Anda di halaman 1dari 31

FORMULIR PENDAFTARAN

PENGHARGAAN KARYA KONSTRUKSI INDONESIA


TAHUN 2012

JUDUL KARYA :

KONSEP GREEN BUILDING


PROYEK DAHANA
KATEGORI KARYA :

TEKNOLOGI KONSTRUKSI

DIAJUKAN OLEH :
NAMA/ INSTITUSI

: Nugraha Adi S./ PT. PP (Persero) Tbk

BIDANG KEGIATAN

: Construction and Investment

ALAMAT & TELEPON

: Plaza PP Wisma Subiyanto


Jl. TB. Simatupang No. 57
Pasar Rebo Jakarta 13760
Telp. (021) 8403909/ 8403883
Fax. (021) 8403914

PIMPINAN

: Ir. Bambang Triwibowo

DATA UMUM
1. Nama

: Nugraha Adi Suryabrata/ PT. PP (Persero) Tbk

2. Tanggal Pendirian

: 26 Agustus 1953

3. Alamat

: PT. PP (Persero) Tbk


Plaza PP Wisma Subiyanto
Jl. TB. Simatupang No. 57
Pasar Rebo, Jakarta Timur 13760

4. Telepon

: (021) 8403909/ 8403883

5. Fax

: (021) 8403914

6. Email

: pp1@pt-pp.com; pp2@pt-pp.com

7. Bidang Pekerjaan

: General Contractor

8. Pemilik Pekerjaan

: PT. Dahana (Persero)

Jakarta, 15 Oktober 2012

Ir. Betty Ariana, MT


Corporate Secretary

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA KONSTRUKSI DALAM RANGKA


PENGHARGAAN KARYA KONSTRUKSI INDONESIA 2012
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama

: Nugraha Adi Suryabrata

Jabatan

: Project Manager

Bertindak untuk dan atas nama : PT. PP (Persero) Tbk


Alamat

: Plaza PP Wisma Subiyanto,


Jl. TB. Simatupang No. 57
Pasar Rebo Jakarta Timur 13760

No Telepon / Fax

: (021) 8403903 / 8403901/ fax (021) 8403947

Email

: pp1@pt-pp.com; pp2@pt-pp.com

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya konstruksi yang saya ajukan


dengan judul Konsep Green Building Proyek Dahana adalah hasil karya cipta
saya, dan bukan milik atau hasil karya cipta pihak lain baik secara individu maupun
kelompok, serta belum pernah kami ajukan pada kegiatan penghargaan maupun
lomba sejenis lainnya.
Bila di kemudian hari ternyata pernyataan yang saya buat ini tidak benar, maka
saya membebaskan Panitia/ Penyelenggara Penghargaan Karya Konstruksi
Indonesia 2012 termasuk Dewan Juri dari tuntutan pihak ketiga serta bersedia
untuk menerima sanksi sebagai berikut :
1. Secara otomatis digugurkan dalam proses penjurian;
2. Dicabut penetapannya sebagai pemenang/ penerima Penghargaan Karya
Konstruksi Indonesia 2012 dan wajib mengembalikan seluruh penghargaan
yang telah diterima;
3. Diajukan secara pidana apabila karya yang kami ajukan di kemudian hari
terbukti bukan merupakan karya orisinal kami atau merupakan jiplakan/
tiruan/ pengakuan atas karya pihak lain.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Oktober 2012
Yang membuat pernyataan,

Nugraha Adi Suryabrata


3

1. ABSTRAKSI
Proyek pembangunan Energetic Material Center/ Kantor Manajemen
Pusat (Kampus) PT. DAHANA (Persero) merupakan proyek dengan konsep
design and build by PT. PP (Persero) Tbk, sehingga semua hal yang berkaitan
dengan perencanaan, pelaksanaan lapangan, sampai dengan pengetesan
sistem (test comissioning) adalah mutlak menjadi tanggung jawab dari PT. PP.
Proyek Dahana berlokasi di Jl. Raya Cikamurang Desa Sumurbarang
Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat. Kompleks Kantor Pusat PT. Dahana
awalnya berada di Tasikmalaya, dibangun di atas tanah milik TNI AU. Oleh
karena tanah tersebut akan dipergunakan oleh TNI AU, maka Kompleks Kantor
Pusat PT. Dahana yang baru dipindahkan ke Subang, Jawa Barat.

Gambar 1. Peta Lokasi Proyek Dahana

Proyek ini terdiri atas pembangunan gedung perkantoran dan


auditorium, menara air, gedung serba guna, dan masjid. Proyek ini di design
menggunakan konsep Green Building dan berhasil mendapat sertifikat
Greenship PLATINUM.

2. DATA TEKNIS
Nama Proyek

: Pengembangan Energetic Material Center PT.


Dahana (Persero)

Lokasi Karya

: Jl. Raya Cikamurang KM 12, Desa Sadwarna


Cibogo, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat

Implementasi Karya

: Bidang Bangunan Gedung

Nilai Kontrak

: Rp. 264,085,985,331.52,- (Incl. PPN)

Jangka Waktu Kontrak

: 340 Hari Kalender

Waktu Pelaksanaan Konstruksi : 17 September 2010 30 September 2011


Pemilik Proyek

: PT. Dahana (Persero)

Perencana & Green design

: PT. Penta Rekayasa di bawah koordinasi PT PP


(Persero) Tbk

Pengawas

: PT. Bina Karya (Persero)

3. KEUNGGULAN KARYA
1. Bangunan Perkantoran dan Auditorium
Bangunan perkantoran PT. Dahana ini mempunyai bentuk yang unik.
Terdiri dari 5 (lima) bangunan kantor yaitu Kantor Sekretariat, Kantor EMC, Kantor
Keuangan dan PPL, Kantor Direksi, dan Kantor Diklat yang melingkar mengelilingi
gedung auditorium di tengah area perkantoran.

Gambar 2 Site Plan Gedung Perkantoran

Setiap gedung perkantoran di desain berbentuk lengkung dengan dua


lantai dan mempunyai roof garden. Sedangkan gedung auditorium berbentuk
seperti topi yang di desain menggunakan kurungan pipa baja dan d tutup dengan
shading.

Gambar 3 Bangunan Perkantoran PT. Dahana (Persero)

Gambar 4 Gedung Auditorium

Gambar 5 Tampak Gedung Perkantoran

Area perkantoran ini mempunya luas lahan total 24,800 m2 dan luas
jalan dan parkir 7,519.51 m2.
Luas Tapak Bangunan
No

Nama Gedung

Luas Tapak
(m2)
448,00

Ged. Sekretariat Perusahaan

Ged. EMC

448,00

Ged. Keuangan & PPL

448,00

Ged. Direksi

400,00

Ged. Diklat

400,00

Auditorium

392,27
Total

2.536,27

Tabel 1 Luas Tapak Bangunan

Luas Lahan Hijau Bebas Basement


No
1
2
3
4
5
6

Nama Gedung
Ged. Sekretariat Perusahaan
Ged. EMC
Ged. Keuangan & PPL
Ged. Direksi
Ged. Diklat
Auditorium
Total

Luas Area
Hijau (m2)
1.774,05
1.798,85
1.741,04
1.762,25
1.802,93
2.834,59
11.713,71

Tabel 2 Luas Lahan Hijau

Luas Roof Garden


No
1
2
3
4
5

Nama Gedung

Luas Roof
Garden (m2)

Ged. Sekretariat Perusahaan


Ged. EMC
Ged. Keuangan & PPL
Ged. Direksi
Ged. Diklat
Total

967,42
967,42
967,42
934,86
967,42
4.804,56

Tabel 3 Luas Roof Garden

1.1 Konsep Aliran Air Hujan pada Roof Garden

Gambar 6 Komponen Aliran Air Hujan pada Roof Garden

Gambar 7 Konsep Aliran Air Hujan pada Roof Garden

Gambar 8 Aliran Air Hujan pada Roof Garden

Gambar 9 Bak Kontrol Dimodifikasi menjadi Taman

Gambar 10 Alira Air Hujan sampai Keluar Outlet

1.2.

Efisiensi Energi

a. Natural Lighting (Penerangan Alami)


Salah satu keunggulan dari desain gedung kantor PT. Dahana
(Persero) ini adalah penggunaan cahaya alami secara optimal. Bentuk dan
arah bangunan di desain sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat
masuk

dan

memberikan

penerangan

yang

optimal

sehingga

dapat

menurunkan penggunaan listrik pada siang hari.

Gambar 11 Penggunaan Cahaya Alami Sinar Matahari

- Kantor Sekretariat Perusahaan


Bangunan Kantor Sekretariat Perusahaan menghadap Utara Selatan.
Bangunan menerima cahaya terbanyak dari sisi depan, pada bulan November
dari pagi sampai sore. Sementara sisi belakang ternaungi sepanjang tahun
berkat adanya atap kantilever.

Gambar 12 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Sekretarian Perusahaan

10

- Kantor Energetic Material Center (EMC)


Bangunan EMC menghadap Barat Laut. Pada bagian depan, cahaya
matahari akan banyak masuk pada sore hari dan memuncak pada bulan Mei.
Sementara pada sisi belakang, cahaya akan banyak masuk pada pagi hari
dan memuncak pada bulan November.

Gambar 13 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor EMC

- Kantor Keuangan dan PPL


Bangunan ini menghadap kurang lebih Timur - Barat. Pada sisi Timur,
cahaya matahari akan masuk pada pagi hari sepanjang tahun. Sementara
pada sisi Barat, cahaya akan masuk pada sore hari sepanjang than.
11

Gambar 14 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Keuangan dan PPL

- Kantor Direksi
Bangunan ini kurang lebih menghadap Timur Barat namun agak
condong ke arah Selatan. Pada sisi Timur, cahaya matahari akan masuk
pada pagi hari sepanjang tahun dan memuncak pada bulan Mei. Sementara
pada sisi Barat, cahaya akan masuk pada sore hari sepanjang tahun dan
memuncak pada bulan November.

Gambar 15 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Direksi

- Kantor Diklat
Bangunan ini menghadap Timur Laut. Pada sisi depan, cahaya
matahari akan banyak masuk pada pagi hari dan memuncak pada bulan Mei.
Sementara pada sisi belakang, cahaya akan banyak masuk pada sore hari
dan memuncak pada bulan November.

Gambar 16 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Diklat

12

b. Site Renewable Energy


Selain untuk penerangan dalam gedung pada siang hari, sumber
energi untuk penerangan jalan juga menggunakan energi matahari (renewable
energy).

Gambar 17 Penggunaan Enenrgi Matahari untuk Penerangan Jalan

c. Pemakaian Energy Gedung


Sebelum gedung ini menggunakan green design, penggunaan energi
cukup tinggi. Berikut adalah perhitungan pemakaian energi sebelum dan
setelah green design.

GEDUNG SEBELUM GREEN DESIGN (BASELINE)


No
1
2
3
4
5
6

Nama Gedung
Ged. Sekretariat
Ged. EMC
Ged. Keu. & PPL
Ged. Direksi
Ged. Diklat
Auditorium
Total

Room
Electricity
17.174,57
23.328,41
23.395,52
14.621,38
18.006,38
11.092,19
107.618,45

Lighting

14,03%
15,22%
15,60%
11,55%
12,32%
10,58%
13,40%

23.375,91
28.635,00
28.718,19
21.348,46
23.409,46
25.783,58
151.270,60

SIMULASI 1 TAHUN (kWh) SNI (baseline)


Chiller
%
Equipment
%
(Electricity)
19,10%
6.768,92
5,53%
75.050,49
18,68%
9.136,92
5,96%
92.182,84
19,15%
8.904,69
5,94%
88.977,88
16,87%
8.419,52
6,65%
82.178,69
16,02%
9.431,04
6,46%
95.254,80
24,60%
13.714,39
13,08%
54.227,69
18,83%
56.375,48
7,02%
487.872,40

TOTAL

kWh/m2

61,33%
60,14%
59,32%
64,93%
65,20%
33,79%
60,75%

122.369,89
153.283,17
149.996,28
126.568,05
146.101,68
104.817,85
803.136,93

200,64
216,47
211,17
184,37
232,24
189,92
205,80

Tabel 4 Indeks Konsumsi Energi Gedung Baseline

13

GEDUNG SETELAH GREEN DESIGN


No

Nama Gedung

Ged. Sekretariat

Ged. EMC

Ged. Keu & PPL

Room
Electricity

SIMULASI 1 TAHUN (kWh) SNI (design)


Chiller
%
Equipment
%
(Electricity)

Lighting

17.443,06

21,50%

15.743,26

19,41%

6.847,48

8,44%

23.566,23

23,26%

17.139,65

16,92%

9.002,78

23.638,93

23,64%

17.189,00

17,19%

8.893,18

Ged. Direksi

14.456,49

16,07%

17.600,88

19,57%

9.043,64

Ged. Diklat

17.294,36

19,00%

16.208,15

17,81%

Auditorium

6.909,74

10,26%

26.525,34

39,37%

103.308,81

19,47%

110.406,29

20,80%

53.864,85

Total

TOTAL

41.088,11

50,65%

81.121,91

133,01

8,89%

51.605,99

50,94%

101.314,65

143,08

8,90%

50.253,75

50,27%

99.974,86

140,75

10,05%

48.848,16

54,31%

89.949,17

131,03

8.202,31

9,01%

49.295,47

54,17%

91.000,29

144,65

11.875,46

17,63%

22.063,06

32,75%

67.373,60

122,08

10,15%

263.154,54

49,58%

530.734,49

135,77

Tabel 5 Indeks Konsumsi Energi Gedung Terdesign

Berdasarkan hasil perhitungan, Indeks Konsumsi Energi untuk gedung


baseline adalah sebesar 205,80 kWh/m2tahun sedangkan gedung terdesain
sebesar 135,77 kWh/m2tahun.
Selisih Indeks Konsumsi Energi gedung terdesain dengan gedung
baseline adalah sebesar 70,03 kWh/m2tahun, atau terdapat efisiensi sebesar
34,02%.

d. Climate Change Impact


Emisi karbon dioksida (CO2) setiap kWh konsumi energi pertahun
adalah sebesar 0,891 kg. Pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) dihitung
dari selisih konsumsi energi antara bangunan baseline dan desain dikalikan
angka 0,891. Emisi karbon yang bisa dikurangi dari bangunan desain adalah
sebesar 251,700.47 kg pertahun atau sebesar 251.70 Ton pertahun.

Emisi CO2

Total Konsumsi
Energi (kWh)

Emisi CO2 (kg)

Baseline

803,136.93

715,595.00

Design

520,644.82

463,894.54

Selisih

282,492.11

251,700.47

Tabel 6 Jumlah Emisi CO2

14

kWh/m2

e. Sistem Lampu Perkantoran


Efisiensi Energi untuk penerangan dilakukan dengan cara :
1. Memaksimalkan pencahayaaan alami (daylighting)
2. Menggunakan sensor cahaya, gerak untuk efisiensi pemakaian lampu
3. Menggunakan lampu hemat energy
Bagian ruangan dibagi menjadi 3 zone, dengan masing-masing zone
memakai sensor cahaya dan sensor gerak tersendiri.

Gambar 18 Penggunaan Sensor Cahaya dan Sensor Gerak pada Ruangan

Pada bagian koridor memakai sistem sensor gerak dan sensor cahaya.

Gambar 19 Penggunaan Sensor Gerak dan Sensor Cahaya pada Koridor

15

Bagian Lobby memakai sistem sensor cahaya.

Gambar 20 Penggunaan Sensor Cahaya pada Lobby

Bagian Toilet memakai sistem sensor gerak dan cahaya. Sedangkan


bagian Pantry memakai sistem sensor gerak.

Gambar 21 Penggunaan Sensor Cahaya dan Sensor Gerak pada Toilet dan Pantry

f. Sistem AC
Dipilih system Water Cool karena lebih hemat dalam penggunaan
energy listrik.

16

Perbandingan antara berbagai system AC :

Filosofi proses :

Dasar dari sistem tata udara ini adalah AC


central di gedung utama yang memproduksi
air dingin dan selanjutnya di distribusikan
ke

AHU

dan

FCU di masing-masing

bangunan.

Cooling load masing-masing ruangan akan


dilayani oleh AHU & FCU.
dari

ruangan

dengan

udara

akan

Udara return

disaring,

segar

dan

ditambah
didinginkan

kembali oleh cooling coil selanjutnya dikirim


kembali ke dalam ruangan. Khusus untuk
auditorium digunakan sensor kadar CO2
untuk mengatur fresh air sesuai kebutuhan.

Panas yang diserap dari masing-masing ruangan dalam bangunan


selanjutnya dibuang ke udara luar melalui cooling tower. Cooling tower ini
direncanakan menggunakan air hasil water recycle.

17

1.3.

Sistem Air Bersih


Air bersih 100% menggunakan sumber air sungai dan air hujan.

Gambar 22 Skema Penggunaan Air

a. Water Metering

Gambar 23 Penggunaan Meteran Air

18

b. Water Use Reduction


Jumlah pengguna bangunan = 200 orang
Jam Operasional

= 8 jam

Pemakaian Air Per Hari (baseline ) :


Penggunaan

Volume (lt)

Sanitair w/o flush

3.703

Flushing

1.560

Cooling Tower

14.581

Landscape

147.412
Jumlah

167.256

Tabel 7 Penggunaan Air Per Hari pada gedung Baseline

Pemakaian Air Per Hari (design) :


Penggunaan

Volume (lt)

Sumber Air

Sanitair w/o flush

2.828 Air Sungai

Flushing

1.186 Recycle

Cooling Tower

14.581 Recycle

Landscape

44.224 Recycle + Sungai

Jumlah

62.818

Tabel 8 Penggunaan Air Per Hari pada gedung Terdesign

Sumber Air
Air Sungai

Volume (lt)

Jumlah (lt)

45.000

45.000

Air Recycle :
- Hujan

30.000

- Kran & Shower

1.140

- Kondensasi AC

1.500

Jumlah

32.640
77.640

Tabel 9 Sumber Air yang digunakan pada gedung Terdesign

100% air yang dipakai tidak berasal dari air primer

19

c. Water Fixtures

Gambar 24 Type Water Fixture yang Digunakan

Fixtures toilet sesuai dengan Specifikasi standar kualitas TOTO, Apabila


dipilih satu merk maka semua fixtures toilet harus disamakan.
Perhitungan Water Fixtures
Semua Flowrate pada Fixtures ( > 75 %),
Perhitungan Dasar Komsumsi Air Bersih target menggunakan dibawah
flowrate Basic-SNI 03-7065-2005.

d. Water Recycling
Sumber Air
Air Sungai

Volume (lt)
45.000

Jumlah (lt)
45.000

Air Recycle :
- Hujan

30.000

- Kran & Shower

1.140

- Kondensasi AC

1.500

Jumlah

32.640
77.640

Tabel 10 Sumber Air yang digunakan Tidak Memakai Air Primer

Air yang dipakai untuk Flushing, Cooling Tower dan Landscape


menggunakan air recycle.

20

e. Alternative Water Resource


Diagram Pengambilan Air Alternatif

Gambar 25 Diagram Pengambilan Air Alternatif

Gambar 26 Alternative Water Resource

21

f. Rainwater Harvesting

Tabel 11 Kapasitas Penampungan Air Hujan

g. Water Eficiency Landscaping


-

Sprinkler

Drip

22

Controller

Sensor

2. Bangunan Gedung Serba Guna (GSG)


Pembangunan item bangunan GSG ini direncanakan untuk bisa
menampilkan suatu bentuk bangunan yang unik, menarik, modern minimalis, dan
tentu saja sejalan dengan irama desain area perkantoran PT. DAHANA,
mengingat lokasi bangunan GSG nantinya adalah tepat di tepi jalan jalan provinsi
(jalan raya subang cikamurang).

Gambar 27 Gambar GedungSerba Guna

23

Dari sisi fungsi bangunan sendiri, GSG direncanakan sebagai sarana


olahraga (basket, badminton, judo, senam, dsb) dan sebagai gedung pertemuan
massal (konser, pernikahan, dsb). Mellihat dua fungsi tersebut yang berbeda
karakteristik dalam hal tata suara ruangan (akustik) dan tata udara, maka
diputuskan dari dua karakteristik tersebut, aspek akustik yang dikesampingkan
sehingga aspek tata udara menjadi satu pertimbangan khusus dalam mendesain.

3. Menara Air
Menara air adalah salah satu item pekerjaan mayor di Proyek EMC PT.
DAHANA (Persero). Selain itu, bangunan ini juga merupakan bangunan tertinggi
di kawasan EMC PT. DAHANA (Persero) di Subang, dengan ketinggian hampir
mencapai 50 m.
Secara fungsi, menara air dibangun sebagai satu rangkaian sistem
instalasi pengolahan air bersih di kawasan EMC. Bangunan ini berfungsi untuk
menerima suplai air bersih dari Intake dan Rumah Filter WTP untuk kemudian
dipompa naik menuju tanki air yang berada di elevasi + 34 m. Selanjutnya dari
menara, air akan diturunkan tekanannya dengan PRV untuk bisa didistribusikan
ke seluruh kawasan EMC PT. DAHANA (Persero), baik area perkantoran,
perumahan, masjid, gudang, pabrik, dsb.
Dari sisi desain arsitektur, menara air merupakan bangunan (icon)
special karena bentuknya yang unik yaitu melambangkan logo bintang PT.
DAHANA (Persero) yang tampak mekar (tumbuh) .

Gambar 28 Menara Air PT. Dahana (Persero)

24

Pada bagian bawah berukuran sedang, semakin ke atas meramping


seperti pinggang dan sampai ke atas membesar.
a. Desain Awal
Desain awal menara air :
1. Struktur beton full masif, cor dari bawah sampai ke atas, dengan shaft
bagian tengah untuk struktur tangga akses ke tanki air.
2. Dari segi struktur, konsep desain awal menara memakai konsep seperti
halnya shear wall yang menyatu dengan kolom.
3. Metode pelaksanaan direncanakan secara konvensional, yaitu pembesian,
bekisting, kemudian cor.

Gambar 29 Desain Awal Menara Air

b. Analisa terhadap Desain Awal


1. Konsep menara dengan struktur shear wall yang menyatu dengan kolom
adalah struktur mahal, karena berati bagian beton pada 5 ujung bintang
dianggap tidak bekerja (terkesan hanya asesoris semata).
2. Volume beton yang besar, hampir mencapai 2000 m3.
3. Sistem bekisting yang dipakai adalah bekisting plywood, tetapi melihat
desain bangunan yang non simetris, bekisting akan menjadi sangat mahal,
karena satu panel bekisting hanya bisa dipakai untuk satu kali cor (tidak
bisa dipakai di sisi yang lain).

25

Gambar 30 Analisa terhadap Desain Awal Menara Air

4. Bekisting akan sangat mahal karena berarti bekisting harus mampu


membentuk bidang melengkung dengan radius yang berbeda-beda untuk
tiap panel.
c. Desain Inovasi
Desain inovasi menara air :
1. Kolom menara merupakan penebalan lima ujung segitiga dari bentuk
bintang.
2. Dimensi kolom tidak seragam dari bawah ke atas (semakin ke atas
semakin tipis)
3. Sistem yang dipakai adalah kombinasi dari bekisting konvensional di
bag.dalam, dan GRC (dengan perkuatan khusus) di bagian luar (ekspose)

Gambar 31 Desain Inovasi Menara Air

26

d. Analisa Desain Inovasi


Desain inovasi menara air :
1. Kolom bagian bawah berdimensi lebih besar dari bagian atas fungsi
tapak ; menahan gaya vertikal (beban tanki air, beban sendiri, beban atap
baja).
2. Kolom merupakan penebalan di bagian lima ujung bintang efektif
bekerja.
3. Dinding merupakan struktur pengikat antar lima kolom (pengaku).
4. Balok pengikat antar sudut per elevasi 4,2 m merupakan struktur pengikat
tambahan.
5. Jarak begel kolom semakin ke atas semakin rapat menahan gaya
vertikal (mengikat struktur lima kolom)
6. Sistem bekisting luar dipakai GRC yang diikat dengan rangka siku, dan
setelah dicor akan monolit dengan beton cor.
GRC umumnya arsitektural maka diperlukan analisa perkuatan GRC
sebagai bekisting struktural (karena akan menerima beban cor beton).

Dengan perubahan desain dari menara air terdapat efisiensi sebesar


Rp. 2,958,088,191.00.

27

4. Dokumentasi Proyek

Gambar 32 Gedung Perkantoran

28

Gambar 33 Gedung Auditorium

Gambar 34 Gedung Serba Guna

29

5. Sertifikasi Green Building


Pada saat pelaksanaan konstruksi, tim GBCI selaku tim penilai telah
menetapkan bahwa Kantor Manajemen Pusat (Kampus) PT. Dahana (Persero)
dinyatakan memenuhi syarat untuk kategori Penilaian Akhir dengan peringkat
PLATINUM dengan perolehan poin 83.

Demikian informasi yang kami ajukan untuk Penghargaan Konstruksi Indonesia


tahun 2012 ini disampaikan dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 15 Oktober 2012

Ir. Betty Ariana, MT


Corporate Secretary

30

LAMPIRAN FOTOKOPI KTP

31