan berakhir cepat atau lambat dan berbahaya bagi lingkungan
Sumber-sumber energi konvensional tidak dapat tergantikan dalam waktu singkat,
itulah mengapa disebut dengan tidak terbarukan.
Sumber-sumber energi konvensional tidak ramah lingkungan; karena menimbulkan
polusi udara, air, dan tanah yang berdampak kepada Penurunan tingkat kesehatan
dan standar hidup.

Sumber-sumber energi konvensional primer diambil dari tanah dalam bentuk cair
(minyak & petroleum), gas (gas alam) dan padat (batubara & uranium).
Sumber-sumber energi yang ada di indonesia saat ini terdiri dari sumber minyak
yang terbatas, sumber gas alam yang cukup, dan sumber batubara yang melimpah,
serta energi panas bumi.
Tenaga nuklir tidak digunakan, namun disebutkan pada Buku Panduan ini sebagai
sumber energi primer konvensional

Perbedaan Energi konvensional dan nonkonvensional


Indonesia merupakan negara yang diapit oleh tiga lempeng utama bumi, lempeng
tersebut adalah lempeng Eurasia di bagian utara, lempeng pacific di bagian timur dan
lempeng hindia ( indo Australia ) di bagian barat dan selatan. Kondisi Indonesia yang diapit
oleh tiga lempeng utama bumi itu menyebabkan Indonesia memiliki formasi geologis yang
kompleks dan disertai fenomena bencana kebumian yang cukup intensif. Hal itu dibuktikan
dengan sangat tingginya intensitas gempa bumi dan proses vulkanisme yang terjadi di
Indonesia. Selain aspek geologis, Indonesia juga memiliki kondisi geografis yang strategis
karena berada di antara 2 benua besar yaitu benua asia dan benua Australia. Keadaan
Indonesia yang sebagian besar merupakan kepulauan juga menyebabkan Indonesia memiliki
gejala perairan dan cuaca yang sangat bervariasi. Hasilnya curah hujan, sirkulasi angin dan
gejala pasang air laut di Indonesia sangat mempengaruhi kondisi dan kehidupan di wilayah
Indonesia.
Mungkin kita lebih sering mendengar mengenai bencana alam yang sering terjadi di
Indonesia dibandingkan dengan potensi energi yang tersimpan di bumi Indonesia. Bencana
itu seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan badai. Dibalik bencana yang sering
melanda Indonesia, ternyata banyak potensi seperti air, angina dan udara yang mempu
menjadi alternatif krisis sumber daya energi di Indonesia. Tidak heran hal itu menjadikan
Indonesia sebagai salah satu negara terkaya dalam hal potensi sumber daya alam. Persebaran
potensi energi itu tersebar baik didalam bumi maupun didalam lautan. Sumber daya alam
yang ada didalam bumi seperti batubara, minyak dan banyak lagi tambang lainnya. Selain
energi-energi yang sudah sering dikembangkan, ada pula potensi energi yang memiliki
potensi besar seperti air, angina, dan udara. Berdasarkan keterdapatann dan tingkat
pembaharuaannya, energi saat ini dapat dibedakan menjadi energi konvensial dan energi nonkonvensional.
Setelah dibahas

diatas perbedaan antara energi konvensional dan energi

nonkonvensional pertama energi konvensional tidak dapat diperbaruhi dalam waktu singkat
sedangkan energi nonkonvensional dapat di perbaruhi dalam waktu singkat, kedua energi
nonkonvensional dilakukan perubahan agar dapat digunakan lebih praktis ketimbang energi
konvensional , ketiga energi konvensional merupakan energi yang berbhaya bagi lingkungan
dalam artian polusi yang dihasilkan oleh energi

1. Energi Konvensional
Sumber energi konvensional merupakan sumber energi yang belum ditersentuh oleh
teknologi yang ada atau belum diubah menjadi energi yang praktis, energi ini merupakan
energi dalam bumi yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat di perbaruhi lagi. Sumber energi
ini cepat atau lambat akan habis dan berbahaya bagi lingkungan. Disebutkan bahwa energi ini
tidak dapat diperbaruhi maksudnya adalah energi ini tidak dapat di regenerasi dalam waktu
yang singkat. Lalu berbahaya bagi lingkungan karena menimbulkan polusi udara,air dan
tanah yang berdampak pada kelangsungan makluk hidup. Indonesia sendiri memiliki sumber
energi konvensional berupa, dalam bentuk cairan (minyak), gas (gas alam) dan padat
(batubara dan uranium). Saat ini ketersedian sumber energi konvesional berupa minyak sudah
terbatas, gas alam yang cukup dan batubara yang masih sangat melimpah.

2. Energi Non-Konvensional
Sumber energi non konvensional jelas sekali berbeda dengan energi konvensional, energi
nonkonvensional sendiri merupakan energi yang dapat diperbarui dalam waktu singkat atau
secara umum dikenal sebagai sumber energi yang dapat dengan cepat diperbaruhi secara
alami. Selain waktu regenerasinya juga pada energi konvensional tidak tersentuh oleh
teknologi sedangkan pada energi non konvensional melalui teknologi contohnya pembuatan
aki, baterai, solar cell dan sejenisnya. Memang pada dasarnya energi non-konvensional
merupakan energi yang berasal dari alam, hanya saja energi ini diolah kembali sehingga
menjadi energi yang lebih praktis dan siap digunakan. Beberapa alternatif pengembangan
sumber energi non-konvensional yang tujuannya digunakan untuk mengganti sumber energi
konvensional.
1. Energi matahari
Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan cara menangkap cahaya matahari
dengan beribu-ribu fotosel
2. Energi Panas Bumi
Panas bumi yang pada daerah pegunungan merupakan panas yang bersumber dari magma.
Bila didekat magma akan terdapat cadangan air, maka air itu akan panas dan menjadi sumber
air panas
3. Energi Angin

Energi ini dapat menjadi energi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan
ke generator listrik
Konvensional berdampak buruk bagi udara, air dan tanah sedangkan energi nonkonvensional dibuat agar ramah terhadap lingkungan.

Energi terbarukan energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga
surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan energi terbarukan di masyarakat modern,
lihat pengembangan energi terbarukan. Untuk diskusi umum, lihat pengembangan energi
masa depan.

Daftar isi

1 Definisi "terbarukan"
o

1.1 Energi berkelanjutan

2 Sumber utama energi terbaharui


o

2.1 Energi panas bumi

2.2 Energi surya

2.3 Tenaga Angin

2.4 Tenaga air

2.5 Biomassa

2.5.1 Bahan bakar bio cair

2.5.2 Biomassa padat

2.5.3 Biogas

3 Sumber energi skala kecil

4 Masalah
o

4.1 Estetika, membahayakan habitat, dan pemanfaatan lahan

4.2 Konsentrasi

4.3 Jarak ke penerima energi listrik

4.4 Ketersediaan

5 Riwayat penggunaan energi terbarukan

6 Lihat pula

7 Referensi

8 Pranala luar

Definisi "terbarukan"
Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk
mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi paling umum
adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan
prosesnya berkelanjutan. Dengan definisi ini, maka bahan bakar nuklir dan fosil tidak
termasuk di dalamnya.
Energi berkelanjutan

Dari definisinya, semua energi terbarukan sudah pasti juga merupakan energi berkelanjutan,
karena senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak
perlu khawatir atau antisipasi akan kehabisan sumbernya. Para pengusung energi non-nuklir
tidak memasukkan tenaga nuklir sebagai bagian energi berkelanjutan karena persediaan
uranium-235 di alam ada batasnya, katakanlah ratusan tahun. Tetapi, para penggiat nuklir
berargumentasi bahwa nuklir termasuk energi berkelanjutan jika digunakan sebagai bahan
bakar di reaktor pembiak cepat (FBR: Fast Breeder Reactor) karena cadangan bahan bakar
nuklir bisa "beranak" ratusan hingga ribuan kali lipat.
Alasannya begini, cadangan nuklir yang dibicarakan para pakar energi dalam ordo puluhan
atau ratusan tahun itu secara implisit dihitung dengan asumsi reaktor yang digunakan adalah
reaktor biasa (umumnya tipe BWR atau PWR), yang notabene hanya bisa membakar U-235.
Di satu sisi kandungan U-235 di alam tak lebih dari 0,72% saja, sisanya kurang lebih 99,28%
merupakan U-238. Uranium jenis U-238 ini dalam kondisi pembakaran "biasa" (digunakan
sebagai bahan bakar di reaktor biasa) tidak dapat menghasilkan energi nuklir, tetapi jika
dicampur dengan U-235 dan dimasukan bersama-sama ke dalam reaktor pembiak, bersamaan
dengan konsumsi/pembakaran U-235, U-238 mengalami reaksi penangkapan 1 neutron dan
berubah wujud menjadi U-239. Dalam hitungan menit U-239 meluruh sambil mengeluarkan
partikel beta dan kembali berubah wujud menjadi Np-239. Np-239 juga kembali meluruh
sambil memancarkan partikel beta menjadi Pu-239. Pu-239 inilah, yang meski tidak tersedia
di alam tetapi terbentuk sebagai hasil sampingan pembakaran U-235, memiliki kemampuan
membelah diri dan menghasilkan energi sebagaimana U-235. Bisa dibayangkan jika semua
U-238 yang jumlahnya ribuan kali lebih banyak daripada U-235, berhasil diubah menjadi Pu239, berapa peningkatan terjadi jumlah bahan bakar nuklir. Hal yang serupa juga terjadi
untuk atom [thorium-233] yang dengan reaksi penangkapan 1 neutron berubah wujud
menjadi U-233 yang memiliki kemampuan reaksi berantai (reaksi nuklir).
Itulah sebabnya mengapa negara-negara maju tertentu enggan meninggalkan nuklir meski
resiko radioaktif yang diterimanya tidak ringan. Reaktor pembiak cepat seperti yang dimiliki
oleh Korea Utara mendapat pengawasan ketat dari IAEA karena mampu memproduksi bahan
bakar baru Pu-239 yang rentan disalahgunakan untuk senjata pemusnah massal.
Di sisi lain para penentang nuklir cenderung menggunakan istilah "energi berkelanjutan"
sebagai sinonim dari "energi terbarukan" untuk mengeluarkan energi nuklir dari pembahasan
kelompok energi tersebut[butuh rujukan].

Sumber utama energi terbaharui


Energi panas bumi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Energi panas bumi

Energi panas bumi berasal dari peluruhan radioaktif di pusat Bumi, yang membuat Bumi
panas dari dalam, serta dari panas matahari yang membuat panas permukaan bumi. Ada tiga
cara pemanfaatan panas bumi:

Sebagai tenaga pembangkit listrik dan digunakan dalam bentuk listrik

Sebagai sumber panas yang dimanfaatkan secara langsung menggunakan


pipa ke perut bumi

Sebagai pompa panas yang dipompa langsung dari perut bumi

Panas bumi adalah suatu bentuk energi panas atau energi termal yang dihasilkan dan
disimpan di dalam bumi. Energi panas adalah energi yang menentukan temperatur suatu
benda. Energi panas bumi berasal dari energi hasil pembentukan planet (20%) dan peluruhan
radioaktif dari mineral (80%)[1]. Gradien panas bumi, yang didefinisikan dengan perbedaan
temperatur antara inti bumi dan permukaannya, mengendalikan konduksi yang terus menerus
terjadi dalam bentuk energi panas dari inti ke permukaan bumi.
Temperatur inti bumi mencapai lebih dari 5000 oC. Panas mengalir secara konduksi menuju
bebatuan sekitar inti bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan tersebut meleleh, membentuk
magma. Magma mengalirkan panas secara konveksi dan bergerak naik karena magma yang
berupa bebatuan cair memiliki massa jenis yang lebih rendah dari bebatuan padat. Magma
memanaskan kerak bumi dan air yang mengalir di dalam kerak bumi, memanaskannya
hingga mencapai 300 oC. Air yang panas ini menimbulkan tekanan tinggi sehingga air keluar
dari kerak bumi[2].
Energi panas bumi dari inti Bumi lebih dekat ke permukaan di beberapa daerah. Uap panas
atau air bawah tanah dapat dimanfaatkan, dibawa ke permukaan, dan dapat digunakan untuk
membangkitkan listrik. Sumber tenaga panas bumi berada di beberapa bagian yang tidak
stabil secara geologis seperti Islandia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Filipina, dan Italia.
Dua wilayah yang paling menonjol selama ini di Amerika Serikat berada di kubah
Yellowstone dan di utara California. Islandia menghasilkan tenaga panas bumi dan
mengalirkan energi ke 66% dari semua rumah yang ada di Islandia pada tahun 2000, dalam
bentuk energi panas secara langsung dan energi listrik melalui pembangkit listrik. 86% rumah
yang ada di Islandia memanfaatkan panas bumi sebagai pemanas rumah[3][4].
Energi surya

Panel surya (photovoltaic arrays) di atas yacht kecil di laut dapat mengisi baterai
12 V sampai 9 ampere dalam kondisi cahaya matahari penuh dan langsung.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tenaga surya

Karena kebanyakan energi terbaharui berasal adalah "energi surya" istilah ini sedikit
membingungkan. Namun yang dimaksud di sini adalah energi yang dikumpulkan secara
langsung dari cahaya matahari.
Tenaga surya dapat digunakan untuk:

Menghasilkan listrik menggunakan sel surya

Menghasilkan listrik Menggunakan menara surya

Memanaskan gedung secara langsung

Memanaskan gedung melalui pompa panas

Memanaskan makanan Menggunakan oven surya.

Memanaskan air melalui alat pemanas air bertenaga surya

Tentu saja matahari tidak memberikan energi yang konstan untuk setiap titik di bumi,
sehingga penggunaannya terbatas. Sel surya sering digunakan untuk mengisi daya baterai, di
siang hari dan daya dari baterai tersebut digunakan di malam hari ketika cahaya matahari
tidak tersedia.
Tenaga Angin
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tenaga angin

Perbedaan temperatur di dua tempat yang berbeda menghasilkan tekanan udara yang berbeda,
sehingga menghasilkan angin. Angin adalah gerakan materi (udara) dan telah diketahui sejak
lama mampu menggerakkan turbin. Turbin angin dimanfaatkan untuk menghasilkan energi
kinetik maupun energi listrik. Energi yang tersedia dari angin adalah fungsi dari kecepatan

angin; ketika kecepatan angin meningkat, maka energi keluarannya juga meningkat hingga ke
batas maksimum energi yang mampu dihasilkan turbin tersebut[5]. Wilayah dengan angin
yang lebih kuat dan konstan seperti lepas pantai dan dataran tinggi, biasanya diutamakan
untuk dibangun "ladang angin".
Tenaga air
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tenaga air

Energi air digunakan karena memiliki massa dan mampu mengalir. Air memiliki massa jenis
800 kali dibandingkan udara. Bahkan gerakan air yang lambat mampu diubah ke dalam
bentuk energi lain. Turbin air didesain untuk mendapatkan energi dari berbagai jenis
reservoir, yang diperhitungkan dari jumlah massa air, ketinggian, hingga kecepatan air.
Energi air dimanfaatkan dalam bentuk:

Bendungan pembangkit listrik. Yang terbesar adalah Three Gorges dam di


China.

Mikrohidro yang dibangun untuk membangkitkan listrik hingga skala 100


kilowatt. Umumnya dipakai di daerah terpencil yang memiliki banyak
sumber air.

Run-of-the-river yang dibangun dengan memanfaatkan energi kinetik dari


aliran air tanpa membutuhkan reservoir air yang besar.

Biomassa
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahan bakar bio

Tumbuhan biasanya menggunakan fotosintesis untuk menyimpan tenaga surya, udara, dan
CO2. Bahan bakar bio (biofuel) adalah bahan bakar yang diperoleh dari biomassa - organisme
atau produk dari metabolisme hewan, seperti kotoran dari sapi dan sebagainya. Ini juga
merupakan salah satu sumber energi terbaharui. Biasanya biomass dibakar untuk melepas
energi kimia yang tersimpan di dalamnya, pengecualian ketika biofuel digunakan untuk
bahan bakar fuel cell (misal direct methanol fuel cell dan direct ethanol fuel cell).
Biomassa dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan
bakar jenis lain seperti biodiesel, bioetanol, atau biogas tergantung sumbernya. Biomassa
berbentuk biodiesel, bioetanol, dan biogas dapat dibakar dalam mesin pembakaran dalam
atau pendidih secara langsung dengan kondisi tertentu.
Biomassa menjadi sumber energi terbarukan jika laju pengambilan tidak melebihi laju
produksinya, karena pada dasarnya biomassa merupakan bahan yang diproduksi oleh alam
dalam waktu relatif singkat melalui berbagai proses biologis. Berbagai kasus penggunaan
biomassa yang tidak terbarukan sudah terjadi, seperti kasus deforestasi zaman romawi, dan

yang sekarang terjadi, deforestasi hutan amazon. Gambut juga sebenarnya biomassa yang
pendefinisiannya sebagai energi terbarukan cukup bias karena laju ekstraksi oleh manusia
tidak sebanding dengan laju pertumbuhan lapisan gambut[6][7].
Ada tiga bentuk penggunaan biomassa, yaitu secara padat, cair, dan gas [8]. Dan secara umum
ada dua metode dalam memproduksi biomassa, yaitu dengan menumbuhkan organisme
penghasil biomassa dan menggunakan bahan sisa hasil industri pengolahan makhluk hidup.
Bahan bakar bio cair

Bahan bakar bio cair biasanya berbentuk bioalkohol seperti metanol, etanol dan biodiesel.
Biodiesel dapat digunakan pada kendaraan diesel modern dengan sedikit atau tanpa
modifikasi dan dapat diperoleh dari limbah sayur dan minyak hewani serta lemak. Tergantung
potensi setiap daerah, jagung, gula bit, tebu, dan beberapa jenis rumput dibudidayakan untuk
menghasilkan bioetanol. Sedangkan biodiesel dihasilkan dari tanaman atau hasil tanaman
yang mengandung minyak (kelapa sawit, kopra, biji jarak, alga) dan telah melalui berbagai
proses seperti esterifikasi.
Biomassa padat

Penggunaan langsung biasanya dalam bentuk padatan yang mudah terbakar, baik kayu bakar
atau tanaman yang mudah terbakar. Tanaman dapat dibudidayakan secara khusus untuk
pembakaran atau dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti diolah di industri tertentu dan
limbah hasil pengolahan yang bisa dibakar dijadikan bahan bakar. Pembuatan briket biomassa
juga menggunakan biomassa padat, di mana bahan bakunya bisa berupa potongan atau
serpihan biomassa padat mentah atau yang telah melalui proses tertentu seperti pirolisis untuk
meningkatkan persentase karbon dan mengurangi kadar airnya.
Biomassa padat juga bisa diolah dengan cara gasifikasi untuk menghasilkan gas.
Biogas
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Biogas

Berbagai bahan organik, secara biologis dengan fermentasi, maupun secara fisiko-kimia
dengan gasifikasi, dapat melepaskan gas yang mudah terbakar.
Biogas dapat dengan mudah dihasilkan dari berbagai limbah dari industri yang ada saat ini,
seperti produksi kertas, produksi gula, kotoran hewan peternakan, dan sebagainya. Berbagai
aliran limbah harus diencerkan dengan air dan dibiarkan secara alami berfermentasi,
menghasilkan gas metana. Residu dari aktivitas fermentasi ini adalah pupuk yang kaya
nitrogen, karbon, dan mineral.

Sumber energi skala kecil

Piezoelektrik, merupakan muatan listrik yang dihasilkan dari


pengaplikasian stress mekanik pada benda padat. Benda ini mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik[9].

Jam otomatis (Automatic watch, self-winding watch) merupakan jam


tangan yang digerakkan dengan energi mekanik yang tersimpan, yang
didapatkan dari gerakan tangan penggunanya. Energi mekanik disimpan
pada mekanisme pegas di dalamnya[10].

Landasan elektrokinetik (electrokinetic road ramp) yaitu metode


menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan energi kinetik dari
mobil yang bergerak di atas landasan yang terpasang di jalan. Sebuah
landasan sudah dipasang di lapangan parkir supermarket Sainsbury's di
Gloucester, Britania Raya, di mana listrik yang dihasilkan digunakan untuk
menggerakkan mesin kasir[11].

Menangkap radiasi elektromagnetik yang tidak termanfaatkan dan


mengubahnya menjadi energi listrik[12] menggunakan rectifying
antenna[13]. Ini adalah salah satu metode memanen energi (energy
harvesting).

Masalah
Estetika, membahayakan habitat, dan pemanfaatan lahan

Beberapa orang tidak menyukai estetika turbin angin atau mengemukakan isu-isu konservasi
alam ketika panel surya besar dipasang di pedesaan. Pihak yang mencoba memanfaatkan
teknologi terbarukan ini harus melakukannya dengan cara yang disukai, misal memanfaatkan
kolektor surya sebagai penghalang kebisingan sepanjang jalan, memadukannya sebagai
peneduh matahari, memasangnya di atap yang sudah tersedia dan bahkan bisa menggantikan
atap sepenuhnya, juga sel fotovoltaik amorf dapat digunakan untuk menggantikan jendela.
Beberapa sistem ekstrasi energi terbarukan menghasilkan masalah lingkungan yang unik.
Misalnya, turbin angin bisa berbahaya untuk burung yang terbang, sedangkan bendungan air
pembangkit listrik dapat menciptakan penghalang bagi migrasi ikan - masalah serius di
bagian barat laut pasifik yang telah mengurangi populasi ikan salmon. Pembakaran biomassa
dan biofuel menyebabkan polusi udara yang sama dengan membakar bahan bakar fosil,
meskipun karbon yang dilepaskan ke atmosfer ini dapat diserap kembali jika organisme
penghasil biomassa tersebut secara terus menerus dibudidayakan.
Masalah lain dengan banyak energi terbarukan, khususnya biomassa dan biofuel, adalah
sejumlah besar lahan yang dibutuhkan untuk usaha pembudidayaannya.
Konsentrasi

Masalah lain adalah variabilitas dan persebaran energi terbarukan di alam, kecuali energi
panas bumi yang umumnya terkonsentrasi pada satu wilayah tertentu namun terdapat pada
lokasi yang ekstrim. Energi angin adalah yang tersulit untuk difokuskan, sehingga
membutuhkan turbin yang besar untuk menangkap energi angin sebanyak-banyaknya.
Metode pemanfaatan energi air bergantung pada lokasi dan karakteristik sumber air sehingga
desain turbin air bisa berbeda. Pemanfaatan energi matahari dapat dilakukan dengan berbagai
cara, namun untuk mendapatkan energi yang banyak membutuhkan luas area penangkapan
yang besar.

Sebagai perbandingan, pada kondisi standar pengujian di Amerika Serikat energi yang
diterima 1 m2 sel surya yang memiliki efisiensi 20% akan menghasilkan 200 watt. Kondisi
standar pengujian yang dimaksud adalah temperatur udara 20 oC dan irradiansi 1000 W/m2[14]
[15]
.
Jarak ke penerima energi listrik

Keragaman geografis juga menjadi masalah signifikan, karena beberapa sumber energi
terbarukan seperti panas bumi, air, dan angin bisa berada di lokasi yang jauh dari penerima
energi listrik; panas bumi di pegunungan, energi air di hulu sungai, dan energi angin di lepas
pantai atau dataran tinggi. Pemanfaatan sumber daya tersebut dalam skala besar kemungkinan
akan memerlukan investasi cukup besar dalam jaringan transmisi dan distribusi serta
teknologi itu sendiri dalam menghadapi lingkungan terkait.
Ketersediaan

Salah satu kekurangan yang cukup signifikan adalah ketersediaan energi terbarukan di alam;
beberapa dari mereka hanya ada sesekali dan tidak setiap saat (intermittent). Misal cahaya
matahari yang hanya tersedia ketika siang hari, energi angin yang kekuatannya bervariasi
setiap saat, energi air yang tak bisa dimanfaatkan ketika sungai kering, biomassa memiliki
masalah yang sama dengan yang dihadapi dunia pertanian (misal iklim, hama), dan lain-lain.
Sedangkan energi panas bumi bisa tersedia sepanjang waktu.

Riwayat penggunaan energi terbarukan


Sepanjang sejarah, berbagai macam energi terbarukan telah digunakan.

Kayu adalah bahan bakar biomassa paling tua dalam sejarah manusia,
yang digunakan sebagai sumber energi panas lewat pembakaran, bahkan
hingga kini masih digunakan. Kayu bakar digunakan saat memasak dan
menghangatkan ruangan sehingga manusia dapat bertahan di cuaca
dingin. Jenis kayu tertentu digunakan khusus untuk mengawetkan
makanan melalui pengeringan atau pengasapan sehingga makanan tidak
cepat basi atau rusak. Kemudian ditemukan bahwa pembakaran parsial
dalam kondisi miskin oksigen (pirolisis) untuk menghasilkan arang, yang
dapat memberikan panas lebih banyak dalam massa yang relatif lebih
sedikit dibandingkan kayu kering. Namun, energi ini kurang efisien karena
membutuhkan bahan baku kayu/pohon dalam jumlah besar untuk
membuat arang.

Tenaga Hewan untuk menarik gerobak/kereta dan alat-alat mekanik


tradisional. Hewan seperti kuda, sapi atau kerbau sejak dulu telah
dimanfaatkan sebagai tenaga transportasi dan penggerak pabrik. Hingga
kini, di berbagai belahan dunia masih banyak penggunaan hewan untuk
tujuan ini.

Tenaga air akhirnya menggantikan kekuatan hewan untuk pabrik dengan


mengubah energi air (kinetik maupun gravitasi) menjadi energi kinetik

rotasi. Hingga saat ini, tenaga air menyediakan energi listrik terbarukan di
seluruh dunia lebih banyak dari sumber energi terbarukan lainnya.

Lemak hewani, terutama minyak ikan paus sudah lama dibakar sebagai
minyak untuk lampu.

Energi angin telah digunakan selama beberapa ratus tahun. Pada awalnya
digunakan pada kincir angin berukuran besar bagaikan layar dengan
empat hingga enam lengan, seperti yang terlihat di Belanda. Saat ini,
desain kincir angin lebih banyak menyerupai pisau dengan jumlah lengan
hanya tiga pada umumnya, seperti yang terlihat di ladang angin di
pegunungan maupun lepas pantai. Saat ini, tenaga angin merupakan
sumber energi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Tenaga surya sebagai sumber energi dalam sejarah manusia, lebih banyak
ditangkap secara arsitektural sebagai penerangan dalam bangunan, dan
pengeringan bahan pertanian. Dan pada abad ke-20, matahari telah
ditangkap secara mekanis memanfaatkan pergerakan fluida hingga
konversi ke energi listrik secara langsung.

Lihat pula

Energi berkelanjutan

Pengembangan energi terbarukan

Penghargaan Ashden untuk Energi terbarukan

Energi Net gain.

Kendaraan listrik.

Sepeda motor listrik

Perahu listrik.

Mobil hijau.

Energi Soft path.

Uni Eropa untuk Program Perubahan Iklim

Katalog Whole Earth.

Proses Fischer-Tropsch

Asal petroleum abiogenik

Penghapusan tenaga nuklir

Referensi
1.

^ Turcotte, D. L.; Schubert, G. .2002, Geodynamics (2 ed.),


Cambridge, England, UK: Cambridge University Press

2.

^ Nemzer J.Geothermal heating and cooling

3.

^ Renewable Energy in Iceland

4.

^ Energy in Iceland

5.

^ EWEA Executive Summary "Analysis of Win Energi in the EU-25".


European Wind Energy Association. Diakses 11 maret 2011.

6.

^ Keddy P. A. 2010. Wetland Ecology: Principles and Conservation


(2nd edition). Cambridge University Press, ambridge, UK.

Pengertian Sumber Daya Energi


Posted on May 11, 2014

Pengertian sumber daya energi


Sumber daya energi adalah sumber daya yang dapat diolah oleh manusia sehingga dapat
digunakan bagi pemenuhan kebutuhan energi. Sumberdaya energi terbagi dua yaitu :
1.

Sumber energi nonkonvensional

2.

Sumber energi konvensional

Berikut penjelasan dari energi nonkonvensional dan energi konvensional :

1.

Sumber energi nonkonvensional

Beberapa alternatif pengembangan sumber energi nonkonvensional yang dikembangkan


untuk mengganti sumber energi konvensional yang terbatas jumlahnya adalah sebagai
berikut:

Energi matahari.

Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan jalan menangkap cahaya
matahari dengan beribu-ribu fotosel. Fotosel dapat dibuat dari silikon yang sisi-sisinya
dilapisi dengan Boron dan Arsen.
Untuk mendapatkan voltase yang tinggi dan arus yang kuat, ribuan fotosel dihubungkan
secara seri-paralel. Energi matahari dapat juga diubah menjadi energi panas dengan
pertolongan cermin cekung.

Energi panas bumi.

Panas dari gunung berapi bersumber dari magma. Bila di dekat magma tersebut terdapat
cadangan air maka air itu akan mendapatkan panas. Rembesan air panas ke permukaan bumi
dapat merupakan sumber air panas, berupa semburan uap atau semburan air panas. Panas
bumi berupa uap air panas dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang dapat
menggerakkan generator listrik.

Energi angin.

Langsung dapat diubah menjadi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan
dengan generator listrik.

Energi pasang surut.

Dapat dimanfaatkan dengan menggunakan dam yang memiliki pintu air yang dapat diatur
pembukaannya. Pada saat air laut pasang, air laut masuk ke dalam dam melalui pintu air. Bila
air surut maka air laut akan ke luar juga melalui pintu air yang sama. Di pintu air itulah
dipasang turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.

Energi biogas

Prinsipnya adalah memanfaatkan jasad hidup sampah melalui cara pembusukan dengan
pertolongan bakteri pengurai. Bakteri itu diperoleh dari kotoran kerbau atau sapi. Gas yang
sebagian besar adalah metan dapat dibakar untuk keperluan masak memasak.

Energi biomassa

Bahan bakunya adalah sampah organik. Panas yang timbul, digunakan untuk memanaskan
ketel uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan generator listrik.
2.

Sumber energi konvensional

Sumber daya energi konvensional adalah sumber daya energi yang digunakan untuk
memenuhi sebagian besar kebutuhan energi manusia sekarang. Sumber daya energi
konvensional terdiri dari:

Minyak bumi
Batubara
Gas alam
Sumber Daya Manusia dan Genetika
Sumber Daya Manusia(SDM) adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu
organisasi(disebutjugapersonil, tenagakerja, pekerjaataukaryawan).
Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalamme
wujudkan eksistensinya.
Sumber Daya Manusia(SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai
modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi
potensinyata(real) secara fisik dan non fisikdalam mewujudkan eksistensi organisasi.
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami
yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong
di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme,
tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan
tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri
telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus
berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.
Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya
keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo,
Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati
atau nonhayati yang sangat berlimpah.
Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar
sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat
sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini
seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

Sumber :
http://massofa.wordpress.com/2008/01/20/sumber-daya-alam-dan-lingkungan/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/sumber-daya-energi/

About these ads


Share this:

Twitter1

Facebook

Google

Related

MODEL MODEL ATOM


Lingkungan Secara Umum
ASAL MULA MAKHLUK HIDUP DAN TEORINYA
This entry was posted in Uncategorized by alvinwardana. Bookmark the
permalink.
Leave a Reply

The Twenty Eleven Theme. | Create a free website or blog at WordPress.com.


Follow
Follow alvinwardana

Get every new post delivered to your Inbox.


Join 526 other followers
Build a website with WordPress.com

Anda mungkin juga menyukai