Anda di halaman 1dari 13

Problems and Solutions of Statistical Physics

By: Faruk Afero


A. Problems
1. (Reif-1.26, original problem collection from Lecture)
Consider the random walk problem in a one dimension and suppose that the
probability of a single displacement between s
1 b
w ( s ) ds= 2 2 ds
s +b
p ( x ) dx

Calculate the probability


between

and s +d s

is given by

that the total displacements after N steps lies

x and x+ dx !

2. (Reif-1.22, original problem collection from Lecture)


Consider the random walk problem in one dimension, the probability of a
displacement between s
1
2 2

and s +ds
2

being

w ( s ) ds=( 2 ) e (sl ) /2 ds
After N steps,

a) What is the mean displacement x from the origin?


2
b) What is the dispersion ( xx ) ?

3. (UTS-2002)
Kemungkinan menemukan sebuah partikel antara
|x|

P ( x ) dx= A e
Dengan

x dan x+ dx adalah

dx

dan

merupakan konstanta.

a) Tunjukkan bahwa

harus positif supaya


A

b) Carilah hubungan antara


x !
1
2
x =
4 , hitung

dan

P ( x ) dx

supaya

mempunyai makna!

P ( x ) ternormalisir!

c) Hitung
d) Bila

dan !

4. (Original problem collection from Lecture)


Tinjau osilator harmonis klasik yang terdiri dari massa m dan konstanta pegas k
memiliki energy total E. carilah fungsi kerapatan probabilitas

P ( x ) , bila

P ( x ) dx
x+ dx !

merupakan kemungkinan menemukan massa pada interval

dan

5. (UTS-2008/2007/2002/1999)
Sejumlah besar N partikel terlokalisir berada dala pengaruh medan magnet luar H

(arah z). Setiap partikel memiliki spin

1
2 . Carilah jumlah keadaan yang dapat

dijangkau (accessible state) pada sistem sebagai fungsi Ms (Jumlah total spin pada
komponen z). Tentukan nilai Ms sehingga jumlah keadaan adalah maksimum!
6. (UTS-2003/2004/2010)
Perhatikan jalan random untuk sebuah partikel dalam satu dimensi. Anggap bahwa
setiap langkah selalu positif dan mempunyai peluang yang sama dalam jangkauan
lb

dan l+ b

dengan b<l. Setelah N langkah hitunglah:


a) Pergeseran rata-rata dari origin x !
2
b) Dispersi (xx ) !

7. (UTS-2009/2005)
N0
Tinjau
molekul gas yang tidak berinteraksi berada pada bejana tertutup dengan
volume

V0

. Perhatikan pada sebarang sub-volume V yang ada dalam bejana

terdapat N molekul. Setiap molekul memiliki peluang yang sama berada dimana saja
dalam bejana, sehingga kemungkinan sebuah molekul berada dalam sub-volume V
secara sederhana dapat dinyatakan sebagai

V /V 0

a) Hitung jumlah rata-rata N molekul yang berada di V? Nyatakan jawaban


dalam

N0

V0

dan V.

b) Hitunglah dispersi relatif

2
(N N )2 / N
dalam jumlah molekul yang berada

di V. Nyatakan jawaban dalam N, V, dan

V0

c) Anggap sub-volume V sangat kecil sehingga 0<<

V /V0

<<1, hitung

kemungkinan jumlah molekul dalam volume ini antara Ndan N+ dN.


8. (UTS-2007/2006)

Tinjau problem jalan random dengan

p=q

dan kita simbolkan

m=n1 n2

merupakan jumlah pergeseran(net) langkah ke kanan. Setelah N langkah hitunglah


2
3
4
, m , m dan m .
harga rata-rata berikut: m

9. (Reif-2.4, original problem collection from lecture)


Consider an isolated system consisting of a large number N of very weakly interacting
1
localized particles of spin 2 . Each particles has a magnetic moment

which

can point either parallel or antiparallel to an applied field H. the energy E of the
system is then E=(n1n 2)H , where
parallel to H and

n2

n1

is the number of spins aligned

the number of spin aligned antiparallel to H.

a) Consider the energy range between

E and

E+E

small compared to E but is microscopically large so that

where

is very

E H . What is

the total number of states (E) lying in this energy range?


b) Write down an expression for

ln (E) as a function of E(Simplify this

expression by applying Stirlings formula)


10. (UTS-2004)
Pandang sistem 2 spin Adan A' diletakkan dalam medan magnet eksternal H. Sistem A
terdiri dari N partikel-partikel berspin yang saling berinteraksi secara lemah dan
momen magnetik . Serupa dengan hal tersebut, maka sistem A' terdiri dari N'
partikel-partikel berspin dengan momen magnetik '. Kedua sistem mula-mula
terisolasi masing-masing dengan energi total bNH dan b'N''H. Kemudian keduanya
diletakkan dalam kontak termal satu sama lain. Anggap bahwa |b|<<1 dan |b'|<<1
sehingga fungsi keadaan dapat secara sederhana dituliskan sebagai
E

E '

1
1
( E )=
e 2 N H dan ' ( E ' )=
e2 N '
H 2 N
' H 2 N '
2

'2

a) Dalam keadaan yang paling mungkin pada keadan keseimbangan akhir,


~
~
bagaimana hubungan antara E sistem A dengan E '
~
b) Berapa nilai E sistem pada A.

sistem A'.

c) Berapa kalor yang diserap oleh sistem A selama proses dari keadaan awal
sampai mencapai keadaan seimbang dengan sistem A'?
11. (UTS-2000)
Consider an isolated system consisting of a large number of particle(N) weakly
interacted and localized. Each particle has a magnetic moment which can point
either parallel or antiparallel to an applied field H.

a) Using the expression for ln ( E )

and the definition

ln
.
E

Find the relationship between the absolute temperature and the total energy!
b) In this case, is it possible that T negative? Under what circumstances?
12. (Reif-3.5, original problem collection from lecture)
N1
N2
A system consist of
molecules of type 1 and
molecules of type 2
confined within a box at volume V. the molecules are supposed to interact very
weakly so that they constitute an ideal gas mixture.
a) How does the total number of state (E)
E+E

E and

in the range between

depend on the volume V of this system?

b) Use the result to find the equations of the state of the system.
13. (UTS-2004)
Pada distribusi gerak molekul gas ideal menurut Maxwell Boltzmann, evaluasi:

a) 1/ v
b)

v4

c)

vx3

d)

(v x +b v z)2

e)

untuk osilator Harmonis.

14. (Original collection problem from lecture)


Perkirakan nilai numeris kecepatan rms untuk udara! Udara dapat dianggap sebagian
besar terdiri dari gas Nitrogen (

N2

26

, massa satu atom nitrogen 2,34 x 10

Kg.

15. (Original collection problem from lecture)


Gas ideal monoatomik dalam kesetimbangan termal pada suhu T sehingga distribusi
kecepatan molekular mengikuti Maxwell. Hitung jumlah rata-rata molekul per unit
volume yang mempunyai energy antara

E dan

E+E !

16. (UTS-2008)
Suatu sistem hipotesis mempunyai fungsi partisi

ln Z =a T V , dengan

merupakan konstanta, T adalah temperatur dan V adalah volume. Carilah Tekanan,


dispersi energi dan energi bebas Helmholtz (F).
17. (UTS-2010)
Tinjau secara mekanika kuantum level-level energy sesuai dengan osilator harmonik:
1
En=(n+ )
2

Dengan n = 0,1,2,3,4,. Dan

k
m

merupakan frekuensi angular klasik.

a) Hitunglah energy rata-rata


b) Hitunglah dispersi energy
B. Solutions
1. The Integration of this problem can be written as:
b
e iks
Q ( k )= ds eiks w ( s ) = ds 2 2

s +b

Q may be evaluated by contour integration.


For k>0, the integral is evaluated on the path:

kb

Residu ( ib )=

e
; Q ( k )=ekb
2 i

For k<0,

kb

Residu (ib ) =

e
; Q ( k )=e kb
2 i

|k|b

Thus Q ( k )=e

Probability is denoted by:


1
p ( x ) dx= dk eikx Q N ( k ) dx
2
p ( x ) dx=

N
1
dk eikx [ e|k|b ] dx

p ( x ) dx=

1
1
dk eikx e Nkb dx + dk eikx eNkb dx

2 0
2 0

p ( x ) dx=

1
1
dk eikx eNkb dx + dk eikx eNkb dx

2 0
2 0

p ( x ) dx=

1
e ikx + eikx Nkb
1
dk
e
dx= dk cos kx eNkb dx

0
2

From the table of integration that:


dk cos kx eka = x 2 a+a2

So, we got the probability:


1
Nb
p ( x ) dx=
dx
2
x +b 2 N 2
Or, we can use the simple solution from this problem like this:
As we know that:
x
1
x=Ns s= ds= dx
N
N
By substituting this to the

w ( s ) ds=

1 b
ds
, we got the simple solution for this
s2 +b 2

problem as:
p ( x ) dx=

p ( x ) dx=

b
x
N

( )

b2 +

dx 1 b N 2 dx
=
N x 2 N + b2 N 2

1
Nb
dx
2
x +b 2 N 2

2. Untuk mendapat nilai rata-rata dan dispersi kita akan gunakan persamaan (1.11.6) dan
(1.11.8) dari buku Reif.
1

i ( N sx ) k N ( s ) k
1
2
p ( x ) dx= dk e
dx (1.11 .6)
2
2

Dengan pengerjaan persamaan diatas menggunakan sifat integral, akan diperoleh


solusi:
p ( x )=

1
e(x ) / 2 (1.11 .8)
2
2
2

Sehingga kita peroleh:


=N s
2
2=N ( s )

Maka untuk mengerjakan problem ini kita bisa tuliskan sebagai berikut:

a)

x = S i , tapi karena S i=l , x = l=N l


i
i

b)

x )2 = (S l)
(x
i 2 + (S jl) ( S il )

Since ( Sil ) =ll=0 ,


N

2
2
2
=N
the second term is 0 and ( xx ) =
i

3.

P ( x ) dx= A e|x| dx
a) Jika positif

P(x) bisa ternormalisasi


Jika negative

P(x) tidak dapat ternormalisasi


b) Normalisasi

|P ( x )|dx=1

|P ( x )|dx=2 A e xdx
0

2
0

x> 0 ;|x|=x dan x <0 ;|x|=x

e x dx=2 A () ( e x ) 0 =

2 A
2A
( 01 )=

2 A
0

P( x) dx= 2A =1 A= 12

x can be found by:

c) Mean value of

xP ( x ) dx
x =

= xP ( x ) dx

P ( x ) dx

P ( x ) dx=1, x = xP ( x ) dx=0

Dengan

Karena

dan

P (x )

keduanya adalah fungsi ganjil maka rata-rata

x =0 .

d) Applied the result of b) we can do the problem:


1
x 2= x 2 P ( x ) dx=
4

Ax2 e|x|dx=2 A x 2 ex dx= 14


0

{(
{(

1 x
1 x
1
2A x
e 0 +
e 2 x dx =

4
0
2

()

1 x 2 x x
1
1
2A x
e 0 2 e 0 + 2 ex 2 dx =

0
2

2 A x2

2A

( 1 ) e

x
0

( )

2 x x 2 x 1
e 0 3 e 0 =
4
2

( 2 )= 14 , dengan A= 12
3

Diperoleh: = 2 2 sehingga
4. Kasus osilator harmonic klasik:
X

A= 2 .

Diketahui bahwa:
p2 1 2
E=
+ kx
2m 2

Dan kemungkinan menemukan partikel di


P ( x ) dx=

x dan x+ dx adalah

2 dt
T

Karena kita ingin membentuk persamaan dalam dimensi jarak maka kita harus
mencari terlebih dahulu hubungan antara jarak dan waktu pada persamaan diatas,
dx
dx
v = dt=
dt
v
Kemudian hubungan dt terhadap dx
2

p
1
=E k x 2
2m
2
1 2
E k x
2
2 m
p=mv=

1 2
E k x
2
v=
m
2

Sehingga diperoleh:
dx
dx
dt= =
v
1
E k x 2
2
m
2

Jika dimasukkan kepersamaan


2 dt
P ( x ) dx=
T
P ( x ) dx=

2 dt
=
T

2
2

dx
m
k

1 2
E k x
2
m
2

kita subtitusi ke persamaan

Sehingga jika kita dapat lihat antara kedua ruas sudah sama sehingga dapat kita
peroleh
P ( x )=

2 dt
=
T

2
2

1
m
k

1
E k x 2
2
m
2

5. Diketahui beberapa persamaan:


=

N!
n1 ! n2 !

1
1
Ms= n1 n 2 2 Ms=n1n2
2
2
N=n1+ n2
Jika disederhanakan menjadi:
2 n1=2 Ms+ N

n2=

N
Ms
2

sehingga persamaan diatas menjadi:


=

N!
N
N
+ Ms !( Ms)!
2
2

Untuk memperoleh nilai atau jumlah keadaan maksimum maka kita dapat
menggunakan hukum
d
=0
dMs
d 1 d
=
=0
dMs dMs

ln =ln

[(

N!
N
N
+ Ms ! ( Ms )!
2
2

ln =lnN !ln

( N2 + Ms ) !ln ( N2 Ms) !

d
N
N
=0ln
+ Ms + ln
Ms =0
dMs
2
2

ln

) (

( N2 + Ms)=ln ( N2 Ms)

Ms=0

6. Dengan cara yang serupa seperti nomor 2, kita akan dengan mudah selesaikan
problem ini sebagai berikut:

a) Rata-rata jumlah langkah adalah l


N

x = S i= l=N l

b) Dispersi
x )2 =
( x

2+
(Si l)
(S jl) ( S il )

( Sil ) =ll=0
Untuk menentukan dispersi

( Sil
) , kita tahu bahwa probabilitas panjang
2

langkah diantara s dan s+ds berada pada range lb


l +b

dan l+ b adalah

2
2
2 = ( S il ) dSi = b (x x )2= b = 1 N b2
( Sil
)

2b
3
3 3
i
lb

dS
2b